Tuesday, April 27, 2010

demikian

maka demikian lah rasa yang muncul dan ga mungkin buat saya mengindahkannya. dia cuma datang sekelebat dan menyisakan kesan berlapis yang semakin saya kikis semakin tebal dilapisan berikutanya.

maka demikianlah rasa bersalah yang datang dan saya sadar telah datang menghadang kami berdua. saya yang salah jika cinta itu adalah sebuah kesalahan dan tak bisa saya hadang. saya yang salah jika mengharap lebih dari sebuah arti kehadiran.

dan demikianlah saya ditengah bimbang, serakah yang ada, ingin memiliki segalanya atau kehilangan keduanya. saya resah karena takut salah memilih langkah. ke kiri atau ke kanan, depan atau belakang. saya hanya bisa diam.. untuk saat ini

maka demikian lah sayang... tunjukan cinta ini ada ujungnya. tunjukan bahwa saya tak sedang menunggu hal gaib yang tak kunjung nyata.

Monday, April 26, 2010

gawat

seseorang masuk di hati dan kepala saya. mestinya ini tak terjadi karena saya adalah orang yang setia pada kekasih hati. ini gawat... tapi bagaimana menghilangkan rasa itu?

dia sempurna dimata semua orang. saya rasa pun begitu. justru kesempurnaan itu yang membuat saya tak menempatkannya dalam list antrian untuk masuk dalam kehidupan saya. terlalu sempurna bikin saya minder. saya adalah orang yang paling tak sempurna. saya coba cari celah untuk menyukai justru ketidaksempurnaannya.... ga nemu. ini gawat!

ga ada rencana untuk menghadirkannya dalam hati. semua terjadi begitu saja. saya merindukan candanya, obrolan yang berisi, nyaman tanpa menggurui. saya suka spontanitasnya dan caranya "take over" segalanya sementara saya tadinya adalah si pengatur. dan hey saya suka selera musiknya, ada sting di playlistnya..

saya hanya merasa harus lari dari rasa ini...

Saturday, April 24, 2010

sparkling 32

biasanya minggu-minggu menjelang ulang tahun saya sibuk menyiapkan segala sesuatunya. iya persis seperti anak kecil yang mau merayakan ulang tahun ke 10, 17 dan belasan lainnya. saya selalu punya rencana, punya mau, punya agenda, apa dan dengan siapa mau dihabiskan. bukan sesuatu yang besar, tapi intim... hanya dengan keluarga dan sahabat terdekat. saya mau berbagi bahagia dengan mereka dengan cara yang sangat sederhana.

tapi hari-hari menjelang 32 ini, saya diajak bercanda oleh Allah. saya dihadapi tantangan besar, supaya lebih bijak menentukan hal untuk banyak orang. sementara saya masih menjalani tuntutan pekerjaan lain.. saya fully booked pekan ini tanpa hal baru yang sedang Allah ujikan pada saya. saya cuma bisa bilang begini, Tunjukan pada saya kebenaran dan tuntun saya pada kebijakan. saya tak punya waktu untuk berpikir mau apa di hari milad ini.

untunglah sahabat saya Citra sudah berancangancang jauh hari untuk melakukan sesuatu bersama dengan sahabat lain. saya tinggal datang bawa diri dan senyum manis. saya dipijat, eh tanpa dimandikan sih, didandani dan disisiri.. ah cantiklah hari ini di usia 32 :-)

Allah itu baik sekali sama saya. masih diberi kesempatan hidup sampai usia 32 ini. dipertemukan dengan sahabatsahabat baik hati, orangorang terbaik dalam hidup saya. dilahirkan di keluarga penuh kasih sayang. dibesarkan dalam alam demokratis di utan kayu. diberi kesempatan untuk menjelajah dunia. hidup saya sempurna. boleh iri loh tapi jangan dengki yaaa... karena semua ini saya dapat dari hasil kerja keras dan Allah tahu persis kapan waktunya bercanda dengan saya lewat ujian-ujiannya.

Allah baik, pertemukan saya dengan usia 33 yaaa... sampai di hari itu, sewaktuwaktu kita bisa bercanda lagi. Terima kasih untuk perjalanan indah, penuh suka duka, cinta dan benci, keringat dan air mata... 31 saya menyenangkan, 32 saya pasti penuh cerita. sampai bertemu di 33 :-)

Monday, April 12, 2010

Mahalnya Sebuah Kematian

Islam yang saya tahu mengajarkan ketika kita meninggal, hanya akan membawa jiwa dan amal ibadah. Kita telanjang berselimut kafan dan ditanam di dalam tanah. Jiwa menunggu di alam baka sampai saat penghitungan amal itu tiba. Tapi mengantarkan jiwa ke alam baka itu tak semudah dan semurah yang diajarkan agama. Karena tradisi, kebiasaan dan kebutuhan ekonomi bikin semuanya sulit dan mahal.

