Sunday, January 13, 2008

Miss You Girls Just Like I Miss Europe!


From the left to right, Nadia Samie from South Africa, Salma from Egypt, God I forgot your name big momma from Ghana-Sorry so Sorry, and ME...

We were talking about guys that day at the Bonn Park while eating a very nice pizza. Salma cerita kalau kedatangan dia ke Bonn bikin dia putus sama pacarnya yang sangat pencemburu, dia bahkan bilang gini, lo cuma mau tidur sama pria eropa kan... bagus, gamparin aja toh cowok tolol...

Nadia bilang, dia pergi ke Bonn untuk menguji pacarnya di Cape Town apakah masih setia ketika dia kembali. Sekaligus menguji dirinya apakah beneran cinta sama Garry-nama pacarnya, aih gue masih hapal euy.

The big momma said, dia juga putus sama pacarnya yang kata dia ga pernah bisa ngerti soal karirnya sebagai jurnalis.

Gue? hmm menjemput impian gue bilang waktu itu. Ram ada di Belanda, gue hanya perlu bicara sekali lagi untuk memastikan hatinya untuk gue atau tidak. Big Momma said, apakah gue pernah itu tuh tuh.... ini adalah kesempatan yang baik untuk mengetahuinya. Huh adakah kaitannya yah lust and love? masa harus bercinta untuk bisa tahu cintanya.

Salma ketawa terbahak bahak... Nita is a moslem, I think the very good one compare to me and Nadia. We are not allowed to have sex until we are married... yeah Nita you go girl!!!

Miss you all girls... Kita memang cuma kenal 6 minggu dan itu dua tahun lalu. Tapi pembicaraan di taman itu ga mungkin bisa gue lupa.

Ah ya diantara mereka tebak sapa paling tua? GUE GUE.... tapi mereka kudu mengakui gue lah yang paling awet mudah :)

Almost 30

Rebecca bilang "some said woman at 30, mereka matang dalam pemikiran, otak mereka makin mantab, meski secara fisik tubuhnya berubah."

Ini yang gue takutkan, secara keturunan semua perempuan dalam keluarga besar nyokap, bodynya makin melar di usia 30 an. Tapi itukan karena semua menikah muda dan langsung beranak yah.. kan gue belum hihi.. okay ini masih bisa gue tolerir.

Some other said, life begin at 30 for a woman. Secara seksual, hormon mereka sedang mencapai puncaknya, karena itu banyak diantara mereka punya TOY BOY alias brondong jagung di usia 30-40an. Laki-laki seusia kami boleh lah merasa terancam, karena diantara anda banyak yang sudah tak mampu mengimbangi tingginya hormon seksual kami para perempuan di usia 30-40.
Untuk yang diatas plok plok plok..... setuju setuju lah... jadi ga sabar jadi 30 :)

Tapi di usia 30an yang kian tinggal hitungan hari, gue makin picky, makin pemilih, dalam banyak hal apalagi urusan love and lust. Buat gue terlambat sudah jika hidup cuma dipakai bersenang-senang disaat 30. Mestinya itu dilakukan saat otak perempuan belum matang di usianya yang 20-an. Tidak ada penyesalan untuk menjadi gue sekarang, yang katanya cuma jago dalam teori... ha ha ha coba kau tanya Ram, I tought him everything he needs to know as the beginner. hihi :)

Life is like a multiple choice, A, B, C, and D or E. But the problem is semakin bertambahnya usia gue semakin berkurang pilihannya. Dudu said, a single man at 30 must be gay!... please dont mind him, Dudu can be crazy sometime. Dont let him tearing you apart :) ha ha ha

ah instead of making myself crazy about 30, all I want to have is a very nice celebration in BALI yeipeeii... take a long vacation, away from the pressure of the families demand and work work work...

Come and join me in Bali on April 24th, you are all invited... bayar masing-masing tapi nya yah.

