Thursday, November 20, 2008
kenapa ngeblog?
hmm... februari 2005, garagara citra gue bisa punya blog. dia juga yang bikinin blog ini sebenarnya. alasannya sederhana banget, kata citra daripada gue curhat, nyerocos aja, sayang ga ke arsip, jadi mendingan curhat di blog. alasan yang paling masuk akal toh.
lalu mau cerita apa di blog yah? tengs to yan yang pernah menghancurkan hati gue berkepingkeping ha ha ha, drama queen banget ga sih, gue akhirnya punya bahan untuk ngisi blog. ini bukan blog seserius para pengamat media, atau jualan online. blog ini benarbenar blog curhat. yan jadi subjek utamanya, silakan aja buka di bulan-bulan februari-maret 2005. yang paling berkesan tentang cerita yan adalah soal secangkir kopi cappucino, 99,9 CNJ dan sekeping hati buatmu.
sejak punya blog ini juga tementemen sma gue mulai mengenal sisi lain dari gue. mereka bilang gue bisa juga puitis, ya ya ga sehebat para penyair itu tentu saja. ini semua cuma cerita jujur dari hati selalu tentang seseorang. lo tahu ada berapa lelaki yang gue ceritakan di blog selama ini? hmm... 8!. tapi berapa nama yang kesebut? cuma 2 ha ha ha, yan dan ram.
blog ini tak melulu soal cinta pastinya. ada cerita soal pornografi ketika seorang pendengar pernah memaki bahkan mengancam ketika gue menentang UU porno. ada review dikit soal film, musik, para sahabat, keluarga dan sebagainya.
ketika bicara soal cinta, sebuah cerita masih gue simpan. gue pernah dimarahi ram dengan sangat ketika dia mengetahui namanya pernah gue tulis lengkap, bahkan dengan foto. dia bilang hal itu akan mengganggu masa depan kami masing-masing, "what if your future husband jeolous of me or my future wife sees your blog." what a stupid what if ha ha ha. tapi akhirnya gue hapus semua nama dia dan tertinggal ram. sial gue masih sayang sama anak kecil ini :-)
seorang teman juga pernah ngeledek karena gue memulai hari kerja gue dengan mengisi blog dan bukan kerja ha ha ha. well well well... sedikit kebebasan please. gue bakal balik kerja dengan baik setelah mengisi blog :-)
ada larik sakit hati, ada cinta tertumpah, ada marah tersalurkan, ada senyum, ada tawa dan yang terpenting, ada kamu... teman yang setia membaca, teman sekilas lintas, terima kasih buanyak. lebih bahagia karena saya bisa berbagi rasa dengan anda lewat tulisan ini. tenang saya akan terus menulis sampai jemari ini lelah atau rasa sudah tiada :-)
Tuesday, November 18, 2008
selamat berlalu
berusaha membekukan hati yang kutahu tak akan guna
aku kehilanganmu
memutar kembali cakram memori,
saat kamu di hari hari berjalan bersisian
meski bergandeng hatimu jauh dari sentuhku
dan aku jelas kehilanganmu
aku hanya membendung rasa yang siasia
hingga hitungan jam aku masih keras kepala
biarkan saja semua berlalu lewat waktu
aku sudah kehilanganmu jauh sebelum kau tahu
-untuk sahabat dan cinta-
Sunday, November 16, 2008
purnama berlalu
ketika kamu genggam erat jemari kiriku sementara kananku sibuk menahan seloyang pizza dipangkuan. ketika kamu sibuk bertanya mengapa masih dia dihatiku dan aku cuma bilang, bukan cinta tapi benci. kamu buang perhatian pada pandangan kelam diluar taksi kita dan diam sementara genggamanmu masih kencang dan hangat.
taksi itu meluncur membawa kita membelah jakarta dari satu sisi ke sisi lain. kamu sesekali memandang wajahku dengan pertanyaan dalam diam yang sama.... aku diam dan bergumam di hati, "harusnya kamu paksa saja aku untuk menerimamu. sedikit paksaan dan kita tentu akan bersama, kamu tentu bisa menepis benci ini dan menggantinya dengan cinta." sayang kamu tak lakukan itu.
kurasa kita samasama angkuh untuk mengakui rasa yang ada. lagi, aku merasakan desahan panjang nafasmu malam itu. "bodoh, peluk aku.. bantu aku melupakannya," sayang tak kukatakan itu.
sebelum taksi menikung kiri di matraman, kamu sedikit menarik jemariku. wajahmu tiba-tiba berseri memandang langit, "purnama nit."
dan bodohnya aku, "so? kamu bakal berubah jadi warewolf gitu?"
arrrgghhh, sebuah jitakan mendarat di kepalaku... "perempuan kok ga ada romantis romantisnya, pantas diputusin!"
:-( itu enam tahun lalu, sumpah bodoh, aku belajar keras untuk jadi romantis. kembalilah kini, purnama itu tak akan berlalu lagi dari hatiku.
Thursday, November 13, 2008
kangen adrenalin
gue butuh adrenalin itu. gue merindukan ancaman, gue merindukan bencana. gue sinting barangkali. ketika harus berangkat ke thailand selatan, ke pattani, gue siap mati. kalau memang cuma sampai sini hidup gue, pengen rasanya menikmati setiap udara yang keluar dari paruparu. ketika andrew dan philip kena bom di yala, damn! i wasnt there. mereka menyuruh gue pulang ke bangkok hanya beberapa jam sebelum kejadian. gue melewatkan moment itu. gue hanya merasakan ancaman ketika berada di remote area di yala, ketika tak ada sinyal telepon, ketika hanya terlihat pos-pos penjaga tentara thai disepanjang jalan dengan jarak yang pendek satu sama lain. gue jadi terbiasa melihat mayat diusung, entah mati karena bom, entah sakit. adrenalin yang muncul dari kekhawatiran itu justru membuat gue merasa hidup. gue kangen rasa itu....
gue kangen rasanya terancam seperti ketika meliput bisnis kotor seorang konglomerat di sultra. seorang kawan di bom halaman belakang rumahnya, gue masih disana. melewati 2,5 jam perjalanan dengan perahu tongkang selebar badan terapung di laut menuju pulau judi itu, tanpa bisa berenang tentu saja. dijaga ketat hotel gue oleh kawan-kawan lsm karena mereka khawatir gue bakal dihajar anak buah sang konglomerat. "gue takut mati yan,"sms itu sempat gue kirim ke seorang kawan. ketika polycarpus menunjuk ke arah hidung gue, "saya kenali kamu," cuma karena berkali-kali gue mengincar dirinya diawal kasus Munir, hue ada getar di hati gue. takut, iya.
gue kangen adrenalin. please dont let me die in this box. need to get out there and take some action! i am still good, im sure i am!
Wednesday, November 12, 2008
air mata jagoan
bond boleh tidur dengan perempuan manapun karena dia laki-laki yang penuh pesona. bond boleh terluka tapi bajunya ga boleh kusut hehehe, lihat deh adegan dia pas terjun dari pesawat kemudian masuk kedalam bendungan rahasia Green Company, atau setelah dia sibuk menghajar para lawannya, meski kemeja putihnya berdarah-darah tapi tak satupun bagiannya menyembul keluar dari celana panjang hitamnya.... hebat kan!
bond di Quantum of Solace memang lebih manusia, lebih mirip bourne ultimatum, berani kotor, berani luka, adegan berantem yang real, lompatan di atas rumah meski tak sesempurna jet lee atau jackie chan. bond pun boleh menyimpan dendam atas percobaan pembunuhan M, boleh patah hati karena dikhianati vesper, tapi muka harus tetap dingin... daniel craig memang cocok banget untuk ini.
tapi, bond HARAM menangis! "jagoan ga boleh nangis." inget dong kata-kata ini yang selalu dititipkan orang tua, terutama ibu ditelinga anak lelakinya yang sudah mulai meringis, entah sakit, entah sedih... jagoan ga boleh nangis... dan bond tak menangis di film itu
air mata yang keluar ketika kawannya mathis mati tertembak hanya setitik, keluar tanpa perasaan, keluar dari botol Insto atau Rohto yang sering dipakai para pemain sinetron kita. setelah itu selesai.
bond akan tetap jadi lelaki sempurna kok meski menangis, bond tetap jagoan meski air matanya mengucur karena sedih atas kematian teman atau saat patah hati. asal tak berlebihan seperti tangisan andy lau disemua filmnya, atau baim wong di semua sinetronya. ah, mestinya adegan sedih itu sama sekali ditiadakan saja dari film itu, lalu biarkan bond apa adanya bond, mesin pembunuh berdarah dingin.... tapi percayalah air mata justru akan membuat bond lebih manusia. he deserve to cry :-)
Tuesday, November 11, 2008
mohon izin bu
gue dan septa diajak ikut rapat karena kantor lagi-lagi punya kegiatan tanam pohon, sejalanlah sama keinginan provinsi. ruangan yang cuma sebesar 4x6 meter itu penuh sesak, saling berebut bangku, walhasil gue terjebak diantara rombongan ibu-ibu dharma pertiwi.
bla bla bla.. pak jaja berbusa menerangkan pentingnya keikutsertaan para ibu untuk membantu menyebarluaskan kegiatan tanam pohon, atau lebih tepatnya dinas kewalahan menyebarkan puluhan ribu bibit pohon yang harus ditanam. untungnya ada kami hue hehehe, masa sih ;-). anyway sampailah pada pak jaja menjabarkan bibit apa saja yang tersedia untuk disebar, tiba-tiba ibu disebelah kiri gue bilang begini, "mohon izin ibu, saya pikir kita harus menghubungi cabang terlebih dulu bla bla bla.."
what! hari gini lo ngomong masih harus minta izin? tentara banget sih.... kebayang ga sih kalau si ibu sebelah kanan gue bilang, "saya tidak izinkan kamu ngomong." huhuhu sakit hati pastinya. anjrit gue berada diantara para istri tentara gini, lo diskusi aja kudu pake komando dulu huhuhu... mengerikan.
lagilagi, "mohon izin bu, saya boleh tahu nama dan nomor telepon ibu?" dan ibu sebelah kiri gue menjawab," mohon izin bu, nama saya ibu Bambang bla bla,"
gubrak! sudahlah lo ngomong kudu pake izin, lo juga bahkan ga berhak atas nama lo sendiri? kenapa sih ga bilang, nama saya nita roshita, tanpa menyebut nama suami lo. kan bukan suami lo yang sedang ada di rapat ini, bukan suami lo juga yang bakal turun mengerahkan ibu-ibu untuk tanam pohon. arrgghhh, gemes banget gue ada di rapat itu kemarin
kebayang ga sih kalau mau bercinta sama sang suami apa yang akan dibilang, "mohon izin pak, bisakah kita bercinta malam ini?" huahahaha....
sekitar 15 menit kemudian, gue tenteng tas keluar ruangan, "mohon izin pak jaja, saya mau ada rapat lainnya." huhuhhu tentara banget sih.
Monday, November 10, 2008
penekat
sejak akhir pekan kemarin gue membaca ulang Shanghai Baby. gue terkagumkagum sama Nikky, perempuan yang jadi tokoh utama di novel itu. dia bukan perempuan manis dengan hidup yang serba sempurna, justru sebaliknya, dia seorang penekat.
gue berharap bisa senekat nikky yang meninggalkan karir jurnalisnya hanya untuk menulis, kemudian menjadi pelayan disebuah kafe, bertemu dengan banyak orang yang menjadi inspirasi tulisannya. jatuh cinta pada seorang impotent yang justru mengajarinya cinta dan ciuman yang sempurna jauh dari nafsu, selembut kapas sedalam cinta itu sendiri. lalu tak sungkan mengakui diri akan kebutuhannya untuk seks, mendapatkannya dari kekasih lain. hidup yang dianggap orang penuh kegilaan, tapi buat gue nikky berani hidup untuk dirinya sendiri dan cintanya pada tian tian si lelaki impoten.
lalu lo akan berpikir apa gue mau punya kekasih impoten? ya ga lah. gue ga kesana berpikirnya, gue cuma pengen senekat nikky. cuma itu... keluar dari rutinitas, mengejar apa yang gue mau tanpa peduli resiko yang bakal gue hadapi. tapi sayang, gue terlalu banyak berpikir, selalu ada hal yang membatasi untuk jadi diri sendiri.... please help, somebody?
