Monday, March 10, 2008

Sekedar Kagum

Yang kukagumi darimu adalah kerendahan hatimu
Yang kukagumi darimu suaramu yang nyaring, ringan dan berisi
Yang kukagumi darimu idealisme yang tak terbayar rupiah

Ini bukan cinta yang mendayu dayu,
Ku sekedar kagum jika masih boleh ungkapkan itu
Dirimu yang tak pernah berubah sejak di sekolah dulu
Buatku pesonamu tak pernah kabur ditemarang lampu panggung

Kamu seperti yang kukenal dulu, kita jauh antara panggung dan penonton
Aku hanya bisa mengagumi dari sini, berteriak... lagi lagi lagi
Sekali lagi ku cuma bisa mengagumi jika masih boleh kuungkap itu
Bukan cinta mendayu hanya kagum yang tak pernah lari darimu.

Jarak kita selalu pangung, soundsystem dan penonton. Dan aku satu diantara mereka yang selalu mengagumi mu.

-buat seniorku saja-

Sunday, March 09, 2008

Jazzy Night

Sehari semalam gue ada di Java Jazz Festival. Temanya sih soal lingkungan, tapi seberapa dari ribuan pengunjung yang peduli sama kampanye lingkungan itu yah? Karena gue masih nemu orang-orang yang ngerokok sambil nonton pertunjukan. Orang yang masih buang sampah sembarangan. Atau mereka emang dablek aja yah?

Ada booth teman-teman lingkungan WWF, CI, dan TNC, dari ribuan yang hadir, berapa orang yang mampir? ratusan... ga cukup untuk menyelamatkan bumi, tapi berharap yang ratusan ini ga mangkir dari janjinya pada ibu bumi untuk mengurangi dosa mereka mengotori bumi. Gue berhutang satu pohon pertahun atas kelakukan gue naik bus yang tidak ramah lingkungan :)

Selebihnya tentu semua orang termasuk gue sibuk ke kiri kanan mencari pertunjukan paling cakep lah. Mulai dari RAN, hue keren juga anak-anak abg ini, lari lagi ke acara Jopie Item gara-gara cowoknya temen gue jadi pemain keyboardnya. Btw disini lah gue nemu cowok paling ganteng di JCC.... ga tau namanya tapi gue tau dia stage manager Kasuari Room... huehehehe... sumpah ganteng pisan. Mas Dono bilang, hayo nita tebarkan pesonamu... huehehe, mana orang tertarik sama gue, cewek bertubuh bulat kecil yang ketutupan tas punggung segede gaban gini. Isinya marantz, minuman 2 botol, buku Perang Salib III dan pernak pernik lainnya, yah kalau ditaksir sih 10 juta lebih lah.

Sebelum nonton The Manhattan Transfer gue sempet nengok Dian Sastro dulu di mini conference, tadinya mau wawancara, yah ga jadi deh. Gue disibukan sama temen-temen dari lsm lingkungan, mereka lebih pinter pastinya huehehehe.

Tapi yah the best show of the day justru dari pemusik yang buat gue sih asing ditelinga. Ada Omar Sosa dari Afrika hue keren pisan lah, semua benda bisa dibikin jadi alat musik, hebat hebat. Dan terakhir dua musisi dari Austria yang sumpah cuma bisa bilang bahasa Inggris, thank you, thank you... tiba-tiba dia berhenti main musik dan ambil kamera... jepret... waks dia malah foto kami para penontonnya... hue sir bilang-bilang dong kalau mau moto... biar gaya neh.

It was fun and funny show. Tapi kenapa hari ini malas banget yah gue kesana lagi? untung gratisan pake ID Card kalau bayar, gue pasti merasa terpaksa nonton.... cape euy, kaki gue pegel, punggung apalagi. 10 juta ditas punggung itu sungguh memberatkan hidup gue.

Saturday, March 08, 2008

Kelas Sosial

Percaya ga kalau sampai sekarang masyarakat kita itu masih terbagi diantara kelas sosial, bawah, menengah atas dan atas. Tadinya gue pikir peng-kelasan semacam itu hanya untuk data statistik berdasarkan pengeluaran materi. Ternyata pengaruhnya sampai pada hubungan sosial.

