Monday, October 20, 2008

waktu nakal dulu

ketika seorang kawan berkomentar pada status kawan lain di facebook,"abis ngedodol cit?," jreng tiba-tiba pikiran gue melompat ke tahun 2002 atau 2003. persis soal dodol yang bikin gue dan keenam kawan lainnya terkapar di kantor dalam keadaan fly.

lagi-lagi perkara gue adalah orang yang paling sok tahu. ketika diperingatkan bahwa dodol ini mengandung ganja, gue cuma ketawa-tawa... alah bohong lo... palingan cuma mabok dikit... setelah makan tiga sampai empat potong, tiba-tiba ngerasa meja siaran kami yang bundar itu tiba-tiba berputar, skrip bahan siaran hurufnya terbolak balik, dan entah kenapa lawan bicara gue jadi lucu banget mukanya, penyok disana-sini. gue pegangan meja siar sekencang kencangnya karena gue nyaris jatuh dari kursi di ruang siaran. karena ga sanggup siaran, gue keluar studio lalu merangkak menuju telepon..."nan, anak-anak mabok dodol. minum apa biar maboknya ilang euy?," dasar dongo, gue percaya saja waktu kawan gue ditelepon itu menyarankan minum teh manis. walhasil bukan ilang pengaruhnya tapi makin kenceng..... huhuhu... bodoh bodoh... sehari semalam kami tepar di kantor. dijaga seorang kawan pria yang mengunci kami disebuah ruangan dari luar, supaya tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk dari yang sudah ada...

besoknya, basian itu bikin kepala pening sampai setengah hari. gile man, ternyata nge-fly itu beneran ga enak! siapa bilang kita dibuat senang oleh barang haram itu. semuanya ga asik. temanteman lo jadi penyok sana sini, bibir lo kemeng garagara senyum kebanyakan, badan pegel-pegel... udah deh ga ada asikasiknya mabok itu...

untungnya abis 2003, ga ada lagi cerita soal dodol. baru hari ini gue denger lagi kata-kata itu, kapok tuhan, beneran deh, ga lagi-lagi :-)

Wednesday, October 15, 2008

Tertawalah

meski masih terjerat hutang
tertawalah
meski masih melajang di kepala tiga
tertawalah
meski belum lagi kaya
ya tertawalah

ketika tak ada lagi yang bisa dilakukan selain pasrah, tertawalah

tertawakan dunia yang membuatmu ada
tertawakan dunia yang membuatmu bakal tiada
cuma dengan tawa hatimu lega
percaya lah

Monday, October 13, 2008

masih mules

tiap kali liat foto kamu di facebook, perutku mules setengah mati,
separuh dendam separuh cinta
separuh marah separuh sedih
berengsek ah

sudahi saja semuanya,
masukan kedalam kotak kenangan ram
lalu taruh disudut paling dalam lemari

semua kawan masih bertanya tentangmu
tiap tanya mengundang rasa dihatiku
berengsek
tak bisakah mereka membiarkan cerita kita menghilang

Friday, October 10, 2008

Sebelum Aku Mati

ijinkan aku memandangi wajahnya lekat-lekat,
memeluknya erat erat,
menjamahnya, menidurinya
bercinta seliar yang kubisa

ijinkan aku menjadi binal
mengeluarkan kebinatanganku tanpa batas moral
mencapai kepuasan dunia untukku dan untuknya
bukan tetap suci untuk surga yang belum tentu ada

aku tak percaya baka, karena surga sudah begitu nyata didekatnya
aku tak mau diberikan surga bila aku harus ada tanpanya

sebelum aku mati, ijinkan aku mencintainya, sekali lagi
biar aku tak mati penasaran lalu gentayangan
meski ku tahu aku tak akan mati, tidak hari ini

Gara-gara Tahu

gue ga akan mengklaim betapa mahirnya gue dalam urusan memasak, tapi akhirnya gue merasakan apa yang selama ini mami rasakan untuk urusan yang satu ini.

mami dulu pernah cerita betapa tukang bikin tape-uli itu sangat menjaga perasaannya saat bikin menu yang satu itu. apapun yang dirasakan si pembuat akan tergambar dari rasa tape-uli yang dibuatnya. kalau dia merasakan marah, kesal dan jengkel, viola... tape rasa super masam yang dihasilkan. tapi kalau si pembuat mengolahnya dengan senang hati, tersenyum, walhasil, tape manis yang didapat.... weird huh...

kemarin seharian migren gue kumat, setengah mati nahan sakit kepala sambil tetap tersenyum pada Zi. hey that cute baby ga boleh tau kalau mae nya sedang sakit, kasian nanti ikutan sedih... taelah... tapi karena urusan masak jadi urusan gue kalau sedang libur, maka meski perih gue beranjak juga ke dapur. hmm... kulkas di rumah itu harus selalu diisi dengan beberapa benda :
1. tahu jenis sutra rasa udang atau telur atau plain saja
2. cabe rawit merah, bawang merah dan putih
3. telur butiran
4. bumbu dapur

dan di lemari makanan, benda ini yang harus ada ;
1. tepung berbagai jenis, tepung maizena, panir, serba guna rasa pedas
2. mie instan, bubur kentang instan, bubur ayam instan
3. berbagai jenis bumbu masakan cina, minyak wijen, kecap inggris, kecap asin dan manis, lada bubuk putih dan hitam

kemarin menu instan yang gue buat adalah tahu jepang goreng cabe garam dan bola kentang keju. mood gue baik-baik saja meski menahan sakit migren, sampai ketika membelah dua tahu sutra rasa udang... prak... ancur loh.. beneran ancur, tahu itu rusak.... ngehe.... mulai deh mengumpat, marah-marah, kesel... sampai mami turun tangan. mami yang akhirnya menggoreng tahu itu karena tahu anaknya yang satu ini berubah 180 derajat dari yang baik menjadi pemarah sekali.

gara-gara urusan tahu, migren gue bertambah sakit. masakan berikutnya ikutan ancur, bola kentang keju ga jadi bola gara-gara kurang telur, berengsek... semuanya ancur... aarrgggghhhhh.
untuk meringankan amarah, seharian Zi dipegang mami..."Zi cantik, mae nya lagi sakit, jangan rewel yah.. Zi sama mami aja, biar mae istirahat.." huhuhu what a stupid thing I did yesterday. bagaimana bisa tahu merusak hubungan gue sama Zi kemarin... now I miss her a lot!

Tuesday, October 07, 2008

Willy Wonka, Amelie or Dora?

tebak apa persamaan dari tiga tokoh diatas?
jip, rambut bob dengan poni nangkring diatas alis :-)
begitulah potongan rambut gue saat ini
disatu sabtu gue sudah jenuh dengan rambut yang mulai gondrong dan panjang yang balapan satu rambut dengan lainnya. datanglah gue ke My Salon di Mal Cinere, asal tunjuk pula si hairstylist, dulu ada hairstylist yang bagus, lagi-lagi gue lupa namanya. sore itu dia tak ada disana. pasrah saja lah. "bob nungging plus pake poni yah"

terakhir kali punya poni itu jaman SD. Bunda selalu membuat poni, kemudian rambut gue diikat ala pesilat cina di film-film itu. I like it though. ga ribet ngebenerin rambut, selalu rapi. tapi sejak SMP sampai SMA, poni itu ga pernah gue pake, biar tampak dewasa... alah... setelah itu ya ga pernah lagi berponi..

sore itu gue bereksperimen dengan poni. nothing is wrong with my poni sebenarnya, yang bodoh itu si hairstylist kurang membuat nungging rambut gue hehehe... walhasil begitu selesai potong, hmmm.... I look like Dora! ha ha ha, tokoh anak-anak yang selalu muncul di Global TV itu. pipi tembem dan muka bulat gue makin terlihat jelas.

minggu malam kemarin rcti putar Charlie and The Chocolate Factory... lagi-lagi gue ketawa, I look like Willy Wonka, the cute Johny Deep yang punya pabrik coklat itu... do I hate my hair cut? nope.... it look so funny...

begitu juga waktu pertama kali masuk kantor semua ngetawain poni gue... it means to be that way.. it means to be funny :-) bener loh ini bukan membesarkan hati, beneran lucu..

hari ini, Rebecca berteriak kegirangan liat potongan rambut gue... Oh dear, you look so cute... just like a little girl... love your hair cut.. you look like Amelie...
dan rio bilang... you look like 70's girl ha ha ha
whatever guys... i love it though... sesuatu yang baru lagi dari diri gue.. berasa kembali ke SD kekekek...

Friday, October 03, 2008

Menunggangi Sedih

memilih tinggal di kantor daripada menangisi sedih di kamar,
pasang headphone dan berteriaklah lagu sedih

I´m gonna ride this pain like a wave
Lord, make me over I don´t wanna be afraid
And when my time is come and gone
I don´t wanna be the one who can´t let go
-trouble-lizz wright-


lampu mati, bikin suasana makin suram,
sebuah matras buat tidur nanti sudah tergeletak cantik dibawah kaki,
tak bisa bermimpi malam ini, percuma saja...

wajah sialmu bahkan datang saat mataku masih terbuka,
tidur tak akan membuatmu lenyap dari pikiranku
maka sebaiknya kubuka saja mata lalu menikmati wajah sialmu yang hilir mudik di kepalaku

kalau perihnya hanya terjadi malam ini,
maka sebaiknya kulalui saja dalam diam, menikmati sisasisa kesialanku dalam mencintaimu
aku tak ingin menangis karena tak pantas untuk ditangisi
untuk sebuah cinta yang sudah kutahu tak mungkin tersentuh

bisakah aku menyudahimu esok hari?
berhenti mengagumi peruntunganmu,
berhenti mencintaimu
lalu berhenti bermimpi....
lalu mulai berpuisi..lagi







soulmate?

"Your future lover should be someone with class. You belong with someone polite and never afraid to admit their mistakes. They will help you see the good in life and appreciate everything."

itu hasil kuiz di Facebook yang baru aja gue dapat. ah if only....
gue tak pernah pasang kriteria ketinggian sebenarnya, karena cinta ga bisa ditarget. Its just happens. All I ever want is to fall in love with a human being, seseorang yang tak pernah merasa sempurna, menangis saat sedih, marah saat kesal, bahkan bisa berbuat kesalahan dan jujur mengakuinya...

so funny, hasil kuisnya muncul persis ketika diagnosis hati keluar... ya gue jatuh cinta dan patah hati at the same time. as always, gue selalu jatuh cinta pada sesuatu yang tak bisa gue miliki. and it would take me years and years to heal. well, ketika berani mengakui diri jatuh hati, maka resiko patah hati harus berani ditanggung. and now i take my risk.... patah hati lagi deh :-)

tapi seperti gue bilang sebelumnya, gue senang karena gue jadi manusia kembali. merasakan cinta dan patah hati. sedih, nyesek menerawangi masa depan yang tak ada diantara dia dan gue. ah, untuk patah hati kali ini, tak bisa gue urai dalam bait sajak.. entah lah. semuanya lagi buntu. biar kali ini saja, gue menikmati sendiri kesedihan ini, tanpa membaginya denganmu.

ini yang mba ayu tulis di messagenye :
//
Ayu

hihi, iya lah rugi bgt mikir org yang blm tentu mikir kita nit.

elo cantik, pinter lagi, mandiri...gila aja

rugi lah sebenarnya ngelepasin hepi gal like you

//

ha ha ha... terima kasih untuk pujiannya mba ayu... belum ada lelaki yang melihat kelebihan gue yang itu :-P... sampai suatu saat nanti barangkali... akan hadir lagi lelaki yang bisa membunyikan puisi dari hati gue tanpa nada patah hati.

Tuesday, September 30, 2008

-E-

untuk semua sayang yang lo tunjukan sebagai sahabat
untuk pizza ditengah malam, usai gue operasi
untuk malam-malam perbincangan ga penting kita,
terima kasih E

bukan hal mudah buat gue terima kenyataan lo jauh disana sekarang,
meraih kebebasan yang lo impikan sejak dulu
berkapal pesiar, berkeliling dunia, mencari rumah idaman
guess what.... you can always come back to me whenever you want... you got home with me.

entah apa yang kita punya, lo selalu ada saat gue membutuhkan seseorang bicara, mendengar
lo yang pertama bilang, "you are something, at least to me nit."
saat gue lemah, tersesat dalam bimbang, lo ada disana menemani gue melewatinya
if there is a soulmate, mine is you.

kalau sempat pulang, mampirlah sejenak
kita masih punya janji makan siang di Sizzler yang tak pernah terwujud sejak 3 tahun lalu,
entah lo atau gue, tapi waktu tak pernah sepakat dengan kita.

-E- jangan pernah menyerah dalam hidup. masih ada nasi menunggu lo di Jakarta. masih ada nita yang selalu bisa lo telpon kapan pun lo mau.
-E- damn... miss you so much bro.