Friday, January 11, 2008

Dibuka Lowongan, Jadi Suami

Demi mewujudkan keinginan untuk segera beranak pinak dan biar bunda senang. Demi ibadah, demi membebaskan diri dari alienasi pertemanan yang semuanya sudah berkeluarga dan demikianlah adanya. Maka itu gue mencari an excellent candidate for my husband :-)

1. Kudu tinggi minimal 175 cm
2. Pendidikan minimal S1, sukur alhamdulillah kalau bisa dapet S2.
3. Warna kulit, diutamakan yang putih
4. Profesi apa aja deh
5. Sensitive Gender, pro demokrasi tapi ga perlu jadi aktivis
6. Baik hati dan tidak sombong, rajin menabung hihi
7. Seiman
8. Lokal atau internasional ga masalah deh

dan terakhir, ngomong apa aja bisa nyambung sama gue, karena gue punya minat segudang, mari bicara soal buku fiksi terutama non fiksi, film, musik, teater, lukisan, politik, sex ck ck ck, sosial asal bukan soal keyakinan! dan diutamakan yang suka olahraga terutama sepakbola.

Nah yang punya kenalan high quality jomblo seperti diatas, hubungin gue yah. Sehebat apakah gue mencari calon seperti diatas? hmmm... well... You wont be sorry if you can have my love.

Wednesday, January 02, 2008

Nostalgia SMA


Hue ternyata band yang lagi ngetop EFEK RUMAH KACA ini, vokalisnya Cholil adalah senior gue di SMA angkatan 91, lulus 94 lah. Malam ini mereka tampil di acara Rock in Rabu Fm 89,2 Utan Kayu huehehehe... plok plok plok.... hebat euy. Sebagai salah satu penggemar Cholil waktu SMA, terang saja gue termehe mehe begitu ketemu... "kayaknya gue kenal lo deh... lo alumni 47 yah?" dia bilang, "iya... lo angkatan berapa?" gue bilang, "junior lo angkatan 93, lulusan 96 lah.

Gue langsung telepon Aa dan dia bilang, "bandnya lagi ngetop bego, lo kemane aje." bernostalgia lah kita tentang Cholil. Cowok mungil berambut lurus lemes itu dari SMA sama-sama kami kagumi, suaranya, aksi panggungnya huehuehue... yang paling gue inget waktu sekolah gue ulang tahun, doi nyanyi lagunya MEATLOAF lupa judulnya deh. Nah pas dia nyanyi diatas panggung tiba-tiba semua orang teriak... Cholil Cholil... terus seorang cewek berlari, ngasih sekuntum mawar merah plus kecupan di pipi.... hue hue hebat hebat plok plok...

Gue baru kelas satu, ga berani terlalu mengagumi, takut dibilang over acting. Dipinggir Sound system gue menikmati sekali penampilan Cholil dan kawan-kawan, tentu saja drumernya yang kerena bernama DAMAR hue hue, apa kabar dirimu, cakep pisan. Terakhir kata Aa, begitu lulus SMA Damar ganteng sekolah di luar negeri.

Gara-gara ketemu Cholil gue inget lagi deh kawan seangkatan dia yang lucu lucu. Ada Fari Suprada, kapten basket 47 yang ganteng hihi pendiam dan anak band juga, yang gue kagumi sepanjang masa deh hehehe.... belum lagi ada Arie bule, krempeng yang cakep dan suka nge-rap itu juga kemana yah... gue masih nyimpen foto lo loh! ha ha ha...

Senangnya bisa kembali ke masa silam, tapi cukup di kelas satu SMA ketika Cholil dan kawan-kawannya menjadi makhluk makhluk paling populer di sekolah :) Bangga euy bisa ketemu sama senior yang ngetop, MANTAB!!

Wednesday, December 26, 2007

Bambang

Setiap kali mendengar lagu Kla Project "Gerimis" yang kebayang di kepala gue adalah Bambang. Ketika lagu itu muncul, gue naksir sama Bambang.
"Sekejap badai datang, mengoyak kedamaian, segala musnah, lalu gerimis langitpun menangis. Kekasih andai saja kau mengerti, harusnya kita mampu lewati itu semua dan bukan alasan untuk berpisah."

