Thursday, June 11, 2009
hidup tak kemana-mana
ketika tawaran menikah datang, saya sambut gegap gempita. horeee, kesempatan mengubah hidup datang lagi. saya bersiap, lagi-lagi dengan ketakutan konyol itu, ragu meninggalkan rumah, meninggalkan kerjaan, rekanan dan hidup nyaman hmm not really... teman saya bilang, MENIKAH nit, karena kalau ga, lagi-lagi lo hanya akan mengeluhkan hal sama... betapa hidup tak lagi berkembang. saya mati... sebelum benarbenar tertanam dibawah tanah.
konyolnya, saya bikin sejuta ulah, alasan hingga akhirnya kesempatan itu hilang lagi. kami bubar, saya tak jadi menikah dan menjalani hidup seperti biasanya.
saya tak lebih dari seorang pengecut. saya pengecut yang tak berani mewujudkan mimpi dan harapan bahkan untuk melangkah. saya bahkan bilang, "i didnt make a future", what a stupid word i have just said. pemimpi itu akan mengubah masa depannya sendiri, tapi saya tidak. saya cuma pengecut dan pecundang yang membiarkan hidup berjalan diatur waktu dan nasib.
Thursday, June 04, 2009
usai sudah
sedih? sedikit,
nangis? sedikit,
kecewa? sedikit,
saya cuma punya sedikit untuk semua rasa. sebentar menangis, sebentar tertawa tapi juga lega.. entah lah mungkin saya sudah gila karena tak lagi percaya cinta.
gampang sekali semuanya berlalu, bahkan saya belum merasa memulai. saya baru saja akan memulai hidup tanpa bayang masa lalu. baru saja memulai membuka hati, baru saja melangkah... ah sudah usai ternyata
sakit? sedikit,
kecewa? sedikit,
sakit dan kecewa karena saya harus menyudahi sesuatu yang baru saja saya mulai. mimpi bersama. tak pernah terbayang sebelumnya saya menyiapkan semua, kebaya, cincin, sepatu, lingerie, lokasi bahkan saksi dan penghulu, mc pun sudah diancer, daftar undangan sudah dibuat. .... dan gagal.
lega? sedikit,
pada akhirnya saya cuma bisa pasrah. sebesar apapun usaha kami memulai, tuhan selalu punya ide sendiri. DIA selalu ingin campuri kerjaan manusia. mungkin karena dia tahu apa yang terbaik untuk saya. versinya Tuhan loh, bukan saya. ketika pasrah, lega itu ada.... sakarepmu gusti allah.... terserah ANDA saja, Tuhan...
tangis? sedikit,
sudah habis seminggu lalu. sudahlah terbayang jika semua memang harus usai. airmata bahkan tak lagi ngucur seperti air terjun. sudah habis....
kalau nanti rindu itu muncul... biar saja saya titip pada tuhan kami yang berbeda... tolong sampaikan pesan saya pada nya... cinta ini tak akan berubah.
Wednesday, June 03, 2009
cinta sejati dan bukan
bagaimana menimbang cinta, siapa yang lebih besar dari yang lain?
"lo belum pernah merasakan cinta sebenarnya sih nit, yang bikin lo berkorban banyak?" kata teman saya satu kali.
sungguh saya ga ngerti bagaimana menimbang cinta dan harus sebesar apa pengorbanan yang dikeluarkan untuk mempertahankan cinta itu. atau sesungguhnya saya tidak kenal apa itu cinta?
empat tahun kurang dikit waktu yang saya habiskan untuk memelihara cinta pada ram. tak berpaling pada yang lain, tak memberikan kesempatan orang lain merasuki hidup ini. semua hanya ram. berusaha menjaga kontak meski dia tetap menolak. mengejar mimpi untuk sekolah ke belanda, sekali hampir berhasil. sampai akhirnya ram bersama yang lain.
"lah ga ada perjuangan yang lo lakukan selain menunggu dia di jakarta," begitu kata kawan yang lain.
lalu saya harus berbuat apa? apa yang saya lakukan selama empat tahun lebih dikit ternyata tak cukup besar untuk membuat ram balik pada saya.
sekarang ketika dia mengajak saya meninggalkan keluarga, agama, dan kehidupan demi masa depan yang baru dengannya, saya kembali menolak. dia bilang saya tidak mencintainya sebesar cinta dia padanya. pertanyaannya kemudian saya balik dong, apakah dia bersedia meninggalkan keluarga, agamanya dan kehidupan dia untuk bersama saya di sini, di jakarta dengan segala baik dan buruknya. dia pun terdiam...
masih dia bilang cintanya pada saya lebih besar daripada cinta saya padanya?
kata teman, kalau saya sedang jatuh cinta bagai kerbau dicocok hidungnya, everything is about him. tapi ternyata saya berada diantara logika dan rasa. saya pernah buta pada cinta, sakit menahun karenanya. pun saya cinta pada ram yang pada realitanya tak mungkin kembali. saya memang pecinta, tapi bukan pengorban, saya bukan martir untuk cinta.
keluarga, ibu dan Zi adalah segalanya dalam hidup saya kini dan nanti. saya tak akan bisa bahagia tanpa melihat mereka bahagia. kalau akhirnya saya tidak bisa membedakan cinta sejati atau bukan, ya itulah. atau memang saya belum temukan seseorang yang bisa menjadikan saya martir untuk cinta? bahkan mengkhianati tuhan sekalipun.
Monday, June 01, 2009
cinta tanpa rupa
tak ada yang lucu sebenarnya dari ucapan gue waktu itu. serius banget bahkan. karena seperti biasanya gue merasa "harus" meladeni pembicaraan orang-orang ym yang kesepian seperti gue, dan akhirnya mereka akan mengajak gue bicara seputar selangkangan. saat dia menyapa, gue sudah tahap muak. tapi itu tidak menghentikannya.
"nita i really like you a lot." pesan itu yang disampaikan dia lewat email beserta sebuah foto.... anjrit guanteng, sexy, anjrit.... lalu gue balas dengan ucapan, "semoga foto ini bukan boongan yaaaa."
dia tertawa, tertawan pesona muka asia gue yang disebutnya really beautiful. oh ya dong hehehe... kisah kami berlanjut hingga kini. tanpa rupa, hanya kata. tanpa suara hanya percaya.
buat orang lain cinta kami semu, cuma di dunia maya. tapi ada rindu tanpa kehadiran dia, atau tangis saat pertengkaran, itu adalah rasa yang nyata. tak ada yang bisa dijelaskan dari cinta kami yang tanpa rupa, tapi nyata. saat masalah datang, gue stres berat, dua malam beruntun muntah karena sedih, panik dan patah hati. itu nyata.
cinta tanpa rupa, hanya kata dan itu nyata. gue cuma bisa bilang, ada sayang, ada cinta yang tertinggal untuknya. entah kapan akan berwujud, entahlah. kami pernah berharap, lalu kecewa dan kini berusaha membangun harapan lain yang baru. jika cinta tanpa rupa bisa kuat melewati rintang, kami pun berhak bahagia dalam nyata, bersama.
Tuesday, May 26, 2009
begini akhirnya
ada masalah sama kerja, agama sampai ibu,
jangan suruh aku memilih antara kamu atau ibu,
karena kalian bukan pilihan, kalian satu untuk hidupku.
tapi kau paksanya juga aku memilih,
sakit akhirnya kan
ibu adalah segalanya untukku, dan kau tahu itu
ibu adalah agama
ibu adalah tuhan untukku.
aku sakit, kamu juga
cinta saja tak cukup buat kita bahagia
aku benci tuhan yang membuat kita berbeda tapi memaksa kita menyembah sama
tapi aku teramat cinta ibuku melebihi pencipta
bahkan dia tak akan sebanding dengan cinta kita.
Thursday, May 21, 2009
Sakit, mimpi dan kamu
Dari dulu saya tak pernah suka sakit. Tiap kali demam meradang tinggi tiba-tiba saya merasa jadi kerdil, semua yang ada disekitar saya menciut perlahan. Kasur mengecil, tembok kamar tiba-tiba terasa bergeser perlahan menggencet saya. Lalu saya akan menjerit, menyembunyikan wajah ke bantal lalu menangis. Sewaktu ada ayah, dia akan mengusap muka saya lalu berdoa dan mendekap saya di dadanya. Setelah itu baru saya bisa tidur dengan tenang. Ibu menggantikan peran itu sepeninggal ayah.
Tapi saya sudah tidak tinggal dengan ibu. Kos sendirian dekat kantor. Menjadi sakit itu menakutkan. Tak ada ibu yang menenangkan saya. Manja yah J
Kemarin sore saya demam tinggi, muka saya merah matang. Dokter bilang saya Cuma kena flu, istirahat dan minum obat saja. Kalau demamnya tak turun dua hari, segera periksa darah... lagi! saya pun tidur mulai jam 7 malam. Hanya dua kali terbangun. Jam 10.15 malam untuk terima telepon dan jam 3 dini hari untuk buang air kecil.
Saya tahu kalau saya paksakan bangun dan menikmati malam dengan lampu terang menderang, ketakutan menjadi kerdil itu akan muncul lagi. Tak ada ibu yang akan menenangkan saya. Maka saya paksa mata untuk terus tertidur.
Tapi dalam tidur ternyata saya pun tak tenang. Ada kamu hadir di mimpi saya. Yang tiba-tiba menjadi jahat dan ingin membunuh saya perlahan. Mengejar saya masuk ke hutan, lari-lari di antara gedung bertingkat. Sampai kamu mendorong sahabat saya lola jatuh di mall dari lantai 4. kamu ingin menyakiti semua yang dekat dengan saya. Wajahmu muncul dimanapun saya berada, bahkan kamu muncul di dalam lemari.
Sial.
Monday, May 18, 2009
kosong
puisinya mati...
pingin rasanya menangis, menjerit menumpahkan gundah dan kecewa
tapi tak bisa....emosi ku mati.
empat tahun terakhir air mataku bergalon-galon tumpah untukmu,
berharap hujan membuat keras hatimu luluh
berharap rasa melahirkan kembali cinta
tapi hatimu sudah mati...jauh sebelum itu kusadari
aku kosong tanpamu,
tak ada lagi sedih, tak juga luka apalagi cinta
tak ada lagi puisi, semua mati...
Saturday, May 16, 2009
sekarang apa?
tak ada lagi cinta, tak ada lagi saling jaga.
cukup.
perutku mulas ram, tapi air mata tak kunjung berurai,
percayalah bukan benci yang akhirnya kutemui,
tapi sadar bahwa kita sudah usai.
aku pernah sangat sangat cinta, tak perlu mencari alasan, karena cinta tak butuh itu.
aku cinta dan semua pernah indah denganmu
tapi sekarang tak lagi, semua mati.
terima kasih pernah berkunjung di hatiku ram. mewarnai hidupku sekian tahun.
waktunya untuk berlari mengejar bahagia sendiri, tak perlu lagi menanti.
Monday, May 04, 2009
cinta puisi
bukan aku tak mencintaimu. tapi cinta padamu tak bisa membuatku berpuisi. kamu ada tapi tiada dalam kata.
sudah kutanya hati kemana larinya puisi. kenapa aku tak bisa menulisnya untukmu. bahkan ketika cinta menggebu.
aku bahkan kehilangan kata ketika mengingatmu, meski tetap menghangat rasa cinta di dada. aku merindu cinta yang membuatku bisa berpuisi lagi.
kenapa denganmu? ada apa denganku? bagaimana dengan cinta kita? tak ada kata dalam puisi seperti yang kuingin selama ini.
sudahlah... cinta tak mesti keluar dalam kata bukan? aku rasa cinta dan itu nyata.