Suatu hari kawan saya Eric yang tinggal sendirian di kota Wigan cerita bagaimana dia telah menyiapkan pemakaman untuk dirinya sendiri. Dia harus membayar semacam premi asuransi yang akan keluar saat dia meninggal nanti, untuk membiayai pemakamannya, mulai pemandian, pemberkatan sampai penguburan.

Awalnya saya pikir itu gila karena saya hanya tahu tentang asuransi jiwa yang akan jatuh ke ahli waris ketika saya meninggal nanti. Tapi waktu saya menunggui jenazah Pak De di kamar jenazah, disana terpampang besarbesar harga pengurusan kematian. Begini disana tertulis, semoga saya masih ingat angkanya :

Memandikan dan mengkafani Rp 350.000,-
Memandikan, mengkafani dan menyolatkan Rp 750.000,-
Nisan grafis nama Rp sekian juta
Nisan papan Rp sekian ratus ribu
Peti biasa Rp 1.250.000,-
Peti kayu grafis kaligrafi Rp 3.000.000,-
Biaya mengantar jenazah hubungi panitia

Sewaktu papi saya meninggal, tibatiba saya disodori sejumlah proposal angka pengurusan pemakaman. Untuk memandikan, mengkafani dan menyolatkan 800 ribu rupiah. Sementara untuk memesan tanah pemakaman di pemakaman tanah kusir saya harus sedia 3 juta rupiah, malam itu. Untungnya papi punya jatah di pemakaman kepolisian.

Setelah dimakaman, tradisi menganjurkan kita untuk mengadakan pengajian sepanjang 3 hari, 7 hari dan 40 hari. Saban malam sediakan berekat alias bebawaan bagi pengaji, isinya bisa sembako ditambah uang sekitar 25 ribu setiap orang dan untuk sang guru pastinya dua sampai tiga kali lipat. Memang ga ada yang pasang tarif, tapi itu sudah kesepakatan umum, bahwa ga mungkin gratisan.

Jadi silakan dihitung, jika di rumah sakit tempat Pak De saya terbaring tanpa jiwa, setiap harinya menampung 50 orang meninggal dan menggunakan jasa pemakaman mereka, berapa keuntungan yang diraup? Bila punya tanah kosong lalu berlindung atas nama wakaf tapi masih memasang tariff pemeliharaan mulai dari ratusan ribu sampai jutaan, berapa yang didapat pertahun? Punya kelompok ngaji yang tugasnya berkeliling memberikan pengajian disana sini untuk sebuah kematian, berapa orderan yang masuk saban minggu.

Bukan orang Indonesia kalau tidak bilang “untungnya” nah untungnya tradisi memberikan dana belasungkawa itu masih kuat di Indonesia. Saya dan keluarga terang terbantu untuk membiayai tradisi.

Di Cina 8 juta orang meninggal setiap tahunnya, bagaimana di Indonesia, di Jakarta saja deh… hmm…. Bisnis kematian yang menggiurkan.

Thursday, April 08, 2010

beruntung dan atau pintar

di dunia ini hanya ada dua tipe manusia yang bisa mencapai "sukses" versi dirinya sendiri, pertama adalah orang dengan peruntungan baik dan atau pintar. begitulah kata seorang teman.

pernah lihat atau bertemu atau berkaca pada diri sendiri ga, ada orang yang ga pintar, cenderung biasa banget tapi hidupnya selalu beruntung. gampangnya liat dari pernah atau tidak, sering atau tidak dia dapat door prize. atau tibatiba dia dapat jabatan baru sementara orang lain meragukan kemampuannya. atau versi teman saya, tibatiba aja ada yang memberikannya sebuah motor harley davidson. itu gila, tapi itulah yang terjadi. seperti kang kabayan yang cupu abis tapi hidupnya bahagia lewat peruntungan yang baik.

sementara orang lain, macam saya ini. seumur hidup baru sekali dapat door prize, itupun hangus garagara saya ga di lokasi kikikik... saya harus jungkirbalik, pontangpanting untuk bisa punya sesuatu, untuk sampai disatu titik. saya akhirnya percaya no pain no gain. meski kadang iri sama orang yang selalu bisa dapat sesuatu tanpa harus merasakan sakit terlebih dahulu. wadoh kesannya saya orang pintar yah... no no no... saya biasa banget juga. IQ saya ratarata, saya bukan einstein. tapi karena itu tadi, saya harus kerjakeras, belajar sangat untuk bisa lulus ujian.

saya selalu ingat katakata kang dion. "nit, bakat itu cuma seujung jari perannya dalam hidup ini. kemauan dan usaha itu yang penting." ternyata masih satu hal lagi yang dia lupa sebutkan..."luck"... shit padahal saya ga pernah percaya sama peruntungan. lagilagi karena saya merasa dewi keberuntungan itu cemburu sama saya yang selalu bisa dapat yang sama mau tanpa bantuan dia hehehe.

temen saya yang lain bilang, pinter dulu aja, usaha dulu aja, nanti dewi fortuna akan datang dengan sendirinya. lo akan jadi orang pintar yang beruntung. aaaahhh semoga saja...

