Sunday, September 17, 2006

Tak Ada Yang Terlambat

"Umur 28 tahun, telat ga yak kalau beralih profesi" Kata seorang teman malam itu.

Rasanya tak ada kata terlambat untuk hal apapun, entah itu kawin, beranak, atau cuma sekedar ganti profesi atau belajar lagi. Akan telat kalau suatu saat kita terbaring payah di tempat tidur rumah sakit dengan selang infus dimana-mana, kemudian baru menyadari betapa bodohnya diri karena mensia-siakan kesempatan selama sehat dan mampu. Akan bodoh jadinya kalau tak mau berusaha hanya karena minder lihat umur dan generasi baru dibawah yang seger-seger.

"Inget umur nit, bentar lagi lo tua, kapan mau punya anak?" kata teman sekali waktu.

Siapa sih yang mampu menahan datangnya tua, biar saja dia datang, asal tua datang setelah muda yang terpuaskan dengan cita, cinta dan ambisi. So what gitu loh. Pernah denger ada perempuan usianya 40-an baru punya anak?? Tidak ada yang tidak mungkin bila seizin Allah.

Inget umur? ya jelas lah aku ingat, late twenties, 28,5 tahun. Itu artinya sisa hidup semakin sedikit sementara cita-cita masih setinggi langit. Duh, mungkin ketinggian tapi paling ngga, aku masih mau berusaha mencapainya. Kalau sudah usaha kemudian tak bisa digapai, itu lain cerita, ada lain cita yang Allah siapkan buatku.

Jadi, JANGAN MENYERAH YAAA.... YEEIIIHHHAAA... Kita bisa kalau usaha!!!

Tuesday, August 29, 2006

I Fixed You

When you feeling down, i am there to take you up
When you fall, I am there to catch you
When you tears fall down, I wipe your face
When you need shoulder to cry on, I am there by your side
I always there for you right?

When you pick me up in the middle of the night just to cool down your heart, I always open my eyes and ears
When you ask me to call just to listen to your problem, I always do that.
When you messed around, I clean it up for you
I always fixed you!!

Where the hell are you when I need someone to talk to
Where the fucking shoulder for me to cry on
Where the damned ears to listen to me

No need your mouth to judge me
No need your money to shout my mouth up
No need your silly joke to make me laugh

I need someone to fixed me!!

Monday, August 21, 2006

I to Him

This is the poet that he wrote for me to show me how much he loves me. I wish I can love you that much too Eric.

Imagine the call of the lonely bird
As it flies above the sea
That was how i used to be
Before you came to me

I had no purpose in my life
Afuture I couldnt see
Then suddenly the whole world changed
When you came to me

I have the love of a wonderful girl
Happier i couldnt be
And I think how sad my living was
Before you came to me

I love you dear with all my heart
I love you completely
My heart and soul are not my own
Since you came to me

Thursday, August 17, 2006

Hari Kemerdekaan

Setahun lalu dia datang pertama kali ke Indonesia dari negeri Belanda, yang pernah menjajah negeri ini selama 3,5 abad. Pagi jam 7, dia mengirimkan sms, "hey Nita, I want to see a big carnaval, where do you think I can find it?". Hmm sayang, kita sudah lama tak punya acara karvanal untuk merayakan hari kemerdekaan. Tapi dia keukeuh mencarinya diseputaran kantor Gubernur, Istana Presiden atau Monas. Jam 11 siang, dia sms lagi "hey Nita, there's no carnaval at all? is this the way you celebrate the independece day?", Oh honey, try to look the celebration in kampung kampung, you know, kampung?"