Dia sahabat kecil gue yang kemudian masing-masing kita saling jatuh cinta satu sama lain.. persahabatan itu bubar. Orang tua kami bahkan berusaha untuk membuat kami bersatu kembali :P. Gue kenal Bambang sejak kelas satu SD. Dia jadi sahabat gue sejak itu. Kita selalu pulang pergi sekolah bareng-bareng. Kerjain pe-er bareng, sampai main bola bareng :)

Di SMP dan SMA, masih Bambang jadi sahabat gue. Barangkali keberhasilan gue masuk SMP dan SMA Negeri itu berkat dia. Lah gue itu ga pernah punya uang buat beli buku pelajaran. Selamanya gue bergantung sama Bambang. Tiap kali mau ujian nasional, tiap malam pula gue di rumah Bambang.

Bambang tahu semua cowok di sekolah yang gue taksir, sebaliknya gue ga pernah tau siapa cewek yang dia taksir :). Sampai suatu kali ada perempuan di sekolah yang ngaku naksir Bambang, deg.... gue cemburu! Sejak itulah gue mulai merhatiin sahabat kecil gue yang ternyata.... manis sekali.... baik hati... huhuhuhu.... gue ikutan naksir.

Dan ternyata cinta itu justru menjauhkan kami. Bentar-bentar gue cemburuan, gue sih ga pernah tau perasaan dia sama gue. Sampai di masa akhir kuliah, dia bilang "selama ini gue ngarep kita bisa lebih dari teman." Gue ga bicara apapun. Besoknya, dia pun menggandeng perempuan lain. Sampai dia menikahi perempuan itu dan seorang anak laki-laki lucu sudah dipangkuannya....

Sudahlah, ga ada yang perlu disesali toh.... hiks hiks hiks.... Gerimis Beng

Tuesday, December 25, 2007

Hidup ini

Dibangun dari sebuah pertemuan antara sperma dan sel telur. Menjadi sebuah kekuatan otot dan roh yang menjelma menjadi manusia seutuhnya.
Berkembang dalam sebuah rumah penuh cinta, kasih dan harap serta doa.
Berusaha untuk ada diantara kerumuman manusia lain yang sebenarnya sederajat meski hanya berbeda harta dan jabatan.
Meminta sedikit penghargaan atas sebuah usaha diri, bukan prestasi luar biasa hanya sebuah usaha.
Menafkahi diri sendiri, lahir dan batin.

Hidup ini dibangun dari penyatuan waktu yang sedikit demi sedikit menyadarkan diri betapa lama sudah berada disatu tempat.
Hidup ini menjadi sebuah kejenuhan tanpa ampun.
Hidup ini sebuah pencarian pada setiap pembaharuan, tantangan dan penghargaan.

Saya keluar dari hidup ini.... Permisi

Sunday, December 23, 2007

Membaca Hati

Kata orang mata itu terkoneksi langsung dengan hati. Mata jendela hati.
Tapi kenapa sulit sekali membaca hatimu dari matamu yang bersinar itu.
Mestinya kamu juga bisa membaca hatiku dari mataku yang berusaha bicara.
Ah barangkali kita berdua memang tak pandai membaca hati.

Kali ini hatiku menjerit meminta kamu membacanya sekali lagi, terakhir kali.
Sebelum kuputuskan membawa jiwa dan cinta ini jauh darimu
Sebelum kuputuskan untuk mengakhiri semua harap atasmu
Masih berhargakah waktu yang kusisipkan untuk menantimu agar bisa membaca hati.

Barangkali hati ini tak akan pernah bisa meninggalkanmu
tapi mataku tak akan sanggup melihatmu bukan denganku,
maka biar saja kubawa keduanya menjauhimu,
Mungkin di suatu hari kamu akan mengerti bahasa hati.

Wednesday, December 12, 2007

Semangat! Semangat!

Seorang teman pernah bilang "everyday is special in their own way." Tak ada hari yang buruk.
Kemarin bisa saja semua hal berjalan seperti yang gue harapkan. Hari ini semua berantakan.
Tapi yang tidak boleh hilang dari diri adalah semangat untuk menjalaninya, meski itu tidak sebaik harapan.
Semangat, semangat!

