Monday, September 03, 2007
Nikahilah Aku
Bagaimana mengungkap rasa tak sekedar suka ini.
Bahkan lebih dari itu, menikahlah denganku.
Mentari pagi ceria lagi, sejingga rona dipipimu.
Aku tak bisa melepas bayangmu kali ini, tidak juga nanti.
Nikahi aku, miliki aku, hari ini.
Temani aku tak sekedar di peraduan tapi juga disela jam sibukmu.
Rasakan hangat tubuhku, yang 'kan menempel terus di hatimu dihari-harimu.
Menikahlah denganku, dengan jiwa dan ragamu.
Jawablah pintaku sebelum angin mengubah haluanku kembali.
Apa Arti Sebuah Nama
Siapa sangka papi menyimpan banyak nama dalam hidupnya. Paling tidak ada tiga nama yang disandingnya. Pertama, official name di ktp dan nomor pegawai adalah Arief Soewatno. Begitu menikah untuk kedua kalinya dengan bunda, dia berganti nama menjadi Jean Widjaya. Itu untuk menutupi agar kantor tidak tahu, mana boleh pegawai negeri berpoligami, negara tak akan menanggung kehidupan istri kedua beserta anak-anaknya. Dan juga barangkali menutupi image, reputasi papi di kantor. Okehlah, dibolak-balik alasan baik dari poligami, tak akan ada! Trust me lah untuk yang satu ini.
Nah sekarang pernikahan Lina tinggal hitungan hari. Gue kembali memastikan, papi gue siapa namanya? Apa pake nama diakta kami, Jean Widjaya, atau di kepangkatan Arief Soewatno, atau nama lahirnya Ahmad Soewatno? Mami Cuma bilang singkat, Ahmad! Awas kalau komentar lagi…..
Friday, August 31, 2007
Let Me Hold You Again
"Why can't we just rewind" everything for the last time. Just let me hold you again one more time, then I won't ask for more than that.
You are never left my head all this time and my love is always there for you. A special space for you deep down here. Okay, I am crazy... I know it. It is love that make me crazy and sane in the same time.
Hate me if you like but life is only good with you around. Why can't we just rewind? one more time. Then kick me out from your side or decide to be beside me. I just could not see where we went wrong not even about the culture and age. I am crazy so hate me then. But it won't stop me from missing you.
The same cage above us, watching our first kiss. The same road we tracked to our special restaurant. And I am the same person you used to love.
Wednesday, August 29, 2007
Perawan Tua
Lima tahun kemudian, kata-kata itu justru ditujukan pada gue. Waks! sempet kaget. Busyet, ketulah apa yak. Pesen singkat di hp gue bertuliskan, "jangan sampai jadi perawan tua ya nit. Buruan menikah."
Monyet, itu lagi itu lagi yang mereka omong ke gue. Kalau gue masih perawan, So What! Kalau gue berumur 29 nyaris 30, So What!. Am I look that pathetic?
Gue mau menikah suatu saat nanti, tapi pilih suami bukan pilih kacang kulit. Suami itu pasangan setara seumur hidup. Ga mungkinlah gue cap cip cup kedebong busuk... meenee mainee moo. Please deh.
Kalau sepi itu datang, biarlah itu jadi milik gue sendiri. Kalau sedih itu datang, biarkan gue atasi sendiri. Nah kalau cinta itu datang, biarlah gue nikmati. Kan hati gue ga ada urusannya sama kalian toh.
Dan jauh sebelum mencapai 29, gue memang sudah jutek. Jadi tak ada hubungannya jutek sama perawan tua kalee. Oh BTW, Thank you for all your concern!
Sunday, August 26, 2007
Pun Dia Menulis
Dan yang paling menyenangkan ini adalah apa yang dia tulis tentang Islam di Indonesia, ah di Utan Kayu lah paling tidak.
While the discussions about Islam ground to a heated halt, we crossed the world’s oceans in search of adventure and a place to breathe. One of us saw how Muslims united in the Indonesian Liberal Islam Network profess a constructively critical approach to Islam. Instead of literally interpreting the Quran, they appeal to human reason in order to translate Islam to modern times. In the east of
cari artikel berjudul "Ave, Muhammad: a plea for reason in the debate about Islam"
Friday, July 27, 2007
Mencari Surga
Sampai satu ketika, seorang kawan non muslim bertanya, "apa yang surga janjikan untuk kaum perempuan?"
Saya bilang, "waduh, ga pernah kepikiran tuh. Setahu saya, Allah menjanjikan surga bagi setiap umatnya yang takwa."
"Iya tapi apa yang dijanjikan didalam surga, bila laki-laki yang mati syahid dijanjikan tujuh bidadari atau tujuh perawan untuk menemaninya, lalu apa yang dijanjikan Tuhan untuk perempuan di surga?", tanyanya lagi.
"Yah, barangkali menjadi salah satu bidadari itu!," kata saya sambil melengos. Jangan tanya lebih banyak karena saya tak tahu jawaban yang pasti.
"Apa kamu ikhlas jadi salah satu perawan teman pria syahid yang tak kamu kenal itu."
"TIDAK!" jawab saya.
Siang tadi, saya mencoba mencari buku tentang surga bagi perempuan, tak nemu. Yang saya temukan adalah kisah empat perempuan Ahli Surga, Fatimah, KHadijah, Aisyah dan satu lagi saya lupa. Tapi jadi apakah mereka disurga sana, atau apa yang mereka dapat, saya tak tahu.
Saya sedang membaca novel karangan Tariq Ali tetralogi, buku kedua "Kitab Salahuddin" halaman 211, Jamilah berkata, "Bagi para lelaki, Ibnu Yakub. Bagi para lelaki, Shadhi, jika ia masuk surga, akan mengalami ereksi terus menerus selama tujuh tahun dan bisa memilih perawan perawan mana pun seperti memetik sebutir apel dari pohonnya, seperti Kitab Suci kami maupun hadis tidak mengatakan apa pun terhadap pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi pada kami kaum perempuan, Kami tidak bisa berubah kembali menjadi perawan. Akankah ada disana para lelaki muda yang tersedia bagi kami atau akankah kami diserahkan pada pasangan kami masing-masing?"
Bantu saya mencari surga. Saya hanya ingin tahu, apa isi surga bagi perempuan? adakah tujuh pria muda bagi seorang perempuan di surga? Wah seru juga kalau begitu :)
Tuesday, July 24, 2007
Do I look Scary To You?
I remember once my schoolmate said, "Nita you always make me feel nothing. You seems like you don't need anyone. Not even a friend."
And my male best friend always said, "why you want to get a master, when you already have a good job and salary."
Even my dad once said, "You dont have to go to college. Once you get married, you will stay at home."
I have been living with melayu men for years and years. They said I am too picky, when they are not even try to pick me, to show me how their feeling for me. I know that there is nothing wrong with my look, but it is my brain and my idealism that they are afraid of.
Oh well, I just feel so sorry for them :P. I don't mind waiting for the right one for years and years instead of stuck with a very narrow minded man like you!!
Sunday, July 08, 2007
Menulis Nyok
Andreas Harsono, jurnalis senior Pantau; setiap hari dia mendisiplinkan dirinya untuk menulis selama lima jam, dari jam 7-12 siang. Harus kata dia. Terus dia pernah bilang, belum sempurna seorang jurnalis kalau dia belum menulis.
Andrew Marshall, senior journalist of TIME Magazine; disiplinkan dirimu untuk menulis minimal dua jam setiap hari. Begitu bangun tidur, buka komputer, dan tulis apapun yang bisa ditulis walaupun cuma sekedar diary.
Terima kasih untuk semua saran dan dukungannya. Sekarang gue sedang mencoba mendisiplinkan diri untuk menulis minimal 1 halaman Perhari haha ha ha. Maaf gue belum bisa mendisiplinkan diri sebanyak kalian karena gue belum menjadi penulis sungguhan. Masih coba-coba.
Tapi mas Andreas dan Andrew, hari ini Minggu 8 Juli 2007, artikel gue dimuat loh di Jakarta Post Sunday. Buka halaman 20, bagian MOSAIC, satu halaman penuh, artikel Nita Roshita plus empat foto huhuhuhu.... saya menulis, saya menulis.
Thai Muslims in Yogya live under suspicion
Nita Roshita, Contributor, Yogyakarta, Pattani, Southern Thailand.
It takes almost half a day's journey for Muslim Thai students to travel to study at Gadjah Mada University (UGM), Yogyakarta. They also had to work hard to earn their degree. During that time, they were under the surveillance of the Royal Thai government concerned about whether they were being radicalized in Indonesia.
http://www.thejakartapost.com/detailfeatures.asp?fileid=20070708.S01&irec=32
Jadi tak akan beda menulis novel dengan menjadi jurnalis, fact is the key. Menulis adalah segalanya dimana pun kamu berada, apapun yang kamu kerjakan. Menulis adalah konsep dari keseluruhan kerja dalam bentuk apapun, entah itu skrip iklan, term of reference atau sekedar menulis diary untuk mengenang setiap moment dalam kehidupan pribadi.
Jadi jangan malas menulis yah. Dari tulisan kamu hidup, dikenal bahkan dikenang. Mba google akan menjadi laci aman menyimpan semua hasil tulisan kamu dikemudian hari.
Saturday, July 07, 2007
Over My Shoulder
Feels like i'm falling, losing my way.
Cold and dry,
Cold and dry.
Fog out my daylight, torture my night.
Feels like i'm falling, far out of sight.
Cold,
Drunk,
Tired,
Lost.
Over my shoulder, running away,
Feels like i’m falling, losing my way.
Cold, dry,
Cold and dry.
Fog out my daylight, torture my night.
Feels like i'm falling, far out of sight.
Cold,
Drunk,
Cold and drunk.

The song of how I feel today. I love you MIKA
Friday, July 06, 2007
Smile and Stabed in the back
Oh well, this is a fucking idiot world we are living, there is no such a nice word.
So what will happen is, "smile and the world will stabbed you in the back!"
I wish I can stop being a nice person, because there is no use and you will being used all the time.
I wish I can be a witch and turn the fucking person into a fucking ugly monkey.
I will turn myself into an evil just to survive in this fucking world of devil.
Kill or to be killed.
Tuesday, July 03, 2007
Bayangku Pergi
Aneh rasanya duduk dibangku yang pernah jadi milikmu, masih menciumi bau harummu.
Ujung mataku masih menangkap bayangan senyummu.
Segelas tes manis hangat yang kamu berikan itu masih lekat di ujung bibirku.
Terasa berharga ketika dia hilang.