ya ya ya, malam 17 Agustus 2005 aku dan dia bersama 4 teman lainnya menghabiskan waktu disebuah kafe di bilangan Thamrin. Ada live band disana dan siapapun bisa meminta lagu untuk dimainkan. Teman dari Belanda itu sibuk menyanyikan lagu hari kemerdekaan, "nit, the song "tujuh belas agustus.." what it called?", maksudnya lagu "Hari Kemerdekaan", kemudian dia beri potongan kertas kecil itu kepada si vokalis band. 1 lagu, 2 lagu sampai 5 lagu lain berlalu, tapi tak ada lagu yang dipintanya. "Hey, guys, dont you know the song, "hari kemerdekaan"? teriak teman itu. Malu hati tembel muka, sang vokalis mengaku "Ga apal"

"oh you Guys, what a shame!!, that's a shame?"

yeah what a shame sayang. Apalagi jika kamu tahu apa yang terjadi belakangan ini dengan negeriku, Indonesia. Ibarat manusia yang rata-rata hanya sampai berumur 60 tahun, mungkin Indonesia juga sebenarnya sudah mati. Karena sekarang saat 61 tahun usianya, kami belum merasa merdeka. Kami memang terlepas dari bangsamu, tapi kami terjajah oleh bangsa sendiri. Penjajah kami ini adalah mereka yang sibuk mengeyangkan perut sendiri, mengisi kantong mereka sampai luber. Mereka yang menjual agama untuk kepentingan politik, yang sibuk menyeragamkan berbagai keragaman, yang cuma menjunjung demokrasi atas nama mayoritas. Atau bahkan mereka yang menjual keberagaman, kemajemukan untuk kepentingan kapitalis.

Iya, kami cantik dipermukaan dengan gunung-gunung, lautan dan pemadangan yang indah, tapi manusianya telah mengeruk perut bumi sampai kopong, tak mampung menahan mereka yang ada diatas.

What a Shame!!

Tapi ini Indonesia teman, rumahku. Saat jauh 6 minggu darinya, aku tetap merasa Indonesia adalah rumahku, hanya saja aku sedang mengalami "brokenhome". Di Indonesia aku merasa lebih menghargai hidup, karena mungkin besok pagi aku mati, entah karena bencana, kerusuhan atau hanya karena aku menuliskan ini padamu...

Tuesday, August 15, 2006

Aku Ingin Kaya

Maaf ya, kuliah 4,5 tahunku belum balik modal. Gaji cuma pas-pasan dan belum pas untuk beliin mami rumah, bayar sekolah ade, atau nambahin buat biaya kawin ade perempuanku, yah apalagi buat kawinanku sendiri.

Laki-laki itu ketakutan kutebengi mam. Mana ada yang mau menikahi perempuan yang cuma punya tabungan 400 rebu di rekening, 178 rebu dicelengan, 30 rebu dikantong kosmetik dan 50 rebu didompet. Barang berharga yang bisa kubanggakan cuma Laptop second harga 5 juta, kamera digital sisa hadiah jurnalistik dan handphone motorola yang katanya canggih tapi gobloknya najis-najis dah!!. Oh, keperawanan masih diitung barang berharga ga?

Mami cape yak harus nomaden terus, pindah-pindah rumah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Terus menerus dihina karena mereka ketakutan kita tak sanggup bayar. Terus menerus dihina karena tak ada papi yang cukup berwibawa. Janda dengan dua anak gadis dan seorang anak laki-laki ABG. Bangsat semua mam!!! Mereka itu Anjing mam!!

Maafkan aku mam.

Kekayaan hati dan kebesaran ilmu yang pernah kita banggakan ternyata tak sanggup membeli beras sekarung kan? tak bisa menghentikan mereka untuk menghina kita kan? tak bisa membuat Ade mendapatkan sekolah yang bagus kan?

One day mam.

Sampai satu saat aku kaya nanti, kan kubeli harga diri. Kubeli kepala sombong mereka. Because everybody has their price, we buy them all mam, kan kita ludahi mereka.

Monday, August 14, 2006

Being Single, and Happy??

Sebel, sebel. Entah kenapa hari ini gue baru merasa kesepian banget jadi orang single. Dulu meski single, im so happy karena masih banyak sahabat yang ada kemanapun gue pergi dan selalu ada buat dicurhatin. Sekarang?

