Saturday, March 26, 2005

Count Down To My Birthday

29 days to my birthday. Ga tau mauku apa sebenarnya, ternyata bukan novel Angel and Demons, bukan pula Biography Sting ataupun CD Michael Buble. Usiaku bakal 27 tahun, bayangkan, apa yang sudah kucapai dalam usia yang semakin tua ini. Aku bahkan tak tahu yang aku inginkan. Yang aku tahu apa yang mereka inginkan. Segeralah menikah, membangun rumah tangga yang sakinah, carilah suami yang baik.

Hmm, apa aku ingin itu terjadi? bandingkan dengan mimpi yang masih jadi mimpi dalam hidupku. Aku ingin sekolah lagi S2, melanglang buana ke seluruh dunia, hinggap disatu tempat yang namanya rumah, to where I belong. Masih ingin menulis dan menulis, sampai tak ada lagi kata yang keluar dari mulutku atau yang tersalurkan lewat jariku. Aku ingin berada di antara desingan peluru, bertarung untuk hidup diantara ancaman kematian, menantang bahaya. Aku ingin jalan sampai lelah dan berhenti di satu titik. Aku ingin merasakan hidup yang bukan sekedar angin menerpa wajahku, bukan sekedar bekerja, makan dan hidup cuma untuk mati. Aku ingin mencinta dan bercinta dengan laki-laki yang kucinta dan mencintaiku tanpa takut terikat dan mengikat. Merasakan buah kasihnya hidup dirahimku. Aku ingin jadi melati, kecil tapi mengharumkan sekitar. Aku tak ingin jadi besar, tapi kecil berarti.

Ulang tahun berarti menghitung sisa hidup. Bila hanya 1 tahun, 3 tahun ataupun satu hari tersisa, bisakah kurasakan semua yang kuinginkan. Paling tidak berada pada satu cinta yang menutupi semua ingin. Ya, cuma itu yang kuingin di hariku nanti.. merasakan cinta yang sempat mati, menatap wajahmu didekatku, sangat dekat hingga dapat kudengar degup gugupmu meski cuma ada hari itu.

Tuesday, March 22, 2005

Bayangku

Apa yang bisa aku katakan ketika tak semenitpun aku bisa menemuimu meski kuingin sangat. Aku hanya bisa diam, menanti waktu berpihak seperti yang selalu kulakukan padamu, seperti yang selalu kamu janjikan untukku...cuma waktu yang bisa mempertemukan kita.

Apa yang salah dari hubungan kita ya. Apa yang bisa aku ungkap untukmu, kalau setiap langkahku, perasaanku, inginku, sudah bisa kamu tebak, rasa dan lihat. Kamu jadi bayangku, kadang menakutkan kadang menyenangkan. Aku tak ingin mengusirmu, aku tak bisa menampikmu. Kamu ada disitu.

Aku tak bisa tanpamu,seperti kamu tak bisa tanpaku. Kita menyatu tapi tak bisa satu. kamu bayangan yang kadang ada dibawahku, dikiriku atau dikananku, kadang kalau mentari terik diatas kepala, kamu menyatu dengan badanku. Itu kamu.

Aku kehilanganmu, bayangku. Aku ingin bertemu denganmu, meneriakkan betapa merinduku, betapa inginku memelukmu lagi. Merasakan degup jantungmu ditelingaku. Cepat kembali padaku, kembali membayangiku.

Untuk kali ini saja, jangan kamu serahkan pertemuan kita pada waktu. Kalau bisa, kamu hentikan geraknya kekanan, kamu putarkan arahnya ke kiri, kembali menari diatas kepalaku saat mentari di ujung ubun. Aku menantimu pulang bayangku, kembali membuatku tersenyum, memelukmu dalam gelap. diam...karena kamu dan aku tahu kita tak bisa terpisahkan.

Friday, March 18, 2005

JERK

Jaman dahulu kala :
"I think I'm in love with you."
"Really? tapi kenapa berpikir? bukannya cinta itu dirasa?."
"Yeah, I feel in love with you. It's all up to you, would you take it or leave it?"
"I'll take it."

4 bulan kemudian :
"Ada yang aneh sama lo, ada yang berubah. Is there someone else?"
"No, gue cuma ga bisa ngelupain dia."
"So you never love me anyway, dont you?"
"Gue ga pernah bilang cinta sama lo. Gue sayang sama lo. Tapi bukan cinta."

