"you never have a fat belly," begitu kata dia 5 tahun lalu. sayang dia tak akan lagi bisa melihat perutku ini. sudah gendut, berlipatlipat, menyebalkan!.
pipiku sekarang chubby, masuk dalam kategori "suku pipi tembem" yang digawangi oleh mas ronny, temen di kantor. dan sekarang masuk dalam kelompok "pasukan perut buncit" yang dimotori oleh wahyu juga temen kantor. aaahh kenapa semua ini terjadi?
kata dewi, itu karena di usia 30-an metabolisme sudah menurun, kemampuan mencerna sudah tak sehebat mereka dibawah usia 30-an. ah mungkin itu juga menjawab kondisi perempuan perempuan di garis ibuku yang melebar di usia 30. mamah enung tercinta besar seperti paus kalau sedang tidurtiduran di depan tivi, atau mamiku tercinta yang suka pamer begini "segini mah ga gendut, mamikan sudah punya anak 3 hehehe"
whaaattt.... aku gendut mam sebelum sempat melahirkan anak. aku gendut sebelum merasakan pernikahan. aku gendut :-( dan sekarang tiga ruang lemari sudah penuh dengan baju tak terpakai, semua sempit. terpaksa mengeluarkan uang untuk baju yang lebih besar. dari tiga jeans, hanya 1 yang masih nyaman kupakai. aah berat sekali beban hidupku, seberat bobot tubuhku.
no, jangan suruh aku untuk nge-gym, i dont even have "me time". ga akan sempet. terpaksa mengurangi makanan yang masuk, meski maag perih melilit. akupuntur sempet terlintas di kepala, hypnoterapi pun diajurkan temen. sial tak ada yang benarbenar murah untuk kurus.
"hey sayang, i love you for what you are. you are remind sexy to me," aaahhh zaw as long as you love me deh ah.. termasuk mencintai perut gendutku :-)
Monday, May 03, 2010
dulu, sekarang mungkin tahun depan
taman suropatinya sudah berubah. tapi kenangan di bangku taman pertama dari jalan raya diponegoro tepat dibawah kandang burung dara, tetap sama. berganti pasangan duduk disitu, berbagi cerita, berbagi mimpi sama seperti aku juli 2005. dan aku ikut tersenyum setiap kali menengok pasangan lain bercanda disitu. nita was there :-)
lewat tiga tahun, kita berbagi foto lewat facebook. berpesan dalam diam. aku tercekat ketika melihatmu memeluk dia. selesai kita selesai mimpi, selesai cita, tapi tak kunjung selesai cinta.
lewat lima tahun, aku bersamanya. tak pernah sama dan tak mungkin serupa. dia bukan kamu. dia dengan ceritanya sendiri. tapi kenapa tak pernah bisa sepenuh hati aku menerimanya. dia mungkin membaca itu. cinta itu tak pernah sama. dan aku masih menyimpan selapis kenangan tentangmu, berlapis mimpi entah besok atau kapan hari kita mash bisa bertemu.
seperti unfinished business denganmu, seperti jebakan masa lalu.. sampai kapan?
lewat tiga tahun, kita berbagi foto lewat facebook. berpesan dalam diam. aku tercekat ketika melihatmu memeluk dia. selesai kita selesai mimpi, selesai cita, tapi tak kunjung selesai cinta.
lewat lima tahun, aku bersamanya. tak pernah sama dan tak mungkin serupa. dia bukan kamu. dia dengan ceritanya sendiri. tapi kenapa tak pernah bisa sepenuh hati aku menerimanya. dia mungkin membaca itu. cinta itu tak pernah sama. dan aku masih menyimpan selapis kenangan tentangmu, berlapis mimpi entah besok atau kapan hari kita mash bisa bertemu.
seperti unfinished business denganmu, seperti jebakan masa lalu.. sampai kapan?
Thursday, April 29, 2010
a heartless woman at work
mari saya ceritakan suka duka jadi atasan perempuan di kantor.
satu kali saya iseng bertanya pada staf saya "kamu suka punya atasan perempuan? jujur aja lagi, kan kamu ga langsung dibawah saya ini." dia bilang, " If i can choose mam.. saya lebih seneng berada dibawah perintah lakilaki." loh kenapa? menurut dia, perempuan itu pake hati sih kalau kerja. mood nya gampang sekali berubah, masa kita sih yang harus membaca jadwal dia mens.
begitu katanya...
lain kasus, karena saya perempuan, saya merasa "dimanfaatkan" empati dan simpati saya. datanglah dengan muka sedih, penuh duka bercerita tentang susah dan deritanya. karena saya perempuan pasti dipikirnya saya lebih berhati untuk tidak memberikan hukuman apapun atas pelanggaran yang dilakukan. pasang muka sedih dulu aja pokoknya supaya saya melemah...
kenapa begitu sulit menerima saya sebagai atasan yang kebetulan sebagai perempuan. saya rasa kemampuan saya memimpin tak banyak beda dengan atasan lelaki manapun di kantor ini. saya hanya menjalankan tugas yang diberikan berdasarkan aturan yang ada. di meja saya selalu ada peraturan kantor, tiap kali masalah datang, "kitab suci" yang satu itu saya pelajari lagi.. dari awal bahkan.
pun bukan karena saya perempuan lalu saya akan melemahkan keputusan untuk pelanggran yang dilakukan. saya mampu milah urusan pribadi dan kantor. saya cukup dewasa untuk menangani emosi tentu saja. tak ada hubungan atas menstruasi dan ketidakmampuan saya untuk berpikir jernih.
kawan saya hari ini berpesan... be a heartless woman... berhati batu, berotak encer. just do exactly want the management want me to do...
but then my best friend say, nita you are a woman full with love, work with your heart.
aahhh saya cuma nita
satu kali saya iseng bertanya pada staf saya "kamu suka punya atasan perempuan? jujur aja lagi, kan kamu ga langsung dibawah saya ini." dia bilang, " If i can choose mam.. saya lebih seneng berada dibawah perintah lakilaki." loh kenapa? menurut dia, perempuan itu pake hati sih kalau kerja. mood nya gampang sekali berubah, masa kita sih yang harus membaca jadwal dia mens.
begitu katanya...
lain kasus, karena saya perempuan, saya merasa "dimanfaatkan" empati dan simpati saya. datanglah dengan muka sedih, penuh duka bercerita tentang susah dan deritanya. karena saya perempuan pasti dipikirnya saya lebih berhati untuk tidak memberikan hukuman apapun atas pelanggaran yang dilakukan. pasang muka sedih dulu aja pokoknya supaya saya melemah...
kenapa begitu sulit menerima saya sebagai atasan yang kebetulan sebagai perempuan. saya rasa kemampuan saya memimpin tak banyak beda dengan atasan lelaki manapun di kantor ini. saya hanya menjalankan tugas yang diberikan berdasarkan aturan yang ada. di meja saya selalu ada peraturan kantor, tiap kali masalah datang, "kitab suci" yang satu itu saya pelajari lagi.. dari awal bahkan.
pun bukan karena saya perempuan lalu saya akan melemahkan keputusan untuk pelanggran yang dilakukan. saya mampu milah urusan pribadi dan kantor. saya cukup dewasa untuk menangani emosi tentu saja. tak ada hubungan atas menstruasi dan ketidakmampuan saya untuk berpikir jernih.
kawan saya hari ini berpesan... be a heartless woman... berhati batu, berotak encer. just do exactly want the management want me to do...
but then my best friend say, nita you are a woman full with love, work with your heart.
aahhh saya cuma nita
Tuesday, April 27, 2010
demikian
maka demikian lah rasa yang muncul dan ga mungkin buat saya mengindahkannya. dia cuma datang sekelebat dan menyisakan kesan berlapis yang semakin saya kikis semakin tebal dilapisan berikutanya.
maka demikianlah rasa bersalah yang datang dan saya sadar telah datang menghadang kami berdua. saya yang salah jika cinta itu adalah sebuah kesalahan dan tak bisa saya hadang. saya yang salah jika mengharap lebih dari sebuah arti kehadiran.
dan demikianlah saya ditengah bimbang, serakah yang ada, ingin memiliki segalanya atau kehilangan keduanya. saya resah karena takut salah memilih langkah. ke kiri atau ke kanan, depan atau belakang. saya hanya bisa diam.. untuk saat ini
maka demikian lah sayang... tunjukan cinta ini ada ujungnya. tunjukan bahwa saya tak sedang menunggu hal gaib yang tak kunjung nyata.
maka demikianlah rasa bersalah yang datang dan saya sadar telah datang menghadang kami berdua. saya yang salah jika cinta itu adalah sebuah kesalahan dan tak bisa saya hadang. saya yang salah jika mengharap lebih dari sebuah arti kehadiran.
dan demikianlah saya ditengah bimbang, serakah yang ada, ingin memiliki segalanya atau kehilangan keduanya. saya resah karena takut salah memilih langkah. ke kiri atau ke kanan, depan atau belakang. saya hanya bisa diam.. untuk saat ini
maka demikian lah sayang... tunjukan cinta ini ada ujungnya. tunjukan bahwa saya tak sedang menunggu hal gaib yang tak kunjung nyata.
Monday, April 26, 2010
gawat
seseorang masuk di hati dan kepala saya. mestinya ini tak terjadi karena saya adalah orang yang setia pada kekasih hati. ini gawat... tapi bagaimana menghilangkan rasa itu?
dia sempurna dimata semua orang. saya rasa pun begitu. justru kesempurnaan itu yang membuat saya tak menempatkannya dalam list antrian untuk masuk dalam kehidupan saya. terlalu sempurna bikin saya minder. saya adalah orang yang paling tak sempurna. saya coba cari celah untuk menyukai justru ketidaksempurnaannya.... ga nemu. ini gawat!
ga ada rencana untuk menghadirkannya dalam hati. semua terjadi begitu saja. saya merindukan candanya, obrolan yang berisi, nyaman tanpa menggurui. saya suka spontanitasnya dan caranya "take over" segalanya sementara saya tadinya adalah si pengatur. dan hey saya suka selera musiknya, ada sting di playlistnya..
saya hanya merasa harus lari dari rasa ini...
dia sempurna dimata semua orang. saya rasa pun begitu. justru kesempurnaan itu yang membuat saya tak menempatkannya dalam list antrian untuk masuk dalam kehidupan saya. terlalu sempurna bikin saya minder. saya adalah orang yang paling tak sempurna. saya coba cari celah untuk menyukai justru ketidaksempurnaannya.... ga nemu. ini gawat!
ga ada rencana untuk menghadirkannya dalam hati. semua terjadi begitu saja. saya merindukan candanya, obrolan yang berisi, nyaman tanpa menggurui. saya suka spontanitasnya dan caranya "take over" segalanya sementara saya tadinya adalah si pengatur. dan hey saya suka selera musiknya, ada sting di playlistnya..
saya hanya merasa harus lari dari rasa ini...
Saturday, April 24, 2010
sparkling 32
biasanya minggu-minggu menjelang ulang tahun saya sibuk menyiapkan segala sesuatunya. iya persis seperti anak kecil yang mau merayakan ulang tahun ke 10, 17 dan belasan lainnya. saya selalu punya rencana, punya mau, punya agenda, apa dan dengan siapa mau dihabiskan. bukan sesuatu yang besar, tapi intim... hanya dengan keluarga dan sahabat terdekat. saya mau berbagi bahagia dengan mereka dengan cara yang sangat sederhana.
tapi hari-hari menjelang 32 ini, saya diajak bercanda oleh Allah. saya dihadapi tantangan besar, supaya lebih bijak menentukan hal untuk banyak orang. sementara saya masih menjalani tuntutan pekerjaan lain.. saya fully booked pekan ini tanpa hal baru yang sedang Allah ujikan pada saya. saya cuma bisa bilang begini, Tunjukan pada saya kebenaran dan tuntun saya pada kebijakan. saya tak punya waktu untuk berpikir mau apa di hari milad ini.
untunglah sahabat saya Citra sudah berancangancang jauh hari untuk melakukan sesuatu bersama dengan sahabat lain. saya tinggal datang bawa diri dan senyum manis. saya dipijat, eh tanpa dimandikan sih, didandani dan disisiri.. ah cantiklah hari ini di usia 32 :-)
Allah itu baik sekali sama saya. masih diberi kesempatan hidup sampai usia 32 ini. dipertemukan dengan sahabatsahabat baik hati, orangorang terbaik dalam hidup saya. dilahirkan di keluarga penuh kasih sayang. dibesarkan dalam alam demokratis di utan kayu. diberi kesempatan untuk menjelajah dunia. hidup saya sempurna. boleh iri loh tapi jangan dengki yaaa... karena semua ini saya dapat dari hasil kerja keras dan Allah tahu persis kapan waktunya bercanda dengan saya lewat ujian-ujiannya.
Allah baik, pertemukan saya dengan usia 33 yaaa... sampai di hari itu, sewaktuwaktu kita bisa bercanda lagi. Terima kasih untuk perjalanan indah, penuh suka duka, cinta dan benci, keringat dan air mata... 31 saya menyenangkan, 32 saya pasti penuh cerita. sampai bertemu di 33 :-)
tapi hari-hari menjelang 32 ini, saya diajak bercanda oleh Allah. saya dihadapi tantangan besar, supaya lebih bijak menentukan hal untuk banyak orang. sementara saya masih menjalani tuntutan pekerjaan lain.. saya fully booked pekan ini tanpa hal baru yang sedang Allah ujikan pada saya. saya cuma bisa bilang begini, Tunjukan pada saya kebenaran dan tuntun saya pada kebijakan. saya tak punya waktu untuk berpikir mau apa di hari milad ini.
untunglah sahabat saya Citra sudah berancangancang jauh hari untuk melakukan sesuatu bersama dengan sahabat lain. saya tinggal datang bawa diri dan senyum manis. saya dipijat, eh tanpa dimandikan sih, didandani dan disisiri.. ah cantiklah hari ini di usia 32 :-)
Allah itu baik sekali sama saya. masih diberi kesempatan hidup sampai usia 32 ini. dipertemukan dengan sahabatsahabat baik hati, orangorang terbaik dalam hidup saya. dilahirkan di keluarga penuh kasih sayang. dibesarkan dalam alam demokratis di utan kayu. diberi kesempatan untuk menjelajah dunia. hidup saya sempurna. boleh iri loh tapi jangan dengki yaaa... karena semua ini saya dapat dari hasil kerja keras dan Allah tahu persis kapan waktunya bercanda dengan saya lewat ujian-ujiannya.
Allah baik, pertemukan saya dengan usia 33 yaaa... sampai di hari itu, sewaktuwaktu kita bisa bercanda lagi. Terima kasih untuk perjalanan indah, penuh suka duka, cinta dan benci, keringat dan air mata... 31 saya menyenangkan, 32 saya pasti penuh cerita. sampai bertemu di 33 :-)
Monday, April 12, 2010
Mahalnya Sebuah Kematian
Islam yang saya tahu mengajarkan ketika kita meninggal, hanya akan membawa jiwa dan amal ibadah. Kita telanjang berselimut kafan dan ditanam di dalam tanah. Jiwa menunggu di alam baka sampai saat penghitungan amal itu tiba. Tapi mengantarkan jiwa ke alam baka itu tak semudah dan semurah yang diajarkan agama. Karena tradisi, kebiasaan dan kebutuhan ekonomi bikin semuanya sulit dan mahal.
Suatu hari kawan saya Eric yang tinggal sendirian di kota Wigan cerita bagaimana dia telah menyiapkan pemakaman untuk dirinya sendiri. Dia harus membayar semacam premi asuransi yang akan keluar saat dia meninggal nanti, untuk membiayai pemakamannya, mulai pemandian, pemberkatan sampai penguburan.
Awalnya saya pikir itu gila karena saya hanya tahu tentang asuransi jiwa yang akan jatuh ke ahli waris ketika saya meninggal nanti. Tapi waktu saya menunggui jenazah Pak De di kamar jenazah, disana terpampang besarbesar harga pengurusan kematian. Begini disana tertulis, semoga saya masih ingat angkanya :
Memandikan dan mengkafani Rp 350.000,-
Memandikan, mengkafani dan menyolatkan Rp 750.000,-
Nisan grafis nama Rp sekian juta
Nisan papan Rp sekian ratus ribu
Peti biasa Rp 1.250.000,-
Peti kayu grafis kaligrafi Rp 3.000.000,-
Biaya mengantar jenazah hubungi panitia
Sewaktu papi saya meninggal, tibatiba saya disodori sejumlah proposal angka pengurusan pemakaman. Untuk memandikan, mengkafani dan menyolatkan 800 ribu rupiah. Sementara untuk memesan tanah pemakaman di pemakaman tanah kusir saya harus sedia 3 juta rupiah, malam itu. Untungnya papi punya jatah di pemakaman kepolisian.
Setelah dimakaman, tradisi menganjurkan kita untuk mengadakan pengajian sepanjang 3 hari, 7 hari dan 40 hari. Saban malam sediakan berekat alias bebawaan bagi pengaji, isinya bisa sembako ditambah uang sekitar 25 ribu setiap orang dan untuk sang guru pastinya dua sampai tiga kali lipat. Memang ga ada yang pasang tarif, tapi itu sudah kesepakatan umum, bahwa ga mungkin gratisan.
Jadi silakan dihitung, jika di rumah sakit tempat Pak De saya terbaring tanpa jiwa, setiap harinya menampung 50 orang meninggal dan menggunakan jasa pemakaman mereka, berapa keuntungan yang diraup? Bila punya tanah kosong lalu berlindung atas nama wakaf tapi masih memasang tariff pemeliharaan mulai dari ratusan ribu sampai jutaan, berapa yang didapat pertahun? Punya kelompok ngaji yang tugasnya berkeliling memberikan pengajian disana sini untuk sebuah kematian, berapa orderan yang masuk saban minggu.
Bukan orang Indonesia kalau tidak bilang “untungnya” nah untungnya tradisi memberikan dana belasungkawa itu masih kuat di Indonesia. Saya dan keluarga terang terbantu untuk membiayai tradisi.
Di Cina 8 juta orang meninggal setiap tahunnya, bagaimana di Indonesia, di Jakarta saja deh… hmm…. Bisnis kematian yang menggiurkan.
Suatu hari kawan saya Eric yang tinggal sendirian di kota Wigan cerita bagaimana dia telah menyiapkan pemakaman untuk dirinya sendiri. Dia harus membayar semacam premi asuransi yang akan keluar saat dia meninggal nanti, untuk membiayai pemakamannya, mulai pemandian, pemberkatan sampai penguburan.
Awalnya saya pikir itu gila karena saya hanya tahu tentang asuransi jiwa yang akan jatuh ke ahli waris ketika saya meninggal nanti. Tapi waktu saya menunggui jenazah Pak De di kamar jenazah, disana terpampang besarbesar harga pengurusan kematian. Begini disana tertulis, semoga saya masih ingat angkanya :
Memandikan dan mengkafani Rp 350.000,-
Memandikan, mengkafani dan menyolatkan Rp 750.000,-
Nisan grafis nama Rp sekian juta
Nisan papan Rp sekian ratus ribu
Peti biasa Rp 1.250.000,-
Peti kayu grafis kaligrafi Rp 3.000.000,-
Biaya mengantar jenazah hubungi panitia
Sewaktu papi saya meninggal, tibatiba saya disodori sejumlah proposal angka pengurusan pemakaman. Untuk memandikan, mengkafani dan menyolatkan 800 ribu rupiah. Sementara untuk memesan tanah pemakaman di pemakaman tanah kusir saya harus sedia 3 juta rupiah, malam itu. Untungnya papi punya jatah di pemakaman kepolisian.
Setelah dimakaman, tradisi menganjurkan kita untuk mengadakan pengajian sepanjang 3 hari, 7 hari dan 40 hari. Saban malam sediakan berekat alias bebawaan bagi pengaji, isinya bisa sembako ditambah uang sekitar 25 ribu setiap orang dan untuk sang guru pastinya dua sampai tiga kali lipat. Memang ga ada yang pasang tarif, tapi itu sudah kesepakatan umum, bahwa ga mungkin gratisan.
Jadi silakan dihitung, jika di rumah sakit tempat Pak De saya terbaring tanpa jiwa, setiap harinya menampung 50 orang meninggal dan menggunakan jasa pemakaman mereka, berapa keuntungan yang diraup? Bila punya tanah kosong lalu berlindung atas nama wakaf tapi masih memasang tariff pemeliharaan mulai dari ratusan ribu sampai jutaan, berapa yang didapat pertahun? Punya kelompok ngaji yang tugasnya berkeliling memberikan pengajian disana sini untuk sebuah kematian, berapa orderan yang masuk saban minggu.
Bukan orang Indonesia kalau tidak bilang “untungnya” nah untungnya tradisi memberikan dana belasungkawa itu masih kuat di Indonesia. Saya dan keluarga terang terbantu untuk membiayai tradisi.
Di Cina 8 juta orang meninggal setiap tahunnya, bagaimana di Indonesia, di Jakarta saja deh… hmm…. Bisnis kematian yang menggiurkan.
Thursday, April 08, 2010
beruntung dan atau pintar
di dunia ini hanya ada dua tipe manusia yang bisa mencapai "sukses" versi dirinya sendiri, pertama adalah orang dengan peruntungan baik dan atau pintar. begitulah kata seorang teman.
pernah lihat atau bertemu atau berkaca pada diri sendiri ga, ada orang yang ga pintar, cenderung biasa banget tapi hidupnya selalu beruntung. gampangnya liat dari pernah atau tidak, sering atau tidak dia dapat door prize. atau tibatiba dia dapat jabatan baru sementara orang lain meragukan kemampuannya. atau versi teman saya, tibatiba aja ada yang memberikannya sebuah motor harley davidson. itu gila, tapi itulah yang terjadi. seperti kang kabayan yang cupu abis tapi hidupnya bahagia lewat peruntungan yang baik.
sementara orang lain, macam saya ini. seumur hidup baru sekali dapat door prize, itupun hangus garagara saya ga di lokasi kikikik... saya harus jungkirbalik, pontangpanting untuk bisa punya sesuatu, untuk sampai disatu titik. saya akhirnya percaya no pain no gain. meski kadang iri sama orang yang selalu bisa dapat sesuatu tanpa harus merasakan sakit terlebih dahulu. wadoh kesannya saya orang pintar yah... no no no... saya biasa banget juga. IQ saya ratarata, saya bukan einstein. tapi karena itu tadi, saya harus kerjakeras, belajar sangat untuk bisa lulus ujian.
saya selalu ingat katakata kang dion. "nit, bakat itu cuma seujung jari perannya dalam hidup ini. kemauan dan usaha itu yang penting." ternyata masih satu hal lagi yang dia lupa sebutkan..."luck"... shit padahal saya ga pernah percaya sama peruntungan. lagilagi karena saya merasa dewi keberuntungan itu cemburu sama saya yang selalu bisa dapat yang sama mau tanpa bantuan dia hehehe.
temen saya yang lain bilang, pinter dulu aja, usaha dulu aja, nanti dewi fortuna akan datang dengan sendirinya. lo akan jadi orang pintar yang beruntung. aaaahhh semoga saja...
pernah lihat atau bertemu atau berkaca pada diri sendiri ga, ada orang yang ga pintar, cenderung biasa banget tapi hidupnya selalu beruntung. gampangnya liat dari pernah atau tidak, sering atau tidak dia dapat door prize. atau tibatiba dia dapat jabatan baru sementara orang lain meragukan kemampuannya. atau versi teman saya, tibatiba aja ada yang memberikannya sebuah motor harley davidson. itu gila, tapi itulah yang terjadi. seperti kang kabayan yang cupu abis tapi hidupnya bahagia lewat peruntungan yang baik.
sementara orang lain, macam saya ini. seumur hidup baru sekali dapat door prize, itupun hangus garagara saya ga di lokasi kikikik... saya harus jungkirbalik, pontangpanting untuk bisa punya sesuatu, untuk sampai disatu titik. saya akhirnya percaya no pain no gain. meski kadang iri sama orang yang selalu bisa dapat sesuatu tanpa harus merasakan sakit terlebih dahulu. wadoh kesannya saya orang pintar yah... no no no... saya biasa banget juga. IQ saya ratarata, saya bukan einstein. tapi karena itu tadi, saya harus kerjakeras, belajar sangat untuk bisa lulus ujian.
saya selalu ingat katakata kang dion. "nit, bakat itu cuma seujung jari perannya dalam hidup ini. kemauan dan usaha itu yang penting." ternyata masih satu hal lagi yang dia lupa sebutkan..."luck"... shit padahal saya ga pernah percaya sama peruntungan. lagilagi karena saya merasa dewi keberuntungan itu cemburu sama saya yang selalu bisa dapat yang sama mau tanpa bantuan dia hehehe.
temen saya yang lain bilang, pinter dulu aja, usaha dulu aja, nanti dewi fortuna akan datang dengan sendirinya. lo akan jadi orang pintar yang beruntung. aaaahhh semoga saja...