Tuesday, April 06, 2010

what is life?

jawabannya ada ketika kamu berada dihadapan orang yang akan selesai dengan hidupnya. kamu baru akan tahu berharganya hidup ini ketika ada disamping orang yang untuk bernapas saja mesti pakai bantuan, bahkan untuk pipis. lima belas selang infus diseluruh tubuh. ketika tidak bisa lagi makan enak, berbadan tambun dan berambut klimis. semuanya berubah ketika terkapar diatas kasur rumah sakit. sakitnya akan menular diseluruh tubuh sehatmu, kaki ini lemas, perut ini terkocok mual memandanginya yang sudah pasrah... Allah yang baik, sudahi saja segala penderitaan duniawi ini.

ini kali kedua saya ada disamping mahkluk hidup yang sudah waktunya untuk meninggalkan dunia. pertama papi saya tersayang, kedua adalah pak de saya. papi yang karena stroke nya tak bisa bertahan dan mengalah pada serangan ketiga. pak de saya pasrah setelah perutnya diobrakabrik kedua kali untuk mengangkat tumor di saluran empedunya yang kadung menjalar kemanamana.

saya tak pernah bisa meneteskan air mata dihadapan papi dan pak de, karena air mata akan membuat keduanya makin melemah pun membuat mereka khawatir pada saya yang akan ditinggalkan. saya terkesan dingin. saya sembunyikan muka sedih ini dengan sibuk merapikan kiri dan kanan tempat tidur, me-lap liur yang jatuh dari bibirnya. sibuk bicara menemani pak de dan papi ketika itu.

tapi ketika melihat mata pak de yang kosong dan memandang ke arah lain, saya tahu jiwanya tak lagi ada disana. pun ketika papi memandang kosong pada saya dan mami. Allah memanggil mereka.

hidup ini singkat dan berharga. saya tahu itu setelah melihat keduanya pasrah. hidup ini ga banyak artinya ketika Allah memutuskan surat kontrak kita di dunia. tak peduli seberapa besar kita berusaha mempertahankannya tetap di dunia. tak penting berapa banyak harta yang kita punya, berapa besar cinta untuk keluarga ketika waktunya berpulang, maka pasrahkan saja. kontrak saya tinggal berapa lama lagi ya Allah?

Thursday, April 01, 2010

kembali ke hakekat leluhur...

mami bilang papi itu berdarah cina jawa, karena itulah sepupu dari garis papi nyaris semua berkulit putih dan bermata sipit. papi saya sama, putih dan tak bisa melotot sekalipun dia marah besar :-) tapi rambutnya keriting.

saya mirip papi, mata dan tulang pipi. tapi tak berhidung bangir, punya rambut lurus dan berkulit hitam. ah kalau kulit mungkin mengikuti mami yang legam hehehe. kalau kata temanteman saya jadi lebih mirip cina benteng, salah satu sebutan untuk komunitas thionghoa di tangerang.

entah kenapa saya tak pernah punya masalah rasis dengan garis keturunan saya yang dari thionghoa. saya senangsenang saja meski tak banyak cari tahu siapa sih sebenarnya leluhur saya, darimana datangnya dan kapan itu terjadi. cukup tahu saja bahwa di darah saya sekarang mengalir keturunan thionghoa, jawa dan sunda. saya indonesia :-)

papi almarhum adalah polisi, pak de saya pensiunan polisi, kakek almarhum juga bekas tentara, om saya memilih cabut dari akademi polisi dan menjadi petualang dari satu kilang minyak ke kilang minyak lain di banyak negara. papi dan pak de jelas berharap saya mengikuti jejak mereka, jadi polisi. tapi akhirnya saya jadi jurnalis dan sekarang berdagang alias bertugas sebagai marketing.

sebenarnya aktivitas jualan bukan hal baru. sejak sd saya sudah jualan, mainan anak sampai penyewaan komik dan dagang kue buatan mami, yoi keliling kampung dong. smp dan sma membantu mami menitipkan kue di kantin sekolah. di kampus saya tetap jualan, kali itu adalah lauk makan siang. saya pikir jadi jurnalis sudah mentok. eh ga tahunya saya masih sempat jualan oriflame meski waktu itu diketawain abis sama teman. lah ga pernah pake make-up dong jualan beginian.