Ah bayang, aku selalu berusaha mengusirmu saat kamu lekat disampingku,
Kini kamu benar-benar hilang,
Kemana lagi kuharus mencarimu.
Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur, kalau perlu mandi dulu biar tidurmu nyenyak,
Hey jangan lupa, aku pernah sayang kamu.
Tapi kenapa kalimat itu tak pernah muncul tiap kali kamu tanyakan padaku.
Semua kini terlambat.
Kita tak bisa satu dan tak pernah bisa satu, kita adalah kita, begitulah katamu.
Hatiku, kamu tahu, tapi hatimu bayang? tak pernah untukku meski ragamu bersamaku.
Akhirnya waktu membawamu berlalu,
serasa mimpi kamu tak lagi disini.
Kini aku benar benar sendiri,
Bayang, aku pernah sayang kamu,
sia kata tak akan membawamu kembali kesini.
Saturday, June 30, 2007
Nama Saya Nita
Buat saya penting banget karena ia adalah bukti eksistensi diri, pengakuan atau kemampuan dan kredibilitas si empunya nama. So jangan pernah main-main dengan sebuah nama.
Minggu lalu sebuah sms forward-an dari temen isinya begini "tulung bilang sama anak seapa 68h itu bla bla bla....". Okay, satu kali sms itu, it was okay, gue tak merasa terganggu. Kemarin ada lagi sebuah sms forward-an isinya begini, "anak seapa 68h itu tolong bla bla bla..."
Duh (sambil goyang-goyang kepala dikit), saya punya nama loh. Nama saya Nita. Bisakah anda menghafal nama sederhana itu? Nama saya cuma dua kata, Ni-ta. Tak sulit kan?
Ternyata nama Nita belum jadi apa-apa jika tak bersanding dengan dua institusi itu. Ternyata Nita bukan siapa-siapa hiks.
Cobalah meng-google- nama saya, lihat ada apa disana? Ada deretan nama saya. Saya eksis loh. Tapi memang belum sehebat hmm siapa yah, oh Riri Riza misalnya, alah, nama itu terlalu besar. Atau siapa lah. Saya sedang kerja keras supaya nama saya eksis, paling tidak di dunia maya, di laci mba Google. Suatu saat nanti saya tak perlu lagi menyanding nama sebuah institusi untuk bisa dikenal dan dihargai orang lain.
Nama saya Nita, mohon dicatat.
Wednesday, June 27, 2007
Tolak Poligami!!
Terima kasih untuk pejabat yang masih punya hati.
===================================
Pemerintah minta Mahkamah Konstitusi untuk menolak permohonan M.Insa yang ingin praktek Poligami dibebaskan dan diakui oleh negara. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan poligami bukan hak yang azasi bagi Warga Negara Indonesia, sehingga tak perlu Mahkamah Konstitusi merevisi Undang-Udnang Perkawainan untuk membebaskan poligami. Lagipula pembebasan poligami dikuatirkan akan melanggar hak azasi kaum perempuan karena sikap sewenang-wenang suami yang ingin poligami.
Menteri Agama juga mengatakan undang-undang perkawinan saat ini juga tidak menyalahi pasal kebebasan beragama UUD 1945. Karena poligami bukanlah bentuk ibadah umat islam.
Laporan Rezky Hasibuan KBR68H
Tuesday, June 26, 2007
Untuk Papi
Prima sudah lulus SMA, yah ngga nyangka sih bisa lulus :). Minggu lalu, pagi-pagi sekali dia sms aku, dia bilang "mba aku takut, beneran takut ga lulus, aku takut mengecewakan mba." Ah, ketakutan itu basi.. mestinya sebelum UN dia takut ga lulus, jadi bisa serius belajar. Lah sekarang mah percuma takut juga, tinggal nunggu nasib.
Eh ternyata Prima lulus. Papi tahu nilainya berapa? Rata-rata 7, bahkan mathematika ekonominya dapat nilai 8. Prima gitu loh pi, siapa sangka anak bengal itu ternyata pinter juga hehehe.. ya boleh lah hadiah kelulusan dia cuma minta duit 150 ribu buat pergi ke Dufan. Nanti aku beri deh.
Hampir dua minggu terakhir aku ngebujukin dia buat kuliah. Papi tahu kenapa? karena aku ngga mau dia menyesali hidupnya nanti. Ada banyak orang yang ga percaya sama pendidikan formal, tapi buat aku, bangku kuliah bukan sekedar jalan mendapat pekerjaan. Lebih dari itu, kuliah artinya berpikir dewasa, memakai logika, sukur sukur dia bisa lebih terbuka pandangan hidupnya. Selama ini Prima hidup diketiak para perempuan, ada Mami, Lina dan aku, yang semuanya memanjakan dia sebagai si bungsu. Prima ga pernah belajar prihatin.
Kemarin dia bilang mau kerja aja, " ada tawaran kerja mba, tapi masa gajinya cuma 700 ribu, bisa buat beli apaan duit segitu." Mau ditampol, konyol rasanya, mau diketawain, miris juga. Prima ga tahu duit segitu itu berharga banget. Mestinya dia senang ada orang nawarin kerja buat anak lulusan SMA yang belum lagi dapat ijazah. Hari gini!
Tadinya aku pikir lepas Prima SMA, aku bisa sedikit bersantai memikirkan langkahku sendiri. Tapi kupikir lagi, tugas menjadi orang tua itu tak pernah usai ya Pi. Kadang cape banget mikirin betapa mahal hidup ini, betapa tak mungkin rasanya menyediakan uang 10-15 jt buat uang muka kuliah, belum lagi sampai dia selesai. Dudududu....pusing.
Tapi aku ingat pesan Papi, bahwa jangan pernah bilang tak tahu untuk semua pertanyaan, jangan pernah putus asa untuk setiap lembar hidup yang kamu belum tahu isinya apa. Yang kamu harus lalukan, hiduplah dengan jujur dalam semua hal. Meski jujur tak selalu membawa kekayaan, tapi hidup bisa lebih tenang. Ah Papi, hiks kangen kangen.
Hidup terasa lebih mudah sewaktu Papi masih disini.
Friday, June 15, 2007
Manja
Ada banyak alasan kenapa orang bisa sakit. Pertama, perubahan cuaca. Kedua, perubahan hati dan ketiga perkara ga jaga kesehatan badan aja sih. Ah anyway, gue rasa penyakit gue ini datangnya karena dua alasan pertama. Karena gue sangat memperhatikan kesehatan tubuh koq, sedikit gendut sih. Tapi gendut bukan berarti ga sehat toh toh, justifikasi aja :P
Kalau sakit begini, jadi pengen banget punya seseorang deh, yang bisa dipeluk!
Jadi ingat temen gue Htar Htar yang punya cita-cita bersuami 5 orang! satu untuk cuci baju dan urusan rumah tangga. Satu orang untuk supir. Satu orang mengurus kebun. Satu orang mencari uang. Dan satu orang untuk gituan kekekek, for pleasure!!
Seru juga yah hidup seperti itu. Semua dibalikan, dan sebagai seorang perempuan kita bisa bersenang-senang dengan kelimanya.
Tapi dalam keadaan sakit begini, punya satu orang saja sudah cukup. Kamu dimana? kamu yang pernah manis sekali membawakan susu hangat saat gue sakit. Kamu yang menemani sakitku hingga aku terlelap dan terbangun kembali. Kamu dimana?
Sunday, June 10, 2007
RamAmsterdam
Aku iri pada semua yang kamu telah, sedang dan akan kerjakan.
Aku irikan kota itu yang mendapatkanmu.
Ram has some affairs, love seems so easy on him!
Aku cemburui mereka yang menempel padamu kini.
Aku cemburui diantara mereka yang mendapatkan hatimu.
Ram,
It took me two years to feel my heart beat again.
It took courage to admit that I feel in love again,
with him, the one that I could not have! Damn!
Ah Ram, aku irikan kebahagian yang menyelimutimu kini.
Wednesday, June 06, 2007
Nicolas; Take A Picture!
Monday, June 04, 2007
Could I Be Your Girl?
You are so charming to resist. My love has exists.
You have passion while I only have to be patient.
Don’t want you to know how I feel, but my face shinning brightly whenever you near me.
I keep doing foolish things next to you
I am no comedian but you make me feel like Bean.
Your words like a wisdom to me.
I worship you like the earth to the sun.
Let me be your satellite and being around you day and night.
You make me blush like a little rose ready to bloom.
Every smile brings a heart beat, every word stay in mind,
How could I miss them?
Could I be your girl?
Give me time to make you mine.
Then you will be surprise by the love that I kept in heart and mind.
Bangkok; Take A Picture!!

Laki-laki! hidup gue pun ga jauh dari mereka kekekek. Dua orang laki-laki di halaman ini adalah sahabat-sahabat gue merangkap akuntan yang sibuk menghitung berapa besar uang yang bisa kita habiskan selama di Thailand. Diatas itu adalah Joel Escovilla dari Filipina, fellow dari Seapa juga. I really have good times with them.

Bersama teman selama di Bangkok, Zaw Naing Oo. He is just like a little brother to me. Lucu pisan orang na.
Di depan Istana neh, Royal palace... keren yah kekekek,
Bad Hair Day!!
Look, gara-gara angin dahsyat bikin rambut gue berantakan.
Didepan Kuil Emas yang harga tiketnya muahal 250 bath alias $ 7,5. pelit ye gue...
Sunday, May 20, 2007
Sebulan Tak Sua
Situasi? Aman, Pattani dan Yala sejauh ini memberikan rasa aman ke gue. Meski ternyata banyak banget kejadian di koran dan website yang nongol kemarin. Sial! padahal udah bikin muka sejutek mungkin sama tentara, biar seru hehehe. ga deng, gue penakut koq sama mereka. Apalagi kalau kemudian mereka tahu gue orang Indonesia, bisa main tuduh gue salah satu trainner militan lagi. Emang sih gue intelek, tapi ngapain juga terlibat perang yang tidak menguntungkan buat gue. Udahlah aman-aman saja bergaul dengan semua organisasi disini, ga ada kepentingan juga gitu loh.
Besok gue kembali lagi ke Bangkok, yang sebenarnya gue ga suka. Riweh, Gaduh, Ribet!! gue ga suka perkotaan, meski semua fasiltas tersedia, tetap aja ga asik. Gue rasa bakal sulit kerja dengan tenang disitu. Tapi ya sudahlah, daripada gue stay disini dan terus bikin panik orang lain toh. Ah kalian memang penuh perhatian, tersanjung saya.