Tuesday, April 06, 2010
what is life?
jawabannya ada ketika kamu berada dihadapan orang yang akan selesai dengan hidupnya. kamu baru akan tahu berharganya hidup ini ketika ada disamping orang yang untuk bernapas saja mesti pakai bantuan, bahkan untuk pipis. lima belas selang infus diseluruh tubuh. ketika tidak bisa lagi makan enak, berbadan tambun dan berambut klimis. semuanya berubah ketika terkapar diatas kasur rumah sakit. sakitnya akan menular diseluruh tubuh sehatmu, kaki ini lemas, perut ini terkocok mual memandanginya yang sudah pasrah... Allah yang baik, sudahi saja segala penderitaan duniawi ini.
ini kali kedua saya ada disamping mahkluk hidup yang sudah waktunya untuk meninggalkan dunia. pertama papi saya tersayang, kedua adalah pak de saya. papi yang karena stroke nya tak bisa bertahan dan mengalah pada serangan ketiga. pak de saya pasrah setelah perutnya diobrakabrik kedua kali untuk mengangkat tumor di saluran empedunya yang kadung menjalar kemanamana.
saya tak pernah bisa meneteskan air mata dihadapan papi dan pak de, karena air mata akan membuat keduanya makin melemah pun membuat mereka khawatir pada saya yang akan ditinggalkan. saya terkesan dingin. saya sembunyikan muka sedih ini dengan sibuk merapikan kiri dan kanan tempat tidur, me-lap liur yang jatuh dari bibirnya. sibuk bicara menemani pak de dan papi ketika itu.
tapi ketika melihat mata pak de yang kosong dan memandang ke arah lain, saya tahu jiwanya tak lagi ada disana. pun ketika papi memandang kosong pada saya dan mami. Allah memanggil mereka.
hidup ini singkat dan berharga. saya tahu itu setelah melihat keduanya pasrah. hidup ini ga banyak artinya ketika Allah memutuskan surat kontrak kita di dunia. tak peduli seberapa besar kita berusaha mempertahankannya tetap di dunia. tak penting berapa banyak harta yang kita punya, berapa besar cinta untuk keluarga ketika waktunya berpulang, maka pasrahkan saja. kontrak saya tinggal berapa lama lagi ya Allah?
ini kali kedua saya ada disamping mahkluk hidup yang sudah waktunya untuk meninggalkan dunia. pertama papi saya tersayang, kedua adalah pak de saya. papi yang karena stroke nya tak bisa bertahan dan mengalah pada serangan ketiga. pak de saya pasrah setelah perutnya diobrakabrik kedua kali untuk mengangkat tumor di saluran empedunya yang kadung menjalar kemanamana.
saya tak pernah bisa meneteskan air mata dihadapan papi dan pak de, karena air mata akan membuat keduanya makin melemah pun membuat mereka khawatir pada saya yang akan ditinggalkan. saya terkesan dingin. saya sembunyikan muka sedih ini dengan sibuk merapikan kiri dan kanan tempat tidur, me-lap liur yang jatuh dari bibirnya. sibuk bicara menemani pak de dan papi ketika itu.
tapi ketika melihat mata pak de yang kosong dan memandang ke arah lain, saya tahu jiwanya tak lagi ada disana. pun ketika papi memandang kosong pada saya dan mami. Allah memanggil mereka.
hidup ini singkat dan berharga. saya tahu itu setelah melihat keduanya pasrah. hidup ini ga banyak artinya ketika Allah memutuskan surat kontrak kita di dunia. tak peduli seberapa besar kita berusaha mempertahankannya tetap di dunia. tak penting berapa banyak harta yang kita punya, berapa besar cinta untuk keluarga ketika waktunya berpulang, maka pasrahkan saja. kontrak saya tinggal berapa lama lagi ya Allah?
Thursday, April 01, 2010
kembali ke hakekat leluhur...
mami bilang papi itu berdarah cina jawa, karena itulah sepupu dari garis papi nyaris semua berkulit putih dan bermata sipit. papi saya sama, putih dan tak bisa melotot sekalipun dia marah besar :-) tapi rambutnya keriting.
saya mirip papi, mata dan tulang pipi. tapi tak berhidung bangir, punya rambut lurus dan berkulit hitam. ah kalau kulit mungkin mengikuti mami yang legam hehehe. kalau kata temanteman saya jadi lebih mirip cina benteng, salah satu sebutan untuk komunitas thionghoa di tangerang.
entah kenapa saya tak pernah punya masalah rasis dengan garis keturunan saya yang dari thionghoa. saya senangsenang saja meski tak banyak cari tahu siapa sih sebenarnya leluhur saya, darimana datangnya dan kapan itu terjadi. cukup tahu saja bahwa di darah saya sekarang mengalir keturunan thionghoa, jawa dan sunda. saya indonesia :-)
papi almarhum adalah polisi, pak de saya pensiunan polisi, kakek almarhum juga bekas tentara, om saya memilih cabut dari akademi polisi dan menjadi petualang dari satu kilang minyak ke kilang minyak lain di banyak negara. papi dan pak de jelas berharap saya mengikuti jejak mereka, jadi polisi. tapi akhirnya saya jadi jurnalis dan sekarang berdagang alias bertugas sebagai marketing.
sebenarnya aktivitas jualan bukan hal baru. sejak sd saya sudah jualan, mainan anak sampai penyewaan komik dan dagang kue buatan mami, yoi keliling kampung dong. smp dan sma membantu mami menitipkan kue di kantin sekolah. di kampus saya tetap jualan, kali itu adalah lauk makan siang. saya pikir jadi jurnalis sudah mentok. eh ga tahunya saya masih sempat jualan oriflame meski waktu itu diketawain abis sama teman. lah ga pernah pake make-up dong jualan beginian.
lalu nasib berkata lain lagi. dari jurnalis saya ditugaskan berdagang, berpromosi untuk radio ini. masih belum baik, tapi saya kaget sama diri sendiri. bisa juga ternyata presentasi dan meyakinkan klien untuk bergabung bersama kami. NAh sekarang saya dagang aksesoris hehehe... iseng aja. awalnya cuma niat bantu teman, tapi malah dikejarkejar pelanggan :-)
ah darah thionghoa yang pedagang itu ternyata menurun ke saya. semoga sih membawa hasil... para leluhur.. doakan aku YA! :-)
saya mirip papi, mata dan tulang pipi. tapi tak berhidung bangir, punya rambut lurus dan berkulit hitam. ah kalau kulit mungkin mengikuti mami yang legam hehehe. kalau kata temanteman saya jadi lebih mirip cina benteng, salah satu sebutan untuk komunitas thionghoa di tangerang.
entah kenapa saya tak pernah punya masalah rasis dengan garis keturunan saya yang dari thionghoa. saya senangsenang saja meski tak banyak cari tahu siapa sih sebenarnya leluhur saya, darimana datangnya dan kapan itu terjadi. cukup tahu saja bahwa di darah saya sekarang mengalir keturunan thionghoa, jawa dan sunda. saya indonesia :-)
papi almarhum adalah polisi, pak de saya pensiunan polisi, kakek almarhum juga bekas tentara, om saya memilih cabut dari akademi polisi dan menjadi petualang dari satu kilang minyak ke kilang minyak lain di banyak negara. papi dan pak de jelas berharap saya mengikuti jejak mereka, jadi polisi. tapi akhirnya saya jadi jurnalis dan sekarang berdagang alias bertugas sebagai marketing.
sebenarnya aktivitas jualan bukan hal baru. sejak sd saya sudah jualan, mainan anak sampai penyewaan komik dan dagang kue buatan mami, yoi keliling kampung dong. smp dan sma membantu mami menitipkan kue di kantin sekolah. di kampus saya tetap jualan, kali itu adalah lauk makan siang. saya pikir jadi jurnalis sudah mentok. eh ga tahunya saya masih sempat jualan oriflame meski waktu itu diketawain abis sama teman. lah ga pernah pake make-up dong jualan beginian.
lalu nasib berkata lain lagi. dari jurnalis saya ditugaskan berdagang, berpromosi untuk radio ini. masih belum baik, tapi saya kaget sama diri sendiri. bisa juga ternyata presentasi dan meyakinkan klien untuk bergabung bersama kami. NAh sekarang saya dagang aksesoris hehehe... iseng aja. awalnya cuma niat bantu teman, tapi malah dikejarkejar pelanggan :-)
ah darah thionghoa yang pedagang itu ternyata menurun ke saya. semoga sih membawa hasil... para leluhur.. doakan aku YA! :-)
Monday, March 29, 2010
how would like to be remembered?
pertanyaan itu dilontarkan oleh desi anwar kepada george soros di acara face 2 face metro tv. desi melanjutkan, "to be the greatest speculators or philanthropist or what?"
saya tidak ingat jawaban george soros apa saat itu, tapi buat saya pertanyaan itu begitu sederhana tapi sangat dalam artinya. sulit buat siapapun menjawab hal itu. iya ya, mau diingat sebagai siapa atau apa gue nanti setelah tiada?
ah george soros bicara sesuatu tentang ini,"buat saya jauh lebih berarti kalau saya diingat orang ketika masih hidup bukan setelah meninggal nanti."
jawaban itu tak terlalu menggubris hati saya teman. kalau saya yang ditanya begitu oleh desi anwar, saya akan jeda barang 2 menit sebelum menjawabnya.
dari kecil mami sudah sering bilang, kepenginan mu buanyak, tapi ga ada yang fokus satunya. woalah saya fokus sampai lulus kuliah dari kriminologi UI. tapi apa saya fokus dengan ilmu saya? tentu tidak kikik... saya tak bisa stagnan pada satu hal. saya pilih jadi penyiar. sudah dua tahun, pindah jalur lagi. enakan jadi jurnalis radio ajah, pergi ke luar studio kejar berita. walhasil 8 tahun sudah jadi jurnalis meski intensitas peliputan sudah jauuuhh berkurang.
lalu saya masih ingin kembali ke dunia teater yang saya ikuti sejak sd meski putus nyambung. lalu latihan bela diri lagi, setelah silat yang ga kelar, saya mau coba aikido padahal dulu rencananya belajar kung fu. saya juga masih ingin kejar S2, belajar bahasa inggris lagi jungkir balik. nah kemarin berhasil menekan keinginan saya untuk beli gitar, cuma perkara lagi belajar kunci C. saya impulsive sekali, meledakledak ga jelas, ga fokus kalau kata mami.
lalu kalau nanti saya mati, mau dikenang sebagai apa? seorang impulsive, mind reader priktiw (ini mah ilmu yang kadang muncul lebih banyak ga kikikik), penyair, penyiar atau jurnalis, atau station manager, atau great marketer which is not YET atau sekedar pencari ilmu... aha... saya emang haus ilmu selalu. kalau bisa menguasai 10 keahlian, kenapa harus fokus pada 1 :-P
mungkin saya pengen dikenang sebagai nita si impulsive? kikik... atau yaaa.. kenang saya sebagai sahabat yang baik (semoga demikian)saja. karena jadi sahabat itu bisa banyak artinya, sahabat buat temanteman baik saya, sahabat untuk adikadik saya, sahabat buat mami, sahabat untuk bumi seperti yang digaungkan green radio. saya cuma nita, yang bisa saya lakukan semasa hidup ya cuma berbuat semaksimal yang saya mampu, mungkin belum terbaik karena itu harus terus dicoba untuk jadi baik. termasuk untuk tetep coba ini itu ini itu... termasuk belajar main gitar :-)
saya tidak ingat jawaban george soros apa saat itu, tapi buat saya pertanyaan itu begitu sederhana tapi sangat dalam artinya. sulit buat siapapun menjawab hal itu. iya ya, mau diingat sebagai siapa atau apa gue nanti setelah tiada?
ah george soros bicara sesuatu tentang ini,"buat saya jauh lebih berarti kalau saya diingat orang ketika masih hidup bukan setelah meninggal nanti."
jawaban itu tak terlalu menggubris hati saya teman. kalau saya yang ditanya begitu oleh desi anwar, saya akan jeda barang 2 menit sebelum menjawabnya.
dari kecil mami sudah sering bilang, kepenginan mu buanyak, tapi ga ada yang fokus satunya. woalah saya fokus sampai lulus kuliah dari kriminologi UI. tapi apa saya fokus dengan ilmu saya? tentu tidak kikik... saya tak bisa stagnan pada satu hal. saya pilih jadi penyiar. sudah dua tahun, pindah jalur lagi. enakan jadi jurnalis radio ajah, pergi ke luar studio kejar berita. walhasil 8 tahun sudah jadi jurnalis meski intensitas peliputan sudah jauuuhh berkurang.
lalu saya masih ingin kembali ke dunia teater yang saya ikuti sejak sd meski putus nyambung. lalu latihan bela diri lagi, setelah silat yang ga kelar, saya mau coba aikido padahal dulu rencananya belajar kung fu. saya juga masih ingin kejar S2, belajar bahasa inggris lagi jungkir balik. nah kemarin berhasil menekan keinginan saya untuk beli gitar, cuma perkara lagi belajar kunci C. saya impulsive sekali, meledakledak ga jelas, ga fokus kalau kata mami.
lalu kalau nanti saya mati, mau dikenang sebagai apa? seorang impulsive, mind reader priktiw (ini mah ilmu yang kadang muncul lebih banyak ga kikikik), penyair, penyiar atau jurnalis, atau station manager, atau great marketer which is not YET atau sekedar pencari ilmu... aha... saya emang haus ilmu selalu. kalau bisa menguasai 10 keahlian, kenapa harus fokus pada 1 :-P
mungkin saya pengen dikenang sebagai nita si impulsive? kikik... atau yaaa.. kenang saya sebagai sahabat yang baik (semoga demikian)saja. karena jadi sahabat itu bisa banyak artinya, sahabat buat temanteman baik saya, sahabat untuk adikadik saya, sahabat buat mami, sahabat untuk bumi seperti yang digaungkan green radio. saya cuma nita, yang bisa saya lakukan semasa hidup ya cuma berbuat semaksimal yang saya mampu, mungkin belum terbaik karena itu harus terus dicoba untuk jadi baik. termasuk untuk tetep coba ini itu ini itu... termasuk belajar main gitar :-)
Friday, March 19, 2010
ringannya hidup ini
hidup saya berubah dalam sepekan terakhir. saya tidak lagi penuh keluhan terhadap beban kerjaan yang berat sementara kantong tak pernah cukup terisi, selalu besar pasak daripada tiangnya. tak lagi nyusruk di bantal lalu menyesali diri yang selalu kehilangan cinta. tak lagi melulu manyun ketika tak mendapatkan apa yang saya inginkan.
sepekan ini saya hadapi semuanya dengan senyum dan penuh harap, bahwa hidup di depan akan lebih baik, bahwa besok ketika bangun pagi selalu ada cinta menanti. bahwa kekasih hati terbaik adalah diri sendiri. ketika yang lain pergi, diri ini tetap disini minta dihidupi minta dijalani. bukan soal narsis tapi percaya deh, begitu rasa cinta pada diri sendiri muncul, yang diinginkan cuma yang terbaik untuk sendiri.
setelah itu saya lebih pasrah pada yang maha ghoib Allah, tuhan dan para dewa, saya sangat percaya kekuatan itu ada. yang saya yakini adalah berbuat semaksimal mungkin untuk yang terbaik dan hasilnya nanti ya sudahlah, dipercayakan pada Allah saja.
semua ini terjadi setelah saya tahu apa yang saya mau dalam beberapa waktu kedepan, lalu saya pecut diri sendiri untuk berbuat terbaik mewujudkan hal itu. kalau sudah bisa fokus pada satu hal, ternyata hidup ini ringan banget. yang lain hanya complementary saja. loh bukan maksud menyingkirkan keluarga dan what so called my lover itu, tapi it is about time to live up my own dream. dan itu nikmat banget....
sepekan ini saya hadapi semuanya dengan senyum dan penuh harap, bahwa hidup di depan akan lebih baik, bahwa besok ketika bangun pagi selalu ada cinta menanti. bahwa kekasih hati terbaik adalah diri sendiri. ketika yang lain pergi, diri ini tetap disini minta dihidupi minta dijalani. bukan soal narsis tapi percaya deh, begitu rasa cinta pada diri sendiri muncul, yang diinginkan cuma yang terbaik untuk sendiri.
setelah itu saya lebih pasrah pada yang maha ghoib Allah, tuhan dan para dewa, saya sangat percaya kekuatan itu ada. yang saya yakini adalah berbuat semaksimal mungkin untuk yang terbaik dan hasilnya nanti ya sudahlah, dipercayakan pada Allah saja.
semua ini terjadi setelah saya tahu apa yang saya mau dalam beberapa waktu kedepan, lalu saya pecut diri sendiri untuk berbuat terbaik mewujudkan hal itu. kalau sudah bisa fokus pada satu hal, ternyata hidup ini ringan banget. yang lain hanya complementary saja. loh bukan maksud menyingkirkan keluarga dan what so called my lover itu, tapi it is about time to live up my own dream. dan itu nikmat banget....
Tuesday, March 16, 2010
garagara peta
ga terlalu lama ternyata buat saya berduka dan terpuruk dari rasa sedih, patah hati. ketika tibatiba mami sibuk bongkarbongkar lemari a.k.a gudang tempat menyimpan tas-tas lama. saya nemu setumpukan kartu pos yang saya beli, kumpul, sebagian mungut gratisan dari jerman dan belanda. termasuk selembar peta amsterdam..
jreng jreng.. de javu.. kenangan tertarik ke belakang.
it was a sign.. bahwa saya telah menemukan kembali cinta yang sudah susah payah dicoba untuk ditinggalkan. pernah denger kalimat "you only love once in your life" oh well i had.. it was him and will always be.. shit.
it was a sign.. bahwa ada yang belum tuntas saya capai dalam hidup ini. sekolah lagi, melanglangbuana lagi, petualang lagi. mencari cita dan cinta.
lalu begitu mudah kaki saya kemudian melangkah lagi. membongkar pasang rencana hidup dan menghapus air mata. selesai sayang. saatnya saya melangkah, dan kamu tak punya tempat lagi disini. kali ini saya harus mewujudkannya sendiri.
selembar peta yang akan menuntun kaki saya untuk melangkah. sampai di suatu waktu :-)
jreng jreng.. de javu.. kenangan tertarik ke belakang.
it was a sign.. bahwa saya telah menemukan kembali cinta yang sudah susah payah dicoba untuk ditinggalkan. pernah denger kalimat "you only love once in your life" oh well i had.. it was him and will always be.. shit.
it was a sign.. bahwa ada yang belum tuntas saya capai dalam hidup ini. sekolah lagi, melanglangbuana lagi, petualang lagi. mencari cita dan cinta.
lalu begitu mudah kaki saya kemudian melangkah lagi. membongkar pasang rencana hidup dan menghapus air mata. selesai sayang. saatnya saya melangkah, dan kamu tak punya tempat lagi disini. kali ini saya harus mewujudkannya sendiri.
selembar peta yang akan menuntun kaki saya untuk melangkah. sampai di suatu waktu :-)
Thursday, March 11, 2010
melihat yang jarang dilihat
pagi tadi saya bertemu dengan salah seorang temen. kita sudah berbulan berbincang tapi baru tadi saya perhatikan ada yang menarik darinya. dibalik senyum manisnya ada sederet gigi yang sempurna. gigi seri yang sama besar dan yang paling cantik adalah gigi taring kiri dan kanannya dengan ukuran sempurna dan tajam.
seminggu kemarin saya yakin telah melihat lengan terindah dalam hidup. ada yang beda dari lengannya selama saya kenal, ah ternyata sebuah jam tangan melingkar berwarna hitam. saya tak tahu merk atau model jam tangan itu. tapi dia melingkar diatas lengan yang indah, kuat dan dengan kulitnya yang bercahaya. itu yang terus membuat saya melirik pada lengannya berulang kali.
saya pemerhati sesuatu yang jarang dilihat orang. bentuk kuping, gigi, kuku, jari sampai mata kaki. ah jadi ingat teman saya yang ganteng tapi punya mata kaki yang ajaib. ga kok itu tak mengurangi sedikit pun indahmu teman.
mata, bentuk bibir, tulang pipi, alis adalah hal yang biasa jadi perhatian dari wajah seseorang. apalagi kostum atau pakaian dan apa yang menyangkut diantaranya. saya tidak menilai orang dari hal yang terlihat nyata, tapi pada sesuatu yang tersembunyi. kesan dari hal kecil ini yang biasanya menyangkut lama di kepala saya.
z punya gigi yang selalu tersembunyi dibalik bibirnya. mahal sekali tawa yang menyertakan giginya, itu yang selalu bikin penasaran. ram punya hidung bengkok berbintik coklat yang lucu serta gigi besar yang sempurna. aaaahhh..... indahnya hal kecil itu.
seminggu kemarin saya yakin telah melihat lengan terindah dalam hidup. ada yang beda dari lengannya selama saya kenal, ah ternyata sebuah jam tangan melingkar berwarna hitam. saya tak tahu merk atau model jam tangan itu. tapi dia melingkar diatas lengan yang indah, kuat dan dengan kulitnya yang bercahaya. itu yang terus membuat saya melirik pada lengannya berulang kali.
saya pemerhati sesuatu yang jarang dilihat orang. bentuk kuping, gigi, kuku, jari sampai mata kaki. ah jadi ingat teman saya yang ganteng tapi punya mata kaki yang ajaib. ga kok itu tak mengurangi sedikit pun indahmu teman.
mata, bentuk bibir, tulang pipi, alis adalah hal yang biasa jadi perhatian dari wajah seseorang. apalagi kostum atau pakaian dan apa yang menyangkut diantaranya. saya tidak menilai orang dari hal yang terlihat nyata, tapi pada sesuatu yang tersembunyi. kesan dari hal kecil ini yang biasanya menyangkut lama di kepala saya.
z punya gigi yang selalu tersembunyi dibalik bibirnya. mahal sekali tawa yang menyertakan giginya, itu yang selalu bikin penasaran. ram punya hidung bengkok berbintik coklat yang lucu serta gigi besar yang sempurna. aaaahhh..... indahnya hal kecil itu.
Wednesday, March 10, 2010
5 days later...
its a lie if i said im over you ... here are what i did in the last 5 days :
1. make 50 paper bird - origami- to distract my mind of you
2. suddenly really fancy on someone' smile. i see his smile so very nice and his tender attention. trying hard not to look at it as a "crush" thing. not ready to fall.
3. my heart beating whenever i see your green light on g-talk.
4. sometimes i just lost on my own mind. i died for a second.
5. hardly enjoy meals.
6. just want to travel around.
7. cant concentrate on my work for sure.
damn you...
1. make 50 paper bird - origami- to distract my mind of you
2. suddenly really fancy on someone' smile. i see his smile so very nice and his tender attention. trying hard not to look at it as a "crush" thing. not ready to fall.
3. my heart beating whenever i see your green light on g-talk.
4. sometimes i just lost on my own mind. i died for a second.
5. hardly enjoy meals.
6. just want to travel around.
7. cant concentrate on my work for sure.
damn you...
Tuesday, March 09, 2010
pada malam
Apa yang kau takutkan dari malam?
Pada gelapnya yang menyesatkan langkah, menyesapkan rasa dan mendirikan bulu tengkukmu?
Aku lebih takut padamu di malam hari.
Ketika kamu menyusup dibalik selimut lalu tanpa permisi membekapku dengan bibirmu dan tanganmu merajai tubuhku. Pahamu yang besar menahan kaki mungilku. Perutku tertekan perutmu, dadaku lalu sesak.
Aku takut padamu di malam hari.
Tak berani meronta, diam tanpa membantah, takut kehilanganmu disaat itu juga. Cuma saat itu aku memilikimu. Meski bukan hati tapi tubuhmu, baumu yang kutahu pasti kan kurindu pada siang.
Malam tanpamu.
Aku menyusup dibalik selimut. Menutup mata, mencari bayangmu, baumu pada selimut, seprei dan bantal. Mencoba tertidur tanpa dengkurmu dan pelukmu. Aku merindu…
Pada malam yang membuatku merindu. Dalam takut aku membutuhkanmu, menemaniku menyesap rasa, bersamamu menyesatkan rindu dan denganmu membangkitkan nafsu.
Pada gelapnya yang menyesatkan langkah, menyesapkan rasa dan mendirikan bulu tengkukmu?
Aku lebih takut padamu di malam hari.
Ketika kamu menyusup dibalik selimut lalu tanpa permisi membekapku dengan bibirmu dan tanganmu merajai tubuhku. Pahamu yang besar menahan kaki mungilku. Perutku tertekan perutmu, dadaku lalu sesak.
Aku takut padamu di malam hari.
Tak berani meronta, diam tanpa membantah, takut kehilanganmu disaat itu juga. Cuma saat itu aku memilikimu. Meski bukan hati tapi tubuhmu, baumu yang kutahu pasti kan kurindu pada siang.
Malam tanpamu.