lalu nasib berkata lain lagi. dari jurnalis saya ditugaskan berdagang, berpromosi untuk radio ini. masih belum baik, tapi saya kaget sama diri sendiri. bisa juga ternyata presentasi dan meyakinkan klien untuk bergabung bersama kami. NAh sekarang saya dagang aksesoris hehehe... iseng aja. awalnya cuma niat bantu teman, tapi malah dikejarkejar pelanggan :-)

ah darah thionghoa yang pedagang itu ternyata menurun ke saya. semoga sih membawa hasil... para leluhur.. doakan aku YA! :-)

Monday, March 29, 2010

how would like to be remembered?

pertanyaan itu dilontarkan oleh desi anwar kepada george soros di acara face 2 face metro tv. desi melanjutkan, "to be the greatest speculators or philanthropist or what?"
saya tidak ingat jawaban george soros apa saat itu, tapi buat saya pertanyaan itu begitu sederhana tapi sangat dalam artinya. sulit buat siapapun menjawab hal itu. iya ya, mau diingat sebagai siapa atau apa gue nanti setelah tiada?

ah george soros bicara sesuatu tentang ini,"buat saya jauh lebih berarti kalau saya diingat orang ketika masih hidup bukan setelah meninggal nanti."

jawaban itu tak terlalu menggubris hati saya teman. kalau saya yang ditanya begitu oleh desi anwar, saya akan jeda barang 2 menit sebelum menjawabnya.

dari kecil mami sudah sering bilang, kepenginan mu buanyak, tapi ga ada yang fokus satunya. woalah saya fokus sampai lulus kuliah dari kriminologi UI. tapi apa saya fokus dengan ilmu saya? tentu tidak kikik... saya tak bisa stagnan pada satu hal. saya pilih jadi penyiar. sudah dua tahun, pindah jalur lagi. enakan jadi jurnalis radio ajah, pergi ke luar studio kejar berita. walhasil 8 tahun sudah jadi jurnalis meski intensitas peliputan sudah jauuuhh berkurang.

lalu saya masih ingin kembali ke dunia teater yang saya ikuti sejak sd meski putus nyambung. lalu latihan bela diri lagi, setelah silat yang ga kelar, saya mau coba aikido padahal dulu rencananya belajar kung fu. saya juga masih ingin kejar S2, belajar bahasa inggris lagi jungkir balik. nah kemarin berhasil menekan keinginan saya untuk beli gitar, cuma perkara lagi belajar kunci C. saya impulsive sekali, meledakledak ga jelas, ga fokus kalau kata mami.

lalu kalau nanti saya mati, mau dikenang sebagai apa? seorang impulsive, mind reader priktiw (ini mah ilmu yang kadang muncul lebih banyak ga kikikik), penyair, penyiar atau jurnalis, atau station manager, atau great marketer which is not YET atau sekedar pencari ilmu... aha... saya emang haus ilmu selalu. kalau bisa menguasai 10 keahlian, kenapa harus fokus pada 1 :-P

mungkin saya pengen dikenang sebagai nita si impulsive? kikik... atau yaaa.. kenang saya sebagai sahabat yang baik (semoga demikian)saja. karena jadi sahabat itu bisa banyak artinya, sahabat buat temanteman baik saya, sahabat untuk adikadik saya, sahabat buat mami, sahabat untuk bumi seperti yang digaungkan green radio. saya cuma nita, yang bisa saya lakukan semasa hidup ya cuma berbuat semaksimal yang saya mampu, mungkin belum terbaik karena itu harus terus dicoba untuk jadi baik. termasuk untuk tetep coba ini itu ini itu... termasuk belajar main gitar :-)

Friday, March 19, 2010

ringannya hidup ini

hidup saya berubah dalam sepekan terakhir. saya tidak lagi penuh keluhan terhadap beban kerjaan yang berat sementara kantong tak pernah cukup terisi, selalu besar pasak daripada tiangnya. tak lagi nyusruk di bantal lalu menyesali diri yang selalu kehilangan cinta. tak lagi melulu manyun ketika tak mendapatkan apa yang saya inginkan.

sepekan ini saya hadapi semuanya dengan senyum dan penuh harap, bahwa hidup di depan akan lebih baik, bahwa besok ketika bangun pagi selalu ada cinta menanti. bahwa kekasih hati terbaik adalah diri sendiri. ketika yang lain pergi, diri ini tetap disini minta dihidupi minta dijalani. bukan soal narsis tapi percaya deh, begitu rasa cinta pada diri sendiri muncul, yang diinginkan cuma yang terbaik untuk sendiri.

setelah itu saya lebih pasrah pada yang maha ghoib Allah, tuhan dan para dewa, saya sangat percaya kekuatan itu ada. yang saya yakini adalah berbuat semaksimal mungkin untuk yang terbaik dan hasilnya nanti ya sudahlah, dipercayakan pada Allah saja.

semua ini terjadi setelah saya tahu apa yang saya mau dalam beberapa waktu kedepan, lalu saya pecut diri sendiri untuk berbuat terbaik mewujudkan hal itu. kalau sudah bisa fokus pada satu hal, ternyata hidup ini ringan banget. yang lain hanya complementary saja. loh bukan maksud menyingkirkan keluarga dan what so called my lover itu, tapi it is about time to live up my own dream. dan itu nikmat banget....