Single and lonely, that's what I feel right now. Late twenties, wajar kalau sahabat-sahabat gue satu persatu punya kesibukan sendiri. Ada yang lagi hamil, ada yang sibuk sama suaminya, ada yang sibuk sama pacarnya dan dia yang sibuk sama kerjaannya.

Guys I miss you all!!! Bisa tidak sih kita semua pergi disatu waktu?? I missed all those time when we were all together!!

I miss a man in my life deh. Meski tak untuk bergantung tapi bisa beruntung mendapatkan seorang sahabat sekaligus cinta... ah...

Tuesday, August 08, 2006

Hi Kangen

Kamu dengar dering telepon lima menit lalu? Itu aku.
Entah kenapa jari-jari ini menekan tombol angka begitu cepat tanpa ada persiapan kata untuk kuucap. Kamu lihat di call register di handphone-mu? miss call. I could not say anything... I do not have anything to say.

Tiga kali berdering, kutunggu, kamu tak angkat. It's 0.13 am, kamu pasti sedang tertidur, atau sedang asik bergumul dengannya. Membayangkan itu saja sudah membuatku sakit.Mana mungkin bisa kutahan dengan desahanmu nanti. Aku tak sanggup membayangkanmu...telepon kututup sebelum sempat kau angkat.

Kita biasa saling mengganggu ditengah malam dengan bicara konyol. Aku kangen itu. Tahun depan kamu akan jadi milik dia selamanya. Tak akan pernah ada lagi dering ditengah malam, canda konyol dan terkadang cabul. Ah kamu, aku kangen kamu hari ini.

Sunday, August 06, 2006

Mimpi Buruk

Aku tak bisa tidur semalam, ada kamu di alam bawah sadar. Kembali menarikku ke dalam dunia yang sedang ingin kutinggalkan. Aku terbangun, tanpa sadar airmata ini mengalir. Kamu pernah ada disisiku saat aku terengah, menahan nafas karena mimpi buruk, tentang kamu yang meninggalkanku. Bahkan dalam mimpi pun aku tak sanggup menahanmu.

Mimpi itu datang lagi semalam. Kenapa sekarang setelah aku tak lagi memikirkanmu? setelah aku sedang fokus mengejar sebuah cinta yang lain? aneh. Mungkin dibawah sadar, masih kamu, mungkin hanya bunga tidur, mungkin... just don't come again tonight.

Wednesday, August 02, 2006

The best part of Berlin - lets have fun

Tachalis Bar di Orienberger-Tor.



Ini bukan sembarang bangunan. Ini adalah tampak belakang sebuah bar yang terkenal di kawasan orienberger-tor. Dulunya bangunan tua ini dioccupied sama gelandangan, mahasiswa miskin dan artis-artis jalanan. Sewaktu pemerintah kota Berlin mau menghancurkan gedung ini, mereka menentang habis-habisan. Walhasil pemerintah kota nyerah deh, ga jadi dihancurkan. Dan gedung ini beralih fungsi sebagai galeri untuk seni alternative, dibawahnya ada sebuah kafe dan bar paling asik yang pernah gue temuin, bangku-bangkunya dari triplek bekas. Agak ke belakang sedikit ada bar dengan pasir, bikin pantai buatan gitu. Silahkan berbikini sambil nge-bir.



Itu kehidupan malamnya. Siang harinya-dengan panas 35-37 derajat celcius… arrrghh I hate Berlin- ada yang menyenangkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa ga mau kalah sama kehebatan FIFA yang menyatukan 250an negara dalam organisasinya. Maka PBB bersama Kota Berlin bikin lambang persatuan dalam bentuk Beruang-lambang kota Berlin-. Masing-masing beruang melukiskan ke-khasan dari negara yang diwakilinya.




Inilah beruang dari Indonesia yang menggambarkan tokoh paling bijak di dunia perwayangan Romo Semar.