Friday, November 07, 2008
gundahku
kemarin berteriak meminta cinta datang, sekarang datang saat tak tepat. haiya, cinta tak kenal saat, dia bisa datang ditengah kesibukan, tibatiba hati ini bergetar, perut mulas dan isi kepala berpencar. gundah....
duh... coklat... tolong aku hentikan gundah, kekacauan pikiran dan hatiku. duh cinta, berhentilah sejenak menggangguku. sembunyilah cinta sesaat, dibalik 108 lagu yang sedang bergaung ditelingaku. teh pahit didepanku pun tak banyak membantu, duh coklat tulungggg...
cinta, tulung hentikan... perutku tak tahan mulas, hatiku tak tahan sakit, kepalaku berputar. jiwaku merindumu cinta... sangat hingga kepalaku penat. teriakpun tak akan membawa cinta padaku.. sial cinta, aku menginginkanmu malam ini, bersamaku, memelukmu sampai pagi. aku sakau padamu.. sakit...
ngartis jo :P
beberapa hari lalu eci minta nama temen gue yang bulan september fotonya masuk di U-Magazine. ketika itu dia sedang menghadiri sebuah pagelaran busana. ga ada yang salah sama foto itu sebenarnya tapi ada yang salah dengan pergaulan diantara pertemanan. tiba-tiba saja kawan gue yang lain bilang, sifat anak itu sudah berubah seratus persen nit dari sejak kita kenal. belum lagi mas ade yang selalu bilang, anak ini selalu bisa membuatku jengkel. sikapnya sama gue sih, sejauh ini baik-baik aja. atau barangkali gue aja yang terlalu cuek sama laku orang lain :-). sampai ketika eci minta gue nelpon dia untuk satu kebutuhan, tiba-tiba perut gue eneg. apa bener yah dia menyebalkan seperti kata temen-temen? gimana kalau dia menolak telepon gue, gimana kalu kalau yang lain bla bla bla... norak! sumpah, dia bisa saja baik dan tidak ngartis seperti kata temen gue. yo wis lah, toh eci juga ga butuh butuh amat akhirnya.
inget juga cerita temen tentang seorang aktivis yang setelah "ngetop" lantas berubah sikap. kemarin dia pasti butuh kami, radio, untuk bersuara, meminta dukungan dan sebagainya, giliran sudah "ngetop" taelah sikap ngartisnya bikin eneg. susah sekali sekarang dimintai pendapat by phone dudududu.... sudah lupa masa susah dulu yah.
ah untungnya gue masih punya mas dono dan evan yang mesti selebritas tapi ga ngartis tuh. mas dono masih juga menjemput, curhat dan sebagaiya, ga ada yang berubah meski intensitas kami bertemu jelas terpotong kesibukan masing-masing. evan apalagi, peduli setan orang bicara apa tentang sobat gue yang satu ini, toh dia tetap teman baik buat gue. tetap ada ketika gue butuh kawan untuk menghentikan tangis.
malam tadi di tugu proklamasi, gue dan eci saling berjanji, kalau diantara kami "ngartis" tolong kami dijitak kekekek, tulung gue diingetin tentang masa susah bersama dan senang bersama. saat curi waktu untuk nonton sebentar ke Megaria sebelum balik kerja, atau sekedar minum kopi di bakoel atau nongkrong bareng di TIM. tapi gue kegeeran ga sih, haiya kapan bisa ngetop wong selama ini selalu berjuang dibelakang layar hehehe... ya kalau begitu saya memang tak pantas jadi artis, apalagi ngartis kekekek
Wednesday, November 05, 2008
menghapus memori
gue ngakak sambil nanya, lo yakin mau ngelupain semua hal dalam hidup lo dan mengisi otak dengan hal baru? yakin mau ngilangin kenangan manis sama para mantan lo dulu?
irvan cuma bilang, "iya juga yah, yakin ga yah?"
meski dibayar ratusan juga rupiah, gue ga akan mau melepas memori begitu aja. hidup gue indah, kenangan gue manis. seperti espresso yang super pahit tapi selalu meninggalkan manis di ujung lidah, sedap aja rasanya :-) begitu juga dengan kenangan-kenangan yang ada di hidup gue.
kenangan itu seperti buku, yang biasanya gue simpan rapi, disampul plastik, ditaro di lemari berkaca, gue kagumi kadang lalu dibaca ulang ketika rindu. gue berusaha mengingat isi buku itu satu persatu, dan ketika nyaris lupa, entah kenapa gue merasa harus membacanya kembali. gue takut lupa.
tapi kalau bekas pacar lantas lupa bagaimana rasanya? hehehe mungkin ga akan semudah buku yang bisa gue baca ulang. masa begitu aja gue bilang, mau ciuman sama lo dung, lupa rasanya neh ha ha ha... meskipun iya yah kadangkadang gue pengen banget dengar lagi suaranya, liat lagi mukanya bahkan ngerasain lagi bibirnya huhuu maaauuu
anyway, not in the million years gue mau mengosongkan isi memori yang ada. ditambah boleh, dihilangkan jangan. bagaimanapun kenangan yang bikin gue belajar banyak tentang hidup. kenangan yang bikin hidup ini berwarna, merah kadang, biru kadang bahkan hitam. indah nian. so irvan, please jangan diapus memori lo karena ada gue didalamnya bodoh! masa lo mau lupain gue sih, bego.
Tuesday, November 04, 2008
Dunia 30
kemudian dia membawa gue di hari terakhir 20-an, april lalu, di Bali. seingat gue tak ada yang membuat gue gundah kecuali "feel so lonely", merasa sendirian. ketika melihat kedua sahabat gue jungkir balik tempat tidur sambil berbincang seru dengan suami masing-masing, ya gue sedih, gue iri. di bali yang satu jam lebih cepat membuat usia gue juga lebih cepat berubah ha ha ha. lola bingung mengucapkan ulang tahun, waktu jakarta atau bali neh. selain perasaan kesepian, gue rasa tak ada yang gue sesali berada di usia 30.
keriput dini, hmm belum ada tuh. eh bener, boleh sombong lah gue untuk urusan awet muda kekekek. karena memang gue belum punya keriput. barangkali karena gue nyaris pupus lah hubungan dengan bahan kimia dalam make up perempuan, kecuali acara kawinan, muka gue polos tanpa dempul. penampilan gue masih sama, jeans, t-shirt dan sendal gunung. tapi karena sekarang lebih sering ketemu orang, yah sedikit berubah lah, menyesuaikan dengan kondisi. selebihnya ah, sendal gunung Reebok gue tetap yang terhebat lah.
karir? love my job, hate my job.. its like a wave... tapi bagus lah. nah pencapaian 30 gue itu justru ada di Zi. dia adalah hadiah terbaik buat gue. zi become my everything, everybreath.
usia 30-an lagi-lagi tak terlalu buruk untuk dijalani. dijemput saja datangnya dengan gegap gempita. kita akan lebih dewasa dalam bertindak, berpikir dan berkata dari kemarin-kemarin. berpikir mulai jauh kedepan. tapi yang sedang gue hitung sekarang, sisa hidup gue berapa lama lagi yah? dan mau apa di sisa waktu itu? melepas kesepian pastinya, selebihnya masih ingin keliling dunia, bersama cinta... taelah :-)
penjilat, penjahat dan pejabat
di usia yang katanya "dewasa" ini, gue sudah bertemu banyak orang dan selalu saja terkejut tiap kali menemukan topeng-topeng lain dari wajah orang di sekitar gue. manis, tersenyum ramah tapi busuk di hatinya. barangkali dia akan mengumpat agar gue cepetan mampus sambil menyalami gue untuk sebuah keberhasilan kecil saja. tapi kan berburuk sangka itu tak baik yah... jadi terima kasih untuk ucapannya.
dilain cerita, temen gue terkejut ketika melihat seorang ajudan membersihkan sepatu kotor seorang pejabat, sambil menunduk. lewat handie talkie nya dia nyaris menjerit berteriak pada gue menceritakan adegan tersebut. dalam hitungan menit si ajudan bertindak layaknya pejabat saat bicara pada gue, memastikan semuanya baik-baik saja untuk sang pejabat. haiya, situ pikir gue bawahan lo.
penjilat itu ada di kiri kanan kita kok, take a look closer to someone next to you, tapi oke lah mari berbaik sangka bahwa yang dia inginkan adalah keselamatan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. sayangnya jilatan itu hasilnya adalah beban untuk orang lain. dalam tiga profesi itu gue yang mana yah? bisakah gue jilat pantat orang kekekek, translatan bebas dari can I kiss someone else ass? atau bahasa sundanya, "ngaletak ka luhur" ngejilat ke atas, rasanya tak bisa. insyaallah gue tetap jadi orang yang jujur sama diri sendiri, bahkan tak bisa memasang topeng manis saat marah, tak bisa bersembunyi dibalik manisnya kata. nah karenanya juga gue ga mungkin jadi pejabat yang selalu bisa memasang senyum. ah barangkali gue memang seorang penjahat :-)
Monday, November 03, 2008
kapan kawin?
ga ketelen loh mie instan mentah yang diremas pake bumbu-msgnya yang bakal bikin gue mati muda itu. waks, serius neh mami nanya hal itu, lagi, setelah sekian lama tak bersuara soal pernikahan.
"mami sayang, kalau makhluk lelaki itu ada didepan gue, pasti bisa gue jawab, mungkin besok, bulan depan, atau tahun depan. lah makhluk itu aja masih gaib buat gue mam. ga ketahuan siapa."
mami cuma senyum senyum. gue bisa membaca kekhawatirannya soal masa depan gue dibalik senyumannya, yang paling gue takutkan adalah kekhawatirnya itu bikin dia menangis. weits mami memang bukan perempuan cengeng, seumur hidupnya jarang banget gue liat dia menangis, bahkan waktu tersakiti papi sekalipun. tapi kalau sampai dia nangis karena pengen gue kawin, duh bisa cap cip cup kedebong busuk, main comot sapapun lewat gue euy. bisa-bisa gue lamar semua temen gue yang "single"
ah mami kalau dengan kawin gue bisa bikin mami bahagia, ya, besok pun gue bisa nikah dengan siapapun yang mami mau. apa susahnya bikin anak lalu menjalani sebuah perkawinan. tapi kalau mami pengen gue bahagia, maka bersabarlah. gue memang tak lagi mencari tapi bukan kemudian berhenti berharap. one day maybe will come my prince charming, oops yang charming sih dah ada, but he is not my prince.. like always cinderella got the best one!
sempat terpikir bagaimana kalau gue cari gay yang mau nikah demi orang tuanya, demi status. well itu kan jadi win-win solution ha ha ha. kami berdua bisa menyenangkan orang tua masing-masing demi status "nikah". tapi gue tahu pasti bukan itu yang mami inginkan buat gue.