I am going to miss this places, Yala dan Pattani, penuh dengan keindahan dan kekayaan alam, ga heran kan kenapa disini konflik? hmmm biar katanya soal budaya, tetep aja ujung-ujungnya selalu ada yang diuntungkan secara materi!
Tuesday, April 24, 2007
Happy 29
Baru 28 detik meninggalkan usia 28 tahun, ada banyak hal yang tertinggal meski tak menampik banyak hal yang telah dicapai. Ada satu saja ambisi yang belum tercapai, beasiswa S2. Satu saja obsesi, kembali pada Ram. Jadi kalau bisa dimix antara ambisi dan obsesi, maka S2 nya harus beasiswa ke Belanda kekekekek... emang pinter gue deh ah :P
Adakah saran bagaimana menjalani usia 29 ini? Karena selain dua hal itu, rasanya tak ada yang lain yang bisa gue kejar lagi. Sementara bila hidup tinggal hidup, bukan hidup namanya. Gue ga punya bintang lain untuk dikejar.
Bagaimana menjalani 29 ini yak?
Sunday, April 15, 2007
Burung Kutilang ?
Eci pun mendukung penuh pendapat si pengirim sms kalau itu "dipucuk pohon cempaka."
Tapi bagaimana mungkin lagu itu berjudul pohon cempaka kalau seluruh isi lagu bercerita tentang Burung Kutilang begini.....
di pucuk pohon cempaka
burung kutilang bernyanyi
bersiul-siul sepanjang hari
dengan tak jemu-jemu
mengangguk-angguk sambil berseru
tri-li-li li-li li-li li-li
sambil berlompat-lompatan
paruhnya selalu terbuka
digeleng-gelengkan kepalanya
menentang langit biru
tandanya suka dia berseru
tri-li-li li-li li-li li-li
duh...
Wednesday, April 11, 2007
Tunangan
Akhirnya keluarlah satu ide untuk beli cincin. Long lasting banget dong, ga akan rusak, tak lekang dengan waktu. kecuali lo beli perak palsu yang cuma jadi item :P. Akhirnya muncul ide untuk beli cincin emas. Asal bukan emas kuning kata gue, nanti mirip mbok sayur yang suka mamerin emas segede gombreng :P
Uang seratus poundsterling pun ditangan, alias 1,7 juta rupiah. Bingung beli cincin dimana karena seumur hidup gue ga pernah punya perhiasan dari emas. Tanya sana sini, akhirnya gue dan eci pergi ke Prima Gold alias Gold Mart, jeee.... gaya bener :). well amanah dapet uang kudu beli cincin..
Cincin sudah di jari. Pikir-pikir setelah ini pasti pasaran gue makin turun, cowok bakalan kabur deketin gue karena dipikir gue sudah tunangan. Wadoh!!
Dan malam ini, Eric bilang "from now you are my fiance not just my girl friend."!!!!
nah lo nah lo.....
Saturday, April 07, 2007
Ke Thailand ku'kan melangkah
mami sudah bersungut-sungut melarangku pergi. Kenapa sih kamu ga tugas nyobain makanan aja, kata beliau sambil nonton acara wisata Kuliner-nya Bondan Winarno.
Idih mami, mana ada tantangannya ngejajal makanan, yang ada kolesterol dan aku alamat kena disentri lagi. Udah kasih aja tugas ngejajal makanan ke mas Bondan dan Oji deh. Aku ngerjain yang lain.
Ke Thailand kita coy!, tepatnya ke Thailand Selatan, tepatnya lagi aku bakal ke Pattani bulan depan. Iya wilayah konflik itu. Wah kalau papi masih hidup pasti dia bilang begini," sok-sok-an banget sih kamu itu, itu tempat bahaya. Polisi bukan, pejuang bukan, senangnya koq cari bahaya."
Kalau Ramy pasti akan bilang gini, "berhenti saja jadi wartawan, profesi aneh, cuma untuk orang-orang sok tahu. Aku ga suka kalau kamu bilang ingin cari tantangan, karena hidup sehari-hari pun sudah jadi tantangan."
Eric bilang, "berhenti berhenti jadi jurnalis, aku pengen kamu ganti profesi!, aku khawatir nita, tiap kali kamu pergi ke suatu tempat aku selalu khawatir, dan itu bikin hidupku ga tenang mikirin kamu."
Mereka orang-orang tercintaku yang peduli pada nyawaku, tolonglah mengerti aku. Bukan soal sok-sok-an jadi jagoan, bukan sekedar mencari tantangan atau menghantarkan nyawa disana. Aku memang sok tahu tentang banyak hal termasuk tentang kehidupan disana. Sebuah tempat baru pasti bisa memberikanku pelajaran baru dalam hidup. Kalau pelajaran itu belum sampai ketika nyawaku melayang, ya nasib. Mati itu bisa jadi dimana saja. Di depan komputer ini pun aku bisa saja mati kalau memang sampai waktuku.
Aku sok bijak ya? terserah deh, sulit sekali meyakinkan mereka tentang keberangkatanku ini. Ini tugas dan aku suka. Takut? iya lah, siapa juga yang ga takut, tapi pasrah lebih baik kan daripada hidup dalam ketakutan. Apa yang akan terjadi, terjadilah.
Lagi pula bukan mati yang kutakutkan kawan, tapi hidup mami yang membuatku khawatir. Kalau sampai aku pergi sebelum membuatnya bahagia, sesalku. Seperti sebuah pertanyaan yang tak sempat kusampaikan pada papi, pernahkah dia bangga padaku?
Titip mami ya kawan!!
Tuesday, March 27, 2007
Lima Tahun Dari Sekarang
Dari jok belakang, aku cuma manggut-manggut, ya ya.
Apalagi emang yang ada dikepala lo?, tanyamu.
Masih pengen sekolah lagi, masih pengen dapetin master sih, jawabku.
Apa itu penting dalam hidup lo?, tanyamu lagi.
Entah lah, daripada mati penasaran kataku.
Dan kamu tak lagi meneruskan pertanyaanmu.
Atau barangkali harusnya aku mengubah mimpi ya?, tanyaku.
Ga tahu, lo tuh mau apa lagi? paling tidak lo udah pernah ngerasain menapak kaki ditanah eropa. Eropa Nita, yang ga semua orang seberuntung itu pergi kesana? ga puas juga?, katamu.
Aku melongo dongo di jok belakang, wah serius yah ngomongnya.
Apa menikah, punya anak artinya memuaskan keinginan gue?, tanyaku dalam hati, ga berani lagi lah ngomong sama dia, pasti panjang jawabannya.
Sebut saja aku adalah orang egois sedunia, menangkis keinginan mami menimang cucu, atau menangkis kesempatan mendapatkan kebahagian menimang anak, dipeluk sayang seorang suami. wakakakak.... walah koq geli sendiri ngebayangin itu.
Tak ada pria baik yang tersisa untukku, kataku sambil memalingkan wajah jauh keluar jendela mobil.
Dan kamu diam!!
Bodoh, kalau saja saat itu kamu bilang.... mungkin yang baik adalah gue? barangkali aku akan memikirkan bayanganmu tentangku lima tahun mendatang, menimang anak. Bodoh.
Tuesday, March 20, 2007
Flu Perut alias Disentri
Pagi ini gue berkunjung ke dokter, mencari tahu apa yang terjadi pada perut sialan ini. Ah ternyata gue divonis Disentri, penyakit buat orang jorok yang tinggal dipemukiman padat, dekat septi tank atau anak-anak yang ga pernah cuci tangan abis pegang sesuatu. MASA SIH? ah nyaris tak percaya dengan apa yang terjadi. Gue termasuk orang yang rajin cuci tangan mau ngapain juga. Koq masih bisa kecolongan bakteri Amoeba. Sialan!
Pasti dari makanan yang ga bersih deh, tapi mau gimana lagi, namanya juga anak kos, ga pernah masak sendiri, mana kita tahu warteg sebelah masak airnya ga mateng atau makanannya tercemar. Pasrah ajalah. Mestinya perlawanan bisa dilakukan kalau pertahanan tubuh gue bagus. Tapi apa mau dikata, memupuk pertahanan tubuh aja aku tak sanggup :P. Tubuh gue melemah belakangan. Setelah dua pekan lalu migren, sekarang disentri, kita tunggu pekan depan gue dapet serangan apa lagi...
Sunday, March 18, 2007
Senjang di Cinta
Sebut saja Anna, sahabat gue di kampus yang menikahi pria tampan lulusan D3. Anna adalah perempuan pandai, sukses meniti karir, sementara suaminya pegawai biasa disebuah perusahaan, sebelumnya pernah di PHK dan bekerja serabutan. Lama tak sua, Anna sudah memiliki seorang anak lelaki, dia bilang,"susah ngarepin laki gue, bodo amat lah terserah dia mau ngapain, lagian gue cuma butuh dia ditempat tidur."
Sebut lagi Iim, sahabat lelaki gue dari SD sampai sekarang, sejak dulu dia selalu wanti-wanti, jadi perempuan itu jangan terlalu pinter, bikin minder laki tau ga. Jangan terlalu mandiri, bikin gue risih, merasa tak dibutuhkan.
Ada jutaan Anna, perempuan cerdas, cantik dan sukses. Ada jutaan Iim, lelaki yang keegoannya tetap tak ingin tersaingi oleh makhluk cerdas bernama perempuan. Bahkan bunda sendiri yang menjadi inspirator gue untuk tetap maju selalu bilang, Lelaki segan padamu karena kamu terlalu mandiri, seolah tak butuh siapapun.
Bunda sayang, Iim malang dan Anna terkekang. Tak ada perempuan yang benar-benar bisa sendiri, dalam hidup kami pasti membutuhkan seseorang, entah laki-laki atau perempuan lain, tergantung orientasi seksual masing-masing. Tapi kami tak sudi kalau harus bertoleransi pada lelaki yang cuma berpikir pakai egonya atau pakai alat vitalnya. Kami atau gue hanya ingin menunggu lelaki yang bersedia jalan disampaing gue, bersama menyongsong hidup bersama. Lelaki yang ikut maju bukan menahan mundur. Bukan lelaki yang ketakutan eksistensinya terhabisi!!
Thursday, March 15, 2007
Diam Bukan Lagi Emas?
Tapi ada kalanya yang dibutuhkan adalah diam. Karena setan paling menggoda adalah bicara tentang kekurangan orang lain. Sangat mudah bicara tentang kesalahan orang lain, mengkritik yang cuma bersifat menghujat. Karena dibalik kesalahan orang lain adalah kehebatan kita.