Gue pernah lewatin masa-masa sulit tapi survive, maka mestinya kali ini pun gue selamat.
Pasti ada jalan keluar untuk setiap masalah, Allah yang baik pasti kasih terang diantara gelap.
Ibarat toleransi badan terhadap obat, maka hati ini mestinya lebih kuat hadapi cobaan.
Semangat, semangat!

Masa depan ga akan berubah sendiri tanpa ada usaha. Selama udara masih mengisi relung jantung, harap tak boleh putus, usaha tak boleh berhenti.
Kang Dion pernah bilang, orang berbakat itu banyak di dunia tapi yang punya kemauan untuk maju bisa dihitung jari. Dimana ada kemauan disitu ada kemampuan. Meski aral melintang, gue pasti mampu!
Semangat, semangat!

Doakan saya kawan! mencipta hari semakin indah dari yang sudah ada.

Wednesday, December 05, 2007

Mesti gimana yah

Yang ingin gue tahu, seberapa istimewa gue dihatinya? seberapa berartinya gue di hidupnya?
Yang gue tahu, hati ini bergetar tiap kali didekatnya. Tenang disampingnya. I wanna share my life with him.

Gue tak bisa bertanya karena hanya tak ingin kehilangannya. Salah bertanya sesat dihubungan nanti :)
Barangkali terlalu tinggi berharap. Berangkali tak pantas berharap.
Kenapa cinta ini membuat gue sedih yah. Semua jalan buntu. I just cant think!
or Maybe he is just not in to me...

Kalau kemarin gue bisa bertahan melihat dia bersama yang lain. Apakah lain kali bisa? Entahlah.
Apa sebaiknya kukatakan saja, aku cinta kamu lalu pergi menghilang. Aku bilang atau tidak, suatu saat hubungan inipun kan berakhir. Dia jadi milikku atau tidak sama sekali.

Sunday, December 02, 2007

Googling

It is so amazing, how you can find stories of people you think you knew. I just found one today. He is the one in my heart right now. I found out about his past love. I laughed but kind of hurt inside.
"She is really pretty", as he claimed his ex. Arrghhhh. Dont you even know how I feel for you. The hell with her face, her looks. I am jealous. I am jealous on your past!

Then I remembered my Ram. Once he was so mad at me for showing our stories on the web. He was googling, either me or himself. He said I was being unfair to ourself, to his future lovers and to my future husband. The one that loves us in the future might jealous on our stories in the past. Oh my dear Ram, why you always be the right one. I feel it right now. How come Im jealous on somebody's old stories.

Google will show the old faces, stories and memories in a minute. I almost forgot his loving face look like then I click image and put his name on, there he is, as cute as he always be :). Then the memories rised up again. Did you do the same when you miss me? If you miss me. Google is always there to connect our memories. Just googling me, then you will find me there, smilling, the smily face that you love once :)

And for you my stupid love one, could you just googling me sometime and found out how great I am with all the image and stories about me. You might realized that I do mean to you silly.

Monday, November 26, 2007

Nikah atau Kuliah?

I am collecting the sign in my life. Which one come first; married or going to college?
Keduanya sedang keluar masuk hati dan pikiran gue saat ini. Barangkali itu juga yang bikin gue sakit kepala plus demam tiga hari terakhir ini :P

Kuliah sudah menjadi obsesi selama tiga tahun terakhir ini. Menikah justru muncul dalam beberapa hari terakhir, saat gue lihat wajahnya yang bersinar. Kenapa jauh gue cari cinta kalau ternyata makhluk manis ini ada disekitar gue :). Kamu bikin saya berpikir ulang tentang kuliah. Sayang lagi-lagi kamu tak tahu itu.

Kemarin malam pulang mencari "the sign" untuk kuliah menuju ke kos, seorang anak kecil kira-kira berumur 2 tahun teriak sambil membuka tangannya ke arah gue "MAMA". My heart melted down in sudden! Dear God, is this the sign that you gave me?

Gue cuma tersenyum sambil meringis dalam hati. Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari anak itu. Do I look like her mom? Biological clock gue tikling lagi deh. Apa iya sudah waktunya gue beranak pinak?