"jangan sampai menikah karena terpaksa ya nit." kata mami sambil mengelus kepala gue. huaaaaa mami, jadi gue yang nangis... yang gue inginkan cuma bikin mami bahagia dan menikah dengan penuh cinta tentu membawa bahagia buat gue sama mami. tapi mi, cinta saja tak cukup buat menikah, karena setia dan cinta tak ada kaitannya ternyata... nah mencari suami yang setia jauh lebih sulit dari sekedar gue cinta... alah... mami pasti makin pusing.
gue yakin, sebulan dari sekarang mami akan kembali bertanya, "kapan kawin nit?" dan gue akan jawab, tunggu calon suami yang setia mam. ha ha ha ha makiiinnn jauuuhhh :-)
Thursday, October 30, 2008
kembali
hati ini sudah siap kuberikan padanya dengan semua resiko yang harus kutanggung
tak bisa kamu hentikan rasa dan berlalu dari hidupku
sial, barangkali aku yang tak pernah bisa melepasmu
ada ruang yang kurasa bukan cinta,
sebut saja rasa yang lain, tapi sungguh ini bukan cinta
sebentar marah sebentar rindu
bahkan aku masih mencium baumu
dari dulu kita cuma bisa menggantung rasa lewat waktu
dan nyata kamu yang tak bisa menunggu
kalau cinta itu hanya milikku lalu kenapa dengannya kamu bersatu
sial, aku memang tak pernah bisa mengukur rasamu
Wednesday, October 29, 2008
Kemping Pertama
sepanjang malam, gue jadi bulanbulanan anakanak gunung itu. Alfred mengkasihani gue yang ga pernah ngerasain indahnya berpetualang di gunung. tapi pas dia tahu gue menyimpan Victory knox di tas, mayan kaget die kekekek.... cuma itu yang sanggup gue beli waktu di Jerman, pas diskon pula :-)
masingmasing sudah berbekal sleeping bag, mas Ade, paul, irvan bakal tidur satu tenda sama gue. sudah berkurung kantong tidur tiba-tiba ade keingatan, ada pasak yang belum terpasang. itu dia kenapa angin bisa membuka tenda kita di kiri dan kanan kekekek... maklum bukan anak gunung. walhasil jam 11 malam masih juga ngebenerin tenda yang kebetulan dipasang disamping pos jaga polisi hutan kekekek.. mirip anak SD kemahkemahan di depan rumah...
baru aja mau merem tiba-tiba anak-anak gunung itu membangun tenda baru persis disamping tenda gue. ini aib aib euy... masa anak gunung buka tenda di samping pos polisi! jam 12 malam, "neng mau kopi neng? atau mie rebus? gue bikinin yah," begitu kata tenda tetangga sambil ngebuka semena-mena tenda kami dari arah kepala... arrrgghhh.... suara klontang acara masak memasak itu entah lah terhenti jam berapa.
sekitar jam 3 pagi, ternyata gue cuma tinggal berdua sama paul. irvan pindah ke pos polisi hutan gara-gara tidur diatas rumput penuh batu. ade pindah ke mobil karena tak tahan berisik tenda tetangga. dan berkali-kali gue terjaga cuma gara-gara kehabisan nafas, kepala gue masuk ke dalam kantong tidur, kepanjangan euy. berkali-kali gue tenggelam didalam sleeping bag... sial.
jam 5.30 pagi.... selamat pagi dunia... gue tinggal sendirian, tenda kosong, paul nda ada. udara dingin menggigil.... "gimana tidurnya semalam anak kota?" tegur tenda tetangga. ha ha ha menyenangkan... not too bad untuk kemping pertama ha ha ha... tidur di sleeping bag, di tenda besar meski berdiri di samping pos polisi hehehe....
yang pasti anak-anak gunung itu sedang mencari cara mengajak gue untuk beneran naik gunung. pertanyaan selanjutnya yang terus menghantui gue adalah.... "gimana kalau pengen ee?"
Tuesday, October 28, 2008
Karena Zi
ada marah yang tiba-tiba bisa diredam Zi hanya dengan satu saja lirikan mata beningnya
jadilah Mae orang yang paling sabar di dunia Zi
ada cape yang hilang saat memeluk tubuh tambun mungil Zi,
jadilah Mae orang paling perkasa di dunia Zi
ada sedih karena tak cukup kaya untuk memanjakanmu Zi,
tapi senyum Zi membuat Mae jadi orang paling tajir di dunia Zi.
karena Zi, Mae tersenyum kembali pada dunia
karena Zi, Mae punya kekuatan menghadapi macam tantangan yang ada
karena Zi, Mae harus hidup
karena Zi, Mae penuh dengan cinta
hari ini nenek bilang Zi tak mau tidur, mata Zi terus mencari Mae, kuping Zi berharap mendengar lagi Mae menyanyi dan bercerita
ah Zi, tahukah kalau hari ini Mae tak bisa secuilpun berhenti mengangenimu
Wednesday, October 22, 2008
cape
cape badan, cape hati
sumpah mati hari ini gue cape banget
kecuali sabar, dalam hidup ini pasti ada batasnya,
nah malam ini gue pikir badan sama hati gue dah sampai puncaknya, titik jenuh, batas toleransi.
gue ga bisa ngapangapain lagi.
huhuhu cuma pengen nangis
Tuesday, October 21, 2008
jadi perempuan itu sakit?
ini cuma keluhan gue yang kesekian jadi perempuan. sehari abis pendarahan hebat karena jahitan dalam dan luar bekas operasi lepas, ditengah gue terkulai, cit temen gue pernah ngomong, "jadi perempuan itu sakit. mens sakit, lahiran sakit, termasuk ini, tumor."
setiap kali datang bulan, perut gue melilit sesakit-sakitnya, lebih sakit daripada disengat lima lebah sekaligus-percayalah gue pernah ngerasain ini-saat itulah gue selalu bilang, "inilah saat gue benci jadi perempuan." ga ada yang berani menyenggol perasaan gue, bisa ngamuk! pernah sekali ke dokter dan dia bilang, "cepat nikah ya mba". haiya situ pikir cari suami kayak milih ayam potong.
dulu sekali papi pernah menyinggung rasa gue dan itu pun berbekas, dia bilang anak perempuan itu tak guna, ga bisa diharapkan banyak karena nanti jadi milik orang. barangkali sejak rasa itu muncul yang pengen gue tunjukan padanya adalah gue yang bisa mandiri, manjat dinding, naik genteng, benerin mesin mobil, semua hal yang selalu dilakukan laki-laki. sampai ketika terkapar di rumah sakit, dihadapan semua orang, dalam keadaan bisunya, papi mencium kening gue dan mengacungkan jempolnya. akhirnya cuma anak perempuan papi ini yang berguna mengurusi papi sampai akhir hayat.
dua bulan lalu, gue tahu sakitnya jadi perempuan. gue ada disana dan lihat bagaimana vagina perempuan itu dengan ajaibnya melebar sampai 10 cm, siap mengeluarkan kepala seorang manusia. adik gue menjerit, mengerang sampai akhirnya sempat putus asa. gue disana dan menyaksikan sakitnya jadi perempuan. tapi begitu Zi keluar, hilang semua perih. bahkan sejak Zi datang, sisi lain dalam diri gue muncul, dia anak gue dan gue adalah seorang ibu. gue bersedia mati untuknya, meski dia tak lahir dari rahim gue.
meski sakit jadi perempuan setiap bulan, itu tak menghentikan gue untuk berkeinginan sakit saat kepala bayi keluar dari rahim gue.. nanti. sakit itu addicted, barangkali itu yang gue rasa sekarang. sakit yang pernah dan siap gue hadapi sebagai perempuan, tak akan menghentikan gue bersyukur terlahir sebagai perempuan. bahkan diantara rak sepatu dan baju malam ini, ntah lah seolah gue menjadi perempuan yang baru, perempuan yang selalu mampu mengatasi sakitnya :-)
Monday, October 20, 2008
waktu nakal dulu
lagi-lagi perkara gue adalah orang yang paling sok tahu. ketika diperingatkan bahwa dodol ini mengandung ganja, gue cuma ketawa-tawa... alah bohong lo... palingan cuma mabok dikit... setelah makan tiga sampai empat potong, tiba-tiba ngerasa meja siaran kami yang bundar itu tiba-tiba berputar, skrip bahan siaran hurufnya terbolak balik, dan entah kenapa lawan bicara gue jadi lucu banget mukanya, penyok disana-sini. gue pegangan meja siar sekencang kencangnya karena gue nyaris jatuh dari kursi di ruang siaran. karena ga sanggup siaran, gue keluar studio lalu merangkak menuju telepon..."nan, anak-anak mabok dodol. minum apa biar maboknya ilang euy?," dasar dongo, gue percaya saja waktu kawan gue ditelepon itu menyarankan minum teh manis. walhasil bukan ilang pengaruhnya tapi makin kenceng..... huhuhu... bodoh bodoh... sehari semalam kami tepar di kantor. dijaga seorang kawan pria yang mengunci kami disebuah ruangan dari luar, supaya tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk dari yang sudah ada...
besoknya, basian itu bikin kepala pening sampai setengah hari. gile man, ternyata nge-fly itu beneran ga enak! siapa bilang kita dibuat senang oleh barang haram itu. semuanya ga asik. temanteman lo jadi penyok sana sini, bibir lo kemeng garagara senyum kebanyakan, badan pegel-pegel... udah deh ga ada asikasiknya mabok itu...
untungnya abis 2003, ga ada lagi cerita soal dodol. baru hari ini gue denger lagi kata-kata itu, kapok tuhan, beneran deh, ga lagi-lagi :-)
Wednesday, October 15, 2008
Tertawalah
tertawalah
meski masih melajang di kepala tiga
tertawalah
meski belum lagi kaya
ya tertawalah
ketika tak ada lagi yang bisa dilakukan selain pasrah, tertawalah
tertawakan dunia yang membuatmu ada
tertawakan dunia yang membuatmu bakal tiada
cuma dengan tawa hatimu lega
percaya lah
Monday, October 13, 2008
masih mules
separuh dendam separuh cinta
separuh marah separuh sedih
berengsek ah
sudahi saja semuanya,
masukan kedalam kotak kenangan ram
lalu taruh disudut paling dalam lemari
semua kawan masih bertanya tentangmu
tiap tanya mengundang rasa dihatiku
berengsek
tak bisakah mereka membiarkan cerita kita menghilang
Friday, October 10, 2008
Sebelum Aku Mati
memeluknya erat erat,
menjamahnya, menidurinya
bercinta seliar yang kubisa
ijinkan aku menjadi binal
mengeluarkan kebinatanganku tanpa batas moral
mencapai kepuasan dunia untukku dan untuknya
bukan tetap suci untuk surga yang belum tentu ada
aku tak percaya baka, karena surga sudah begitu nyata didekatnya
aku tak mau diberikan surga bila aku harus ada tanpanya
sebelum aku mati, ijinkan aku mencintainya, sekali lagi
biar aku tak mati penasaran lalu gentayangan
meski ku tahu aku tak akan mati, tidak hari ini
Gara-gara Tahu
mami dulu pernah cerita betapa tukang bikin tape-uli itu sangat menjaga perasaannya saat bikin menu yang satu itu. apapun yang dirasakan si pembuat akan tergambar dari rasa tape-uli yang dibuatnya. kalau dia merasakan marah, kesal dan jengkel, viola... tape rasa super masam yang dihasilkan. tapi kalau si pembuat mengolahnya dengan senang hati, tersenyum, walhasil, tape manis yang didapat.... weird huh...
kemarin seharian migren gue kumat, setengah mati nahan sakit kepala sambil tetap tersenyum pada Zi. hey that cute baby ga boleh tau kalau mae nya sedang sakit, kasian nanti ikutan sedih... taelah... tapi karena urusan masak jadi urusan gue kalau sedang libur, maka meski perih gue beranjak juga ke dapur. hmm... kulkas di rumah itu harus selalu diisi dengan beberapa benda :
1. tahu jenis sutra rasa udang atau telur atau plain saja
2. cabe rawit merah, bawang merah dan putih
3. telur butiran
4. bumbu dapur
dan di lemari makanan, benda ini yang harus ada ;
1. tepung berbagai jenis, tepung maizena, panir, serba guna rasa pedas
2. mie instan, bubur kentang instan, bubur ayam instan
3. berbagai jenis bumbu masakan cina, minyak wijen, kecap inggris, kecap asin dan manis, lada bubuk putih dan hitam
kemarin menu instan yang gue buat adalah tahu jepang goreng cabe garam dan bola kentang keju. mood gue baik-baik saja meski menahan sakit migren, sampai ketika membelah dua tahu sutra rasa udang... prak... ancur loh.. beneran ancur, tahu itu rusak.... ngehe.... mulai deh mengumpat, marah-marah, kesel... sampai mami turun tangan. mami yang akhirnya menggoreng tahu itu karena tahu anaknya yang satu ini berubah 180 derajat dari yang baik menjadi pemarah sekali.
gara-gara urusan tahu, migren gue bertambah sakit. masakan berikutnya ikutan ancur, bola kentang keju ga jadi bola gara-gara kurang telur, berengsek... semuanya ancur... aarrgggghhhhh.
untuk meringankan amarah, seharian Zi dipegang mami..."Zi cantik, mae nya lagi sakit, jangan rewel yah.. Zi sama mami aja, biar mae istirahat.." huhuhu what a stupid thing I did yesterday. bagaimana bisa tahu merusak hubungan gue sama Zi kemarin... now I miss her a lot!