Segini dulu, lainnya menyusul

The Best Part of Berlin-the history

Gue jatuh cinta setengah mati sama Amsterdam, tapi mantan gue bilang, wait until you see Berlin! Yeah right, I do not like Berlin that much. But this is the city of history, of course. You will respect life more after you see this city. The city of the holocaust.

Respect life and peace from the Nazi-victim memorial.



Di ruang bawah tanah ada sebuah museum untuk mengenang para korban nazi. Berisi diary kesaksian para korban, surat-surat dan lokasi pembantaian kaum yahudi yang ga Cuma ada di Jerman tapi hampir diseluruh wilayah eropa. Gue sempat nangis inget betapa murahnya harga nyawa manusia saat itu. God please jangan sampe ada lagi orang setolol Hitler di kemudian hari.

Kemudian kita ke gedung parlemen.



Parlemen ini dijadikan salah satu asset tourism yang sehariannya butuh waktu 20 menit buat ngantri masuk ke gedung ini. Beruntung kita udah janjian sama tour guide disitu walhasil bisa langsung muter-muter di gedung parlemen ini.



Pasti tau tembok berlin. Gue ga ke temboknya memang, Cuma melangkah disisa batas antara jerman barat dan timur persis di depan gedung parlemen. Nah yang lewat batas ini mati lah!! Di tembak tentara.

Masih banyak yang bisa dipelajari dari kota Berlin yang mengajarkan tentang sejarah hidup manusia. Ada yang namanya Check Point Charlie tempat orang pertama yang ditembak mati pasca pemisahan wilayah barat dan timur. Aduh mudah-mudahan gue tak salah menyebutkan nama itu. Yang pasti kota ini punya sejarah yang amat-sangat menakjubkan.

Wartawan non FIFA

Maaf kalau baru bisa cerita sekarang tentang perjalanan enam minggu di Jerman. Baru sempat menceritakan diblog, kenangan yang tak terlupakan seumur hidup deh.

Tapi biarpun ada di negara penyelenggara piala dunia, Jerman, tetap aja gue tak sekalipun berkesempatan masuk ke dalam stadion. Padahal seumur hidup bercita cita liat stadion berskala internasional selain tentu saja istora senayan Jakarta. Yah namanya nasib, tanpa ID Card resmi dari FIFA, gue Cuma mejeng diluaran stadion.

Inilah Westfallen Stadion milik klub Borrusia Dortmund. Kita ada di atap westfallenhallen, ruangan konferensi sekaligus pengelola stadion yang ada diseberang stadion.



Dan satu lagi ini adalah Olympia Stadion yang legendaris. Adanya di Berlin, naik satu kali S-75 alias tram dari Berlin Hauphtbahnhof alias Central Station, maka kita akan diantarkan ke stadion yang letaknya di perbukitan itu. Ah sayang sekali, gue dan Eva-sobat gue yang tinggal di Denmark- kita Cuma bisa mejeng di luar pagar. Bodo deh, yang penting kita pernah ke sini :P



Nah kalau bicara Olympiastadion tentu kita tak lupa pada satu nama ini. Jesse Owen!!
Dia adalah pelari asal Amerika yang memecahkan rekor olimpiade tahun 1936, yang sekaligus meruntuhkan harapan pemimpin Nazi, Hitler bahwa bangsa Arya adalah yang terbaik di seluruh dunia. Nama Jessy Owen diabadikan jadi nama sebuah jalan di depan stadion Olympia.



Jadi begitu saja teman, catat Nita Roshita tak pernah menyaksikan langsung pertandingan piala dunia Jerman 2006 dari stadion . Cuma sampai di pagar stadion.

Sunday, July 30, 2006

All I Want Is Just A Man

I've been with an angel, I've been with an evil
But all I want is just a man, a person and a human being.
Not somekind of angel who demand a perfection of love,
Not somekind of evil who only left pain across my heart.

Just a man who is not a shame to say sorry for his fault,
a man who is not afraid to show his weakness,
a man who can accept me as a person.