Kalau lo melihat sinetron Indonesia dan bilang itu sampah karena tidak mencerminkan masyarakat kita, Think AGAIN. Semua orang memang bermimpi menjadi kaya supaya bisa diterima di masyarakat, supaya tidak lagi dihina. Karena orang kaya cenderung melecehkan orang lain, orang kaya hidup penuh ketakutan bahwa orang lain terutama si miskin bakal menggerogoti kekayaan mereka. Ini bukan cuma di sinetron kok, tapi sebuah kenyataan yang berusaha di denial-disangkal oleh banyak orang yang mengatasnamakan persamaan derajat. Lo cuma belum bisa mengubah sebuah realita masyarakat, kalau jurang si miskin dan kaya makin sempit, baru lah kita bisa bilang bahwa hubungan sosial sudah bisa disetarakan.

Gile gue serius amat bicara ini yah. Ini gara-gara semalam temen gue Dewi bilang, adalah dia yang terlahir seperti aristokrat, dia tahu persis dimana tempatnya berada. Selalu ada jurang antara gue sama dia. Meski dia tak sombong, tapi orang sekitarnya? Orang melayu tak hidup sendirian, kita selalu dikukung oleh kepentingan keluarga besar, dalam banyak hal termasuk memilih jodoh. So sejak awal gue sadar betul, I am cinderella if I can have him. Luckly I am not. Yeah I feel so lucky, karena gue tak menjadi kaya dari milik orang lain, tak jadi terhormat karena pasangan gue. I am what I am, gue akan tajir dengan usaha sendiri, gue akan dihormati orang sebagaimana gue menghormati mereka, bukan karena hartanya yang jelas.

Dan sekali lagi, gue mesti tahu dimana berdiri, kapan berharap dan dengan siapa mencinta. Pusing kan lo. Begitulah gue, kata Aldo, gue misterius, ga bisa ditebak dan susah didekati meski terlihat ramah. Sederhana saja, gue cuma ga pengen dihina karena gue miskin. Pengalaman hidup gue pahit, pernah dihina karena suku bangsa gue, pernah dihina karena gue miskin. So daripada berulang mending memproteksi diri. Kata bokap, meski kita miskin pantang menghiba hormat dari orang lain. Meski kita miskin, kita harus kaya hati dan ilmu karena keduanya tak bisa terukur harta.

Friday, March 07, 2008

Bangkit Dong

Kapan terakhir nangis? Semalam... ketika mimpi sudah diujung mata kemudian terhempas, gagal teraih karena angka 15 poin. Merasa seperti pecundang besar, mimpi yang sudah gue cicil bertahun-tahun hilang begitu saja.

Semalam gue nangis persis seperti anak kecil kehilangan permennya. Gue menjerit tertahan bantal... Tuhan pasti benci banget sama gue sampai menarik kembali sesuatu yang nyaris gue genggam. Gue marah pada Nya, gue marah sama semua orang yang tak ada saat gue butuh tempat buat curhat.

Badan gue ringsek nahan marah, sedih kecewa dan semuanya. Eric cuma bisa panik ditelepon. Menjanjikan bahwa hidup pasti lebih baik, bahwa Tuhan punya rencana lain buat gue, bahwa gue tetap yang terbaik untuknya.

Mami ga bisa tidur khawatir gue bakal melakukan hal yang bodoh. Mami bilang, barangkali Tuhan menyimpan rahasia terindah yang akan Dia ungkap tahun ini. Barangkali kamu bakal nikah tahun ini....

Arrrggghhhhhh Itu hal terakhir yang pengen gue dengar apalagi pikirkan saat ini.

Pagi tadi bangun, muka gue sembab, mata bengkak, tapi hati gue kok plong yah..... I guess I am ready to move on again.... Not with my master degree, but with myself... I am still THE SHIT...
15 points wont take away my life....

Thursday, March 06, 2008

Gagal

Dear Nita,

To my great regret I'll have to inform you that we can't accept you with a test score of less than 92. Our language criteria are very strict, because our courses require a sufficient fluidity in reading, writing and discussion.

Of course, you may re-apply next year; with a better TOEFL result we'll be happy to accept you.

Best regards,

Renée van de Vall


hiks hiks hiks hiks....

masih bisa bermimpi kan yah? taun depan deh

Wednesday, March 05, 2008

I Am a Dreamer!