Tuesday, March 16, 2010

garagara peta

ga terlalu lama ternyata buat saya berduka dan terpuruk dari rasa sedih, patah hati. ketika tibatiba mami sibuk bongkarbongkar lemari a.k.a gudang tempat menyimpan tas-tas lama. saya nemu setumpukan kartu pos yang saya beli, kumpul, sebagian mungut gratisan dari jerman dan belanda. termasuk selembar peta amsterdam..

jreng jreng.. de javu.. kenangan tertarik ke belakang.

it was a sign.. bahwa saya telah menemukan kembali cinta yang sudah susah payah dicoba untuk ditinggalkan. pernah denger kalimat "you only love once in your life" oh well i had.. it was him and will always be.. shit.

it was a sign.. bahwa ada yang belum tuntas saya capai dalam hidup ini. sekolah lagi, melanglangbuana lagi, petualang lagi. mencari cita dan cinta.

lalu begitu mudah kaki saya kemudian melangkah lagi. membongkar pasang rencana hidup dan menghapus air mata. selesai sayang. saatnya saya melangkah, dan kamu tak punya tempat lagi disini. kali ini saya harus mewujudkannya sendiri.

selembar peta yang akan menuntun kaki saya untuk melangkah. sampai di suatu waktu :-)

Thursday, March 11, 2010

melihat yang jarang dilihat

pagi tadi saya bertemu dengan salah seorang temen. kita sudah berbulan berbincang tapi baru tadi saya perhatikan ada yang menarik darinya. dibalik senyum manisnya ada sederet gigi yang sempurna. gigi seri yang sama besar dan yang paling cantik adalah gigi taring kiri dan kanannya dengan ukuran sempurna dan tajam.

seminggu kemarin saya yakin telah melihat lengan terindah dalam hidup. ada yang beda dari lengannya selama saya kenal, ah ternyata sebuah jam tangan melingkar berwarna hitam. saya tak tahu merk atau model jam tangan itu. tapi dia melingkar diatas lengan yang indah, kuat dan dengan kulitnya yang bercahaya. itu yang terus membuat saya melirik pada lengannya berulang kali.

saya pemerhati sesuatu yang jarang dilihat orang. bentuk kuping, gigi, kuku, jari sampai mata kaki. ah jadi ingat teman saya yang ganteng tapi punya mata kaki yang ajaib. ga kok itu tak mengurangi sedikit pun indahmu teman.

mata, bentuk bibir, tulang pipi, alis adalah hal yang biasa jadi perhatian dari wajah seseorang. apalagi kostum atau pakaian dan apa yang menyangkut diantaranya. saya tidak menilai orang dari hal yang terlihat nyata, tapi pada sesuatu yang tersembunyi. kesan dari hal kecil ini yang biasanya menyangkut lama di kepala saya.

z punya gigi yang selalu tersembunyi dibalik bibirnya. mahal sekali tawa yang menyertakan giginya, itu yang selalu bikin penasaran. ram punya hidung bengkok berbintik coklat yang lucu serta gigi besar yang sempurna. aaaahhh..... indahnya hal kecil itu.

Wednesday, March 10, 2010

5 days later...

its a lie if i said im over you ... here are what i did in the last 5 days :
1. make 50 paper bird - origami- to distract my mind of you
2. suddenly really fancy on someone' smile. i see his smile so very nice and his tender attention. trying hard not to look at it as a "crush" thing. not ready to fall.
3. my heart beating whenever i see your green light on g-talk.
4. sometimes i just lost on my own mind. i died for a second.
5. hardly enjoy meals.
6. just want to travel around.
7. cant concentrate on my work for sure.

damn you...

Tuesday, March 09, 2010

pada malam

Apa yang kau takutkan dari malam?
Pada gelapnya yang menyesatkan langkah, menyesapkan rasa dan mendirikan bulu tengkukmu?

Aku lebih takut padamu di malam hari.
Ketika kamu menyusup dibalik selimut lalu tanpa permisi membekapku dengan bibirmu dan tanganmu merajai tubuhku. Pahamu yang besar menahan kaki mungilku. Perutku tertekan perutmu, dadaku lalu sesak.