2 bulan setelah putus :
"I love you."
"Lo tau ga kalau artinya LOVE itu adalah Cinta? dan lo pernah bilang lo ga cinta sama gue."
"I do now."
"Tapi lo udah sama orang lain kan."
"but I love you."
"Yeah whatever, You JERK!!."

Setelah itu mereka tak saling bicara lagi dalam waktu yang lama. Cinta mati perlahan.

-Tamat-

Wednesday, March 16, 2005

Kentut

Pess.... aku kentut...bunyi..dikit doang koq, ga ada yang denger, semoga. Dijamin ga bau.. sumpah!. beberapa minggu lalu, ditengah keramaian toko buku Gramedia Pondok Indah, ada bapak tua botak yang nyelip diantara rak buku,lumayan terpojok lah. aku kebetulan dirak sebelah, tiba-tiba... DUT... suara kentut.. Aku mencari sumber suara, bapak itu keluar di antara buku dengan muka merah ke arahku...aku tau rahasiamu hehehe.. Belum lagi cerita salah seorang teman, ketika bercinta, pasangannya tak sengaja kentut... permainan terhenti seketika dan berakhir dalam tawa dan ill-feel.. hilang semua nafsu.

kentut..
pernah berucap Alhamdulillah atau Puji Tuhan atasnya? kurasa hampir sebagian besar dari kita melupakan karunia tuhan yang satu itu. dia menyelamatkan hidupmu, hari-hari kita. tapi yang tersisa diingatan, hanyalah kentut yang tidak sopan, bau, kurang ajar, semua hal buruk tentang kentut. bayangkan sehari saja kamu ga kentut, perut kembung, mood berubah bete, hari-harimu berlalu buruk.
Belajarlah dari kentut, karunia tuhan yang tak pernah sia-sia seberapapun dia dipandang buruk.

kenapa harus malu saat harus kentut, kenapa harus canggung untuk kentut. kalau kamu dikenakan tarif untuk buang air, maka gratis untukmu buang angin. mari kentut bersama, warnai udara sekitarmu dengan angin alami dari tubuh kita..
dut...dut...dut... mari berucap, Alhamdulillah... puji Tuhan..

Tuesday, March 15, 2005

-E-

Gue masih mendengar lagu lo, setiap mulai, disela dan diakhir kerja. sama ketika lo nyanyi lagu Josh Groban " You Rise Me Up", teriak-teriak di sepanjang perjalanan pulang. Ternyata lo selalu ada disetiap kesempatan disetiap scene hidup gue ya. Tapi apa gue ada disetiap scene hidup lo? I hope so.

You rise me up, waktu gue terpuruk, terjepit diantara kepentingan orang lain. You always see me in a different way. Didekat lo gue merasa dewasa, walau kadang gue merasa diperlakukan like a baby. Inget waktu lo nyuapin bubur ke mulut gue karena gue males makan? Inget waktu gue sedih dan lo terus terusan nyanyi lagu Hero, Enrique Iglesias? gue masih putar lagu itu setiap kali gue sedih. tanpa maksud apapun, hanya merasa tenang tiap kali gue inget itu.

Di dekat lo gue merasa percaya diri, tak lagi minder seperti biasanya. Inget waktu lo menggandeng tangan gue yang sungkan masuk Hard Rock karena pake sendal? lo mengampit tangan gue. Tiap kali kita jalan bareng. Lo yang masih mau nemenin gue makan gultik di jalanan Blok M Plaza. Lo yang jemput gue malam-malam di Pulogadung karena gue ga tau jalan pulang :P Lo yang mengenalkan gue pada semua sahabat, orang-orang penting dalam karir dan hidup lo.. kenalkan ini teman gue, you said

Di dekat lo, gue merasa dibutuhkan. Ingat sms lo tengah malam, kenapa menjaga hubungan cinta itu sulit banget ya? tiap moment penting lo selalu minta doa, doakan hari ini gue sukses ya? Gue ada saat semuanya dalam hidup lo berputar 180 derajat. That's the best moment ever. Lo yang selalu mengganggap kata-kata menye dari gue sebagai gurauan..