Ketika setan itu menggoda, maka diamlah. Diam membuatmu selamat dari kata "kualat" karena anda, saya dan kita tak lebih baik dari mereka yang dihujat.
Ada lagi mereka yang diam demi emas dikantongnya. Mereka yang menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan rekeningnya. Ssst, tak usah banyak komentar, masih untung kita bisa makan. Ah masih untung dan terus mencari hikmah dibalik suatu tak selamanya bikin maju. Apalagi mereka yang terlena pada sistem yang tak mengikuti masanya. Membiarkan suatu hal statis sementara dunia ini begitu dinamis.
Tapi semua adalah pilihan. Diam demi emas bukan hal yang salah, tapi mengejar emas dengan menjatuhkan orang lain, apa mulia?. Diam demi menghalang sebuah perubahan apa bisa dipertahankan?. Diam bukanlah emas, tapi mulutmu bisa jadi harimaumu.
Tuesday, March 13, 2007
Menunggu mu
Kita bicara seperti kita tak pernah bicara sebelumnya, terbuka dan panjang sekali.
Ada banyak yang kita bicarakan, soal politik sampai soal hati.
Kita berdua perawan, dalam arti sebenarnya dan dalam arti kiasan.
Perawan dalam cinta, kita mencoba mencari yang baru, tapi jalan belum lagi terbuka
Kita berdua bilang, belum ketemu dengan seseorang yang benar-benar cinta.
Aku mencintaimu, bolehkah kuambil perawanmu?
Kamu bilang, kita pernah punya waktu indah bersama, tidakkah saatnya kamu mengukir waktu indah bersama yang lain?
Aku hanya menunggumu. Sampai kamu jenuh mencari penggantiku, sampai kamu muak dan akhirnya kembali padaku.
Aku menunggumu.
Aku pernah mencoba dengan yang lain, rasa itu ternyata tak sama.
Aku menginginkan rasa denganmu kembali, meski kamupun tak akan pernah sama.
Kamu bilang, masih mencoba mencari perempuan yang mau menerima cintamu.
Ah bodoh!! itu cuma AKU jawabannya.
Terima kasih sayang untuk satu malam yang indah penuh keterbukaan.
Seterbuka hati ini bicara padamu, aku masih menunggumu.
Entah sampai kapan.
Sunday, March 11, 2007
Bukan Pejuang
Setelah itu satu persatu pentolannya duduk di MPR atau menjadi centeng pengusaha kaya, sebagian mencari nafkah di kampus, sebagian berbatik dan masih rajin kongkow di TIM, lagi yang lainnya jadi jurnalis.
Gue sendiri bukan pejuang 1998, sama sekali bukan. Ketika 1998, gue cuma bisa berantem sama papi di rumah. Dikurung 24 jam tanpa boleh ke kampus, mengganggu keamanan nasional kata papi yang waktu itu di masa akhir sebelum pensiun dari kepolisian. Terlebih gue dikurung karena mengganggu kestabilan keluarga, bikin papi pusing ga konsen jagain negara katanya. Gue cuma bisa ngedumel sambil nonton maraknya perjuangan temen-temen gue di gedung MPR. Gue ngiri setengah mati kepada kalian disana.
Gue bukan pejuang ketika jeblos di MS3 sebagai penyiar dan produser dengan idealisme radio mengawal demokrasi. Modal demokrasi gue cuma dari buku dan teori, selebihnya katanya si anu, narasumber anu. Gue cuma bicara sama mereka di ruang 4x6 ruang studio, mendengar ocehan mereka tentang negara, data mukhtahir dosa pemerintah kepada rakyatnya, dan curahan hati rakyat pada negara. Negara yang sejak 1998 bergelar demokrasi tanpa bisa mengerti demokrasi seperti apa kecuali kebebasan berbicara, yang amat sangat bikin gue salut.
Ketika kemarin memimpin diskusi dengan segerombolan Mahasiswa yang diawali dengan nyanyian bersama Indonesia Raya dan ditutup dengan Padamu Negeri, gue makin merasa terasing dengan semua perjuangan yang mengatasnamakan rakyat. Tentu saja tak cukup membangkitkan nasionalisme dengan dua nyanyian bersejarah itu. Tak cukup berjuang cuma dengan diskusi. Ah terlebih dalam diskusi itu membuat gue jauh dari nyata. Mereka berbicara tentang Antek Imperialisme, Kapitalisme dan Sosialisme Indonesia. Mereka bermimpi bernegara tanpa pajak...
Bangunkan gue kawan. Lama benar rasanya gue tak mendengar kata-kata itu, atau hmmm mimpi itu. Gue telah lama meninggalkan kampus yang cuma bisa bicara teori. Aduh kawan, maaf saja gue bukan lagi mahasiswa yang bisa diajak bicara seperti itu. Yang gue tahu, kita bayar pajak, tanpa tahu transparansi penggunaanya. Yang gue tahu ada banyak penguasa merangkap pengusaha yang menggeroti hak rakyat dengan korupsi. Yang gue tahu hidup itu mahal sementara penghasilan tak mengejar.
Ah kadang gue merasa beruntung cuma menjadi orang awam yang kebetulan pernah duduk dibangku sekolahan. Beruntung teori itu tak begitu mengelotok di kepala gue, cukup tahu, sementara mempraktekan? apa memang sesuai sama rakyat awam seperti gue yang ga cukup mengerti kenapa harus menolak kapitalisme dan kenapa harus menerapkan sosialisme? atau sebaliknya.
Beruntung gue berada di ruangan 4x6 yang membuat gue dekat dengan orang-orang kecil, mendengar curhatan mereka tentang negara, tentang bangsa dan sedikit bermimpi untuk menjadi baik. Mereka dan gue tak ingin bermuluk mimpi dengan banyak teori. Dimata anda, jelas kami bukan pejuang, Fighters Fight right.... kami permisi dari ruang ring kalau gitu :P
Wednesday, March 07, 2007
Aku Hari Ini
merindukan tubuhmu untuk kupeluk, bibirmu untuk kucium,
kamu tahu apa yang kumau tapi tak mungkin kamu hadir disini,
karena dia ada bersamamu disana.
Harusnya aku tak lagi masuk kelingkaran yang sama dua tahun lalu.
Kamu mestinya sudah keluar dari lingkaran hidupku,
entah apa yang membuatku menginginkanmu sangat hari ini.
Aku ingin egois hari ini, menginginkanmu hanya untukku,
aku tak ingin berbagi dengannya hanya malam ini biarkan kamu milikku.
Apa yang salah dengan kita? lebih baikkah dia dibanding aku?
Jika kamu tercipta untuknya, kenapa kamu selalu hadir memberikan rasa untukku?
Saturday, March 03, 2007
Rakyat Pesimistis
Seorang pendengar lainnya bingung dan bertanya pada Gus Dur, "kalau kita golput artinya kita tidak memilih umaroh, atau calon pemimpin kita. Apakah kita salah kalau tidak memilih umaroh kita?"
Sayang gue ga mendengar jawaban Gus Dur ketika itu. Rakyat bingung, sebingung gue mengisi surat cinta SPT tahunan dari Dirjen Pajak. Kenapa birokrasi dan administrasi itu tidak pernah bisa dibuat simple, sederhana. Kenapa harus berpuluh-puluh lembar untuk mengetahui berapa gaji gue dalam satu tahun. Oh pusingnya.
Anyway, kita kembali ke rakyat yang lagi pusing karena tak tahu mencari jawaban apa yang bisa mewakili aspirasi mereka. DPRD dan DPR sibuk sama kantongnya masing-masing. Presiden selalu kecolongan berita dari cangkem wakilnya yang selalu tanpa pikir. Hukum koq diselesaikan pakai adat. Penanggulangan korupsi koq dianggap menghambat investasi. Wadoh.
Gara-gara rakyat pesimistis, politikus puritan makin pintar memainkan peran. Lewat celah agama ditawarkan solusi praktis, kembali ke jalan al-qur'an yang intepretasinya pun bisa jadi semau mereka. Gue bodoh dan ga ngerti bahasa Arab, hadist mana yang mereka kutip, manalah gue tahu itu adalah kebenaran atau bukan. Intinya solusi ini pun dimakan mentah-mentah oleh rakyat yang pesimistis dan bingung mencari solusi masalah perut pribadi. Kalau agama solusi terbaik kenapa tak bisa menyelesaikan masalah di timur tengah. Karena memang bukan agama solusinya, tapi politik dan toleransi sosial.
Gue kangen sama Indonesia yang tenang tanpa rasa takut terhadap lapar, kebijakan pemerintah yang bodoh, cangkep mereka yang nyerocos tanpa bahan. Tapi gue juga lebih takut sama mereka yang memanfaatkan agama gue yang baik ini untuk kepentingan politik mereka.
Gue jadi inget sama kata adik sepupu gue yang selalu pingin botak. Kalau botak, otak encer mba kena sinar matahari. Kalau kepala "ditutupi" apa otak mereka encer seperti klaim mereka pada hati yang bersih?
Tuesday, February 27, 2007
A Short Time Lover
Too many stories and memories stuck on my mind,
when all I need to do is pouring your time in the glass of wine.
Get drunk love, dream of me and drag me out of reality,
that you won't longer here for me.
But it can't stop those feeling from growing,
tell me how to stop you from leaving,
my short time lover.
I wish I can stop you from counting the time,
and make you forever mine.
Time, time, time. Shall we give up to the time?
when we could command them to take a side to us.
Maybe time is not be the real matter,
but it's you who just want to feel better.
You just not into me, when I am still so deep into you.
Sunday, February 25, 2007
Dua Tahun Blog-ku
Ide gila untuk meninggalkan negeri yang penuh dengan masalah, sampai kemuakan gue pada orang-orang sok suci yang terus memojokan perempuan.
Kerinduan pada papi, dia dan dia dan dia :P. Laki-laki yang satu satu hilir mudik di hidup gue. Mereka yang memberikan cerita, cinta dan sakit hati serta kerinduan terkadang.
Perempuan menakjubkan seperti bunda. Orang-orang ajaib seperti sahabat-sahabat gue. ah cerita kalian semua ada disini.
Dua tahun..... masih banyak cerita kedepan tentu saja. Seperti janji gue pada diri sendiri dan dia... untuk mewajibkan diri menulis menulis seperti kau berbicara, menyanyi di kamar mandi, dimanapun apapun... menulis adalah terapi termurah termudah dari semua keganjilan dihati.