Is it really hard to find a human now?
Or is just too many men try to be an angel or even worst than an evil.
I hope I can find love who will make a man just to be a man.

Monday, July 24, 2006

Today A Year Ago

An angel came to my life; his wore white pantaloon and t-shirt. He was waiting for me at the Café Bean, Plaza Indonesia. He smiled with his very best one. I knew by then, that this man in white has touching my heart. Love came to us at Fatahillah Museum as we were sit together and try to get to know each other.

Today a year ago, he was showing me that there is still love for me after years of hurt, a day that full of laugh, love and happiness. That there was no barrier between us; not culture, not ages not even distance. He was here, sitting next to me, talking to me, holding my hands and kissing me. Yes he was.

Today, an angel has flown away. But I can still see his face, his smile and feel his warm heart, in my mind. Please let me keep these memories until they fade out by themselves.

Until the next love come and touch my heart again. Until now, yes I still love you.

Saturday, July 22, 2006

Remembering Indonesia’s Golden Child Nita Roshita with ‘Sabtu-Minggu’

by Joshua Anny-a friend from Ghana

At first sight you might be tempted to take her to be a girl-child in one of the primary schools in your village. But she can equally be your elder sister or better still a fresh virgin girl from the alter. She naturally has long and silky hair. Her face is Asia-Indonesia. She is in her late twenties. Larger part of that age has been under former president Suharto. But she tells me ‘‘I hate that chap’’. She does not walk on pencil-heel shoes though not of much height. Her ambition as a child was to step into the long and polished shoes of her late father –policing. But had to divert because the policemen in her country love the word ‘bribery’. She once told me ‘‘they are even ready to take a lady’s kiss as a form of bribery. I hate them’’.
She has a degree in criminology to her name. But instead of joining the police force to arrest criminal gangs pretending to be smart guys, she is rather chasing sports stories on the streets of her country’s capital, Jakarta

She is today a member of the world-wide gossiping club-journalism. The microphone is her main gossip tool. She loves her jeans trousers to fit perfectly with her mid-frame body. She reports from anything fussball (thanks to Germany) to corrupt politicians lavishing huge sums of Indonesian currency on the bed-spread of University Sweet-Queens.

She speaks and writes Bahasa-the language from her home region. She loves to walk down the beaches in her country holding the hand of any guy who is just handsome. Beauty according to her some lies in the eyes of the beholder. I once remember her kind words for the East Timorese President Xanana Gusmao. ‘‘that man is really handsome, trust me’’. For once I thought she had ever fallen in love with President Gusmao. Perhaps you might describe that as lovers on the screens and newsprints.
The last few days that irk participants close to the end of the workshop, she gave me some Indonesian music as part of saying ‘‘auf wiedersehen’’ (good-bye). Her favourite was a new artist Sandy whose song ‘Sabtu-Minggu’ or Saturday and Sunday, warms her heart gently. The content of the song is simply re-echoing the worries of most love birds. Sandy’s girl friend wants more attention but Sandy says he gives his Saturdays and Sundays to her and it seems that is not enough.

I have returned to Cape Coast to complete my last days by sharing the small knowledge I have acquired from DW-Akademie with colleagues. As a step, I decided to take things slowly by sitting in the sand at the beach because the sun has been blazing hot since I came back home. It is always cool and nice to sweat it out at the beach especially during this ‘‘difficult moments’’ (thanks to Ex-UNITA rebel Mario ‘gentleman’ afonso). The song was a perfect companion for such a time. I have fallen in love with the song so much so that I listen to it 24/7. I sat in the sand and decided to reflect on the words. It was like a crest ripping off the Berlin Wall. Here I was, sitting at the beach and listening to a song meant for ladies complaining bitterly about their boyfriends not giving them enough attention. The situation is much more like a Roman Catholic priest advising married couples as to how they should conduct affairs in their matrimonial homes. Amazing! For my case I have never experimented love not because I’m too scared. The reason is simple-I’m too busy sniffing around materials for my last feature production at Radio Valco. Or maybe I’m still looking through the flames from the burning candles and once that is done such concern will come up. So why not brace yourself for the song than wait till it grows cold-Sabtu-Minggu.