Monday, September 29, 2008

Percakapan Sahabat

Lokasi / situasi : Kedai Tempo jam 8 malam, hari lupa. hanya ada me dan 2 sahabat lelaki.
Me :*singing* hidupku untuk hutang.....
disambung derai tawa kawan-kawan
kawan 1 : kenapa lo ga nikah aja sama dia nit... kalian kayaknya cocok
kawan 2 : lah kenapa nita ga sama lo aja... kalian juga cocok...
me : bodoh kalian berdua, siapa juga yang mau sama kalian. emang gue piala bergilir, ga segitu putus asanya sampai harus memilih kalian huh....
jeda.... sejenak..
kawan 2 : siapa yang mau sama kita yah... bujang lajang penuh hutang...
disambung derai tawa....
Me : cabut aja yuks.... mungkin kita bertiga bakal jadi the last lajangers on earth :-)

//

Lokasi / situasi : setia budi, friend's kos, jam 10 malam. me dan dua sahabat perempuan. HBO memutar serial "The Unit" ketika seorang tokohnya berkata "what's the point of getting married."
Me : Iya neng, so what is the point of getting married anyway?
kawan 1 : dunno... cuma ada sakit hati. piss of shit... untung ada my twins
kawan 2 : yeah, you r still lucky to have a twins
me : cuma untuk menghalalkan kemaksiatan aja kali lo.
disambung derai tawa....
kawan 1 : yeah, that's true too... daripada zina selamanya.
me : lucky you then... look at me... ga berani buat dosa, menikah pun tidak
kawan 1 : cuma buat saluran kencing doang dung lo...
disambung derai tawa.....

//

Lokasi / situasi : Sushi tei, hari lupa jam 9 malam. me and my friend.

me : well at least im lucky for being single. bisa jatuh cinta dengan siapa saja yang gue suka.
kawan : yeah setiap status punya kelebihan dan kekurangan. apa yang lo rasain mostly? kesepian kan.
me : short of... but I got you right
disambung tawa miris
kawan : and you are right, you can fall in love with anyone you like. I cant. (sambil menunjukan cincinnya) situasi kita tertolak belakang banget yah. gimana kalau pasangannya tahu lo naksir dia.
me : masalahnya justru baru akan dimulai kalau dia-nya tahu gue suka... so selama gue masih bisa menyimpan perasaan dan dia ga perlu tahu itu.... gue aman.. lagian hasil diagnosis hati, belum tentu cinta kok
kawan : you r playing safe
me : yeah at least for myself.

Sebungkus Kenangan, Sekotak Rindu

Baru saja minggu lalu kutetapkan hati untuk membungkus kembali kenangan antara aku dan Ram dalam sebuntal kertas koran, lalu menyimpannya di peti bersama tumpukan novel roman dan jurnalku. what is past is past, what is lost, is lost.... there goes my love for you...

Disaat yang sama kubenihkan rasa benci, marah, kesal untuk kenangan yang tak akan pernah kembali. untuk sebuah persahabatan yang tak mungkin muncul seusai cinta. untuk harapan-harapan yang membusuk dalam penantian konyol.

Tiba-tiba seorang kawan menanyakanku sudah pernahkah kutonton film "Before Sunrise" lalu seperti sebuah slide foto yang muncul bertubi-tubi di kepalaku. muncul pula segambreng rasa yang sedang kucoba kubur, ya rindu, ya benci...

Tiga tahun lalu, sesaat sebelum perpisahan itu di Soekarno Hatta, Citra memintaku menonton Before Sunrise dan Before Sunset. "lo harus nonton ini, its so you. fall in love with the stranger that changed your whole life." kupikir sudah lewat masaku mengenang film itu meski begitu mengesankan. dua malam lalu, film itu kutonton ulang... tapi kali ini.. tanpa rasa... sudah matikah cinta yang pernah ada?

Dua kotak DVD itu pun dapat giliran untuk dibungkus dan masuk dalam peti kenangan. kurasa kutelah siap melupakan semuanya tentang Ram.

Wednesday, September 24, 2008

Jakarta Hujan

Jakarta hujan malam ini. Rasanya perlu diabadikan setelah lebih dari dua minggu, Jakarta kering kerontang dengan panas menyengat kulit. 34-35 derajat celcius... lumayan latihan sebelum umroh- ikutan tren sekarang dong, kaya sedikit pergi umroh, bawa infotainment biar terlihat betapa religusnya kita hehehe....

Apa tak kalah religiusnya orang-orang yang berpuasa ditengah terik panas matahari di Jakarta belakangan ini? penuh keikhlasan menjalani puasa... weits tenang, gue tidak sedang bicara diri sendiri lah. Masih doyan marah dan ngedumel terhadap semua hal, namanya belum ikhlas, baru belajar jadi ikhlas.

Tapi malam ini hujan, sederasnya hujan yang diawali angin kencang, menggugurkan daun-daun mangga yang sudah menjadi coklat. Menggoyahkan batang pohon sawo kecik yang semula kokoh dan membuyarkan puluhan bunga kamboja yang baru saja mekar. Indah sekali. Musim gugur yang tak ada di Jakarta ;-)

Hujan turun perlahan kemudian deras menggedor jendela kaca metromini. Di jalan semua orang berteduh. Tapi tidak para pengemudi motor. Sama dengan gue, mereka menikmati hujan. Meski tak harus menari kesetanan seperti BCL di film Cinta Pertama saat menyambut hujan. Tak perlu seromantis Kla Project dalam Gerimis. Gue tiba-tiba jatuh cinta pada hujan malam ini.

Sambil makan tahu Jepang goreng cabe garam dan brokoli oseng, gue menikmati hujan yang terus turun. Suaranya parau, tersaru bunyi klakson mobil dan bis menderu. Bernyanyi riang di genteng restaurant... aku datang... aku datang.... Ah gue jatuh cinta pada hujan malam ini.

Hujan mereda meninggalkan sisa becek yang digerutui banyak orang, pejalan kaki dan pengemudi motor. Helmetnya basah tapi terpaksa juga gue pakai. Bau aspal yang basah begitu wangi tercium. Udara yang tiba-tiba dingin mengaliri tulang belulang. Hidung gue mampet kemudian, kepala pening, masuk angin. Tapi tak menyurutkan cinta gue pada hujan malam ini. Lagi, cinta gue pergi meninggalkan becek dan masuk angin, tapi tak akan pernah gue berhenti mengharapkan hujan datang kembali.

Monday, September 22, 2008

CLBK?

Tiba-tiba hari ini dapat telepon dari kawan SMP, Aa Rafi. Dia memang sudah gue anggap Aa sendiri, sudah dekat sejak SMP sampai sekarang. Beberapa kali putus sama pacarnya karena perempuan-perempuan itu tak suka kedekatan kami. Untungnya tak pernah ada masalah dari pihak gue hehehe, ga punya pacar sih waktu sekolah ;-P, karena gue emang orang yang serius banget sama pelajaran... taelah boong bener!

Anyway, ada reunian kecil di line telepon. Dia menanyakan kabar bunda dan adik-adik gue, kemudian kawan-kawan yang lain. "Lo kangen sama gue ga sih nyet?" kata dia... Ya nggalah A. kekekek... "udah ketebak jawaban lo begitu!" kata Aa sambil cengengesan. Dia mengganggu ibadah tidur gue hari ini, padahal semestinya gue masih bisa colongan tidur barang 15 menit aja di kantor. Huh.

"A, temen kita sapa sih yang masih single?" tanya gue. Dia ketawa ngakak... sialan! keliatan banget desperadonya yah :(. "Let see nyet..hmmm" sok pikir, mayan lama tuh... "Cuma Andri. Lo mau lagi sama dia?" tanya dia.... Kaga A... bukan karena dia ga ganteng yah. Jaman SMA dulu sempet ada hati tuh cuma karena dia bisa menghitung cepat.. hehehe... orang-orang cerdas selalu mempesona gue memang :-). Tapi Aa dari dulu wanti-wanti, meski pintar sangat hidupnya carut marut, bergantung hidup pada kontrakan orang tua, dan bentar lagi menghitung warisan dibagi. huahahahaha.... kaga dah!

"Kalau kebanyakan milih, kapan lo mau kawin dan punya anak?"tanya Aa.
"Kalau cuma pengen punya anak tinggal kawin A, ga usah pusing cari suami." kata gue enteng.
"Masyaallah Nita, wooiii, tarik katakata lo monyet."
"hehehee, Aa Aa... lo tau gue lah, cuma dimulut doang gue seberani itu. Tenang masih inget Tuhan kok gue. Soal jodoh mah pasrah aja. Dikasih sukur, ga dikasih ya sukur lah."

Jumat kemarin, kawan gue lainnya dari SMP, Nadi juga tiba-tiba cetingan sama gue. Lagi-lagi gue tanya, "Nad, Yudhi dah kawin belum?", dia jawab" Cie nenek, belum tuh. Kalian balik aja lagi. Sapa tahu emang jodoh. Gue doain deh nek."

Hua Yudhi itu cowo paling pertama yang muncul di hati gue waktu SMP kelas I, dia sendiri temen SD. hihi orang tua dia kenal banget sama bunda, terakhir kami ketemu waktu papi meninggal 5 tahun lalu. Kali ini semua ada di Yudhi, cakep plus cerdas... tapi... ga deh...

Phewww, koleksi cowok single dari daftar pertemanan SD-SMA dah ga ada yang menarik. Ngga mudah ternyata untuk membangkitkan cinta lama kekekek... pun tak semudah mencari cinta baru sih. Terlalu banyak milih, pasti. Meski ingin sangat untuk menikah dan menjalani kehidupan seperti kawan yang lain, tapi kalau belum ada ya mau apa. Lagi-lagi harus menyakinkan diri, perkawinan itu bukan ajang main-main. Bukan asal ngengkang lalu bikin anak. Tanggungjawabnya besar dan menjaga hati itu yang sulit. ah sudahlah... toh gue bersyukur masih dipercaya Tuhan untuk jatuh cinta lagi sama seseorang. Kalau dia memang jodoh gue, ya biarkan saja semua mengalir.

Thursday, September 18, 2008

Mantra Sakit Hati

barangkali kau tak pernah mengerti
aku mengiri surat kepadamu berulangkali
harapan mendapat balasan menjelma keresahan
mengembang menjadi kecemasan dan impian
bagai anak burung belajar terbang
tak pernah pulang ke sarang

barangkali kau musti kuanggap mati
karena aku tak lebih dari sendiri!

-Barangkali! Barangkali! - Sitok Srengenge

tiap kali patah hati, satu kalimat terakhir selalu jadi mantra penguat hati. rasanya sebentar lagi akan kembali berbunyi....

Wednesday, September 17, 2008

Arisan

"Nit, siapin tema cadangan kayaknya si K ga jadi datang ke studio." kata mas Ade dipukul 12.00. "Waks, acaranya jam 2.30 sore mas, tema apaan yang bisa dicadangin. Bantuin riset nanti aku cari sisipannya."
Pukul 13.00, Mas Ade telpon gue.... K ga bisa datang, ada arisan katanya...
GUBRAK...

mbok ya ada sedikit rasa nda enak pada media kami, yang meski belum sebeken radio-radio ha ha hi hi di Jakarta, ini radio dikelola secara profesional. Ada redaksi yang menyiapkan tor, ada penyiar yang siap dengan mental dan performanya. Rencana wawancara itu sudah dibuat seminggu lalu... tapi batal... cuma karena arisan? huaaaaa.... kill me aja deh

Arisan adalah kelompok orang yang mengumpul uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian, namun ada juga kelompok arisan yang menentukan pemenang dengan perjanjian. Arisan beroperasi di luar ekonomi formal sebagai sistem lain untuk menyimpan uang, namun kegiatan ini juga dimaksudkan untuk kegiatan pertemuan yang memiliki unsur "paksa" karena anggota diharuskan membayar dan datang setiap kali undian akan dilaksanakan. - Wikipedia-

Mari berbaiksangka di bulan puasa... dia terpaksa untuk hadir dalam arisan itu, atau kita harus memaklumi cuma di arisan ini dia bisa bersilahturahmi dengan sanak saudara. TAPI tidak dengan mengorbankan orang lain dung seharusnya....*muka bete*

Ga ada yang salah sama arisannya, wong gue ini pecinta kegiatan arisan. Sebut aja, mulai arisan duit, arisan barang sampai dulu jaman SMP kita pake arisan permen. Kalau pas dapat arisan, koleksi permen gue bisa bertoples toples. Arisan bikin kita merasa dekat sama teman. Apalagi seperti sekarang ini teman-teman kampus merasa kita butuh arisan yang bisa memaksa kawan berkumpul sebulan sekali. Tapi bukan berarti kita melulu hadir di arisan tersebut, kalau kepepet tinggal ditransfer aja uangnya, beres. Satu lagi, arisan bukan kegiatan dadakan, apalagi kalau butuh tempat dan FnB, kudu pake planning...

Dan mba K, katanya profesional, masa jadwal arisan kok bisa bentrok sama jadwal wawancara? ah...