Hari ini gue baca-baca situs tentang single parent cuma untuk bahan siaran. Tiba-tiba temen gue cetingan,"apa lo berencana jadi single parent?" Gue bilang, "pernah kepikiran sih. Tapi hanya dengan bibit terbaik, Ramy!"

Sebelumnya the man from my past asked me to have fun tonight. I said no, not because I didnt want to. It was the opposite, I might want a seed from him. Tapi gue belum siap untuk itu. Masih terus menimbang Nikah atau Kuliah, tapi the signs for the last three days leading me to the first one..... aaarrghhhh... sayang yang gue mau tak pernah tau.

Sunday, November 25, 2007

Kugapai Bintang

Menggapai Bintang itu lagu dari AFI Junior yang biasa gue puterin buat anak-anak di dunia dongeng fm 89,2. Selalu gue ingatkan mereka supaya bercita-cita tinggi dan berusaha semampu mungkin untuk bisa menggapainya, "kalian pasti bisa!"

It is like talking to myself. Apa yang gue dapet sekarang tak pernah gue dapet dengan mudah. Semua melewati perjuangan, keringat dingin sampai pada penghinaan. Waktu SD, tiap bulan gue berdiri di kantor kepala sekolah cuma untuk mendengar ceramah kepala sekolah gue Ibu Ngadimi menghakimi papi sama mami karena sering terlambat bayar sekolah. Di kelas enam, gue sebagai sekretaris kelas sibuk sekali menyiapkan acara pembagian rapor caturwulan kedua. Tapi ketika semua orang pulang, rapor gue tetap ditahan Ibu Lis dan gue disuruhnya pulang untuk ambil uang SPP yang belum lunas ketika itu. Sakit hatinya sampai sekarang ibu guru yang terhormat. Saya ranking satu tapi tak bisa menerima rapor hanya karena tak mampu bayar SPP.

Di SMP, cerita berubah sedikit. Meski tetap bolak balik ke ruang wakil kepala sekolah Pak Ahmad karena lagi-lagi terlambat bayar SPP, gue semakin cuek. Datang ya datang tapi itu tak bikin gue minder di pergaulan. SMP semuanya indah. Kawan-kawan yang baik hati, bapak ibu guru yang sayang banget sama gue-hmm karena gue pinter :P- dan moment jatuh cinta yang terus bikin melayang setiap saat.... Hello my first love Yudhistira. Apa kabar?

Lulusan terbaik di tingkat kelas mengantarkan gue di sekolah, lumayan favorite SMAN 47. Nightmare! lagi-lagi masalah ekonomi. Kali ini bukan masalah dengan sekolah tapi dengan kawan-kawan. Nita yang penuh percaya diri, tak muncul di SMA. Semua menakutkan! gue cuma jadi pujaan kawan ketika musim ujian tiba. Prestasi terbaik di SMA apa yah, hmmm juara dua puisi tingkat sekolah ha ha ha.... pernah tampil di panggung bersama-sama teman teater. Terus..... ga ada lagi! Ngga banyak kenangan manis waktu SMA, barangkali karena gue dipusingkan masalah keluarga.

Ikut UMPTN atas desakan guru sejarah di SMA karena dia yakin banget gue mampu. Bayangkan, justru pak Jaya yang yakin sama kemampuan gue :P. Akhirnya gue dapet dipilihan pertama, Kriminologi. Papi cuma bayarin gue di empat semester pertama, selebihnya gue dibiayain yayasan Supersemar (ambil uangnya, benci orangnya!) dan bantuan dari kampus. Papi kemudian pensiun, situasi makin sulit.

Mami terpaksa jualan sayur, gue jualan makan siang di kampus supaya bisa dapat ongkos pulang ke rumah. Nahan lapar kadang-kadang karena cuma modal uang 2000 rupiah buat pulang pergi naek Deborah. Phewww hard times. Meski begitu kawan-kawan di kampus baik. Sesekali gue dapet kerjaan dari Ena buat survey, rekrut orang untuk FGD. Tugas kampus diketik di rumah Amel atau Cindy yang punya komputer. Yah nebeng sana sini lah. They all good to me, hiks, kangen sama kalian.