Tuesday, October 07, 2008
Willy Wonka, Amelie or Dora?
jip, rambut bob dengan poni nangkring diatas alis :-)
begitulah potongan rambut gue saat ini
disatu sabtu gue sudah jenuh dengan rambut yang mulai gondrong dan panjang yang balapan satu rambut dengan lainnya. datanglah gue ke My Salon di Mal Cinere, asal tunjuk pula si hairstylist, dulu ada hairstylist yang bagus, lagi-lagi gue lupa namanya. sore itu dia tak ada disana. pasrah saja lah. "bob nungging plus pake poni yah"
terakhir kali punya poni itu jaman SD. Bunda selalu membuat poni, kemudian rambut gue diikat ala pesilat cina di film-film itu. I like it though. ga ribet ngebenerin rambut, selalu rapi. tapi sejak SMP sampai SMA, poni itu ga pernah gue pake, biar tampak dewasa... alah... setelah itu ya ga pernah lagi berponi..
sore itu gue bereksperimen dengan poni. nothing is wrong with my poni sebenarnya, yang bodoh itu si hairstylist kurang membuat nungging rambut gue hehehe... walhasil begitu selesai potong, hmmm.... I look like Dora! ha ha ha, tokoh anak-anak yang selalu muncul di Global TV itu. pipi tembem dan muka bulat gue makin terlihat jelas.

minggu malam kemarin rcti putar Charlie and The Chocolate Factory... lagi-lagi gue ketawa, I look like Willy Wonka, the cute Johny Deep yang punya pabrik coklat itu... do I hate my hair cut? nope.... it look so funny...
begitu juga waktu pertama kali masuk kantor semua ngetawain poni gue... it means to be that way.. it means to be funny :-) bener loh ini bukan membesarkan hati, beneran lucu..
hari ini, Rebecca berteriak kegirangan liat potongan rambut gue... Oh dear, you look so cute... just like a little girl... love your hair cut.. you look like Amelie...
dan rio bilang... you look like 70's girl ha ha ha
whatever guys... i love it though... sesuatu yang baru lagi dari diri gue.. berasa kembali ke SD kekekek...
Friday, October 03, 2008
Menunggangi Sedih
pasang headphone dan berteriaklah lagu sedih
Lord, make me over I don´t wanna be afraid
And when my time is come and gone
I don´t wanna be the one who can´t let go
-trouble-lizz wright-
sebuah matras buat tidur nanti sudah tergeletak cantik dibawah kaki,
tak bisa bermimpi malam ini, percuma saja...
wajah sialmu bahkan datang saat mataku masih terbuka,
tidur tak akan membuatmu lenyap dari pikiranku
maka sebaiknya kubuka saja mata lalu menikmati wajah sialmu yang hilir mudik di kepalaku
kalau perihnya hanya terjadi malam ini,
maka sebaiknya kulalui saja dalam diam, menikmati sisasisa kesialanku dalam mencintaimu
aku tak ingin menangis karena tak pantas untuk ditangisi
untuk sebuah cinta yang sudah kutahu tak mungkin tersentuh
bisakah aku menyudahimu esok hari?
berhenti mengagumi peruntunganmu,
berhenti mencintaimu
lalu berhenti bermimpi....
lalu mulai berpuisi..lagi
soulmate?
itu hasil kuiz di Facebook yang baru aja gue dapat. ah if only....
gue tak pernah pasang kriteria ketinggian sebenarnya, karena cinta ga bisa ditarget. Its just happens. All I ever want is to fall in love with a human being, seseorang yang tak pernah merasa sempurna, menangis saat sedih, marah saat kesal, bahkan bisa berbuat kesalahan dan jujur mengakuinya...
so funny, hasil kuisnya muncul persis ketika diagnosis hati keluar... ya gue jatuh cinta dan patah hati at the same time. as always, gue selalu jatuh cinta pada sesuatu yang tak bisa gue miliki. and it would take me years and years to heal. well, ketika berani mengakui diri jatuh hati, maka resiko patah hati harus berani ditanggung. and now i take my risk.... patah hati lagi deh :-)
tapi seperti gue bilang sebelumnya, gue senang karena gue jadi manusia kembali. merasakan cinta dan patah hati. sedih, nyesek menerawangi masa depan yang tak ada diantara dia dan gue. ah, untuk patah hati kali ini, tak bisa gue urai dalam bait sajak.. entah lah. semuanya lagi buntu. biar kali ini saja, gue menikmati sendiri kesedihan ini, tanpa membaginya denganmu.
ini yang mba ayu tulis di messagenye :
//
Ayu
hihi, iya lah rugi bgt mikir org yang blm tentu mikir kita nit.
elo cantik, pinter lagi, mandiri...gila aja
rugi lah sebenarnya ngelepasin hepi gal like you
//
ha ha ha... terima kasih untuk pujiannya mba ayu... belum ada lelaki yang melihat kelebihan gue yang itu :-P... sampai suatu saat nanti barangkali... akan hadir lagi lelaki yang bisa membunyikan puisi dari hati gue tanpa nada patah hati.
Tuesday, September 30, 2008
-E-
untuk pizza ditengah malam, usai gue operasi
untuk malam-malam perbincangan ga penting kita,
terima kasih E
bukan hal mudah buat gue terima kenyataan lo jauh disana sekarang,
meraih kebebasan yang lo impikan sejak dulu
berkapal pesiar, berkeliling dunia, mencari rumah idaman
guess what.... you can always come back to me whenever you want... you got home with me.
entah apa yang kita punya, lo selalu ada saat gue membutuhkan seseorang bicara, mendengar
lo yang pertama bilang, "you are something, at least to me nit."
saat gue lemah, tersesat dalam bimbang, lo ada disana menemani gue melewatinya
if there is a soulmate, mine is you.
kalau sempat pulang, mampirlah sejenak
kita masih punya janji makan siang di Sizzler yang tak pernah terwujud sejak 3 tahun lalu,
entah lo atau gue, tapi waktu tak pernah sepakat dengan kita.
-E- jangan pernah menyerah dalam hidup. masih ada nasi menunggu lo di Jakarta. masih ada nita yang selalu bisa lo telpon kapan pun lo mau.
-E- damn... miss you so much bro.
Monday, September 29, 2008
Percakapan Sahabat
Me :*singing* hidupku untuk hutang.....
disambung derai tawa kawan-kawan
kawan 1 : kenapa lo ga nikah aja sama dia nit... kalian kayaknya cocok
kawan 2 : lah kenapa nita ga sama lo aja... kalian juga cocok...
me : bodoh kalian berdua, siapa juga yang mau sama kalian. emang gue piala bergilir, ga segitu putus asanya sampai harus memilih kalian huh....
jeda.... sejenak..
kawan 2 : siapa yang mau sama kita yah... bujang lajang penuh hutang...
disambung derai tawa....
Me : cabut aja yuks.... mungkin kita bertiga bakal jadi the last lajangers on earth :-)
//
Lokasi / situasi : setia budi, friend's kos, jam 10 malam. me dan dua sahabat perempuan. HBO memutar serial "The Unit" ketika seorang tokohnya berkata "what's the point of getting married."
Me : Iya neng, so what is the point of getting married anyway?
kawan 1 : dunno... cuma ada sakit hati. piss of shit... untung ada my twins
kawan 2 : yeah, you r still lucky to have a twins
me : cuma untuk menghalalkan kemaksiatan aja kali lo.
disambung derai tawa....
kawan 1 : yeah, that's true too... daripada zina selamanya.
me : lucky you then... look at me... ga berani buat dosa, menikah pun tidak
kawan 1 : cuma buat saluran kencing doang dung lo...
disambung derai tawa.....
//
Lokasi / situasi : Sushi tei, hari lupa jam 9 malam. me and my friend.
me : well at least im lucky for being single. bisa jatuh cinta dengan siapa saja yang gue suka.
kawan : yeah setiap status punya kelebihan dan kekurangan. apa yang lo rasain mostly? kesepian kan.
me : short of... but I got you right
disambung tawa miris
kawan : and you are right, you can fall in love with anyone you like. I cant. (sambil menunjukan cincinnya) situasi kita tertolak belakang banget yah. gimana kalau pasangannya tahu lo naksir dia.
me : masalahnya justru baru akan dimulai kalau dia-nya tahu gue suka... so selama gue masih bisa menyimpan perasaan dan dia ga perlu tahu itu.... gue aman.. lagian hasil diagnosis hati, belum tentu cinta kok
kawan : you r playing safe
me : yeah at least for myself.
Sebungkus Kenangan, Sekotak Rindu
Disaat yang sama kubenihkan rasa benci, marah, kesal untuk kenangan yang tak akan pernah kembali. untuk sebuah persahabatan yang tak mungkin muncul seusai cinta. untuk harapan-harapan yang membusuk dalam penantian konyol.
Tiba-tiba seorang kawan menanyakanku sudah pernahkah kutonton film "Before Sunrise" lalu seperti sebuah slide foto yang muncul bertubi-tubi di kepalaku. muncul pula segambreng rasa yang sedang kucoba kubur, ya rindu, ya benci...
Tiga tahun lalu, sesaat sebelum perpisahan itu di Soekarno Hatta, Citra memintaku menonton Before Sunrise dan Before Sunset. "lo harus nonton ini, its so you. fall in love with the stranger that changed your whole life." kupikir sudah lewat masaku mengenang film itu meski begitu mengesankan. dua malam lalu, film itu kutonton ulang... tapi kali ini.. tanpa rasa... sudah matikah cinta yang pernah ada?
Dua kotak DVD itu pun dapat giliran untuk dibungkus dan masuk dalam peti kenangan. kurasa kutelah siap melupakan semuanya tentang Ram.
Wednesday, September 24, 2008
Jakarta Hujan
Apa tak kalah religiusnya orang-orang yang berpuasa ditengah terik panas matahari di Jakarta belakangan ini? penuh keikhlasan menjalani puasa... weits tenang, gue tidak sedang bicara diri sendiri lah. Masih doyan marah dan ngedumel terhadap semua hal, namanya belum ikhlas, baru belajar jadi ikhlas.