I also remember Nita with fond memories. I have been reading in the papers the latest Tsunami that hits her Country. Sometimes I wish I could stretch my hands and hand over to her a rose flower, to show my support for the hard times. Perhaps the best thing will be to use her as a persona in my yet to be completed poem ‘Memories.’ That will be the best way of saying ‘dich kennen gelernt zu haben.’

Friday, July 21, 2006

Reuni SMA...iiihhh

Lo tau kenangan buruk apa yang gue punya seumur hidup? SMA...
Jadi orang yang ga dikenal siapapun, jadi orang paling minder sedunia. Merasa paling kuper dan paling ga cantik, ga punya kemampuan buat hedon..

Gue cuma dikenal sama temen sekelas, oleh bekas temen sd atau smp, selebihnya, gue cuma orang asing yang kumel, gendut, jelek. tapi kalau lagi mau ulangan, bah semua orang langsung berlagak kenal dan bersahabat sama gue... kesel!!

Gue cuma cewek tomboy dan galak. temen cewek gue minim, sebut aja cuma Ari, Tika, Astrid dan Lia. Cuma dua orang sahabat cowok gue, Bambang dan AA Rafi. Cuma mereka sahabat-sahabat terbaik gue. Selebihnya? ah...

Gue suka ga tau diri, naksir cowok cowok ganteng dan gaul di sekolah sementara mereka ga sebelah mata pun mandang gue.. who the hell am I? ahh... bodohnya.

Setelah nyadar gue bukan siapa-siapa dulu, sekarang berani-berani nya gue ngajak Tika buat pergi reunian bulan besok. Tika bilang, LO YAKIN?
Gue ga pernah jadi bagian indahnya masa SMA... buat gue SMA was SUCK!!!

bodohnya Ka, kita ga usah dateng lah...

Thursday, June 29, 2006

Amsterdam for real!!

Setelah 5 minggu tinggal di Jerman, baru akhir pekan lalu kami berkesempatan untuk jadi turis beneran. Amsterdam!! Itu lah tujuan kami, harus mesti dan kudu kesitu.
Begitu keluar dari Amsterdam central station, gue langsung jatuh cinta sama kota ini. Gila gue jatuh cinta sama tanah kompeni, musuh Indonesia dalam sejarah hehehehe.



Oh iya, kalau gue nyebut “kami” itu artinya banyakan orang kan. Nah ini dia “kami” itu, paling kiri adalah cewek asal Brasil, namanya Sheilla, kemudian Nadia dari Afrika Selatan, gue dan paling kanan adalah cewek dari Ukraina, namanya Elena. Cerita tentang gimana kami ketemu, lain waktu aja kalee…



Ah namanya juga orang baru di kota asing, maklumkan saja kalau kami kesasar meski masing-masing dari kita punya peta he he he. Kemana sajakah kami sepanjang sabtu 24 Juni lalu. Hmmm, pertama kami ke SEX MUSEUM. Bayar 3 euro kami keliling liat berbagai seni dan pornografi di gedung bertingkat 3 ini. Kalau liat karya seni berbentuk patung atau porcelain, itu keren. Tapi kalau liat foto-foto orang ML dengan berbagai gaya… maaf aja, gue geli dan jijik. Sex jadi ga indah dan sacral, tapi jadi sesuatu yang oooeeekkk….

Terus kita naik boat keliling Amsterdam seharga 7 euro, MAHAL!! Tapi ga apa deh, ketimbang betis bengkak karena jalan kaki.

Hari berikutnya kita kembali ke Bonn, Jerman. None of us yang mau pulang sebenernya, gue juga. Kami terlanjur cinta sama kota indah ini. Amsterdam will be back!!!

Sunday, May 21, 2006

Otak Kotor Si Sok SUCI!!