Sunday, April 19, 2009
bukan pengejar
lain hari saya tahu mba rani ini tak sampai pada posisi yang diinginkannya, lalu cabut pindah kerja ke tempat lain. dia lagi bilang, "kali ini aku mau sampai sini nit." okeh lagi-lagi tangannya ditaruh diatas kepala. saya rasa kali ini dia berhasil mencapai yang diinginkan. terakhir saya bertemu dengannya dia sudah jadi seseorang yang hebat, wajahnya segar berbinar. dia sukses, pikir saya.
saya selalu mengagumi mereka yang punya target jelas dalam hidupnya. entah kemudian akan dia dapat dengan cara yang jujur dan sportif atau bahkan licik, menempel bak parasit pada satu hal atau sibuk menjilat pantat orang lain. kegigihan orang itu dalam mencapai targetnya, itu yang selalu bisa membuat saya kagum.
lalu saya? saya selalu mentok sebelum target itu tercapai. saya tak pernah bisa bersaing dengan orang lain, saya akan mundur dan beri jalan pada yang lain. buat saya, apa yang saya dapat sekarang adalah berkah. apa yang diberikan ke saya adalah amanah. saya kerjakan sebaiknya. setelah itu berkah bertambah alhamdulillah. tapi lebih banyak heheheh, saya mundur sebelum berkah melimpah.
bos saya bilang, "satu kelemahan kamu nit. kamu ga pernah bisa pede sama dirimu sendiri. sementara orang lain melihatnya sebagai bakat." lalu darimana saya bisa dapatkan ke pedean itu? belajar untuk kehilangan persahabatan karena persaingan karir, itu sudah menyakitkan buat saya. ditikam dari belakang, difitnah atau bahkan dipandang tak guna, juga sudah saya lalui.
yang saya pelajari sekarang cuma bekerja dengan tekun lalu pasrah pada hasilnya. kalau memang diizinkan saya akan lanjut, tapi kalau setan terlalu kuat, saya yang mundur. toh saya tak pernah menargetkan apapun dalam hidup ini. monggo mas... silakan. saya bukan tipe pengejar. saya lebah pekerja bukan ratu :-P. apalagi parasit... cium pantat orang? amitamit kekekek
Wednesday, April 15, 2009
tak pernah mudah
saya tak pernah yakin pada lembaga satu ini-pernikahan. bahkan saat saya bilang "iya" dan kami tinggal menghitung hari, jika tuhan mengizinkan, saya tetap meragukan diri sendiri. sepanjang 30 tahun ke belakang, saya tak pernah kompromi dengan orang lain untuk banyak hal, banyak keputusan untuk diri sendiri maupun keluarga. saya terbiasa pegang kendali dalam banyak kesempatan hidup. saya terlahir sebagai anak tertua yang akhirnya menjadi kepala dalam keluarga.
melihat betapa bunda berbinar saat saya katakan akan menikah, sekali lagi saya tahu bahwa keputusan saya telah membuatnya bahagia. bunda pun inginkan saya bahagia, inginkan saya belajar berbagai hidup dengan seseorang. tapi apakah ini yang terbaik untuk saya?
"hari ini soal karir, besok lo bilang ga bisa ninggalin nyokap, lain hari bilang kangen banget sama Zi. padahal masalah lo tuh cuma satu, lo takut nikah nit. semua hal bisa bikin lo ragu untuk nikah." begitu kata teman saya.
saya takut nikah, saya takut berbagi, most of all saya takut bahagia. saya sangat takut binar mata saya hari ini, bahagia saya saat ini, hilang di kemudian hari. saya sangat takut menangis, karena itu sudah saya lakukan bertahun lamanya... tanpa air mata, tanpa segukan. saya takut pada diri sendiri yang tak bisa berbagi apalagi kompromi.
saat tinggal menghitung hari, jika tuhan mengizinkan, ketakutan itu meradang. yang saya lakukan adalah membuatnya tegang dan menuduh saya meragukan cintanya. sungguh bukan dirinya, sungguh ini saya. tuhan tolong....
Monday, April 06, 2009
aku sinting agar kau tiada
aku tak yakin mana cinta, mana sayang, mana sekedar berlari
aku tak yakin pada diri, pada nya apalagi pada cinta
aku jalan pada hal yang datang tanpa berusaha bertanya akan apakah cinta yang ada
aku lari darimu, dari hal yang selalu mengganggu isi kepalaku berminggu-minggu
kupakai kesempatan melompat, bergerak dan memindahkan satu nasib ke nasib berikutnya
bila berharapmu tak pernah mungkin, maka ku berlari mencari sesuatu yang nyata
ada dia membuka cinta
aku bersembunyi dari hati yang hanya mengiris luka jika terus mengharapmu
berlari, bersembunyi ssshhhh... kamu tak perlu tahu
tentang cinta, tentang luka, tentang asa yang sial hanya untukmu
sudahi segala tentangmu..
jangan mulai membuka lagi hati yang sedang kututup
jangan pancing cinta yang sedang kukubur dalam
jangan bicara... diam saja, biarkan aku dengan kesintinganku
untuk lupakan kamu... lupakan kita yang tak pernah ada
Saturday, April 04, 2009
kacamata kuda
kalau untuk masalah kecil saja bikin kami berdua bertengkar dan memilih sign off sampai salah satu dari kami tenang dan bisa memulai lagi pembicaraan. tapi gue bukan orang yang mudah redam setelah marah. butuh waktu untuk tenang dan tak selesai hanya sekedar peluk dan cium.
lets fight, lets argue. jangan sshhh sshhh kalau jalan keluar belum ketemu.
rasanya kalau ini akan berantakan lagilagi karena keegoisan gue. lets say it that way... my fault. barangkali gue memang belum bisa berkompromi dengan seseorang, apalagi harus berbagi untuk selamanya. gue belum sanggup menerima pandangan dari satu kacamata saja, si kuda yang akan menemani gue seumur hidup... huhuhu... gimana kalau keputusan itu akhirnya salah?
Thursday, April 02, 2009
bingung
saya juga tidak berharap banyak dari keputusan ini. bahwa kemudian dia akan datang beneran bulan ini, ya silakan, saya akan bahagia. tapi bila pada akhirnya satu dan lain hal dia mundur dari hubungan, ah anggap saja itu bagian dari kehidupan.. bukan jodoh.
tapi apa yang saya rasa sekarang, yang saya rancang hari ini bersamanya adalah indah. yang kami punya mungkin hanya terdengar sebagai mimpi bagi banyak orang, tapi bagi kami sebuah cinta dan cinta. kami jalani sepenuh hati. saya rasa saya mencintainya.
cinta yang terbangun dari waktu yang cukup lama tak menjamin akan bertahan lama pula. saya dan dia cuma punya cinta, yang tumbuh sekejap tapi berharap akan lama bertahan. dia tak kasih mimpi muluk, cuma hidup bersamanya. janjinya untuk mencintai saya selamanya. menerima apa adanya saya. sederhana saja.
tapi hari ini, kebimbangan muncul. saya bingung ketika dia bertanya, haruskah dia melepas agamanya demi saya? demi cintanya pada saya? jangan ditanya apa jawaban saya ketika itu. agama dan cinta datang dari hati, keikhlasan yang muncul yang saya tak mungkin bisa paksakan datangnya. saya tahu kalau pilihannya cuma dua maka saya pilih cinta, tapi kalau pilihan jadi tiga, agama cinta dan bunda.... saya pilih bunda.
Tuesday, March 31, 2009
ke 400
flashback dikit soal blog ini yah. blog ini dibuat citra untuk saya yang februari 2005 lalu patah hati. kata citra, daripada curhatan saya tak terekam lalu lupa, baiknya ditulis dalam blog. kata saya, ah itu mah alasan dia aja supaya ga budek dengerin curhatan saya terus ha ha ha...
walhasil, jadilah blog ini, warnanya ijo waktu itu. utak atik, lagi-lagi diajarin citra, jadilah berwarna biru. tapi garagara alif imam punya blog dengan template yang sama, saya ngalah jadilah si kucing lucu ini menemani saya sejak 2 tahun lalu.
karena awalnya blog ini memang ditujukan untuk curhat, ya sampai sekarang juga isinya cuma curhat. saya bukan pengkritisi, pengamat, penyair, ataupun seniman, apalagi ilmuwan. saya cuma nita. punya segudang cerita egois tentang diri sendiri saja, pandangan dan pengalaman saya pribadi. ada yang tersinggung tapi banyak juga yang menyanjung haiiyaaa... plak... ga boleh takabur.. saya belum jadi apa-apa. menjadi penulis pun masih sebatas mimpi.
dari 400 cerita kini, ada banyak orang yang sedikit banyak menginspirasi saya untuk menulis. ada ram yang jadi subjek cerita for the last 3 years, ada eric yang selalu setia membaca blog ini meski tak pernah mengerti bahasanya kekekek... ada dia yang selalu saya intip blognya untuk mencari inspirasi. ada masku yang paling asik diomongin karena kepolosannya yang tak pernah bisa membaca hati saya. bahkan untuk yan, orang yang menjadi subjek pertama dalam blog ini. makasih untuk semuanya.
mereka yang pernah marah karena tersinggung dengan tulisan saya. mereka yang sok tahu menebak tulisan saya. mereka yang memuji tulisan saya yang katanya inspiratif.... ah masak sih xixixi.... terima kasih sudah membaca blog ini.
sesudah ini apa? ada usulan supaya saya menulis cerbung di blog ini. jualan sesuatu untuk menambah penghasilan. lebih serius sedikit untuk jadi pengamat profesional. saya tak bisa lakukan itu semua... blog ini untuk semua tujuan, semua kepentingan, terlebih lagi ini memang blog curhatan. saya tak mau terpaku menjadi penyair saja, penulis saja, pengamat saja atau pedagang saja. saya mau jadi nita saja yang cerewet dalam tulisan maupun lisan. saya cuma mau jujur dalam tulisan maupun lisan. semoga saja pengalaman saya bisa memberikan kesan bagi pembaca. terserah itu kesan buruk, baik, bikin muntah, mau nangis, tertawa... semua emosi. bahkan kalau tak suka pun, silakan pindah ke alamat blog lain ha ha ha ha...
happy 400 posts.... muuuuuuaaaaahhh....
Friday, March 27, 2009
mimpi sebentar
saya tidak...
terlalu banyak bermimpi, begitu terbangun, saya tak punya apa apa dan siapasiapa yang bisa mendukung saya mewujudkan mimpi itu. biasanya tiap kali berkeinginan saya mantapkan dalam hati tanpa banyak berharap. garis hidup saya selalu menuntut perjuangan sebelum mimpi terwujud. saya irikan nasib pada banyak kawan yang sangat mudah mewujudkan mereka punya mimpi.
saya tidak...
saya berhenti bermimpi untuk banyak hal, berusaha menggantikannya dengan mimpi sederhana saja. jangan kebanyakan mimpi, jangan ketinggian bermimpi, kalau ga mampu mewujudkan sakitnya bukan kepalang.
seperti saat ini...
sejak awal saya bilang pada diri sendiri, kalau semua ini cuma mimpi, tuhan tolong jangan bangunkan saya. di dunia nyata, saya cape mengejar mimpi, saya cape berusaha, saya bahkan terlalu takut mewujudkannya. maka jika keindahan ini cuma bisa saya nikmati sebagai mimpi, biarkan saya tertidur panjang... selamanya.
ketika terbangun, kejutan yang tak selalu baik dan tak selalu buruk menanti saya. tapi untuk kali ini saja tuhan... jangan ambil mimpi saya.