Lo yang selalu bilang : You r something. Apa yang gue dapat hari ini adalah yang terbaik, gue adalah seseorang. Jangan pernah sedih, menyesal apalagi mengeluh. Itu ga guna. berpikirlah apa yang akan lo kerjakan hari ini. enjoy being alone, enjoy every moment you have.

Lo ; My hero, My best friend, My bro, My everything. Let's Keep It That Way.
Kalau lo mesti meninggalkan semuanya, inget gue akan selalu disini tiap kali lo berpaling. Terima kasih untuk selalu ada, untuk semua lagu, semua pemberian, semua nasihat, semua makanan :P semua waktu dan kenangan.

Hanya orang bodoh, sebodoh-bodohnya orang yang berani menyakiti hati sebaik lo -E-.

Saturday, March 12, 2005

Jangan Kembali

Harusnya aku senang menerima hadirmu kembali dihidupku,
tapi masih ada dendam yang tersisa, marah yang tersimpan,
berkuasa diatas cinta untukmu.

Terkikis perlahan, sedikit tapi pasti,
aku tak ingin itu terjadi, tapi tak ada yang ingin kubuat untuknya bertahan ada
cinta itu memang tak pernah nyata

Kalau cinta itu tak ada kenapa harus sakit saat kamu pergi,
Kenapa harus marah saat kamu kembali,
Kenapa harus menangis saat kamu melukai hati

Cinta bertahan karena berharap dan ada harap
Kamu patahkan harap, tiadakan asa
Aku tak berani lagi,
tak sampai hati lukai diri sendiri

Aku menangis, diam dalam sepi
sendiri...
Aku bangkit, terpuruk dan bangkit lagi,
sendiri...

Pergi saja dan jangan kembali,
tak akan kuberi ruang untukmu menyakitiku lagi
Sendiri pun aku tak mati...

Friday, March 11, 2005

Biarkan Kumenciummu

Aku ingin mencium bibirmu, mengulumnya dalam-dalam hingga terluka dan berdarah,
membuatnya berbekas, sebagai tanda aku disitu untukmu,
Aku ingin memeluk tubuhmu, erat sangat erat sampai kamu sesak,
sebagai tanda aku tak akan pernah melepasmu,
Aku ingin menggenggam tanganmu, erat hingga basah keringat,
sebagai tanda aku tetap disampingmu.

Aku ingin menciumi harum nafasmu, bau tubuhmu,
biarkan membiusku, merekatkannya dalam otakku,
Tenggelamkan aku dalam pelukmu, hatimu, hidupmu

Akan kulepas logika untukmu,
bebas menikmatimu dalam cinta,
Senyumlah untukku saat terbangun esok hari,
saat kamu terbangun di sisiku.

Yang Tak Pernah Hilang

Pernah ada kamu dihatiku, tahunan lalu
mewarnai hariku, semarakan sepiku,
mendamaikan hatiku.

Bersamamu menelusuri segala perbedaan,
bertahan diantara gempuran duka.
Ku cintamu karena pandanganmu, semangatmu, baikmu,
kasihmu, perhatianmu,tangismu, percayamu.
Disampingmu aku ada, nyata.

Selang hari terlewati,
cerita baru bersama yang lain,
kita buka buku yang beda.

Tapi kenapa sisi hati milikmu bersemi kembali,
dia yang tak pernah mati,
obsesi atau cinta sejati?
aku tak terlalu peduli...

Wednesday, March 09, 2005

Perempuan Kebanyakan

Cuma itu yang berkesan waktu nonton Java Jazz Festival.
Mba Dewi berbisik malam itu dikuping gue, Gila ada secuil pun daging lebih nit.
Gue langsung mijit perut gue, anjrit bo, ini daging lebihnya lebih banget.
Jadi malu hati... gue sedot lemak deh..

Trus, mereka hebat deh, bisa bergoyang diatas sepatu dengan hak tinggi,
paling rendah 3 cm, LANCIP... hebat hebat. mereka ga kecengklak loh.
Gue melirik kaki gue, jari-jarinya musuhan, saling menjauh satu sama lain,
diatas sendal gunung kesayangan gue yang cuma berharga 62.500.
sementara Mba Dewi, pake sepatu kets, sneaker istilah kerennya sekarang.