Aku menyusup dibalik selimut. Menutup mata, mencari bayangmu, baumu pada selimut, seprei dan bantal. Mencoba tertidur tanpa dengkurmu dan pelukmu. Aku merindu…
Pada malam yang membuatku merindu. Dalam takut aku membutuhkanmu, menemaniku menyesap rasa, bersamamu menyesatkan rindu dan denganmu membangkitkan nafsu.
logika dan rasa
"kalau waktu adalah alasan lo marah dan bubar, bayangkan berapa kali bini gue bakalan teriak talak sama gue." begitu kata temen saya. lalu temen saya yang lain bilang,"itulah lelaki nita, mereka ga akan bisa diganggu oleh hal apapun saat sibuk. coba nanti kalau dia sudah agak santai sedikit, pasti kembali."
hah? saya bukan call girl, bukan springbed yang ditiduri setelah lelah seharian. saya bukan perempuan yang akan bilang, "call me when you r not busy." ketika saya terpikir untuk membuatkannya sebuah rumah untuk selalu kembali, adalah sebuah rumah yang menjadi tanggungjawab bersama. tapi saya tidak sedang bicara pernikahan..
teman lelaki saya yang lain bilang, "mam you r freaking him out."
lelaki memandang cinta dengan logika, perempuan melihat cinta dari rasa. what a bullshit.. karena cinta adalah inta, ketika dia ada, harusnya bisa mengalahkan logika dan rasa sekalipun. masalah yang utama cuma satu, kekasih saya tersayang itu cuma takut pada cinta.
saya masih cinta padanya hari ini, entah besok atau lusa. saya tak pernah bisa janji pada siapapun atau diri sendiri akan mencinta sepanjang masa. that's a bullshit too karena cinta bisa tertahan di tengah jalan.
dia bilang, tak ada waktu untuk memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang dia buat pada seseorang.alasannya lagilagi.. terlalu sibuk. aaaaaa sayangku... bukan cuma dirimu yang sibuk.. tapi sudahlah ga ada guna berharap.. logikamu dan rasaku ga bisa lagi disatukan.. cuma bikin berantem. cape. toh kita berdua masih disibukan kerjaan :-)
hah? saya bukan call girl, bukan springbed yang ditiduri setelah lelah seharian. saya bukan perempuan yang akan bilang, "call me when you r not busy." ketika saya terpikir untuk membuatkannya sebuah rumah untuk selalu kembali, adalah sebuah rumah yang menjadi tanggungjawab bersama. tapi saya tidak sedang bicara pernikahan..
teman lelaki saya yang lain bilang, "mam you r freaking him out."
lelaki memandang cinta dengan logika, perempuan melihat cinta dari rasa. what a bullshit.. karena cinta adalah inta, ketika dia ada, harusnya bisa mengalahkan logika dan rasa sekalipun. masalah yang utama cuma satu, kekasih saya tersayang itu cuma takut pada cinta.
saya masih cinta padanya hari ini, entah besok atau lusa. saya tak pernah bisa janji pada siapapun atau diri sendiri akan mencinta sepanjang masa. that's a bullshit too karena cinta bisa tertahan di tengah jalan.
dia bilang, tak ada waktu untuk memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang dia buat pada seseorang.alasannya lagilagi.. terlalu sibuk. aaaaaa sayangku... bukan cuma dirimu yang sibuk.. tapi sudahlah ga ada guna berharap.. logikamu dan rasaku ga bisa lagi disatukan.. cuma bikin berantem. cape. toh kita berdua masih disibukan kerjaan :-)
Monday, March 08, 2010
am I strong or stupid?
buat perempuan yang bulan depan genap 32 tahun, saya masih bisa dipecundangi cinta. love once again had made me fall a part. tapi seperti kopi yang pahitnya tetap menyisa sekalipun dituang bersendok gula, saya menikmati getirnya. sebut saja saya drama queen, melebihkan sedih atau bahkan sadomasokis, pencari sakit.
saya berubah untuk cinta, saya berbuat banyak untuk cinta dan cinta mengajarkan saya untuk sabar dan iklas. that was exactly what i did for him. changed the thing that i hate most... waiting :-). anyway i did it because of love. i love him but not trully in love with him. your brain tells when something is not right, but your feeling is covered with love and keep trying to denial it. until i finally find the end of my road to love him.
friday on the phone around 7 pm.. we were fighting, arguing then come to the end.. we just didnt see LOVE on the same perspective. on the other word, he didnt love me as much as i love him.
friday around 9.30 pm... we were on the same table for a dinner invitation. put my big smile and act professionally. what ever happened between us, there were friends who wanted to enjoy the dine.
friday around 11 pm... we were on the rock cafe. i got drunk for the first time and he was there sat in front of me without even look or talk to me.. i could only see his back...
saturday... he flew back to bkk while i finally cried all alone. cried all day, wondering did I do the right thing? all i ever want that day was sleeping, so i dont cry or think about him.
sunday... i relieved, smile again, back on the track again. thanks to my beautiful Zi who keeping me busy. but something strange happened. three times i fall to sleep, and had the same dream about him... i got scared of sleeping.
its me today... woke up without him on my dream.. thank you god. hope i finally back on my track again.
saya tidak kapok jatuh cinta, tenang saja. saya menikmati cinta manis dan pahitnya. he was coloring my life and leave me with the sweet and bitter memories. but that's love right :-) and i dont hate him..
saya berubah untuk cinta, saya berbuat banyak untuk cinta dan cinta mengajarkan saya untuk sabar dan iklas. that was exactly what i did for him. changed the thing that i hate most... waiting :-). anyway i did it because of love. i love him but not trully in love with him. your brain tells when something is not right, but your feeling is covered with love and keep trying to denial it. until i finally find the end of my road to love him.
friday on the phone around 7 pm.. we were fighting, arguing then come to the end.. we just didnt see LOVE on the same perspective. on the other word, he didnt love me as much as i love him.
friday around 9.30 pm... we were on the same table for a dinner invitation. put my big smile and act professionally. what ever happened between us, there were friends who wanted to enjoy the dine.
friday around 11 pm... we were on the rock cafe. i got drunk for the first time and he was there sat in front of me without even look or talk to me.. i could only see his back...
saturday... he flew back to bkk while i finally cried all alone. cried all day, wondering did I do the right thing? all i ever want that day was sleeping, so i dont cry or think about him.
sunday... i relieved, smile again, back on the track again. thanks to my beautiful Zi who keeping me busy. but something strange happened. three times i fall to sleep, and had the same dream about him... i got scared of sleeping.
its me today... woke up without him on my dream.. thank you god. hope i finally back on my track again.
saya tidak kapok jatuh cinta, tenang saja. saya menikmati cinta manis dan pahitnya. he was coloring my life and leave me with the sweet and bitter memories. but that's love right :-) and i dont hate him..
Wednesday, March 03, 2010
pacarku sang pejuang
saya mengagumi sejak lama para istri mantan tapol yang setia menanti sang kekasih di penjara 14 tahun. atau cerita pak bos saya yang pernah ada dalam pelarian ketika bertentangan dengan pemerintah orde baru. atau menonton film, bagaimana rasanya jadi pacar che guevara, ramos horta, mereka yang terus bergerak untuk bisa bertahan hidup. berjuang dalam pelarian. to them, moving is living. saya hanya terkagumkagum...
sampai akhirnya saya menerima cintanya. dia yang karena profesinya, dianggap menentang pemerintah. dikejar, diintai dan diancam bakal masuk bui. dia yang ada dalam sembunyi, mencintai saya dalam sunyi.. jangan dipublished.. bahaya. bukan hanya untuk dia tapi juga saya.
saya yang terbiasa dimanja tibatiba limbung, seperti ada dan tiada saja pacar saya ini. menghilang tanpa kabar berminggu, miskin tanpa bisa makan siang karena tak ada kerja. berganti identitas kontak, hilang... lalu kembali.
saya menyerah di bulan kedua. tak sanggup menjadi kekasih che guevara, seperti kawan saya yang menanti kekasihnya yang buron dan terus berlari. saya tak bisa.. dan dia hanya bilang, im so sorry, tapi percaya saja pada cinta. kalau masih ada disana, pasti kita punya jalan untuk bersama.
kemarin adalah bulan ketiga buat kami. saya belajar kompromi dengan situasinya dan diri sendiri. belajar mencinta tanpa pamrih. belajar membangun "rumah" untuknya suatu saat kembali. belajar dan belajar, semoga masih kuat bertahan.
sampai akhirnya saya menerima cintanya. dia yang karena profesinya, dianggap menentang pemerintah. dikejar, diintai dan diancam bakal masuk bui. dia yang ada dalam sembunyi, mencintai saya dalam sunyi.. jangan dipublished.. bahaya. bukan hanya untuk dia tapi juga saya.
saya yang terbiasa dimanja tibatiba limbung, seperti ada dan tiada saja pacar saya ini. menghilang tanpa kabar berminggu, miskin tanpa bisa makan siang karena tak ada kerja. berganti identitas kontak, hilang... lalu kembali.
saya menyerah di bulan kedua. tak sanggup menjadi kekasih che guevara, seperti kawan saya yang menanti kekasihnya yang buron dan terus berlari. saya tak bisa.. dan dia hanya bilang, im so sorry, tapi percaya saja pada cinta. kalau masih ada disana, pasti kita punya jalan untuk bersama.
kemarin adalah bulan ketiga buat kami. saya belajar kompromi dengan situasinya dan diri sendiri. belajar mencinta tanpa pamrih. belajar membangun "rumah" untuknya suatu saat kembali. belajar dan belajar, semoga masih kuat bertahan.
Tuesday, February 23, 2010
pacar atau prt
suatu hari temen saya curhat soal patah hati, "dimana kurangnya coba nit, gue udah melakukan apapun untuk dia. sampai nyuciin baju dalamnya segala. hiks hiks.."
saya menyahut, " ya lo tolol. lo pacar atau pembantunya sih?"
kisah itu saya dengar hampir 9 tahun lalu. saya tidak tahu apakah temen ini masih setolol itu menghadapi pacar-pacarnya. apa masih jadi pekerja rumah tangga bagi kekasih hatinya.
saya pikir setelah 9 tahun itu saya tak perlu lagi mendengar cerita pengorbanan konyol yang dilakukan seseorang untuk kekasihnya. sampai setahun lalu saya melihat sahabat lelaki saya menenteng tas kekasihnya, menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan perempuannya... rrrgghhh... serasa tak punya harga diri.
lalu saya ketemu lagi dengan perempuan yang bersedia sekali lagi menyiapkan tetek bengek yang seharusnya bisa dilakukan sendiri oleh siapapun. rrrgghhh sampai suatu kali jodoh tak jadi lalu menyesali.
apa cinta membuat orang jadi pengemis? mengiba melakukan apapun asal tak ditinggal? agar hubungan langgeng... ah harusnya tak begitu.
saya menyahut, " ya lo tolol. lo pacar atau pembantunya sih?"
kisah itu saya dengar hampir 9 tahun lalu. saya tidak tahu apakah temen ini masih setolol itu menghadapi pacar-pacarnya. apa masih jadi pekerja rumah tangga bagi kekasih hatinya.
saya pikir setelah 9 tahun itu saya tak perlu lagi mendengar cerita pengorbanan konyol yang dilakukan seseorang untuk kekasihnya. sampai setahun lalu saya melihat sahabat lelaki saya menenteng tas kekasihnya, menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan perempuannya... rrrgghhh... serasa tak punya harga diri.
lalu saya ketemu lagi dengan perempuan yang bersedia sekali lagi menyiapkan tetek bengek yang seharusnya bisa dilakukan sendiri oleh siapapun. rrrgghhh sampai suatu kali jodoh tak jadi lalu menyesali.
apa cinta membuat orang jadi pengemis? mengiba melakukan apapun asal tak ditinggal? agar hubungan langgeng... ah harusnya tak begitu.
Thursday, February 18, 2010
mental tembok vs tempe
saya "kesel, pada mental tempe. ditegur kok bukannya intropeksi diri malah defensive duluan"
teman "mental lo apa dong?"
saya "tembok. tahan banting kecuali dijebol kayak bakoel cikini. cuma belakangan kayak ada lumut yang pelanpelan bikin tembok gue runtuh."
teman "kalau tembok, ga mundur dong."
SIGH
once again, kamu benar teman. sepanjang hidup yang saya ingat, saya ga gampang mundur dari sebuah masalah. ga gampang menyerah pada satu hal. muka dan hati tembok.
saya juga bukan orang yang gampang puas atas sesuatu yang saya kerjakan, pasti bisa lebih. tapi ada kalanya saya dibenturkan pada kata "cukup" its enough...
sayangnya saya hanya bisa mengatakan enough pada diri sendiri, lalu bagaimana menyakinkan kata cukup itu pada orang lain, pada lawan bicara saya? sialnya lagi kata cukup cuma menunjukan kalau sebenernya saya masih mau lebih. ga ada budaya bisa menerima kata cukup dan mundur disini.
bertahanlah sampai mati atau tak lagi dibutuhkan...
teman "mental lo apa dong?"
saya "tembok. tahan banting kecuali dijebol kayak bakoel cikini. cuma belakangan kayak ada lumut yang pelanpelan bikin tembok gue runtuh."
teman "kalau tembok, ga mundur dong."
SIGH
once again, kamu benar teman. sepanjang hidup yang saya ingat, saya ga gampang mundur dari sebuah masalah. ga gampang menyerah pada satu hal. muka dan hati tembok.
saya juga bukan orang yang gampang puas atas sesuatu yang saya kerjakan, pasti bisa lebih. tapi ada kalanya saya dibenturkan pada kata "cukup" its enough...
sayangnya saya hanya bisa mengatakan enough pada diri sendiri, lalu bagaimana menyakinkan kata cukup itu pada orang lain, pada lawan bicara saya? sialnya lagi kata cukup cuma menunjukan kalau sebenernya saya masih mau lebih. ga ada budaya bisa menerima kata cukup dan mundur disini.
bertahanlah sampai mati atau tak lagi dibutuhkan...
Wednesday, February 17, 2010
kehilangan ruang pribadi
jelas ga ada yang pernah mengajari saya bagaimana caranya jadi "bos", jadi atasan. sahabat saya, mas ade cuma berpesan kalau sudah menerima jabatan itu siapsiap tidak populer, dijauhin mereka yang tadinya temenmu, dimusuhin mereka yang ga sepakat denganmu. bukan nita namanya kalau mundur dari sebuah tantangan, dan jabatan ini saya anggap sebagai tantangan.
tidak ada juga yang mengajari saya bagaimana harus bersikap ketika sudah menerima tantangan itu. sahabat saya dewi bilang, someone just unborn to be a leader while the other does. ada orang yang sudah terlahir menjadi pemimpin tanpa dia harus menjilat atasannya untuk dapat itu. ada orang yang susah payah mendapat jabatan tapi he or she just doesnt meant to me sekalipun keras usaha mencari wibawa. saya tidak tahu ada dibagian mana tapi jelas bukan jenis penjilat :-).
saya bukan orang yang pengen dielu-elukan sebagai pemimpin yang baik dan selalu dikerebungi banyak orang, karena hasil kerja saya tidak dihitung dari banyaknya kawan di meja makan siang tapi dari target penjualan di akhir tahun. jadi kalau ada yang tidak suka saya secara personal, mangga mang sok wae, ga ngaruh, sebodo.
tapi belakangan saya mendapatkan pelajaran baru setelah duduk di kursi ini hampir setahun. bahwa saya tak beda dengan artis atau figur publik, saya kehilangan ruang pribadi. saya tak bisa sepenuhnya menjadi "nita" yang ekspresive, meledakledak dan jujur pada emosi sendiri.
saya tak bisa lagi terlihat stres ketika target lagilagi tak tercapai. saya ga boleh kalut ketika di akhir minggu daftar klien ga bertambah. saya tak bisa terlihat panik ketika ada masalah mengancam. saya harus tenang. setenang air dimata anakanak saya. staf saya harus tetap semangat dan tersenyum. jelas mereka tak boleh ikutan panik terhadap masalah kantor yang saya hadapi. disinilah saya kehilangan "nita"
saya bahkan tak bisa menangis ketika semangat tibatiba patah dan yang sangat ingin saya lakukan adalah kabur sejauhjauhnya. bahkan ketika saya merasa tak cukup pantas duduk di kursi ini lebih lama. tapi saya punya anakanak yang lucu, semangat muda, mereka yang mencari pengalaman dan masih mau belajar. saya harus bertahan demi mereka. ah lagilagi teman saya bilang... what a bullshit you are. mungkin tapi selalu terharu melihat mereka pulang dengan peluh sehabis menjaja hari ini... suatu saat sayang, kerja keras itu akan selalu berbuah manis. dan saya bukan orang yang percaya pada sebuah kebetulan atau peruntungan. mungkin saya hanya kurang keras berusaha...
saya harus selalu tersenyum dan menggerakan semangat itu meski kehilangan "nita".
tidak ada juga yang mengajari saya bagaimana harus bersikap ketika sudah menerima tantangan itu. sahabat saya dewi bilang, someone just unborn to be a leader while the other does. ada orang yang sudah terlahir menjadi pemimpin tanpa dia harus menjilat atasannya untuk dapat itu. ada orang yang susah payah mendapat jabatan tapi he or she just doesnt meant to me sekalipun keras usaha mencari wibawa. saya tidak tahu ada dibagian mana tapi jelas bukan jenis penjilat :-).
saya bukan orang yang pengen dielu-elukan sebagai pemimpin yang baik dan selalu dikerebungi banyak orang, karena hasil kerja saya tidak dihitung dari banyaknya kawan di meja makan siang tapi dari target penjualan di akhir tahun. jadi kalau ada yang tidak suka saya secara personal, mangga mang sok wae, ga ngaruh, sebodo.
tapi belakangan saya mendapatkan pelajaran baru setelah duduk di kursi ini hampir setahun. bahwa saya tak beda dengan artis atau figur publik, saya kehilangan ruang pribadi. saya tak bisa sepenuhnya menjadi "nita" yang ekspresive, meledakledak dan jujur pada emosi sendiri.
saya tak bisa lagi terlihat stres ketika target lagilagi tak tercapai. saya ga boleh kalut ketika di akhir minggu daftar klien ga bertambah. saya tak bisa terlihat panik ketika ada masalah mengancam. saya harus tenang. setenang air dimata anakanak saya. staf saya harus tetap semangat dan tersenyum. jelas mereka tak boleh ikutan panik terhadap masalah kantor yang saya hadapi. disinilah saya kehilangan "nita"
saya bahkan tak bisa menangis ketika semangat tibatiba patah dan yang sangat ingin saya lakukan adalah kabur sejauhjauhnya. bahkan ketika saya merasa tak cukup pantas duduk di kursi ini lebih lama. tapi saya punya anakanak yang lucu, semangat muda, mereka yang mencari pengalaman dan masih mau belajar. saya harus bertahan demi mereka. ah lagilagi teman saya bilang... what a bullshit you are. mungkin tapi selalu terharu melihat mereka pulang dengan peluh sehabis menjaja hari ini... suatu saat sayang, kerja keras itu akan selalu berbuah manis. dan saya bukan orang yang percaya pada sebuah kebetulan atau peruntungan. mungkin saya hanya kurang keras berusaha...
saya harus selalu tersenyum dan menggerakan semangat itu meski kehilangan "nita".
Tuesday, February 16, 2010
culik gue dong
heran belakangan rame terus berita anak yang diculik oleh teman FB nya. ada yang aneh dalam peristiwa ini, pertama pengertian diculik kan artinya diambil secara paksa. kalau dia benda artinya dicuri, karena dia manusia maka jadi penculikan. tapi kalau dia kenalan lalu pergi dengan kenalannya di fb menjadi hal biasa bukan. dia pergi dengan orang yang dia kenal.
kedua, korban umumnya adalah anakanak. oh yang kedua ini gue setuju kalau kemudian kasus ini dikategorikan sebagai kejahatan. karena anak dibawah usia 17 tahun tidak bisa dibilang dewasa dalam keputusannya. lebih banyak unsur diboongin, dibujuk dan dirayu.
tapi jelas bukan fb yang kemudian disalahkan. bukan dengan pembatasan kebebasan orang berbicara, kenalan dan berhubungan yang bisa mengurangi kejahatan itu. buat gue pendampingan tetap yang utama, pendampingan orang tua kepada anaknya.
ah sudahlah, blog ini ga dibuat buat hal serius. dibuat untuk melihat segala hal dari kacamata gue.
kemarin malam temen bilang, "sampai sekarang gue ga pernah ngerti kenapa orang betah berhubungan lewat YM atau FB, seperti hidup dalam kebohongan?" padahal gue, sahabatnya dia selama ini berhubungan dengan orang di YM. dan hidup kita seharihari emang ga lebih dari kebohongan.
percayakah lo kalau gue bilang gue menemukan kejujuran dari hubungan maya, dari YM? bukan FB karena terlalu vulgar mengungkap siapa dan kenapa orang di FB. tapi di YM. karena disana gue malah bisa berkata jujur pada orang asing tanpa takut dihakimi, karena setiap saran yang diberikan adalah jujur tanpa didomplengi kepentingan tertentu seperti layaknya sahabat atau kolega yang gue kenal nyata fisiknya. lagilagi bukan karena gue ga percaya pada para sahabat gue. jujur deh sometimes you just want to tell your problems to strangers.
dengan alasan itulah juga saya ga pernah mau punya kontak YM dengan orang indonesia, kecuali saya kenal sekali orang itu. karena lebih mudah bicara pada orang asing yang sulit datang atau memaksa bertemu. nah jadinya sulit buat diculik hahaha..
tapi kan gue orang dewasa yang tahu persis bicara apa, pada siapa dengan konsekuensi apa. anakanak itu tidak. begitu senangnya bertemu dengan kenalan baru yang dilihatnya "keren, ganteng" lalu percaya pada rayuan basi lalu percaya diri bertemu dan berserah. ah kalau saja gue bisa seperti itu sekarang, jadi mau tahu gimana rasanya diculik... culik gue dong.
kedua, korban umumnya adalah anakanak. oh yang kedua ini gue setuju kalau kemudian kasus ini dikategorikan sebagai kejahatan. karena anak dibawah usia 17 tahun tidak bisa dibilang dewasa dalam keputusannya. lebih banyak unsur diboongin, dibujuk dan dirayu.
tapi jelas bukan fb yang kemudian disalahkan. bukan dengan pembatasan kebebasan orang berbicara, kenalan dan berhubungan yang bisa mengurangi kejahatan itu. buat gue pendampingan tetap yang utama, pendampingan orang tua kepada anaknya.
ah sudahlah, blog ini ga dibuat buat hal serius. dibuat untuk melihat segala hal dari kacamata gue.
kemarin malam temen bilang, "sampai sekarang gue ga pernah ngerti kenapa orang betah berhubungan lewat YM atau FB, seperti hidup dalam kebohongan?" padahal gue, sahabatnya dia selama ini berhubungan dengan orang di YM. dan hidup kita seharihari emang ga lebih dari kebohongan.
percayakah lo kalau gue bilang gue menemukan kejujuran dari hubungan maya, dari YM? bukan FB karena terlalu vulgar mengungkap siapa dan kenapa orang di FB. tapi di YM. karena disana gue malah bisa berkata jujur pada orang asing tanpa takut dihakimi, karena setiap saran yang diberikan adalah jujur tanpa didomplengi kepentingan tertentu seperti layaknya sahabat atau kolega yang gue kenal nyata fisiknya. lagilagi bukan karena gue ga percaya pada para sahabat gue. jujur deh sometimes you just want to tell your problems to strangers.
dengan alasan itulah juga saya ga pernah mau punya kontak YM dengan orang indonesia, kecuali saya kenal sekali orang itu. karena lebih mudah bicara pada orang asing yang sulit datang atau memaksa bertemu. nah jadinya sulit buat diculik hahaha..
tapi kan gue orang dewasa yang tahu persis bicara apa, pada siapa dengan konsekuensi apa. anakanak itu tidak. begitu senangnya bertemu dengan kenalan baru yang dilihatnya "keren, ganteng" lalu percaya pada rayuan basi lalu percaya diri bertemu dan berserah. ah kalau saja gue bisa seperti itu sekarang, jadi mau tahu gimana rasanya diculik... culik gue dong.
Friday, February 12, 2010
Menjadi Single Bukan Kutukan Tapi Pilihan
Citra membagi info tentang sebuah radio yang akan memutar talkshow khusus saat valentine day nanti. Judulnya catchy sih “Why am I still single?” seperti sebuah pertanyaan yang berkonotasi buruk bahwa menjadi single seolah kutukan, ga laku.
Ibu Bambang yang empunya kedai pernah menasehati saya supaya rajin Sholat Hajat, banyak doa supaya dibukakan pintu jodoh seluasluasnya. Nasehat ini baik kok, tapi saya juga belum merasa sebegitu putus asanya mencari jodoh.
Menyusul semua saran kawan dan orang tua lain supaya saya tidak terlalu pilihpilih supaya tak terus sendiri.
Bagaimana kalau sendiri itu adalah keputusan saya secara sadar?
Buat saya, menjadi single bukan kutukan yang harus ditakuti dan harus segera disudahi. Hidup ini indah meski dijalani sendiri, sesuka hati. Pilihan didepan mata bisa diputuskan tanpa terlalu banyak kompromi. Hidup tidak menjadi anomali hanya karena sendiri. Semua biasa saja.
Kalau suatu hari memutuskan untuk berpasangan dan berbagi hidup dengan dia untuk selamanya, maka akan jadi keputusan saya secara sadar. Bukan dikejar deadline usia bukan karena tuntutan sosial dan keluarga.