Wednesday, March 25, 2009
dream might come true
kenapa belanda? pertama karena ada ram. kedua karena pernah 2 hari di amsterdam dan gue merasa tak kesepian. masih nemu restoran "pondok indah" dekat museum anne frank yang menjual masakan indonesia. nyaris tiap sudut kota ada tulisan "gado gado". meskipun kata ram "they are fake indonesian", ga papa... ini kan masalah rasa toh. ga penting yang jualannya siapa. kemudian kotanya hidup 24 jam, meskipun waktu itu cuma ada di red light district ha ha ha. nah yang paling menyenangkan, disana ada banyak orang indonesia. maybe those are the reason kenapa gue merasa nyaman di sana.
sekarang mimpi itu hampir jadi kenyataan-ingat hampir!. dan gue langsung merasa kesepian. belum lagi pergi, gue sudah merasa sedih meninggalkan jakarta yang macet dan berpolusi. tapi cuma disini, di jakarta gue menemukan semuanya, kapanpun dimanapun. semua yang gue mau ada di jakarta. terpenting lagi disinilah keluarga dan sahabat tinggal. ada mami tersayang, ada zi tercinta, ada lina dan prima. ada teman-teman yang selalu mengiringi hidup gue bertahuntahun. ada pekerjaan yang suka duka selalu gue kerjakan tantangannya.
tapi kalau tiba saatnya harus memilih antara pergi dan tidak, gue akan pergi. jangan bicara nasionalisme karena selamanya gue tetap anak jakarta. gue tetap anak mami yang manja, kakak yang bijak taeeellaaahhh dan ibu yang semoga baik untuk Zi. tapi hidup kudu berjalan, gue ga mau menyesali keputusan untuk tetap tinggal disini. sudah 30 tahun di jakarta, masak sih mau melepas kesempatan menikmati hidup yang baru yang penuh cinta-semoga. anggap saja sebuah tantangan baru tersedia untuk diambil. dan gue... hmm.... i just love to suprised myself.
Tuesday, March 24, 2009
masih ingat
di taman fatahilah kali pertama kamu berani menggandeng tanganku
di cafe batavia untuk kali pertama kamu merangkul.
ada rasa yang tetap tertinggal selamanya
ada kenangan yang hidup bersama waktu yang berlalu
meski aku dan kamu tak lagi bersatu
high and dry versi jazz jamie cullum yang kamu bilang culun,
fake plastic tree yang bikin kamu memandangi dan menyentuhku sambil bilang, "you re not fake nit."
dan black star yang selalu kamu nyanyikan di hari-hari terakhir kepergianmu.
lagu itu masih kudengar tiap kali merindumu
yang pernah menemani tangis saat mengingatmu
tapi kali ini lagu itu akan membuatku tersenyum
terlewati sudah satu masa indah bersamamu.
terima kasih sudah beri warna dalam hidupku
terima kasih sudah beri cinta yang penuh rasa
saatnya aku melangkah menjauhi mimpi, tanpamu
Thursday, March 19, 2009
saya jatuh cinta
saya rasa sedih ketika hari ini kita bertengkar hebat, perkara kamu rasa saya tak cukup waktu untuk menemanimu bicara. saya bilang, saatnya bekerja bukan waktu tepat untuk panjang lebar bicara. kemudian bertengkar hebat, sampai kata selamat tinggal terucap. lalu diam..
buzz, kamu bilang.... jangan pernah tinggalkan aku yah.
bodoh. saya baru saja mulai cinta sama kamu. saya baru ingin merasakan cinta yang lebih besar denganmu. keajaiban yang disembunyikan tuhan selama ini dari saya. mana mungkin saya lepas secepat kilat. saya dan kamu baru mulai saling mengenal. jangan diputus ditengah jalan.
saya dan kamu orang sinting yang kesepian, lalu memutuskan mengikat hati dalam hitungan hari. kita memang gila.. dan saya cinta kegilaanmu itu. setelah itu, perjalanan mengenal hatimu dimulai. saya membuka hati pada kegilaan yang berakhir pada cinta. saya jatuh cinta saat ini, cuma denganmu...
Tuesday, March 17, 2009
siapa saya
saya bilang, papi salah. jurnalis dan polisi punya tugas yang sama, investigasi kasus atau yang kami sebut sebagai berita. berpegang pada kebenaran adalah kuncian kami. mengorek informasi adalah tugas kami. dan menyampaikannya pada masyarakat adalah tujuan kami.
saya bangga pada profesi ini. tak terasa sudah tujuh tahun menjalani profesi yang sudah membawa saya pada berbagai situasi, berbahaya di pattani dan kendari. suasana gembira di piala dunia, bahkan kesedihan usai tsunami. buat saya, menjadi jurnalis adalah pilihan hidup. pilihan untuk tetap berada di tengah, diantara pro dan kontra. merasa tahu banyak tanpa perlu terlalu mendalam.
tiba-tiba ada orang yang berani bilang, bahwa penyiar dan produser bukan jurnalis?
apa yang saya kerjakan tahunan ini tak mungkin tersalurkan tanpa bantuan penyiar dan produser. apa yang saya kumpulkan di lapangan ga mungkin sampai ke masyarakat tanpa ada orang yang di studio. mereka produser dan penyiar. mereka yang menyiapkan konten. mencari informasi, mengolah informasi dan menyampaikan informasi. semua dalam kaidah jurnalistik.
kalau profesi jurnalis hanya diartikan pekerjaan lapangan? ck ck ck... kasian sekali orang ini.
saya nita, jurnalis radio. produk jurnalistik saya tak akan ada artinya, tanpa mereka para jurnalis radio lainnya, penyiar dan produser.
Sunday, March 15, 2009
ketika tak bisa menulis
abis pelatihan cara berhadapan dengan situasi berbahaya dan pertolongan pertama, gue paling tidak tahu sedikit banyak bagaimana menolong orang. pertanyaan temen-temen ketika itu adalah, kalau kita bisa nolong orang, trus kalau kita yang celaka, siapa yang nolong kekekek... itulah sebenarnya guna mentransfer ilmu pada sesama.
sehabis pelatihan yang melelahkan itu, satu hal yang paling penting. bahwa gue tidak pernah menyesal memilih profesi sebagai jurnalis. bahwa ada adrenalin yang terus dipacu, ada kecintaan khusus pada hal satu ini yang tak mungkin bisa ditukar apapun.
dan itu bawa gue pada satu hal utama lainnya... jangan kurung adrenalin gue terlalu lama tuha.
tuh kan ga jelas kalau lagi ga bisa nulis begini
Monday, March 09, 2009
lalu cinta itu apa?
malam ini over dinner, kami bicara tentang cinta. siapa yang bisa menjelaskan dengan logika apa itu cinta? kenapa dia bisa datang tiba-tiba tapi jika menghilang selalu menyisakan pertanyaan, kenapa hilang? bisa dijawab? when you are fall in love then you can also fall out love. but for what a reason?
bisa cinta menghilang tanpa sebab?
ketika jatuh cinta, semua akan bilang, will do everything for love or will accept everything whether is good or bad about you. tapi itu lagi-lagi bukan cinta. cinta itu beda dengan sayang apalagi nafsu. masih bisa kok kita berjuang untuk seseorang bukan atas nama cinta, tapi karena kita sayang padanya. seperti sahabat....
kalau kalau rasa itu menghilang pada pasangan yang bertahuntahun menemani, lalu mau apa? bisakah semudah itu bilang, i dont love you anymore, can i just leave you so that you can find another love and be happy with it. definetly it wont be that easy.
yang pasti, jangan menyiksa seseorang yang sudah tak lagi dicinta yah. mengetahui cinta itu hilang saja sudah menyakitkan apalagi bertahan untuk sesuatu yang sudah tak ada cinta didalamnya.
Thursday, March 05, 2009
menunggu
untuk banyak hal dalam hidup, aku selalu berusaha lebih maju dari yang lain. tapi untuk urusan hati, biarkan dia berjalan apa adanya. kalau harus menunggu, setahun, tiga tahun bahkan pernah tujuh tahun untuknya membaca hati, kenapa tidak. ruang kecil di hati ini tak akan pernah bisa bohong tentang cinta. if its worth it to wait, then i'll wait.
"good things come to those who wait." pernah dengar kalimat ini? dan aku percaya itu. sekali waktu pernah kutunggu cinta berikutnya dalam tiga tahun. menunggu sakit yang reda, lalu bertemu ram. one of the best things in life. dan kembali menyelami cintaku pada ram di tiga tahun berikutnya.
berbulanbulan lalu aku pun menunggunya membaca hati. baca mataku, baca hatiku lalu bereaksinya. tapi kosong, tak ada aksi dan reaksi. kami tertawa, berbagi, sekedar kawan. lalu matanya tak pernah bisa membaca hatiku. sampai satu titik, aku berhenti menantinya.
aku siap memulai lagi yang baru. mencari hati. berharap tuhan, sekali lagi jatuhkan cinta dihati, entah dengan sapa dan makhluk apa.
semalam, seseorang dengan lantang berkata, "i would love to spend my life with you nit."
gubrak.... siapkah melepas semua cerita lalu? cinta yang bohong kalau kubilang tak ada lagi untuknya. entah lah... lagi... kuserahkan hati ini untuk menjawabnya
Wednesday, March 04, 2009
step by step, kenangan kecil yang manis
Begitu mudah saya dibawa kembali ke era 90-an awal. Nita muda yang tergila-gila oleh NKOTB, mengoleksi setiap album, poster dan merchandise NKOTB. Saya punya satu bundel besar kliping berita dan foto setiap personelnya. Saya bahkan menyimpan foto Jordan Knight yang baru berusia 3 bulan, hebat yaaa…
Teman SMP saya tahu persis kegilaan saya yang satu ini. Dengan bahasa inggris ala kadarnya saya menulis surat setiap bulan dan mengirimkannya ke fans-club di Boston sana. Meski tak pernah ada surat balasan untuk sekedar berucap terima kasih. Ibu saya cukup kesal dengan kebiasaan saya yang mahal ini. Perangko barang mewah ketika itu Saya pun kerap berkhayal bertemu dengan Jordan Knight dengan jambulnya yang bikin saya meleleh. Dia lelaki pertama yang hadir dalam hidup saya barangkali, halah.
Suatu hari Ibu Komariah, guru bahasa Inggris di kelas III SMP bertanya, ”darimana kamu belajar bahasa Inggris nit? Apakah ikut kursus?,” dengan lantang saya bilang, ”dari Jordan Knight bu.” Sambil bingung, dia pun berlalu.