Dua tahun... masih kecil, masih harus belajar banyak hal, tentang kata, tentang kalimat, tentang puisi hidup. Terima kasih telah membacaku, menengok hidupku, melirik kekesalanku, kebahagianku dan berbagi ide bersamaku.
Sampai ketemu di post berikutnya :P
Saturday, February 24, 2007
Perempuan Sempurna?
Apa kebagiaan dimulai setelah pernikahan?
Apa bayi yang keluar membuat perempuan menjadi manusia sempurna?
Lalu siapa aku?
Bagaimana kalau seumur hidup tak kudapat cinta yang kucari? Tak berhak kah aku untuk sendiri?
Bagaimana kalau seumur hidup tak bisa kulahirkan bayi-bayi mungil itu? Apa itu salahku juga?
Bukan manusiakah aku kemudian?
Membiarkan vagina mengkerut tak terpakai
Membiarkan rahim kering tak terbuahi
Apa aku sia-sia dimatamu?
Tak berhak kah aku menjadi manusia atas keputusan yang kuambil?
Tak bisakah aku bahagia atas itu?
Monday, February 19, 2007
Kepastian
Kamu bisa lihat aku sekarang. Aku berubah, dari seorang perempuan tegar menghadapi hidup sekarang terpuruk mengharap sebuah cinta yang selama bertahun-tahun menggantung dihatiku. Kamu.
Kenapa kamu diam.
Katamu tak ada yang namanya sakit dalam hidup ini. Sakit kalau kamu menganggapnya sakit. Masalah kalau kamu menganggap itu masalah. Hidup ini terlalu indah untuk dibikin suram oleh cinta. Katamu.
Makin kulihat senyummu makin sakit kurasa. Kamu bohong. Sakit itu bukan sebuah perasaan yang dibentuk. Sakit itu seperti sebuah pisau yang tak kau asah sendiri untuk menyakitimu. Dia ada dibawa cinta. Cintamu.
Jangan kamu bawa-bawa realitas yang kamu ciptakan. Jarak, ruang dan waktu. Aku adalah orang yang percaya pada kekuatan cinta. Seperti cintaku padamu yang membawaku terbang kesini. Bersiap meninggalkan semua hidupku untukmu. Cintamu.
Aku tak datang untuk menjemputmu. Aku datang menjemput kepastianmu. Katakan.
Kamu masih diam. Menatapmu dalam, lama mencari kemana kamu yang dulu pernah mencintaiku. Mendamaikanku. Membuatku percaya bahwa aku memang membutuhkan orang lain dalam hidup. Kamu.
Waktuku habis. Aku pulang. Tanpamu. Tanpa kepastianmu. Tanpa cintamu, kah? Aku tak tahu. Kamu tak bilang telah berhenti mencintaiku. Kamu pun tak minta aku berhenti mencintaimu. Karena kamu tahu, itu nyaris tak mungkin. Kamu bukan takut pada realitas seperti yang kamu bilang. Kamu takut pada cintaku. Aku tahu aku telah menang darimu. Bila realita yang kamu ciptakan membuyar, kembalilah ke duniaku. Selalu ada cinta untukmu.
Utan Kayu 18 Februari 2007
Sunday, February 18, 2007
Jika Saja
barangkali aku tak selalu membandingkan kesempurnaanmu dengan yang lain,
tidak membayangkanmu disaat dekat yang lain,
tidak mengagumi ketampananmu diwajah yang lain,
tidak menuntut kecerdasanmu di otak yang lain.
Jika saja kamu tidak terlalu baik padaku ketika itu,
aku akan sangat mudah melupakanmu dengan kebencian.
Jika saja aku tidak mengenalmu,
aku tidak akan pernah tahu rasanya berada dalam sebuah kesempurnaan cinta.
Kesempurnaan yang akhirnya membuatku terkukung.
Aku tak bisa mendapatkan kesempurnaan untuk kedua kalinya.
Saturday, February 17, 2007
NO "Fortune" Teller
Seorang teman pernah bilang, Seorang Paranormal adalah Seorang Psikolog Terhebat yang bisa membaca sikap dan bahasa tubuh kliennya. Memberikan ramalan sesuai harapan.
Kalau benar begitu, maka ramalan itu jauuuuhhhhhh dari harapan. Cuma satu hal yang benar dari ramalan itu, AKU adalah Seorang Pemilih.
But what is wrong with it? NOTHING.
Life is so full with choices. Dan pilihan paling berat adalah soal pasangan hidup, karena hanya akan ada satu orang yang menemaniku seumur hidup. Satu orang yang tak mungkin boleh salah. Satu orang yang hanya akan mendapatkan cintaku. Satu orang!! Aku tak ingin menemui cinta lain setelah ikatan. Itu pilihan berat. Siapa lelaki beruntung itu? hmm.... satu cinta saat ini cuma buat Ramy, sampai satu ketika ada orang yang bisa meyakinkan ku untuk menanggalkan cinta darinya.
Kamu percaya karma? bukan dalam hal yang berbau mistik. Tapi sebuah karma bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan. Akankah kesetiaan berbuah kesetiaan? Akankah cinta berbuah cinta?
Pertanyaan lucu yang sebenarnya bisa kujawab sendiri. Aku mencintai Ramy yang tak pernah lagi bisa hadir dalam nyata disampingku. Menciuminya, mendekapnya dengan hangat dalam keharuman tubuhnya. Dan disana, di Wigan, seorang Eric mencintaiku sepenuh hati, tanpa rupa dan hanya kata serta suara. Bagaimana bisa cinta tak berupa ini akan nyata? Hadirkan aku seseorang yang bisa menanggalkan cintaku dari Ramy dan cinta Eric dariku.
Untill my 32 of ages, ternyata tak ada fortune yang kuharap bisa dia ramal.
Wednesday, February 14, 2007
Happy Valentine
To the loves of my life : Ramy und Eric
To my very inspiring friends : Citra, Eci und Dewi
To my lovely and adorable mom, sister Lina und brother Prima
To my friends : Flo, Mekka, Lola, Dono, Evan and you my lovely jerk Jimmy und my other Jimmy in the US
To pemberi rekomendasi dalam CV gue : Hinca, Tobias, Peter und Andrew (semoga laku dikemudian hari itu CV!)
To the goverment of Indonesia yang selalu menginspirasikanku untuk menulis dan berkomentar kakakak....
To all the listener of Utan Kayu, the woodforester FM 89, 2 yang selalu setia mendengar ocehanku.
I love you all. I am so lucky to ever know you.
Nita
Tuesday, February 13, 2007
Ga Siap Mati
Setelah ketakutan kehilangan papi 3 tahun, tadi gue ketakutan akan kehilangan nyawa sendiri. Not now, just not now. Gue bisa mati tenang saat prima lulus kuliah dan mami punya rumah buat berteduh.
Menunggu sendirian.
Untuk moment seperti ini, gue bahkan ga ditemani siapapun. Di kepala gue cuma ada dua orang, mami dan ramy. Gue ga bisa divonis sakit dihari ulang tahun ramy. Jangan.
Thank you God,
Kamu memang baik, memberikan kesempatan untuk hidup sedikit saja tenang. Paling tidak memberikan kesempatan mengucapkan selamat ulang tahun untuk seorang yang tak pernah pergi dari hati.
Sunday, February 11, 2007
Being Indonesian Jurnalist
Menjadi Jurnalis adalah sebuah anugrah besar. Bring news to the world. Pekerjaan apa lagi coba bisa sehebat itu. Dan untuk mencatatkan sebuah berita, gue butuh sumber. Indonesia adalah rumah terindah bagi semua jurnalis. Percaya?
Tak ada secuilpun keinginan untuk menjual kebobrokan negeri ini menjadi konsumsi media. Tapi tanpa kami para jurnalis, dunia tak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini. Tak ada perubahan tanpa pengetahuan. Whether you like it or not, things has changed because of us!!!
Indonesia sedang berjuang mencari citra diri setelah sebagian dari orang-orangnya berusaha menjadikan Indonesia "kearab-araban" dengan mengatasnamakan Islam. Islam bukan arab, Islam adalah Islam, agama yang mulia dan menghargai perbedaan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal.. Ingat saling mengenal bukan menjadikannya SERAGAM (Huh I really hate this word, jadi inget sama teman-teman jurnalis yang dipaksa pake seragam untuk meringankan kerja PROMOSI!!- kasian deh lo!!)
Syukur nya kata Gus Dur mereka yang gagah-gagahan dan sok menjadi muslim paling bener ini jumlahnya cuma secuil!!. Kalau boleh mengingatkan mereka yang radikal, Islam itu agama syiar, menyampaikan pesan tanpa paksaan! mengikuti atau tidak, biar lah itu menjadi urusan hati seseorang dengan Allah, hakim yang maha adil.
Kemudian, sebagian lainnya mengingatkan pada keberagaman suku, budaya, pandangan yang selama ini hidup damai berdampingan di Indonesia. Kenapa Indonesia harus diseragamkan, kenapa dipaksakan untuk sama, kenapa? Please do not make it destroyed!
ah jangan lupa untuk mengatakan yang ini.... SATU-SATUNYA YANG SERAGAM DI INDONESIA ADALAH BUDAYA KORUPSINYA! kenapa tidak ada yang berani bilang KORUPSI itu HARAM!! NERAKA JAHANAM HUKUMANNYA!
Indonesia sedang berperang idealisme, perang pandangan, perang antara kata-kata yang menurut Gus Dur tak pernah siap diterima dan diterjemahkan dengan benar yaitu Demokrasi dan Liberalisme (yang ditabukan oleh sebagian orang).
Gue sekarang melek, betapa beruntungnya gue berada di Indonesia yang tengah berjuang untuk mendapatkan identitasnya. Gue seorang jurnalis yang ada di dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Yang membuka mata gue, bukan mantra ajaib tapi cuma seorang teman eh mantan bos, seorang jurnalis kawanan, 18 tahun wara wiri diantara banyak orang dan sejarah.
Dia cuma ingin gue MENULIS, setiap moment yang terjadi dalam hidup. Diary of My Life in Indonesia, the most fascinating nation ever! The history that flows through me each day.
Thank you Andrew.
Sunday, January 28, 2007
Akira
1. watt listrik di kos-an ga begitu besar, waktu itu sebagai penghuni terakhir di kos-an, gue masih ngalah dengan yang lain. TAPI setelah 1 semester ini ada anak kos-an baru yang tiba-tiba bawa tipi dan radio set segede gaban, maaf-maaf aja yak. Tak ada lagi istilah mengalah!!!