Rambut.. mereka sempet banget ya kesalon. nge blow dulu, bagus-bagus deh.
kami? kucel, dikuwel-kuwel diikat keatas. selain faktor gerah juga bakal menghalangi pandangan... alasan aja sih hehehe.
Bajunya bo, U can see my ketiak, Tank Top untung mereka rajin cukur bulu ketek ya.
trus celananya dipinggul, yang kalau lo duduk, belahan pantatnya kemana-mana.
Gue beneran salut sama mereka, ga masuk angin, ga perlu kerokan,
gue sama mba dewi, berlindung dibalik jaket, dingin bo..
plus pusing sama bau asap rokok bercampur sama bau parfum yang rame banget,
campur lagi sama alkohol, heran koq dibolehin masuk ya.

Kalau mencari kami malam itu, gampang banget.
Kami memang beda semua-semuanya, mulai dari penampilan sampai isi dompet,
mereka rela bayar 300 ribu lebih buat nonton, kami usaha keras dapat ID CARD.

pikir-pikir, mereka pernah ngerasain hidup dengan gaji 50 ribu sebulan ga ya?
pernah berebut naik bis? pernah berdebu? pernah susah dalam hidup?
Iri? Ga sih. Dalam hidup, ada segelintir orang yang memang selalu beruntung, semuanya serba gampang, ga pernah susah. semoga mereka termasuk orang-orang yang tau bersyukur.

tapi malam itu, yang bikin gondok ketika ternyata orang yang gue anggap beda,
ternyata sama aja dengan mereka kebanyakan,
sekali lagi cowok yang gue kagumin ternyata ga beda sama cowok kebanyakan,
dia merangkul pinggang cewek kebanyakan itu didepan gue, HIKS.
bukan sedih karena itu dia, tapi ternyata sekali lagi, gue harus mengakui kalah bersaing sama perempuan-perempuan kebanyakan.

Hey you guys out there, bisa liat kami yang beda ga sih?

Trus apa gue mengalah dan berubah jadi cewek kebanyakan?
Ga dong... karena gue tetap percaya, suatu saat nanti pasti ada orang yang bisa menerima gue apa adanya.
suatu saat.... kapan??
sampai ada cowok yang bukan kebanyakan hehehehe...

ini cuma iseng doang, jangan dianggap postingan yang ga serius ini :)

Sunday, March 06, 2005

Miss You Pap

Waktu papi hidup, aku adalah bebanmu. beban mental karena aku selalu berusaha membantahmu, menentangmu meski akhirnya selalu menurut..sepertinya :P.
waktu papi hidup, aku merasa terkekang, terkurung, terpenjara dengan semua aturan yang kaku, keras yang semua tak lebih karena sayangmu yang berlebih.
Waktu papi hidup, aku tak pernah sepi bicara, ada selalu pertengkaran, omelan, makian, cara komunikasi kita memang aneh ya pap.
Waktu papi hidup, aku tak pernah merasa sendirian, karena selalu ada yang mengawasi, menungguiku pulang, menelepon tiap jam, mengecek dengan siapa aku pergi, ngapain.
waktu papi hidup, tidurku aman, karena selalu ada selimut dibadanku, nyamuk tak akan berani menggigitku :P
waktu papi hidup, aku hidup.

Aku benci Tuhan ketika memberimu sakit, membuat suaramu hilang sehingga tak bisa memarahiku, membentakku.
Aku benci Tuhan ketika kakimu lumpuh, tak bisa lagi menemaniku jalan dan makan.
Aku benci Tuhan ketika mengambil nyawamu. Tuhan bodoh, Izrail salah alamat. aku yang mau mati muda, bukan papi. Papi mau hidup seribu tahun lagi, papi masih mau mengecat rambut putihnya jadi hitam, bersiul di depan perempuan. Dikerubutin kesebelas anaknya. masih mau ngerasain punya mobil baru, rumah bagus tapi takut kutinggal kawin, takut sendiri meski ada 6 anak perempuannya..
Tapi aku sayang Tuhan, ketika Ia mengakhiri semua penderitaanmu pap. memberimu satu kehidupan dialam lain. Nantikan aku yaa..

Hilangmu hilanglah hidupku. Hilanglah semangat dan arahku.

Miss You Pap. Life would never be the same anymore.

Mati-ku

Kematian menghampiriku semalam,
datanglah, kusambutmu dengan lapang,
kenapa baru sekarang?

