Tuesday, December 13, 2011

Dosa Itu Bernama Indomie Rebus


Iya sudah tahu indomie itu menggores usus. Iya sudah tahu kabar indomie itu mengandung formalin. Iya sudah tahu tidak ada kandungan gizi yang dihasilkan dari semangkok mie rebus. 

Tapi bayangkan ini : 

“Hujan deras, dingin menggigit dan semangkok indomie rebus dengan potongan cabe rawit, telur, potongan sawi hijau, kornet dan keju. Ditambahkan minyak wijen dengan harumnya yang meliurkan.” 

DOSA itu bernama Indomie Rebus. 

Dosa pada lemak tubuh yang kian menumpuk, pada janji untuk diet dan jaga kesehatan. Dosa karena mendahulukan napsu ketimbang kebutuhan-baca lapar. 

Dan sore ini saya melakukan dosa dengan semangkok mie rebus…. Maka segerakan pula secangkir teh hijau pahit dengan jampi-jampi semoga lemak itu segera luntur. 

Amin… 



Selamat Tinggal 2011



Terima kasih telah memberikan cinta sepanjang 2011. Bertemu dan dibawa terbang serasa gadis BONN bersama Oddysseus si panglima perang. Lalu menemukan cinta dengan sederhana dan menenangkan bersama kang kabayan. Si akang seperti depressan untuk perempuan seaktif dan sebawel saya.  Semoga kali ini jadi terakhir dan selamanya ya kang *tos* 

Tahun ini belajar menghargai hidup dari sakit dan kepergian sahabat Rezky Hasibuan. Darinya saya belajar mencintai hidup dan keluarga termasuk jadi belajar tentang asuransi jiwa. Iya tentu saja kematian adalah penyudahan dari hidup tapi mereka yang ditinggal tak boleh sengsara karena kepergian saya suatu saat nanti.

Di tahun ini untuk pertama kalinya trauma karena bom. Maret lalu, bom buku meledak di kantor. Saya dan hilman persis sedang melongok jendela ketika bom meledak. Saya pernah bertemu pasukan anti huru hara dengan tank tempur dan senjata lengkap tapi mendengar bom meledak meski kecil ya baru sekali itu. Ga sadar air mata ngucur meski bilang “things will be just fine, don’t get panic.” Sesudahnya saban kali dengar bunyi petasan, jantung rasanya mau comot. Bunyinya berbekas di bawah alam sadar. 

Saya menulis *YES*. Satu cerpen “Kedai Buku Waktu” terbit dalam bentuk E-book Love Story. Sungguh ga ngerti bagaimana menjualnya *tepak jidat*. Novel pertama kelar meski belum terbit, “TUN” yang diselesaikan dalam waktu dua setengah bulan. Terburu-buru iya sih karena kejarkejaran dengan deadline kerjaan. Yang terpenting adalah eskul (kegiatan di luar kantor) tidak boleh mengganggu tugas atau kerja utama. CAMKAN! Don’t shit where you eat. Jadi hobby, passion bisa memperkaya kerja bukan meniadakan. Sampai satu saat mesti memilih…. Saya belum sampai di sana :(
 
Dianggap sepihak sebagai perempuan pemberi inspirasi oleh majalah bisnis dan csr. Muka saya nemplok di beberapa halamannya. Haiya, sungguh belum sehebat itu. Tapi untuk promosi green radio lumayan lah ya J

Sementara untuk pekerjaan, saya tidak bisa bilang ini tahun terbaik tapi yang tertinggal di sini adalah yang terbaik. terima kasih buat yang pergi dan berlalu memberikan banyak pelajaran dan kenangan. Yang tinggal tetaplah bersama berjuang dan semangat. One day guys just wait and see.