Tapi malam ini hujan, sederasnya hujan yang diawali angin kencang, menggugurkan daun-daun mangga yang sudah menjadi coklat. Menggoyahkan batang pohon sawo kecik yang semula kokoh dan membuyarkan puluhan bunga kamboja yang baru saja mekar. Indah sekali. Musim gugur yang tak ada di Jakarta ;-)
Hujan turun perlahan kemudian deras menggedor jendela kaca metromini. Di jalan semua orang berteduh. Tapi tidak para pengemudi motor. Sama dengan gue, mereka menikmati hujan. Meski tak harus menari kesetanan seperti BCL di film Cinta Pertama saat menyambut hujan. Tak perlu seromantis Kla Project dalam Gerimis. Gue tiba-tiba jatuh cinta pada hujan malam ini.
Sambil makan tahu Jepang goreng cabe garam dan brokoli oseng, gue menikmati hujan yang terus turun. Suaranya parau, tersaru bunyi klakson mobil dan bis menderu. Bernyanyi riang di genteng restaurant... aku datang... aku datang.... Ah gue jatuh cinta pada hujan malam ini.
Hujan mereda meninggalkan sisa becek yang digerutui banyak orang, pejalan kaki dan pengemudi motor. Helmetnya basah tapi terpaksa juga gue pakai. Bau aspal yang basah begitu wangi tercium. Udara yang tiba-tiba dingin mengaliri tulang belulang. Hidung gue mampet kemudian, kepala pening, masuk angin. Tapi tak menyurutkan cinta gue pada hujan malam ini. Lagi, cinta gue pergi meninggalkan becek dan masuk angin, tapi tak akan pernah gue berhenti mengharapkan hujan datang kembali.
Monday, September 22, 2008
CLBK?
Anyway, ada reunian kecil di line telepon. Dia menanyakan kabar bunda dan adik-adik gue, kemudian kawan-kawan yang lain. "Lo kangen sama gue ga sih nyet?" kata dia... Ya nggalah A. kekekek... "udah ketebak jawaban lo begitu!" kata Aa sambil cengengesan. Dia mengganggu ibadah tidur gue hari ini, padahal semestinya gue masih bisa colongan tidur barang 15 menit aja di kantor. Huh.
"A, temen kita sapa sih yang masih single?" tanya gue. Dia ketawa ngakak... sialan! keliatan banget desperadonya yah :(. "Let see nyet..hmmm" sok pikir, mayan lama tuh... "Cuma Andri. Lo mau lagi sama dia?" tanya dia.... Kaga A... bukan karena dia ga ganteng yah. Jaman SMA dulu sempet ada hati tuh cuma karena dia bisa menghitung cepat.. hehehe... orang-orang cerdas selalu mempesona gue memang :-). Tapi Aa dari dulu wanti-wanti, meski pintar sangat hidupnya carut marut, bergantung hidup pada kontrakan orang tua, dan bentar lagi menghitung warisan dibagi. huahahahaha.... kaga dah!
"Kalau kebanyakan milih, kapan lo mau kawin dan punya anak?"tanya Aa.
"Kalau cuma pengen punya anak tinggal kawin A, ga usah pusing cari suami." kata gue enteng.
"Masyaallah Nita, wooiii, tarik katakata lo monyet."
"hehehee, Aa Aa... lo tau gue lah, cuma dimulut doang gue seberani itu. Tenang masih inget Tuhan kok gue. Soal jodoh mah pasrah aja. Dikasih sukur, ga dikasih ya sukur lah."
Jumat kemarin, kawan gue lainnya dari SMP, Nadi juga tiba-tiba cetingan sama gue. Lagi-lagi gue tanya, "Nad, Yudhi dah kawin belum?", dia jawab" Cie nenek, belum tuh. Kalian balik aja lagi. Sapa tahu emang jodoh. Gue doain deh nek."
Hua Yudhi itu cowo paling pertama yang muncul di hati gue waktu SMP kelas I, dia sendiri temen SD. hihi orang tua dia kenal banget sama bunda, terakhir kami ketemu waktu papi meninggal 5 tahun lalu. Kali ini semua ada di Yudhi, cakep plus cerdas... tapi... ga deh...
Phewww, koleksi cowok single dari daftar pertemanan SD-SMA dah ga ada yang menarik. Ngga mudah ternyata untuk membangkitkan cinta lama kekekek... pun tak semudah mencari cinta baru sih. Terlalu banyak milih, pasti. Meski ingin sangat untuk menikah dan menjalani kehidupan seperti kawan yang lain, tapi kalau belum ada ya mau apa. Lagi-lagi harus menyakinkan diri, perkawinan itu bukan ajang main-main. Bukan asal ngengkang lalu bikin anak. Tanggungjawabnya besar dan menjaga hati itu yang sulit. ah sudahlah... toh gue bersyukur masih dipercaya Tuhan untuk jatuh cinta lagi sama seseorang. Kalau dia memang jodoh gue, ya biarkan saja semua mengalir.
Thursday, September 18, 2008
Mantra Sakit Hati
aku mengiri surat kepadamu berulangkali
harapan mendapat balasan menjelma keresahan
mengembang menjadi kecemasan dan impian
bagai anak burung belajar terbang
tak pernah pulang ke sarang
barangkali kau musti kuanggap mati
karena aku tak lebih dari sendiri!
-Barangkali! Barangkali! - Sitok Srengenge
tiap kali patah hati, satu kalimat terakhir selalu jadi mantra penguat hati. rasanya sebentar lagi akan kembali berbunyi....
Wednesday, September 17, 2008
Arisan
Pukul 13.00, Mas Ade telpon gue.... K ga bisa datang, ada arisan katanya...
GUBRAK...
mbok ya ada sedikit rasa nda enak pada media kami, yang meski belum sebeken radio-radio ha ha hi hi di Jakarta, ini radio dikelola secara profesional. Ada redaksi yang menyiapkan tor, ada penyiar yang siap dengan mental dan performanya. Rencana wawancara itu sudah dibuat seminggu lalu... tapi batal... cuma karena arisan? huaaaaa.... kill me aja deh
Arisan adalah kelompok orang yang mengumpul uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian, namun ada juga kelompok arisan yang menentukan pemenang dengan perjanjian. Arisan beroperasi di luar ekonomi formal sebagai sistem lain untuk menyimpan uang, namun kegiatan ini juga dimaksudkan untuk kegiatan pertemuan yang memiliki unsur "paksa" karena anggota diharuskan membayar dan datang setiap kali undian akan dilaksanakan. - Wikipedia-
Mari berbaiksangka di bulan puasa... dia terpaksa untuk hadir dalam arisan itu, atau kita harus memaklumi cuma di arisan ini dia bisa bersilahturahmi dengan sanak saudara. TAPI tidak dengan mengorbankan orang lain dung seharusnya....*muka bete*
Ga ada yang salah sama arisannya, wong gue ini pecinta kegiatan arisan. Sebut aja, mulai arisan duit, arisan barang sampai dulu jaman SMP kita pake arisan permen. Kalau pas dapat arisan, koleksi permen gue bisa bertoples toples. Arisan bikin kita merasa dekat sama teman. Apalagi seperti sekarang ini teman-teman kampus merasa kita butuh arisan yang bisa memaksa kawan berkumpul sebulan sekali. Tapi bukan berarti kita melulu hadir di arisan tersebut, kalau kepepet tinggal ditransfer aja uangnya, beres. Satu lagi, arisan bukan kegiatan dadakan, apalagi kalau butuh tempat dan FnB, kudu pake planning...
Dan mba K, katanya profesional, masa jadwal arisan kok bisa bentrok sama jadwal wawancara? ah...
Dalam Sadar
Tubuh telanjangmu menindih punggungku lalu kamu bisikan "aku sayang kamu."
Aku tak menjawab dan hanya mampu menutup mata, menikmati indahnya kata-katamu, tubuhmu.
Aku bermimpi dalam sadar pagi ini.
Sebaiknya pergi saja dan tak usah mendekat,
aku dan kamu tak akan pernah bisa membuat cerita lalu membungkusnya menjadi kenangan.
Aku tak akan mampu menjamahmu dalam nyata, tak akan bisa membaui mu.
Aku hanya bisa menggauli bayangmu.
Kamu kesempurnaan bagiku, kesempurnaan yang terpajang di etalase toko dengan peringatan "pecah berarti membeli." Ah kalau saja kamu bisa kubeli...
Kamu kesempurnaan yang tak bisa kusentuh, kuraba lalu kuperiksa adakah cacatmu, adakah sesuatu yang bisa mengubah perasaanku padamu.
Sebaiknya tak kulakukan itu agar kau tetap sempurna dimataku.
Biarkan aku menggauli bayangmu dalam sadar,
mengagumi kesempurnaanmu dalam diam,
dan mencintaimu dalam hati.
sial
Tuesday, September 16, 2008
Inspiring Night
There is no such a bad day. They are all special in there own way."
Selama beberapa waktu ke belakang hari-hari gue penuh keluhan tapi baru hari ini seorang kawan membuat gue tahu arti kata bersyukur. Malam ini pertemuan dengan kawan-kawan baru berakhir dengan pencerahan buat gue, Mas Meiky, Mas Iyonk dan Mas Q, terima kasih yah.
Soal pekerjaan
Setiap pekerjaan itu harus dengan target angka, misalnya reporter harus tegas setoran berita 3 kali dalam sehari, seorang penyiar sudah harus punya target bahan atau planning siaran untuk tiga hari kedepan dan setor setiap hari pada gue. Termasuk dalam program off air, harus pasang target dalam angka. Itu yang nanti bakal jadi bahan evaluasi, komparasi nilai yang fair bagi karyawannya. Penilaian kualitatif atasan bisa sangat subyektif tapi dengan angka, semuanya jadi jelas. Selain itu angka itu harus ada karena produk yang kita jual harus juga menghasilkan angka, ada 8 produk dan berapa rupiah yang bisa diraih dari produk tersebut. Real
Kemudian bahwa dalam posisi gue sekarang mestinya gue bisa memanfaatkannya dengan sangat baik. Dari seorang penyiar dan reporter, sekarang gue belajar lebih banyak tentang manajerial, finansial sampai pada hal paling praktis seperti Event Organizer. Ya hari ini gue bisa berkeluh kesah dengan tugas yang menumpuk, ya hari ini gue bisa marah-marah karena semua tidak sesuai dengan materi yang diraih. Tapi pikirkan tentang perpindahan kuadran dalam hidup gue yang sedang dilakukan. Bahwa gue tak lagi hanya berkutat pada kualitas laporan gue, atau berkutat dengan deadline yang dikejar-kejar editor, gue sedang menjalani apa yang mereka sebut New Life Challenge. Sesudah ini ada banyak ilmu yang bisa gue aplikasi ditempat baru nanti misalnya. Gue ga boleh lagi cuma bermain di satu kuadran pekerjaan yaitu jurnalistik, pegang itu sebagai kelebihan tapi yang pasti skill gue sudah bertambah. Gue bukan lagi bekerja untuk uang, tapi mestinya gue mempekerjakan uang untuk kehidupan gue. Waks yang terakhir ini belum mudeng om, sorry.
Mestinya gue bersyukur bahwa dengan format yang sekarang justru lebih jelas, green, lingkungan. Meski bakal sulit cari pasar untuk jualan, tapi perbedaan itu menguntungkan.
Soal agama dan kehidupan.