Einstein pernah bilang "imagination is more important than knowledge"
Gunakan imajinasimu dan bermimpilah, terbangkanlah keinginan dan cita-citamu sejauh dan setinggi-tingginya.

Seingat gue cita-cita yang dari dulu ga pernah kesampean dan akhirnya memang ga pernah ingin gue capai adalah jadi POLWAN.... maap maap papi, tak maksud hati menyakiti keinginanmu.
Selebihnya gue selalu bisa mencapai apa yang gue inginkan, cepat atau lambat... cuma perkara waktu.

Mei 2005 dalam sebuah percakapan dengan Jimmy bule lewat cetingan, gue bilang "gue pengen punya pacar bule, tinggi, keriting." Jimmy ketawa sambil bilang "tumben, gue pikir lo ga akan membuka hati buat bule." Saat itu gue cuma bilang, "bosen sama melayu cuma bisa nyakitin." (kalau kata efek rumah kaca, orang melayu cuma bisa mendayu dayu hehehehe)

Juni 2005, ketemu sama Ram huhuhuu.... jadilah dia cintaku mesti dalam waktu singkat. Padanya gue berjanji, suatu saat kita pasti bisa ketemu lagi.... Ram, gue berangkat Agustus ini.. bukan menjemputmu, hanya ingin buktikan, Nita sang pemimpi tak pernah salah mengatur mimpinya.

Dulu SD sampai SMA gue pencinta semua tulisan Hilman Lupus, sekarang, mas Dono malah sahabatan sama doi, ya gue sering diajak ketemu sama Hilman. Terus dari semua selebritas di Indonesia yang gue puja cuma Nikolas Saputra, lah sapa sangka kemarin kita bisa duduk satu meja becanda dan ngobrol banyak soal pulau komodo huhuu....

Dulu ibu Cay pernah ngatain gue anak kampung yang ga bisa diajak maju... Oh ibu sayang, anak kampung yang satu ini sudah pernah jalan-jalan ke eropa, ke Thailand, meraih sesuatu yang pasti tak bisa anda bayangkan. Tapi saya tetap Nita, sang pemimpi dari Pondok Pinang, The Bronx yang kelima sahabatnya mati karena over dosis. Mimpi yang bikin saya tetap hidup.

Saya tetap Nita yang rajin bermimpi dan punya banyak keinginan. Satu lagi mimpi yang segera nyata, My master degree.... Allah jangan biarkan mimpi ini menghilang didepan mata...

Friday, February 29, 2008

Age Does Matter

Everytime I saw his face, I know one thing, he is not living in your world!
Everytime he speaks to me, all I can hink of... you dont know the world son...
I tell you what, live your life as much as you can and come back to me when you had enough.

I love you but love, life and passion dont count together.
I love you trully deeply but living with you is one different thing.

We shared things, music, laughter and passion
We spent time on anger, love and madness
in two different world.

This Radiohead love song is the only thing we had in common....

Sunday, February 24, 2008

Untuk Semua Cinta

Meski hingga kini belum pasangan hidup yang benar benar nyata, tapi sesungguhnya gue tak benar benar sendirian di hidup ini. Gue merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia karena dikelilingi banyak orang yang memberikan energi cinta yang positif dalam hidup gue. Sesulit sulitnya hidup, selalu ada orang baik dan sayang banget sama gue, tentunya diluar daftar keluarga yah. Karena nyokap dan kedua orang adik gue adalah deretan orang paling utama dalam hidup gue. Yang lainnya adalah para sahabat, mari gue sebutkan satu persatu orang-orang yang paling membuat gue bahagia :

1. Mas Dono, yang ini pasti masuk daftar paling pertama, karena selalu jadi yang pertama tahu apapun yang terjadi sama gue, mau susah senang gue pasti ngasih tau dia. Dan selalu ada meski tak fisik untuk denger gue cerita, marah-marah atau nangis. Gue tahu kok abang gue yang satu ini sayang banget sama gue, ya kan mas :)

2. -E-, manusia super sibuk dengan sederetan jadwal kerja yang padat dan sudah berapa tahun sebenarnya kita ga pernah ketemu nyata? TAHUNAN.... tapi di bulan ini kita berkesempatan ketemu dua kali. Tapi kita selalu bisa komunikasi, berkontak ria meski cuma lewat cetingan dan telepon. E selalu ada buat gue, tengah malam usai kerja E bisa nyempetin waktu untuk nelpon. E datang kemarin di acara gue, "DEMI LO NEH", katanya.... ya iya lah gue ngerasa kok lo juga sayang banget sama gue huhuhu.....