Thursday, December 08, 2011

Make Over Me

beginilah penampakan gue dengan make up. semuanya jelas bukan gue sendiri yang bikin. ini adalah rekayasa salon dan teman

jelang konferensi pers green banking seminar juli 2011


pesta lajangnya etta *halah*

ultah KBR68H yang ke 10... hasil salon, sumpah


paling standar begini hasil temen.

not really fancy on make up. i just love being me with out it...

maine familie

gue banyak cerita tentang mami dan papi yang hebat luar biasa sebagai orang tua. gue juga pernah cerita tentang lina dan prima adikadik tercinta dan tentu saja kehadian zoe matahari sophie atau zi yang membuat keluarga kami semarak.

ini lah mereka yang tercinta.

on my sister wedding

mami, gue dan makam papi


my sister lina.. she is beautiful :-)

zoe matahari sophie atau zi. technically she is lina's daughter but she is more like me ( I claimed to) 

bersama keluarga semuanya sempurna dan mami adalah segalanya buat saya.


Jerman, Belanda, Bangkok

sungguh, ini kerja loh. tapi yaaa kalau sedikit bersenang senang ga papa lah yah.
Koln Jerman 2006

Bonn, Jerman 2006


Berlin, Jerman 2006



Dortmund, Jerman 2006

Amsterdam, Belanda 2006

Bangkok, Thailand 2007

Setelah Thailand 2007, gue ga pernah lagi  ke luar negeri untuk liputan atau kerja. antara sedih dan senang karena berikutnya gue selalu keluar uang sendiri untuk liburan. tapi yang paling menyesakkan adalah gue kangen liputan *hiks* i know I am still a good journalist.... pls let me go on the field again dooong...



My Best Friends

there are my best friends, my sisters and brothers...

citra dyah prastuti. ketemu di kbr68h 2002 and becoming one of my true friends sampe sekarang. foto itu diambil di kereta dari koln menuju bonn jerman 2006.

Dewi Layla Sari. she is always there when i need someone to talk to. kenal di ms3 sejak 2001 dan menjadi sahabat dan saudara gue sejak itu.

yang nikah ini namanya mekka dan perempuan paling pinggir itu adalah lola lamanda. keduanya selalu bikin kami ketawa. mereka di atas jelas bakal jadi wedding organizer kalau gue nikah nanti... wait there's one more girl in our gank... florence armein.


yang di pojok itu adalah florence armein, wellknown as brenda clay, penyiar kiss fm jakarta. sinis tapi bijak halah, apa siihh... i love you girls

another best friends i have is eci lestari dan dessy..


idenya citra atau dessy yah waktu itu, mereka bawa gue untuk make over di rumah lux, ga keliatan bedanya yah wkwkwk... dessy ada lah yang di samping kanan gue dan etta di sebelah kiri gue. di belakang berjilbab itulah sri lestasi aka eci, my very best friend juga.

male friends if you cant call them boy friends.  gue tomboy, punya banyak temen lelaki dan kekasih hatiku tak boleh cemburu pada mereka wkwk...

here they are :


yang paling pinggir menatap langit adalah hilman handoni dan lelaki tambun di sebelah gue adalah irvan imamsyah. keduanya gampangan untuk diganggu terutama soal makanan xixixi

satu lagi adalah abang gue ketemu gede. sedeketnya kami sejak 2001 ternyata gue nyaris ga punya foto sama dia berdua, selalu rame rame dan dia nyelip di antaranya.


mas dono, ini abang gue yang siap ngehajar sapa pun yang berani bikin gue nangis wkwkwk... sekarang sih tembem.

masih ada sutami, mas qaris, mas ade, mas alif, mas wandi yang selalu kebagian dicurhatin gue kalau sedih.

i love you all friends. semoga bisa terus berbagi sedih dan tawa.