So why am I still single? Yeah why not… datanglah membawa cinta dan yakinkan saya bisa bahagia, baru deh.. akan saya pertimbangkan
Ibu Bambang yang empunya kedai pernah menasehati saya supaya rajin Sholat Hajat, banyak doa supaya dibukakan pintu jodoh seluasluasnya. Nasehat ini baik kok, tapi saya juga belum merasa sebegitu putus asanya mencari jodoh.
Menyusul semua saran kawan dan orang tua lain supaya saya tidak terlalu pilihpilih supaya tak terus sendiri.
Bagaimana kalau sendiri itu adalah keputusan saya secara sadar?
Buat saya, menjadi single bukan kutukan yang harus ditakuti dan harus segera disudahi. Hidup ini indah meski dijalani sendiri, sesuka hati. Pilihan didepan mata bisa diputuskan tanpa terlalu banyak kompromi. Hidup tidak menjadi anomali hanya karena sendiri. Semua biasa saja.
Kalau suatu hari memutuskan untuk berpasangan dan berbagi hidup dengan dia untuk selamanya, maka akan jadi keputusan saya secara sadar. Bukan dikejar deadline usia bukan karena tuntutan sosial dan keluarga.
So why am I still single? Yeah why not… datanglah membawa cinta dan yakinkan saya bisa bahagia, baru deh.. akan saya pertimbangkan
Thursday, February 11, 2010
belanda lagi
aku itu belum usai dengan kata belanda selama hmm.. lima tahun! iya, garagara ram semua yang berbau, bernada belanda seolah narik balik semua kenangan tentang anak itu. garagara ram, tahunan lalu aku jungkir balik cari cara untuk bisa samasama ram di belanda, mana lagi. terlalu banyak hal dari belanda yang bikin aku de javu dengan masa lalu.
tahun lalu aku hampir meninggalkan jakarta demi belanda, lalu dewi pun akan segera menuju belanda. pun dirimu zaw..
huaaa, bisakah aku hidup tanpa kata "belanda". cape cape cape....
kenapa harus ke belanda, kenapa semua orang tercintaku melangkahkan kaki ke belanda dan meninggalkan aku disini... kenapa belanda?
cape deh
tahun lalu aku hampir meninggalkan jakarta demi belanda, lalu dewi pun akan segera menuju belanda. pun dirimu zaw..
huaaa, bisakah aku hidup tanpa kata "belanda". cape cape cape....
kenapa harus ke belanda, kenapa semua orang tercintaku melangkahkan kaki ke belanda dan meninggalkan aku disini... kenapa belanda?
cape deh
Wednesday, February 10, 2010
rencana Allah
setelah baca the symbol lagilagi Dan Brown mengajak kita bertanya soal "siapa kita sebenernya? lalu "siapa tuhan itu?". di dalam novel itu kita dibawa pada beberapa simbol, ajaran yang menuliskan "tuhan ada di setiap diri manusia." bahwa manusia juga adalah pencipta, makhluk tertinggi yang diciptakan tuhan. tuhan adalah zat gaib yang menyertai keberadaan manusia di dunia. manusia dengan kekuatan pikiran - neotic- akan mampu menciptakan kenyataan sesuai dengan apa yang diinginkan.
kalau saya sehebat itu maka saya ciptakan kesembuhan pada tante dan pak de saya saat ini juga. kekuatan pikiran dan keinginan saya hanya pada satu hal saat ini, kesembuhan mereka. tak ada sepeda lipat, tak ada urusan cinta, tak ada kekayaan, tak ada sekolah S2, tak ada apapun kecuali keinginan kedua orang dekat saya ini sembuh dari kanker yang diderita mereka.
saya pernah marah saat Allah memanggil papi pulang ke tempat awal dia direncanakan hidup. saya sempat marah ketika Allah menempelkan dua biji tumor di payudara saya. lalu saya sadar, bukan Allah yang salah atas apa yang saya derita ketika itu. bukan salah Allah ketika papi harus menyudahi penderitaannya di dunia.
Allah yang maha gaib dan maha nyata merencanakan hidup ini lalu melalui kekuatan pikiran dan hati saya mewujudkan hidup tanpa papi menjadi lebih tegar. Allah tolong kasih saya saat ini keajaiban lain untuk menyembuhkan pak de dan tante saya dari sakitnya. kasih saya keajaiban untuk membaca rencanaMu kali ini. beri saya kekuatan untuk memberikan ketegaran bagi keluarga besar, pada sepupu saya, pada uwa dan om saya, dan pada mami terutama pada saya sendiri.
ketika saya bicara maka saya ciptakan, Allah tolong berikan kekuatan saya untuk mencipta ketegaran untuk semua dan diri saya sendiri.
kalau saya sehebat itu maka saya ciptakan kesembuhan pada tante dan pak de saya saat ini juga. kekuatan pikiran dan keinginan saya hanya pada satu hal saat ini, kesembuhan mereka. tak ada sepeda lipat, tak ada urusan cinta, tak ada kekayaan, tak ada sekolah S2, tak ada apapun kecuali keinginan kedua orang dekat saya ini sembuh dari kanker yang diderita mereka.
saya pernah marah saat Allah memanggil papi pulang ke tempat awal dia direncanakan hidup. saya sempat marah ketika Allah menempelkan dua biji tumor di payudara saya. lalu saya sadar, bukan Allah yang salah atas apa yang saya derita ketika itu. bukan salah Allah ketika papi harus menyudahi penderitaannya di dunia.
Allah yang maha gaib dan maha nyata merencanakan hidup ini lalu melalui kekuatan pikiran dan hati saya mewujudkan hidup tanpa papi menjadi lebih tegar. Allah tolong kasih saya saat ini keajaiban lain untuk menyembuhkan pak de dan tante saya dari sakitnya. kasih saya keajaiban untuk membaca rencanaMu kali ini. beri saya kekuatan untuk memberikan ketegaran bagi keluarga besar, pada sepupu saya, pada uwa dan om saya, dan pada mami terutama pada saya sendiri.
ketika saya bicara maka saya ciptakan, Allah tolong berikan kekuatan saya untuk mencipta ketegaran untuk semua dan diri saya sendiri.
Tuesday, February 09, 2010
cape
ga pernah rasanya aku dibuat sesinting ini. hidup dipaksa menanti sesuatu yang sudah kutahu ga akan pasti. sementara menunggu adalah pekerjaan yang paling kubenci seumur hidup. tapi kamu mengubah segalanya.
ga pernah rasanya aku lelah mengenali seseorang. mencoba mengerti situasi yang kamu hadapi. cinta soal berdua. tapi aku "dipaksa" untuk berbuat banyak untukmu yaitu .. mengerti..
hebat!
secape apapun aku menghadapimu, selalu ada kata maaf untukmu, permakluman, harapan bahwa suatu saat kamu akan berubah. ga nyangka aku se-cinta ini padamu, atau setolol ini mengadapimu.
tapi aku juga bukan orang yang gampang menyerah. bermodal kata "cinta" dan kamu yang setia padaku, aku tertantang untuk bertahan. hubungan ini pantas dipertahankan dan kamu sangat pantas untuk dimengerti. tapi kapan kamu bisa mengerti aku dan kebutuhanku?
ga pernah rasanya aku lelah mengenali seseorang. mencoba mengerti situasi yang kamu hadapi. cinta soal berdua. tapi aku "dipaksa" untuk berbuat banyak untukmu yaitu .. mengerti..
hebat!
secape apapun aku menghadapimu, selalu ada kata maaf untukmu, permakluman, harapan bahwa suatu saat kamu akan berubah. ga nyangka aku se-cinta ini padamu, atau setolol ini mengadapimu.
tapi aku juga bukan orang yang gampang menyerah. bermodal kata "cinta" dan kamu yang setia padaku, aku tertantang untuk bertahan. hubungan ini pantas dipertahankan dan kamu sangat pantas untuk dimengerti. tapi kapan kamu bisa mengerti aku dan kebutuhanku?
Friday, February 05, 2010
membalik kisah
bagaimana mimpi dan kenyataan bisa sangat jauh. bagaimana kekuatan pikiran kadang tak mampu mewujudkan keinginan. bagaimana cita dan cinta cuma ada dalam wacana.
seolah dipaksa kembali menengok ke belakang. pada keputusan yang sepenuhnya diambil dengan logika atau sekedar rasa. saat ini, saya punya banyak sesal.
ada banyak cita yang saya tunda, terlalu banyak yang saya singkirkan untuk kepentingan yang lain. saya.. untuk hari ini saja, biarkan saya menyesal.
rencana hidup semua berubah. akhirnya saya kembali sendirian. tak ada lagi debat dan usaha kompromi. saya sendirian. memilin lagi rencanarencana yang tertunda.
cuma tinggal satu yang selalu bisa membuat saya bahagia... zoe matahari sophie. kalau boleh memutuskan, akhirnya untuk bahagia zi saya melangkah dan bernapas saat ini. selebihnya, biarkan saja hidup mengatur saya. cita dan cinta itu semakin kabur...
seolah dipaksa kembali menengok ke belakang. pada keputusan yang sepenuhnya diambil dengan logika atau sekedar rasa. saat ini, saya punya banyak sesal.
ada banyak cita yang saya tunda, terlalu banyak yang saya singkirkan untuk kepentingan yang lain. saya.. untuk hari ini saja, biarkan saya menyesal.
rencana hidup semua berubah. akhirnya saya kembali sendirian. tak ada lagi debat dan usaha kompromi. saya sendirian. memilin lagi rencanarencana yang tertunda.
cuma tinggal satu yang selalu bisa membuat saya bahagia... zoe matahari sophie. kalau boleh memutuskan, akhirnya untuk bahagia zi saya melangkah dan bernapas saat ini. selebihnya, biarkan saja hidup mengatur saya. cita dan cinta itu semakin kabur...
Tuesday, February 02, 2010
020210
angka yang bagus, tapi ga sebagus malam ini. harusnya bulan benjol yang kita liat bersama antara jakarta dan bangkok bisa jadi bagian cerita kita di bulan kedua. tapi ga malam ini.
aku sakit perut. bukan untuk kebelakang tapi menahan sakit, sedih yang tak keluar dari mata karena airnya mengering. kamu lagilagi ga ada untukku, dan kali ini untuk selamanya.
cinta telah membuatku berharap banyak padamu. sebuah harap yang kamu bahkan tak bisa menemukan cara mewujudkannya. cinta yang membuat kita berdua terluka karena harapan hampa.
karena aku sayang kamu maka aku lepas kamu pergi. karena cinta aku sudahi kisah kita. supaya kita tak lagi terluka. supaya harapku tak membebani hidupmu, supaya ada bahagia yang bisa kita berdua dapat dalam kesendirian.
karena aku sayang kamu maka kunikmati bulan benjol ini sendiri, dan kamu.. selamanya di hati.
aku sakit perut. bukan untuk kebelakang tapi menahan sakit, sedih yang tak keluar dari mata karena airnya mengering. kamu lagilagi ga ada untukku, dan kali ini untuk selamanya.
cinta telah membuatku berharap banyak padamu. sebuah harap yang kamu bahkan tak bisa menemukan cara mewujudkannya. cinta yang membuat kita berdua terluka karena harapan hampa.
karena aku sayang kamu maka aku lepas kamu pergi. karena cinta aku sudahi kisah kita. supaya kita tak lagi terluka. supaya harapku tak membebani hidupmu, supaya ada bahagia yang bisa kita berdua dapat dalam kesendirian.
karena aku sayang kamu maka kunikmati bulan benjol ini sendiri, dan kamu.. selamanya di hati.
Sunday, January 31, 2010
jadikan aku..
sebuah inspirasi dalam hidupmu, dalam puisimu, dalam mimpimu dan dalam gambarmu. seperti aku menjadikanmu sesuatu yang selalu melekat dalam ceritaku, saban waktu.
dengan cara itu aku merasa dekat denganmu. begitulah cinta terutarakan.
kenalkan aku pada hatimu, ketika matamu terbuka dan ketika jemarimu bergerak. aku .. aku.. dan aku... jadikan aku hidup dalam hidupmu.
jadikan aku siang dan malammu. jadikan aku mimpi dan nyatamu. aku dan kamu dalam satu puisi, prosa lalu lukiskan. ssshh.. jangan bicara.. tuliskan saja, gambarkan saja. aku tak butuh kata yang diucap. tuliskan, gambarkan sayang.
begitulah cinta diungkap. bukan dengan harta atau bunga. kata dalam puisi, gambar diatas kanvas cukup sudah untukku. ah aku tak sedang sok romantis, kutahu, lidahmu bisa saja bicara banyak hal tak penting, tapi jemarimu jujur. jadikan aku bagian dari jemarimu yang melukiskan hatimu dalam kata dan gambar.
jadikan aku.. kamu.
dengan cara itu aku merasa dekat denganmu. begitulah cinta terutarakan.
kenalkan aku pada hatimu, ketika matamu terbuka dan ketika jemarimu bergerak. aku .. aku.. dan aku... jadikan aku hidup dalam hidupmu.
jadikan aku siang dan malammu. jadikan aku mimpi dan nyatamu. aku dan kamu dalam satu puisi, prosa lalu lukiskan. ssshh.. jangan bicara.. tuliskan saja, gambarkan saja. aku tak butuh kata yang diucap. tuliskan, gambarkan sayang.
begitulah cinta diungkap. bukan dengan harta atau bunga. kata dalam puisi, gambar diatas kanvas cukup sudah untukku. ah aku tak sedang sok romantis, kutahu, lidahmu bisa saja bicara banyak hal tak penting, tapi jemarimu jujur. jadikan aku bagian dari jemarimu yang melukiskan hatimu dalam kata dan gambar.
jadikan aku.. kamu.
Monday, January 25, 2010
ada yang lain
wadoh judulnya jujur amat yah. padahal belum pasti ada yang lain. tapi ntah lah. aku tak bisa bicara denganmu malam ini sementara ada seseorang mengganggu di kepalaku. senyumnya nyangkut di otakku, semua tentangnya tibatiba melintas sejenak di hatiku.
okeh gambarkan istilah "sejenak" itu.
semoga demikian. tapi bener kok sayang, baru saja hal itu terjadi di malam ini juga. saat seharusnya kita bicara over the phone atau by cetingan. jangan tanya kenapa, karena ga tahu alasan pastinya.
mungkin karena aku merindukan sosok yang nyata. yang bisa kuciumi baunya, bisa kusentuh lembutnya, yang bisa kupeluk hangat tubuhnya. dan kamu jauh.
memelihara hati ini untukmu ternyata sulit dan semakin sulit ketika aku tidak tahu mau dibawa kemana arah cinta kita kecuali sebuah keyakinan bahwa cinta punya kekuatan diluar bayangan. kamu punya keyakinan itu, sementara aku meragu.
aku tak bisa yakin pada sesuatu yang tak diusahakan wujudnya. dan kamu hanya percaya tanpa bergerak maju, mundur, ke kiri atau ke kanan. kamu geming. sementara aku lari mengejar masa depan. sementara kamu tak juga menguntit di belakang. cinta works both way sayang. so help me.
juga bantu aku untuk menghalau senyumnya, lucunya dan semua tentangnya. bantu aku halau ingin menciuminya, memeluknya atau bahkan merindunya. bantu aku untuk tetap bersamamu sayang. jangan biarkan aku terjebak pada yang lain. sementara kita punya cinta.
okeh gambarkan istilah "sejenak" itu.
semoga demikian. tapi bener kok sayang, baru saja hal itu terjadi di malam ini juga. saat seharusnya kita bicara over the phone atau by cetingan. jangan tanya kenapa, karena ga tahu alasan pastinya.
mungkin karena aku merindukan sosok yang nyata. yang bisa kuciumi baunya, bisa kusentuh lembutnya, yang bisa kupeluk hangat tubuhnya. dan kamu jauh.
memelihara hati ini untukmu ternyata sulit dan semakin sulit ketika aku tidak tahu mau dibawa kemana arah cinta kita kecuali sebuah keyakinan bahwa cinta punya kekuatan diluar bayangan. kamu punya keyakinan itu, sementara aku meragu.
aku tak bisa yakin pada sesuatu yang tak diusahakan wujudnya. dan kamu hanya percaya tanpa bergerak maju, mundur, ke kiri atau ke kanan. kamu geming. sementara aku lari mengejar masa depan. sementara kamu tak juga menguntit di belakang. cinta works both way sayang. so help me.
juga bantu aku untuk menghalau senyumnya, lucunya dan semua tentangnya. bantu aku halau ingin menciuminya, memeluknya atau bahkan merindunya. bantu aku untuk tetap bersamamu sayang. jangan biarkan aku terjebak pada yang lain. sementara kita punya cinta.
Thursday, January 21, 2010
benda ajaib bernama Hati
saya bukan bicara hati dalam bahasa medis sebagai liver. tapi bicara hati yang dengannya kita merasa sedih, marah, bahagia, cinta. hati yang selalu berdebar karena cinta, sesak karena marah, atau sakit ketika sedih.
hati adalah mata dan mulut yang tak terlihat yang akan bilang pada si empunya tentang banyak hal dengan jujur. bahkan memberikan sinyal ketika kita berbuat salah.
seperti malam ini.
hati saya bilang, this thing wont work out some how. sudah berkali saya coba menyangkal bahwa hati ini ga selalu benar, bahwa prasangka buruk akan menghalangi kejujuran hati saya bicara.
tapi seberapapun keras usaha saya menyangkal, hati saya bilang, "things wont work out nit. hello wake up girl." lalu saya rasa sakit. saya tidak mau kalah pada kenyataan bahwa saya tak bisa sekali lagi mempertahankan sebuah hubungan. bahwa sekali lagi saya kalah pada situasi. sekali lagi saya gagal.
hati saya sedang bicara lebih keras. otak saya sedang bekerja lebih keras lagi. saya bingung... kenapa harus kalah untuk kesekian kalinya. apakah kali ini saya harus menghadapi lagi hati saya bicara? terus menyangkalnya? mana tahu hati saya kali ini salah :-(
hati adalah mata dan mulut yang tak terlihat yang akan bilang pada si empunya tentang banyak hal dengan jujur. bahkan memberikan sinyal ketika kita berbuat salah.
seperti malam ini.
hati saya bilang, this thing wont work out some how. sudah berkali saya coba menyangkal bahwa hati ini ga selalu benar, bahwa prasangka buruk akan menghalangi kejujuran hati saya bicara.
tapi seberapapun keras usaha saya menyangkal, hati saya bilang, "things wont work out nit. hello wake up girl." lalu saya rasa sakit. saya tidak mau kalah pada kenyataan bahwa saya tak bisa sekali lagi mempertahankan sebuah hubungan. bahwa sekali lagi saya kalah pada situasi. sekali lagi saya gagal.
hati saya sedang bicara lebih keras. otak saya sedang bekerja lebih keras lagi. saya bingung... kenapa harus kalah untuk kesekian kalinya. apakah kali ini saya harus menghadapi lagi hati saya bicara? terus menyangkalnya? mana tahu hati saya kali ini salah :-(
Tuesday, January 12, 2010
What is left for 30’s?
Apa jadinya kalau tiga perempuan single 30-an kumpul bareng? Yang dibicarakan ga lain adalah bagaimana menghadapi tuntutan keluarga untuk segera menikah. Perjodohan semena-mena sampai aksi capcipcup kedebong busuk. Pada kasus saya, bunda sudah angkat tangan untuk meminta saya menikah... terserah kamu saja, asal kamu bahagia.. yeeiipeee..
Jodoh ada ditangan Tuhan, itu tak terbantahkan. Tapi cinta itu harus dicari, bukan.
Mari kita ke inti cerita... apa yang tersisa buat perempuan di usia 30-an.
Pilihannya sangat terbatas karena umumnya pria seusia kami, sudah menikah atau dia gay atau dia bangsat atau... atau... dia impoten.
“Cinta itu ga kenal usia, jadi nyante aja lagi kalau dia memang lebih muda.” Begitu kata kawan.
Brondong manis, brondong manis...
Kami mencari cinta, bukan masalah.
Jodoh ada ditangan Tuhan, itu tak terbantahkan. Tapi cinta itu harus dicari, bukan.
Mari kita ke inti cerita... apa yang tersisa buat perempuan di usia 30-an.
Pilihannya sangat terbatas karena umumnya pria seusia kami, sudah menikah atau dia gay atau dia bangsat atau... atau... dia impoten.
“Cinta itu ga kenal usia, jadi nyante aja lagi kalau dia memang lebih muda.” Begitu kata kawan.
Brondong manis, brondong manis...
Kami mencari cinta, bukan masalah.
Sunday, January 10, 2010
a birthday wishes
seperti tahun tahun sebelumnya, list kado ulang tahun gue launch 3 bulan sebelumnya hehehe. biar kawan-kawan punya waktu untuk diskusi siapa mau kasih apa buat saya wakakakak.. well inilah daftarnya :
1. a ticket jakarta - bangkok PP dong
2. Album Phoenix 2008 : Wolfgang Amadeus Phoenix
3. Salman Rushdie : The Enchantress of Florence (2008) atau Shalimar The Clown (2005)
4. Album Mika : The boy who knew too much (2009)
5. sepatu converse warna merah, motif apa aja deh, nomor 39 yak
6. tas punggung
7. jaket sport nike yang warnanya ungu, keren deh :-)
ga usah ga usah repot repot.. kalau sepeda lipet mah ntar gue beli sendiri hihihi...
makasih yaaaa temanteman :-P.. ini mah list keinginan doangan, yang penting kan doa dan kasih sayang kalian semua... jiaaahh
kurang ajar banget ga sih gue kikikik... i love you guys
1. a ticket jakarta - bangkok PP dong
2. Album Phoenix 2008 : Wolfgang Amadeus Phoenix
3. Salman Rushdie : The Enchantress of Florence (2008) atau Shalimar The Clown (2005)
4. Album Mika : The boy who knew too much (2009)
5. sepatu converse warna merah, motif apa aja deh, nomor 39 yak
6. tas punggung
7. jaket sport nike yang warnanya ungu, keren deh :-)
ga usah ga usah repot repot.. kalau sepeda lipet mah ntar gue beli sendiri hihihi...
makasih yaaaa temanteman :-P.. ini mah list keinginan doangan, yang penting kan doa dan kasih sayang kalian semua... jiaaahh
kurang ajar banget ga sih gue kikikik... i love you guys
Friday, January 01, 2010
pertama di 2010
baru lewat 24 menit, masih fresh banget untuk mengingat apa saja yang baru dilewati di 2009 kemarin. sebuah janji yang tak pernah bisa ditepati oleh dirinya. padahal mimpi indah itu direncanakan terwujud di malam tahun baru 2010 ini. padahal rancangan panjang lebar soal pernikahan sudah tersusun di 2009 kemarin... gagal loh.
sedih sih tapi ga tahu.. saya ga merasa kehilangan terlalu dalam. ga ada sakit, cuma sedih sesaat saya rasa.
sedih berikutnya karena zaw ga ada disamping saya. sudahlah saya tak ingin lebay...
ada eric yang menemani meski hanya lewat telepon, five more minutes to a very happy new year he said.. cool... begitu teng jam 12, ciuman by phone dari dia menyenangkan. disambut kilatan kembang api yang terlihat dari meja kerja saya... sempurna.
ah malam tahun baru 2010 tak terlalu buruk ternyata...
sedih sih tapi ga tahu.. saya ga merasa kehilangan terlalu dalam. ga ada sakit, cuma sedih sesaat saya rasa.
sedih berikutnya karena zaw ga ada disamping saya. sudahlah saya tak ingin lebay...
ada eric yang menemani meski hanya lewat telepon, five more minutes to a very happy new year he said.. cool... begitu teng jam 12, ciuman by phone dari dia menyenangkan. disambut kilatan kembang api yang terlihat dari meja kerja saya... sempurna.
ah malam tahun baru 2010 tak terlalu buruk ternyata...
Monday, December 28, 2009
Cinta dan Credit Card
Setahun sudah saya “waras” tanpa kartu kredit. Saya terbebas dari godaan kartu kredit yang selalu bisa membuat saya kalap disetiap display pertokoan. Gesek untuk anu, gesek untuk ini yang sampai di kamar saya hanya bisa melongo... damn, i dont really need this one.
Tapi sudah seharian ini laman pembelian online Air Asia tujuan Jakarta – Bangkok terpampang, harga 1,883,000 IDR dan booking harus pakai Credit Card.. ssshhhiiitt...
Bagaimana cara untuk bisa pesan tanpa harus berurusan dengan kartu kredit?
Terang berat kalau harus cash dalam beberapa bulan ini. Tapi kalau harus dicicil... sigh... harus buka kartu kredit lagi yah...
Cinta .... masa sih harus kembali ke era “kekalapan”... saya kenal diri sendiri, sekali saya kembali ke kartu kredit, saya akan terjebak dalam ”kekalapan”.... bahaya...
Aduh cinta.... berat amat ongkosnya.
Tapi sudah seharian ini laman pembelian online Air Asia tujuan Jakarta – Bangkok terpampang, harga 1,883,000 IDR dan booking harus pakai Credit Card.. ssshhhiiitt...