3. Eric, orang ini cinta mati sama gue, sementara gue ga bisa cinta sebanyak itu. Gue sayang tapi tak bisa beri cinta yang sesungguhnya.... tapi kehadiran Eric bikin gue berarti.... somewhere outhere someone is in love with me.... dia lah orangnya.

4. My girlfriends, ada Dewi, Mekka, Eci, Citra dan Lola, kalau gue bikin urutan nanti ada iri :-P jadi semuanya ada diurutan yang sama. Mereka selalu ada untuk gue.

5. Irdut untuk banyak waktu yang diberikan bagi gue. Tami meski lebih sering ngeselin, tapi lo tetep temen baik banget buat gue hehehe....

Terima kasih banyak untuk cinta, sayang dan perhatian yang diberikan pada gue, thank you for always being there for me. I am someone because of you all...

Thursday, February 21, 2008

Energi Terkuras

Kemarin gue merasa ada yang salah sama fisik gue. Setelah satu harian turun naik tangga kantor, lantai dua balik lagi ke lantai dasar kemudian ke lantai empat ditambah jatah makan makin berkurang, barangkali fisik gue ga terlalu sanggup menanggung beban aktivitas gue.

Setiap kali kembali ke meja sendiri, tiba-tiba gue nge black out, nyaris pingsan, pusing tapi ga sakit. Beneran aneh karena secape capenya gue ga pernah sampai hilang perhatian, gue drop kemarin. Sayang, ga ada waktu untuk ngerasain sakit, bener-bener ga sempat untuk sakit ada list to do today yang segudang tiap harinya.

Semalam itu gue beneran merasa takut mati. Nyokap pernah bilang kalau orang mau meninggal sebenarnya 40 hari sebuah nyawa dicabut, jiwanya sudah tidak bumi. Ketika pikiran gue melayang sementara fisik gue tertahan di kursi, gue langsung kepikiran apakah 40 hari dari sekarang gue masih bisa menulis, nyanyi, teriak sampai mendengar SEAL di headphone?

Semalam Mas Dono sibuk biasanya dia orang yang paling duluan gue kasih tau kalau ada apa-apa... hiks hiks. Setiap orang punya kesibukannya sendiri seperti Tami yang menghilang dengan gebetan baru atau Mas Ade yang lagi cuti. Irvan jadi korban, gue culik ke Starbuck!! temanin gue karena gue takut tidur dan ga pernah bangun lagi....

Ditengah gerimis, duduk dijok belakang motor Irvan gue beneran ngerasain indahnya hidup, angin dan hujan yang jatuh di muka. Gue ga bisa mati hari atau besok, ada banyak hutang dalam hidup yang belum terlunasi.

Dua event besar masih harus gue urusin, aplikasi beasiswa belum dilengkapin, nyokap sama adik gue belum dibahagiain. Masih banyak lah Tuhan tugas gue di bumi, nanti kalau sudah beres dengan senang hati gue akan menemani MU disana.

Pulang jam 00.30, baru tidur jam 2 dan jam 5 sudah terbangun kembali.... ah hutang kerjaan kudu dilunasi hari ini. Tuhan baik, terima kasih masih beri kesempatan untuk merasakan indahnya hidup. Masih bisa denger SEAL....

Barangkali energi gue saja yang jumlahnya hanya seperempat dari semangat dan energi bos besar gue yang sangat besar, yang terkadang gue merasa tak kuat menandinginya...