Lagu diputar lagi hari ini. Saya bernyanyi riang lagi, kali ini liriknya jauh lebih baik ketimbang diawal dulu. Bahasa inggris saya sudah lumayan lebih baik seriring dengan waktu. Dan Jordan Knight yang semakin uzur meski tampannya tak pernah hilang. Pheww sejenak kembali ke masa muda itu menyenangkan ternyata. Terima kasih kawan di Green Radio untuk sebuah kenangan kecil yang diberikan hari ini.
Tuesday, March 03, 2009
hujan dan bulan sabit
setelah melihatmu tersenyum diantara tebar bintang, lalu aku merasa kesepian. jika ada satu kesempatan menarikmu kembali kesisi, kan kutukar hati ini dengan mati. kita pernah menikmati sabit bersama. tersenyum meruncing di jidat dan dagu. aku merindumu.
malam ini hujan. derasnya menggedor jendela kantorku. memanggilku bergabung menari menikmati air tuhan yang sudah kotor dengan asam, timbal dan segala hal buruk manusia. aku tak bisa... tak lagi bisa..
hujannya membasahi hatiku, bukan lagi sedih tapi riang seperti suara airnya yang menggedor jendela. aku tak lagi bisa menari dibawah derasnya, tapi aku bisa menyanyi mengikuti irama ketukan air di jendela. aku riang... tak lagi sedih.
bila sehabis hujan ini kutemukan kembali sabit di langit bertabur bintang, kurasa sepiku pun menghilang. aku akan bisa menikmati senyummu di bulan sabit tanpa rasa sakit, sedih. aku cukup riang melihatmu tersenyum dari atas sana.
Monday, March 02, 2009
mencari hati
Iya, keinginan yang gue sangka sudah hilang sejak terakhir kali jatuh cinta, dengannya. Keluar dari studio 6 dan 2, serombongan lelaki, tua, muda, pendek, jangkung, putih dan coklat. Adakah satu untuk gue?
Gue rasa Cuma kesepian yang dirasa saat ini. “kamu ga kangen pegangan tangan?,” begitu tanya mas ade dulu sekali. Iya kangen, hari ini, malam ini. rindu disentuh lelaki dan gue jujur untuk itu.
Kenapa tak pernah mudah mendapatkan apa yang gue inginkan yah? Kenapa tak pernah mencari yang mudah? Gue picky memang, tapi malam ini rasanya kok pengen banget mencari sembarang dan liat apa yang terjadi kemudian.
Gue Cuma pengen punya pacar malam ini... huhuuhu... make me fall again please.
Friday, February 13, 2009
13 februari
tahukah kamu, jemari ini gemetar, bibir ini kelu hanya untuk mengucapkan selamat datang di usiamu yang baru. selalu 7 tahun dibelakangku. diputar dari arah manapun kita tak akan lagi bertemu. cuma suatu kebetulan waktu mempertemukan kita lebih dari tiga tahun lalu. dan disana waktu mencinta untukku usai sudah. perjalanan cinta terhenti olehmu. ini salahmu.
kawan bilang, kita hanya mencinta sekali dalam hidup, entah sudah atau belum bertemu dengan cinta itu. aku harus menyalahkanmu yang mempertemukanku dengan sekali cinta. aku tak bisa mencinta dengan cara yang sama pada siapapun kini. semuanya berubah sudah. ini salahmu.
kalau tuhan mencetak dirimu untukku, kan kutunggui waktu sampai kapanpun dia bergerak untuk kembali ke titik kulminasi yang membuatmu dan aku tiada berbayang. aku dan kamu jadi satu sekali lagi. itu kalau saja tuhan mencetakmu untukku. siapa kini yang bisa kusalahkan? tuhan?
jam 12 malam kurang 3 menit, baiknya kuselesaikan dirimu yang terhenti dalam tulisan dan waktu. harimu baru esok hari, sementara hidupku tetap melulu merindumu. bodoh. ini salahku yang tak bisa lagi bergerak ke lain hati. juga salahmu yang hadir menjadi yang "ter" dalam hidupku. salahkan saja waktu yang membuat kita bertemu secara kebetulan.
Peeling Peeling *sambil nyanyi*
“Wah mba ini beruntung sekali. Kulitnya berjenis normal dan tidak jerawatan.” Kata dokter disebuah skin center atau salon yah namanya. Tuh kan bahkan saya tidak tahu tempat apa itu. Terakhir saya facial di tempat yang berlokasi di Cinere ini adalah Mei 2008, nyaris setahun lalu. Si dokter muda ini sampai terheran-heran karena saya tidak pernah datang lagi untuk facial disana. Alasannya sederhana, mahal hehehe... kebetulan saja kemarin lagi ada uang lebih dan pas kepengen.
“Komedonya juga cuma sedikit. Perawatan rutin ya mba? Pakai apa?,” kata dia lagi sambil terus mencet mencet kulit muka saya. Ga usah disebut lah yah. Produk itu ga bayar saya untuk beriklan disini kok.
“ Tapi....” jeda sejenak sambil terus mencetmencet pipi saya... “kulit muka mba kusam. Saya sarankan untuk ambil perawatan Chemical Peeling. Untuk mencerahkan warna kulit muka dan leher. Saya berikan obat dan harus dipakai rutin selama dua minggu, dua kali sehari. Lalu perawatan chemical peelingnya dua minggu sekali setelah itu sebulan sekali.... bla bla bla...”
Saya cuma melongo, terkagum kagum melihat sang dokter ini bercerita soal Chemical Peeling sambil tetap ga mudeng. “ Ada pertanyaan mba Nita?” tanya dokter yang baru sadar melihat reaksi melongo saya.... “Harganya berapa?”
Begitu dia sebut nilainya..... Gubrak..... terima kasih bu dokter, nanti saya pikirkan. Lalu ngeloyor keluar dan menuju meja facial. Saya tidur dan menikmati sakit saat komedo dikeluarkan. Saya belum siap tersiksa dua minggu sekali, apalagi diharuskan memoles obat dua kali sehari selama dua minggu tanpa absen. Wong saya saja butuh eci untuk terus mengingatkan waktu minum obat ketika sakit. Selain itu, saya belum siap sama uangnya hehehe....
Lagian saya sih percaya, cuma cinta yang bisa mencerahkan wajah saya... haallllaaahh... asal hati senang, muka bisa menderang.
Tuesday, February 03, 2009
sadomasochist?
saya tidak menyangkal kalau saya menikmati setiap inci rasa sakit karena mencinta. sakit itu membuat saya percaya kalau cinta itu memang harus diperjuangkan. sakit itu bikin saya kuat, kebal lebih tepatnya terhadap sakit lainnya. terlebih lagi, sakit itu bikin saya merasa hidup, bikin saya punya banyak ide untuk menulis. sakitkah saya?
nah teman saya ini sudah sering kali menemani harihari saya menangisi cinta. dari satu lelaki ke lelaki berikutnya, berapa banyak yang kamu tahu deh? hmm.. cuma tiga kali rasanya.
cinta saya yang terakhir ini sepertinya bikin dia gerah. sudah cukup nit, cari saja yang lain yang memberikan lo harapan lebih baik."
ah harapan itu tentu saja harus baik. masa berharap buruk. tapi saya bukan jenis orang yang pasrah lalu menerima siapa saja yang datang. saya sudah pernah mencoba mencintai seseorang yang sebelumnya tak pernah terpikir untuk bersamanya. hasilnya... hambar.... yang ada saya cuma menyakiti dirinya karena saya tak sungguhan mencintainya... rasa kasihan lebih tepat.
untuk yang terakhir ini saya pun tahu tak ada harapan terbalas cinta saya olehnya. kalaupun berbalas, situasinya sudah tak mungkin. dia sudah terlanjur jadi milik orang lain, lantas saya bisa apa. tapi saya menikmati kok setiap inci cinta yang saya punya untuknya. memandangi wajahnya yang terhenti waktu lewat foto. kadang bisa mendengar suaranya di telinga seperti sebuah nyanyian merdu. bohong kalau saya tak ingin cinta ini berbalas. bohong kalau saya tak menginginkan dirinya. tapi lagi-lagi saya bisa apa selain menikmati cinta selagi bisa. meski sakit terasa.. ah itu sudah biasa. ha ha ha ha
Monday, February 02, 2009
tibatiba
kutahu ini cuma halusinasi semata
tapi kata hati bisa muncul tibatiba di kepala
lalu menyeruakan kembali rasa
aku benci kamu yang tibatiba muncul
secepat datang sekejap hilang
sementara rasa ini tak kunjung padam
tinggal rindu berselimut luka
aku merindumu sangat
dan cuma bisa memandangi fotomu dengan seribu rupa
baca hatiku dan jawablah
kuyakin ada secuil rindu untukku yang tersisa.
saya egois ;-(
Sabtu kemarin saya merelakan uang 325 ribu rupiah dan mimpi yang sekian lama terjalin untuk mencoba rafting, hilang. Saya pilih pulang ke Cinere dan bertemu dengan Zi, matahari hati. Sudah empat hari tak jumpa dengannya, ada rindu yang menggebu terutama sejak ibu saya bilang Zi diare. Beban batin mendengar Zi sakit dan saya tak ada disampingnya. Tiga kali sehari saya menelpon ibu cuma untuk mendengar kabar Zi. Mendengar dia berceloteh tak jelas dan lebih sering berteriak. Tapi empat hari terakhir, tidak. Zi terlalu lemah untuk sekedar bergumam. Dia hanya menangis rintih. Saya sakit hati karena tak bisa ada didekatnya.
Uang 325 ribu dan mimpi ber-rafting ria tak ada nilainya ketimbang bangun pagi-pagi, mandi dan menemui Zi di Cinere. Kata ibu, mencretnya sudah berkurang. Zi sudah semangat lagi berjumpalitan di tempat tidur. Duduk dengan topangan sebelah tangan dan menyambut saya dengan teriakan “eh mey”.
Kata dokter Zi kena bakteri dari mainannya yang mungkin kotor. Karena itu untuk sementara Zi dijauhkan dari Ulil si semut ungu dan juga Melmet si jerapah yang biasa menemaninya bermain. Tak cuma itu. Untuk mencegah alergi, Zi harus ganti susu yang mengandung Hippoalergetic. Ga murah.. banget. 400 gram susu harganya 97 ribu rupiah. Terus terang buat saya yang pas pasan, angka itu besar sekali. Tapi untuk Zi angka itu jadi kecil nilainya.
Sudah lama saya meninggalkan salon untuk perawatan rambut apalagi wajah dan tubuh. Cukup panggil tukang urut di kampung sekitar rumah. 35 ribu rupiah tak terpatok jam. Semua itu untuk berhemat. Untungnya lagi saya suka espresso yang terbilang paling murah ketimbang menu racikan kopi lainnya. Tapi untuk urusan yang satu ini, saya kok ya masih egois sekali.
Saya tahu persis uang di atm menipis, cukup untuk beberapa kali saja membeli susu untuk Zi. Tapi sialnya, semalam saya tak tahan godaan untuk tak beli buku. “Princess Masako-kisah tragis putri mahkota di singgasana negeri sakura.” Saya membelinya dan sampai hari ini saya merasa bersalah. Harusnya saya masih bisa berhemat. Rrrggghhh.