pantai, pantai dan pantai

kemana pergi, pantai yang dituju. kalau kebetulan mesti ke gunung itu pasti bukan kehendak hati *halah*

ga tau itu kenapa fotonya ga bener posisinya hadeuh. bali 2008 bersama sahabat gue, mekka photographer nya dewi. ulang tahun ke 30, dan mekka baru 11 hari menikah. kami culik dia dan keputusan yang sangat tepat. dengan mekka selalu semarak :-)

di phuket 2010 dan dengan photographer yang sama, dewi. muah muah...

anyer 2005, usai nikahan eci, kami kabur ke anyer. photographer, citra

masih ada banyak lagi pantai yang sempat dikunjungi, pangandaran 2004, yogyakarta 2005 dan 2011. sayang fotonya nda ada.


no make up, that's me


suatu kali membaca artikel tentang cathy sharon, "kapan merasa cantik mba?" dia menjawab, saban kali usai bersihin muka dari make up.... jiaaahh... kalau gitu gue selalu merasa cantik dong wkwkwk.. soalnya nyaris jarang banget gue pake make-up, kecuali dalam acara tertentu semisal kondangan. di tas gue cuma ada bedak dan lipbalm, biar ga keliatan berminyak banget lah neh muka.

 ini waktu di jerman  2006. 
ini di Bali 2008, persis berumur 30 tahun. 

TIM, Green Food Festival 2011. ternyata dari 2006 ke 2011 ga banyak berubah, kecuali lemak yang bertambah terutama di pipi dan perut. haduh haduh haduh



seputar saya

sudah sejak 2004 saya punya blog ini dan bercerita tentang banyak orang yang datang dan pergi dalam kehidupan saya. sedikit banyak mereka memberikan warna dan kenangan yang kali ini saya mau bagi dalam postingan foto-foto saya dan mereka.

meninggalkan kawan saya rezky hasibuan 42 hari lalu membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan dan orangorang sekitar saya. saya itu orang yang paling beruntung di dunia. saya punya sahabat yang selalu ada kapan pun saya butuh a shoulder to cry on bahkan untuk membagi tawa. meski ga seperti dulu bisa bertatap muka, toh terima kasih pada para pencipta social media dan email, saya masih bisa mengontak mereka.

saya beruntung karena punya keluarga yang penuh cinta tak terhingga. bertengkar dan selisih paham dalam keluarga itu biasa, tapi papi dan mami selalu mengajarkan kami untuk saling memaafkan dan mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing. mirip kisah pacaran. tapi saya memang tak pernah jauh dari keluarga, meski fisik tak lagi bersama mereka dalam satu atap.

saya punya cinta, putus nyambung dan sekedar menaruh hati selalu menyenangkan di akhir cerita. kalau tak jadi kekasih, kenapa tak jadi sahabat? para mantan selalu memberikan ceritanya sendiri dan membuat saya seperti saya sekarang. kang kabayan, kekasih saya sekarang semoga bisa menerima saya apa adanya selalu. semoga untuk selamanya.

saya punya pekerjaan yang luar biasa menyenangkan lengkap dengan tim yang luar biasa. dari reporter lapangan, bersiaran di kandang, jualan ke klien sampai mengurusi sebuah acara. pengalaman awal saya ya cuma ngurusin reunian sd, lalu kawinan teman, tapi siapa sangka saya dipercaya ngurusin ribuan orang dalam satu acara. tim saya hebat. ketegangan di lapangan bisa tuntas jadi canda tawa usai acara.

masih di kantor yang sama, saya berkesempatan menjelajah eropa dan asia. pengalaman ada di piala dunia 2006 di jerman adalah luar biasa dan tak akan pernah terlupa. ada di antara bom dan tank di pattani thailand membuat hidup semakin terasa berarti.

saya mencintai pantai, cuma pantai yang bisa membawa beban hidup saya pergi jauh. di pantai saya bisa menikmati saya yang sebenarnya. karena itu lah kemana pun saya pergi, selalu pantai yang dicari. meski pun gunung oh gunung, kesunyian dan desir angin menampar daun selalu bisa membuat saya merinding. alam punya caranya menenangkan isi kepala ini.

saya akan publish beberapa foto yang membuat saya jadi orang paling beruntung.