Gaji di MS3 itu buat modal skripsi. Gaji 40 rebu dari siaran pertama ditambah 300 dari status honerer, lumayan buat foto kopi serta jilid skripsi :). Untung sahabat-sahabat disana mendukung, Mas Dion, Mas Dono, Lola, bahkan ibu Cay memperbolehkan gue bermalam-malam menginap di kantor buat ngetik skripsi hihii. Tapi di rumah, lagi-lagi kami diusir oleh si empunya rumah karena dianggap tak mampu bayar kontrakan. Papi pensiunan, mami tak bisa meneruskan dagangan, gue.... gaji itu harus ditabung buat skripsi.

Semua hal berat yang gue pernah lewatin itu akhirnya membuat gue keras meski terus mencoba untuk tegar. Cita-cita gue cuma satu, Menjadi KAYA. Jadi orang miskin itu tidak enak, selalu dihina. Gue masih mengumpulkan pengalaman hidup, pengalaman kerja sampai mencoba untuk kembali sekolah. Ini adalah cara gue untuk menjadi Kaya yang sesungguhnya. Gue ga pengen kaya dari hasil kerja orang lain, tapi harus kaya dari keringat gue sendiri.

Kalau kemarin gue merasa dihina oleh salah satu konsuler pendidikan di Belanda, suatu saat gue akan tampil dihadapannya untuk menyerahkan fotocopian gelar master dihadapannya. Apa yang gue cita-citakan akan selalu bisa gue dapat!

Tuesday, November 20, 2007

Reborn

It is me, the new Nita. I love today and I love myself. I love my life and my life is full with love.
I am in love and love the one that I want. I love him as much as I love myself.
He brought me back to life and gave me so much love.
Too many beautiful things to be regret of in the past. Let gone be by gone.
I love today and the future.
Carry me on to heaven or let me live in my peaceful life.

I love today as I fall in love again with me and him.
Brighten my days with love.
I wont cry anymore, I wont complaint anymore.
Life and love had giving me so much.

Thank you for introduce me to love and make me reborn.
Meet the new Nita. I wont angry even if you dissapointed me. I wont cry even if you hurt me.
Me, the untouchtable. Me, the invisible.

Sunday, November 04, 2007

Sunday, October 28, 2007

This Girl

This girl wants to fly away above the sky,
leave all the memories and the stories behind,
and find a home of her own.

This girl wants to die to forget the hurts that hide inside,
if life gives nothing but pain,
why not starting to get herself insane.

This girl needs to be loved,
from the one that she wants,
the one that she will never had.

Tuesday, October 23, 2007

Cuma Kangen

Kangen itu manusiawi sekali. Bukan manusia namanya yang tidak menerima perasaan manusiawi itu.
Barangkali memang salah gue menempatkan perasaan itu pada bukan manusia. Hatinya batu!
Kata orang sekeras apapun batu akan lapuk dengan tetesan air yang konsisten, sekeras apapun hati akan melunak dengan cinta. Well, it wont work with him!

Dia bukan manusia. Hatinya keras melebihi batu, otaknya tak bisa menyimpan memori indah kecuali hitungan logika. Salah gue mencintai robot.
Sakit perut gue sesakit hati ini. Kalau perut bisa keluar sama mencret, hati gue sudah ga bisa bikin mata ini nangis.

I hate to love him. Hate can turn to love as my love is turning to be hate.

Monday, October 22, 2007

Dhani Majnun

Kalau mau Poligami izin itu harus keluar dari istri pertama, bukan dari nyokap dong. Ah mana ada perempuan yang mau dimadu, bohong aja itu.
Kemudian suami yang baik, adalah suami yang bisa menutupi kesalahan istri dan tidak mengumbarnya ke publik.

Dan ini yang paling menyakitkan, kenapa harus mencari dalil agama untuk membenarkan syahwat yang berlebihan itu! Apakah hanya dia yang paling tahu soal kebenaran agama? Janganlah bawa-bawa agama untuk kepentingan pribadi. Aa Gym pun tak bertahan sukses dengan dalil agama yang dibawanya ketika membenarkan syahwat yang berkembang.