Friday, January 30, 2009
ban bajaj
hidup saya selalu diantara dua sahabat. disebagian besar kesempatan jalan dengan sahabat selalu jadi angka tiga. kalau bisa mengumpulkan lebih dari tiga orang sahabat itu ajaib. nita, dewi, lola atau nita dewi flo atau nita dewi mekka… loh kok ada lo terus sih wi hehehe…
diantara sahabat cowo selalu tiga, kata dewi lingkaran setan gue hehehe, nita dono evan, nita dono jimmy, nita dono miller.. hua ini mah kebetulan, nita dono aang… pas deh. loh kok selalu ada lo juga sih mas dono hehehe…
di kantor adalah nita eci dan citra. citra sebut kami three musketeers, saya sebut kami ban bajaj. kemanamana bertiga.. at least it was.. sebelum pada nikah – kecuali saya- dan punya keluarga kecil.
hari ini ban bajaj saya hilang satu. eci bakal menjalani hari terakhirnya di kantor ini. belum juga berakhir hari ini, saya sudah merasa oleng neh. seperti bajaj yang ga bisa jalan kalau bannya ilang satu. begitu juga saya. besok saya pasti sibuk menengok ke sebelah kanan meja yang sudah ditinggalkan sahabat saya ini. besok pagi saya akan bangun dan ngebut ke kantor seperti biasa cari sarapan bersama eci, dan saya akan lupa kalau besok dia sudah tak disini.
haiya kok jadi cerita sedih begini.
saya percaya persahabatan itu tak akan terkukung di kubus 2 x 2 meter ini. persahabatan itu melintas batas tempat dan waktu. ban bajaj saya bersama dewi dan teman-teman sudah 7 tahun umurnya. ban bajaj saya dengan mas dono dan kawan-kawan sudah lebih dari 8 tahun. kami masih jalan meski tak tiap hari. kami masih saling curhat meski tak harus bertemu. kan ada teknologi, ada hape terutama.
eci, wishing you all the lucks in the world.
warung kopi teman saya
kami berlima sibuk dengan perlengkapan teknologi masing-masing. dihadapan saya ada laptop dan ditangan ada hape, lola didepan saya berkacakaca membaca tulisan di laptop. sementara cindhe dan indro sibuk dengan facebooknya.
“makanya saya tidak mau pasang wi-fi. seperti ini neh, semua jadi autis,” tiba-tiba panto (pintu kalau dalam bahasa sunda) pemilik warung kopi 17 muncul dari balik meja bar.
“a-sosial mas. meski berlima, kami sibuk sendiri-sendiri,” kata saya sambil kembali memandangi laptop yang ga juga terkoneksi modem im2.
secara sadar atau tidak mau sadar, kita memang dijauhkan dari dunia sosial yang nyata dan menceburkan diri dengan sosialita semu. ada berapa banyak teman anda di facebook?
“teman gue udah seribu ci, tapi ga tahu siapa aja tuh mereka.” kata teman saya satu hari.
lain waktu teman saya entah sedih entah ngeledek atau pelacur-pelanpelan curhat- bilang “teman gue kok baru sedikit yah, lo udah 300-an nit. hebat bener.”
walah teman, 300-an makhluk di facebook saya itu palingan cuma 50 yang benar-benar teman. 50-an lainnya jejaring yang dibentuk karena kerjaan. 50-an lagi kawan-kawan lama yang tiba-tiba ketemu lagi di facebook. nah sisanya? entah lah... mungkin karena saya suka dengan mereka dan ingin tahu statusnya yang selalu “married to..” itu.
kembali ke warung kopi 17.
saat kafe-kafe lain berlomba menawarkan wi-fi gratisan, saya sempat berpikir jelek. apakah si pemilik tidak ingin pelanggannya berlama-lama ria dengan wi-fi sembari cuma minum secangkir espresso?
saya salah. konsep warung kopi ini dibuat senyaman di rumah yang anggotanya saling bersosialisasi satu sama lain. sofa-sofa besar di sudut kiri dan kanan mirip ruang keluarga dan ditengahnya ada meja bar. musik jazz lembut jadi backsound percakapan antar kawan. lampunya redup romantis. dan si pemilik ini yang membuat saya terkesan. dia adalah kawan, bukan bos-sebutan ini selalu bisa bikin kawan saya jengah.
ketika kami kembali ke alam nyata dan berbicang lagi, panto sang pemilik minta izin untuk bergabung ngobrol. bukan untuk beri nasihat macam orang tua yang selalu merasa benar, tapi seperti kawan. ketika dia kembali ke meja bar, dia bilang “saya tidak pernah membawa pulang cerita yang saya dapat dari pelanggan. bahkan tidak pada istri saya. cukuplah cerita itu sampai di depan pintu warung ini.”
sejak itu saya rasa tak perlu facebook untuk sejenak kabur dari kesibukan. saya akan kembali kesana sekedar minum espresso, menikmati alunan jazz dan berbincang panjang dengan panto, kawan baru saya
Lelaki dan kaos kaki
Saya punya kebiasaan memerhatikan hal kecil dari seorang lelaki. Mulai dari gigi, jemari sampai kaos kaki. Saya bukan orang yang melulu memerhatikan sesuatu yang nyata ada macam kemeja, kaos, jeans, sampai memerhatikan mahal tidaknya jam tangan lelaki. Bukan disana saya menilai dia, lelaki.
Kalau giginya rapi dan bersih bisa dipastikan lelaki ini memerhatikan kesehatannya. Kalau jemarinya kuning dengan kuku tak terurus apalagi bau, sesegera mungkin saya cari alasan untuk cabut dari hadapannya. Nah kaos kaki juga jadi bagian penting.
Mata ini sudah terlatih melihat detil yang kadang dianggap orang tak penting. Disebuah acara yang penuh banyak orang, saya sempatsempatnya memerhatikan kaos kaki para lelaki. Tidak ada masalah tentu saja kalau mereka berdiri, karena bakal tertutup celana panjangnya. Tapi kalau duduk, you better watch out guys. Kaos kaki Anda terlihat, menelanjangi karakter anda sebagai lelaki. Termasuk dia.
Yang selalu salah dari orang pintar adalah mereka suka lupa sama penampilan. Secerdas apapun Anda kalau punya penampilan tak menyakinkan, sorry bung, kami bisa tak kasih kesempatan Anda untuk menunjukan isi kepala loh.
Dan dia duduk diantara para tamu. Saya tahu dari daftar tamu bahwa dia salah satu orang penting dan pastinya cerdas kalau melihat dari curicullum vitae yang dibagikan panitia. Dia berjas necis, abu-abu dengan kemeja dan dasi yang serasi. Licin. Didukung dengan postur tubuh yang proporsional, dia sempurna. Tapi tunggu....mata usil saya menangkap hal yang tak beres dengan penampilannya. Kaos kakinya... bergarisgaris merah muda. Gubrak, tuing tuing....
Luluh lantak pujian saya saat itu juga karena buat saya.... ga banget :-)
tujuh tahun tanpa berantem
ini bukan kisah pacaran, tapi persahabatan. tersebutlah eci, citra, nita, agus, fuad, elly, badi dan ali. kami berdelapan teken kontrak dengan kbr68h di hari dan tanggal yang sama, 22 januari 2002. kenapa tanggal itu sangat melekat di kami? sederhananya, di tanggal itu jatah cuti kami berakhir dan dimulai yang baru ;-)
seiring waktu satu persatu mengundurkan diri dengan alasan masing-masing. ali misalnya lebih sreg berdagang ketimbang ngejar berita di lapangan. atau badi mau konsentrasi belajar kriminologi katanya.
hingga januari 2009, tersisalah kami berlima, nita, eci, citra, agus dan fuad. kami mengurai cerita di email, memulung kenangan betapa dekatnya kami dulu. berdesakan di bajaj dan taksi cuma untuk nongkrong di bawah baliho taman ismail marzuki dan makan nasi goreng kambing. atau nonton film bareng di megaria yang dulu karpetnya selalu bau tengik karena basah.
satu kali teman kami elly menghilang entah kemana. kami bentuk dua tim mencari dia ke lokasi yang bisa kami kunjungi. Tim satu bergerak ke arah cikini, tim dua ke pasaraya manggarai. tim dua berhasil menemukan elly disana. malam itu juga saya, eci dan citra buka kamar di grand alia cikini khusus untuk mendengarkan curhat elly.
diantara kami, para lelaki ini memang lebih berumur dan dituakan. agus dan fuad mampu meredam emosi kami para perempuan yang suka meletupletup, iya iya cuma saya kok yang begitu. kepada eci dan citra juga saya seringkali menuangkan isi hati, mau marah mau senang, mereka tahu… ga semuanya ding.. pasti ada rahasia lah..
sampai sekarang pun kami dekat, tapi karena masing-masing sibuk dengan urusan keluarga kecilnya, cukup sulitlah buat kami cari waktu jalan bareng. suatu hari citra pernah bertanya pada saya, “kita pernah berantem ga sih?” saya cuma bengong dan bilang, “ga tahu, emang ada alasan yang bikin kita berantem?
tujuh tahun berlalu tanpa pertengkaran, ini adalah persahabatan yang menyenangkan. happy anniversary kawan. sayang agus dan fuad ga punya facebook, huh payah.
Sidang susila dan Snow
Petugas Kepala Polisi moral bersama keenam anggotanya melakukan razia. “ini adalah darurat moral. Anda semua disini sudah melanggar jam malam moral. Apapun yang berkaitan dengan pornografi, benda-benda mesum, tembak ditempat.” Begitu bergema suara peringatan dari Petugas Kepala.
Lalu keenam polisi itu bergerak ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang, menodongkan senjata dengan penanda laser. Menembaki apa saja yang ditemui, celana dalam bahkan sabun yang bisa digunakan untuk swalayan.
Ketika penanda merah itu mengenai baju saya, tiba-tiba pikiran saya terpelanting ke sebuah cerita yang disampaikan dalam novel Snow karya Orhan Pamuk. Saya merasa seperti Necip yang mati tertembak dalam sebuah revolusi di atas panggung.
Adegan razia oleh kepolisian moral dalam pertunjukan Sidang Susila oleh Teater Gandrik di Salihara malam tadi, mengingatkan saya pada pertunjukan sandiwara ”Tanah Airku atau Jilbabku” dalam Snow. Adegan tembak menembak muncul di bab 18 ”Jangan tembak, senapan itu berisi peluru!” sebuah revolusi di atas panggung. Tokoh kepala kepolisian moral yang diperankan Djaduk Ferianto mengingatkan saya pada tokoh Sunay Zaim, pemimpin teater dalam Snow yang digambarkan memiliki karisma sebagai pemimpin.
Dalam cerita tersebut, Sunay berdiri ditengah panggung dan tiga orang bersenjata di pinggir panggung. Dia berkata ” Oh, penduduk Turki yang terhormat dan baik hati. Kalian semua sedang melangkah di jalan pencerahan, dan tidak seorang pun akan dapat mengalihkan kalian dari perjalanan hebat dan penuh makna ini. Jangan takut. Para reaksioner ini ingin kembali ke masa lalu, para binatang buas dengan pikiran berselimut sawang itu, tidak akan pernah bisa keluar dari liang mereka. Orang-orang yang mencoba-coba bermain-main dengan republik, dengan kemerdekaan dengan pencerahan akan mendapati kehancurannya sendiri.”
Lalu Necip diantara penonton berdiri dan berteriak, ”Terkutuklah para sekularis kafir! Terkutuklah para fasis ateis!”
Ledakan senjata terdengar. Remaja itu jatuh dari kursinya, kedua tangan dan kakinya berguncang hebat. Sebutir peluru menembus keningnya dan sebutir lagi menghancurkan matanya.