Dalam Sadar

Aku tahu pasti mata ini sedang terbuka ketika tiba-tiba kurasakan nafasmu ditelingaku, dekat sekali, nafas yang hangat.
Tubuh telanjangmu menindih punggungku lalu kamu bisikan "aku sayang kamu."
Aku tak menjawab dan hanya mampu menutup mata, menikmati indahnya kata-katamu, tubuhmu.
Aku bermimpi dalam sadar pagi ini.

Sebaiknya pergi saja dan tak usah mendekat,
aku dan kamu tak akan pernah bisa membuat cerita lalu membungkusnya menjadi kenangan.
Aku tak akan mampu menjamahmu dalam nyata, tak akan bisa membaui mu.
Aku hanya bisa menggauli bayangmu.

Kamu kesempurnaan bagiku, kesempurnaan yang terpajang di etalase toko dengan peringatan "pecah berarti membeli." Ah kalau saja kamu bisa kubeli...
Kamu kesempurnaan yang tak bisa kusentuh, kuraba lalu kuperiksa adakah cacatmu, adakah sesuatu yang bisa mengubah perasaanku padamu.
Sebaiknya tak kulakukan itu agar kau tetap sempurna dimataku.

Biarkan aku menggauli bayangmu dalam sadar,
mengagumi kesempurnaanmu dalam diam,
dan mencintaimu dalam hati.

sial

Tuesday, September 16, 2008

Inspiring Night

There is no such a bad day. They are all special in there own way."

Selama beberapa waktu ke belakang hari-hari gue penuh keluhan tapi baru hari ini seorang kawan membuat gue tahu arti kata bersyukur. Malam ini pertemuan dengan kawan-kawan baru berakhir dengan pencerahan buat gue, Mas Meiky, Mas Iyonk dan Mas Q, terima kasih yah.


Soal pekerjaan

Setiap pekerjaan itu harus dengan target angka, misalnya reporter harus tegas setoran berita 3 kali dalam sehari, seorang penyiar sudah harus punya target bahan atau planning siaran untuk tiga hari kedepan dan setor setiap hari pada gue. Termasuk dalam program off air, harus pasang target dalam angka. Itu yang nanti bakal jadi bahan evaluasi, komparasi nilai yang fair bagi karyawannya. Penilaian kualitatif atasan bisa sangat subyektif tapi dengan angka, semuanya jadi jelas. Selain itu angka itu harus ada karena produk yang kita jual harus juga menghasilkan angka, ada 8 produk dan berapa rupiah yang bisa diraih dari produk tersebut. Real kan. Lagian kreativitas itu harus terus dibangun bukan berdasarkan “mood” tapi target.


Kemudian bahwa dalam posisi gue sekarang mestinya gue bisa memanfaatkannya dengan sangat baik. Dari seorang penyiar dan reporter, sekarang gue belajar lebih banyak tentang manajerial, finansial sampai pada hal paling praktis seperti Event Organizer. Ya hari ini gue bisa berkeluh kesah dengan tugas yang menumpuk, ya hari ini gue bisa marah-marah karena semua tidak sesuai dengan materi yang diraih. Tapi pikirkan tentang perpindahan kuadran dalam hidup gue yang sedang dilakukan. Bahwa gue tak lagi hanya berkutat pada kualitas laporan gue, atau berkutat dengan deadline yang dikejar-kejar editor, gue sedang menjalani apa yang mereka sebut New Life Challenge. Sesudah ini ada banyak ilmu yang bisa gue aplikasi ditempat baru nanti misalnya. Gue ga boleh lagi cuma bermain di satu kuadran pekerjaan yaitu jurnalistik, pegang itu sebagai kelebihan tapi yang pasti skill gue sudah bertambah. Gue bukan lagi bekerja untuk uang, tapi mestinya gue mempekerjakan uang untuk kehidupan gue. Waks yang terakhir ini belum mudeng om, sorry.


Mestinya gue bersyukur bahwa dengan format yang sekarang justru lebih jelas, green, lingkungan. Meski bakal sulit cari pasar untuk jualan, tapi perbedaan itu menguntungkan. Ada banyak program off air yang bisa gue manfaatkan untuk jualan kawan-kawan marketing. Tapi tentu saja ide itu tak bisa gue jabarkan disini, nanti dicuri hehehe, konsep atau ide itu muaaahhaal jack. Sekali lagi makasih mas, gue simpan baik-baik ide itu, nanti kalau sudah pas waktunya, kita jabarin deh :-)


Soal agama dan kehidupan.

Bahwa beragama bukan sekedar lo percaya pada Tuhan lalu berbuat baik pada manusia tanpa menjengukNya dalam sholat dan dzikir. Sholat itu bukti syukur kita pada Nya dan Dzikir adalah cara untuk merelaxkan kehidupan lo yang penuh penat, tak perlu pake tasbih untuk berdzikir, tapi lakukan itu dalam duduk, kerja bahkan mendengar orang lain curhat hehehe, waks bisa dibilang ga konsen nanti mas. Bahwa tak perlu mencari pembenaran atas tindakan yang lo tahu adalah dosa. Jangan lakukan jika takut dosa. Bahwa penting untuk mempelajari ensensi beragama itu seperti apa, tapi belajar lah sambil melakukan perintahnya. Jaga hubungan baik dengan Allah dan juga manusia, harus seimbang atau kalau tidak, tak jadi ibadah namanya.

Ah diskusinya jadi panjang sampai ke soal jilbab dan poligami juga adzan yang mesti perlu disiarkan. Karena media punya fungsi memberikan informasi termasuk informasi telah masuk waktunya sholat dan berbuka :-). Kalau soal poligami, well gue dapat masukan dari perspektif yang berbeda dan itu menyenangkan.


Ini yang paling gue suka dalam urusan pergaulan, bahwa lo bisa selalu pulang membawa sesuatu yang berguna. Bahwa diantara becanda ada ilmu yang terbagi. Dan sekarang gue membaginya untuk kamu pembaca blog ini. Semoga terus berguna dan bisa ditularkan lagi ke orang lain. Kalau jadi begitu kan paling ga gue menyimpan bekal saat mati nanti, ilmu yang berguna untuk orang lain ha ha ha... Amien lah.


tengkyu all... ini bukan notulensi rapat loh, ini notulensi pencerahan gue dari anda sekalian. Makasih sudah membuat gue tahu caranya bersyukur dan menikmati apa yang sedang dijalani :-)

Kawin Politis

Kata Mas Yudhi, guru siaran gue, kalau lagi sedih ingatlah selalu hal yang membahagiakan atau membuatmu tersenyum... ah terima kasih guru. Kali ini gue memang butuh kelucuan lainnya.

Kemarin tiba-tiba salah seorang sahabat gue bilang "gue jadi nikah nit, bulan juli tahun depan." Loh yah bagus, kata gue. Tapi mukanya dia sedih banget. Lah mau enak kok jadi murung. Pernikahan dia memang tak semudah yang dibayangkan. Anak ini tak suka pada calon bininya. Tak lagi cinta katanya...

"lah lo cowo apaan dibeli perempuan begitu." kata kawan lain. Semua gedung dan biaya resepsi sudah dibayarkan... wuiiddiihhh dengan 2000 undangan dan tanpa cinta? dunia sudah gila memang. Temen gue makin murung. ga gitu juga kali kata dia.

Ya ya ya, we know the truth lah. well gue rasa gue tahu alasannya. Politis banget. Kalau lo benci sama sinetron Indonesia yang bercerita bagaimana orang kaya mencari orang kaya lainnya demi menyelamatkan hartanya, well itu terjadi tau dalam dunia nyata. Memang tak selalu begitu, tapi iya ada. Meski dunia berganti, teknologi makin maju, urusan cinta dari jaman Gajah Mada sampai sekarang tetap sama... bukan dengan istilah bibit bebet bobot tapi SES... Status Ekonomi Sosial... dikelas mana lo berada.

Dari banyak perkawinan kawan gue, sulit rasanya untuk tahu mana yang menikah karena cinta. "gue cuma mau ngebuktiin bahwa pada akhirnya gue bisa ngedapetin dia."
"gue cuma butuh dia ditempat tidur. demi kehalalan maksiat."
"gue pengen punya anak sebelum umur bertambah."
"gue pengen hidup tenang."
"gue dijodohin nyokap. mau gimana lagi, nyokap nit yang ngomong, nyokap."
"ya mau ngapain lagi hidup gue, tinggal nikah."

begitu tuh jawaban sebagian besar kawan-kawan gue. Nyaris tak mendengar alasan yang paling masuk akal untuk menikah. "Saya cinta kamu dan ingin berbagi kerutan sama kamu" ha ha ha... masuk itungan ga yah kalau suatu hari ada yang ngomong gitu sama gue kekekek.. pernah dilamar tanpa aling-aling cuma bilang "rumah yang seperti ini yang ingin aku bagi sama kamu." sambil nunjuk maket rumah disebuah pameran.... ya ya ya.... kamu bagian belakang aku didepan. huh...

tapi pastinya tak ada yang bakal nikah sama gue karena alasan politis wong harta aja ga punya. untung tak terlahir dalam budaya perempuan penyedia mahar yah... waks bisa ga nikah selamanya hihihi.

ah kawan-kawan ini selalu membuat gue berpikir dua, tiga kali untuk menikah. tak ada alasan paling tepat untuk menikah kecuali cinta. sampai ada kata-kata dan tindakan yang tepat ungkapkan cinta, gue selamanya menjomblo, menikmati pemandangan pernikahan kawan-kawan yang politis itu :-)

Monday, September 15, 2008

Dua Cinta

Entah dimana aku pernah mengakui diri percaya pada dua cinta. Bahwa sebuah pernikahan tak akan mampu menahanmu dari jatuh cinta dan yang membatasimu hanyalah kesetiaan. Aku pernah sangat memuja kesetiaan, aku pernah berada diposisi membenci perselingkuhan. Tapi hati bukan barang mati yang bisa aku kurung dalam sebuah sangkar bernama pernikahan. Dia bisa bebas lepas tanpa orang lain tahu kecuali si empunya hati.

Dalam hati akan ada ruang yang terisi bisa lebih dari satu cinta, dalam kadar yang berbeda, dalam kualitas yang tak sama. Selalu ada tempat istimewa untuk sebuah cinta. Aku masih membagi hati untuk banyak cinta. Untuknya dan untuk dia dengan kadar yang berbeda, satu dengan yang lain tak bisa ditimbang sama besarnya, karena cinta tak bicara kualitas dan kuantitas, tapi rasa.

Jika kau tanya adakah dirimu dihatiku saat ini? Ya kamu memenuhi sebagian besar relung hati, rasanya naik ke kepala dan sebagian turun ke perut. Tiap kali mengingatmu, perutku mulas, ada rindu tak tertahan, yang ingin sekali ku jeritan dibalik gigitan bibir.. Aku cinta kamu bodoh, mengertilah, bacalah hatiku.

Lalu dia? tak usah cemburu padanya. Dia tak ada dalam nyata tapi dia ada disana. Disebagian tempat dihatiku. Tak perlu kau usik dan usir kehadirannya. Dia tak sama denganmu. Biarkan dia tenang mendapatkan cintaku yang damai. Tapi kamu dapat terusan cinta yaitu nafsu. Kamu telah menang atasnya.

Aku tak akan melepas dua cinta yang membuatku hidup dan sempurna. Aku cintaimu dan dirinya. Dalam kadar yang bernama nafsu, aku memilihmu. Lepaskan dan biarkan aku liar didekatmu.

Thursday, September 11, 2008

Duh

"Aku tak bisa menggombalimu, karena kamu menjadikanku orang yang jujur pada perasaan. Aku tak bisa memujimu, karena aku tak pernah peduli dengan bibirmu yang memang lembut, dengan rambutmu yang memang harum, dengan pipimu yang halus. Aku mencintaimu, apapun yang ada pada dirimu. Jika aku ular jantan, aku tak peduli berapa kali kau berganti kulit. Kau tetap betinaku. Selama ini aku terus mencarimu. Saat kau tak ada, aku menggauli bayang-bayangmu. Dan ketika Tuhan mempertemukan kita lagi, apa lagi yang bisa aku katakan?"

Mahasati-QT

Tuesday, September 09, 2008

Bukan Artis

Kisah sedih nasib seorang "bukan artis" mencari rejeki neh, taelah...
Ceritanya Senin minggu lalu kawan di kantor memberikan orderan jadi moderator disebuah diskusi milik Kementerian Lingkungan Hidup. Gue ambil kesempatan itu. Ini kesempatan bagus untuk menjual diriku pada kesempatan berikutnya. Temanya soalnya undang-undang sampah. Kebetulan juga akhir pekan sebelumnya dapat pencerahan soal sampah di workshop KLH juga. So percaya diri lah kalau harus memimpin diskusi bertema sampah. Hafal lah itu pasal-pasal penting dalam undang-undang tersebut.

Begitu lihat bahan dari panitia, disana tercantum moderator valerina daniel. Kok diganti gue yah? mungkin waktunya ga cocok kali, mungkin harganya ga cocok kali. Okeh deh bodo amat sama alasan kenapa bukan vale yang jadi moderator.