Bagaimana cara untuk bisa pesan tanpa harus berurusan dengan kartu kredit?
Terang berat kalau harus cash dalam beberapa bulan ini. Tapi kalau harus dicicil... sigh... harus buka kartu kredit lagi yah...
Cinta .... masa sih harus kembali ke era “kekalapan”... saya kenal diri sendiri, sekali saya kembali ke kartu kredit, saya akan terjebak dalam ”kekalapan”.... bahaya...
Aduh cinta.... berat amat ongkosnya.
Thursday, December 24, 2009
Retreat – nya orang Jakarta
Mestinya sih ga usah menunggu tahun baru atau ulang hari lahir untuk sekedar “retreat” atau kontemplasi, tafakur atau apa saja namanya. Menyendiri dan bercermin, merenungi jalan hidup setahun kebelakang, atau jauh lagi dibelakang. Lalu menuliskan rencana rencana hidup berikutnya.
Orang Jakarta selalu punya cara sendiri untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan lingkungannya. Here are the examples.
Dulunya pasar itu dikenal sebagai tempat bersosialisasi selain arena transaksi ekonomis. Di sebagian negara pasar dijadikan ajang temu jodoh. Lelaki dan perempuan saling menawar.
Sekarang pasarnya sudah jadi mal. Orang tak lagi bersosialisasi dengan transaksi tawar menawar. Semuanya harga mati. Interaksi minim sekali terjadi barangkali hanya suara yang keluar dari kasir saja yang terdengar ”terima kasih dan datang kembali”. Meski tebar pesona tetap terjadi antar lelaki dan perempuan, tapi kalau saling menawar? Huaaa tak akan senyata itu.
Kedai kopi tempat kita nongkrong dan bertukar cerita kita berubah jadi kafe atau club.
Kita datang bergerombol seolah tak ingin ada orang lain diluar paguyuban kita bergabung. Kita asik sendiri. Lalu sebagian besar dari kita menutupi wajah dengan riasan tebal, nyaris tak mengenali mereka bila tanpa make up, bahkan tak mungkin bisa mengenali seperti apa pribadi mereka sebenernya tanpa terpukau dengan make up tebal.
Lalu musik dipasang keras keras seolah tak ingin para pelanggan satu sama lain bercakap, lengkap dengan minuman alkohol yang membuat kita semakin jauh dari kesadaran. Atau di dalam klub atau cafe kita sibuk masingmasing dengan blackberry, earphone atau tenggelam dalam buku.
Inilah cara kaum urban berkomunikasi dengan dirinya sendiri di tempat yang seharusnya berfungsi sebagai tempat interaksi, prososial.
Lalu ketika jalanan hanya dipenuhi sepeda dahulu kala, setiap dari kita akan saling menyapa, entah kenal atau tidak. Sekarang dibalik helm atau di dalam mobil, kita tak lagi saling sapa. Tapi kita saling klakson, kencang bersahutan. Orang kota tak lagi bicara pakai mulut tapi dengan klakson sementara di earphone tetap mengalun musik yang membuat kita tak merasa perlu mendengarkan dunia luar.
Retreat orang Jakarta itu terjadi setiap hari. Di kantor, di cafe, di jalan dan di mal. Tinggal pasang earphone, buka blackberry lalu tenggelam bersamanya.
Orang Jakarta selalu punya cara sendiri untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan lingkungannya. Here are the examples.
Dulunya pasar itu dikenal sebagai tempat bersosialisasi selain arena transaksi ekonomis. Di sebagian negara pasar dijadikan ajang temu jodoh. Lelaki dan perempuan saling menawar.
Sekarang pasarnya sudah jadi mal. Orang tak lagi bersosialisasi dengan transaksi tawar menawar. Semuanya harga mati. Interaksi minim sekali terjadi barangkali hanya suara yang keluar dari kasir saja yang terdengar ”terima kasih dan datang kembali”. Meski tebar pesona tetap terjadi antar lelaki dan perempuan, tapi kalau saling menawar? Huaaa tak akan senyata itu.
Kedai kopi tempat kita nongkrong dan bertukar cerita kita berubah jadi kafe atau club.
Kita datang bergerombol seolah tak ingin ada orang lain diluar paguyuban kita bergabung. Kita asik sendiri. Lalu sebagian besar dari kita menutupi wajah dengan riasan tebal, nyaris tak mengenali mereka bila tanpa make up, bahkan tak mungkin bisa mengenali seperti apa pribadi mereka sebenernya tanpa terpukau dengan make up tebal.
Lalu musik dipasang keras keras seolah tak ingin para pelanggan satu sama lain bercakap, lengkap dengan minuman alkohol yang membuat kita semakin jauh dari kesadaran. Atau di dalam klub atau cafe kita sibuk masingmasing dengan blackberry, earphone atau tenggelam dalam buku.
Inilah cara kaum urban berkomunikasi dengan dirinya sendiri di tempat yang seharusnya berfungsi sebagai tempat interaksi, prososial.
Lalu ketika jalanan hanya dipenuhi sepeda dahulu kala, setiap dari kita akan saling menyapa, entah kenal atau tidak. Sekarang dibalik helm atau di dalam mobil, kita tak lagi saling sapa. Tapi kita saling klakson, kencang bersahutan. Orang kota tak lagi bicara pakai mulut tapi dengan klakson sementara di earphone tetap mengalun musik yang membuat kita tak merasa perlu mendengarkan dunia luar.
Retreat orang Jakarta itu terjadi setiap hari. Di kantor, di cafe, di jalan dan di mal. Tinggal pasang earphone, buka blackberry lalu tenggelam bersamanya.
they called it LOVE but i called it STUPID
Di film terbaru "AVATAR" tokoh Jake Sully memilih menjadi kaum Avatar untuk bisa bersama kekasihnya. Demikin juga dengan Isabella di film "New Moon" saga yang memaksa Edward Cullen untuk menjadikannya vampir supaya bisa bersama selamanya. Dahulu di Matrix Reloaded, Neo akhir memilih menyelamatkan Trinity dan merelakan kesempatannya menyelamatkan manusia tersisa di bumi.
Inilah konsep kekuatan cinta yang ditumbuhkan Hollywood dan sialnya dipercaya sebagian besar pasangan di dunia.
Hajar semua yang menghalangi cintamu. Tanggalkan prinsipmu yang berbeda dengannya, lupakan keluargamu yang tak sepakat dengan cinta kalian apalagi kawan yang tak bisa menerima kehadiran kalian berdua. that's it.. in the name of love...
Lupa! bahwa Hollywood yang menciptakan cinderella sebagai kisah cinta sejati. happily ever after.
Padahal realitas bukan film. Padahal di kehidupan nyata, cinta bukan cuma milik berdua dan tak ada jaminan apapun untuk abadi selamanya. itu konsep jualan berlian sebagai tanda keabadian...
Cinta bisa putus ditengah. Setia bisa menghilang hari ini dan esok. Lalu apa? Apakah pengorbananmu meninggalkan prinsip, keluarga dan teman akan setara dengan "cinta"?
Cinta adalah kompromi kata teman.. ya itu pasti... sebuah kompromi yang harus dipikirkan pakai akal dan logika bukan sekedar rasa yang secepat kilat bisa saja berubah.
Cinta bukan segalanya dan bukan kunci untuk bahagia. Kebahagian adalah penerimaan pada perbedaan. Dan cinta yang abadi hanya ada pada orang tua.
Hollywood mencetak pasangan abadi untuk durasi 1 jam 45 menit, kehidupan memaksa kita mencari dan terus mencari. Ga ada happily ever after dalam realitas, yang ada be happy now and searching for one tomorrow.
Inilah konsep kekuatan cinta yang ditumbuhkan Hollywood dan sialnya dipercaya sebagian besar pasangan di dunia.
Hajar semua yang menghalangi cintamu. Tanggalkan prinsipmu yang berbeda dengannya, lupakan keluargamu yang tak sepakat dengan cinta kalian apalagi kawan yang tak bisa menerima kehadiran kalian berdua. that's it.. in the name of love...
Lupa! bahwa Hollywood yang menciptakan cinderella sebagai kisah cinta sejati. happily ever after.
Padahal realitas bukan film. Padahal di kehidupan nyata, cinta bukan cuma milik berdua dan tak ada jaminan apapun untuk abadi selamanya. itu konsep jualan berlian sebagai tanda keabadian...
Cinta bisa putus ditengah. Setia bisa menghilang hari ini dan esok. Lalu apa? Apakah pengorbananmu meninggalkan prinsip, keluarga dan teman akan setara dengan "cinta"?
Cinta adalah kompromi kata teman.. ya itu pasti... sebuah kompromi yang harus dipikirkan pakai akal dan logika bukan sekedar rasa yang secepat kilat bisa saja berubah.
Cinta bukan segalanya dan bukan kunci untuk bahagia. Kebahagian adalah penerimaan pada perbedaan. Dan cinta yang abadi hanya ada pada orang tua.
Hollywood mencetak pasangan abadi untuk durasi 1 jam 45 menit, kehidupan memaksa kita mencari dan terus mencari. Ga ada happily ever after dalam realitas, yang ada be happy now and searching for one tomorrow.
Thursday, December 17, 2009
Setan Itu Bernama Mal
Status teman saya begini : “ kenapa yah mal jadi tempat bunuh diri?”
Jawaban saya ketika itu : “karena ga sanggup menahan godaan setan bernama Zara, Calvin Klein, Marc Jacobs, DKNY, Guess dll.”
Pastinya ga harus bunuh diri kalau ga sanggup beli barang super mahal, membawa jejak karbon yang maha dahsyat untuk sampai kemari. Salah satu dari kita pasti menderita sakit jiwa yang disebut Shopacholic yang baru sehat kalau sudah belanja tanpa memperhitungkan sisa uang di kantong… ah semua pasti sudah nonton atau baca bukunya betapa mengerikan penyakit yang satu ini.
Tapi tak harus bunuh diri kalau tak sanggup mengikuti trend toh. Meski berjejer display model terkini yang belum tentu juga cocok dengan bentuk tubuh, musim dan suasana. Tapi penyakit pengen jadi pusat perhatian pasti telah menggerogoti salah satu dari kita. Tak peduli panas, yang penting keren pake jas dan dasi mencekik leher. Ga peduli bukit dada dan perut sama majunya yang penting baju ketat menunjukan lekuk tubuh yang ga berlekuk itu.
Setan bernama mal itu telah membuat manusia Jakarta ga peduli sama lingkungan. Ga peduli letak mal itu telah menggerus ruang hijau kota. Paling ga peduli juga darimana barangbarang yang menempel dibadan itu dibuat dan berasal. Tak peduli pada jejak karbon yang dibawa barang import dengan pesawat yang bahan bakarnya telah bikin panas bumi ini.
Manusia jakarta sudah sakit jiwa karena setan bernama mal. Senang menjembreng puluhan kantong plastik bertuliskan Zara, Calvin Klien, Marc Jacobs dan kawankawannya. Bagi mereka kantong itu pretise, meski isinya barangkali cuma sebuah ikat pinggang seharga puluhan juta yang bahannya tidak ramah lingkungan.
Setan bernama Mal itu berjejer sepanjang sudut dan tengah kota. Coba tanya alamat di kota Jakarta, maka yang akan jadi patokan, sebelah mana mal anu? Sampai 2008, jumlah setan bernama mal di jakarta adalah 90 buah. Setan itu terus melambaikan tangan tak terlihatnya, senyum manis di patung tanpa rupa, sentuhan lembut helaian kainnya. Dan manusia jakarta begitu gampang tergoda setan bernama mal.
Apakah anda salah satu korbannya?
Jawaban saya ketika itu : “karena ga sanggup menahan godaan setan bernama Zara, Calvin Klein, Marc Jacobs, DKNY, Guess dll.”
Pastinya ga harus bunuh diri kalau ga sanggup beli barang super mahal, membawa jejak karbon yang maha dahsyat untuk sampai kemari. Salah satu dari kita pasti menderita sakit jiwa yang disebut Shopacholic yang baru sehat kalau sudah belanja tanpa memperhitungkan sisa uang di kantong… ah semua pasti sudah nonton atau baca bukunya betapa mengerikan penyakit yang satu ini.
Tapi tak harus bunuh diri kalau tak sanggup mengikuti trend toh. Meski berjejer display model terkini yang belum tentu juga cocok dengan bentuk tubuh, musim dan suasana. Tapi penyakit pengen jadi pusat perhatian pasti telah menggerogoti salah satu dari kita. Tak peduli panas, yang penting keren pake jas dan dasi mencekik leher. Ga peduli bukit dada dan perut sama majunya yang penting baju ketat menunjukan lekuk tubuh yang ga berlekuk itu.
Setan bernama mal itu telah membuat manusia Jakarta ga peduli sama lingkungan. Ga peduli letak mal itu telah menggerus ruang hijau kota. Paling ga peduli juga darimana barangbarang yang menempel dibadan itu dibuat dan berasal. Tak peduli pada jejak karbon yang dibawa barang import dengan pesawat yang bahan bakarnya telah bikin panas bumi ini.
Manusia jakarta sudah sakit jiwa karena setan bernama mal. Senang menjembreng puluhan kantong plastik bertuliskan Zara, Calvin Klien, Marc Jacobs dan kawankawannya. Bagi mereka kantong itu pretise, meski isinya barangkali cuma sebuah ikat pinggang seharga puluhan juta yang bahannya tidak ramah lingkungan.
Setan bernama Mal itu berjejer sepanjang sudut dan tengah kota. Coba tanya alamat di kota Jakarta, maka yang akan jadi patokan, sebelah mana mal anu? Sampai 2008, jumlah setan bernama mal di jakarta adalah 90 buah. Setan itu terus melambaikan tangan tak terlihatnya, senyum manis di patung tanpa rupa, sentuhan lembut helaian kainnya. Dan manusia jakarta begitu gampang tergoda setan bernama mal.
Apakah anda salah satu korbannya?
Friday, December 11, 2009
Pacar Internasional
"mami, nita punya pacar baru?"
"orang mana? di jakarta?."
"bukan mam. dia di thailand."
mami *sigh* ,"disini ga ada yang menarik hatimu yah?"
"ah mami, cinta ga bisa dibatasi wilayah mam."
"ya sudah asal kamu bahagia."
i love you mam.
mami ga pernah membatasi cinta anaknya, buat dia yang penting saya bahagia.
saya tidak pernah menetapkan standar untuk mencari pria asing, harus bule atau harus suku anu dan suku ini. cinta ga kenal tapal batas wilayah. cinta ga kenal warna kulit dan cinta cuma soal hati.
saya rasa beruntung punya mami yang bisa memahami keputusan anaknya. "asal kamu bahagia." dan saya sebisa mungkin membuat dia bahagia. i love you mam.
"orang mana? di jakarta?."
"bukan mam. dia di thailand."
mami *sigh* ,"disini ga ada yang menarik hatimu yah?"
"ah mami, cinta ga bisa dibatasi wilayah mam."
"ya sudah asal kamu bahagia."
i love you mam.
mami ga pernah membatasi cinta anaknya, buat dia yang penting saya bahagia.
saya tidak pernah menetapkan standar untuk mencari pria asing, harus bule atau harus suku anu dan suku ini. cinta ga kenal tapal batas wilayah. cinta ga kenal warna kulit dan cinta cuma soal hati.
saya rasa beruntung punya mami yang bisa memahami keputusan anaknya. "asal kamu bahagia." dan saya sebisa mungkin membuat dia bahagia. i love you mam.
Wednesday, December 09, 2009
idealis
beberapa waktu lalu saya diledek temen, "hidup ini jangan sok idealis, ga makan lo nanti. hidup adalah uang. kecuali kalau lo ga sayang sama keluarga lo."
ga lama setelahnya mantan saya bilang, "being an idealist person is great but you r not eating with your idealism."
lalu malam ini adalah lagi teman saya yang bilang, "satu diantara dua orang yang gue yakin masih punya idealisme adalah lo mba." - saya blushing untuk alasan yang saya ga ngerti :-)
dibanding teman-teman seperjuangan semasa kuliah atau di kantor terdahulu, secara materi saya yang paling terbelakang. kehidupan saya terbilang cukup malah kadang kurang.
saya tidak pernah mengklaim bahwa saya adalah orang yang idealis. saya hanya menjalani apa yang saya percaya. sebuah dedikasi pada pekerjaan yang saya yakini manfaat besarnya bagi lingkungan. sebuah dedikasi pada kegiatan untuk membahagiakan orang lain. sebuah keyakinan bahwa hidup jujur dan apa adanya ga ngoyo bisa bikin kita bahagia. saya hanya percaya saja pada jalan hidup yang pernah dijalani ayah saya. dia meninggal dalam keadaan tenang dan damai. tak dikejar hutang apalagi masalah hukum. kami hanya ditinggalkan tanpa harta, ah untuk bukan itu yang jadi satusatunya modal hidup. ayah saya meninggalkan ilmu yang tak pernah mati.
ibu saya adalah orang sederhana dan paling demokratis di dunia ini. kalau saja dia politikus, saya yakin ibu saya bisa mengalahkan megawati hehehe... hatinya bersih dan lagilagi jujur. itulah modal hidup saya.
bekerja itu buat manusia, selanjutnya duit akan mengikuti. kalau bekerja untuk uang, manusia jadi menjauh karena kita cenderung menyikut sesama.
saya lagilagi bukan orang yang idealis. tapi saya berdedikasi untuk apa yang saya kerjakan. semoga jalannya selalu lurus.. insyaallah, amin.
ga lama setelahnya mantan saya bilang, "being an idealist person is great but you r not eating with your idealism."
lalu malam ini adalah lagi teman saya yang bilang, "satu diantara dua orang yang gue yakin masih punya idealisme adalah lo mba." - saya blushing untuk alasan yang saya ga ngerti :-)
dibanding teman-teman seperjuangan semasa kuliah atau di kantor terdahulu, secara materi saya yang paling terbelakang. kehidupan saya terbilang cukup malah kadang kurang.
saya tidak pernah mengklaim bahwa saya adalah orang yang idealis. saya hanya menjalani apa yang saya percaya. sebuah dedikasi pada pekerjaan yang saya yakini manfaat besarnya bagi lingkungan. sebuah dedikasi pada kegiatan untuk membahagiakan orang lain. sebuah keyakinan bahwa hidup jujur dan apa adanya ga ngoyo bisa bikin kita bahagia. saya hanya percaya saja pada jalan hidup yang pernah dijalani ayah saya. dia meninggal dalam keadaan tenang dan damai. tak dikejar hutang apalagi masalah hukum. kami hanya ditinggalkan tanpa harta, ah untuk bukan itu yang jadi satusatunya modal hidup. ayah saya meninggalkan ilmu yang tak pernah mati.
ibu saya adalah orang sederhana dan paling demokratis di dunia ini. kalau saja dia politikus, saya yakin ibu saya bisa mengalahkan megawati hehehe... hatinya bersih dan lagilagi jujur. itulah modal hidup saya.
bekerja itu buat manusia, selanjutnya duit akan mengikuti. kalau bekerja untuk uang, manusia jadi menjauh karena kita cenderung menyikut sesama.
saya lagilagi bukan orang yang idealis. tapi saya berdedikasi untuk apa yang saya kerjakan. semoga jalannya selalu lurus.. insyaallah, amin.
Saturday, December 05, 2009
saya jatuh cinta
saya kira saya jatuh cinta :-)
perut saya belakangan lebih sering mulas tiap kali memikirkan dia. padahal sebulan kemarin masih baikbaik saja. padahal kami pernah tinggal satu kamar dua tahun lalu dan baik baik saja.
situasi jadi beda sekarang. sahabat saya itu sekarang berubah peran jadi lebih khusus di hati saya. sulit melepas wajahnya yang lucu itu. kosong hati saya jadi penuh, lari ke kepala yang terus penuh sama gambar kelakuannya dan ke perut yang mulas tiap kali ingat dia.
saya jatuh cinta. tak seperti penyair yang bisa mengurai kata indah. buat saya merasakan cinta sudah cukup.
perut saya belakangan lebih sering mulas tiap kali memikirkan dia. padahal sebulan kemarin masih baikbaik saja. padahal kami pernah tinggal satu kamar dua tahun lalu dan baik baik saja.
situasi jadi beda sekarang. sahabat saya itu sekarang berubah peran jadi lebih khusus di hati saya. sulit melepas wajahnya yang lucu itu. kosong hati saya jadi penuh, lari ke kepala yang terus penuh sama gambar kelakuannya dan ke perut yang mulas tiap kali ingat dia.
saya jatuh cinta. tak seperti penyair yang bisa mengurai kata indah. buat saya merasakan cinta sudah cukup.
Thursday, December 03, 2009
Cinta Memang Menakjubkan
cinta itu datang ga pake permisi. dia bisa muncul kapanpun dan dimanapun kepada siapapun. rasanya baru beberapa hari kemarin saya mutung, pundung, sedih ga jelas cuma perkara mencari cinta. untungnya ga pake menjajal semua list perjodohan yang ditawarkan. cukup pundungan saja dan curhat pada seseorang.
dan kemarin cinta itu datang. jangan dihadang datangnya, begitu kata temen saya. for better or worse, terima aja dulu huhuhu....
ga ada alasan menolaknya karena kami sudah dekat sebelum ini. dia kawan lama, kawan dekat, kawan bertengkar, kawan berargumen. di dekatnya saya selalu bisa terbahak, saya bisa marah sejadinya, saya bisa jadi siapapun saya mau. hmmm apa akan seperti itu setelah hubungan berubah dari sahabat menjadi cinta huhuu... jadi deg degan.. tuh kan mulai lagi. berpikir negatif sebelum semua dimulai. stop it!
anyway, sepanjang malam dan hari ini, saya ga bisa berhenti tersenyum. saya masih kaku menyebutnya kekasih, karena dia sahabat hihihi... aneh
dan kemarin cinta itu datang. jangan dihadang datangnya, begitu kata temen saya. for better or worse, terima aja dulu huhuhu....
ga ada alasan menolaknya karena kami sudah dekat sebelum ini. dia kawan lama, kawan dekat, kawan bertengkar, kawan berargumen. di dekatnya saya selalu bisa terbahak, saya bisa marah sejadinya, saya bisa jadi siapapun saya mau. hmmm apa akan seperti itu setelah hubungan berubah dari sahabat menjadi cinta huhuu... jadi deg degan.. tuh kan mulai lagi. berpikir negatif sebelum semua dimulai. stop it!
anyway, sepanjang malam dan hari ini, saya ga bisa berhenti tersenyum. saya masih kaku menyebutnya kekasih, karena dia sahabat hihihi... aneh
Tuesday, December 01, 2009
Pelajaran Malam Ini
been speaking with a good friend of mine. muncul pertanyaan yang mungkin harus dijawab diri sendiri dan mungkin juga kamu, teman.
apa yang salah dari perempuan yang ingin bersenangsenang dalam hidup? apa yang salah juga dengan saya yang memandang sinis dan pesimistis tentang hidup dan cinta?
kata teman, kedua hal itu berkaitan erat satu sama lain. karena saya sinis dan pesimistis pada kehidupan cinta yang lebih baik, maka saya jalani hidup untuk bersenangsenang.
pada saatnya galau itu datang yang muncul bukan keinginan mencinta dan dicintai, tapi untuk bercinta. seperti halnya hidup bagi saya adalah bersenang-senang.
sebelum lanjut membaca tulisan ini, mohon tanggalkan isu moral dari hati ini.
seperti tulisan sebelumnya ketika cinta saya bunuh di 2005, saya jalani hidup apa adanya. tanpa harap, tanpa rasa dan semua berakhir senang saja. saya tak lagi memandang hidup diakhiri cinta atau justru diawali dengannya. saya tak percaya pada cinta. lalu kesenangan itu datang dan saya menyenanginya. adakah yang salah dengan itu?
coba jika saya lelaki. pertanyaan ini tak akan dimunculkan dalam percakapan saya dengannya malam ini. tidak perlu juga saya jawab. satu hal yang pasti, saya tidak memandang kesenangan saya sebagai sebuah kesalahan yang tidak boleh diulangi. saya menjalani hal yang saya mau. lalu galau datang. tapi saya tahu ini sungguh cinta yang saya inginkan bukan sekedar kesenangan.
terima kasih teman telah berbagi pelajaran dengan saya malam ini. saya bagi lagi dengan pembaca blog saya. sekali lagi, tolong tanggalkan moral anda sejenak lalu bertanyalah pada diri sendiri, what is wrong with a girl who just want to have fun?
apa yang salah dari perempuan yang ingin bersenangsenang dalam hidup? apa yang salah juga dengan saya yang memandang sinis dan pesimistis tentang hidup dan cinta?
kata teman, kedua hal itu berkaitan erat satu sama lain. karena saya sinis dan pesimistis pada kehidupan cinta yang lebih baik, maka saya jalani hidup untuk bersenangsenang.
pada saatnya galau itu datang yang muncul bukan keinginan mencinta dan dicintai, tapi untuk bercinta. seperti halnya hidup bagi saya adalah bersenang-senang.
sebelum lanjut membaca tulisan ini, mohon tanggalkan isu moral dari hati ini.
seperti tulisan sebelumnya ketika cinta saya bunuh di 2005, saya jalani hidup apa adanya. tanpa harap, tanpa rasa dan semua berakhir senang saja. saya tak lagi memandang hidup diakhiri cinta atau justru diawali dengannya. saya tak percaya pada cinta. lalu kesenangan itu datang dan saya menyenanginya. adakah yang salah dengan itu?
coba jika saya lelaki. pertanyaan ini tak akan dimunculkan dalam percakapan saya dengannya malam ini. tidak perlu juga saya jawab. satu hal yang pasti, saya tidak memandang kesenangan saya sebagai sebuah kesalahan yang tidak boleh diulangi. saya menjalani hal yang saya mau. lalu galau datang. tapi saya tahu ini sungguh cinta yang saya inginkan bukan sekedar kesenangan.
terima kasih teman telah berbagi pelajaran dengan saya malam ini. saya bagi lagi dengan pembaca blog saya. sekali lagi, tolong tanggalkan moral anda sejenak lalu bertanyalah pada diri sendiri, what is wrong with a girl who just want to have fun?