Saya tersontak kembali ke teater Salihara. Saya tidak mati seperti Necip. Tak ada peluru benaran di senjata para polisi moral dalam pertunjukan Sidang Susila ini. Keseluruhan cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan ini adalah gambaran dari apa yang terjadi di negeri ini.
Dua pertunjukan itu, Sunay dan Djaduk sebagai Kepala Polisi Moral menampilkan kegelisahan negara terhadap pergerakan masyarakatnya dalam cerita yang berbeda. Sunay gerah dengan pergerakan Islam radikal yang bisa mengancam sekularisme Turki. Sementara Petugas Kepala Polisi Moral yang diperankan Djaduk mewakili negara yang sudah dibayar kepentingan kelompok tertentu. Memaksakan negara kembali pada moralitas yang tak mewakili keberagaman, lalu melupakan kemerdekaan berpikir.
Silakan datang dan saksikan sendiri Sidang Susila, saya jamin anda tak akan bisa duduk manis disana. Saya sama sekali bukan pengamat seni. Saya cuma penikmat yang dibuat mereka tertawa terbahak-bahak sekaligus miris saat menyimak kebodohan yang terjadi di negara ini. Hari gene kok ya sibuknya mengejar Susila.
busway tercinta
tiap awal dan akhir pekan, saya adalah pelanggan setia busway. saya menikmati sekali perjalanan dengan busway, apalagi kalau cuma mengeluarkan 2000 rupiah saja untuk ongkos. oh iya saya memang pelit ha ha ha.
yang menyenangkan dari busway juga adalah dinginnya yang dibawah ratarata suhu ruangan. bahkan studio green radio saja tidak pernah dibawah 24 derajat celcius, dingin bung. dingin itu juga yang selalu bikin saya mengantuk, lalu tertidur, lalu tibatiba terbangun dengan wajah pria super tampan di depan muka saya. dia turun di halte setia budi, rs.mata aini.
sudah 1 tahun ini saya menikmati busway tapi baru sekali kemarin saya beneran marah, muak dan murka sekaligus. sabtu kemarin, saya menunggu busway koridor 6 di dukuh atas selama 45 menit. bukannya tak ada bus, hanya saja mereka lalu lalang tanpa angkut penumpang karena harus isi BBG. yang membuat saya dan puluhan calon penumpang lainnya kesal adalah ketiadaan penjelasan dari petugas busway dan membiarkan kami terlantar selama 45 menit menunggu di halte.
"Oiii...." saya yang berdiri paling depan lantas berteriak. petugas langsung menyingkir tanpa ada satupun pasang badan untuk memberikan penjelasan.
dua, tiga bus koridor 6 kembali lewat tanpa berhenti.
"kampret ye...," maki saya sambil berbalik badan, mencari petugas yang bisa saya maki.
adalah dia berdiri manis mengatur barisan. bukan cuma menjaga keamanan harusnya mereka ditempatkan disana, tapi juga bagian dari pelayanan, pengaduan termasuk humas untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan busway idola saya itu.
"mas, sampai kapan kami harus nunggu bus koridor 6 itu datang?", tanya saya dengan nada tinggi.
"busnya lagi ngisi bbg bu." sahut dia lempeng
"saya tahu kalian lagi isi bbg, tapi tolong jangan biarkan kami berdiri bodoh sampai 45 menit tanpa kepastian. tanpa penjelasan apapun. anda bisa kirim bus koridor 4 untuk angkut kami disini, " ah lagi-lagi dengan nada tinggi. saya sudah seperti seorang soprano.
"kalau memang lama, harusnya dikasih penjelasan dong, supaya kita bisa ambil keputusan mau nunggu atau naik taksi. jangan dibiarkan begini dong." tiba-tiba seorang pria menyuarakan lagi kekesalan kami.
"kau pikir cuma kau yang butuh bbg," kata-kata itu tibatiba meluncur lagi dari mulut saya. entah darimana datangnya aksen batak itu.
saya dan pria itu berbalik badan, menengok ke kanan lalu para petugas berbisik, menyetop bus untuk mengangkut kami...
taelah, kenapa sih mesti ada kemarahan dulu baru bertindak. kami ini konsumen, biar kata cuma bayar 3500 rupiah, tapi harus tetap dihormati dan dilayani. at least dari penjelasan dong dari para petugas dodol itu, yang bukannya kabur masuk kotak karyawan lalu diam.
rrrggghhhh.....
Monday, January 19, 2009
kamu lagi
aku membuka kembali facebookmu mencoba mencuil kenangan dari masa lalu yang masih mungkin kujembreng dalam puisi.
aku tetap tinggalkan pesan yang kutahu tak akan pernah kamu balas.
aku tak tahu kenapa masih saja berharap ketika cita tak mungkin berakhir cinta.
aku menyimpanmu terlalu dalam, memasangmu terlalu tinggi, yang kurasa tak mungkin lagi kuraih.
meski kusadar dirimu tak mungkin lagi disini, cinta tak mau pergi sayang
masih kamu, terus kamu
kamu sudah pergi dan tak akan kembali
aku tahu
kamu menghilang dan tak akan pulang
aku juga tahu
lantas apa yang membuatku menggilaimu sampai mampus
aku tak tahu
cintaku cuma satu dan itu kamu
dan aku sakit jiwa untukmu
Wednesday, January 07, 2009
kamboja jatuh
tapi sore tadi, kamboja jatuh.
kedai ini punya dua pohon kamboja didekat musholla kecil yang nyelip didekat parkir mobil. bunganya berguguran setiap hari yang kadang kalau kondisinya sangat bagus biasa kuambil dan kuselipkan di telinga. iya kesannya norak, tapi kusuka, kau mau apa.
yang berbeda hari ini, kamboja jatuh diiringi sesahutan burung. jangan tanya burung apa, karena aku bukan ahlinya. yang kutahu, aku jadi seorang penikmat. duduk di kursi coklat yang kondisinya tak puguh dan selalu bikin aku terjengkang ke depan ini, ah lupakan dulu cerita buruk tentang kursi. aku terdiam, benarbenar terdiam, menikmati indahnya sesahutan mereka.
entah ada berapa jenis burung dan berapa banyak mereka yang bernyanyi sore tadi. aku cuma bisa menebak dari arah mana mereka berkicau, dari pohon mangga, kemudian terbang ke pohon sawo kecik, lalu ada di pohon kamboja ini.
lalu, kamboja jatuh sesering sesahutan burung
bunganya yang jatuh hari ini memberikan kesan berbeda. kesan yang mengartikan kamboja sebagai bunga mati. aku tak pernah suka kesan itu, karena kamboja ini bunga yang cantik dan harum yang tak harus menyengat hidung. tapi satusatu bunganya jatuh dan tiap kejatuhannya mengalirkan rasa sedih dalam hatiku.
aku akan sangat merindukan tempat ini. aku tahu ada saatnya nanti aku akan berhenti mengambili kamboja itu, tak lagi mencium harumnya pun memandangi warna putih kuningnya yang cantik. bahkan berhenti mengikuti nyanyian burung tadi.
kamboja bukan bunga mati, tapi kenapa aku sedih sekali hari ini.
Tuesday, January 06, 2009
48 hari
Aku masih bisa merangkai sejuta kisah antara kita. Meski waktu kebersamaan kita tak lebih dari 48 hari. Tak ada batasan waktu untuk cinta. Bahkan ketika cinta itu Cuma datang sehari, luka yang tersisa berbekas seumur hidup. Bukan luka yang tersisa di hatiku. kamu tak pernah menyakitiku dan kurasa bukan sekedar menyangkal hal itu.Aku tak sedang ketagihan sakit. Perasaanku masih sama, bahwa yang membuatnya bertahan hinggap di hatiku Cuma satu alasan... cinta... tak ada yang lain.
”Apa yang kita lakukan sebenarnya konyol. Kita sama-sama tahu bahwa aku tak akan lama disini.” kalau boleh kuterjemahkan kasar begitulah katamu.
”Cinta berhak untuk hidup di hatiku dan hatimu. Jangan dibantah. Biarkan saja. Meski Cuma sehari umurnya, biarkan dia membahagiakan kita. Karena kita berhak untuk bahagia.” kataku.
Kita bergandeng tangan sambil telusuri jalan sempit di gang sekitar kantor. Aku tak pernah terpikir untuk berjalan seperti itu. Kita bicara cinta dalam bahasa asing untuk anak-anak.
“Bule… bule… minta uang dong bule…” teriak anak-anak sambil mengintil kita dibelakang.
Kamu cuma tersenyum.
48 hari itu cuma sebentar. Ditiap hari berakhir aku selalu merasa kehilanganmu. Kita tak pernah benar-benar tidur, tidak saat hati berhitung mundur hari.
”Berjanjilah kalau kamu akan segera mungkin mencari penggantiku. Jangan aku kamu tunggu. Kamu berhak untuk bahagia, meski bukan denganku,” kamu merangkulku erat di restaurant lantai 48 gedung BNI.
”Bagaimana kalau rasa ini untuk selamanya?”
”Jangan buat aku merasa bersalah telah menumbuhkan cinta lalu pergi tanpa harap. Don’t do that nit. Let it go, let me go.” Rangkulmu tambah erat, sebuah ciuman mendarat dibibirku. Aku ingin meraung dan berteriak, jangan pergi. Aku tahu cinta ini tak akan pernah hilang.
Tiga tahun satu bulan dua hari sejak kita resmi berpisah, kamu masih disini... selamanya.
Thursday, January 01, 2009
met ultah papi
lalu tersungkur di lantai sambil menangis.
malam itu uang dua juta rupiah harus ada untuk infus dan segala macam obat, sementara uang di dompet tak cukup. papi tergeletak, napasnya tersenggal senin-kamis, matanya merah. mami cuma bisa menangis. papi memenggang erat tangan saya. saya tahu, kali ini dia tak ingin saya menolongnya. dia ingin pergi malam itu...
saya menelpon semua kawan yang ada di hape. kawan yang sekiranya bisa membantu. mekka mengantarkan saya ke tempat semua kawan yang bisa disambangi. jimmy di warung makan di matraman, mas dono, mas pras, dewi dan semua orang yang memungkinkan saya punya cukup uang untuk membayar obat malam itu.
uang akhirnya terkumpul, obat didapat. sambil tetap menggenggam erat tangan saya, mata papi menatap saya, "harusnya kamu biarkan papi pergi," itu yang saya tangkap malam itu. mengaduhnya dia ketika selang untuk makan sepanjang 1,5 meter masuk dari hidungnya ke lambung. sakit....
setiap hari setelahnya saya mensukuri tuhan yang masih kasih kesempatan papi hidup. meski tak lagi bisa bicara. matanya menggantikan mulut, tangannya masih bisa menulis. marah kadang, nasehat kadang. bahkan saat tak bersuara, kami masih sering berdebat.
suatu hari dokter bilang,"pak arif sudah bisa pulang. dirawat jalan saja." entah suara darimana yang bilang, hidup papi tersayang tak akan lama. cuma butuh tiga minggu sampai tuhan memanggilnya. ditunggunya saya sampai tiba di rumah.
disana berkumpul tetangga, yang mengaji dan berdoa. mami memegangi tangannya. melihat saya dia tersenyum, memeluknya untuk terakhir kali sebelum dia pergi untuk selamanya. terima kasih tuhan sudah menyudahi penderitaannya.