Karena sudah deal dengan harga untuk menjadi moderator, gue take it for granted dong. Persiapan materi sudah, encer lah. Persiapan fisik ini penting. Lola gue ajak muter-muter Plangi untuk cari baju yang cocok untuk acara yang formal itu. Secara gue biasa santai, kesempatan ini gue harus tampil beda. Toh kalau gue beli sekarang anggap aja investasi, bayarnya pake uang honor nanti kekekekek...

Hasilnya sepatu unggu yang sudah diposting sebelumnya dan sebuah blouse yang gue beli bareng irvan juga batik dress. Hmm... kalau diitung itung gede juga modal untuk tampil cantik. Ga papalah toh its worth it untuk tampil habis-habisan.

Senin kemarin, sebuah sms mampir di hape gue... "Mba Nita minta maaf. Pak Gempur minta moderatornya diganti jadi mba Lula Kamal"
Gubrak!

What can I say. Though I knew what the topic is, Im no Celebrity. Memampang nama gue sebagai moderator sebuah diskusi besar bagi kementerian tentu tak bakal laku kejual sama media. Well get real nita, sapa lah lo dibanding Lula Kamal. Isi tuh jadi ga penting dibandingkan kemasan toh.

Ah gagal deh dapat duit tambahan minggu ini :-(

Sakit Jiwa

Tiba-tiba semua hal mengingatkan aku padamu.
Tiba-tiba aku menemukan puluhan laki-laki dengan potongan rambut ala kamu.
Tiba-tiba aku menemukan wajahmu disetiap sudut ruangan dimanapun kuberada. Dan bukan kamu.
Bukan tiba-tiba sebenarnya, hanya saja aku menemukanmu disemua hal, semua cerita, semua fisik, semua gedung, semuanya.
Seperti dikejar setan, aku berusaha menghindar, tapi ketika aku keluar dari cangkangku, wajahmu menyapaku... yang lagi-lagi bukan kamu sebenarnya.
Sampai kemarin aku membeli sebuah kumpulan cerita pendek yang entah mengapa semuanya tentang kita.

Antara aku sakit jiwa atau ini benar-benar cinta. Entah lah.
Yang jelas sejak ada kamu semuanya berubah. Selalu ada kesejukan yang meredakan amarahku. Ada kedamaian usai berbincang denganmu. Ada tenang diantara tawamu.
Tapi aku pasti sakit jiwa jika memilih tetap bersamamu :-(

Monday, September 08, 2008

Bebas Euy

Setelah 4 bulan berplester ria di payudara gue, akhirnya hari ini gue temukan kebebasan yang sesungguhnya. No More Plester! Dokternya bilang kemajuan gue sebulan terakhir sungguh cepat. Karena kedua sisi kulitnya bersatu lebih awal dari perkiraan dokter. Setelah gue ingat-ingat, sebulan terakhir, gue musuhan sama Daging dan Ayam! not real vegetarian yet, tapi gue sudah mencoba keras menjauhi keduanya. Kalau tidak "terpaksa" gue bahkan tidak menyentuh ikan.

Hasilnya nyata... gue sembuh huhuhu... alhamdullillah.

Tapi kalau melihat kondisnya sekarang, jelas beda. Tak ada kaca yang sudah pecah bisa utuh kembali. Dokternya pernah bilang "payudara kamu kayak bendera inggris, warna warni saling silang." huhuhuhu bagaimana mengembalikan warna yang sudah belang bentung begini coba. AH. belum lagi sambungan kedua kulit itu menyusut kedalam, cedok kalau kata orang betawi, belum lagi mulus seperti dahulu. Hey ini cuma masalah estetika pada akhirnya, kalau mau tinggal operasi plastik. Apa gue mau? Ga lah... meski gratis gue ga mau berurusan sama meja operasi lagi.

Begitu dokter melepas plester dan menutupinya dengan plester plastik transparat dan cuma lewat disemprot, ada bahagia tak terkira. Satu tahap dalam hidup gue terlewati. Yang langsung terlintas saat itu... gue bisa mandi besar lagi. ha ha ha... maksudnya mandi dari kepala sampai ke seluruh tubuh, showering. Selama 4 bulan, kegiatan mandi menjadi hal yang menyusahkan. Semuanya dilakukan bertahap. Cuci muka, lalu handukan, karena airnya takut mengaliri plester. Kemudian basuh badan dengan lap, wash-lap, persis bayi, lalu keringkan. Terakhir baru deh keramas. Ah cape sekali, dan berhubung di kosan itu kamar mandinya rame-rame, gue jadi public enemy dalam 4 bulan terakhir hihii... maafkan.

Haul! gue pengen main di water boom, pengen lagi berenang meski ga bisa. Yang penting berendam. Tapi yang ini baru bisa kejadian setelah lebaran. Ga asik berendam lagi puasa :-) kemudian haul berikutnya adalah Luluran. Udah 4 bulan ga bebersih, serasa daki dimana-mana. tenang aja, gue bakal semulus dulu setelah bertemu mba urut di Budhiandika Cinere hehehe.. cari yang murah meriah dong ah.

Terima kasih kawan-kawan atas dukungannya selama ini. Terima kasih dokter Evert yang selalu bisa membuat gue nyaman. Terakhir makasih ya Allah... once again, I passed this Test!

Friday, September 05, 2008

What next

Di awal tahun ini ditembok tempat pengharapan yang biasanya gue tulis pake post it, beberapa hal gue sampaikan disana. Liburan ulang tahun 30 di Bali dan menikah Desember 2008. Yang pertama sudah kesampean. Benar-benar menyenangkan liburan di Bali dengan dua orang sahabat gue, Dewi dan Mekka.

Balik dari Bali hidup gue berubah sama sekali. Apalagi setelah ketahuan ada tumor di payudara gue. Seperti gue pernah cerita, butuh beberapa minggu untuk menguatkan diri sebelum memutuskan operasi. Sekarang semuanya sudah lewat 4 bulan, masalah tumor belum lagi kelar.

Dokter gue bilang, setelah lukanya yang sekarang ditutup handyplast ini kering, gue harus menjalani USG lagi. Untuk memastikan benjolan yang masih ada ini sekedar darah beku atau justru tumor baru. Could not stand to imagine kalau ada tumor baru lagi. Cape melalui proses panjang penyembuhan. Tubuh gue ga mudah berkompromi dengan penyakit. Mungkin gue pikir mati sajalah.

Belum usai soal tumor, gigi graham gue bermasalah. Patah separo dan separo lagi tinggal bertumpu pada tambalan. Dokter bilang tak ada gunanya memelihara gigi begini, sebaiknya dicabut yang tak mungkin lewat proses biasa, operasi kecil. Dear me.

Kalau mikirin cape jadi orang sakit, God Knows how sick Iam of all this problem. Tapi ga cuma itu yang bikin gue cape. Lo pikir semua ini ga pake duit? Cuma orang kaya yang boleh sakit. Orang miskin kaya gue mestinya sehat wal afiat. Saking cintanya Allah sama gue, Dia titip lah neh penyakit bertubi. Allah pede abis bahwa sekali lagi nita bakal bangkit dan bisa menyelesaikan semuanya. Ya sakitnya, ya ongkosnya. Tapi hari ini gue sempat patah arang, klaim kesehatan gue sudah melebihi platform, ga ada lagi pergantian untuk semua obat dan pemeriksaan. Pusing hiks hiks.

Bukan orang Indonesia kalau tidak mencari keuntungan dibalik masalah. Untungnya gue punya Zi, punya sahabat berbagi, punya blog curhatan dan baru aja jatuh cinta. Masih ada ruang di otak gue untuk membebaskan diri dari beban pikiran, lalu mengalihkan perhatian ke masalah hati. Gue cuma bisa bilang pada Allah... okay what next! kalau gue hidup cuma untuk mendapatkan masalah, then let it be! tapi beri gue cinta Tuhan. Beri gue cinta yang bisa membuat gue bertahan menghadapi semuanya. Jangan bunuh yang sedang tumbuh ini. Kalau bukan dengannya maka temukan gue dengan cinta berikutnya. Beri selalu gue alasan untuk menjalani hidup. Cinta.

Menapak Bumi


"De, coba lo ramal masa depan gue sama mantan gue gimana de? masih ada harapan balik ga?," kata gue sambil menyodorkan handphone yang memampang wajah Ram disana. Ade ini terkenal sebagai peramal dikalangan kami. Dia bisa meramal Lola sebelum dia nikah dan punya anak.
Ade melirik ke handphone kemudian garuk-garuk kepala sambil buang muka. "Lo mah gila, ngaca apa. Masa gue disuruh ngeramal lo sama artis bule." kata dia sambil tetap ga memandang gue.

Kontan gue, Dewi dan Lola ngakak, terkocok perut yang baru 5 menit lalu dijejali Pizza. "De sumpah de, ini mantan gue. Gila apa gue ngaku-ngaku pacaran sama artis. Lagian dia bukan artis ade. Orang biasa." kata gue sambil terus tertawa. Ade kembali melirik ke handphone gue. Kali ini dia tak cuma terbelalak. Tapi langsung tersungkur di paha gue.

"Aduh bo, lo beruntung banget sih. Muka lo standar begini, dapat cowo super keren gini. Gue mau dong kayak lo. Muke standar rejeki selangit." kata dia sambil terus menatap muka gue dan berkali-kali melirik handphone digenggaman gue.

Dewi mulailah bercerita tentang satu persatu laki-laki yang sempat mampir di hidup gue. Ada yang sudah jadi penulis sinetron terkenal, artis terkenal sampai birokrat yang sedang sekolah lagi. Terus ada yang jadi direktur sebuah organisasi. "Yang normal cuma satu. tapi gue rasa dia khilaf waktu itu." hehehehehe.... emang.

Tapi sumpah deh, mereka gue kenal jauh sebelum menjadi "seseorang" dan gue pun bukan hmm social climber yang kemudian sibuk merajut cinta kembali untuk status sosial. Ga gue banget lah. Nah terakhir seorang anak selebritas yang deket sama gue bilang, "aura lo bawa keberuntungan buat orang lain. itu salah satu alasan kenapa gue deketin lo." Anjrit kejujuran yang menyakitkan. Berarti keberuntungan gue ditarik orang lain kekekekek... lo deket sama gue cuma karena pengen ketiban keberuntungan, sial bener gue yah.

Malam ini Lola gue perkenalkan pada sosok yang sedang gue kagumi... lagi-lagi dia bilang, "WOI cong, napak bumi, napak bumi. Dia di langit, lo di bumi. Sadar cong sebelum lo sakit." Hiks padahal kan cinta ga kenal langit ga kenal bumi yah. Siapa menyangka orang-orang yang pernah gue suka kini menjadi "orang" meninggalkan gue yang belum jadi sapa-sapa.

"Bukan gitu cong. Lo sekarang punya jabatan, punya pengaruh bisa gampang cari cowo yang lo bisa cocok hidungnya buat nurutin mau lo. Tapi dia orang ketinggian cong. Udah lah napak bumi." Kata Lola sambil menyusuri rak-rak sepatu di Plangi semalam.

"La, sepatu ini lucu banget." kata gue sambil menunjuk pada sepatu yang kini menempati satu sudut di kamar kos gue yang sempit. Lola bilang, "Tuh Highheels pertama lo. Biar lo napak bumi lebih deket. Sadar woi sadar."

Sepatu perempuan pertama gue, ternyata jadi pertanda gue harus menapak bumi. Kali ini gue harus menyadari ada hal yang tak mungkin bisa gue raih. Bahkan untuk sekedar mencintai dan dicintai. Menapak bumi... Jujur gue belum pengen terbangun dari rasa yang membawa gue melambung tinggi di angkasa. Gue beneran suka hiks hiks hiks... tarik gue saat sudah waktunya untuk menapak bumi.

Thursday, September 04, 2008

Miliknya

Sekali ini tak bisa kuungkap kata untuk menggambarkan rasa.
Puisi tak berguna bercerita cinta yang ada.
Sebuah cinta yang tak mungkin terwujud nyata,
Beneran hanya bisa kurasa.

Tak bisa kujamah tubuhnya, kujenggut rambutnya, kukulum bibirnya
Bahkan untuk sekedar menatap bundar matanya.
Dia miliknya.

Aku hanya bisa memandangi halaman situs yang memampang wajahmu.
Menatap hijau online dirimu tanpa berani menyapa.
Salahkan siapa yang mendaratkan cinta dihatiku.
Dirimu yang tak sulit untuk dikagumi.
Ah tapi begitu sulit untuk sekedar mengungkap rasa. Sial, kenapa terlambat.

Wednesday, September 03, 2008

Cuma Manusia

Kadang cuma pengen menyerah sama situasi. Pengen banget bilang ga sanggup untuk semua beban. Pengen nangis sekencang-kencangnya, membuncahkan perasaan marah kesal sedih semaunya.