Saturday, February 16, 2008

You Are A Hero In My Heart

Masih inget lagu Enrique Iglesias-Hero? lagu kesayangan lo ini selalu bikin gue kuat waktu sedih, selalu mengingatkan bahwa lo selalu ada disaat gue butuh.
Masih inget waktu gue sms malam malam saat lo siaran, "I got my first kiss." then you called me, ngajarin kalau ciuman itu mesti gimana.... supaya ga mentok di gigi :)
Masih inget waktu gue sibuk kerja dan bubur di meja gue ga sempat dimakan? lo nyuapin gue, sambil bilang meski kerja gue ga boleh lupa makan.
Waktu gue meminta lo jadi pacar gue, huhuu you said yes... ha ha ha cuma kita yang tau apa yang terjadi sebenarnya...
Waktu gue tersesat di terminal Pulo Gadung, lo jemput gue dan nganterin sampai di depan rumah.
Waktu pertama kalinya gue pergi ke Hard Rock dengan dandanan dekil plus sendal, lo tetap mantep ngegandeng tangan gue dan masuk ke dalam.
Waktu malam-malam lo telepon gue cuma untuk nanyain berita penting apa sih yang terjadi hari ini? atau sekedar minta ajarin sepakbola, curhat yang ga penting di jam 2 dinihari.
Waktu lo meyakinkan gue bahwa I am someone and no need to think much about the world.

Ada banyak waktu yang udah kita lewatin bareng, susah senang kita selalu bagi. Gue ga kepengen semua hilang karena gue pengen lo ada di waktu waktu gue mendatang. Waktu lo undang gue di setiap moment penting lo, gue sadar itu bukan sekedar undangan but you need my support, well my best friend, you always got my support.... for always!

And Hey, thanks for a very special Valentine's night... Everyday is a valentine's day to us as a best friend.... It won't change, promise!

To -E-

Monday, February 04, 2008

Stay Positive

I always being negative in life. Always afraid for what might come in life, on my day and night.
Sometimes I just could not help myself for being negative.
When Ram played the record The Street "Stay Positive" on my ears, I knew, its talking to me.
Always afraid I might lose things in life, when I should trying to stay positive and always look on the brightside of everything.

Dudu asked once, why am I always negative?
I just dont know the answers. It just the bad side of me... I guess.

Im trying to change myself.. be more positive!
Always look forward and never looked back again.
Keep on moving no matter what happened in the past.
Just stay positive....

Friday, February 01, 2008

On My Days Off

When days off are not really a day off.

Kudu datang pagi-pagi dalam kondisi demam dan kepala pusing menerjang hujan deras yang bikin sebagian Jakarta tergenang, untuk ke kantor.
Belum memulai satu hal, tiba-tiba bos telepon untuk mengerjakan hal lain.

Gosh... today is my day off.

Mestinya, gue belajar.
Mestinya, gue jalan-jalan.
Mestinya lagi, I spend my times with mom. She misses me... a lot.

On my day off

I am here stuck in my office for hours because of the rain,
I am here in front of my computer, doing things that I normally do on my office hour.
I am here posting my complain to you.

Arrrggghhh.... this is my day off.
And tomorrow, I wont be able to rest either... I have to go to Muara Angke.. to sell myself :)

Wednesday, January 30, 2008

Sindrom Kangen

Perut gue mules, sakitnya sampai ke ulu hati. Jantung gue deg-degan, tapi sakit di dalam.
Sakitnya naik sampai ke atas kepala, diatur otak, membuahkan air mata.
Gue cuma kangen... tapi kenapa begini sakit.

Kuping gue mengalir lagu "Black Star" Radio Head... "blame it on the black star, blame it on the falling sky, blame it on the satelite that brings me home."
I blame it on you....

I hate to miss you....

Tuesday, January 29, 2008

I Am Selfish, So What!

Sementara orang lain makan siang, gue berantem sama orang yang selama ini gue pikir "my soulmate" yang biasanya sangat pandai membaca hati gue. Dia yang gue pikir jadi orang terakhir dalam hidup yang bisa gue minta tolong.

"Kamu tuh harus realistis, orang ga makan ijazah hari gini. Berapa banyak mereka yang master dan end-up with nothing. Kerjaan ga akan nunggu kamu selama setahun. Karena aku sangat kenal kamu dan keluarga mu, kenapa sih nit untuk kali ini aja kamu denger aku. Jangan sia-siakan masa depanmu untuk ego yang belum kelihatan hasilnya. Orang sekarang berpikir soal uang uang dan uang."