semoga saya sempat membahagiakan hidupnya. hari ini ulang tahunnya dan saya rindu sekali pada marahnya, tawanya, mata sipitnya yang suka dipaksa melotot, suaranya, wajahnya, sentuhan tangannya. kebiasaan saya berdansa sambil menginjak kakinya, mencabuti ubannya, berdebat untuk semua hal.
met ulang tahun pap... mestinya kita masih bisa merayakan di restauran padang sederhana kesenanganmu.... sampai jumpa kembali di lain tempat dan masa ;-)
met taon baru 2009
orang berkumpul tanpa perlu diaba-aba seperti demo. tanpa perlu di halo halo melalui musik. mereka hanya berkumpul disekitar grand indonesia, grand hyatt, wisma nusantara, mandarin hotel. ga ada musik kecuali trompet dan klakson mobil dan motor bersahutan. anak-anak yang terlelap tidur dalam pelukan bunda. semua merasa memiliki jakarta malam tadi.
tiap kali kembang api meledak kencang di udara, semua bertepuk. tiap kali pancaran kembang api berwarna cantik biru merah kuning dan hijau, mereka bertepuk. tiap kali tembakan hanya mengeluarkan bunyi bak kentut, mereka tertawa... mereka bahagaia malam tadi.
ada harapan yang melayang dan pecah di udara bersama kembang api. ada hujan kertas kecilkecil yang menempel di baju, di kepala, di topi seperti sebuah kepastian harapan itu akan terwujud. tuhan terasa dekat terjangkau kembang api. tangkap harapan kami tuhan.
sebut saya norak dan kampungan. kemana saja selama ini? acara begituan sudah tiap tahun berlangsung. orang kampung tanpa di komando berkumpul di HI. orang kampung? saya memang orang kampung loh, dan bangga berada bersama mereka. menikmati malam bersama.
dalam sepuluh tahun terakhir, saya selalu ada di ruang studio kecil di malam tahun baru atau memilih bersama keluarga untuk berdoa bersama, papi ulang tahun di tanggal 1. meski sekarang dia tak ada, doa itu tak pernah terputus. i miss you pap.
saya tak pernah bersibuk ria menyiapkan acara khusus untuk malam tahun baru. apalagi kepikiran buka kamar atau botol bersama teman. apa serunya? saya tertawa ketika melihat mereka yang ada di gedung bertingkat hotel hyatt mandarin nikko dan grand indonesia membuka tirai dan bersama kami menikmati hitungan waktu serta kembang api... turun saja kawan. disini jauh lebih seru.
tepat di menit 00, teman menyodorkan microphone ke arah saya. "harapan lo apa?", saya menjawab... "tuhan segala agama, dewa dewi penguasa langit dan bumi, Anda tahu yang saya mau."
met taon baru yaaa...
Wednesday, December 31, 2008
semua pergi, saya?
tapi dibanyak kesempatan, mundur adalah kemenangan. berlari ke sebuah ladang baru yang tak harus lebih hijau. jiwajiwa baru yang bebas lepas, menyongsong sebuah harapan baru.
saya bertahan sebagai pecundang. saya kalah dalam urusan hidup. saya muak pada diri sendiri. jiwa saya terkukung dalam box berukuran 1,5 meter. saya pecundang sakit jiwa.
satusatu kawan berlalu, satusatu benturan menghujam. saya masih disini sebagai pecundang. menahan semua sakit, semua marah untuk apa? saya tak tahu... saya menunggu maut. menunggu sakit jiwa ini berlalu.
sudah menahun... saya gamang. tak lagi hidup pun mati. saya cuma pecundang sakit jiwa. saya kehilangan kewarasan manusiawi dalam box 1,5 meter.
Tuesday, December 30, 2008
dipaksa nikah
begitu pesan mami senin pagi sebelum gue berangkat ke kantor. gue sih cuma senyumsenyum aja tadinya sampai dia bilang, "mami serius nita. kalau kamu masih belum nikah juga tahun ini, mami sama prima dan zi pindah aja ke bandung. supaya kamu lebih serius mikirin diri sendiri."
woalah.. mamiku sayang, nikah itu ga gampang. ga segampang mencari kacang goreng rasa bawang. butuh kecocokan dan terlebih lagi, gue lagi ga percaya sama lembaga yang satu ini. justru sekarang lagi berpikir apa gunanya menikah kalau semua orang bisa semaunya memperlakukan pasangan dan keluarga intinya.
ada berapa orang dari kawan gue yang pernikahannya baikbaik saja... hmm.... cuma satu sepertinya. terakhir seorang kawan yang baru menikah sebulan tiba-tiba menelpon tengah malam dan bilang "gue cape berantem terus" lah kalau capenya di sebulan pertama, bagaimana bisa melewati masa pernikahan perak.. taelah
berapa banyak lagi kemudian temen gue yang punya affair di luar penikahannya. banyak! heran kenapa juga mereka cerita sama gue yang masih mencari arti menikah... "kamu masih percaya sama lakilaki nit?" tanya seorang kawan beberapa waktu lalu.
gue jawab ketika itu "tidak!" tapi gue salah, yang berbuat itu tak cuma lelaki kok, perempuan juga, sama saja. ini persoalan cinta yang tak mungkin dikukung dalam lembaga pernikahan, cinta itu liar dia bisa muncul dimana saja kapan saja pada siapa saja. "tapi semua tergantung bagaimana lo memperlakukan rasa itu," kata kawan gue yang lain yang sudah 25 tahun menikah.
gue bisa selama itu kah jika menikah nanti? bisakah gue tabah membaca blog suami gue yang isinya bercerita tentang perempuan lain? sabarkah gue menerima guncingan kalau suami gue bermain hati sama perempuan lain? atau pandaikah gue membaca perubahan kata dan sikap dari suami gue yang penuh dengan rasa bersalahnya? dan ataukah gue mampu menahan godaan lelaki lain yang "lebih" dari suami gue sendiri?
mungkin gue seperti Ka, penuh ketakutan akan kehilangan kebahagiaan yang mungkin akan atau bahkan sedang gue nikmati. takut akan bahagia karena kehilangan itu menyakitkan. dan menikah bukan berarti bahagia meski tak ada orang menikah untuk bercerai, bukan.
mami sayang... gue belum siap untuk bahagia... itu saja.
Monday, December 29, 2008
dendam kesumat
de javu deh gue ke acara sarasehan tahun 96 di kampus gue dulu. ada satu momen yang sampe sekarang bikin gue muak, marah dan dendam sama perempuan senior satu itu. satu ketika dia meminta gue teriak.. aaa.... dengan gaya manja, mirip orgasme malah. gue ga bisa... berkali-kali dia suruh gue teriak, berkalikali pula gue gagal. dia marah. dia bilang "lo pernah pacaran ga sih. bisa manja ga lo. lo kan perempuan." PLAK... tamparan loh mendarat di muka gue. tangannya dia kotor penuh nasi, karena dia sambil makan pake tangan. gue ingat banget momen itu, dan sampai sekarang masih dendam, sampe suatu saat gue tampar balik mukanya dia.
yang bikin gue marah, itu adalah bentuk pelecehan buat gue. apa semua perempuan harus bisa teriak manja begitu. gaya orgasme atau tidak, sama sekali ga pantas buat dipamerin diacara begituan. buat dia lucu, buat gue NORAK... rrghhh ampe sekarang masih marah gue. dan tamparan itu? tak akan pernah termaafkan!
sampai sekarang gue ga pernah bisa ngerti kenapa mesti ada acara begituan. ke kampus bayar mahal untuk dapat ilmu bukan tamparan. buat orang lain lucu buat gue tidak. ga ada manfaat apapun kok dari kekerasan, pelecehan atau "lucu-lucuan" yang gue terima waktu itu. setelah sarasehan, kedekatan dengan kawan dan senior ya karena mereka asik buat teman, bukan karena isi saresehan itu.
dan buat mba itu yaa.... tunggu aja pembalasan saya! rrrggghhh ta tampar kamu suatu saat nanti.
Friday, December 26, 2008
2008 selesai sudah
2008 berjalan dengan banyak hal tak terduga. tak menyangka duduk di tempat panas, dimusuhin banyak orang, jadi paling tidak populis, kawan jadi lawan dan lawan jadi kawan. tapi kemudian ketemu banyak kawan baru yang tak terhitung jasa bantuannya dan dukungan. terima kasih banyak yaa... cuma mampu berikan toblerone untuk orang-orang terbaik di hidup gue tahun ini.
tahun ini dua kali kepikiran mati. pertama, waktu divonis kena tumor payudara. biaya 15 juta dari hongkong buat operasi. ah ternyata asuransi kantor sangat membantu. waktu dibius jelang operasi yang gue pengen adalah tidak bangun lagi, supaya tak banyak merepotkan orang. ternyata masih dikasih hidup sama Tuhan, supaya bisa bertemu makhluk Tuhan paling indah.. Zoe Matahari Sophie. kedua, nyaris tenggelam di Sikuai Island, lagi-lagi Zi yang bisa bikin gue bermimpi untuk hidup. belum saatnya mati Nita...
kehadiran Zoe Matahari Sophie aka Zi, bikin hidup gue lengkap. gue jadi ibu untuk makhluk mungil ini. dia lah kehidupan gue, matahari di pagi dan senja.
tahun ini juga ketemu seseorang yang bikin gue berpikir ulang untuk menunggu ram. dia bisa membuat gue terbangun dan tertidur dengan mimpi yang sama... cinta... bikin mulas dengan hanya memikirkannya.. sayang mengharapkannya cuma berujung masalah. tapi terima kasih sudah mencolek hati gue yang gue kira mati. cinta datang lagi yeeiippee...
tahun 2009? tak ingin bermimpi, menunggu saja hidup membawa gue kemana. we will see :-)
Thursday, December 25, 2008
harusnya
harusnya lagi, aku sudah melupakan setiap jengkal kenangan yang kamu pernah taburkan remahremah diatasnya
terlebih lagi kamu sudah tak ingin lagi menunggu waktu yang bakal mengantarkan kita berdua ke tujuan itu
bersama itu mustahil katamu
kata harus itu tak mungkin bisa kuikuti maunya
aku tak bisa melupakanmu
aku selalu kembali ke jalan penuh remah yang kamu tinggal
aku terus berharap pada waktu
menuntut bersama yang bukan mustahil menurutku
harusnya kamu kembali saja
tak akan merugi kataku
karena cinta ini, hati ini tak pernah bisa dimiliki yang lain
cuma kamu
harusnya kita masih bisa bersama kalau saja egomu tak terlalu banyak bicara
Tuesday, December 23, 2008
mana lawan mana kawan
dulu ada kakak kelas yang "dibenci" semua orang, ngehe katanya. gue menolak membencinya karena ya gue ga kenal. untuk bisa membenci seseorang, gue merasa harus perlu tahu dulu alasannya bukan sekedar ikutikutan macam laron saja. maka gue mulai berteman dengannya, dan asik. tak seburuk yang dibilang orang.
membaca orang bisa dari pandangan pertama, tak cuma cinta yang begitu. insting lo bisa tibatiba klik dan bilang gue bakal cocok sama orang ini, atau sebaliknya, orang ini bakalan ngehe. kalau jatuhnya yang terakhir itu, tentu kita tak bisa serta merta menjauhi dia. jalanin aja dulu, kenali dan waktu akan bilang bahwa insting dan rasa lo bener, tak berubah, orang ini memang ngehe baru setelah itu lo ambil sikap. terus bertoleransi dengannya atau menjauh.. biasanya gue akan menjauh. ga penting bergaul sama orang yang tak gue suka.
nurani lo juga bakal bilang orang yang lo anggap sebagai kawan, bisa jadi lawan terberat lo. tapi karena lo sudah berkawan dengannya, kadung akrab, kadang lo menolak percaya sama insting lo. ini yang sedang gue pelajari lagi sekarang. jangan sampai gue salah percaya nurani dan isi kepala. logika bisa sangat salah menilai, tapi nurani, jauh di hati, dia adalah kejujuran. jangan salah membaca peta lawan dan kawan, arahannya dah jelas kecuali gue malas menelaah dan take it for granted.
dan saya memang menyebalkan hehehe.. percayalah pada insting anda.. kita musuhan aja yuks :-)
Thursday, December 18, 2008
westernisasi bikin malu
mal ambasador dan itc nya jadi pilihan.