Kadang cuma pengen lari dari kenyataan dari rutinitas dari kebosanan bertubi yang mulai menapaki puncak di kepala. Letih melakukan sesuatu yang tak sesuai kehendak hati. Letih menuruti aturan yang mengekang kebebasan. Cape bermanis muka diantara situasi menyebalkan. Cape berkompromi dan gue bukan benda mati tanpa hati.

Sampai satu ketika hati gue tersentuh, berdetak kembali. Saat itu betapa menyenangkan merasakan diri kembali menjadi manusia dan bukan lagi benda mati. Saat itu membuat gue sadar betapa hebatnya perasaan itu. Dari detakan dihati berhasil menarik urat di pipi ini bergerak, tersenyum kembali. Hilang letih hilang marah hilang kesal... yang ada hanya senyum. Percuma sudah marah yang memuncak, hati ini hanya bergerak untuknya, otak ini penuh dengannya.

Jangan marah karena gue suka. Tak ada yang pernah mengundang cinta. Dia datang tanpa disadari dan biar gue nikmati hadirnya. Tak harus membalasnya, gue hanya ingin merasakan kembali hidup sebagai manusia. Cinta membangkitkan gue dari kematian rasa. Terima kasih yah sudah membawa cinta mampir di hidup gue. Meski cuma passing by, biarkan dia jadi warna dalam rasa.

Monday, September 01, 2008

Rejeki Zi

Sejak kehadiran Zi seminggu yang lalu, hidup gue berubah. Gue sudah melupakan keinginan sekolah keluar negeri karena gue pengen liat Zi pertama kali bicara, pertama kali jalan dan pertama kali untuk semuanya. Gue pengen ada disamping Zi setiap saat meski sekarang belum bisa kesampean karena harus berbagi sama kerja. Well somebody got to earn money right!

Segala yang gue punya adalah untuk Zi. Gue pengen Zi sekolah setinggi yang diinginkannya, setinggi yang tak bisa gue capai. Gue tahu Zi bakal termanjakan oleh gue, tapi insyaallah gue bisa jadi ibu, tante dan ayah yang baik buat Zi.

Gue bahkan terpikir untuk tak punya anak dari rahim sendiri, takut Zi tersaingi, takut cinta gue terbagi. Gue jadi posesif lagi-lagi egois heheehe... bahkan sama ibunya sendiri gue cemburu huhuu. I wish Zi was mine.

Sejak kehadiran Zi juga sesuatu berubah di dompet gue. Sedikit demi sedikit gue dapat rejeki out of nowhere, rejeki in sudden kekekek... yang uang transport lah, Dudu maksa bayar gue untuk riset lah, sampai dapat orderan jadi moderator... alhamdulillah. Ini rejeki Zi, buat beli susu, beli tambahan popok dan bayar utang :-P buat aunty, asal kamu sehat dan senang, itu rejeki aunty. Ga pengen yang lain. Kata nenek, kalau kita ikhlas melakukan sesuatu, Allah pasti kasih lebih dari yang kita berikan. Aunty sayang banget sama Zi, semua yang aunty punya insyaallah jadi punya Zi juga. Semua rejeki kita berdua terus ada ya Zi, amin....

Monday, August 25, 2008

Zoe Matahari Sophie


Dear Zi,

Kamu bagaikan matahari baru di keluarga kecil kami. Menambah satu lagi perempuan yang sempat membuat Om Prima kecewa karena bebannya sebagai laki-laki satu-satunya jadi tambah berat. walah padahal Zi, perempuan-perempuan di keluarga besar kita adalah jagoan. Bundamu apalagi. Aunty Nita belum tentu sehebat bundamu yang harus menahan mulas selama tiga hari empat malam.

Sudah bukaan kesepuluh pun, kepalamu belum juga nongol. Nenek panik, Om Prima bingung, loh aunty gimana? ha ha ha didepan semua orang aunty yang paling tegar. Semua orang menyangka aunty Nita sudah punya anak makanya bisa tenang menghadapi bundamu yang mulai kehilangan semangat... "mba, Na mau nyerah aja, cape." Bundamu mulai kehilangan tenaga. Bayangkan saja dia harus menahan tidak mengejan dari pukul 15.30 sampai malam hari.

Bundamu bertahan untuk terus mencoba melahirkanmu normal karena sesar itu mahal. Tapi karena sudah bukaan kesepuluh dan kamu belum nongol juga, akhirnya kami ambil keputusan untuk sesar saja. Tapi sayang bidan-bidan jahat di Puskesmas Jagakarsa Jakarta Selatan menahan bundamu disana karena kami harus lebih dulu menyetorkan dana 2 juta cash kalau mau memindahkan bunda ke RS. Marinir Cilandak. Kata bidan jahat itu, kalau ga ada DP 2 Juta, bundamu tak bisa dioperasi dan dipaksa balik ke Puskesmas Jagakarsa. Padahal ditempat jelek yang penuh niat busuk itu, tak ada fasilitas operasi. Sakit hati kami saat itu Zi, kami ingin kamu dan bunda selamat. Harus selamat.

Niat baik itu selalu berbuah baik Zi. Tante Dewi, Om Ari dan Om Dono siap siaga menyediakan dana segar agar kamu selamat. Apapun aunty lakukan agar kamu dan bunda selamat. Tante Citra tetap memberikan dukungannya yang ga pernah berhenti sampai kamu lahir. Suatu saat kamu harus bertemu dengan para malaikat ini Zi.

Ternyata sampai di RS. Marinir Cilandak, bundamu langsung diselamatkan, diberikan obat agar tak terlalu sakit. Tak ada satupun dari perawat dan tenaga medis disana yang menanyakan DP 2 Juta seperti yang dibilang para bidan jahat di Puskesmas Jagakarsa itu, tak ada sama sekali Zi. Biar saja orang jahat selalu ada balasannya.

Kamu tetap diperut bunda dari jam 6 sore dan baru lahir di jam 9 lewat 40 malam dengan berat 3 kg dan panjang 46. Jauh daripada perkiraan para bidan bodoh di Puskesmas Jagakarsa yang mengukur perut bundamu 37 cm dihitung bla bla... dan diperkirakan beratmu 4,3 kg sehingga bundamu tak akan sanggup melahirkan normal. Ah para bidan itu perlu disekolahkan kembali Zi. Sekolah medis dan sekolah tata krama serta bimbingan moral! biar ga niat jahat serta culas terus.

Bundamu sempat kehilangan kesadaran, matanya kosong dan tiba-tiba dia bilang "Mba, Na lihat cahaya putih. Na cape, udahan aja. Terserah Allah aja deh." Suster yang ada disekitarnya ketakutan. Tante Dewi menangis, Aunty Nita hanya bisa memeluk bundamu erat-erat... Tak ada yang boleh dan bisa mengambil bundamu dan kamu. Aunty sudah kehilangan kakekmu didepan mata, jangan lagi aunty liat bundamu pergi begini cepat.

Dokternya berhasil menyelamatkan kamu dan bunda. Lihat deh wajahmu yang merah merona dengan bulu-bulu halus memenuhi pipi tembemmu. Lihat alis tebal yang menyatu dengan jambang. Begitu nenek lihat kamu dia bilang, "waduh ganteng banget." Waks nenek, ini perempuan tahu. Zi cantik sekali.

Lihat deh wajah bundamu. Hilang semua sakit, hilang semua sedih dan rasa putus asa. Lihat kamu begitu lucu, bunda pun tersenyum sangat lebar. "Bisa juga na bikin anak ya mba."

Eh tahu ga Zi, nenek sama bunda sempat ribut, Zi ini mirip siapa yah? Nenek bilang mirip dia karena mukamu mungil tidak seperti wajah bundamu yang bundar dan besar hehehe, tapi sama cantiknya kok.

Sebuah kehormatan besar Zi karena bundamu menyerahkan namamu pada Aunty. Nama yang sudah dirancang lama oleh Aunty, Zoe Matahari Sophie. Zoe berarti hidup, aunty harap kamu bisa menghargai hidup terutama perjuangan bundamu supaya kamu tetap hidup, bahwa hidup adalah kebahagiaan itu sendiri. Matahari, pusat tata surya, memberikan kehidupan, aunty ingin kamu tetap bersinar dalam situasi senang ataupun sedih yah. Dan Sophie diambil dari nama bundamu yang berarti bijak, bijak menghadapi hidup ini ya Zi. Panggilanmu cukup Zi, mirip nama Tionghoa hehehe, biar saja, karena kamu memang punya darah tionghoa dari kakek, meski begitu kita adalah orang Indonesia taelah, aunty mulai ngelantur neh.

Sudah ya Zi, suatu saat kamu pasti bisa menemukan surat ini. Perjalanan panjang menuju Zi. Perjuangan berat, hidup dan mati buat bunda, dan harga diri buat Aunty. Jadi anak yang baik Zi, pintar dan bijak serta berakal luas. Aunty percaya orang pandai selalu bisa menemukan jawaban dari segala kesulitan. Dan jujurlah dalam hidup Zi, kakekmu tak pernah luput menasehati kami semua. Selamat datang di dunia Zi.

Thursday, August 21, 2008

Menerima Lungsuran

Ada santa claus datang memberikan hadiah buat adik gue dan calon ponakan gue hehehehe.. sekomplitnya bantal dan guling plus tas bayi warna biru putih.. huhuhu lucunya. Makasih tante Citra :-)

Minggu lalu gue coba memenuhi kebutuhan bayi lainnya, busyet baru ngeh kalau keperluan bayi itu beneran mahal yah. Ibunya sudah men-cicil sejak lama dan itu belum cukup. Giliran gue yang meng-komplit-kan kebutuhan itu abis juga loh 1 jutaan mah. Ga kok ga ngeluh cuma kaget, gile punya anak itu mahal ternyata.

Anyway sejak adik gue hamil kami sadar betul tentang banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dan since her husband tidak bertanggungjawab, semua kami tanggung berdua, iya gue sama adik gue. Kita anggap mati saja laki-laki bodoh itu!

Kami terima lungsuran kok, dengan tangan terbuka. Siapapun kawan silakan yang ingin membantu kami hehehee... bentar lagi adik gue lahiran. Sekarang baru bukaan satu berarti tinggal hitungan jam saja sebelum gue punya ponakan, matahari baru :-) belum tahu kebutuhan apa yang bakal menyusul, tapi kalau di rumah lo ada sisa barang-barang keperluan bayi, silakan loh lungsurkan ke kami ;-)

sekali lagi makasih tante, Matahari senang sekali :-)

Poling Iseng

Karena gue ga pernah tahu berapa pembaca blog ini setiap harinya, atau memang ga ada kali yah kekekek... dan juga karena gue ga tahu gimana pasang polling di sidebar nya blog gue, so... disini aja yah pollingnya

kata sebagian orang "foto lo ganti dong, ga tahu diri bener, itu kan foto 3 tahun lalu. dah tua lo, ganti sama yang baru kekekek."

nah pertanyaannya : perlukah nita ganti foto profile yang baru?
a. perlu
b. tidak perlu

mau ngisi? taro di shoutbox aja kekekek.. makasih yo

Monday, August 18, 2008

Bunglon

Sebuah tulisan di U-Magazine edisi Agustus ini bercerita tentang gaya ala mafia, disana sang mafia bercerita bagaimana sebuah penampilan bisa mengintimidasi orang lain. Bagaimana sebuah gaya busana bisa mengecoh seseorang, gue rasa sama seperti suara penyiar yang membentuk teater of mind pendengarnya. Kadang lo harus "tidak menjadi diri sendiri" untuk bisa beradaptasi dalam sebuah perubahan. Bukan mengubah keseluruhan dari diri lo, prinsip adalah prinsip tapi tampilan luar siapapun boleh saja berubah seperti bunglon pada batang kayu dan dedaunan, dia tetap bunglon meski warna kulitnya berubah.

Ini yang namanya beradaptasi sekaligus mekanisme pertahanan untuk menyelamatkan diri. Jika tidak bisa beradaptasi ya tidak selamat, seperti bunglon yang terancam predatornya kalau keukeuh bertahan pada warna aslinya. Manusia pasti jauh lebih pintar untuk bertahan, tak melulu kudu mengubah tampilan luar tapi bisa dari cara berpikir, pake akal, pake otak.

Gue rasa modal bertahan hidup selama ini yang gue jalani adalah menjadi bunglon, mencoba beradaptasi dengan situasi. Di antara anak-anak gaul di Trisakti, diantara kawan-kawan idealis di Utan Kayu dan separuh idealis separuh gaul di lingkungan gue sampai dikalangan kaum rohis di kampus dan sekolah dulu. Kata Mekka, untuk menjadi gaul tak harus partisipasi kok tapi cukup mengamati, yang penting sok tahu.

Maka benar, ada banyak yang tertipu dengan gaya gue. Diantara anak gaul, gue dianggap idealis, diantara orang idealis, gue dibilang terlalu gaul heheheee... yang penting apapun yang kalian omongin, gue masih nyambung :-) itu artinya bergaul!