2. selama ini kalau denger radio ya pake fasilitas kantor dong, tape recorder seadanya, tapi gara-gara kudu beli batu batere yang kian hari kian mahal. Lah sama aja dung biayanya sama beli tape gede.
3. berhubung sekarang lagi dimanjakan dengan kartu kredit, dimanfaatkan saja lah. meski urusan pembayaran mencekek leher hihihi... kalau ga maksa ga punya toh :P
4. sebagai inspirasi supaya beli tipi. masa punya dvd player ga ada tipinya sih :), nanti ya kalau utang kartu kreditnya sudah sedikit berkurang. Kalau ngarep rejeki runtuh, yah jauh kaleeee...
Lupakan dulu deh financial plan buat bulan ini. Yang penting disaat bayar rumah dan prima kuliahnya duitnya bisa ada.... gimana cara? hmmm.... selama bukan jual diri, insyaallah ada lah.
Saturday, January 06, 2007
I Wont Leave You
tidak disaat kamu sakit,
tidak disaat aku terluka.
Tapi tiap kali cinta kita bertemu realita,
semuanya akan berakhir dengan kesedihan.
Aku mencintaimu, sungguh.
Aku takut mencintaimu berarti melukaiku dan kamu.
Aku bingung
Tuesday, January 02, 2007
Awake
Cuma itu yang kutakutkan.
Please wake up for me darling, let your green light on again. Supaya aku tahu kamu disana.
Jangan pergi sekarang, karena aku ternyata membutuhkanmu.
Hari-hari berbincang denganmu membuat aku tahu rasanya dibutuhkan, dicintai dan dimanjakan.
Eric, please be brave, be strong for me darling.
You have to be alive for me love.
Moon
Kamu lihat bulan disana?
Iya... full moon darling
Berarti kita lihat bulan yang sama,
Bulan yang membuat kita dekat.
Aku membenci semua hal yang membuat kita terpisah.
Jangan salahkan semua hal yang membuat kita terpisah sayang.
Kamu dan aku dekat.. kita masih bisa lihat bulan itu.
Hold me tight...
I am darling.
Let me rest my head on your shoulder,
Mine is always yours darling.
Bulan yang menyatukan kita,
membuat kita sadar bahwa kita dekat.
Jarak tak bisa memisahkan kita sayang,
selama bulan ada disana, kamu dan aku berada satu.
Sunday, December 31, 2006
Kembalinya Budaya Barbar
BAGHDAD, Iraq - Iraqis awoke Saturday to television images of a noose being slipped over Saddam Hussein's neck and his white-shrouded body, the pre-dawn work of black-hooded hangmen. They went to bed as new video emerged showing Saddam exchanging taunts with onlookers before the gallows floor dropped away and the former dictator swung from the rope.
=================================================================
Menggantungnya tak akan pernah menyelesaikan masalah. Tak akan mengembalikan mereka yang sudah mati. Tak akan memuaskan dendam.
Selamat datang kembali barbarian!!! Sekarang kalian menang. Ternyata maling selalu teriak maling. Menjadi pelopor ham tak menjadikan kalian penegak ham.
Ah semua itu utopia... cerita manis di atas kertas.
Saturday, December 30, 2006
Raport 2006, Resolusi 2007
Highest Point : Liputan piala dunia 2006 di Jerman, plus juara dua dari friederich naumann stiftung radio award
Lowest Point : Gagal mendapatkan pekerjaan baru di tahun 2006 he he he.. CV gue koq ga laku yak..
Resolusi : Mencoba hal baru, karir baru, sukses baru, gaji meningkat. AMIEN.
Asmara
Highest Point : Menemukan Eric di malam Valentine dan menjadi bagian hidup gue dalam 10 bulan terakhir
Lowest Point : Gagal merebut kembali hati Ramy.
Resolusi : Berusaha mencinta Eric seperti dia mencinta gue hehehe... Berbahagia dengan apa yang kita punya. Ramy, gue akan belajar melupakan lo huhuhu...
Kesehatan
highest point : Berhasil ngurusin badan 5 kg dalam sebulan dengan menjadi Vegetarian hehehe...
Lowest point : Pernah gemuk sampe 60 kg ha ha ha, berat banget perasaan hidup gue :P
Resolusi : Tetap menjadi vegetarian deh, membuat badan gue enteng tanpa takut terserang kolesterol tinggi hihihi. Lagian sekalian belajar untuk tidak bergantung sama nasi, beras mahal bo!!
Personality
Highest Point : belum ada, gue masih galak, pemarah, jutek
Lowest Point : untuk urusan emosional, gue masih terpuruk
Resolusi : Bosen belajar untuk sabar dan menahan emosi... huhuhu tapi gue tetap harus belajar... I know I know... kalau ga, satu ketika akan ada orang yang tersinggung sama emosi gue..
Harapan lain di 2007 : Doakan gue bisa sekolah lagi yaaaaa.... tentu saja kita cari gratisan hehehe..
Selamat Tahun Baru 2007. Selamat Datang Kehidupan dan Harapan Baru.
Sunday, December 24, 2006
Pertempuran
Teman terbaik dalam hidup bukan orang lain, tapi diri sendiri.
Dan bahagia bukan datang dari orang lain, tapi diri sendiri.
Lalu kenapa mesti merasa rendah diri. Kenapa merasa takut, malas lalu mengalah dalam hidup.
Kenapa mematok diri pada orang lain ketika diri bisa berdiri sendiri diatas kemampuan pribadi.
Aku pernah berada di posisi terbawah dalam hidup.
Aku pernah menaruh tampah kue di kepalaku untuk bisa mendapatkan uang sekolah dan jajan.
Aku pernah pergi ke pasar dinihari dan menggelar sayuran di depan rumah, sekali lagi demi uang sekolah.
Aku pernah menahan lapar di kampus karena uang yang tersisa hanya cukup buat ongkos pulang.
Aku pernah ditempat dimana semua orang memandangku rendah, anak kampung yang udik dan dekil.
Aku pernah mendorong gerobak berisi perabot rumah karena kami diusir dari kontrakan, lalu kita tinggal dipetak yang selonjor pun susah, berbagi kamar mandi dengan siempunya rumah.
Aku pernah ditempat dimana semua menghinaku, keluargaku karena aku miskin. (sekarang pun belum kaya :P )
Kalau aku menyerah ketika itu, maka aku tak akan berada disini menulis ini untukmu.
Aku bangkit karena sakit hati itu membuatku kuat. Karena ketakutan akan hidup diluar kampung membuatku menjadi berani. Karena hinaan itu membuatku menjadi tegas untuk setiap niat yang muncul dihati.
Aku harus bisa, Aku harus mampu menaklukkan hidup dan tak membiarkan hidup menaklukanku.
Lelah kadang datang, putus asa meraja. Tapi hinaan itu terus membuatku bangkit. Aku belum selesai berjuang, membuktikan bahwa aku tak pantas kau hina. Aku akan kembali dihadapanmu dengan membalikkan semua kata-katamu dulu. Saat kami kau usir, saat kami terlantar dari satu rumah ke rumah lain. Saat semua orang mencelaku sebagai anak dari perebut suami orang. Hey anak tak pernah kuasa memilih orang tuanya. Berhentilah menghina mami dan papi.
Teman, mari berjuang bersamaku. Hidup ini akan ngelunjak jika kau biarkan dia meraja. Aku dan kamu bisa menaklukan dia. Kesempatan bisa dicari selama kamu bisa mengalahkan musuh terbesar dalam dirimu, malas dan takut. Dan kemenangan dalam hidup bukan soal kemenangan dari orang lain, tapi menang atas dirimu sendiri, mengalahkan rasa penasaranmu untuk mencoba banyak hal. Hey daripada mati penasaran!!!
Citra selalu bilang "beri reward untuk diri sendiri atas segala usaha yang dilakukan."
Ah tiramitsu ku menunggu di cafe o la la...
Sampai ketemu di eropa... suatu saat nanti!!!
Sunday, December 17, 2006
Things That I Regreted
The feeling that won't leave me alone, its hunted me like a shadow, its come and gone like a wave.
Ik mis Jou,
Maybe not because I still feel something for you, maybe things that I did and did not do when we were together, things that I regreted.
Nights before you left me, you held me so close but I pushed you away. Because I knew, once I accepted your arms, there was no way I could let you go.
Nights you asked me to stay awake, don't close my eyes because tomorrow you will be away. I refused to do that, because Sayang... I just could not watch you walk away from me. I never want nights of us to be end. But those nights were ended anyhow.
Ik mis Jou,
Those nights become my sweet memories
Nights that I could never forget
Ik mis Jou,
Never forget me and those nights,
Tomorrow may my days start with you again.
At least let me live in your memories sayang.
Saturday, December 09, 2006
What Ifs?
I should not miss you that much,
and I should replace you with other love..
I should have done that a year ago,
But what if I can't?
What if I still love you?
What if I can't find other love to replace you?
If you scared to my love, what about me?
I also afraid of what I feel for you,
But this is love, I can not deny, can't resist
I am hopeless, helpless too
I love you too much
I am crazy about you.
Damned!!
Friday, December 08, 2006
Is He The Answer?
All I Want Is Just A Man
I've been with an angel, I've been with an evil
But all I want is just a man, a person and a human being.
Not somekind of angel who demand a perfection of love,
Not somekind of evil who only left pain across my heart.
Just a man who is not a shame to say sorry for his fault,
a man who is not afraid to show his weakness,
a man who can accept me as a person.
Is it really hard to find a human now?
Or is just too many men try to be an angel or even worst than an evil.
I hope I can find love who will make a man just to be a man.
Then yesterday I saw a lyric from Josh Groban in the song called "In Her Eyes" and try to read these sentences
She stares through my shadow
She sees something more
Believes there's a light in me
She is sure
And her truth makes me stronger
Does she realize
I awake every morning
With her strength by my side
I am not a hero
I am not an angel
I am just a man
Man who's trying to love her
Unlike any other
In her eyes I am
What a lovely coincidence right? Could it be he's the answer? the man that I really want? ha ha ha ha Amien!!!!
Sunday, December 03, 2006
Kalau Kyai Poligami
Gue geram, gue kecewa, dan gue murka sebenarnya karena panutan koq begini jadinya.
Berikut ini adalah kutipan penjelasan AA Gym tentang POligami yang dilakukannya.
Aa Gym kepada wartawan di kediamannya, di kompleks Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, Minggu (3/12/2006) mengaku bahwa dirinya merupakan pemula dalam berpoligami, sehingga masih belajar untuk berbuat adil.