"Kalau kamu ga bisa bantu, ya sudah. Ga usah pake alasan panjang lebar. Gue pikir selama ini gue cukup perhatian sama urusan orang lain terutama keluarga. Just once in my life gue berpikir untuk diri sendiri. Dan ini yang gue mau, ini obsesi gue, ini yang sudah hadir di depan mata. Kalau ga bisa bantu, jangan bikin gue patah semangat. Kita memang ga pernah punya tujuan hidup yang sama. Buatmu segalanya diukur dengan uang, sementara aku, menjadi kaya adalah nomor sekian, tolong hargai aku dan cita-citaku. Its about me and I am not you!"

Setelahnya gue nangis, muke gue jelek pisan, masih setengah hari kerja pula. Damn! Sakit hati gue karena itu keluar dari mulut orang yang selama ini gue pikir paling mengerti apa yang gue mau. Monyong!

Fany pernah suatu waktu bilang "gue kerja untuk kesenangan gue. kalau sesuatu sudah tidak menyenangkan ya tinggalkan!" sama seperti Dudu yang bilang "Work should be Fun!"
Gue setuju bahwa apa yang gue dapat sekarang sudah cukup. Tapi ada sesuatu lain yang mesti gue dapat. Gelar Master! Kembali ke sekolah. Gue ingin dan merasa perlu.

Sama seperti Mas Dono yang ngumpulin semua brosur jam tangan mewah dan mobil nomor satu sebagai bahan SECRET nya, gue mengoleksi puluhan brosur sekolah keluar negeri. Tiap tahun selama tiga tahun terakhir gue bolak balik ke pameran sekolah keluar negeri. Tiap kali lewat kedutaan Belanda, dalam hati gue selalu bilang "One day I will come to this place for a Visa".

"Ga usah mikir lo selfish... U deserve 2 get what you want.".... isi sms Mas Dono, baru aja gue terima.... huhuu

Makasih banyak buat my mom, Mas Dono, Citra dan Eci dan Eric.... I promise you all and myself... I wont give up... This is my life and I have my right to be selfish.

Sunday, January 27, 2008

Size 14

"Tell me why I should buy this novel?" gue tanya diri sendiri sambil muter muter di toko buku Aksara Citos semalam.

Ga tau mesti ngapain sambil nungguin dijemput Dono. Citos itu Mall yang paling ga ramah sama konsumen, ga boleh duduk gratis di tangga. Boro-boro si empunya mall nyediaan bangku taman di tengah mal atau di lapangan parkir deh minimal. Kaki gue pegel setengah mati, Mas Dono belum juga nongol. Ya sudah, killing my time, gue ke Aksara, sambil bawa belanjaan celana dan T-shirt.

Gue ga suka beli buku yang "katanya" seru, lagi rame dibicarain neh, eh mau dibikin film loh. Biasanya gue percaya insting sendiri atau mempercayakan isi buku pada para pengarang favorit gue, sebut aja Milan Kundera, Paulo Coelho, Dan Brown, Tariq Ali dan pujaan gue terakhir ini Khaled Khoesaini.. gue lagi jatuh cinta sama cerita dari negeri Jazirah Arab neh.

Tapi semalam ada buku Chicklit yang bikin gue nengok dua kali, tiga kali sampai berkali-kali. "Mesti gue beli ga yah?". Saking lamanya mikir, sampai satpam Aksara matanya ga lepas dari gue. Pasti ada dua hal yang bisa terjadi, dia curiga gue bakal nyolong atau dia naksir gue hehehe.

"Tapi itukan Chick-Lit! ga gue banget gitu loh." lagi-lagi gue menimbang. Tapi judulnya koknya berasa pas banget sama gue hari itu.

"SIZE 14 is not FAT either" by Meg Cabot

Ha ha ha... gue banget kan judulnya :) gue ambil tuh buku dan bayar pake KARTU KREDIT, 96 rebu rupiah dan keluar Aksara sampai mesem-mesem.
Bukunya jatuh di mobil Dono... SIZE 14, ukuran BRA? ..... duh gubrak deh mas

Friday, January 25, 2008

The One

Surya semalam kasih ide cemerlang buat acara seks and de kota ngebahas soal, gimana cara mencari "the one" buat para perempuan lajang diatas 30 tahun. Menurut kriteria barat, masa krisis bagi perempuan mencari pasangan hidup adalah 35 tahun. Tapi disini... hmmm... krisis itu ada di masa GUE.