Nah seiring dengan perubahan di kantor gue, maka kawan-kawan mengalami bunglonisasi dengan format dan visi yang baru. Muncul lagi bunglon-bunglon baru yang fresh, jauh lebih muda dan lebih bergaul daripada kami. Makin kesini, makin gue salut sama mereka. Bunglon muda ini jauh lebih berbakat daripada para bunglon tua yang kadang tak kuat lagi beradaptasi dengan warna dan kondisi yang ada. Mereka dengan cepat menyerap setiap ilmu yang ada, makin cekatan meraih kesempata . Kemampuan mereka beradaptasi dengan lingkungan baru jauh diatas rata-rata. Bunglon-bunglon muda ini butuh ruang berkreasi seluas-luasnya dan bunglon tua macam gue ya tinggal memberikannya saja. Satu sampai beberapa bulan ke depan, bunglon tua harus segera mencari dahan baru yang lebih cocok dengan kondisinya hehehe... biarkan bunglon muda rules!

Tidak ada yang salah dengan menjadi anak gaul asal punya otak, dan para bunglon muda ini punya keduanya. Gue yakin mereka bisa jauh lebih maju daripada bunglon senior yang sudah malas bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Makin mirip katak ketimbang bunglon yang cerdas, katak yang hanya besar dalam tempurungnya lalu lupa pada indahnya dunia luar.

Thursday, August 14, 2008

Surprised

Hari ini banyak banget hal yang terjadi. Diawali pagi hari yang bikin bete. Klien mengundurkan jadwal proyek dengan alasan yang buat gue mengada-ada, tetap ga bisa diterima dari sudut manapun. Tapi apa boleh buat, mereka klien gitu loh hiks. Atas nama kerjasama yang baik, gue diam dong ssst.. sudahlah.

Kita beralih ke peristiwa lainnya. Berbulan-bulan, bertahun-tahun lamanya gue ga pernah naksir cowo lokal, alah... orang indonesia maksudnya. Dan untuk pertama kalinya kemarin sore gue nemu cowo keren, beneran keren, bikin gimana gitu. Surprised, my heart beat again. Tapi ternyata itu cuma sekejap iklan yang lewat di detik ke 30 dari penglihatan gue. Dia ternyata sudah menikah... wake up girl... pilihan buat cewe di usia 30 makin sedikit, good men already taken! dan laki-laki over 30 cuma ada dua pilihan, Gay or Being Married! ha ha ha pick one of them... patah hati dong, tapi ga boleh patah semangat, masa ga ada sih yang tercipta buat gue kekekek...

Sebuah pesan pendek masuk "lo kirim saga mana buat lomba aji?", mana lagi selain kisah reklamasi pantai utara jakarta. Makin ga punya waktu lah buat produksi tulisan ficer, semua perhatian dan tenaga gue terkuras ngurusin radio ini. Diantara waktu pribadi, gue baru bisa colongan nulis, mengasah kemampuan jurnalistik gue, yang paling gue khawatirkan bakal hilang. Alhamdullillah ternyata belum kekekekek... ficer gue masuk nominasi meski ga menang. Hadiah itu nomor dua buat gue, bonus dari sebuah karya. Tapi pride yang didapat itu jauh lebih berharga. Ternyata belum hilang benar, dan jangan sampai hilang. Barangkali membuat ficer dan menulis adalah kelebihan gue satu-satunya hehehehe... ga lah yah.. kan gue sekarang belajar jadi EO...

Ah hari ini masih panjang, kejutan lain barangkali akan menyusul. Sebuah kemenangan hati taelah.. ada tulisan lagi sih buat diposting disini. Tapi nanti saja, masih jam kerja :-P

Tuesday, August 12, 2008

Menghitung Hari

Ada rejeki yang memang tak harus datang langsung ke tangan ini tapi bisa melalui orang lain. Lina adik gue tinggal menghitung hari kelahiran bayi pertamanya dan dia memberikan kehormatan besar buat gue memberikan nama anaknya. Hebat ga tuh....

Menurut hasil USG bulan lalu, bayinya itu perempuan. Maka gue sudah siapkan nama "Zoe Sophia" artinya hidup dalam kebijaksanaan (dalam permusyawaratan perwakilan *hahaha*) Tapi tiba-tiba postur tubuhnya berubah dan setiap perempuan tua yang dia temui menebak kalau bayi didalam perutnya itu berjenis kelamin laki-laki. Dia pun sibuk meminta nama baru dari gue. Hmmm.... koleksi nama itu sebenarnya buat bayi laki-laki yang suatu saat nanti lahir dari rahim gue.

"Tapikan gue yang mau lahiran duluan mba....." teriaknya satu malam... Ok ok... gue akan cari nama lain buat anak gue sendiri, ini buat anak dia yang lahir dalam hitungan hari... Kalau anak itu laki-laki beri dia nama "Mahatma Thilal" artinya Hujan kebijaksanaan...

Malam ini gue lihat lagi perut adik gue yang kian membuncit, siap meletus dalam beberapa hari kedepan. Semua perjuangan berat yang adik gue hadapi baik fisik maupun psikis sepertinya akan terbayar dengan lahirnya baby Zoe atau Thilal itu. Dia adalah matahari baru dalam keluarga kami. Pusat dari segala kehidupan keluarga kami yang baru, tanpa papi tanpa suaminya Lina. Nama tengahnya pun gue titipkan nama MATAHARI.

Ga sabar menanti Zoe Matahari Sophie atau Mahatma Matahari Thilal segera hadir ditengah kami. Ah punya anak juga akhirnya gue :-)

Saturday, August 09, 2008

Dosaku Ibu Bumi

Hari ini dimulai dengan beli makan siang di warteg sebelah kantor. Menunya biasa saja, mie goreng, sayur kacang panjang, plus udang goreng ditambah nasi setengah dan minumnya es teh manis. Dua bungkusan plastik hitam diberikan padaku. Sambil menyantap makanan aku mulai berhitung, inilah sampah yang tak bisa diurai tanahmu, sampah dari makananku :
1. Dua kantong plastik hitam
2. sebuah sedotan
3. plastik seperempat tempat es teh manis
4. sendok plastik
5. bungkus nasi yang berasal dari kertas coklat berlapis plastik.

Aktivitas berlanjut, aku harus bertemu narasumber ficer yang posisinya di Sunter. Beralasan panas luar biasa diluar sana, aku naik taksi. Sendirian dan nyaman dengan AC didalamnya. Dipikir ulang, egois banget yah aku ini. Berapa banyak C02 yang dikeluarkan oleh taksi itu dan tak terbayar oleh tarif 40 ribu rupiah.

Pulang dari wawancara aku memilih naik kendaraan umum, Kopaja 27. Pindah ke kendaraan umum mungkin bisa sedikit saja mengobati rasa bersalahku meski tidak memperbaiki keadaan. Kopaja 27 kebul asapnya, mengotori lingkungan padat sekitar Pademangan-Senen yang kami lalui. Sampai di terminal Senen sambung lagi dengan Mikrolet 35 yang lagi-lagi kebul asap sambil kebut-kebutan di wilayah padat penduduk di Tanah Tinggi-Johor sampai ke Percetakan Negara. Persis didepan Pom Bensin Utan Kayu, mobilnya mogok, bensinnya abis wahahahaha mampus deh.

Daripada naik kendaraan nambah dosa padamu Ibu, aku memilih jalan kaki sampai kantor sambil mampir sebentar ke supermarket beli jajanan. Walah lagi-lagi dosa yang kukerjakan. Di kantong plastik putihku ada beberapa plastik kemasan roti 2 buah, keranjang plastik buah Lengkeng. Keluar dari supermarket aku beli jus, lagi-lagi plastik yang kudapat. Gelas, sedotan dan kantong plastik.

Dosaku padamu besar sekali Ibu Bumi. Sudahlah kusumbang karbon dari kendaraan yang kutumpangi ditambah belasan kantong plastik pembungkus makanan. Maafkan aku yang tak pandai berhitung kesalahan ini, berapa yang harus kubayar untuk memperbaikimu?

Kata narasumberku, Jadilah Vegetarian Untuk Menyelamatkan Bumi. Entah bisa membayar hutangku padamu atau tidak, perbincangan dengannya hari ini sungguh menyenangkan. Barangkali aku akan berhenti makan daging agar sapi, ayam tak banyak berkeliaran dan buang kotoran yang katanya 178 kali lebih banyak dari manusia :-) pastinya butuh milyaran orang menjadi vegetarian untuk menyelamatkan bumi kan? aku cuma seciprit dari yang banyak itu hehehehe... semoga aku dan kamu bisa berdamai Ibu Bumi.

Wednesday, August 06, 2008

I Wanna Be Rich

Me : "Can money buy your idealism? "
You: "Nope, but you can't eat your idealism either."

Ketika adik gue bilang mau kuliah, serasa hidup gue sempurna sebagai kakak, sebagai orang tua. Tidak ada yang lebih gue inginkan daripada melihat dia berkembang menjadi lebih baik. Meski bangku kuliah tak akan membuatnya menjadi sempurna, tapi disana gue yakin cara berpikirnya akan berubah.

Ketika adik gue bilang akan mengajar taekwondo dari sekolah ke sekolah tanpa dibayar. Tapi nanti kalau naik sabuk ga perlu bayar ujiannya mba... well that's cool! bukan soal dibayar atau tidak. Tak ada yang lebih menyenangkan daripada melihatnya punya kegiatan positif, mengajar adalah tindakan paling mulia.

Ketika adik perempuan gue hamil, tak ada yang lebih menggembirakan buat gue dari punya seorang bayi di rumah, mendengar dia menangis dan tertawa meski bukan bayi gue sendiri. Janji pada bayi Zoe bahwa untie-nya ini akan menjaganya agar tak kekurangan sedikitpun.

Sakit rasanya ketika mimpi itu menghilang raib hanya karena uang! Maafkan gue yang ga sanggup memberikan yang terbaik untuk ketiganya, Prima, Lina and the baby Zoe. Hidup terlalu berat untuk gue, terlalu ga adil untuk semua keinginan mulia itu. Bersabar sudah, berusaha sudah, tinggal keberuntungan tak kunjung datang.

Gue merasa jadi orang paling egois, demi sebuah idealisme I became so unrealistic person. Bahwa the baby Zoe bisa saja tak tertebus di rumah sakit, bahwa Prima selamanya jadi jongos berijazah SMA. Bahwa hidup ini adalah Uang.

Gue masih mengais, menangisi rekening yang cuma tinggal 425 ribu, sementara kos belum lagi terbayar! aarrrrggghhhhh now how come you tell me that you need 300 million rupiahs for your wedding party! life is so unfair....

Sunday, August 03, 2008

The Rock cafe

Kalau saja hujan tidak mengguyur festival Kemang tentu kami ga berteduh di cafe ini. Kalau saja teman-teman ga juga memaksa kemari, tentu gue juga masih bisa bertahan dengan prinsip gue, ga mau memberi rezeki pada laki-laki yang berniat poligami kekekek... well sampai detik ini pun gue ga pernah kok ke wong solo, jadi semoga masih bisa jadi kecualian.

Anyway, gue melakukan pembenaran atas tindakan semalam, kita jajal ke cafe yang satu ini. Datanglah kami berenam dengan kondisi jaket lepek, dingin mendera karena kehujanan, masuk ke cafe milik seorang laki-laki yang ga pernah bikin gue simpatik, Ahmad Dani. First impression, Cafenya asik, im being objective now. cafenya cozy abis, lo bisa masuk kesana dengan dandanan apapun, ga perlu sok rapi atau sok highclass seperti HardRock Jakarta, bahkan HardRock Bali aja bisa sangat welcome sama siapa aja yah.

Then menu nya keluar, waks muslimin paling tahu soal surga juga jualan alcohol yah? emang boleh? bukannya dosa kalau ikutan berjualan alias mendukung orang berbuat dosa dengan meminum alkohol? kekekekek... katanya paling tau soal agama om, saya sih tidak. Saya cuma tahu kalau seorang muslim minum alkohol, sanksinya 40 hari sholatnya ga diterima, katanya sih begitu. Nah kalau muslimin taat seperti anda menyediakan alkohol, dosanya berapa banyak yah?

Kemudian musik rocknya... wah yang ini bikin bahagia lah. Semua lagu rock mulai akhir 70-an, 80-an yang Rock abesss sampai rock baru ala JET, "are you gonna me by girl?" *yes yes yes* hehehehe. Semuanya tersaji manis lewat live music SAMPAI akhirnya lo DIPAKSA mendengarkan lagu-lagu MULAN JAMEELA.... Tuhan please deh... ini antiklimaks namanya. Why oh why.... keindahan itu buyar bo. Oke lah itu cafe nya si om, tentu saja milik manajemennya mereka, tapi buat gue yang datang, bayar dan ingin menikmati musik ROCK, itu annoying banget, banget, banget.... oh well, ternyata ada yang menikmati musiknya dia sih, hanya 1 meja berisi tante, kami yang berenam, huahahhaa saling mencela saja. Kita pulang deh 01.30 pagi. Gile kalau bukan karena live bandnya keren, kita tidak akan bertahan lama disana. Salut lah buat yang nyanyi, kecuali lagu-lagu Mulan yang mengganggu mood itu. and tempatnya cozy banget, rekomended lah buat kamu yang cari tempat asik buat nongkrong sama teman-teman sambil teriak-teriak nyanyi rock 80-an.