Aku takut padamu di malam hari.
Tak berani meronta, diam tanpa membantah, takut kehilanganmu disaat itu juga. Cuma saat itu aku memilikimu. Meski bukan hati tapi tubuhmu, baumu yang kutahu pasti kan kurindu pada siang.

Malam tanpamu.
Aku menyusup dibalik selimut. Menutup mata, mencari bayangmu, baumu pada selimut, seprei dan bantal. Mencoba tertidur tanpa dengkurmu dan pelukmu. Aku merindu…

Pada malam yang membuatku merindu. Dalam takut aku membutuhkanmu, menemaniku menyesap rasa, bersamamu menyesatkan rindu dan denganmu membangkitkan nafsu.

logika dan rasa

"kalau waktu adalah alasan lo marah dan bubar, bayangkan berapa kali bini gue bakalan teriak talak sama gue." begitu kata temen saya. lalu temen saya yang lain bilang,"itulah lelaki nita, mereka ga akan bisa diganggu oleh hal apapun saat sibuk. coba nanti kalau dia sudah agak santai sedikit, pasti kembali."

hah? saya bukan call girl, bukan springbed yang ditiduri setelah lelah seharian. saya bukan perempuan yang akan bilang, "call me when you r not busy." ketika saya terpikir untuk membuatkannya sebuah rumah untuk selalu kembali, adalah sebuah rumah yang menjadi tanggungjawab bersama. tapi saya tidak sedang bicara pernikahan..

teman lelaki saya yang lain bilang, "mam you r freaking him out."

lelaki memandang cinta dengan logika, perempuan melihat cinta dari rasa. what a bullshit.. karena cinta adalah inta, ketika dia ada, harusnya bisa mengalahkan logika dan rasa sekalipun. masalah yang utama cuma satu, kekasih saya tersayang itu cuma takut pada cinta.

saya masih cinta padanya hari ini, entah besok atau lusa. saya tak pernah bisa janji pada siapapun atau diri sendiri akan mencinta sepanjang masa. that's a bullshit too karena cinta bisa tertahan di tengah jalan.

dia bilang, tak ada waktu untuk memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang dia buat pada seseorang.alasannya lagilagi.. terlalu sibuk. aaaaaa sayangku... bukan cuma dirimu yang sibuk.. tapi sudahlah ga ada guna berharap.. logikamu dan rasaku ga bisa lagi disatukan.. cuma bikin berantem. cape. toh kita berdua masih disibukan kerjaan :-)

Monday, March 08, 2010

am I strong or stupid?

buat perempuan yang bulan depan genap 32 tahun, saya masih bisa dipecundangi cinta. love once again had made me fall a part. tapi seperti kopi yang pahitnya tetap menyisa sekalipun dituang bersendok gula, saya menikmati getirnya. sebut saja saya drama queen, melebihkan sedih atau bahkan sadomasokis, pencari sakit.

saya berubah untuk cinta, saya berbuat banyak untuk cinta dan cinta mengajarkan saya untuk sabar dan iklas. that was exactly what i did for him. changed the thing that i hate most... waiting :-). anyway i did it because of love. i love him but not trully in love with him. your brain tells when something is not right, but your feeling is covered with love and keep trying to denial it. until i finally find the end of my road to love him.

friday on the phone around 7 pm.. we were fighting, arguing then come to the end.. we just didnt see LOVE on the same perspective. on the other word, he didnt love me as much as i love him.

friday around 9.30 pm... we were on the same table for a dinner invitation. put my big smile and act professionally. what ever happened between us, there were friends who wanted to enjoy the dine.

friday around 11 pm... we were on the rock cafe. i got drunk for the first time and he was there sat in front of me without even look or talk to me.. i could only see his back...

saturday... he flew back to bkk while i finally cried all alone. cried all day, wondering did I do the right thing? all i ever want that day was sleeping, so i dont cry or think about him.

sunday... i relieved, smile again, back on the track again. thanks to my beautiful Zi who keeping me busy. but something strange happened. three times i fall to sleep, and had the same dream about him... i got scared of sleeping.

its me today... woke up without him on my dream.. thank you god. hope i finally back on my track again.

saya tidak kapok jatuh cinta, tenang saja. saya menikmati cinta manis dan pahitnya. he was coloring my life and leave me with the sweet and bitter memories. but that's love right :-) and i dont hate him..