Seorang pengarang buku, dia cowok, menjelaskan bahwa perempuan diatas usia 30 menjadi sangat pemilih tapi tidak "memilih", lebih banyak "menunggu". Alasannya lagi-lagi, harga diri perempuan alamat jatuh kedubrak kalau mulai duluan, itu kan nilai yang dibentuk sendiri oleh si perempuan. Sementara di luar sana, ada banyak laki-laki yang juga ingin dilirik. Salah satu contoh yang gampang adalah kalau pergi ke mal, jangan cuma muter di counter baju perempuan, tapi pergilah berkunjung ke bagian laki-laki. Make a move. Kuncinya, laki-laki tak pernah bisa menolak sekalipun dia tak suka.

Nah sekarang kembali ke GUE. Gue adalah orang yang kelebihan pede dalam banyak hal, seperti cerita gue dalam Ice Lemon Tea, never care about others think about me. Tapi soal cinta... sometime I just hate myself. Gue ga pernah bisa flirting, make a move or just show how I feel for someone. Dalam sejarah hidup gue Cuma sama 1 orang gue bisa berkata jujur, “gue sayang sama lo” dan semuanya baik-baik saja. Dia tetap jadi yang terdekat dalam hidup gue. Sometime I wonder, is he my soulmate? Karena tiap kali gue feeling down, suddenly he called me. Setelah dia, ga ada yang lain yang bisa membaca hati gue. Dan gue ga bisa seterbuka itu mengucapkan rasa kepada yang lain, bahkan padanya.

Tema ini kayaknya perlu diangkat dan pasien pertama narasumber kami adalah gue hehehe… kali aja gue bisa jadi lebih pede dalam urusan cinta…

Sunday, January 20, 2008

Gue Benci IBU KOSSS

Sudah berapa tinggal di Pepaya 71B? Empat Tahun! Makin hari makin menyebalkan ibu kos super rese!

Memang murahan, tapi gue kan bayar, ga numpang tapi dapat fasilitas paling buruk yang pernah ada. Air sering mati, dari tiga kamar mandi cuma 1 yang WC nya bisa nampung tai. Kalau pagi antri kamar mandi sambil ngedumel. Belum lagi perempuan-perempuan bau jengkol itu. Udah tahu kita hidup satu rumah, tiga kamar mandi, empat kamar tidur, tau diri dikit kenapa sih, ga ada penting-pentingnya lo makan jengkol atau pete dan merusak kenyamanan orang lain!

aarrrggghhhh

Agustus 2007, Hp gue ilang, diambil di pagi buta, sapa lagi pelakunya kalau bukan temen se kos atau pembantu ibu kos. Meski akhirnya dikembalikan... thank you God... tetep aja nyebelin!
Januari 2007, tiba-tiba gue temukan pintu kamar gue terbuka.... monyet, kupret... meski ga ada yang ilang, tetep dong ah, konyol namanya... gue bayar kos untuk sebuah privasi, keamanan dan kenyamanan!
Semalam gue pulang jam 8.30, ga ada air di tiga kamar mandi itu. Ga ada sama sekali, ga bisa puppy, ga bisa sikat gigi mau tidur, ga bisa wudhu.. kalau gue dosa, biar ditanggung ibu kos aja! kesel....
Pagi tadi 4.30, gue kudu mandi dan siaran pagi. Ga ada air loh! pembantu ganjen itu bilang, Ibu KOS BELUM BANGUN.... ya bangunin dong! gue bayar kos sekalian airnya... enak aja... tapi karena ibu semang belum bangun, air ga bisa mengucur, barangkali kunci kran air dibawanya tidur... ya sudah terpaksa bawa semua perlengkapan mandi, tanpa cuci muka sama sekali, gue pergi ke kantor... numpang mandi!!!!

Dosa-dosa ibu kos sudah numpuk neh... kesel kesel.... sayang gue mesti bertahan di neraka itu sampai ada kos an lain yang kosong.... aaarrrgggghhhhh..... gue benci ibu kos!

Puisi Cinta

Dia, yang tak pernah tahu bahwa aku mencintainya.
Dia, yang tak perlu tahu bagaimana aku mencintainya,
Semuanya berjalan seadanya.

Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan rasa meski berharap dia merasa.
Pun jika ia merasa, aku tak berharap ada balas rasa.
Cinta adalah memberi bukan meminta.