Thursday, July 31, 2008

Bangsa Plagiat

Dulu Ram pernah ngeledek gue sambil bilang, "loh di Indonesia kan paling gampang cari segala sesuatu yang "fake", semuanya bisa di copy, ditiru. Mahasiswa ga beli buku asli karena bisa fotocopy. Mau nonton ada dvd bajakan, ya kan.

Huh gue sempat bete, karena kata-kata fake, copy itu datangnya dari orang asing. Tapi itu faktanya. Gue salah seorang pelaku pembajakan, terutama buku sekolah dan kuliah. Kalau saja harga buku di negara ini ga mahal, tentu kita juga ga main curang dengan membajaknya di tempat foto-copian kan. Ga berburu fotokopian yang murah meriah disepanjang jalan Margonda, eh Aladdin itu bagus loh wakakakak.. Kalau untuk buku, maaf untuk para pengarang di Indonesia, andai saja harganya bisa murah.... kami sangat ingin membeli yang asli.

Sayangnya kebiasaan fotokopi, copy paste itu terbawa ke ranah ide. Dengan alasan mengadaptasi cerita asing ke ranah lokal, silakan tengok sinetron Indonesia. Teman gue diawal karirnya pernah disuruh nonton puluhan DVD sinetron Korea, lalu bikin versi Indonesianya. Trend bergeser, sinetron Indonesia eh India maksudnya kekekek. Yoi, yang menghiasi layar kaca di rumah anda, yang mencekoki otak pekerja rumah tangga, ibu-ibu rumah tangga sampai Batita anda adalah produk jiplakan dari India. Yang diilangkan dari cerita India itu ya cuma nari di pohon-pohon, bergelantungan kekekek... eh yang gaya begini masih ada ding di Indosiar.. ya Ampyun... jangan sampai besok anda temukan Batita anda mejeng di pagar rumah gara-gara abis nonton sinetron ;-P

Dari sinetron, mari bergeser ke video klip. Pernah liat video klip Marcel "semusim", itu dah lama bener memang. Yang bikin Dimas Jay, pasti terinsipirasi oleh video klip Justin Timberlake yang judulnya "Cry me a river". GA JIPLAK CUMA TERINSPIRASI. wahahahaha... whatever!
Sekarang mari bergeser ke isi novel... Demam Alchemist karya Paulo Coelho yang merupakan perjalanan spiritual mencari arti kehidupan ternyata juga menjangkiti para pengarang kita. Dee dengan Akar dan Supernovanya. Maaf neh sekali lagi Insipirasi bukan jiplak... beda dong nit.. hehehe iya deh..

Trus film... man what can I say about it, you know lah. Insipirasi dari Linkin Park menghinggapi Fade 2 Black feat Bondan Parkoso, demam Coldplay nyangkut di Nidji. Nah terakhir, pagi tadi gue denger U-Fm.. oops sorry guys bukan radio sendiri neh.... ada lagu mirip banget sama lagunya Mario-Let Me Love YOu.... damn damn damn.... karena gue sudah bernyanyi ala mario yang keluar berbahasa Indonesia.... ah hanya terinsipirasi, bukan plagiat.

Oh ya kasus terbesar dalam hidup gue sebenarnya adalah kasus dosen politik gue dikampus divonis plagiat untuk thesisnya.... ck ck ck..

Indonesia mau ulang tahun neh, merayakan kemerdekaan. Tren bergeser untuk ngomongin seberapa bangganya lo jadi bangsa Indonesia. I love being Indonesian, Im proud of it. Semoga kedepan, para seniman, kreator, konseptor bangsa ini bisa nemu ide ORIGINAL, GENUINE, asli Indonesia. C'mon stop lah being plagiat. Inspirasi bisa dicari kok, Indonesia kaya dengan inspirasi. Percaya diri lah dikit... dikit aja :-)

Tuesday, July 29, 2008

Takut

Sebisa mungkin menjauhimu. Tapi kita tahu sesuatu yang kita punya terlalu kuat untuk dihilangkan. Aku selalu kembali padamu dan kamu selalu balik padaku. Untuk satu dan lain alasan.
Aku cuma takut kembalinyaku kali ini tak bisa membuatku menghindar dilain hari.

Aku takut mencintaimu... lagi

Foto


Foto ini gue ambil dari facebooknya Ucu Agustin. Keren banget. Bersamaan dengan potongan tulisan yang dibuatnya. Two thumbs up. Betapa mudah gue mendefinisikan diri dengan isi didalamnya :-(


"Aku tahu bagaimana rasanya berada di antara masa lalu dan masa kini. Terjebak dalam waktu dan membuat kita merasa mengayun tanpa tali. Rawan tapi terus dijalani. Aku pernah mengalaminya, Araki. Dan aku tahu, hal yang akan kulakukan bila dalam kondisi tersebut muncul lagi seseorang; aku pasti akan menghindar. Dan tepat itulah yang kulakukan sekarang. Aku cuma pergi sebentar. Aku ngeri jatuh cinta padamu, Araki. Dan tentu saja bila itu terjadi, aku akan menambah lagi satu masalah. Padahal sebagaimana yang telah kita sepakati, aku akan di sana selalu. Di samping Araki. Namun untuk membuat semuanya lebih mudah. Bukan untuk menggubah urusan-urusan hati, menjadi sebuah masalah yang semakin membuat gundah...."

Monday, July 28, 2008

I wanna have YOUR baby

Tahu judul lagu diatas ga? Itu yang nanyi Natasha Bedingfield. Salah satu liriknya bilang gini :

What if you knew what I was thinking?
Would it make you like "Whoa!"?
I don't wanna risk putting my foot in this
So I keep my mouth closed.

Ha ha ha, emang bener ternyata. Cowo itu sometime alergi pisan sama kata-kata bayi, apalagi kalau pasangannya tiba-tiba bilang pengen banget punya anak dari lo, hua panik yah. Ini yang terjadi hari ini sama beberapa teman cowo yang gue ajak curhat soal keinginan gue menjadi single mom. I wanna have a baby but not a husband.

Mulai dari khotbah agama, sampai ide untuk bayi tabung dari temen gue. Hmm... menarik. Ada juga yang tiba-tiba sign out begitu gue bilang "gue butuh donor. pengen punya anak neh." Waks kan ga berarti gue minta dari lo kaleee, ge-er amat. Sampai sekarang Ram juga ga balas email gue, mungkin dia pikir gue udah gila kali yah. Ah padahal gue tahu persis, bibit terbaik justru dari dia. Duh penyesalan lagi deh yang gue dapat :-( coba aja dulu...... hehehehe... ga deng.

Anyway, keinginan ini muncul bukan cuma sekali ini. Sudah sering. Dulu-dulu sih idenya adalah adopsi anak. Tapi begitu liat teman gue melahirkan bayi perempuan yang lucu, dan adik gue lagi hamil tua, pengen juga merasakan hal yang sama. Seseorang hidup didalam perut ini, menendang, bernafas dan hidup disitu. huhuhu mengharu biru, pengen pengen pengen...

Tapi harus dengan menikah yah? gue memang egois so what. Belum bisa berbagi dengan makhluk besar bernama suami. Gue mungkin siap menjadi ibu tapi ga siap jadi istri yang harus berbagi kehidupan dengannya. Boleh dong kalau gue cuma berkeinginan jadi ibu... untuk saat ini. Kebayang menyenangkannya punya seorang anak yang dengannya berbagi kehidupan, berbagi cerita, be the inspiration of life, the reason to be alive.

Semua teman bilang, punya suami saja sulit nit yang namanya punya anak. Apalagi harus menghadapi kehamilan dan kelahiran seorang diri... hmm... bisa dipahami, tapi barangkali sendiri itu malah menyenangkan :-) but right now, I just wanna have a baby... a cute little boy named Saladdin Ramy or a beautiful daughter named Lily Ruby.

Wednesday, July 23, 2008

Awet Muda?

My name is Nita and I am 30 years old. Tapi tak semua orang setuju angka sesuai dengan muka.
Pagi tadi di ruang tunggu dokter Evert. Semua yang hadir tentu saja sedang membicarakan tentang penyakit tumor payudara, saling menguatkan, saling berbagi pengalaman. Tapi ketika gue duduk di dekat mereka, semua memandang prihatin ke gue.

Mereka memperhatikan gue dari ujung kaki sampai kepala. Adakah yang salah dengan gue? Rasanya nda. Sampai satu ibu menyapa gue dengan ramah, "masih gadis, kamu sakit dek?"
"Iya bu, baru operasi bulan lalu." jawab gue.
"Ya ampun masih kecil sudah kena, tumor, kista atau kanker?"
"Tumor bu, masih jinak."
"Berapa umurmu dek?"
"30"

Mereka menatap seolah tak percaya. Cuma selang beberapa menit, lain ibu bertanya lagi.
"Sekolah dimana?"
"Saya kerja bu."
"Oh sudah kerja."

Wajah mereka prihatin seolah berkata, anak ini kasihan sekali, masih muda sudah menderita tumor. Sendirian datang tanpa saudara dan orang tua. huhuhuhhu...
Apa gue sebegitu menyedihkan yah. Tahukah anda bahwa pasien termuda yang pernah gue temui di ruang tunggu dokter Evert berusia 12 tahun?

Beberapa waktu lalu, pas kondisi gue beneran drop dan lunglai sambil menunggu dokter, seorang ibu terus menerus memperhatikan gue. Kemudian dia bilang, "kamu paling seumur anak saya. Makin muda saja pasien dokter Evert." Citra, yang ngantar gue balik nanya, "emangnya anak ibu umur berapa?" si ibu berkata, sambil terus menatap gue prihatin, "17"

Citra ngakak, gue meringis nahan sakit dan tawa.... muda amat... saya 13 tahun lebih tua dari anak ibu...

Is it because my face? my appearance? or what?
Dua tahun lalu, Peter Hille temen gue di DW suatu kali melihat gue pake kacamata dan dia bilang, "Now You Look Like Your Age." Oh my God. Apa beneran yang salah ada di gue yah.
Mestinya sih seneng aja usia 30 kira 17. Tapi kalau jatuhnya orang ga anggap gue serius karena tampilan gue seperti anak kecil, itu merugikan. Hiks secara menurut banyak orang, usia 30 adalah puncak kehidupan perempuan. Kematangan dalam karir, seks sampai cara berpikir. Hua gue sampai mana yah?

Tuesday, July 22, 2008

Memaafkan

Memulainya darimana yah. Lagi merenung hidup neh. Nita kecil tak pernah suka bergaul dengan banyak orang. Teman gue selalu laki-laki. Alasannya simple. Anak laki-laki tak suka pamer kekayaan atau sirik sama milik orang lain. Yang paling menyenangkan, anak laki-laki ga suka ngomongin orang.

Nita SMA tak banyak berubah. Masih suka main dengan anak laki-laki sederhana seperti AA dan Bambang. Tapi sudah mulai punya teman perempuan ada Ari, Astrid, Tika dan Lia. Di dekat kawan laki-laki, gue selalu merasa nyaman, jauh dari keusilan ngomongin orang lain. Sebisa mungkin kami tidak bicara keburukan orang lain kecuali masalah dilingkaran kecil kami saja.

Nita di Kampus, masih tak berubah. Hanya ada 1 teman paling dekat, Cindy. Alasannya lagi-lagi simple. Cindy lebih senang bicara tentang keluarganya, pacar atau keluarga gue, laki-laki gue dan kita. Sementara lingkaran yang lebih besar dari itu cuma bisa saling menjelekan, saling mencari kesalahan orang lain dan sebagainya.

Nita di kantor, kehidupan jadi lebih rumit. Bukan lagi soal kecenderungan sifat laki-laki dan perempuan. Di kantor gue makhluk paling comelnya justru laki-laki kok :-). Mas Iyo di MS3 dulu pernah ngajarin gue untuk bisa bikin peta konflik. Siapa saja disekitar lo yang "jahat" dan siapa yang berada di pihak lo. Ajaran dia ini paling gue benci, karena lo ga bisa berburuk sangka sama orang lain. Semua orang itu dasarnya baik, kalau ada yang "jahat" sama gue pasti ada yang salah sama gue. Tapi kemudian Bayangku selalu bilang, "Nita kau ini selalu jadi orang naif. menganggap semua orang baik sementara dibelakang bergunjing, menusuk sampai menjatuhkanmu. Orang harus pandai membaca situasi, mana lawan mana musuh. Dan tidak selamanya tentang kamu, mereka bisa jadi punya ambisi sendiri dan kamu menghalangi ambisi tersebut, sadar ataupun tidak sadar. Kamu harus disingkirkan."