Ah, Majnun Majnun
===================================================================

"Karena cerai itu dilarang sama agama, dibenci Tuhan, daripada cerai mendingan saya kawin lagi, berpoligami disahkan secara Islam," ujar Dhani yang mengaku sudah mendapat restu dari ibunya untuk menikah lagi

"Maia di mata saya sudah sangat hina. Kalau memang bisa dipersatukan, derajatnya sudah beda. Untuk menyamakan derajatnya itu, harus menambah satu lagi (poligami-red). Biar sama," ucapnya blak-blakkan.

"Udah nggak berhubungan badan sejak 17 November tahun lalu," ungkap Dhani. Menurutnya, tindakan itu adalah sebagai hukuman terhadap Maia. Istri yang tak tunduk pada suami.

Sunday, October 21, 2007

Fact Checking!

Ketika Syamsul Bahri calon anggota KPU ketahuan menjadi tersangka kasus Kigumas, DPR terus menerus menyalahkan Pemerintah. Alasannya kan pemerintah yang memasukan daftar nama calon anggota KPU dalam proses verifikasi. Lucu yah... yang bertugas melakukan uji kelayakan dan kepatutan termasuk memverifikasi kemampuan si Syamsul menjadi anggota KPU, kan DPR. Disana tempatnya mencari tahu kebenaran dan kelayakan... kenapa ga di "fact-checking"... begini neh kalau punya anggota DPR isinya bercanda ketika tugas. Walah atau barangkali anggota DPR ga tahu apa tugas verifikasi itu... ck ck ck....

Jelas ga perlu disahkan lah kalau memang menjadi tersangka. Tapi lempar bodynya itu loh. hmmm jadi mengingatkan gue pada sejumlah kasus yang sering terjadi disekeliling, barangkali tanpa disadari.

Kita ambil contoh, di perusahaan tempat teman gue bekerja, seorang reporternya berbuat kesalahan sehingga dikomplen sama audience. Ketika komplen muncul, si reporter dipojokin, bego dasar bego, kenapa ga akurat datanya. Padahal sistem kerja sebuah berita, sebuah tayangan tidak begitu dong. Ini bukan tanggung jawab seorang.... Dari reporter kemudian editor. Seorang reporter yang baik harus fact-checking kembali bahan yang sudah didapat. Kemudian disusun dengan baik baru diberikan kepada editor, produser atau apalah namanya. Disana itu bahan tayangan tidak serta merta naik, kan ada proses editing, bukan cuma edit tulisan, baik atau tidak bahasanya, titik koma benar atau tidak. Terlebih dari itu, fact checking... duh elah. Lupa sama barang penting ini....

Jadi kalau ada kesalahan soal data, ini bukan semata-mata kesalahan reporter. Ketika komplen datang, yang maju ya editor/produser bukan coro seperti reporternya. Kan gawang terakhir dari sebuah proses output ada disana, kenapa harus muter-muter lewat pintu belakang.

Inget film "Shattered Glass"? editornya Michael Kelly membantu si pengkhayal Glass menutupi kesalahan data dalam artikelnya di The New Republic tahun 1990an (ini cerita bener), sampai akhirnya dia dipecat karena hal itu. Editor Lane yang menggantikan Kelly akhirnya menemukan kesalahan fatal dari Glass. Setelah itu seluruh staf meminta maaf kepada para pembaca atas kesalahan dalam artikel yang pernah ditulis Glass.

Pheww... kalau saja semua tau tugasnya masing-masing tentu hal sepele macam begini ga perlu kejadian... Termasuk di gedung Parlemen terhormat itu. Akui saja , anda salah tidak melakukan verifikasi dengan benar, bahkan tidak ngerti verifikasi itu apaan... Cape deh kalau punya wakil rakyat beginian.