"Saya ini baru pemula. Adil butuh perjuangan. Makanya, sekarang lagi belajar. Nanti kalau sudah dijalani kan, ada ilmunya. Makanya turun nih 3 Kg. Jerawat muncul-muncul," kata Aa Gym yang tampak tenang itu saat ditanya apakah dirinya bisa berlaku adil untuk kedua istrinya.
MASYAALLAH AA, KALAU SUDAH PANDAI BERBAGI KEADILAN, APA BERNIAT POLIGAMI LAGI?
===========================================================
Saya seorang seorang Islam, yang memiliki keyakinan bahwa sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu ada hikmahnya. Saya sedih sekali, yang diperbolehkan ini disebut perilaku yang salah. Pada saat yang sama, saat ini marak pergaulan bebas, dianggap biasa, seperti teman tapi mesum (TTM). Makanya, saya ambil sikap seperti ini.
TUH TUH.... SI AA, KENAPA MELEMPAR KESALAHAN PADA ORANG LAIN SIH?
KALAU AA MEMILIH BERPOLIGAMI, BUKAN BERARTI AA JADI ORANG YANG PALING BENER DONG.
===========================================================
Meski kini memiliki dua istri, tapi Aa Gym tidak menganjurkan jamaahnya untuk berpoligami. Lho?
Menurut Aa Gym, poligami bukanlah hal mudah. Karena itu, untuk melakukan poligami, seseorang harus memiliki ilmu yang memadai dan memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk menggapai kebenaran.
IYA DEH, PERCAYA PERCAYA AA YANG PALING PINTER DAN BERILMU...
==================================
Aa Gym menjelaskan, agama Islam membolehkan umatnya untuk berpoligami. "Meskipun agama membolehkan, tapi saya tidak menganjurkan. Bagi yang tidak punya wawasan dan pengetahuan, poligami ini akan sangat sakit bagi wanita," ujar dia mewanti-wanti.
AA EMANG DEH ORANG PALING BERPENGETAHUAN.. EMANG EMANG..
===============================
SEMOGA SEMUA ALASAN AA ITU BUKAN CUMA PEMBENARAN ATAS NAFSU BIRAHI YA A...
yeah right...
Tuesday, November 28, 2006
Katakan Cinta?
Aku menempatkan orang lain diruang yang semestinya milikmu, di tahun yang sama. Berharap cinta dan harap padamu padam.
Dua tahun kemudian, Ramyku datang memberikan semua kenangan terindah. Menghapuskanmu dari cerita cintaku, menempati ruangmu dihatiku. Nyaris tak tersisa.
Ramyku pergi, kamu bersama yang lain. Aku, cemburu.
Mauku apa? Aku sendiri tak tahu. Cinta atau bukan? Aku sungguh tak tahu.
Yang kutahu, sayangku padamu tak berubah. Takutku kehilanganmu tak pernah hilang.
Kita dekat, semakin dekat tapi kamu tak pernah tahu cerita enam tahun lalu, cerita tangis ditiga malam.
Kemarin dan hari ini, kita sama-sama sendiri dan kesepian. Kian menyadari bahwa satu satu kelompok pertemanan semakin sempit. Tinggal kamu dan aku. Tapi mungkinkah akan berubah menjadi KITA? Aku tidak tahu. Atau kubiarkan cerita enam tahun lalu itu terpendam bersama waktu, meninggalku dalam penasaran, pernahkah kamu cinta padaku?
Sunday, November 26, 2006
Hidup Mahal Huhuhu
Bayar kartu kredit : 200.000 (dari 999.000 tagihan bulan ini :P)
Jatah bulanan keluarga : 700.000
Niaga (tabungan wajib, asuransi pendidikan) : 500.000
Bayar kost : 250.000
Itu post wajib bulanan.
Post dadakan bulan ini
Sisa uang buku ade : 500.000
Biaya ujian UAS UAN : 1.700.000
Duh mahal banget sih mau pintar.
Post tahun 2007
Uang masuk kuliah ade : 10-15 jt
tabungan kawin ????
Gue gantung diri aja deh.... PUSING :'(
Dongeng Yuk
Kisah Si Kucing Hitam
"Seekor kucing hitam, kurus dan berkutu tersesat di pinggiran jalan raya. Mencari ibu, mencari susu dan makanan. Sampai satu ketika si Hitam ditemukan oleh Andi seorang anak kecil yang sedang jalan-jalan dengan ibunya. Andi mengurus Si Hitam sampai menjadi gemuk. Setiap sore ada saja teman-teman hitam yang ikut menumpang makan di rumah Hitam, ya juga rumah Andi tentu saja. Sampai suatu hari Andi dihadang seekor anjing yang besar sekali. Si Hitam dan teman-temannya berusaha menolong Andi. Mereka menyerang anjing itu bersama-sama sampai anjing itu pun lari tunggang langgang. Andi selamat, makanan pun bertambah banyak untuk Hitam dan kawan-kawannya."
Pesan Moral, berbuat baik itu tidak pernah ada ruginya. Bahkan hewanpun tahu bagaimana berbalas budi.
Mau tahu kisah selengkapnya? Simak di Dunia Dongeng Radio Utan Kayu 89,2 FM..
atau kalau ada penerbit yang sudi melirik karya gue, yah bisalah dibukukan.. sayang gue jauh dari lingkaran pertemanan dengan para publisher... mimpi aja dulu lah.
Friday, November 10, 2006
I found my smile
hari ini seperti untuk pertama kalinya, gue tersenyum.
Sejauh ingatan gue, tak ada kamus buat gue terlambat dalam setiap janji dan tugas. Berkat papi, gue jadi orang yang sangat disiplin sama waktu.
Tapi pagi tadi, gue menikmati keterlambatan!!
"ci, lo masuk kan hari ini? gue agak telat jam segini (7.30) belum dapet bis, masih stuck di Pondok Labu." begitu kata gue dalam sms kepada Eci.
Biasanya gue langsung panik sepanik-paniknya karena bakal dan pasti telat. Tapi pagi tadi, gue menikmati keterlambatan. Gue lihat orang-orang yang berlari mengejar bis, gue lihat muka mereka yang panik. Lucu. Itu gue, kemarin!
Hari ini, gue biarkan satu, dua sampai lima metro mini 610 kosong berlalu dimuka gue. Perut gue mules minta dikeluarin isinya, maka taruhan gue adalah gue ga bisa menikmati perjalanan di dalam bis dengan perut mules. Maka gue diam dipinggir jalan, mencoba konsentrasi menghilangkan mules.
Mekka bilang, kalau masih nongkrong di jalanan sekalian nunggu dia aja, berangkat bareng. Akhirnya, sambil melawan mules pengen ee, gue nunggu mekka. Gue cuek dengan jarum jam yang terus bergerak. Gue mulai numb dengan waktu, mati rasa aja.
Ternyata nikmat melupakan waktu sesaat, melupakan mesin absen sialan yang bertanda merah jika telat, melupakan bayang-bayang potongan transport gara-gara terlambat. Hari ini gue ga peduli!!
Di sepanjang jalan pun, gue tak sekali-kali menengok jam di hape. Ga, gue ga peduli. Gue sama Mekka tetap ngoceh tentang bagaimana mengubah hidup. Mulai menjadi majikan atas diri sendiri. Menyicil kekayaan. Merancang konsep dan menyusun rencana dagang. Ah lucunya, bak pebisnis handal saja kami bicara di dalam bis.
Sampai di Pasar Genjing, kami berpisah. Gue terpaksa naek lagi metromini 49 cuma untuk mengantarkan gue memutar masuk jl. Utan Kayu, gara-gara tingkungan kesayangan gue kini tertutup rapat oleh jalur Busway keparat itu.
Sampai di kantor, aneh, tak ada rasa bersalah karena gue terlambat. Gue senyum, senyum sebuah kemenangan. Karena hari ini gue berani mengambil keputusan yang tak terpikir sebelumnya, membiarkan diri terlambat, memenangkan waktu, rasa mules dan rasa bersalah. Gue merasa baru!
Satu kesimpulan pembicaraan gue dan mekka hari ini, it's only take one brave step to change your life. Dan hari ini belum gue temukan keberanian itu!! Damn!!
Saturday, November 04, 2006
Insanity
I cried for myself, for my insanity
Aku mencari sesuatu yang membuatku tetap menapak pada kesadaran,
Aku mencoba tetap waras diantara semua himpitan.
Aku bisa menjerit, marah, murka tapi aku hanya bisa menangis
Aku bisa gila.
Gila bisa menguntungkan, bebas tanpa merasa malu
Gila bisa menjadi hal paling waras buatku saat ini.
But you drag me to reality. And you always know how much I hate reality which cost me nothing but pain. I pain with no gain.
It was you who keep me alive and sane.
and now, should I hate you for that?
You make me strong in your own way.
You make me believe to something that I shall forget.
Let me fading in insanity.
Let me shall forget you and things that I want to be one before.
Now i believe i am insane...
Tuesday, October 24, 2006
Met Lebaran
Saat lebaran pertama tanpa papi, keriaan masih ada di rumah. Paling tidak ada mami, dua saudara, sekeluarga Wa Is dan Pak de, dan tetangga.
Tahun ini,
Mami dan prima ada di Bandung sejak Senin. "Nit, mami berangkat ke Bandung yah, udah masak banyak tuh, tenang aja."
Ah mami, bukan cuma ketupat yang ditunggu, tapi juga hadirmu. Salahku yang membuyarkan rencana kita untuk pergi sekeluarga ke Bandung. Salahku yang memutuskan bekerja di hari raya.
Jadilah, aku di kantor, Lina di rumah pacar, mami di Bandung, papi di kuburan.
Ah sepinya lebaran kali ini.
Tapi teknologi keparat bernama handphone itu memang berguna sekali. Meski jauh dari mami, mohon maaf tetap terjalin.
ah.. andai handphone bisa menghubungkan aku dengan papi.
Sunday, October 22, 2006
Merenunglah Lelaki
"Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus" (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, nomor hadis: 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi SAW menekankan pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan istri.
Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga." (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
Sama dengan Nabi yang berbicara tentang Fathimah, hampir setiap orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu. Seperti dikatakan Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.
Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka bisa dipastikan yang sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami karena itu yang tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib RA sendiri tetap bermonogami sampai Fathimah RA wafat.
DALIL "poligami adalah sunah" biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.
Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar Mesir-lebih memilih memperketat.
Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syar’i dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287).
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan "poligami itu sunah".