Monday, December 05, 2011

Wangsit Dimana Kamu?


Biasanya aku menemukanmu di deretan foto-foto lawas yang bersembunyi dalam harddisk 350GB.
Biasanya kamu ada di segelas es coklat, secangkir double espresso dan sepiring kentang goreng.
Di antara lagu Radiohead, Blur, Lenny Kravitz, Sting dan Phoenix

Kamu ada di jalan raya yang kupandangi lewat kaca kafe
Di antara obrolan sepasang kekasih yang terkadang diselingi tawa dan tak jarang amarah,
Di antara asap rokok perempuan dan lelaki setengah baya yang menyimpan cerita cinta terlarang dan tangis anak, istri dan marah suami menanti di rumah.

Kadang kamu ada diselipan halaman novel yang dibatasi kartu nama,
Lebih sering lagi kamu ada di dalam cakram memoriku tinggal klik, Voila!
Wangsit, jangan pergi. Tanpamu aku tak bisa bermimpi dan bercita.
Aku merindukan saat hanya ada kamu, aku dan laptop ini.
Bahkan detik waktu tak akan mengganggu dan sinar mentari pagi tak bisa membuyarkan mimpi.

kupinjam senyummu


Hai,
Boleh kupinjam senyummu yang lebar menyeringai sedari tadi,
Deretan gigi terjaga kawat rapi berwarnawarni,
Di senyummu hidup terasa ringan tanpa beban seperti kapas terhempas angin,
Aku iri

Hai,
Bolehkan kupinjam murungmu yang menekuk wajah,
Aura sedihmu yang jujur terpancar dari raut muka tanpa basa basi,
Tak terpaksa menyeringai dengan hati penuh luka,
Aku iri

Aku irikan kalian yang menikmati hidup dengan aneka rasa tanpa terpaksa,
Tak harus senyum agar terlihat tegar,
Tak harus sedih untuk menarik simpati,
Bisakah kita jujur menimbang rasa.
Bisakah aku menjadi aku sebentar saja...

Tuesday, November 15, 2011

ctrl+alt+del

kalau otak ini adalah komputer, gampang. memori yang kamu mau lupa tinggal di delete, dihapus. kalau hang tinggal di restart, ctrl+alt+del. kapan bisa hang?? kalau sudah terlalu penuh isi memori dan terlalu banyak windows internet yang dibuka. bahkan komputer butuh istirahat untuk tidak terlalu lama bekerja.

kalau otak ini adalah komputer, saban kali merasa bosan dengan lembaran file lama, maka tinggal buka yang baru. menghitung angka, gunakan excel. presentasikan urusan hati dengan powerpoint dan menjadikanmu sebagai wallpaper.

tapi otak ini bukan komputer. yang terlupa ga bisa ditarik dari recycle bin. tapi kadang dia tersimpan dalam dalam di alam bawah sadar yang kadang muncul tanpa sama sekali diundang. salah siapa? salah kalau kemudian menjadikannya sebagai tanda dan dipercaya nyatanya. yang sudah dibuang, buang saja. biarkan dia di recycle bin otak komputermu.

otak ini juga ga bisa direstart semua komputer, ctrl+alt+del, voila hidupmu bisa dimulai yang baru. meski dibayar milyaran dollar pun otak ini ga akan pernah kuganti dengan chip komputer. karena kenangan yang ada adalah indah. karena pengalaman yang ada menjadikan aku hari ini. sakit yang pernah dirasa membuatku kuat. kamu, dia dan kalian memberikan warna dalam hidupku. yang aku tolak dilakukan adalah menarik file recycle bin otakku dan mencoba memperbaiki isinya. biar saja dia jadi kenangan.... sementara lembaran baru tetap akan ada...

*Edisi ceracau*