Thursday, October 18, 2007

Perempuan, Bola dan TV

Semalam gue nonton pertandingan sepakbola di ANTV, Khazakztan vs Portugal untuk kualifikasi piala eropa 2008. Isi tayangan diluar pertandingan itu adalah dua pembawa acara laki-laki dan perempuan serta dua orang komentator. Yang membuat gue risih adalah penempatan si pembawa acara perempuan ditayangan sepakbola itu. Dia tampil sangat feminim dengan riasan full, bergaun malam, fungsinya sepanjang tayangan cuma jadi penggembira si tiga laki-laki disana. Risih tau ga sih.

Sepanjang acara dia cuma kebagian cengar cengir, bertanya hal yang ga penting dan tidak diberi porsi apapun disana karena pembicaraan soal sepakbola itu sendiri cuma didominasi oleh tiga lelaki itu. Ini kemunduran buat gue ketika si perempuan itu cuma bisa bilang "Uh Ronaldo itu memang ganteng." Ya Ampun, ga penting banget kata-kata itu keluar diacara TV LIVE! simpen aja dalam hati atau saat off air.

Gue ngerasain benar kalau perempuan gemar sepakbola itu ga pernah direken. Analisa perempuan ga pernah diperhatikan karena cuma dianggap ga lebih dari analisa soal body dan tampang si pesepakbola. Mana ada pengamat sepakbola perempuan? padahal untuk jadi pengamat modalnya cuma mengamati, mengerti aturan dan analisa. Apa susahnya! semua bisa dipelajari, ga cuma laki-laki tapi perempuan juga bisa. Tapi mana ada kesempatan perempuan untuk maju di TV yang berfungsi menganalisa selain jadi penggembira, ditaruh diposisi pembawa acara atau pembawa kuis, taelah.... apa hebatnya.

Ketika muncul Tamara Gerandine, Wulan Guritno dan Annisa Pohan, gue masih menilai mereka cerdas dan mau belajar soal sepakbola. Tampil meyakinkan untuk setiap pertanyaan soal analisa pertandingan. Tapi semalam.... gubrak... ini kemunduran! kemunduran!

Menghadirkan perempuan diacara pertandingan sepakbola live itu apa fungsinya? itu dulu deh dijawab. Kalau cuma ingin menarik penonton perempuan, taelah ga penting banget. Perempuan nonton pertandingan bukan komentatornya apalagi pembawa acaranya. Semalam itu pembawa acara perempuan tak lebih cuma jadi penggembira.... untuk siapa? yah untuk para komentator itu kalee.

Sunday, October 07, 2007

Pembuka

Bagi seorang penulis kalimat pembuka adalah bagian tersulit dari seluruh tulisan. Pemilihan kalimat harus tepat agar orang bertahan membaca keseluruhan isi. Di buku Tariq Ali, lagi-lagi gue mencontoh pengarang idola gue, tokoh Muhammad Al-Idrisi kesulitan menyelesaikan buku yang sudah disusun selama 11 tahun hanya gara-gara kalimat pembuka. Apa kalimat yang lebih bagus daripada menyebut Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang?

Ternyata kalimat pembuka bukan cuma sulit ditemukan oleh penulis. Termasuk juga pencinta rasa. Kalau salah memilih menu pembuka, bisa-bisa hilang selera makan selanjutnya.

Beberapa hari ini gue kesulitan menemukan pembuka untuk sebuah masalah yang dihadapi. Termasuk untuk sekedar curhat di blog ini. Bisakah gue memulainya dengan kesimpulan, aku telah gagal menjadi orang yang baik. Bisakah kalimat itu keluar tanpa memunculkan pertanyaan berikutnya "kenapa"

Gue ga bisa menjawab pertanyaan sederhana itu, karena sebab tak terungkap, hanya akibat yang kini gue tanggung. Sebabnya sangat pelik, tak akan selesai dalam 15 halaman novel-yang tak pernah selesai itu. Atau mendengarkan cerita gue semalam suntuk. Akumulasi sebuah kehidupan membuat gue pada kesimpulan, aku gagal.

Kalau gue mulai dengan kalimat Aku pencundang, aku telah gagal. Bisakah gue tutup cerita itu dengan kalimat yang sama. Arrgh gue bahkan tidak tahu apa yang sedang gue bicarakan saat ini. Shit