Faqihuddin Abdul Kodir Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina Institute Cirebon, Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah
Saturday, October 21, 2006
Masih Mencari
Sudah pernah gue bilang, gue ini belum menemukan satu tempat yang namanya rumah. Tempat gue membuat sarang dan beranak pinak, menjadi gendut dan beruban. Berongkang ongkang kaki di kursi goyang dengan kacamata baca supertebal.
Rumah yang gue cari cukup sederhana, tawaran kedamaian didalamnya. Wangi kasih sayang, rumah yang pintunya selalu terbuka untuk berkarya dan beristirahat. Merebah kepala diatas nyaman bantal dan juga dada hangat.
Rumah yang didalamnya ada sebuah penghargaan untuk setiap karya. Rumah yang bisa membuat nyaman sehingga otak ini bisa terus bekerja dengan tenang. Rumah bukan kandang.. Rumah bukan penjara. Rumah dan bukan file cabinet.
Bisa tawarkan itu ke gue? hingga gue tak perlu lagi berlari, terbang dan berenang mencari nasi di rumah yang lain??
Sunday, September 17, 2006
Tak Ada Yang Terlambat
Rasanya tak ada kata terlambat untuk hal apapun, entah itu kawin, beranak, atau cuma sekedar ganti profesi atau belajar lagi. Akan telat kalau suatu saat kita terbaring payah di tempat tidur rumah sakit dengan selang infus dimana-mana, kemudian baru menyadari betapa bodohnya diri karena mensia-siakan kesempatan selama sehat dan mampu. Akan bodoh jadinya kalau tak mau berusaha hanya karena minder lihat umur dan generasi baru dibawah yang seger-seger.
"Inget umur nit, bentar lagi lo tua, kapan mau punya anak?" kata teman sekali waktu.
Siapa sih yang mampu menahan datangnya tua, biar saja dia datang, asal tua datang setelah muda yang terpuaskan dengan cita, cinta dan ambisi. So what gitu loh. Pernah denger ada perempuan usianya 40-an baru punya anak?? Tidak ada yang tidak mungkin bila seizin Allah.
Inget umur? ya jelas lah aku ingat, late twenties, 28,5 tahun. Itu artinya sisa hidup semakin sedikit sementara cita-cita masih setinggi langit. Duh, mungkin ketinggian tapi paling ngga, aku masih mau berusaha mencapainya. Kalau sudah usaha kemudian tak bisa digapai, itu lain cerita, ada lain cita yang Allah siapkan buatku.
Jadi, JANGAN MENYERAH YAAA.... YEEIIIHHHAAA... Kita bisa kalau usaha!!!
Tuesday, August 29, 2006
I Fixed You
When you fall, I am there to catch you
When you tears fall down, I wipe your face
When you need shoulder to cry on, I am there by your side
I always there for you right?
When you pick me up in the middle of the night just to cool down your heart, I always open my eyes and ears
When you ask me to call just to listen to your problem, I always do that.
When you messed around, I clean it up for you
I always fixed you!!
Where the hell are you when I need someone to talk to
Where the fucking shoulder for me to cry on
Where the damned ears to listen to me
No need your mouth to judge me
No need your money to shout my mouth up
No need your silly joke to make me laugh
I need someone to fixed me!!
Monday, August 21, 2006
I to Him
Imagine the call of the lonely bird
As it flies above the sea
That was how i used to be
Before you came to me
I had no purpose in my life
Afuture I couldnt see
Then suddenly the whole world changed
When you came to me
I have the love of a wonderful girl
Happier i couldnt be
And I think how sad my living was
Before you came to me
I love you dear with all my heart
I love you completely
My heart and soul are not my own
Since you came to me
Thursday, August 17, 2006
Hari Kemerdekaan
ya ya ya, malam 17 Agustus 2005 aku dan dia bersama 4 teman lainnya menghabiskan waktu disebuah kafe di bilangan Thamrin. Ada live band disana dan siapapun bisa meminta lagu untuk dimainkan. Teman dari Belanda itu sibuk menyanyikan lagu hari kemerdekaan, "nit, the song "tujuh belas agustus.." what it called?", maksudnya lagu "Hari Kemerdekaan", kemudian dia beri potongan kertas kecil itu kepada si vokalis band. 1 lagu, 2 lagu sampai 5 lagu lain berlalu, tapi tak ada lagu yang dipintanya. "Hey, guys, dont you know the song, "hari kemerdekaan"? teriak teman itu. Malu hati tembel muka, sang vokalis mengaku "Ga apal"
"oh you Guys, what a shame!!, that's a shame?"
yeah what a shame sayang. Apalagi jika kamu tahu apa yang terjadi belakangan ini dengan negeriku, Indonesia. Ibarat manusia yang rata-rata hanya sampai berumur 60 tahun, mungkin Indonesia juga sebenarnya sudah mati. Karena sekarang saat 61 tahun usianya, kami belum merasa merdeka. Kami memang terlepas dari bangsamu, tapi kami terjajah oleh bangsa sendiri. Penjajah kami ini adalah mereka yang sibuk mengeyangkan perut sendiri, mengisi kantong mereka sampai luber. Mereka yang menjual agama untuk kepentingan politik, yang sibuk menyeragamkan berbagai keragaman, yang cuma menjunjung demokrasi atas nama mayoritas. Atau bahkan mereka yang menjual keberagaman, kemajemukan untuk kepentingan kapitalis.
Iya, kami cantik dipermukaan dengan gunung-gunung, lautan dan pemadangan yang indah, tapi manusianya telah mengeruk perut bumi sampai kopong, tak mampung menahan mereka yang ada diatas.
What a Shame!!
Tapi ini Indonesia teman, rumahku. Saat jauh 6 minggu darinya, aku tetap merasa Indonesia adalah rumahku, hanya saja aku sedang mengalami "brokenhome". Di Indonesia aku merasa lebih menghargai hidup, karena mungkin besok pagi aku mati, entah karena bencana, kerusuhan atau hanya karena aku menuliskan ini padamu...
Tuesday, August 15, 2006
Aku Ingin Kaya
Laki-laki itu ketakutan kutebengi mam. Mana ada yang mau menikahi perempuan yang cuma punya tabungan 400 rebu di rekening, 178 rebu dicelengan, 30 rebu dikantong kosmetik dan 50 rebu didompet. Barang berharga yang bisa kubanggakan cuma Laptop second harga 5 juta, kamera digital sisa hadiah jurnalistik dan handphone motorola yang katanya canggih tapi gobloknya najis-najis dah!!. Oh, keperawanan masih diitung barang berharga ga?
Mami cape yak harus nomaden terus, pindah-pindah rumah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Terus menerus dihina karena mereka ketakutan kita tak sanggup bayar. Terus menerus dihina karena tak ada papi yang cukup berwibawa. Janda dengan dua anak gadis dan seorang anak laki-laki ABG. Bangsat semua mam!!! Mereka itu Anjing mam!!
Maafkan aku mam.
Kekayaan hati dan kebesaran ilmu yang pernah kita banggakan ternyata tak sanggup membeli beras sekarung kan? tak bisa menghentikan mereka untuk menghina kita kan? tak bisa membuat Ade mendapatkan sekolah yang bagus kan?
One day mam.
Sampai satu saat aku kaya nanti, kan kubeli harga diri. Kubeli kepala sombong mereka. Because everybody has their price, we buy them all mam, kan kita ludahi mereka.
Monday, August 14, 2006
Being Single, and Happy??
Single and lonely, that's what I feel right now. Late twenties, wajar kalau sahabat-sahabat gue satu persatu punya kesibukan sendiri. Ada yang lagi hamil, ada yang sibuk sama suaminya, ada yang sibuk sama pacarnya dan dia yang sibuk sama kerjaannya.
Guys I miss you all!!! Bisa tidak sih kita semua pergi disatu waktu?? I missed all those time when we were all together!!
I miss a man in my life deh. Meski tak untuk bergantung tapi bisa beruntung mendapatkan seorang sahabat sekaligus cinta... ah...
Tuesday, August 08, 2006
Hi Kangen
Entah kenapa jari-jari ini menekan tombol angka begitu cepat tanpa ada persiapan kata untuk kuucap. Kamu lihat di call register di handphone-mu? miss call. I could not say anything... I do not have anything to say.
Tiga kali berdering, kutunggu, kamu tak angkat. It's 0.13 am, kamu pasti sedang tertidur, atau sedang asik bergumul dengannya. Membayangkan itu saja sudah membuatku sakit.Mana mungkin bisa kutahan dengan desahanmu nanti. Aku tak sanggup membayangkanmu...telepon kututup sebelum sempat kau angkat.
Kita biasa saling mengganggu ditengah malam dengan bicara konyol. Aku kangen itu. Tahun depan kamu akan jadi milik dia selamanya. Tak akan pernah ada lagi dering ditengah malam, canda konyol dan terkadang cabul. Ah kamu, aku kangen kamu hari ini.
Sunday, August 06, 2006
Mimpi Buruk
Mimpi itu datang lagi semalam. Kenapa sekarang setelah aku tak lagi memikirkanmu? setelah aku sedang fokus mengejar sebuah cinta yang lain? aneh. Mungkin dibawah sadar, masih kamu, mungkin hanya bunga tidur, mungkin... just don't come again tonight.
Wednesday, August 02, 2006
The best part of Berlin - lets have fun

Ini bukan sembarang bangunan. Ini adalah tampak belakang sebuah bar yang terkenal di kawasan orienberger-tor. Dulunya bangunan tua ini dioccupied sama gelandangan, mahasiswa miskin dan artis-artis jalanan. Sewaktu pemerintah kota Berlin mau menghancurkan gedung ini, mereka menentang habis-habisan. Walhasil pemerintah kota nyerah deh, ga jadi dihancurkan. Dan gedung ini beralih fungsi sebagai galeri untuk seni alternative, dibawahnya ada sebuah kafe dan bar paling asik yang pernah gue temuin, bangku-bangkunya dari triplek bekas. Agak ke belakang sedikit ada bar dengan pasir, bikin pantai buatan gitu. Silahkan berbikini sambil nge-bir.

Itu kehidupan malamnya. Siang harinya-dengan panas 35-37 derajat celcius… arrrghh I hate Berlin- ada yang menyenangkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa ga mau kalah sama kehebatan FIFA yang menyatukan 250an negara dalam organisasinya. Maka PBB bersama Kota Berlin bikin lambang persatuan dalam bentuk Beruang-lambang kota Berlin-. Masing-masing beruang melukiskan ke-khasan dari negara yang diwakilinya.

Inilah beruang dari Indonesia yang menggambarkan tokoh paling bijak di dunia perwayangan Romo Semar.

Segini dulu, lainnya menyusul