"im going to take you to casablanca."
"that far?," katanya sambil senyumsenyum
"yeah the area called casablanca."
"why they called it casablanca?"
okeh, adakah yang pernah tahu kenapa daerah itu diberi nama casablanca? gue cuma mengangkat bahu tanda tak tahu. setelah bicara sama gue, dia menemui citra.
"so nita will take you to the ambassador to buy batik, right?"
"yeah, im going to buy batik but not seeing the ambassador, definetly not."
"ha ha ha the amassador is the named of the mall."
"ah I c.. why they named it the ambassador?"
okeh pertanyaan berikutnya, adakah yang pernah tahu kenapa mal itu diberinama ambasador? sama seperti kenapa ada hotel manhattan di kuningan?
kenapa sih kita tak pernah bisa memberikan nama yang sangat indonesia. kenapa tak disebut, mal wayang, mal batik, bahkan pasar sunan giri saja masih lebih baik dengan nama yang indonesia. kenapa harus memberikan bumbu ala barat untuk menarik turis, apakah pernah di survey sebelumnya bahwa para bule itu mencari sesuatu yang kebaratbaratan?
"im looking for batik."
yang mereka mau... indonesia dengan segala keindahannya yang bukan milik barat... percaya deh rrrggghhh ngeselin
dua buket bunga dan kotak kaca
antara senang dan sedih sebenarnya hari ini. dia pergi lagi meski tak akan lama untuk kembali. dulu pertama kali mengenalnya, gue juga menuliskan apa yang dia ajari dalam tiga hari kunjungannya. tentang cinta tentang hidup. cuma dalam tiga hari pertemuan. dan ga pernah menyangka kalau setiap tahun sejak 2005 kita selalu bertemu, meski tak pernah dalam waktu lama. selalu ada yang berkesan tiap kali bertemu. sebuah kotak kaca dia berikan pada gue hari ini 'more than just a beautiful face' begitu tulisan didalamnya. ah..
ya gue sedang bicara tentang dua lelaki berbeda. eric dengan dua buket bunganya jelas mencintai gue, sepenuh hatinya. dan dia dengan kotak kacanya, selalu bisa meninggalkan kesan tiap kali kepergiaannya, gue selalu menginginkannya kembali di satu hari. dia selalu bisa memberikan senyum tak henti pada gue huhuhu... bingung sama hati sendiri.. bodoh bodoh.
dua buket bunga dan sebuah kotak kaca, di meja gue tergeletak manis. membuat ujung bibir meruncing sementara hati meringis. taksi sudah mengantarnya ke bandara, sebentar lagi terbang jauh ke lain sisi bumi. hey cepatlah kembali ya.. bring back my smile ;-)
Tuesday, December 16, 2008
udahan
"oh ya sudah, kamu paling tahu yang terbaik untuk dirimu."
setelah itu selesaikah? urusan hati itu tak akan semudah kata untuk menghentikan. Dewi bilang, gue sama dia itu 11-12 lah untuk urusan cinta, tak mudah memulai apalagi mengakhiri. bukan orang yang gampangan jatuh cinta dan kalau urusan putus, bah... bisa tahunan untuk memulai hal yang baru.
setelah kata putus terucap, gue biasanya bakal bilang, "jangan kontak aku dalam bentuk apapun dalam beberapa waktu kedepan. aku yang akan menghubungimu kalau hati ini sudah berdamai." tapi percayalah jumpalitan buat gue untuk bisa sembuh dari rasa sakit, menerima kenyataan hati tak lagi sejalan. sampai hari ini pun gue ga bisa menerima kenyataan kalau ram dan gue tak akan pernah bisa berteman baik setelah usai. bukan karena benci gue rasa, tapi justru karena saling sayang, saling hargai kehidupan masing-masing. tidak berhubungan dalam bentuk apapun adalah caranya ram untuk tidak kembali ke titik nol... cinta itu masih ada..
putus tak pernah mudah.
tapi jika itu keputusannya, apa boleh buat. tak ada yang pernah bisa menggantikan posisi seseorang di hati kita. dalam hati ini selalu ada bilik yang disiapkan untuk orang lain dan ditempati masa lalu. selamanya gue ga akan bisa mencari pengganti ram, tapi gue pasti bisa mencintai orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannnya.
dan sekarang gue sedang memulai lagi yang baru dan ntah kapan berakhir. gue tahu ini harus diakhiri, tapi biarkan untuk sejenak saja gue nikmatin cinta meski dalam sakitnya. ada kecenderungan sadomasokis kayaknya gue ini hihihi... dah ah... udahan dulu :-)
Thursday, December 11, 2008
yogyakarta
aku menunggumu di bandara Adi Sucipto, sempat kutinggalkan pesan pendek di pagi buta agar kau tak perlu menjemputku karena ini bukan negerimu. "hey, aku tak akan tersesat, aku sudah indonesia sekali kok," begitu saja pesanmu yang tak perlu kubantah. terserahlah..
kuhanyutkan pandangan dalam novel yang tak kunjung usai kubaca di paragrap yang sama sejak dua jam lalu, aku memikirkanmu. dan kamu datang dengan senyum mengembang, menendang pelan kakiku, "i told you, sampai kan, yuk." kamu menggenggam tanganku dan menarik pergi tanpa komando lebih dulu.
"kamu bau badan ih," kataku sambil menutup hidung. "emang, udah tiga hari ga mandi. habisnya kamar mandi diluar, ga asik. cuma ganti baju sama pake parfum. tapi kamu tetap suka kan. eh cinta itu keluar dari bau loh." katamu yang terus saja merapatkan tubuhmu padaku. "tiga hari tanpamu, menderita. i miss you so much." bisikmu... alah basi deh.
kita merangsek ke malioboro mencari hotel yang dekat dengan keriaan, keputusan yang sebenarnya salah besar. hotel umbu karno yang kita tempati dua malam seperti pasar, bising, kamar mandi yang tak nyaman. tapi kita datang bukan untuk menikmati yogya dari balik kamar.
kita jejakan kaki di prambanan pada selasa malam saat purnama dan sendratari pun digelar. kita bercinta dalam tebaran bintang di parangtritis, diiringi gelombang musik terindah sepanjang masa. "make a wish, ada bintang jatuh, cepat!", katamu... yang kuharap cuma satu, kamu.. tetaplah disini.
kubawa kamu ke cafe and book di kaliurang km5 yang tetap nyaman setelah setahun tak mampir. kunikmati buku dan espresso yang selalu sedap dilidah. kupandangi air yang selalu mengalir di dinding kacanya. "suatu saat aku akan kembali, membeli tempat ini untukmu," katamu sambil mencium pipiku. "cafe ini tak akan berarti apapun kalau hanya aku yang disini, tanpamu." bisikku. dan kamu cuma diam.
kamu lalui dua pohon beringin kramat di alun alun utara dengan lancar tapi sayang kamu tak percaya apapun hal mistis yang terjadi disana. "its nothing, i dont feel anything." sambil mengembangkan tanganmu..duk..kamu menyikut tulang pipuku.. sakit. "mana yang perih?", sebuah ciuman kecil mendarat dipipi.. sembuh seketika.
waktu tak pernah cukup untuk kita. selamanya kalau boleh kuharap. tanganmu basah tapi tetap tak lepas menggenggamku. di pesawat kubuang harapan ke langit mimpi. tuhan bawa dia kembali disuatu hari.
"setelah ini apa ram?"
"i dont know, nit."
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Kla Project-Yogyakarta
Wednesday, December 10, 2008
menikmati sunyi
menatap deburan ombak bergulunggulung, menghapuskan jejak kakiku,
membuka catatan kecil, menulis hati bukan puisi
itu adalah saat yang paling indah sepanjang hidupku
mencoba bercinta dengan alam, menikmati udara yang masuk ke rongga dada
menikmati desir angin yang menciumi pipi
mendengarkan debur ombak yang lebih indah dari musik manapun buatan manusia
suara burung yang nyaring memanggil jiwajiwa yang terkukung dalam tubuh untuk bebas lepas
aku disana... mencoba tak memikirkan apapun
melepas beban kerja yang tak pernah sepi dari perintah
melepas hati yang terus saja tertuju padamu
bahkan tuhan.. andai bisa lepas jiwa dari raga, dia pasti ada didepanku dan mengasihani raganya
sayang waktu tak pernah banyak kupunya
bahkan di pantai sunyi di sikuai
ada jam makan malam yang patut dipatuhi,
kubungkus senja dalam puisi
untuk kunikmati dilain hari :-)
Tuesday, December 09, 2008
senyum langit

foto ini baru aja gue temukan di kompas.com, tentang fenomena alam. cerdaslah membaca bahasa alam karena bahasanya begitu indah menakjubkan. seolah berkata, kalau langit saja tersenyum mengapa bumi terus menangis. ah
Menurut Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC), seperti dijelaskan dalam blognya, hal tersebut disebut konjungsi. Masing-masing benda langit memiliki siklus edar dan pada periode tertentu terliaht saling berdekatan dilihat dari Bumi.
Dua objek bercahaya terang yang terlihat di atas bulan sabit itu sebenarnya bukanlah bintang. Masing-masing adalah Planet Venus yang ada di sebelah kiri dan Planet Jupiter di sebelah kanan. Triple conjuction ketiga objek membentuk sosok layaknya emoticon muka tersenyum.
Monday, December 08, 2008
kamu di tubuhnya
rambutmu yang keriting makin gemuk ke atas
berbalut kaos merah melekat di tubuh kurusmu
celana berkantong empat siap menyimpan pernak pernik perjalanan
raut mukamu masih sama, setampan yang kuingat.
kamu menatapku sekilas tanpa membalikkan tubuh
aku tertegun, berhenti langkahku memasuki kapal
aku jatuh cinta kembali
jarak antara kita hanya dua bangku kesamping
aku mencuri pandang tiap saat sekalipun hanya punggungmu yang kudapat
kamu sibuk menatap lautan, kosong....
tiba-tiba kamu berdiri di dekat ku,
ada buah dada di tubuhmu yang tak sempat kucuri tahu
dia bukan kamu
dan kini kuragu pada hatiku
terlanjur mengaguminya meski dia bukan kamu
padang, 6 desember