Galau
ga pernah ngerasain ini sebenernya. tapi hidup berasa kacau balau, hambar meski ada banyak hal yang bisa membuat saya tak bisa diam barang semenit pun. bahkan kepala dipaksa berpikir dalam tidur sekalipun. tetep saja. saya seperti berjalan tanpa rasa, berpikir tanpa hati, seperti the walking zombie.
saya tahu ada yang hilang dalam hidup saya. sesuatu yang saya hindari datangnya. tak berkeinginan karena berkeinginan artinya sakit. cinta... iya... rasa yang satu itu sudah saya tanggalkan sejak lama. saya anggap mati sejak 2005.
saya jalani yang ada dengan lapang dada, tanpa harap, tanpa cinta tanpa rasa. saya jalani yang datang, saya tangkap yang hinggap tapi bukan untuk disimpan selamanya. tak ada cinta.
saya mati rasa menahun.
tapi beberapa hari ini saya merindukan rasa itu. rasa tersakiti yang indah, cinta yang membuai, yang bisa membuat saya tertidur dan bangun dengan isi kepala berupa wajahnya, senyumnya bahkan sentuhnya. saya merindukan rasa belum pada jiwa. saya belum menemukan siapapun untuk dicinta, mencinta dan bercinta. saya belum bertemu rasa.
pheww ... kosong. jadinya galau,jadinya murung.
cinta dan tanpa cinta, hidup saya tetap galau ternyata :-) tapi setidaknya rasa merindu cinta. datang lah ....
saya tahu ada yang hilang dalam hidup saya. sesuatu yang saya hindari datangnya. tak berkeinginan karena berkeinginan artinya sakit. cinta... iya... rasa yang satu itu sudah saya tanggalkan sejak lama. saya anggap mati sejak 2005.
saya jalani yang ada dengan lapang dada, tanpa harap, tanpa cinta tanpa rasa. saya jalani yang datang, saya tangkap yang hinggap tapi bukan untuk disimpan selamanya. tak ada cinta.
saya mati rasa menahun.
tapi beberapa hari ini saya merindukan rasa itu. rasa tersakiti yang indah, cinta yang membuai, yang bisa membuat saya tertidur dan bangun dengan isi kepala berupa wajahnya, senyumnya bahkan sentuhnya. saya merindukan rasa belum pada jiwa. saya belum menemukan siapapun untuk dicinta, mencinta dan bercinta. saya belum bertemu rasa.
pheww ... kosong. jadinya galau,jadinya murung.
cinta dan tanpa cinta, hidup saya tetap galau ternyata :-) tapi setidaknya rasa merindu cinta. datang lah ....
Thursday, November 26, 2009
Berbagi Kisah
untuk kesekian kalinya tulisan saya di blog ini mendapat respon dari pembaca terutama tentang pengalaman saya melewati tumor payudara yang saya alami tahun lalu. senang rasanya bisa berbagi pengalaman.
terima kasih untuk yang meninggalkan jejak di blog ini. sebisa mungkin saya akan membagi apa yang saya tahu soal tumor payudara yang pernah saya alami. kalau itu bisa membantu temanteman yang mengalami masalah yang sama, jangan sungkan untuk meninggalkan alamat email supaya kita tetap bisa saling kontak.
sesulit apapun yang harus dilalui anda, berbagi cerita bisa sedikit banyak meringankan hati.
muuuuuaaahhh....
terima kasih untuk yang meninggalkan jejak di blog ini. sebisa mungkin saya akan membagi apa yang saya tahu soal tumor payudara yang pernah saya alami. kalau itu bisa membantu temanteman yang mengalami masalah yang sama, jangan sungkan untuk meninggalkan alamat email supaya kita tetap bisa saling kontak.
sesulit apapun yang harus dilalui anda, berbagi cerita bisa sedikit banyak meringankan hati.
muuuuuaaahhh....
Tuesday, November 24, 2009
Belum Waktunya Kurus
Z kaget lihat saya setelah dua tahun tak jumpa. Dia bilang saya “kurus” pasti karena ada lelaki a.k.a karena cinta saya kurus. Huaaa tak ada cinta untuk saya hari ini. Dan saya tidak kurus seperti yang diinginkan. Untungnya keinginan untuk lebih kurus itu sudah hilang.
Sepanjang usaha saya untuk kurus rasanya sudah banyak yang dikorbankan. Saya pecinta olahraga, tapi malas bergerak. Satusatunya kecintaan saya adalah lari. Lagilagi karena malas itu tak juga saya lakukan. Tahun 2007, saya fitness di gym untuk pertama kalinya. Let see hmmm Rp 250.000,- x 5 bulan = Rp. 1.250.000,- belum lagi WRP berbagai jenis saya konsumsi. Ok saya turun 5 kilogram. Lalu malas itu datang lagi... saya kembali melaarrrr...
2009, lagilagi saya ikut fitness. Kali ini lebih singkat cuma bertahan 2 bulan. Intensif sekali ditambah instruktur yang ngebet banget bikin perut saya rata :-P. Diet karbo, WRP berbagai jenis lagi. Lalu sibuk sana sini, saya kembali melaarrrr.....
Lalu hari ini, saya berhenti menyalahkan diri saya yang pemalas olahraga dan diet. Saya berhenti berkeinginan untuk kurus. Seperti ibu saya bilang ”nanti kalau waktunya kurus juga kurus” hihii waktunya kapan, mbuh. Padahal saya selalu percaya ”we, human who set the times for everything in our life” anyway, saya mau apa adanya sekarang. Saya menikmati segalanya hari ini.
Belum waktunya untuk kembali kurus :-P
Sepanjang usaha saya untuk kurus rasanya sudah banyak yang dikorbankan. Saya pecinta olahraga, tapi malas bergerak. Satusatunya kecintaan saya adalah lari. Lagilagi karena malas itu tak juga saya lakukan. Tahun 2007, saya fitness di gym untuk pertama kalinya. Let see hmmm Rp 250.000,- x 5 bulan = Rp. 1.250.000,- belum lagi WRP berbagai jenis saya konsumsi. Ok saya turun 5 kilogram. Lalu malas itu datang lagi... saya kembali melaarrrr...
2009, lagilagi saya ikut fitness. Kali ini lebih singkat cuma bertahan 2 bulan. Intensif sekali ditambah instruktur yang ngebet banget bikin perut saya rata :-P. Diet karbo, WRP berbagai jenis lagi. Lalu sibuk sana sini, saya kembali melaarrrr.....
Lalu hari ini, saya berhenti menyalahkan diri saya yang pemalas olahraga dan diet. Saya berhenti berkeinginan untuk kurus. Seperti ibu saya bilang ”nanti kalau waktunya kurus juga kurus” hihii waktunya kapan, mbuh. Padahal saya selalu percaya ”we, human who set the times for everything in our life” anyway, saya mau apa adanya sekarang. Saya menikmati segalanya hari ini.
Belum waktunya untuk kembali kurus :-P
Langit Jakarta dari Meja Saya
Baru hari ini saya benarbenar mengamati langit dari tempat duduk saya yang dibatasi kaca gedung. Setengah delapan pagi langitnya cerah, biru bersih, suatu yang jarang sangat saya temui di Jakarta. Mentari menyembul diantara gumpalan awan putih.
Sekitar jam setengah sepuluh pelanpelan awan putih menghilang dari langit. Tapi saat ini saya menulis di jam sebelas, sinar mentari sudah benar tertutup gumpalan awan yang tak lagi jernih. Disanasini berwarna gelap. Mendung
Meski sedari pagi anginnya berhembus tapi masih terlalu ringan untuk membawa awan menjauh. Lalu sepi, tak terlihat burung gereja yang biasanya bertandang di ranting pohon bahkan mendekat di jendela saya. Ah sebentar lagi hujan akan turun seiring gumpalan yang semakin banyak, mulai jenuh oleh air. Seperti kantong kemih kelebihan muatan. Tinggal menunggu hitungan jam kapan harus dikeluarkan.
Tapi mendung tak selalu berarti akan hujan kan yah
Sekitar jam setengah sepuluh pelanpelan awan putih menghilang dari langit. Tapi saat ini saya menulis di jam sebelas, sinar mentari sudah benar tertutup gumpalan awan yang tak lagi jernih. Disanasini berwarna gelap. Mendung
Meski sedari pagi anginnya berhembus tapi masih terlalu ringan untuk membawa awan menjauh. Lalu sepi, tak terlihat burung gereja yang biasanya bertandang di ranting pohon bahkan mendekat di jendela saya. Ah sebentar lagi hujan akan turun seiring gumpalan yang semakin banyak, mulai jenuh oleh air. Seperti kantong kemih kelebihan muatan. Tinggal menunggu hitungan jam kapan harus dikeluarkan.
Tapi mendung tak selalu berarti akan hujan kan yah
Thursday, November 19, 2009
Terbiasa Sendiri.
Perbincangan hari ini dengan teman-teman se-jomblo dan se-perjuangan dimulai garagara Mel Gibson punya anak dari selingkuhannya. Percakapan itu melebar pada isu kesetiaan sampai kesuburan, bahwa lelaki tak pernah ada matinya, tetap bisa beranak meski sudah berusia lanjut. Bahwa tidak ada jaminan pasangan akan setia setelah berpuluhpuluh tahun menikah. Cinta itu ga akan berhenti datang meski terhadang pernikahan.
Lalu apa yang bikin orang selingkuh setelah puluhan tahun menikah? Bosan… itu kesimpulan kami bertiga.
Akhirnya saya sedikit tersentil. Sudah sejak lama di kepala ini muncul pertanyaan, bagaimana bisa menahan bosan untuk senyum pagi dari orang yang selalu sama untuk selamanya?
Bayangkan kalau saya menikah di usia 23 seperti ibu saya dulu, hingga usia saya 56 tahun misalnya itu akan menghabiskan waktu 33 tahun bersama. 33 tahun menjaga cinta, menjaga rasa agar tak terluka. Lama betul
Lalu kalau saya menikah nanti di usia 33 tahun misalnya lalu usia bertambah 56, paling tidak ada 23 tahun. 10 tahun bonus tanpa isu selingkuh.
Plok..plok..plok…
Pastinya bukan itu alasan kenapa sampai sekarang saya belum menikah. Belum ketemu saja sih masalahnya. Too picky? Lah ya harus dong namanya juga bakal menghabiskan waktu yang laaammaaa untuk bersama.
Ah sayangnya, saya sudah terbiasa sendiri. Mengatur segalanya sendiri, bangun tidur sesukanya, pergi kemanapun kusuka, melakukan apapun tanpa halangan. Lalu bagaimana rasanya harus berbagi tempat tidur bersama dan menatap senyum dari dia yang sama berpuluh tahun ke depan yah?
Lalu apa yang bikin orang selingkuh setelah puluhan tahun menikah? Bosan… itu kesimpulan kami bertiga.
Akhirnya saya sedikit tersentil. Sudah sejak lama di kepala ini muncul pertanyaan, bagaimana bisa menahan bosan untuk senyum pagi dari orang yang selalu sama untuk selamanya?
Bayangkan kalau saya menikah di usia 23 seperti ibu saya dulu, hingga usia saya 56 tahun misalnya itu akan menghabiskan waktu 33 tahun bersama. 33 tahun menjaga cinta, menjaga rasa agar tak terluka. Lama betul
Lalu kalau saya menikah nanti di usia 33 tahun misalnya lalu usia bertambah 56, paling tidak ada 23 tahun. 10 tahun bonus tanpa isu selingkuh.
Plok..plok..plok…
Pastinya bukan itu alasan kenapa sampai sekarang saya belum menikah. Belum ketemu saja sih masalahnya. Too picky? Lah ya harus dong namanya juga bakal menghabiskan waktu yang laaammaaa untuk bersama.
Ah sayangnya, saya sudah terbiasa sendiri. Mengatur segalanya sendiri, bangun tidur sesukanya, pergi kemanapun kusuka, melakukan apapun tanpa halangan. Lalu bagaimana rasanya harus berbagi tempat tidur bersama dan menatap senyum dari dia yang sama berpuluh tahun ke depan yah?
Monday, November 02, 2009
Kehidupan “normal”
Berawal dari pertemuan dengan kawan waktu SMP dulu. Kami sama bandel dan tomboynya, kami samasama tukang cabut dari sekolah. Tapi kemarin dengan senyum sumringah dia mengenalkan seseorang disampingnya “ here is my fiancé nenek. Gue juga baru kelar beasiswa master di Amerika. Ini anak lo?” tanya dia sambil melirik ke Zi yang tidur terlelap digendongan saya.
Apa yang dia dapat sekarang adalah mimpi saya, dulu, masih sih, kayaknya, eh ga tahu deh. Saya langsung memutar ulang memori saya akan daftar panjang impian untuk hidup seperti yang diinginkan banyak orang disekitar saya, kehidupan ”normal”.
1. Lulus kuliah S-1 tahun 2000 – tapi baru lulus 2001 telat setahun.
2. Bekerja setelah 2000 – tapi ternyata sudah mulai kerja sejak 1998
3. Punya pacar ah – baru 2003 yang ini terwujud.
4. Ambil beasiswa S2 usia 23 – sampai sekarang masih terkendala banyak faktor
5. Menikah di usia 27, paling lambat 30 – sekarang 31 and still looking
6. Jadi perempuan dengan karir bagus
7. Punya mobil – sekarang cuma pengen sepeda lipat hihihi
8. Punya rumah
9. Punya anak (kembar dong)
10. Punya suami yang baik hati dan menjadi partner hidup semati.
Ternyata tahun berjalan dan menjalani no 6. alhamdulillah punya pekerjaan enak dan karir lumayan keren. Tapi masih tanpa anak, tanpa suami dan tanpa gelar master.
Ada sedikit iri pada kawan saya dengan gelar master itu. Tapi kata temen saya, ”siapa tahu dia gemetar baca kartu nama lo sekarang” hihihi....
ah saya memang cuma manusia yang ga pernah bisa puas bermimpi
Apa yang dia dapat sekarang adalah mimpi saya, dulu, masih sih, kayaknya, eh ga tahu deh. Saya langsung memutar ulang memori saya akan daftar panjang impian untuk hidup seperti yang diinginkan banyak orang disekitar saya, kehidupan ”normal”.
1. Lulus kuliah S-1 tahun 2000 – tapi baru lulus 2001 telat setahun.
2. Bekerja setelah 2000 – tapi ternyata sudah mulai kerja sejak 1998
3. Punya pacar ah – baru 2003 yang ini terwujud.
4. Ambil beasiswa S2 usia 23 – sampai sekarang masih terkendala banyak faktor
5. Menikah di usia 27, paling lambat 30 – sekarang 31 and still looking
6. Jadi perempuan dengan karir bagus
7. Punya mobil – sekarang cuma pengen sepeda lipat hihihi
8. Punya rumah
9. Punya anak (kembar dong)
10. Punya suami yang baik hati dan menjadi partner hidup semati.
Ternyata tahun berjalan dan menjalani no 6. alhamdulillah punya pekerjaan enak dan karir lumayan keren. Tapi masih tanpa anak, tanpa suami dan tanpa gelar master.
Ada sedikit iri pada kawan saya dengan gelar master itu. Tapi kata temen saya, ”siapa tahu dia gemetar baca kartu nama lo sekarang” hihihi....
ah saya memang cuma manusia yang ga pernah bisa puas bermimpi
Tuesday, October 27, 2009
template jelek
bertahun-tahun kemarin kayaknya mudah banget gonta ganti template blog ini deh.
tapi beberapa bulan lalu tibatiba si kucing manis itu menghilang, tumpukan sama berbagai macam photobucket sialan itu.
terpaksa ganti template sederhana dan hilanglah sejumlah rekanan di shoutbox dan juga links dari berbagai blog teman... keseeelll ngehe.
saya sedang usaha lebih keras lagi untuk menemukan kejayaan blog ini, taelah kayak pernah jaya aja hihihi. paling ga ternyata tampilan template itu mempengaruhi semangat menulis. kalau kayak gini terus, hilang terus deh mood saya.
doakan sukses yah... hayo semangat nita :-)
tapi beberapa bulan lalu tibatiba si kucing manis itu menghilang, tumpukan sama berbagai macam photobucket sialan itu.
terpaksa ganti template sederhana dan hilanglah sejumlah rekanan di shoutbox dan juga links dari berbagai blog teman... keseeelll ngehe.
saya sedang usaha lebih keras lagi untuk menemukan kejayaan blog ini, taelah kayak pernah jaya aja hihihi. paling ga ternyata tampilan template itu mempengaruhi semangat menulis. kalau kayak gini terus, hilang terus deh mood saya.
doakan sukses yah... hayo semangat nita :-)
Monday, October 05, 2009
mimpi sudah usai
aku rasa begitulah semuanya. selesai. tanpa sisa, tanpa bekas, tanpa kabar, menghilang.
bukan perkara mudah untuk berkata "iya" buat sesuatu yang bakal mengubah segalanya seumur hidupku. dan aku siap untuk itu.
tibatiba mimpi itu tercerabut, aku kalut. bingung...
aku tak punya percaya pada cinta atau padanya lagi,
semua usai
aku sendiri lagi
aku limbung, bingung
bukan perkara mudah untuk berkata "iya" buat sesuatu yang bakal mengubah segalanya seumur hidupku. dan aku siap untuk itu.
tibatiba mimpi itu tercerabut, aku kalut. bingung...
aku tak punya percaya pada cinta atau padanya lagi,
semua usai
aku sendiri lagi
aku limbung, bingung
Friday, October 02, 2009
bau
"aku mencium baumu dimanamana neh. gawat."
"iya saya pakai parfum terlalu banyak supaya kamu suka."
mungkin bukan parfum yang membuat kepala ini ga bisa menghilangkan rupamu. tapi bau badanmu yang menggangguku, membangkitkan rasa yang mestinya sudah hilang jauh jauh hari. bahkan aku masih menciumimu di tengah bau matahari, di bau bensin knalpot bus dan di tengah pasar.
suatu kali ram pernah memaksaku mencium badannya yang sudah tiga hari ga mandi. bau bule huhuu.... dia kesal, karena buat dia kalau aku jatuh cinta padanya mestinya aku tetap suka baunya meski ga pake mandi. ha ha ha ha mana mungkin :-P bau ya bau.
baumu, menciumi mu dimanamana.. aku mabuk kepayang. aku bau cinta... smell like love.
"iya saya pakai parfum terlalu banyak supaya kamu suka."
mungkin bukan parfum yang membuat kepala ini ga bisa menghilangkan rupamu. tapi bau badanmu yang menggangguku, membangkitkan rasa yang mestinya sudah hilang jauh jauh hari. bahkan aku masih menciumimu di tengah bau matahari, di bau bensin knalpot bus dan di tengah pasar.
suatu kali ram pernah memaksaku mencium badannya yang sudah tiga hari ga mandi. bau bule huhuu.... dia kesal, karena buat dia kalau aku jatuh cinta padanya mestinya aku tetap suka baunya meski ga pake mandi. ha ha ha ha mana mungkin :-P bau ya bau.
baumu, menciumi mu dimanamana.. aku mabuk kepayang. aku bau cinta... smell like love.
Wednesday, September 16, 2009
Mentari Disebelahku
untuk pertama kali seumur hidup bekerja, baru kali ini akhirnya saya duduk di kantor dengan jendela terbuka. setengah delapan pagi, mentari menyengat membuat saya berkeringat, deras. keringat itu seolah melumerkan kekakuan suasana kerja. saya senang :-)
sudah hampir delapan tahun berada dilingkungan yang sama. selama itu pula saya selalu bersembunyi di kubus kerja yang jauh dari kaca. ruang penglihatan saja hanya empat sisi. maka tak heran kemudian saya tempeli setiap sudut dengan foto, postcard dan sticker.
sekarang saya duduk didekat jendela. how greatful i am right now. melihat langit, mendapat mentari dan menengok mendung, pohon yang daun dan batangnya bergerak di tiup angin, berhadapan dengan hujan yang menggedor jendela dan membasahi kaca, kalau beruntung burung gereja bisa menempel di dekat jendela. oh ya jendela disebelah meja saya berhadapan langsung dengan pohon mangga. sesekali saya bisa keluar, mengambil galah dan menarik jatuh mangga disana. atau kalau versi etta, saya bisa keluar dan nangkring di atas AC cuma untuk cari ide hehehe...
menyenangkan :-)
sudah hampir delapan tahun berada dilingkungan yang sama. selama itu pula saya selalu bersembunyi di kubus kerja yang jauh dari kaca. ruang penglihatan saja hanya empat sisi. maka tak heran kemudian saya tempeli setiap sudut dengan foto, postcard dan sticker.
sekarang saya duduk didekat jendela. how greatful i am right now. melihat langit, mendapat mentari dan menengok mendung, pohon yang daun dan batangnya bergerak di tiup angin, berhadapan dengan hujan yang menggedor jendela dan membasahi kaca, kalau beruntung burung gereja bisa menempel di dekat jendela. oh ya jendela disebelah meja saya berhadapan langsung dengan pohon mangga. sesekali saya bisa keluar, mengambil galah dan menarik jatuh mangga disana. atau kalau versi etta, saya bisa keluar dan nangkring di atas AC cuma untuk cari ide hehehe...
menyenangkan :-)
Tuesday, September 08, 2009
Tantangan
Aku tantang...
siapa saja yang telah mendahuluiku mencintaimu,
mereka yang membawa mentari dan seikat melati
Aku bertaruh...
semua yang pernah kau gauli, sebenarnya
mencinta dengan caraku,
mencontoh kenekatanku,
menyontek kegilaanku.
Aku menantangmu untuk dapat mencari
tanah air seperti bibirku
dan peraduan hangat seperti mataku
Aku menantang mereka semua
untuk dapat menulis puisi cinta
seperti puisiku
Aku menantangmu untuk dapat mengingat
seorang saja dari lelaki yang mencintaimu,
yang mampu menghapus kemarau dari matamu
dan menghadirkan lautan fairuz
Aku tantang kau untuk
mendapatkan pencinta sepertiku,
dan saat keemasan seperti saat bersamaku
Pergilah ke mana kau suka... pergilah!
Tertawalah,
menangislah,
tapi aku tahu kau tak akan mendapati
negeri tempat kau tidur seperti dadaku.
**puisi Nizar Qabbani (suriah) terjemahan Qaris Tajudin.
*** dikutip dari U-Magazine edisi September hal.81
siapa saja yang telah mendahuluiku mencintaimu,
mereka yang membawa mentari dan seikat melati
Aku bertaruh...
semua yang pernah kau gauli, sebenarnya
mencinta dengan caraku,
mencontoh kenekatanku,
menyontek kegilaanku.
Aku menantangmu untuk dapat mencari
tanah air seperti bibirku
dan peraduan hangat seperti mataku
Aku menantang mereka semua
untuk dapat menulis puisi cinta
seperti puisiku
Aku menantangmu untuk dapat mengingat
seorang saja dari lelaki yang mencintaimu,
yang mampu menghapus kemarau dari matamu
dan menghadirkan lautan fairuz
Aku tantang kau untuk
mendapatkan pencinta sepertiku,
dan saat keemasan seperti saat bersamaku
Pergilah ke mana kau suka... pergilah!
Tertawalah,
menangislah,
tapi aku tahu kau tak akan mendapati
negeri tempat kau tidur seperti dadaku.