Bahwa beragama bukan sekedar lo percaya pada Tuhan lalu berbuat baik pada manusia tanpa menjengukNya dalam sholat dan dzikir. Sholat itu bukti syukur kita pada Nya dan Dzikir adalah cara untuk merelaxkan kehidupan lo yang penuh penat, tak perlu pake tasbih untuk berdzikir, tapi lakukan itu dalam duduk, kerja bahkan mendengar orang lain curhat hehehe, waks bisa dibilang ga konsen nanti mas. Bahwa tak perlu mencari pembenaran atas tindakan yang lo tahu adalah dosa. Jangan lakukan jika takut dosa. Bahwa penting untuk mempelajari ensensi beragama itu seperti apa, tapi belajar lah sambil melakukan perintahnya. Jaga hubungan baik dengan Allah dan juga manusia, harus seimbang atau kalau tidak, tak jadi ibadah namanya.
Ah diskusinya jadi panjang sampai ke soal jilbab dan poligami juga adzan yang mesti perlu disiarkan. Karena media punya fungsi memberikan informasi termasuk informasi telah masuk waktunya sholat dan berbuka :-). Kalau soal poligami, well gue dapat masukan dari perspektif yang berbeda dan itu menyenangkan.
Ini yang paling gue suka dalam urusan pergaulan, bahwa lo bisa selalu pulang membawa sesuatu yang berguna. Bahwa diantara becanda ada ilmu yang terbagi. Dan sekarang gue membaginya untuk kamu pembaca blog ini. Semoga terus berguna dan bisa ditularkan lagi ke orang lain. Kalau jadi begitu
tengkyu all... ini bukan notulensi rapat loh, ini notulensi pencerahan gue dari anda sekalian. Makasih sudah membuat gue tahu caranya bersyukur dan menikmati apa yang sedang dijalani :-)
Kawin Politis
Kemarin tiba-tiba salah seorang sahabat gue bilang "gue jadi nikah nit, bulan juli tahun depan." Loh yah bagus, kata gue. Tapi mukanya dia sedih banget. Lah mau enak kok jadi murung. Pernikahan dia memang tak semudah yang dibayangkan. Anak ini tak suka pada calon bininya. Tak lagi cinta katanya...
"lah lo cowo apaan dibeli perempuan begitu." kata kawan lain. Semua gedung dan biaya resepsi sudah dibayarkan... wuiiddiihhh dengan 2000 undangan dan tanpa cinta? dunia sudah gila memang. Temen gue makin murung. ga gitu juga kali kata dia.
Ya ya ya, we know the truth lah. well gue rasa gue tahu alasannya. Politis banget. Kalau lo benci sama sinetron Indonesia yang bercerita bagaimana orang kaya mencari orang kaya lainnya demi menyelamatkan hartanya, well itu terjadi tau dalam dunia nyata. Memang tak selalu begitu, tapi iya ada. Meski dunia berganti, teknologi makin maju, urusan cinta dari jaman Gajah Mada sampai sekarang tetap sama... bukan dengan istilah bibit bebet bobot tapi SES... Status Ekonomi Sosial... dikelas mana lo berada.
Dari banyak perkawinan kawan gue, sulit rasanya untuk tahu mana yang menikah karena cinta. "gue cuma mau ngebuktiin bahwa pada akhirnya gue bisa ngedapetin dia."
"gue cuma butuh dia ditempat tidur. demi kehalalan maksiat."
"gue pengen punya anak sebelum umur bertambah."
"gue pengen hidup tenang."
"gue dijodohin nyokap. mau gimana lagi, nyokap nit yang ngomong, nyokap."
"ya mau ngapain lagi hidup gue, tinggal nikah."
begitu tuh jawaban sebagian besar kawan-kawan gue. Nyaris tak mendengar alasan yang paling masuk akal untuk menikah. "Saya cinta kamu dan ingin berbagi kerutan sama kamu" ha ha ha... masuk itungan ga yah kalau suatu hari ada yang ngomong gitu sama gue kekekek.. pernah dilamar tanpa aling-aling cuma bilang "rumah yang seperti ini yang ingin aku bagi sama kamu." sambil nunjuk maket rumah disebuah pameran.... ya ya ya.... kamu bagian belakang aku didepan. huh...
tapi pastinya tak ada yang bakal nikah sama gue karena alasan politis wong harta aja ga punya. untung tak terlahir dalam budaya perempuan penyedia mahar yah... waks bisa ga nikah selamanya hihihi.
ah kawan-kawan ini selalu membuat gue berpikir dua, tiga kali untuk menikah. tak ada alasan paling tepat untuk menikah kecuali cinta. sampai ada kata-kata dan tindakan yang tepat ungkapkan cinta, gue selamanya menjomblo, menikmati pemandangan pernikahan kawan-kawan yang politis itu :-)
Monday, September 15, 2008
Dua Cinta
Dalam hati akan ada ruang yang terisi bisa lebih dari satu cinta, dalam kadar yang berbeda, dalam kualitas yang tak sama. Selalu ada tempat istimewa untuk sebuah cinta. Aku masih membagi hati untuk banyak cinta. Untuknya dan untuk dia dengan kadar yang berbeda, satu dengan yang lain tak bisa ditimbang sama besarnya, karena cinta tak bicara kualitas dan kuantitas, tapi rasa.
Jika kau tanya adakah dirimu dihatiku saat ini? Ya kamu memenuhi sebagian besar relung hati, rasanya naik ke kepala dan sebagian turun ke perut. Tiap kali mengingatmu, perutku mulas, ada rindu tak tertahan, yang ingin sekali ku jeritan dibalik gigitan bibir.. Aku cinta kamu bodoh, mengertilah, bacalah hatiku.
Lalu dia? tak usah cemburu padanya. Dia tak ada dalam nyata tapi dia ada disana. Disebagian tempat dihatiku. Tak perlu kau usik dan usir kehadirannya. Dia tak sama denganmu. Biarkan dia tenang mendapatkan cintaku yang damai. Tapi kamu dapat terusan cinta yaitu nafsu. Kamu telah menang atasnya.
Aku tak akan melepas dua cinta yang membuatku hidup dan sempurna. Aku cintaimu dan dirinya. Dalam kadar yang bernama nafsu, aku memilihmu. Lepaskan dan biarkan aku liar didekatmu.
Thursday, September 11, 2008
Duh
Mahasati-QT
Tuesday, September 09, 2008
Bukan Artis
Ceritanya Senin minggu lalu kawan di kantor memberikan orderan jadi moderator disebuah diskusi milik Kementerian Lingkungan Hidup. Gue ambil kesempatan itu. Ini kesempatan bagus untuk menjual diriku pada kesempatan berikutnya. Temanya soalnya undang-undang sampah. Kebetulan juga akhir pekan sebelumnya dapat pencerahan soal sampah di workshop KLH juga. So percaya diri lah kalau harus memimpin diskusi bertema sampah. Hafal lah itu pasal-pasal penting dalam undang-undang tersebut.
Begitu lihat bahan dari panitia, disana tercantum moderator valerina daniel. Kok diganti gue yah? mungkin waktunya ga cocok kali, mungkin harganya ga cocok kali. Okeh deh bodo amat sama alasan kenapa bukan vale yang jadi moderator.
Karena sudah deal dengan harga untuk menjadi moderator, gue take it for granted dong. Persiapan materi sudah, encer lah. Persiapan fisik ini penting. Lola gue ajak muter-muter Plangi untuk cari baju yang cocok untuk acara yang formal itu. Secara gue biasa santai, kesempatan ini gue harus tampil beda. Toh kalau gue beli sekarang anggap aja investasi, bayarnya pake uang honor nanti kekekekek...
Hasilnya sepatu unggu yang sudah diposting sebelumnya dan sebuah blouse yang gue beli bareng irvan juga batik dress. Hmm... kalau diitung itung gede juga modal untuk tampil cantik. Ga papalah toh its worth it untuk tampil habis-habisan.
Senin kemarin, sebuah sms mampir di hape gue... "Mba Nita minta maaf. Pak Gempur minta moderatornya diganti jadi mba Lula Kamal"
Gubrak!
What can I say. Though I knew what the topic is, Im no Celebrity. Memampang nama gue sebagai moderator sebuah diskusi besar bagi kementerian tentu tak bakal laku kejual sama media. Well get real nita, sapa lah lo dibanding Lula Kamal. Isi tuh jadi ga penting dibandingkan kemasan toh.
Ah gagal deh dapat duit tambahan minggu ini :-(
Sakit Jiwa
Tiba-tiba aku menemukan puluhan laki-laki dengan potongan rambut ala kamu.
Tiba-tiba aku menemukan wajahmu disetiap sudut ruangan dimanapun kuberada. Dan bukan kamu.
Bukan tiba-tiba sebenarnya, hanya saja aku menemukanmu disemua hal, semua cerita, semua fisik, semua gedung, semuanya.
Seperti dikejar setan, aku berusaha menghindar, tapi ketika aku keluar dari cangkangku, wajahmu menyapaku... yang lagi-lagi bukan kamu sebenarnya.
Sampai kemarin aku membeli sebuah kumpulan cerita pendek yang entah mengapa semuanya tentang kita.
Antara aku sakit jiwa atau ini benar-benar cinta. Entah lah.
Yang jelas sejak ada kamu semuanya berubah. Selalu ada kesejukan yang meredakan amarahku. Ada kedamaian usai berbincang denganmu. Ada tenang diantara tawamu.
Tapi aku pasti sakit jiwa jika memilih tetap bersamamu :-(
Monday, September 08, 2008
Bebas Euy
Hasilnya nyata... gue sembuh huhuhu... alhamdullillah.
Tapi kalau melihat kondisnya sekarang, jelas beda. Tak ada kaca yang sudah pecah bisa utuh kembali. Dokternya pernah bilang "payudara kamu kayak bendera inggris, warna warni saling silang." huhuhuhu bagaimana mengembalikan warna yang sudah belang bentung begini coba. AH. belum lagi sambungan kedua kulit itu menyusut kedalam, cedok kalau kata orang betawi, belum lagi mulus seperti dahulu. Hey ini cuma masalah estetika pada akhirnya, kalau mau tinggal operasi plastik. Apa gue mau? Ga lah... meski gratis gue ga mau berurusan sama meja operasi lagi.
Begitu dokter melepas plester dan menutupinya dengan plester plastik transparat dan cuma lewat disemprot, ada bahagia tak terkira. Satu tahap dalam hidup gue terlewati. Yang langsung terlintas saat itu... gue bisa mandi besar lagi. ha ha ha... maksudnya mandi dari kepala sampai ke seluruh tubuh, showering. Selama 4 bulan, kegiatan mandi menjadi hal yang menyusahkan. Semuanya dilakukan bertahap. Cuci muka, lalu handukan, karena airnya takut mengaliri plester. Kemudian basuh badan dengan lap, wash-lap, persis bayi, lalu keringkan. Terakhir baru deh keramas. Ah cape sekali, dan berhubung di kosan itu kamar mandinya rame-rame, gue jadi public enemy dalam 4 bulan terakhir hihii... maafkan.
Haul! gue pengen main di water boom, pengen lagi berenang meski ga bisa. Yang penting berendam. Tapi yang ini baru bisa kejadian setelah lebaran. Ga asik berendam lagi puasa :-) kemudian haul berikutnya adalah Luluran. Udah 4 bulan ga bebersih, serasa daki dimana-mana. tenang aja, gue bakal semulus dulu setelah bertemu mba urut di Budhiandika Cinere hehehe.. cari yang murah meriah dong ah.
Terima kasih kawan-kawan atas dukungannya selama ini. Terima kasih dokter Evert yang selalu bisa membuat gue nyaman. Terakhir makasih ya Allah... once again, I passed this Test!