Sekarang gue tahu persis kok, senyuman manis seseorang bukan berarti madu, tapi bisa jadi racun. Kebaikan orang bisa jadi kebusukan yang ditutupi. Lalu bagaimana gue bisa memilah siapa yang baik dan siapa yang jahat, sementara gue bukan paranormal, tak bisa membaca hati.

Waktu. Cepat atau lambat, bangkai itu baunya menyebar. Cepat atau lambat, orang akan kegerahan bersembunyi dibalik topeng kebaikannya lalu dia akan mencopotnya. Sampai saat itu tiba, gue hanya perlu menjadi gue, menjaga kejujuran semaksimal mungkin seperti mandat babe. Dan ketika kebusukan itu terkuak, yang harus gue lakukan... memaafkan.

Jangan khawatir kawan, aku sudah memaafkanmu ;-)

Monday, July 21, 2008

Namanya Pien Tze Huang

Sejak hari ketiga operasi bunda sudah mengingatkan gue untuk membeli obat cina yang katanya manjur banget buat menghentikan pendarahan dan mengeringkan luka. Jawaban gue waktu itu, ga mam, ga bisa dipertanggungjawabkan, ga bisa diklaim kantor mengingat harganya yang ga tanggung-tanggung 290 rebu rupiah untuk 1 kotak obat yang diracik jadi 6 kapsul.

3 hari setelah pendarahan, bunda sms lagi "kamu itu susah bener sih dibilangin, beli obat cina itu. Kapan mau sembuh kalau kamu bandel kayak begini. Percaya dong sama orang tua." Lagi-lagi jawaban gue saat itu, nanti dulu mam. Aku lagi dalam pantauan dokter, masih minum obat dokter yang buanyak ini. Nanti kalau obat cinanya kontradiktif sama obat dokter gimana? repot mam.

Hari ke-29 setelah operasi, dokter masih mengotak-atik luka gue. Dia bilang masih ada cairan yang harus dikeluarkan dari toket gue. Berhubung ketika kedua tumor diambil meninggalkan lubang yang diisi cairan darah. Tadinya kami pikir cairan itu akan tersedot lagi oleh tubuhmu, ternyata tidak dan dia memilih keluar. Sekarang masih ada sisa didalamnya. Sabar yah.
Gue tanya, sebenarnya ada ngga sih obat yang bener-bener bisa menghentikan pendarahan ini sekaligus mengeringkan lukanya? Saya cape dok kudu bolak balik ke dokter 2 kali seminggu begini dan terus-terusan khawatir. Jangan-jangan luka saya tidak akan pernah sembuh.
Dia bilang, maksudmu mau coba alternatif?
Gue jawab, kata ibu saya minum obat cina bisa jadi manjur dok. Pien Tze Huang.
Dokternya bilang, ah saya juga pernah jajal obat itu dan memang manjur. Kamu coba aja, Rabu kita ketemu lagi.

Yah dokter, kenapa kaga dari kemarin-kemarin sih dia saranin itu. Mungkin karena profesinya tapi dokter gue itu emang asik banget. Doi ga percaya sama antibiotik, dia bilang tubuh manusia itu pintar, dia akan mengatasi sendiri masalah yang terjadi. Sayangnya body gue ga sepintar dokter bilang, butuh senjata ampuh selain plester dan kasa.

Siang itu juga gue ke apotik jatinegara yang ternyata jualan obat Pien Tze Huang itu. 290 rebu rupiah, diracik dalam 6 kapsul, diminum 3 kali sehari. Hari ini, kasa itu sudah tidak berdarah lagi.... Hore hore.... semoga beneran berhenti dan gue bisa kerja dan hidup dengan tenang lagi...
Bukan sulap, bukan sihir, cobain aja sendiri kekekek... satu lagi, jangan suka membantah orang tua, ga ada orang tua yang mau ngejerumusin anaknya toh kekekekek.... maafkan aku bunda.

Monday, July 14, 2008

Kesel

Mestinya gue bisa bicara soal toket gue sama temen-temen cewek gue yang selama ini biasa ririungan, hang out bareng. Tapi kali ini ga ada satupun disamping gue untuk sekedar kasih support boro-boro bantuin ganti perban.

Iya gue ini orang paling mandiri. Tapi ganti perban itu bukan perkara mudah, gue ga bisa ngerjain itu sendiri. Pergi ke gawat darurat will cost me 55 rebu cuma buat ganti pembalut dan perban. Irvan sama Dallas pasti senang hati ngebantuin ganti perban, ya kan. But mereka lelaki, bukan muhrim kekekek...

Ada eci yang akhirnya ngebantuin gue ganti perban. Lagi-lagi Eci. Padahal ada banyak temen cewe gue yang biasa ha ha ha hihihihi, pas hang out. Apa kalian sudah lupa aturan tidak tertulis kita "kalau kawan lagi senang, boleh kita tak ada, tapi kalau kawan susah, kita harus hadir disana." oh well, penyakit gue ga bikin mereka concern tuh. Mungkin karena dianggap ga akan membuat gue susah kali yah. Beda kalau urusannya soal cinta, laki-laki atau pekerjaan.

Apa gue pernah ga hadir saat kalian butuh kawan? bikin sedih aja.

Friday, July 11, 2008

Setelah Operasi

Sekecil apapun operasi tumor payudara yang dilakukan, bukan berarti tidak berdampak. Ini pelajaran penting yang gue dapat selama proses pasca operasi. Ga ada terapi apapun hanya obat dari dokter. Tapi bukan disana masalahnya. Setelah operasi beberapa hal harus lo perhatikan :

1. Jangan pernah lalai memakai bra yang sangat amat ketat. Sama seperti luka lain yang perlu ditekan agar daging merapat, agar luka tidak terbuka. Nah untuk satu ini gue sempat lalai akibatnya bleeding parah seminggu setelah operasi. Sekarang gue terpaksa sesak napas karena ukuran lingkar badan berkurang 2cm dan tali kekang sangat kencang. Sakit iya, sesak napas iya. Tapi demi kebaikan gue hari ini, terpaksa semua dijalani.

2. Jangan terlalu banyak bergerak. Yang namanya abis diobrak-abrik bagian badan lo, tentu berdampak pada fisik, jadi lemah. Yang terbaik sebenarnya bed rest. Tapi gue ga bisa, karena kerjaan bertumpuk. Ini yang harus lo siapkan sebelum operasi, selesaikan semaksimal mungkin pekerjaan lo. Sekencang apapun bra lo, tetap aja fisik lo belum bisa normal seperti sebelum operasi. Percaya lah, bed rest setelah operasi obat paling cepet penyembuhan. Dont do something stupid like I did.

3. Banyak makan sayur dan buah. Dokter selalu menyarankan ini supaya bengkak bisa cepat kempes.

4. Cerewetlah sama dokter lo. Apakah lo jenis orang yang ga gampang sembuh dari luka? apakah kulit lo sensitif terhadap plester? well ini yang kurang gue lakukan. Akibatnya, gue baru tau kalau kulit gue sensitif plester warna putih yang tipis itu. Iritasi deh jadinya. Belum lagi kulit gue itu manis darah kata orang, ga gampang sembuh dari luka. Gigitan nyamuk aja bisa jadi koreng dikulit gue. hiks.

5. Siapkan kejiwaan lo pasca operasi. Lo bakalan gampang down begitu menemukan masalah di bekas operasi. Itu yang terjadi sama gue dalam 3 pekan terakhir. Sempat kesal sama diri sendiri, menyalahkan diri sendiri, sampai gue bilang "I'm Tired of my life. Im sick of it." Muak sama obat-obatan yang dikasih, jijik sama plester yang nangkring di toket. Sampai berpikiran, anjrit I'll never be the same again. It wont be same again. Apalagi kalau denger dokter gue bilang apa "Nita, cuma Tuhan yang tidak meninggalkan bekas." HUKS

6. Cari sebanyak-banyaknya dukungan moril dari sahabat, keluarga atau pasangan lo. Yang pasti saat down jiwa lo, mereka ada disana untuk supporting lo. Saat lo lupa minum obat, mereka ada disana mengingatkan lo.

Untuk itu semua gue sangat beruntung berada diantara orang-orang yang sangat sangat baik. Mereka ini orang-orang yang tulus sayang sama gue. Kalau bukan karena para sahabat gue, I wont be as strong as I am now.

Thank you buat ban bajaj gue, Irvan dan Dallas, yang berhari-hari nemenin gue, iya las, masih ga boleh gendong kucing, takut "tekoet" kekekek. Buat Eci dan Citra, yang gantian nemenin gue ke dokter huhuhu. Kalian baik sekali. BIG HUG to you all.

Semoga berguna pengalaman gue ini buat lo yah :-)

Hue Hebat!

Ngga nyangka manajemen Ancol rajin bener nyari kritikan dari konsumennya. Neh gue dapat jawaban dari manajemen Ancol soal postingan Shuttle Bus itu :
===================
Dear Nita Roshita,

Kami atas nama manajemen Ancol menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yg saudari Nita alami.

Sebagai informasi bahwa shuttle bus yg ada adalah khusus utk Police Academy, utk Shuttle Bus yg dimaksud oleh Saudari Nita saat ini belum tersedia di Ancol, sebagai informasi mengenai shuttle Bus saat ini masih dibahas oleh Manajemen kami untuk mekanisme implementasinya sehingga konsumen dapat puas dengan pelayanan kami.

Atas kritik & saran saudari kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Manajemen Ancol
================

Plok plok.... hebat euy, begini baru mantab. Langsung ditanggapin. Wah senangnya. Ga jadi kesel deh sama Ancol ;-) ngomong-ngomong itu Shuttle Bus yang beneran kapan mau direalisasi. Cape gila jalan dari terminal busway ke pantai carnaval... jauhhhhhh....

makasih balik yah ancol buat tanggapannya :-)

Saturday, June 28, 2008

Ancol? Ga Banget

Ancol ga ramah buat anda yang cuma bermodal kaki, tanpa motor apalagi mobil.
Sore ini gue dan Mey terjebak nyaris 1 jam cuma buat nungguin SHUTTLE BUS yang katanya bisa mengantarkan kami ke terminal busway yang jaraknya 2 km dari pintu gerbang pantai Carnaval.

Bus pertama datang..... "pak stop pak", gue teriak... ih ga berhenti loh. Tulisannya besar besar, SHUTTLE BUS ANCOL, POLICE ACADEMY, shit... sama sekali lempeng aja.

Tiba-tiba polisi jaga diseberang jalan berteriak... "pindah ke halte mba, dia ga berhenti kalau ga di halte." Oh baiklah, kami bergeser kemudian. Duduk manis bermenit-menit sampai Shutle bus berikutnya muncul.... "OI berhenti oi.." ga juga loh. Tae... mulai panas dong. Yang paling bikin kesel adalah Bus itu bertuliskan SHUTTLE BUS ANCOL, mau dia cuma masuk ke police academy kek, mau cuma sampe toilet kek, HEY kami ini konsumennya anda, hargai dikit dong. Kami masuk ke Ancol sama bayar dengan mereka yang lain, 12 rebu rupiah!

Petugas patroli itu minta kami nunggu diseberang jalan menuju ke arah pantai carnaval, tau-tau bus datang lagi, GRATIS gede tulisannya, Ya iyalah kudu gratis, bego. Begitu kami naik dan sudah duduk manis, supirnya bertanya," mba pada mau kemana? masuk ke carnaval?". Oh ngga, kami mau keluar dari Ancol. "Wah kami ga muter mba, ini bus terakhir dan cuma sampe carnaval."

Cakeup.... semua orang nengok ke arah kami dong yang langsung turun dengan muka jutek.
"That's it Mey, jangan kayak orang susah, kita naik taksi. "
"Bukan begitu mba Nit, ini kan tanggungjawabnya mereka (ancol-red), mestinya mereka kirim shutle bus seperti yang dijanjikan dong. Ini kan baru jam 6.30 belum jam 7 malem. Harusnya masih ada 2 lagi lah busnya. "
"Mey, ikut sama gue atau lo nunggu sampe bego tuh bus kacrut. Sudah lah, kita pulang pake taksi. Ini kali terakhir gue masuk Ancol, ga akan lagi! "

Gue remas bola anti stress gue, Tae ancol ngehe. Ga lagi-lagi masuk kemari kalau cuma bermodal kaki!

Thursday, June 26, 2008

Be OR Not To Be Yourself

Im not being myself yesterday nor today. It's not easy when you HAVE to be someone else. But this is what they said by being " compremised" with work, your social-life and to yourself. I dont like when I am not being ME and I am not HAPPY!

"Look at you now Nita, you are a woman not a girl anymore."

Damn yeah I am a woman, a 30 years old Woman! naturally a woman. Just because I love my jeans and t-shirt doesnt mean I turned myself into a boy. I am a woman! and just because I dont like my make-up, doesnt mean I stop being a woman.

Hell not!

Gosh, I just wish I can be Me again. Jeans and T-shirt with my sneakers shoes, holding my recording stuff and catching some stories on the field again. Travel around the world and write everything that I like to write. I just want to be HAPPY. Let me be ME.