Ah susahnya berbeda pendapat dengan orang yang isi kepalanya sudah bulukan dengan doktrin doktrin tak masuk akal. Manusia itu diberi anugrah otak yang berpikir maju dan hati yang harusnya bersih.

Berbeda pendapat bukan dosa. Dan dosa bukan tanggungjawab negara!! Susah sekali membuat kalian itu sadar bahwa urusan dosa adalah urusan vertikal manusia dengan Allah.. Urusan anda dengan saya adalah urusan Horizontal, sosial, setara tanpa menjadikan anda lebih suci dari saya atau sebaliknya. Ih susah bener sih menerima hal itu. Allah sudah mengatur hal itu bukan?

Bersikap menolak RUU paling konyol sedunia "RUU PORNO" koq dianggap berdosa? kafir? bahkan monyet!!. mari simak pertanyan tolol dari pendengar Radio Utan kayu berikut pesan pendek yang saya terima. Menghina!!! tebak siapa yang paling sinting, saya atau mereka?

NITA R. KM MUNAPIK BANGET, KATANYA KAMU NGAJI, BERIMAN KPD 4JJI, BERIMAN KPD QUR'AN, TETAPI ADA PERINTAH DARI 4JJI DAN QUR'AN UNTUK PAKE JILBAB, MENUTUP AURAT, KAMU BERPALING, MELANGGAR PERINTAH 4JJI & QUR'AN, RENUNGKAN SODARAKU. SADARLAH!. (IR.TIO, SDR MU DI JLN 4JJI). +628135903515

Zaenal di Citeureup : 87901725 : Kenapa radio utan kayu tidak meliput demo mendukung RUU POrno
Saya : Karena sikap redaksi kami menolak. jadi meski memberikan ruang untuk pendukung RUU Porno, tapi porsinya tidak terlalu besar. Anda sudah baca isi RUU itu?
Zaenal : bukan masalah sudah baca atau belum, tapi RUU itu untuk melindungi anda.Kenapa menolak? anda punya ibu?
Saya : ya, ada ibu saya, dan adik saya juga perempuan.
Zaenal : Bagaimana jika satu ketika, ibu anda PAKAI CELANA DALAM DAN KUTANG KE MALL? APA ANDA DIAM AJA?
Saya : PERTAMA, ANDA TELAH MENGHINA IBU SAYA, SAYA DAN ADIK SAYA JUGA PEREMPUAN LAIN. KAMI BUKAN ORANG GILA YANG TELANJANG BERADA DI JALANAN DAN TEMPAT PUBLIK. MOHON RALAT CONTOH KONYOL ANDA ITU!! KEDUA. SAYA TIDAK BUTUH ANDA, ATAU SIAPAPUN, BAHKAN NEGARA UNTUK MENGATUR CARA KAMI BERPAKAIAN!!! KARENA KAMI, PEREMPUAN BERPENDIDIKAN, BERMORAL DAN BERAGAMA, KAMI TAHU BAGAIMANA CARA MEMATUT DIRI.TAK USAH REPOT2 MENGATUR!!

Alhamdulillah Alm. ayah saya bukan jenis laki-laki TOLOL semacam itu, yang otaknya cuma dua hal : SELANGKANGAN DAN DADA. Kasian laki-laki diluar sana yang punya pikiran dan hati yang terbuka.

SEKALI LAGI, KAMI PEREMPUAN TAK BUTUH LAKI-LAKI MENGATUR MORAL KAMI. BARANGKALI CUCI OTAK KALIAN YANG KOTOR DENGAN SAMPAH PORNOGRAFI.

Sunday, April 23, 2006

HAPPY BIRTHDAY

Met Ulang Tahun untuk aku....
ah sudah 28 tahun, tak terasa hidupku tinggal sebentar lagi.
sementara masih terlalu banyak hal yang belum aku kerjakan,
1. get my master
2. rumah buat bunda biar ga nomaden terus
3. jalan-jalan keliling dunia
4. be a good journalist
5. yang paling sulit.... tetap menjadi diri sendiri.