Friday, September 05, 2008
What next
Balik dari Bali hidup gue berubah sama sekali. Apalagi setelah ketahuan ada tumor di payudara gue. Seperti gue pernah cerita, butuh beberapa minggu untuk menguatkan diri sebelum memutuskan operasi. Sekarang semuanya sudah lewat 4 bulan, masalah tumor belum lagi kelar.
Dokter gue bilang, setelah lukanya yang sekarang ditutup handyplast ini kering, gue harus menjalani USG lagi. Untuk memastikan benjolan yang masih ada ini sekedar darah beku atau justru tumor baru. Could not stand to imagine kalau ada tumor baru lagi. Cape melalui proses panjang penyembuhan. Tubuh gue ga mudah berkompromi dengan penyakit. Mungkin gue pikir mati sajalah.
Belum usai soal tumor, gigi graham gue bermasalah. Patah separo dan separo lagi tinggal bertumpu pada tambalan. Dokter bilang tak ada gunanya memelihara gigi begini, sebaiknya dicabut yang tak mungkin lewat proses biasa, operasi kecil. Dear me.
Kalau mikirin cape jadi orang sakit, God Knows how sick Iam of all this problem. Tapi ga cuma itu yang bikin gue cape. Lo pikir semua ini ga pake duit? Cuma orang kaya yang boleh sakit. Orang miskin kaya gue mestinya sehat wal afiat. Saking cintanya Allah sama gue, Dia titip lah neh penyakit bertubi. Allah pede abis bahwa sekali lagi nita bakal bangkit dan bisa menyelesaikan semuanya. Ya sakitnya, ya ongkosnya. Tapi hari ini gue sempat patah arang, klaim kesehatan gue sudah melebihi platform, ga ada lagi pergantian untuk semua obat dan pemeriksaan. Pusing hiks hiks.
Bukan orang Indonesia kalau tidak mencari keuntungan dibalik masalah. Untungnya gue punya Zi, punya sahabat berbagi, punya blog curhatan dan baru aja jatuh cinta. Masih ada ruang di otak gue untuk membebaskan diri dari beban pikiran, lalu mengalihkan perhatian ke masalah hati. Gue cuma bisa bilang pada Allah... okay what next! kalau gue hidup cuma untuk mendapatkan masalah, then let it be! tapi beri gue cinta Tuhan. Beri gue cinta yang bisa membuat gue bertahan menghadapi semuanya. Jangan bunuh yang sedang tumbuh ini. Kalau bukan dengannya maka temukan gue dengan cinta berikutnya. Beri selalu gue alasan untuk menjalani hidup. Cinta.
Menapak Bumi

"De, coba lo ramal masa depan gue sama mantan gue gimana de? masih ada harapan balik ga?," kata gue sambil menyodorkan handphone yang memampang wajah Ram disana. Ade ini terkenal sebagai peramal dikalangan kami. Dia bisa meramal Lola sebelum dia nikah dan punya anak.
Ade melirik ke handphone kemudian garuk-garuk kepala sambil buang muka. "Lo mah gila, ngaca apa. Masa gue disuruh ngeramal lo sama artis bule." kata dia sambil tetap ga memandang gue.
Kontan gue, Dewi dan Lola ngakak, terkocok perut yang baru 5 menit lalu dijejali Pizza. "De sumpah de, ini mantan gue. Gila apa gue ngaku-ngaku pacaran sama artis. Lagian dia bukan artis ade. Orang biasa." kata gue sambil terus tertawa. Ade kembali melirik ke handphone gue. Kali ini dia tak cuma terbelalak. Tapi langsung tersungkur di paha gue.
"Aduh bo, lo beruntung banget sih. Muka lo standar begini, dapat cowo super keren gini. Gue mau dong kayak lo. Muke standar rejeki selangit." kata dia sambil terus menatap muka gue dan berkali-kali melirik handphone digenggaman gue.
Dewi mulailah bercerita tentang satu persatu laki-laki yang sempat mampir di hidup gue. Ada yang sudah jadi penulis sinetron terkenal, artis terkenal sampai birokrat yang sedang sekolah lagi. Terus ada yang jadi direktur sebuah organisasi. "Yang normal cuma satu. tapi gue rasa dia khilaf waktu itu." hehehehehe.... emang.
Tapi sumpah deh, mereka gue kenal jauh sebelum menjadi "seseorang" dan gue pun bukan hmm social climber yang kemudian sibuk merajut cinta kembali untuk status sosial. Ga gue banget lah. Nah terakhir seorang anak selebritas yang deket sama gue bilang, "aura lo bawa keberuntungan buat orang lain. itu salah satu alasan kenapa gue deketin lo." Anjrit kejujuran yang menyakitkan. Berarti keberuntungan gue ditarik orang lain kekekekek... lo deket sama gue cuma karena pengen ketiban keberuntungan, sial bener gue yah.
Malam ini Lola gue perkenalkan pada sosok yang sedang gue kagumi... lagi-lagi dia bilang, "WOI cong, napak bumi, napak bumi. Dia di langit, lo di bumi. Sadar cong sebelum lo sakit." Hiks padahal kan cinta ga kenal langit ga kenal bumi yah. Siapa menyangka orang-orang yang pernah gue suka kini menjadi "orang" meninggalkan gue yang belum jadi sapa-sapa.
"Bukan gitu cong. Lo sekarang punya jabatan, punya pengaruh bisa gampang cari cowo yang lo bisa cocok hidungnya buat nurutin mau lo. Tapi dia orang ketinggian cong. Udah lah napak bumi." Kata Lola sambil menyusuri rak-rak sepatu di Plangi semalam.

"La, sepatu ini lucu banget." kata gue sambil menunjuk pada sepatu yang kini menempati satu sudut di kamar kos gue yang sempit. Lola bilang, "Tuh Highheels pertama lo. Biar lo napak bumi lebih deket. Sadar woi sadar."
Sepatu perempuan pertama gue, ternyata jadi pertanda gue harus menapak bumi. Kali ini gue harus menyadari ada hal yang tak mungkin bisa gue raih. Bahkan untuk sekedar mencintai dan dicintai. Menapak bumi... Jujur gue belum pengen terbangun dari rasa yang membawa gue melambung tinggi di angkasa. Gue beneran suka hiks hiks hiks... tarik gue saat sudah waktunya untuk menapak bumi.
Thursday, September 04, 2008
Miliknya
Puisi tak berguna bercerita cinta yang ada.
Sebuah cinta yang tak mungkin terwujud nyata,
Beneran hanya bisa kurasa.
Tak bisa kujamah tubuhnya, kujenggut rambutnya, kukulum bibirnya
Bahkan untuk sekedar menatap bundar matanya.
Dia miliknya.
Aku hanya bisa memandangi halaman situs yang memampang wajahmu.
Menatap hijau online dirimu tanpa berani menyapa.
Salahkan siapa yang mendaratkan cinta dihatiku.
Dirimu yang tak sulit untuk dikagumi.
Ah tapi begitu sulit untuk sekedar mengungkap rasa. Sial, kenapa terlambat.
Wednesday, September 03, 2008
Cuma Manusia
Kadang cuma pengen lari dari kenyataan dari rutinitas dari kebosanan bertubi yang mulai menapaki puncak di kepala. Letih melakukan sesuatu yang tak sesuai kehendak hati. Letih menuruti aturan yang mengekang kebebasan. Cape bermanis muka diantara situasi menyebalkan. Cape berkompromi dan gue bukan benda mati tanpa hati.
Sampai satu ketika hati gue tersentuh, berdetak kembali. Saat itu betapa menyenangkan merasakan diri kembali menjadi manusia dan bukan lagi benda mati. Saat itu membuat gue sadar betapa hebatnya perasaan itu. Dari detakan dihati berhasil menarik urat di pipi ini bergerak, tersenyum kembali. Hilang letih hilang marah hilang kesal... yang ada hanya senyum. Percuma sudah marah yang memuncak, hati ini hanya bergerak untuknya, otak ini penuh dengannya.
Jangan marah karena gue suka. Tak ada yang pernah mengundang cinta. Dia datang tanpa disadari dan biar gue nikmati hadirnya. Tak harus membalasnya, gue hanya ingin merasakan kembali hidup sebagai manusia. Cinta membangkitkan gue dari kematian rasa. Terima kasih yah sudah membawa cinta mampir di hidup gue. Meski cuma passing by, biarkan dia jadi warna dalam rasa.
Monday, September 01, 2008
Rejeki Zi
Segala yang gue punya adalah untuk Zi. Gue pengen Zi sekolah setinggi yang diinginkannya, setinggi yang tak bisa gue capai. Gue tahu Zi bakal termanjakan oleh gue, tapi insyaallah gue bisa jadi ibu, tante dan ayah yang baik buat Zi.
Gue bahkan terpikir untuk tak punya anak dari rahim sendiri, takut Zi tersaingi, takut cinta gue terbagi. Gue jadi posesif lagi-lagi egois heheehe... bahkan sama ibunya sendiri gue cemburu huhuu. I wish Zi was mine.
Sejak kehadiran Zi juga sesuatu berubah di dompet gue. Sedikit demi sedikit gue dapat rejeki out of nowhere, rejeki in sudden kekekek... yang uang transport lah, Dudu maksa bayar gue untuk riset lah, sampai dapat orderan jadi moderator... alhamdulillah. Ini rejeki Zi, buat beli susu, beli tambahan popok dan bayar utang :-P buat aunty, asal kamu sehat dan senang, itu rejeki aunty. Ga pengen yang lain. Kata nenek, kalau kita ikhlas melakukan sesuatu, Allah pasti kasih lebih dari yang kita berikan. Aunty sayang banget sama Zi, semua yang aunty punya insyaallah jadi punya Zi juga. Semua rejeki kita berdua terus ada ya Zi, amin....
Monday, August 25, 2008
Zoe Matahari Sophie

Dear Zi,
Kamu bagaikan matahari baru di keluarga kecil kami. Menambah satu lagi perempuan yang sempat membuat Om Prima kecewa karena bebannya sebagai laki-laki satu-satunya jadi tambah berat. walah padahal Zi, perempuan-perempuan di keluarga besar kita adalah jagoan. Bundamu apalagi. Aunty Nita belum tentu sehebat bundamu yang harus menahan mulas selama tiga hari empat malam.
Sudah bukaan kesepuluh pun, kepalamu belum juga nongol. Nenek panik, Om Prima bingung, loh aunty gimana? ha ha ha didepan semua orang aunty yang paling tegar. Semua orang menyangka aunty Nita sudah punya anak makanya bisa tenang menghadapi bundamu yang mulai kehilangan semangat... "mba, Na mau nyerah aja, cape." Bundamu mulai kehilangan tenaga. Bayangkan saja dia harus menahan tidak mengejan dari pukul 15.30 sampai malam hari.
Bundamu bertahan untuk terus mencoba melahirkanmu normal karena sesar itu mahal. Tapi karena sudah bukaan kesepuluh dan kamu belum nongol juga, akhirnya kami ambil keputusan untuk sesar saja. Tapi sayang bidan-bidan jahat di Puskesmas Jagakarsa Jakarta Selatan menahan bundamu disana karena kami harus lebih dulu menyetorkan dana 2 juta cash kalau mau memindahkan bunda ke RS. Marinir Cilandak. Kata bidan jahat itu, kalau ga ada DP 2 Juta, bundamu tak bisa dioperasi dan dipaksa balik ke Puskesmas Jagakarsa. Padahal ditempat jelek yang penuh niat busuk itu, tak ada fasilitas operasi. Sakit hati kami saat itu Zi, kami ingin kamu dan bunda selamat. Harus selamat.