Matiku mengajak berkelana,
ditengah surga yang belum sudi menampungku,
didekat neraka yang mencoba menarikku,
menjamahku dengan lidah panasnya,
terbakar, perih, sakit.

Mati tak pernah menakutkan,
saat hidup tak lebih dari seputaran jarum jam,
Mati kunanti, hari ini kembali.

Ada papi memanggil,
ada mami menangis,
kenapa hidup tak pernah jadi milik sendiri.

Matiku pergi ke alam mimpi,
aahh andai aku tak pernah kembali,
dalam hidupku yang tak lebih menanti mati.

Saturday, March 05, 2005

Cinta part2

Cinta itu perasaan sederhana,
kau bahagia bersamanya,
kau sakit tanpanya.

Aku?
masih sakit tanpamu.

Thursday, March 03, 2005

Hari Ini Indah

Harapan gue tiap meninggalkan rumah atau kos,
Tuhan, plis deh give me something interesting hari ini,
kejutan, tantangan, kepeleset di got kek,
keserempet ojek kek, atau tabrakan sama cowok ganteng kayak di sinetron gitu. apapun lah..

Udah kelamaan nih hidup gue garing, datar dan gitu-gitu aja,
jadi anak gaul ga ada modal,
jadi anak mesjid, setan di hati gue selalu lebih menang,
jadi orang jahat, ga ada yang bisa dijahatin
huh...

tapi hari ini,
gue ketemu FAUZI BAADILLAH
hua..ganteng banget, sumpah ganteng banget

kecil sih, tapi tiap beda harus disyukurin,
jadi, terima kasih Tuhan,
hari ini jadi beda deh...

aduhh kering deh gigi gue,
cengar-cengir dari tadi...

Tuesday, March 01, 2005

It's About Time

Walking down to the waters edge, where I have been before
If I don’t find my love sometime, I’m walking out that door
Some may come and some may go, but no-one seems to be
The person I’ve been searching for, the one who’s meant for me

Biddin' my time, trying to find the heart that’s lonely
Looking for her, my love, my one and only
Maybe I’ll dream, tonight about the girl, who’ll be coming my way
So I’ll take this chance and celebrate the day
When I’m making my way through an open door
I got some love and so much more
And I’m ready, to make someone mine
Making my way through an open door
I got some love and so much more
And I’ll find her
'cause it’s about time

Tried to hard and it feels just like you’re running on thin air
Why does love happen by surprise, if you don’t really care
The past is gone; the flames are out from fires that have burned
New ideals and different thoughts from lessons I have learnt

Biddin' my time, trying to find the heart that’s lonely
Looking for her, my love, my one and only
Maybe I’ll dream, tonight about the girl, who’ll be coming my way
So I take this chance and celebrate the day
When I’m making my way through an open door
I got some love and so much more
And I’m ready, to make someone mine
Making my way through an open door
I got some love and so much more
And I’ll find her
'cause it’s about time

Got the feeling this could take a pretty long while, to find that smile
I’ll put my faith in another piece of good advice, well I tried that twice
Waiting for a little something more, to inspire, take me higher

And I’m ready to make someone mine
I’m making my way through an open door
I got some love and so much more
And I’ll find her
'cause it’s about time
it's about time
(jamie cullum

Waktu Aku Naksir Kamu

Kubus tercinta jadi tempat paling asik buat ngumpet,
sambil senyum-senyum seharian,
nyanyi lagu cinta lebih dari satu album,
sibuk milih baju terbaik untuk hari ini, yang seksi atau yang biasa ya?
didepan kaca cengar-cengir sambil bilang.. aku cantik yaa...

Tiap hari berharap kau negur....
paling seneng kalau ada yang bisa dikerjain didekat kubusmu,
biar bisa mencuri pandang, narik perhatian,
atau sekedar mencium bau parfummu.

Aku masih hafal koq semuanya tentang kau,
kebiasaan kau ngupil diem-diem di kubus haha,
sok mikir sambil ketiduran,
lebih dari tiga gelas teh manis sampai pulang kerja,
rajin banget gosok gigi-kata bunda lapisan pemutihnya nanti cepet kikis loh,
rajin banget cuci muka,
kau udah ganteng koq,
everything bout you seems so perfect,

tapi itu DULU, waktu aku naksir kamu :)
sekarang? coba waktu bisa balik ya..