Wednesday, March 03, 2010

pacarku sang pejuang

saya mengagumi sejak lama para istri mantan tapol yang setia menanti sang kekasih di penjara 14 tahun. atau cerita pak bos saya yang pernah ada dalam pelarian ketika bertentangan dengan pemerintah orde baru. atau menonton film, bagaimana rasanya jadi pacar che guevara, ramos horta, mereka yang terus bergerak untuk bisa bertahan hidup. berjuang dalam pelarian. to them, moving is living. saya hanya terkagumkagum...

sampai akhirnya saya menerima cintanya. dia yang karena profesinya, dianggap menentang pemerintah. dikejar, diintai dan diancam bakal masuk bui. dia yang ada dalam sembunyi, mencintai saya dalam sunyi.. jangan dipublished.. bahaya. bukan hanya untuk dia tapi juga saya.

saya yang terbiasa dimanja tibatiba limbung, seperti ada dan tiada saja pacar saya ini. menghilang tanpa kabar berminggu, miskin tanpa bisa makan siang karena tak ada kerja. berganti identitas kontak, hilang... lalu kembali.

saya menyerah di bulan kedua. tak sanggup menjadi kekasih che guevara, seperti kawan saya yang menanti kekasihnya yang buron dan terus berlari. saya tak bisa.. dan dia hanya bilang, im so sorry, tapi percaya saja pada cinta. kalau masih ada disana, pasti kita punya jalan untuk bersama.

kemarin adalah bulan ketiga buat kami. saya belajar kompromi dengan situasinya dan diri sendiri. belajar mencinta tanpa pamrih. belajar membangun "rumah" untuknya suatu saat kembali. belajar dan belajar, semoga masih kuat bertahan.

Tuesday, February 23, 2010

pacar atau prt

suatu hari temen saya curhat soal patah hati, "dimana kurangnya coba nit, gue udah melakukan apapun untuk dia. sampai nyuciin baju dalamnya segala. hiks hiks.."
saya menyahut, " ya lo tolol. lo pacar atau pembantunya sih?"

kisah itu saya dengar hampir 9 tahun lalu. saya tidak tahu apakah temen ini masih setolol itu menghadapi pacar-pacarnya. apa masih jadi pekerja rumah tangga bagi kekasih hatinya.

saya pikir setelah 9 tahun itu saya tak perlu lagi mendengar cerita pengorbanan konyol yang dilakukan seseorang untuk kekasihnya. sampai setahun lalu saya melihat sahabat lelaki saya menenteng tas kekasihnya, menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan perempuannya... rrrgghhh... serasa tak punya harga diri.

lalu saya ketemu lagi dengan perempuan yang bersedia sekali lagi menyiapkan tetek bengek yang seharusnya bisa dilakukan sendiri oleh siapapun. rrrgghhh sampai suatu kali jodoh tak jadi lalu menyesali.

apa cinta membuat orang jadi pengemis? mengiba melakukan apapun asal tak ditinggal? agar hubungan langgeng... ah harusnya tak begitu.

Thursday, February 18, 2010

mental tembok vs tempe

saya "kesel, pada mental tempe. ditegur kok bukannya intropeksi diri malah defensive duluan"
teman "mental lo apa dong?"
saya "tembok. tahan banting kecuali dijebol kayak bakoel cikini. cuma belakangan kayak ada lumut yang pelanpelan bikin tembok gue runtuh."
teman "kalau tembok, ga mundur dong."

SIGH

once again, kamu benar teman. sepanjang hidup yang saya ingat, saya ga gampang mundur dari sebuah masalah. ga gampang menyerah pada satu hal. muka dan hati tembok.
saya juga bukan orang yang gampang puas atas sesuatu yang saya kerjakan, pasti bisa lebih. tapi ada kalanya saya dibenturkan pada kata "cukup" its enough...

sayangnya saya hanya bisa mengatakan enough pada diri sendiri, lalu bagaimana menyakinkan kata cukup itu pada orang lain, pada lawan bicara saya? sialnya lagi kata cukup cuma menunjukan kalau sebenernya saya masih mau lebih. ga ada budaya bisa menerima kata cukup dan mundur disini.

bertahanlah sampai mati atau tak lagi dibutuhkan...

Wednesday, February 17, 2010

kehilangan ruang pribadi

jelas ga ada yang pernah mengajari saya bagaimana caranya jadi "bos", jadi atasan. sahabat saya, mas ade cuma berpesan kalau sudah menerima jabatan itu siapsiap tidak populer, dijauhin mereka yang tadinya temenmu, dimusuhin mereka yang ga sepakat denganmu. bukan nita namanya kalau mundur dari sebuah tantangan, dan jabatan ini saya anggap sebagai tantangan.

tidak ada juga yang mengajari saya bagaimana harus bersikap ketika sudah menerima tantangan itu. sahabat saya dewi bilang, someone just unborn to be a leader while the other does. ada orang yang sudah terlahir menjadi pemimpin tanpa dia harus menjilat atasannya untuk dapat itu. ada orang yang susah payah mendapat jabatan tapi he or she just doesnt meant to me sekalipun keras usaha mencari wibawa. saya tidak tahu ada dibagian mana tapi jelas bukan jenis penjilat :-).