**puisi Nizar Qabbani (suriah) terjemahan Qaris Tajudin.
*** dikutip dari U-Magazine edisi September hal.81
Wednesday, September 02, 2009
belanda
sebut saja alasan saya untuk tidak kesana lagi? ga ada. selalu ada dorongan keras dalam diri saya untuk selalu kembali ke sana. barangkali selain indonesia yang menjadi tanah air, belanda jadi sebuah rumah baru bagi saya.
ya semua berawal dari ram. ya dia yang mengantarkan saya pertama kali untuk menoleh sedikit saja ke belanda sebelum akhirnya jatuh cinta pada tempatnya dilahirkan dan menjadi besar.
lima tahun sudah lewat sejak saya kenal ram lalu belanda untuk kali pertama. tapi toh rocky pun mengantarkan saya tetap kesana tanpa sengaja. lagi-lagi belanda. mau bilang apa lagi. seperti sebuah tanda, saya hanya mengikuti apa yang sudah digariskan. saya akan ke belanda satu hari nanti.
ketika suatu kali saya terbangun dari kenangan yang teramat panjang, saya akan kabur ke belanda untuk mewujudkan satu saja keinginan yang tersisa. menginjakan kaki lagi di amsterdam. dengan atau tanpa dia.
ya semua berawal dari ram. ya dia yang mengantarkan saya pertama kali untuk menoleh sedikit saja ke belanda sebelum akhirnya jatuh cinta pada tempatnya dilahirkan dan menjadi besar.
lima tahun sudah lewat sejak saya kenal ram lalu belanda untuk kali pertama. tapi toh rocky pun mengantarkan saya tetap kesana tanpa sengaja. lagi-lagi belanda. mau bilang apa lagi. seperti sebuah tanda, saya hanya mengikuti apa yang sudah digariskan. saya akan ke belanda satu hari nanti.
ketika suatu kali saya terbangun dari kenangan yang teramat panjang, saya akan kabur ke belanda untuk mewujudkan satu saja keinginan yang tersisa. menginjakan kaki lagi di amsterdam. dengan atau tanpa dia.
Tuesday, September 01, 2009
Allah, bolehkah saya bertanya?
Tibatiba saja saya mempertanyakan semua hal yang selama ini saya pasrahkan padaMU. Saya mengagumimu Allah yang punya jawaban atas segala masalah. Maka saya percaya diriMu terbuka untuk semua kritik, pertanyaan bahkan saran atas apa yang akan kamu jatuhkan pada umatmu, termasuk saya.
Tiga hal yang katanya hanya diriMU berhak menentukan, jodoh, mati dan rejeki. Maka izinkan saya bertanya tentang tiga hal ini.
Jodoh, dimanakah Kamu simpan dirinya? Mana yang disebut jodoh, kalau sebuah pernikahan bisa berakhir? Jodoh setelah kematian? Orang yang menemani diri kita sampai mati? Siapa jodoh itu? Berapa jodoh yang dimiliki setiap umat? Satu sampai empat? Kenapa begitu mudah orang kemudian mengatakan bahwa dia adalah jodoh saya.
Mati. Saya lebih takut hidup daripada mati yang saya tak tahu apa itu. Kenapa kita tak boleh memilih cara mati yang kita minati? Setelah mati ada apa? Bisakah bertemu denganMu lalu diskusi ini bisa dilanjutkan disana, dimanapun itu.
Rejeki. DiriMU menyerahkan pada umat untuk mencari sebanyakbanyaknya kemampuan di jalanMu yang halal. Lalu kenapa ada yang selalu hidup serba kecukupan, sementara ada yang tak pernah pindah dan keluar dari garis kemiskinan. Apakah dirimu menentukan Pagu rejeki? Batas teratas dari rejeki yang bisa diraih setiap umat.
Dimanakah saya bisa menemukan jawaban dari pertanyaan ini ya Allah yang baik dan maha tahu? Maafkan saya yang hanya berilmu rendah.
Tiga hal yang katanya hanya diriMU berhak menentukan, jodoh, mati dan rejeki. Maka izinkan saya bertanya tentang tiga hal ini.
Jodoh, dimanakah Kamu simpan dirinya? Mana yang disebut jodoh, kalau sebuah pernikahan bisa berakhir? Jodoh setelah kematian? Orang yang menemani diri kita sampai mati? Siapa jodoh itu? Berapa jodoh yang dimiliki setiap umat? Satu sampai empat? Kenapa begitu mudah orang kemudian mengatakan bahwa dia adalah jodoh saya.
Mati. Saya lebih takut hidup daripada mati yang saya tak tahu apa itu. Kenapa kita tak boleh memilih cara mati yang kita minati? Setelah mati ada apa? Bisakah bertemu denganMu lalu diskusi ini bisa dilanjutkan disana, dimanapun itu.
Rejeki. DiriMU menyerahkan pada umat untuk mencari sebanyakbanyaknya kemampuan di jalanMu yang halal. Lalu kenapa ada yang selalu hidup serba kecukupan, sementara ada yang tak pernah pindah dan keluar dari garis kemiskinan. Apakah dirimu menentukan Pagu rejeki? Batas teratas dari rejeki yang bisa diraih setiap umat.
Dimanakah saya bisa menemukan jawaban dari pertanyaan ini ya Allah yang baik dan maha tahu? Maafkan saya yang hanya berilmu rendah.
Tuesday, August 11, 2009
ram once and ever
aku lihat dirimu online di facebook. neither one of us dare to say hi. sepi. aku tak ingin mengacaukan rasa yang cukup lama kupendam diam diam. aku tak ingin mundur lagi ke belakang menanti tanpa pasti dirimu kembali.
aku tutup wajahmu di online facebookku. selesai.
tibatiba aku mengasihani diri sendiri. satu kali dalam hidup aku pernah mengagumi dirimu yang begitu sempurna. fisik dan psikis, sempurna. kamu tampan dan pandai. kamu semua yang aku inginkan dalam hidup. tapi bukan untuk masa depan ternyata. face it, we will never be together ever again. well i am the one who have to face it. hurts.. but not anymore
satu ketidaksempurnaan mu... kamu ga pernah ada untukku. itu saja. itu karena kamu tak pernah benar mencintaiku.
terimakasih karena kesempurnaanmu pernah mampir menghiasi hidupku.
aku tutup wajahmu di online facebookku. selesai.
tibatiba aku mengasihani diri sendiri. satu kali dalam hidup aku pernah mengagumi dirimu yang begitu sempurna. fisik dan psikis, sempurna. kamu tampan dan pandai. kamu semua yang aku inginkan dalam hidup. tapi bukan untuk masa depan ternyata. face it, we will never be together ever again. well i am the one who have to face it. hurts.. but not anymore
satu ketidaksempurnaan mu... kamu ga pernah ada untukku. itu saja. itu karena kamu tak pernah benar mencintaiku.
terimakasih karena kesempurnaanmu pernah mampir menghiasi hidupku.
Monday, August 10, 2009
cinta hening
baru kemarin persis saya bilang saya hanya ingin punya keturunan yang baik dari seorang lelaki yang secara fisik sempurna. jauh lebih baik dari saya. semua terwujud saya tak bisa tersentuh hanya dengan kekayaan dan kepandaian seseorang atau bahkan kekekaran semata, harus sempurna tampilan fisik dari wajah sampai kaki. saya bisa dapat.
seperti saya dapat dirinya. sempurna... tapi tidak.
bagi saya kehadirannya dalam hidup ini bukan cahaya bukan juga bencana, dia hanya melengkapi apa yang saya punya dan ingin. dia menyulut emosi saya, lebih sering marah lalu rindu yang berlebih. dia sempurna memainkan peran dalam hidup saya. dia ada setiap hari meski tanpa wujud yang bisa saya sentuh ketika butuh, tapi dia ada.
sudah enam bulan dalam hidup ini dia ada. menguasai pagi dan sore saya. kadang membuat saya jengah karena ini kali pertama saya menyerah pada seseorang, atas nama cinta? entahlah.. yang saya tahu saya telah kalah dalam pertarungan ini. saya mengalah dan berusaha melayaninya bicara, cerita bahkan marah.
dia tak pernah berbisik cinta, dia hanya terus menulis kata cinta nan manis, dia yang berani mengajak saya melangkah ke jenjang berikutnya... maukah kamu menikah dengan saya? lalu saya bilang, iya.
bukan cinta, tapi sebuah keberanian untuk melangkah dalam hidup. jelas menikah bukan hal mainmain, tapi menikah adalah sebuah petualangan baru dalam hidup saya. bersamanya saya merancang masa depan, bersamanya saya membagi mimpi, berharap dengannya mampu terwujud semua.
tibatiba saya diberitahu, sepanjang hidupnya kelak, dia tak bisa bicara, dulu dan nanti. saya terpaku, diam tak bisa menjawab. tuhan sedang memainkan mimpi saya yang indah. saya tak bisa melepas semuanya hanya karena dia hidup dalam hening. bersama saya dia mau membangun semuanya menjadi meriah, bersama saya dia menemukan separuh hati yang siapapun berhak menikmati. bersama saya, dia memberanikan diri berbagi.
atas nama keheningan dan entahlah cinta, saya tak akan mundur. barangkali saya sedang memainkan peran bukan menjadi malaikat, cuma membagi cinta, cuma manusia yang bisa begini. saya akan mengubah heningmu menjadi ria sayang.
seperti saya dapat dirinya. sempurna... tapi tidak.
bagi saya kehadirannya dalam hidup ini bukan cahaya bukan juga bencana, dia hanya melengkapi apa yang saya punya dan ingin. dia menyulut emosi saya, lebih sering marah lalu rindu yang berlebih. dia sempurna memainkan peran dalam hidup saya. dia ada setiap hari meski tanpa wujud yang bisa saya sentuh ketika butuh, tapi dia ada.
sudah enam bulan dalam hidup ini dia ada. menguasai pagi dan sore saya. kadang membuat saya jengah karena ini kali pertama saya menyerah pada seseorang, atas nama cinta? entahlah.. yang saya tahu saya telah kalah dalam pertarungan ini. saya mengalah dan berusaha melayaninya bicara, cerita bahkan marah.
dia tak pernah berbisik cinta, dia hanya terus menulis kata cinta nan manis, dia yang berani mengajak saya melangkah ke jenjang berikutnya... maukah kamu menikah dengan saya? lalu saya bilang, iya.
bukan cinta, tapi sebuah keberanian untuk melangkah dalam hidup. jelas menikah bukan hal mainmain, tapi menikah adalah sebuah petualangan baru dalam hidup saya. bersamanya saya merancang masa depan, bersamanya saya membagi mimpi, berharap dengannya mampu terwujud semua.
tibatiba saya diberitahu, sepanjang hidupnya kelak, dia tak bisa bicara, dulu dan nanti. saya terpaku, diam tak bisa menjawab. tuhan sedang memainkan mimpi saya yang indah. saya tak bisa melepas semuanya hanya karena dia hidup dalam hening. bersama saya dia mau membangun semuanya menjadi meriah, bersama saya dia menemukan separuh hati yang siapapun berhak menikmati. bersama saya, dia memberanikan diri berbagi.
atas nama keheningan dan entahlah cinta, saya tak akan mundur. barangkali saya sedang memainkan peran bukan menjadi malaikat, cuma membagi cinta, cuma manusia yang bisa begini. saya akan mengubah heningmu menjadi ria sayang.
Wednesday, August 05, 2009
Kenapa saya masih sendiri?
Saya beruntung punya mami yang ga cerewet soal ”kapan nikah?” paling sesekali menyindir begini, ” belum puas mami hidup kalau belum lihat kamu nikah.” Saya paling bilang, ”jadi selama ini nita belum bisa bikin mami bahagia dung.” Dan mami pun tersenyum.
Dulu sekali sahabat saya pernah bertaruh kalau pada usia 27 saya akan memilih siapapun yang mau dengan saya. Dia kalah taruhan karena di usia segitu pun saya belum menikah dan masih pemilih.
Hari ini percakapan menarik dengan seorang teman dari seberang soal pernikahan. Dia lelaki usia 28 tahun dan atas nama budaya dia pasrah untuk dijodohkan asal sang ibu bisa bahagia. Dia bilang selain karena urusan budaya, juga tak cukup waktu untuk mencari jodoh sendiri karena harus kerja 14 jam sehari. Dia lalu bertanya, kenapa saya tak melakukan hal yang sama. ”Asked your mom to find one for you?”
Lalu saya tertawa terbahakbahak. Mami dan saya beda selera
Tapi Apa sih yang sebenarnya saya cari dari seorang lelaki dan pernikahan? Pertanyaan ini lalu dijawab bersama dengan seorang teman perempuan seusia dan masih sendiri.
Pertama, jelas saya tak cari pria kaya untuk menghidupi masa depan saya. Harta itu masih bisa saya cari sendiri. Meski tak terbilang kaya, toh saya sanggup membantu kebutuhan keluarga selama ini. Jadi maaf, tak perlu pamer kekayaan sama saya... cant buy my love deh.
Kedua, saya tak perlu lelaki untuk berlindung. Selama 31 tahun saya mampu menjaga diri sendiri. Kalau takut secara fisik, ambil kaki seribu... laariii... lagian saya terbiasa mencari tantangan, adrenalin berpacu dalam ancaman. Jadi tak perlu sok macho didepan saya :-P
Ketiga, saya rasa fisik jadi ukuran utama saya. Tampan dan pintar, satu paket tak boleh terpisah. Tampan tapi dungu, lewat. Pintar tapi ga menarik, juga lewat. Satu paket lah. Orang bilang saya tak tahu diri karena pasang target ketinggian. Loh justru karena sudah pernah dapat yang begini, maka standar yang sama pun ditentukan demikian ha ha ha...
Lalu teman saya yang lelaki ini bilang..... ”wishing you lots of luck then nit”
Dulu sekali sahabat saya pernah bertaruh kalau pada usia 27 saya akan memilih siapapun yang mau dengan saya. Dia kalah taruhan karena di usia segitu pun saya belum menikah dan masih pemilih.
Hari ini percakapan menarik dengan seorang teman dari seberang soal pernikahan. Dia lelaki usia 28 tahun dan atas nama budaya dia pasrah untuk dijodohkan asal sang ibu bisa bahagia. Dia bilang selain karena urusan budaya, juga tak cukup waktu untuk mencari jodoh sendiri karena harus kerja 14 jam sehari. Dia lalu bertanya, kenapa saya tak melakukan hal yang sama. ”Asked your mom to find one for you?”
Lalu saya tertawa terbahakbahak. Mami dan saya beda selera
Tapi Apa sih yang sebenarnya saya cari dari seorang lelaki dan pernikahan? Pertanyaan ini lalu dijawab bersama dengan seorang teman perempuan seusia dan masih sendiri.
Pertama, jelas saya tak cari pria kaya untuk menghidupi masa depan saya. Harta itu masih bisa saya cari sendiri. Meski tak terbilang kaya, toh saya sanggup membantu kebutuhan keluarga selama ini. Jadi maaf, tak perlu pamer kekayaan sama saya... cant buy my love deh.
Kedua, saya tak perlu lelaki untuk berlindung. Selama 31 tahun saya mampu menjaga diri sendiri. Kalau takut secara fisik, ambil kaki seribu... laariii... lagian saya terbiasa mencari tantangan, adrenalin berpacu dalam ancaman. Jadi tak perlu sok macho didepan saya :-P
Ketiga, saya rasa fisik jadi ukuran utama saya. Tampan dan pintar, satu paket tak boleh terpisah. Tampan tapi dungu, lewat. Pintar tapi ga menarik, juga lewat. Satu paket lah. Orang bilang saya tak tahu diri karena pasang target ketinggian. Loh justru karena sudah pernah dapat yang begini, maka standar yang sama pun ditentukan demikian ha ha ha...
Lalu teman saya yang lelaki ini bilang..... ”wishing you lots of luck then nit”
Thursday, July 30, 2009
Ssshhh... diam
Saya sedang curhat malam ini dengan teman bagaimana saya tak lagi punya rencana hidup jika mimpi terakhir tak bisa terwujud. Mungkin saya akan melalui hari tanpa lagi mimpi dan rasa. Tibatiba teman saya bicara “gue pengen hentikan waktu barang sebentar saja. Berhenti berpikir, berhenti merasa, berhenti saja pokoknya...”
Saya jadi ingat bagaimana seorang teman dalam khotbah onlinenya bilang, andai hidup ini adalah komputer yang bisa kamu ctrl+alt+del, lalu akan me-restart. Lalu saya mau kembali kemana?
Saya tak ingin kembali ke masa lalu meski itu indah *tuingtuing muka mahkluk itu muncul lagi*. Saya mungkin cuma meminta bisa menghentikan sejenak waktu untuk diam dan berhenti berpikir, merasa apalagi bekerja. Rutinitas tak lebih membuat saya menjadi robot.
Dalam novel yang sedang saya baca bercerita di saat mobil ford pertama kali dibuat, sejak itulah hidup manusia terkendali mesin. Makin cepat bekerja dalam hitungan detik. Mengetik 10 jari sekian detik, memotong klip sepersekian detik, membacakan laporan satu menit tiga puluh detik. Sampai tidur pun orang berhitung bahwa 6 jam adalah yang ideal. Manusia, oke saya lah, tak bisa pisah dari hitungan detik durasi dan sekarang rupiah.
Saya bermimpi untuk berhenti barang sejenak, tak terukur pada detik atau menit, hanya sebentar saja sampai saya rasa cukup untuk memulainya kembali.
Maka ketika teman saya bilang berhentilah bekerja barang sebentar untuk ide itu bisa keluar, langsung saya bilang tak bisa. Saya tak bisa berhenti ketika sudah memulai. Ide itu harus dikeluarkan tanpa menunggu mood. Jangan biasakan diri terkendali mood karena orang akan cenderung jadi pemalas alih alih mood belum datang maka wajar tak lanjutkan kerja. Pheww mana bisa begitu.
Lihat lah saya, robot yang bekerja dengan kendali durasi. Saya tak bisa merestart hidup saya sekarang. Jika mimpi terakhir tak lagi berwujud, saya rasa manusia dalam diri hanya akan kembali menjadi robot kaku dalam kendali durasi. Bangun, bekerja, bergerak, tersenyum, bicara, bercinta dan tertidur. Robot tanpa crlt+alt+del.
Saya jadi ingat bagaimana seorang teman dalam khotbah onlinenya bilang, andai hidup ini adalah komputer yang bisa kamu ctrl+alt+del, lalu akan me-restart. Lalu saya mau kembali kemana?
Saya tak ingin kembali ke masa lalu meski itu indah *tuingtuing muka mahkluk itu muncul lagi*. Saya mungkin cuma meminta bisa menghentikan sejenak waktu untuk diam dan berhenti berpikir, merasa apalagi bekerja. Rutinitas tak lebih membuat saya menjadi robot.
Dalam novel yang sedang saya baca bercerita di saat mobil ford pertama kali dibuat, sejak itulah hidup manusia terkendali mesin. Makin cepat bekerja dalam hitungan detik. Mengetik 10 jari sekian detik, memotong klip sepersekian detik, membacakan laporan satu menit tiga puluh detik. Sampai tidur pun orang berhitung bahwa 6 jam adalah yang ideal. Manusia, oke saya lah, tak bisa pisah dari hitungan detik durasi dan sekarang rupiah.
Saya bermimpi untuk berhenti barang sejenak, tak terukur pada detik atau menit, hanya sebentar saja sampai saya rasa cukup untuk memulainya kembali.
Maka ketika teman saya bilang berhentilah bekerja barang sebentar untuk ide itu bisa keluar, langsung saya bilang tak bisa. Saya tak bisa berhenti ketika sudah memulai. Ide itu harus dikeluarkan tanpa menunggu mood. Jangan biasakan diri terkendali mood karena orang akan cenderung jadi pemalas alih alih mood belum datang maka wajar tak lanjutkan kerja. Pheww mana bisa begitu.
Lihat lah saya, robot yang bekerja dengan kendali durasi. Saya tak bisa merestart hidup saya sekarang. Jika mimpi terakhir tak lagi berwujud, saya rasa manusia dalam diri hanya akan kembali menjadi robot kaku dalam kendali durasi. Bangun, bekerja, bergerak, tersenyum, bicara, bercinta dan tertidur. Robot tanpa crlt+alt+del.
Friday, July 24, 2009
Lelaki Dalam Bejana Kuning
Bukan tentang sihir dalam dunia seribu satu malam. Ini cerita cinta seorang perempuan pada lelaki yang terperangkap dalam bejana kuning. Maaf.. bukan terperangkap tapi dia sendiri yang memilih bejana kuning itu sebagai rumahnya, kemarin, kini dan akan datang. Perempuan itu datang terlambat untuk meyakinkan lelaki itu pada rumah yang lain.
Kini, perempuan itu hanya bisa memandang bejana kuning. Melihat cintanya terangkap didalam sana. Hanya bisa membaca bibir.. ”saya juga mencintaimu”. Saling menatap, saling merasa, tapi tak bisa menyentuh.
Bejana itu tebal, tak terpecahkan meski dengan palu maha besar dan kuat. Sinar kuning memancar dari bejana atau entah dari tubuh lelaki itu. Dia tak malang. Dia memilih sendiri bejana itu sebagai tempat tinggalnya, kini dan nanti.
Perempuan itu pernah berulang kali mengelus lembut bejana, berharap kepulan asap akan membawa lelaki itu keluar. Nihil. Perempuan itu pernah mendekap tidur bejana kuningnya, berharap lelaki itu bisa nyata meski hanya dimimpi. Hanya mimpi. Perempuan itu menggosok kasar, mengguncang bejana, lelaki didalamnya hanya berteriak, yang hanya bisa dibaca bibir, untuk perempuan itu menghentikannya.
Perempuan itu membawa bejana kemanapun dia pergi. Bercerita tentang apa yang ada di hatinya, di pikirannya, di dunianya. Menempatkan bejana di tempat duduk bayi dalam mobil, agar lelaki itu bisa melihat apa yang dilihatnya. Terjebak macet, mengantri di ATM, sampai makan di restoran cepat saji. Perempuan itu tak peduli pada orang lain yang menganggapnya gila. Dia tahu betul, cintanya pada lelaki dalam bejana kuning sudah membawanya ke dunia baru yang benar-benar menyenangkannya.
Berulangkali lelaki dalam bejana kuning itu memaksa perempuan meninggalkannya. Karena cinta mereka tak akan bersatu. Dalam bahasa bibirnya lelaki itu meminta perempuan membuang bejananya ke laut hingga dia akan mengambang ke dunia lain. Jauh dari cintanya. Perempuan itu hanya menangis dan menangis.
Buat dia membuang bejana itu sama dengan membuang hidupnya sendiri. Meski tak bisa membuat lelaki itu hadir nyata dan menyentuh kulitnya, lelaki itu memberinya hidup, cinta dan cita. Mereka masih berbagi cinta meski terhalang bejana. Berbagi nafsu, saling menyenangkan diri sendiri, berhadapan. Cinta itu hidup diantara bejana kuning.
Kini, perempuan itu hanya bisa memandang bejana kuning. Melihat cintanya terangkap didalam sana. Hanya bisa membaca bibir.. ”saya juga mencintaimu”. Saling menatap, saling merasa, tapi tak bisa menyentuh.
Bejana itu tebal, tak terpecahkan meski dengan palu maha besar dan kuat. Sinar kuning memancar dari bejana atau entah dari tubuh lelaki itu. Dia tak malang. Dia memilih sendiri bejana itu sebagai tempat tinggalnya, kini dan nanti.
Perempuan itu pernah berulang kali mengelus lembut bejana, berharap kepulan asap akan membawa lelaki itu keluar. Nihil. Perempuan itu pernah mendekap tidur bejana kuningnya, berharap lelaki itu bisa nyata meski hanya dimimpi. Hanya mimpi. Perempuan itu menggosok kasar, mengguncang bejana, lelaki didalamnya hanya berteriak, yang hanya bisa dibaca bibir, untuk perempuan itu menghentikannya.
Perempuan itu membawa bejana kemanapun dia pergi. Bercerita tentang apa yang ada di hatinya, di pikirannya, di dunianya. Menempatkan bejana di tempat duduk bayi dalam mobil, agar lelaki itu bisa melihat apa yang dilihatnya. Terjebak macet, mengantri di ATM, sampai makan di restoran cepat saji. Perempuan itu tak peduli pada orang lain yang menganggapnya gila. Dia tahu betul, cintanya pada lelaki dalam bejana kuning sudah membawanya ke dunia baru yang benar-benar menyenangkannya.
Berulangkali lelaki dalam bejana kuning itu memaksa perempuan meninggalkannya. Karena cinta mereka tak akan bersatu. Dalam bahasa bibirnya lelaki itu meminta perempuan membuang bejananya ke laut hingga dia akan mengambang ke dunia lain. Jauh dari cintanya. Perempuan itu hanya menangis dan menangis.
Buat dia membuang bejana itu sama dengan membuang hidupnya sendiri. Meski tak bisa membuat lelaki itu hadir nyata dan menyentuh kulitnya, lelaki itu memberinya hidup, cinta dan cita. Mereka masih berbagi cinta meski terhalang bejana. Berbagi nafsu, saling menyenangkan diri sendiri, berhadapan. Cinta itu hidup diantara bejana kuning.