28 tahun yang menyenangkan karena :
1. punya keluarga yang sehat, hati, pikiran dan perbuatan, really a great family... miss you dad. mudah-mudahan aku sudah menjaga dengan baik keluarga ini selama 28 tahun ini.
2. punya sahabat-sahabat terbaik yang pernah ada, dewi, citra, eci. Thank you girls.
3. punya cinta penuh gairah, untuk semua yang pernah menapak tilas dihatiku, makasih banyak ya... kalian memberikan warna dalam hidupku.
4. punya bos paling asik yang bisa dimiliki siapapun, alif dan ade, bu cay... ah kalian memberikan begitu banyak kesempatan dan pelajaran, maacih yaa...
5. punya eric.... meski yang kupunya hanya hati dan bukan fisiknya...
6. punya ambisi dan mimpi... ah tanpa kalian, hidupku pasti ga ada artinya...

Allah yang baik, terima kasih banyak atas semua hidup, nafas, akal dan celah yang masih Kau berikan padaku sampai seumur ini.
Jika masih boleh meminta, ijinkan aku melihat lagi mentari esok hari.
Semua perjalanan baru dimulai, entah sampai kapan Kau beri aku waktu tapi sampai disaat itu, biarkan aku tetap menjadi aku. Semoga...

Saturday, April 01, 2006

Kembali

Kita pernah bicara dekat sangat dekat hingga hidungmu menabrak pipiku, nafasmu menggelikan kupingku.
Kita pernah berpelukan dekat sangat dekat hingga tubuh menjadi satu.

Masihkah terlintas aku yang menari, tertawa dan menangis dibenakmu?
Masihkah hatimu berdegup saat mengingatku?

Cinta itu tak berlalu bagiku, mungkin hilang didirimu
Taman Suropati itu tetap sama, hanya patung Diponegoro gagah bertengger diatas kudanya.
Bangku dibawah kandang burung itu tetap sama, hanya mereka yang berciuman dibawahnya bukan lagi kita.

Tentang kita terus membayangiku seperti gelombang yang datang silih berganti tanpa henti.
Tentang kita yang tak bisa menyatu dan takluk atas semua perbedaan.
Jika masih ada asa menghampiri, maukah kamu kembali?

Monday, March 27, 2006

Senin pukul 2

Ah hari baru dalam minggu ini. When everybody hate monday... i love it. Senin itu memberikan harapan baru. Apa surat dari Jerman dateng lagi buat ngasih jadwal pesawat atau jadwal kegiatan disana Mei nanti. Apa paket kartu pos dari Jimmy besok nyampe? Apa uang koperasi gue besok di-oke-in dan bisa cair buat beli laptop? huhuhu

First thing to do in monday morning adalah cek email. Sudah enam minggu terakhir, email gue penuh kata-kata cinta dari Eric dudududu... Dia bisa memberikan gue alasan tersenyum lagi.

Eric bikin gue percaya pada kekuatan hati dan imaginasi. I never met him in real life. Gue cuma liat fotonya dan kita bicara setiap hari, tiap menit dan jam. wow... dia lebih hebat dari lelaki nyata sekalipun. Tidak ada yang tahu bagaimana akhir kekuatan hati dan imajinasi kami bakal bertahan. Yang kita punya hanya kesenangan dan kebersamaan.. bersama kami senang... cie kaya slogan SBY JK hoeekkk...

ah senin pukul 2 dinihari, gue masih juga ngoceh yang ga jelas. tapi hidup ini memang jadi menyenangkan kalau tiap malam begini gue memulai dengan, Wah hari ini bakal ada apa yak? kejutan-kejutan itu bikin gue merasa hidup aja. Lebih seru sebenarnya daripada gue harus hidup terjadwal dan terjebak rutinitas.

udah ah, gue mau pacaran.. cybersex with eric.