Ada kala lelah berharap dia membaca sedikit saja bahasa hati,
Ada saat memutuskan untuk berhenti mencinta,
Tapi bisakah kau hentikan rasa, cinta yang menjalar hingga kepala.

untuknya saja....

lucu juga kalau gue lagi serius begini :)

Thursday, January 17, 2008

Ice Lemon Tea

Manis, kecut dan dingin.

Gue suka sekali sama jenis minuman yang satu ini. Suatu kali bersama E ajak gue pergi ke Hard Rock Cafe, waktu itu untuk pertama kalinya gue pergi kesana, tetap saja yang gue pesan adalah Ice Lemon Tea. E bilang "taelah ini Cafe bukan warteg, pesen yang lain kenapa." Tetap saja untuk kesekian kalinya gue datang ketempat itu, gue tetap pilih Ice Lemon Tea.

Di malam terakhir Ram di Jakarta, kita pergi ke sebuah restaurant mewah di Menara BNI 46. Pelayan disana menawarkan beragam jenis WINE pada kami berdua, "no thank you, Ice Lemon Tea please."

Di tiap moment gue pergi ke suatu tempat bahkan di Coffee shop yang gue cari adalah Ice Lemon Tea...

Segelas ice lemon tea bisa melegakan perasaan gue. Dinginnya air es teh itu bikin perasaan gue jadi nyaman, apalagi kalau sehabis penat urusan kantor atau urusan yang lain, waduh tak terkira lah nyamannya ice lemon tea. Kecutnya, mengingatkan gue, sejauh manapun kita berusaha menghindar, rasa asam dan kecut kehidupan ga akan bisa terhindar. Setiap masalah kudu dan mesti dihadapin, apapun hasilnya nanti.

Itu filosofi Ice Lemon Tea buat gue. Selebihnya, gue memang keras kepala terhadap pilihan diri. Meski ga match sama suasana, mana gue peduli, wong itu yang gue mau. Persis sama ketika manajer marketing gue protes sama penampilan cuek gue. Gue bilang "tugas gue siaran, tugas lo dandan!" Padahal dibalik itu semua, harus gue akui penampilan, first impression itu penting dalam segala hal. Bahkan kata konsuler karir, penampilan yang oke adalah nilai plus buat isi otak yang mantab!

Lagi-lagi gue sekecut lemon, meski dimanisi gula, tak akan mengubah rasa asam dan kecut gue!

Tuesday, January 15, 2008

Sepi



Sudah masuk dua hari ini gue selalu pulang jam 7 malam. Untuk pertama kalinya selama 6 tahun, kehidupan gue dalam tiga bulan kedepan bakal "normal". Masuk jam 9 pulang 7 malam, libur diakhir pekan, jumat dan sabtu. Tapi abis itu ngapain? Badan gue terbiasa bekerja malam huhuhu, giliran disuruh istirahat, rasanya belum sanggup. Sementara kalau pagi-pagi ke kantor, lemesnya minta ampun :)

Walhasil untuk menghabiskan waktu inilah yang gue temui...

Waduh bahkan tulisan gue berada diantara mereka. Liat deh, mirip yah satu sama lain. Ya iyah lah, secara dua-duanya kakak beradik hihiii... adiknya adalah orang dimasa lalu gue.
Ga tau kenapa malam ini gue iseng banget nyari anggota keluarga dia yang lain, eh nemu abangnya deh. Cakep mana hayo hihihi?

Selain mereka, gue juga iseng nyari seseorang yang mereka hinggap di hati gue a long long time ago, mas Andy, ternyata dia sudah menikah. Hua Hua HUa... ternyata mencoba peruntungan dengan menjelajah masa lalu pun sudah tak bisa. Hiks hiks.

Eci tanya, apa gue kesepian? Ya iyalah... setelah jam 7 malam gue mesti ngapain? ga ada orang yang nunggu di rumah, bahkan ga ada tipi yang bisa ditonton. Baru niat beli tipi, eh kamar kos gue dibongkar orang Jumat lalu. Males ga sih...

Untung masih ada mas Dono... yang suka menculik gue malem-malem, nonton bioskop, bikinin blog, jalan-jalan... makasih yah... paling ga, ada di malam-malam tertentu yang gue ga lagi kesepian :)