Niat baik itu selalu berbuah baik Zi. Tante Dewi, Om Ari dan Om Dono siap siaga menyediakan dana segar agar kamu selamat. Apapun aunty lakukan agar kamu dan bunda selamat. Tante Citra tetap memberikan dukungannya yang ga pernah berhenti sampai kamu lahir. Suatu saat kamu harus bertemu dengan para malaikat ini Zi.
Ternyata sampai di RS. Marinir Cilandak, bundamu langsung diselamatkan, diberikan obat agar tak terlalu sakit. Tak ada satupun dari perawat dan tenaga medis disana yang menanyakan DP 2 Juta seperti yang dibilang para bidan jahat di Puskesmas Jagakarsa itu, tak ada sama sekali Zi. Biar saja orang jahat selalu ada balasannya.
Kamu tetap diperut bunda dari jam 6 sore dan baru lahir di
jam 9 lewat 40 malam dengan berat 3 kg dan panjang 46. Jauh daripada perkiraan para bidan bodoh di Puskesmas Jagakarsa yang mengukur perut bundamu 37 cm dihitung bla bla... dan diperkirakan beratmu 4,3 kg sehingga bundamu tak akan sanggup melahirkan normal. Ah para bidan itu perlu disekolahkan kembali Zi. Sekolah medis dan sekolah tata krama serta bimbingan moral! biar ga niat jahat serta culas terus.Bundamu sempat kehilangan kesadaran, matanya kosong dan tiba-tiba dia bilang "Mba, Na lihat cahaya putih. Na cape, udahan aja. Terserah Allah aja deh." Suster yang ada disekitarnya ketakutan. Tante Dewi menangis, Aunty Nita hanya bisa memeluk bundamu erat-erat... Tak ada yang boleh dan bisa mengambil bundamu dan kamu. Aunty sudah kehilangan kakekmu didepan mata, jangan lagi aunty liat bundamu pergi begini cepat.
Dokternya berhasil menyelamatkan kamu dan bunda. Lihat deh wajahmu yang merah merona dengan bulu-bulu halus
memenuhi pipi tembemmu. Lihat alis tebal yang menyatu dengan jambang. Begitu nenek lihat kamu dia bilang, "waduh ganteng banget." Waks nenek, ini perempuan tahu. Zi cantik sekali.Lihat deh wajah bundamu. Hilang semua sakit, hilang semua sedih dan rasa putus asa. Lihat kamu begitu lucu, bunda pun tersenyum sangat lebar. "Bisa juga na bikin anak ya mba."
Eh tahu ga Zi, nenek sama bunda sempat ribut, Zi ini mirip siapa yah? Nenek bilang mirip dia karena mukamu mungil tidak seperti wajah bundamu yang bundar dan besar hehehe, tapi sama cantiknya kok.
Sebuah kehormatan besar Zi karena bundamu menyerahkan namamu pada Aunty. Nama yang sudah dirancang lama oleh Aunty, Zoe Matahari Sophie. Zoe berarti hidup, aunty harap kamu bisa menghargai hidup terutama perjuangan bundamu supaya kamu tetap hidup, bahwa hidup adalah kebahagiaan itu sendiri. Matahari, pusat tata surya, memberikan kehidupan, aunty ingin kamu tetap bersinar dalam situasi senang ataupun sedih yah. Dan Sophie diambil dari nama bundamu yang berarti bijak, bijak menghadapi hidup ini ya Zi. Panggilanmu cukup Zi, mirip nama Tionghoa hehehe, biar saja, karena kamu memang punya darah tionghoa dari kakek, meski begitu kita adalah orang Indonesia taelah, aunty mulai ngelantur neh.

Sudah ya Zi, suatu saat kamu pasti bisa menemukan surat ini. Perjalanan panjang menuju Zi. Perjuangan berat, hidup dan mati buat bunda, dan harga diri buat Aunty. Jadi anak yang baik Zi, pintar dan bijak serta berakal luas. Aunty percaya orang pandai selalu bisa menemukan jawaban dari segala kesulitan. Dan jujurlah dalam hidup Zi, kakekmu tak pernah luput menasehati kami semua. Selamat datang di dunia Zi.
Thursday, August 21, 2008
Menerima Lungsuran
Minggu lalu gue coba memenuhi kebutuhan bayi lainnya, busyet baru ngeh kalau keperluan bayi itu beneran mahal yah. Ibunya sudah men-cicil sejak lama dan itu belum cukup. Giliran gue yang meng-komplit-kan kebutuhan itu abis juga loh 1 jutaan mah. Ga kok ga ngeluh cuma kaget, gile punya anak itu mahal ternyata.
Anyway sejak adik gue hamil kami sadar betul tentang banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dan since her husband tidak bertanggungjawab, semua kami tanggung berdua, iya gue sama adik gue. Kita anggap mati saja laki-laki bodoh itu!
Kami terima lungsuran kok, dengan tangan terbuka. Siapapun kawan silakan yang ingin membantu kami hehehee... bentar lagi adik gue lahiran. Sekarang baru bukaan satu berarti tinggal hitungan jam saja sebelum gue punya ponakan, matahari baru :-) belum tahu kebutuhan apa yang bakal menyusul, tapi kalau di rumah lo ada sisa barang-barang keperluan bayi, silakan loh lungsurkan ke kami ;-)
sekali lagi makasih tante, Matahari senang sekali :-)
Poling Iseng
kata sebagian orang "foto lo ganti dong, ga tahu diri bener, itu kan foto 3 tahun lalu. dah tua lo, ganti sama yang baru kekekek."
nah pertanyaannya : perlukah nita ganti foto profile yang baru?
a. perlu
b. tidak perlu
mau ngisi? taro di shoutbox aja kekekek.. makasih yo
Monday, August 18, 2008
Bunglon
Ini yang namanya beradaptasi sekaligus mekanisme pertahanan untuk menyelamatkan diri. Jika tidak bisa beradaptasi ya tidak selamat, seperti bunglon yang terancam predatornya kalau keukeuh bertahan pada warna aslinya. Manusia pasti jauh lebih pintar untuk bertahan, tak melulu kudu mengubah tampilan luar tapi bisa dari cara berpikir, pake akal, pake otak.
Gue rasa modal bertahan hidup selama ini yang gue jalani adalah menjadi bunglon, mencoba beradaptasi dengan situasi. Di antara anak-anak gaul di Trisakti, diantara kawan-kawan idealis di Utan Kayu dan separuh idealis separuh gaul di lingkungan gue sampai dikalangan kaum rohis di kampus dan sekolah dulu. Kata Mekka, untuk menjadi gaul tak harus partisipasi kok tapi cukup mengamati, yang penting sok tahu.
Maka benar, ada banyak yang tertipu dengan gaya gue. Diantara anak gaul, gue dianggap idealis, diantara orang idealis, gue dibilang terlalu gaul heheheee... yang penting apapun yang kalian omongin, gue masih nyambung :-) itu artinya bergaul!
Nah seiring dengan perubahan di kantor gue, maka kawan-kawan mengalami bunglonisasi dengan format dan visi yang baru. Muncul lagi bunglon-bunglon baru yang fresh, jauh lebih muda dan lebih bergaul daripada kami. Makin kesini, makin gue salut sama mereka. Bunglon muda ini jauh lebih berbakat daripada para bunglon tua yang kadang tak kuat lagi beradaptasi dengan warna dan kondisi yang ada. Mereka dengan cepat menyerap setiap ilmu yang ada, makin cekatan meraih kesempata . Kemampuan mereka beradaptasi dengan lingkungan baru jauh diatas rata-rata. Bunglon-bunglon muda ini butuh ruang berkreasi seluas-luasnya dan bunglon tua macam gue ya tinggal memberikannya saja. Satu sampai beberapa bulan ke depan, bunglon tua harus segera mencari dahan baru yang lebih cocok dengan kondisinya hehehe... biarkan bunglon muda rules!
Tidak ada yang salah dengan menjadi anak gaul asal punya otak, dan para bunglon muda ini punya keduanya. Gue yakin mereka bisa jauh lebih maju daripada bunglon senior yang sudah malas bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Makin mirip katak ketimbang bunglon yang cerdas, katak yang hanya besar dalam tempurungnya lalu lupa pada indahnya dunia luar.
Thursday, August 14, 2008
Surprised
Kita beralih ke peristiwa lainnya. Berbulan-bulan, bertahun-tahun lamanya gue ga pernah naksir cowo lokal, alah... orang indonesia maksudnya. Dan untuk pertama kalinya kemarin sore gue nemu cowo keren, beneran keren, bikin gimana gitu. Surprised, my heart beat again. Tapi ternyata itu cuma sekejap iklan yang lewat di detik ke 30 dari penglihatan gue. Dia ternyata sudah menikah... wake up girl... pilihan buat cewe di usia 30 makin sedikit, good men already taken! dan laki-laki over 30 cuma ada dua pilihan, Gay or Being Married! ha ha ha pick one of them... patah hati dong, tapi ga boleh patah semangat, masa ga ada sih yang tercipta buat gue kekekek...
Sebuah pesan pendek masuk "lo kirim saga mana buat lomba aji?", mana lagi selain kisah reklamasi pantai utara jakarta. Makin ga punya waktu lah buat produksi tulisan ficer, semua perhatian dan tenaga gue terkuras ngurusin radio ini. Diantara waktu pribadi, gue baru bisa colongan nulis, mengasah kemampuan jurnalistik gue, yang paling gue khawatirkan bakal hilang. Alhamdullillah ternyata belum kekekekek... ficer gue masuk nominasi meski ga menang. Hadiah itu nomor dua buat gue, bonus dari sebuah karya. Tapi pride yang didapat itu jauh lebih berharga. Ternyata belum hilang benar, dan jangan sampai hilang. Barangkali membuat ficer dan menulis adalah kelebihan gue satu-satunya hehehehe... ga lah yah.. kan gue sekarang belajar jadi EO...
Ah hari ini masih panjang, kejutan lain barangkali akan menyusul. Sebuah kemenangan hati taelah.. ada tulisan lagi sih buat diposting disini. Tapi nanti saja, masih jam kerja :-P
Tuesday, August 12, 2008
Menghitung Hari
Menurut hasil USG bulan lalu, bayinya itu perempuan. Maka gue sudah siapkan nama "Zoe Sophia" artinya hidup dalam kebijaksanaan (dalam permusyawaratan perwakilan *hahaha*) Tapi tiba-tiba postur tubuhnya berubah dan setiap perempuan tua yang dia temui menebak kalau bayi didalam perutnya itu berjenis kelamin laki-laki. Dia pun sibuk meminta nama baru dari gue. Hmmm.... koleksi nama itu sebenarnya buat bayi laki-laki yang suatu saat nanti lahir dari rahim gue.
"Tapikan gue yang mau lahiran duluan mba....." teriaknya satu malam... Ok ok... gue akan cari nama lain buat anak gue sendiri, ini buat anak dia yang lahir dalam hitungan hari... Kalau anak itu laki-laki beri dia nama "Mahatma Thilal" artinya Hujan kebijaksanaan...
Malam ini gue lihat lagi perut adik gue yang kian membuncit, siap meletus dalam beberapa hari kedepan. Semua perjuangan berat yang adik gue hadapi baik fisik maupun psikis sepertinya akan terbayar dengan lahirnya baby Zoe atau Thilal itu. Dia adalah matahari baru dalam keluarga kami. Pusat dari segala kehidupan keluarga kami yang baru, tanpa papi tanpa suaminya Lina. Nama tengahnya pun gue titipkan nama MATAHARI.
Ga sabar menanti Zoe Matahari Sophie atau Mahatma Matahari Thilal segera hadir ditengah kami. Ah punya anak juga akhirnya gue :-)