saya bukan orang yang pengen dielu-elukan sebagai pemimpin yang baik dan selalu dikerebungi banyak orang, karena hasil kerja saya tidak dihitung dari banyaknya kawan di meja makan siang tapi dari target penjualan di akhir tahun. jadi kalau ada yang tidak suka saya secara personal, mangga mang sok wae, ga ngaruh, sebodo.

tapi belakangan saya mendapatkan pelajaran baru setelah duduk di kursi ini hampir setahun. bahwa saya tak beda dengan artis atau figur publik, saya kehilangan ruang pribadi. saya tak bisa sepenuhnya menjadi "nita" yang ekspresive, meledakledak dan jujur pada emosi sendiri.

saya tak bisa lagi terlihat stres ketika target lagilagi tak tercapai. saya ga boleh kalut ketika di akhir minggu daftar klien ga bertambah. saya tak bisa terlihat panik ketika ada masalah mengancam. saya harus tenang. setenang air dimata anakanak saya. staf saya harus tetap semangat dan tersenyum. jelas mereka tak boleh ikutan panik terhadap masalah kantor yang saya hadapi. disinilah saya kehilangan "nita"

saya bahkan tak bisa menangis ketika semangat tibatiba patah dan yang sangat ingin saya lakukan adalah kabur sejauhjauhnya. bahkan ketika saya merasa tak cukup pantas duduk di kursi ini lebih lama. tapi saya punya anakanak yang lucu, semangat muda, mereka yang mencari pengalaman dan masih mau belajar. saya harus bertahan demi mereka. ah lagilagi teman saya bilang... what a bullshit you are. mungkin tapi selalu terharu melihat mereka pulang dengan peluh sehabis menjaja hari ini... suatu saat sayang, kerja keras itu akan selalu berbuah manis. dan saya bukan orang yang percaya pada sebuah kebetulan atau peruntungan. mungkin saya hanya kurang keras berusaha...

saya harus selalu tersenyum dan menggerakan semangat itu meski kehilangan "nita".

Tuesday, February 16, 2010

culik gue dong

heran belakangan rame terus berita anak yang diculik oleh teman FB nya. ada yang aneh dalam peristiwa ini, pertama pengertian diculik kan artinya diambil secara paksa. kalau dia benda artinya dicuri, karena dia manusia maka jadi penculikan. tapi kalau dia kenalan lalu pergi dengan kenalannya di fb menjadi hal biasa bukan. dia pergi dengan orang yang dia kenal.

kedua, korban umumnya adalah anakanak. oh yang kedua ini gue setuju kalau kemudian kasus ini dikategorikan sebagai kejahatan. karena anak dibawah usia 17 tahun tidak bisa dibilang dewasa dalam keputusannya. lebih banyak unsur diboongin, dibujuk dan dirayu.

tapi jelas bukan fb yang kemudian disalahkan. bukan dengan pembatasan kebebasan orang berbicara, kenalan dan berhubungan yang bisa mengurangi kejahatan itu. buat gue pendampingan tetap yang utama, pendampingan orang tua kepada anaknya.

ah sudahlah, blog ini ga dibuat buat hal serius. dibuat untuk melihat segala hal dari kacamata gue.

kemarin malam temen bilang, "sampai sekarang gue ga pernah ngerti kenapa orang betah berhubungan lewat YM atau FB, seperti hidup dalam kebohongan?" padahal gue, sahabatnya dia selama ini berhubungan dengan orang di YM. dan hidup kita seharihari emang ga lebih dari kebohongan.

percayakah lo kalau gue bilang gue menemukan kejujuran dari hubungan maya, dari YM? bukan FB karena terlalu vulgar mengungkap siapa dan kenapa orang di FB. tapi di YM. karena disana gue malah bisa berkata jujur pada orang asing tanpa takut dihakimi, karena setiap saran yang diberikan adalah jujur tanpa didomplengi kepentingan tertentu seperti layaknya sahabat atau kolega yang gue kenal nyata fisiknya. lagilagi bukan karena gue ga percaya pada para sahabat gue. jujur deh sometimes you just want to tell your problems to strangers.

dengan alasan itulah juga saya ga pernah mau punya kontak YM dengan orang indonesia, kecuali saya kenal sekali orang itu. karena lebih mudah bicara pada orang asing yang sulit datang atau memaksa bertemu. nah jadinya sulit buat diculik hahaha..

tapi kan gue orang dewasa yang tahu persis bicara apa, pada siapa dengan konsekuensi apa. anakanak itu tidak. begitu senangnya bertemu dengan kenalan baru yang dilihatnya "keren, ganteng" lalu percaya pada rayuan basi lalu percaya diri bertemu dan berserah. ah kalau saja gue bisa seperti itu sekarang, jadi mau tahu gimana rasanya diculik... culik gue dong.