Wednesday, July 01, 2009
jumpalitan dalam angka
papi saya yang bermata sipit itu bisa tibatiba memaksa melotot (meski tak pernah berhasil) kalau saya atau adik saya bilang "tidak tahu" ketika ditanya, dalam soal apapun juga. buat papi, tidak ada satu pun hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan. padahal pernah saya coba bilang kalau dalam agama kita aja pap ada ta'a budi dan ta'a kuli, ah pasti saya salah tulisnya, yang artinya ada yang bisa dijelaskan dengan akal dan ada yang tidak. tapi toh, buat papi hal itu tak berlaku, buat dia semua ada jawabannya.
ketika bergabung dengan kbr68h, saya bertemu dengan alif imam, senior, atasan saya yang modalnya sok tahu, lebih banyak sih dia tahu, terutama dalam hal sepakbola. satu kali dia maksa ikutan siaran olahraga dan dalam satu sesi dia menyebutkan "siapa GUARD untuk tim kesebelasan anu..." yang dia maksud adalah pemain belakang, defender. saya selalu mengagumi orang ini karena selalu punya jawaban untuk semua pertanyaan.. mirip papi saya.
saya sendiri, lebih banyak menghindari pertanyaan yang saya tak yakin tahu jawabannya. termasuk untuk urusan keuangan. nilai ekonomi saya waktu sekolah dulu memang delapan, tapi matematika saya cuma enam, malah kelas satu sma sempat merah hehehe. seingat saya baru sekali dapat ponten sepuluh ketika kelas dua sma untuk ulangan. sempat saya tempel di tembok tempat tidur, pamer ke papi kalau saya sudah pandai berhitung.
karena lemah soal angka juga saya pilih ilmu sosial, kekuatan saya di mulut, saya pintar ngemeng, kata semua orang, nita itu diamnya cuma pas tidur... eh tunggu dulu kata mami dalam tidur pun saya suka mengigau. saya selalu menghindari angka, meski nilai geografi untuk menghitung jarak bintang ke bumi, saya tetap jagoan :-).
ketika masuk dunia kerja, adik saya memilih bekerja di bagian keuangan, saya jadi jurnalis. semua isu, boleh lah dikuasai, saya sempat hafal semua pemain bola, transfer pemain, peringkat klasemen dan sebagainya, tapi jangan suruh saya ke departemen keuangan atau di BEJ. meski saya akhirnya sempat kebagian kesana juga, perut mulas, keringat panas dingin, karena saya tahu betapa desimal itu sangat berarti di bagian keuangan.
ketika dipercaya mengelola green radio, saya selalu berlindung dibelakang pak pamungkas, bos saya untuk urusan menghitung angka. jangan saya disuruh ngitung berapa harga permenit air time kita, berapa pajak yang harus dibayar, bagaimana mengurus MO dengan klien dan sebagainya. saya akan menjerit ketakutan. suruh saya mengurus ratusan orang untuk kegiatan off air, saya pasti bisa.
setelah pak pamungkas tak ada, saya dipaksa mencintai angka. pelan-pelan saya belajar berhitung lagi, berapa keuntungan kami dari sebuah kerjasama, apa itu pajak ppn dan pph, bagaimana bernegosiasi soal angka dengan klien. hey bagaimana meredam kesal dengan senyum saat bernegosiasi.
hasilnya, di otak saya cuma uang sekarang. bagaimana mencapai kekayaan yang cukup untuk memakmurkan sekeliling saya. hasil belajar dari sebuah novel tentang perempuan dan uang, saya tak takut lagi untuk bilang, iya saya perempuan materialistis karena hidup saat ini dihitung dengan uang.
kalau saya tak kenal papi, alif dan pak pamungkas juga mas tosca yang memaksa saya untuk belajar dan keluar dari ketakutan akan angka dan ketidaktahuan, saya masih jadi orang yang selalu berlindung dibelakang orang lain. saya masih jadi orang yang cuma berpikir ala kuda, hanya pada satu yang diyakininya bisa, tanpa melihat pada ceruk lain dalam hidup.
makasih banyak yaaaaa.....
ketika bergabung dengan kbr68h, saya bertemu dengan alif imam, senior, atasan saya yang modalnya sok tahu, lebih banyak sih dia tahu, terutama dalam hal sepakbola. satu kali dia maksa ikutan siaran olahraga dan dalam satu sesi dia menyebutkan "siapa GUARD untuk tim kesebelasan anu..." yang dia maksud adalah pemain belakang, defender. saya selalu mengagumi orang ini karena selalu punya jawaban untuk semua pertanyaan.. mirip papi saya.
saya sendiri, lebih banyak menghindari pertanyaan yang saya tak yakin tahu jawabannya. termasuk untuk urusan keuangan. nilai ekonomi saya waktu sekolah dulu memang delapan, tapi matematika saya cuma enam, malah kelas satu sma sempat merah hehehe. seingat saya baru sekali dapat ponten sepuluh ketika kelas dua sma untuk ulangan. sempat saya tempel di tembok tempat tidur, pamer ke papi kalau saya sudah pandai berhitung.
karena lemah soal angka juga saya pilih ilmu sosial, kekuatan saya di mulut, saya pintar ngemeng, kata semua orang, nita itu diamnya cuma pas tidur... eh tunggu dulu kata mami dalam tidur pun saya suka mengigau. saya selalu menghindari angka, meski nilai geografi untuk menghitung jarak bintang ke bumi, saya tetap jagoan :-).
ketika masuk dunia kerja, adik saya memilih bekerja di bagian keuangan, saya jadi jurnalis. semua isu, boleh lah dikuasai, saya sempat hafal semua pemain bola, transfer pemain, peringkat klasemen dan sebagainya, tapi jangan suruh saya ke departemen keuangan atau di BEJ. meski saya akhirnya sempat kebagian kesana juga, perut mulas, keringat panas dingin, karena saya tahu betapa desimal itu sangat berarti di bagian keuangan.
ketika dipercaya mengelola green radio, saya selalu berlindung dibelakang pak pamungkas, bos saya untuk urusan menghitung angka. jangan saya disuruh ngitung berapa harga permenit air time kita, berapa pajak yang harus dibayar, bagaimana mengurus MO dengan klien dan sebagainya. saya akan menjerit ketakutan. suruh saya mengurus ratusan orang untuk kegiatan off air, saya pasti bisa.
setelah pak pamungkas tak ada, saya dipaksa mencintai angka. pelan-pelan saya belajar berhitung lagi, berapa keuntungan kami dari sebuah kerjasama, apa itu pajak ppn dan pph, bagaimana bernegosiasi soal angka dengan klien. hey bagaimana meredam kesal dengan senyum saat bernegosiasi.
hasilnya, di otak saya cuma uang sekarang. bagaimana mencapai kekayaan yang cukup untuk memakmurkan sekeliling saya. hasil belajar dari sebuah novel tentang perempuan dan uang, saya tak takut lagi untuk bilang, iya saya perempuan materialistis karena hidup saat ini dihitung dengan uang.
kalau saya tak kenal papi, alif dan pak pamungkas juga mas tosca yang memaksa saya untuk belajar dan keluar dari ketakutan akan angka dan ketidaktahuan, saya masih jadi orang yang selalu berlindung dibelakang orang lain. saya masih jadi orang yang cuma berpikir ala kuda, hanya pada satu yang diyakininya bisa, tanpa melihat pada ceruk lain dalam hidup.
makasih banyak yaaaaa.....
Tuesday, June 30, 2009
membacamu lagi
lebih tepat sebenarnya melihatmu lagi. lewat jendela facebook, lewat jendela google menemukan dirimu yang hilang dari sisi selama tahunan kini. semuanya sudah berubah, hanya aku yang tidak. mirip lagu keane, everybody changing, but i am not.
its good to see you again, even not for the real one. to see you who changed a lot lately. melihatmu menikmati hidup, cukup menyenangkan buatku. sekalipun iya, aku cemburu pada dia yang ada disisimu, entahlah apa dia untukmu. teman, selebihnya teman atau bukan, terserah. dia yang berbagi tawa, berbagi minum, berbagi cerita bahkan mungkin berbagi bau.
hey really, its okay with me. go on with our own life. as you deserve everything in life. just like me. aku punya pekerjaan yang menantang, yang mengajariku cara berkomunikasi dengan orang, memendam benci dengan senyuman, memendam marah dengan tawa. aku punya keluarga yang selalu bersamaku dalam suka dan duka. aku bersama kawan yang selalu ada dalam situasi apapun.
your hair has changed, your body is more fit and you just more manly now. i hardly recognized you now but your very special nose has made everything clear... its you! tapi semuanya sudah berubah, hatimu apalagi. tak ada kesempatan sedikitpun kamu bukakan jalan untukku mendekatimu.
mungkin nanti, mungkin juga tidak. damn im still looking for you in every hearts i entered, every face i see and every dream i planed to see. jangan tanya kapan cinta ini akan usai, mungkin nanti mungkin juga tidak. simpan saja, sampai tuhan bosan menamparku dengan rasa sakit.
its good to see you again, even not for the real one. to see you who changed a lot lately. melihatmu menikmati hidup, cukup menyenangkan buatku. sekalipun iya, aku cemburu pada dia yang ada disisimu, entahlah apa dia untukmu. teman, selebihnya teman atau bukan, terserah. dia yang berbagi tawa, berbagi minum, berbagi cerita bahkan mungkin berbagi bau.
hey really, its okay with me. go on with our own life. as you deserve everything in life. just like me. aku punya pekerjaan yang menantang, yang mengajariku cara berkomunikasi dengan orang, memendam benci dengan senyuman, memendam marah dengan tawa. aku punya keluarga yang selalu bersamaku dalam suka dan duka. aku bersama kawan yang selalu ada dalam situasi apapun.
your hair has changed, your body is more fit and you just more manly now. i hardly recognized you now but your very special nose has made everything clear... its you! tapi semuanya sudah berubah, hatimu apalagi. tak ada kesempatan sedikitpun kamu bukakan jalan untukku mendekatimu.
mungkin nanti, mungkin juga tidak. damn im still looking for you in every hearts i entered, every face i see and every dream i planed to see. jangan tanya kapan cinta ini akan usai, mungkin nanti mungkin juga tidak. simpan saja, sampai tuhan bosan menamparku dengan rasa sakit.
Thursday, June 11, 2009
hidup tak kemana-mana
hidup saya mestinya bisa berubah sejak setahun lalu, ketika satu persatu kesempatan itu datang. semuanya tertunda hanya karena satu hal.... saya pengecut. ketakutan akan hidup membuat saya tak bergerak kemanapun,statis, menunggu nasib, mengeluhkan hal yang sama sepanjang hidup.
ketika tawaran menikah datang, saya sambut gegap gempita. horeee, kesempatan mengubah hidup datang lagi. saya bersiap, lagi-lagi dengan ketakutan konyol itu, ragu meninggalkan rumah, meninggalkan kerjaan, rekanan dan hidup nyaman hmm not really... teman saya bilang, MENIKAH nit, karena kalau ga, lagi-lagi lo hanya akan mengeluhkan hal sama... betapa hidup tak lagi berkembang. saya mati... sebelum benarbenar tertanam dibawah tanah.
konyolnya, saya bikin sejuta ulah, alasan hingga akhirnya kesempatan itu hilang lagi. kami bubar, saya tak jadi menikah dan menjalani hidup seperti biasanya.
saya tak lebih dari seorang pengecut. saya pengecut yang tak berani mewujudkan mimpi dan harapan bahkan untuk melangkah. saya bahkan bilang, "i didnt make a future", what a stupid word i have just said. pemimpi itu akan mengubah masa depannya sendiri, tapi saya tidak. saya cuma pengecut dan pecundang yang membiarkan hidup berjalan diatur waktu dan nasib.
ketika tawaran menikah datang, saya sambut gegap gempita. horeee, kesempatan mengubah hidup datang lagi. saya bersiap, lagi-lagi dengan ketakutan konyol itu, ragu meninggalkan rumah, meninggalkan kerjaan, rekanan dan hidup nyaman hmm not really... teman saya bilang, MENIKAH nit, karena kalau ga, lagi-lagi lo hanya akan mengeluhkan hal sama... betapa hidup tak lagi berkembang. saya mati... sebelum benarbenar tertanam dibawah tanah.
konyolnya, saya bikin sejuta ulah, alasan hingga akhirnya kesempatan itu hilang lagi. kami bubar, saya tak jadi menikah dan menjalani hidup seperti biasanya.
saya tak lebih dari seorang pengecut. saya pengecut yang tak berani mewujudkan mimpi dan harapan bahkan untuk melangkah. saya bahkan bilang, "i didnt make a future", what a stupid word i have just said. pemimpi itu akan mengubah masa depannya sendiri, tapi saya tidak. saya cuma pengecut dan pecundang yang membiarkan hidup berjalan diatur waktu dan nasib.
Thursday, June 04, 2009
usai sudah
sakit? sedikit,
sedih? sedikit,
nangis? sedikit,
kecewa? sedikit,
saya cuma punya sedikit untuk semua rasa. sebentar menangis, sebentar tertawa tapi juga lega.. entah lah mungkin saya sudah gila karena tak lagi percaya cinta.
gampang sekali semuanya berlalu, bahkan saya belum merasa memulai. saya baru saja akan memulai hidup tanpa bayang masa lalu. baru saja memulai membuka hati, baru saja melangkah... ah sudah usai ternyata
sakit? sedikit,
kecewa? sedikit,
sakit dan kecewa karena saya harus menyudahi sesuatu yang baru saja saya mulai. mimpi bersama. tak pernah terbayang sebelumnya saya menyiapkan semua, kebaya, cincin, sepatu, lingerie, lokasi bahkan saksi dan penghulu, mc pun sudah diancer, daftar undangan sudah dibuat. .... dan gagal.
lega? sedikit,
pada akhirnya saya cuma bisa pasrah. sebesar apapun usaha kami memulai, tuhan selalu punya ide sendiri. DIA selalu ingin campuri kerjaan manusia. mungkin karena dia tahu apa yang terbaik untuk saya. versinya Tuhan loh, bukan saya. ketika pasrah, lega itu ada.... sakarepmu gusti allah.... terserah ANDA saja, Tuhan...
tangis? sedikit,
sudah habis seminggu lalu. sudahlah terbayang jika semua memang harus usai. airmata bahkan tak lagi ngucur seperti air terjun. sudah habis....
kalau nanti rindu itu muncul... biar saja saya titip pada tuhan kami yang berbeda... tolong sampaikan pesan saya pada nya... cinta ini tak akan berubah.
sedih? sedikit,
nangis? sedikit,
kecewa? sedikit,
saya cuma punya sedikit untuk semua rasa. sebentar menangis, sebentar tertawa tapi juga lega.. entah lah mungkin saya sudah gila karena tak lagi percaya cinta.
gampang sekali semuanya berlalu, bahkan saya belum merasa memulai. saya baru saja akan memulai hidup tanpa bayang masa lalu. baru saja memulai membuka hati, baru saja melangkah... ah sudah usai ternyata
sakit? sedikit,
kecewa? sedikit,
sakit dan kecewa karena saya harus menyudahi sesuatu yang baru saja saya mulai. mimpi bersama. tak pernah terbayang sebelumnya saya menyiapkan semua, kebaya, cincin, sepatu, lingerie, lokasi bahkan saksi dan penghulu, mc pun sudah diancer, daftar undangan sudah dibuat. .... dan gagal.
lega? sedikit,
pada akhirnya saya cuma bisa pasrah. sebesar apapun usaha kami memulai, tuhan selalu punya ide sendiri. DIA selalu ingin campuri kerjaan manusia. mungkin karena dia tahu apa yang terbaik untuk saya. versinya Tuhan loh, bukan saya. ketika pasrah, lega itu ada.... sakarepmu gusti allah.... terserah ANDA saja, Tuhan...
tangis? sedikit,
sudah habis seminggu lalu. sudahlah terbayang jika semua memang harus usai. airmata bahkan tak lagi ngucur seperti air terjun. sudah habis....
kalau nanti rindu itu muncul... biar saja saya titip pada tuhan kami yang berbeda... tolong sampaikan pesan saya pada nya... cinta ini tak akan berubah.
Wednesday, June 03, 2009
cinta sejati dan bukan
"i love you more than you love me" katanya suatu hari
bagaimana menimbang cinta, siapa yang lebih besar dari yang lain?
"lo belum pernah merasakan cinta sebenarnya sih nit, yang bikin lo berkorban banyak?" kata teman saya satu kali.
sungguh saya ga ngerti bagaimana menimbang cinta dan harus sebesar apa pengorbanan yang dikeluarkan untuk mempertahankan cinta itu. atau sesungguhnya saya tidak kenal apa itu cinta?
empat tahun kurang dikit waktu yang saya habiskan untuk memelihara cinta pada ram. tak berpaling pada yang lain, tak memberikan kesempatan orang lain merasuki hidup ini. semua hanya ram. berusaha menjaga kontak meski dia tetap menolak. mengejar mimpi untuk sekolah ke belanda, sekali hampir berhasil. sampai akhirnya ram bersama yang lain.
"lah ga ada perjuangan yang lo lakukan selain menunggu dia di jakarta," begitu kata kawan yang lain.
lalu saya harus berbuat apa? apa yang saya lakukan selama empat tahun lebih dikit ternyata tak cukup besar untuk membuat ram balik pada saya.
sekarang ketika dia mengajak saya meninggalkan keluarga, agama, dan kehidupan demi masa depan yang baru dengannya, saya kembali menolak. dia bilang saya tidak mencintainya sebesar cinta dia padanya. pertanyaannya kemudian saya balik dong, apakah dia bersedia meninggalkan keluarga, agamanya dan kehidupan dia untuk bersama saya di sini, di jakarta dengan segala baik dan buruknya. dia pun terdiam...
masih dia bilang cintanya pada saya lebih besar daripada cinta saya padanya?
kata teman, kalau saya sedang jatuh cinta bagai kerbau dicocok hidungnya, everything is about him. tapi ternyata saya berada diantara logika dan rasa. saya pernah buta pada cinta, sakit menahun karenanya. pun saya cinta pada ram yang pada realitanya tak mungkin kembali. saya memang pecinta, tapi bukan pengorban, saya bukan martir untuk cinta.
keluarga, ibu dan Zi adalah segalanya dalam hidup saya kini dan nanti. saya tak akan bisa bahagia tanpa melihat mereka bahagia. kalau akhirnya saya tidak bisa membedakan cinta sejati atau bukan, ya itulah. atau memang saya belum temukan seseorang yang bisa menjadikan saya martir untuk cinta? bahkan mengkhianati tuhan sekalipun.
bagaimana menimbang cinta, siapa yang lebih besar dari yang lain?
"lo belum pernah merasakan cinta sebenarnya sih nit, yang bikin lo berkorban banyak?" kata teman saya satu kali.
sungguh saya ga ngerti bagaimana menimbang cinta dan harus sebesar apa pengorbanan yang dikeluarkan untuk mempertahankan cinta itu. atau sesungguhnya saya tidak kenal apa itu cinta?
empat tahun kurang dikit waktu yang saya habiskan untuk memelihara cinta pada ram. tak berpaling pada yang lain, tak memberikan kesempatan orang lain merasuki hidup ini. semua hanya ram. berusaha menjaga kontak meski dia tetap menolak. mengejar mimpi untuk sekolah ke belanda, sekali hampir berhasil. sampai akhirnya ram bersama yang lain.
"lah ga ada perjuangan yang lo lakukan selain menunggu dia di jakarta," begitu kata kawan yang lain.
lalu saya harus berbuat apa? apa yang saya lakukan selama empat tahun lebih dikit ternyata tak cukup besar untuk membuat ram balik pada saya.
sekarang ketika dia mengajak saya meninggalkan keluarga, agama, dan kehidupan demi masa depan yang baru dengannya, saya kembali menolak. dia bilang saya tidak mencintainya sebesar cinta dia padanya. pertanyaannya kemudian saya balik dong, apakah dia bersedia meninggalkan keluarga, agamanya dan kehidupan dia untuk bersama saya di sini, di jakarta dengan segala baik dan buruknya. dia pun terdiam...
masih dia bilang cintanya pada saya lebih besar daripada cinta saya padanya?
kata teman, kalau saya sedang jatuh cinta bagai kerbau dicocok hidungnya, everything is about him. tapi ternyata saya berada diantara logika dan rasa. saya pernah buta pada cinta, sakit menahun karenanya. pun saya cinta pada ram yang pada realitanya tak mungkin kembali. saya memang pecinta, tapi bukan pengorban, saya bukan martir untuk cinta.
keluarga, ibu dan Zi adalah segalanya dalam hidup saya kini dan nanti. saya tak akan bisa bahagia tanpa melihat mereka bahagia. kalau akhirnya saya tidak bisa membedakan cinta sejati atau bukan, ya itulah. atau memang saya belum temukan seseorang yang bisa menjadikan saya martir untuk cinta? bahkan mengkhianati tuhan sekalipun.
Monday, June 01, 2009
cinta tanpa rupa
sebuah teguran khas di kolom YM... "hi, asl". gue sambut dengan makian, "hey if you looking for a girl to have sex tonite, then you got a wrong person." ternyata makian gue itu dianggap sebagai "tantangan" olehnya. dia pun tertawa dan bilang bahwa gue lucu.
tak ada yang lucu sebenarnya dari ucapan gue waktu itu. serius banget bahkan. karena seperti biasanya gue merasa "harus" meladeni pembicaraan orang-orang ym yang kesepian seperti gue, dan akhirnya mereka akan mengajak gue bicara seputar selangkangan. saat dia menyapa, gue sudah tahap muak. tapi itu tidak menghentikannya.
"nita i really like you a lot." pesan itu yang disampaikan dia lewat email beserta sebuah foto.... anjrit guanteng, sexy, anjrit.... lalu gue balas dengan ucapan, "semoga foto ini bukan boongan yaaaa."
dia tertawa, tertawan pesona muka asia gue yang disebutnya really beautiful. oh ya dong hehehe... kisah kami berlanjut hingga kini. tanpa rupa, hanya kata. tanpa suara hanya percaya.
buat orang lain cinta kami semu, cuma di dunia maya. tapi ada rindu tanpa kehadiran dia, atau tangis saat pertengkaran, itu adalah rasa yang nyata. tak ada yang bisa dijelaskan dari cinta kami yang tanpa rupa, tapi nyata. saat masalah datang, gue stres berat, dua malam beruntun muntah karena sedih, panik dan patah hati. itu nyata.
cinta tanpa rupa, hanya kata dan itu nyata. gue cuma bisa bilang, ada sayang, ada cinta yang tertinggal untuknya. entah kapan akan berwujud, entahlah. kami pernah berharap, lalu kecewa dan kini berusaha membangun harapan lain yang baru. jika cinta tanpa rupa bisa kuat melewati rintang, kami pun berhak bahagia dalam nyata, bersama.
tak ada yang lucu sebenarnya dari ucapan gue waktu itu. serius banget bahkan. karena seperti biasanya gue merasa "harus" meladeni pembicaraan orang-orang ym yang kesepian seperti gue, dan akhirnya mereka akan mengajak gue bicara seputar selangkangan. saat dia menyapa, gue sudah tahap muak. tapi itu tidak menghentikannya.
"nita i really like you a lot." pesan itu yang disampaikan dia lewat email beserta sebuah foto.... anjrit guanteng, sexy, anjrit.... lalu gue balas dengan ucapan, "semoga foto ini bukan boongan yaaaa."
dia tertawa, tertawan pesona muka asia gue yang disebutnya really beautiful. oh ya dong hehehe... kisah kami berlanjut hingga kini. tanpa rupa, hanya kata. tanpa suara hanya percaya.
buat orang lain cinta kami semu, cuma di dunia maya. tapi ada rindu tanpa kehadiran dia, atau tangis saat pertengkaran, itu adalah rasa yang nyata. tak ada yang bisa dijelaskan dari cinta kami yang tanpa rupa, tapi nyata. saat masalah datang, gue stres berat, dua malam beruntun muntah karena sedih, panik dan patah hati. itu nyata.
cinta tanpa rupa, hanya kata dan itu nyata. gue cuma bisa bilang, ada sayang, ada cinta yang tertinggal untuknya. entah kapan akan berwujud, entahlah. kami pernah berharap, lalu kecewa dan kini berusaha membangun harapan lain yang baru. jika cinta tanpa rupa bisa kuat melewati rintang, kami pun berhak bahagia dalam nyata, bersama.
Tuesday, May 26, 2009
begini akhirnya
cinta saja tak cukup buat kita bersatu,
ada masalah sama kerja, agama sampai ibu,
jangan suruh aku memilih antara kamu atau ibu,
karena kalian bukan pilihan, kalian satu untuk hidupku.
tapi kau paksanya juga aku memilih,
sakit akhirnya kan
ibu adalah segalanya untukku, dan kau tahu itu
ibu adalah agama
ibu adalah tuhan untukku.
aku sakit, kamu juga
cinta saja tak cukup buat kita bahagia
aku benci tuhan yang membuat kita berbeda tapi memaksa kita menyembah sama
tapi aku teramat cinta ibuku melebihi pencipta
bahkan dia tak akan sebanding dengan cinta kita.
ada masalah sama kerja, agama sampai ibu,
jangan suruh aku memilih antara kamu atau ibu,
karena kalian bukan pilihan, kalian satu untuk hidupku.
tapi kau paksanya juga aku memilih,
sakit akhirnya kan
ibu adalah segalanya untukku, dan kau tahu itu
ibu adalah agama
ibu adalah tuhan untukku.
aku sakit, kamu juga
cinta saja tak cukup buat kita bahagia
aku benci tuhan yang membuat kita berbeda tapi memaksa kita menyembah sama
tapi aku teramat cinta ibuku melebihi pencipta
bahkan dia tak akan sebanding dengan cinta kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)