Pernahkah kamu menengok kebelakang dan sadar bahwa pernah ada yang terbaik singgah di hidupmu? Bagiku, itu adalah kamu. Cuma kamu.
Tahukah kamu mencinta berarti menerima semua hal yang buruk darinya?
Bagiku, itu cuma kejadian sama kamu.
Pernahkah kamu merasa mencintanya adalah sebuah kesalahan tapi tak pernah kuasa kamu menahannya? Bagiku, itu kamu, my favorite mistake. Tak pernah ada sesal mencintaimu.
Mencintaimu adalah hidup, senyum, bernyanyi, tertawa, ceria.
Bring me so much joy, the meaning of life itself.
Tanpa harap karena menyakitkan. Tak pernah bisa bilang "Aku cinta Kamu"
Karena selamanya Kamu tak akan pernah jadi milikku.
Thursday, June 30, 2005
Thursday, June 23, 2005
Aku Ingin
Kembalikan papi dalam kehidupan nyata,
agar aku tak separuh nyawa jalani hidup, terlindungi dari semua hal buruk dan kejam
agar aku tak bimbang melangkah,
agar bisa menangis dipundaknya, rebahkan segala lelah.
Putar waktu dan menuruti keinginannya bila itu bisa membuatnya bahagia dan bangga,
berhenti menentangnya jika itu bisa membuatnya bertahan hidup,
Berhenti mengkhayalkan sesuatu yang tak mungkin terjadi...
Miss you so pap... waktu tak akan pernah abadi, tapi kita kekal selamanya..
agar aku tak separuh nyawa jalani hidup, terlindungi dari semua hal buruk dan kejam
agar aku tak bimbang melangkah,
agar bisa menangis dipundaknya, rebahkan segala lelah.
Putar waktu dan menuruti keinginannya bila itu bisa membuatnya bahagia dan bangga,
berhenti menentangnya jika itu bisa membuatnya bertahan hidup,
Berhenti mengkhayalkan sesuatu yang tak mungkin terjadi...
Miss you so pap... waktu tak akan pernah abadi, tapi kita kekal selamanya..
Jakarta Ultah Euy
Sepanjang hari ini cuaca mendung. Aku senang karena tak perlu berpanas panasan saat harus mengelilingi pelabuhan Tanjung priok.
tapi kenapa mentari tak mau bersinar, ataukah sinarnya tertutup asap kotor dari knalpot, cerobong pabrik atau asap rokok jutaan penduduknya.
Jakarta Mendung di Hari Ulang Tahun...
Aku naik ojek sepeda hari ini, untuk kedua kalinya seumur hidup.
Kalau semua ojek diganti pake sepeda, barangkali udara tak sekotor ini, sinar mentari bakal menyengat sehat, nafas tak sesak.
Jakarta punya udara bersih yang tak cuma 7 hari dalam setahun.
Tapi, kalau ojeknya diganti sepeda, bagaimana bisa pergi liputan dengan cepat ya hmmm.. ternyata aku sama egoisnya dengan jutaan penduduk jakarta yang terbiasa hidup dengan ritme cepat dan membuat orang jadi kejam pada orang lain dan lingkungan.
Jakarta di ulang tahunnya yang mendung. Jangan bersedih, karena hari ini Jakarta masih punya orang baik, tukang ojek sepeda itu, tukang ojek motor itu dan pak satpam pengadilan. Barangkali hanya orang kecil yang berhati besar dan ikhlas menolong sesama, Kamu? Aku???
tapi kenapa mentari tak mau bersinar, ataukah sinarnya tertutup asap kotor dari knalpot, cerobong pabrik atau asap rokok jutaan penduduknya.
Jakarta Mendung di Hari Ulang Tahun...
Aku naik ojek sepeda hari ini, untuk kedua kalinya seumur hidup.
Kalau semua ojek diganti pake sepeda, barangkali udara tak sekotor ini, sinar mentari bakal menyengat sehat, nafas tak sesak.
Jakarta punya udara bersih yang tak cuma 7 hari dalam setahun.
Tapi, kalau ojeknya diganti sepeda, bagaimana bisa pergi liputan dengan cepat ya hmmm.. ternyata aku sama egoisnya dengan jutaan penduduk jakarta yang terbiasa hidup dengan ritme cepat dan membuat orang jadi kejam pada orang lain dan lingkungan.
Jakarta di ulang tahunnya yang mendung. Jangan bersedih, karena hari ini Jakarta masih punya orang baik, tukang ojek sepeda itu, tukang ojek motor itu dan pak satpam pengadilan. Barangkali hanya orang kecil yang berhati besar dan ikhlas menolong sesama, Kamu? Aku???
Wednesday, June 22, 2005
Untaian Kata Tanpa Rupa
Judul ini diambil dari novel berjudul sama... lupa nama pengarangnya :P
Bukan tanpa rupa aku mengenalmu,
Fotomu bertebar di folder my pics komputerku,
Lucu, hadirmu dalam bentuk mati terjebak dalam foto yang memberi arti,
sebuah tawaran kebaikan hati yang lebih.
Barangkali lebih baik kita tak pernah jumpa dalam arti nyata,
Barangkali akan lebih mudah semuanya berjalan dalam untaian kata,
hanya dalam kata..
Kamu ada dan selalu ada menjawab semua resah hati,
menjadi pembaca setia setiap curahan marah, sedih dan cinta,
Kamu hanya akan menyambutnya dalam senyum yang terwakili dengan :), sedih :(, atau ciuman dan pelukan dalam xxxx oooo
Kamu akan menjawab tanpa berusaha menghakimi, karena kamu tak kenal aku..
Kamu memujiku dalam setiap kesempatan, karena kamu tak kenal aku...
Kamu jalinan kata tanpa rupa nyata..
Jangan kenal aku jika hanya membuatmu lari dariku..
to james "jimmy" harlon junior, sahabat mayaku...
Bukan tanpa rupa aku mengenalmu,
Fotomu bertebar di folder my pics komputerku,
Lucu, hadirmu dalam bentuk mati terjebak dalam foto yang memberi arti,
sebuah tawaran kebaikan hati yang lebih.
Barangkali lebih baik kita tak pernah jumpa dalam arti nyata,
Barangkali akan lebih mudah semuanya berjalan dalam untaian kata,
hanya dalam kata..
Kamu ada dan selalu ada menjawab semua resah hati,
menjadi pembaca setia setiap curahan marah, sedih dan cinta,
Kamu hanya akan menyambutnya dalam senyum yang terwakili dengan :), sedih :(, atau ciuman dan pelukan dalam xxxx oooo
Kamu akan menjawab tanpa berusaha menghakimi, karena kamu tak kenal aku..
Kamu memujiku dalam setiap kesempatan, karena kamu tak kenal aku...
Kamu jalinan kata tanpa rupa nyata..
Jangan kenal aku jika hanya membuatmu lari dariku..
to james "jimmy" harlon junior, sahabat mayaku...
Friday, June 17, 2005
Bunda
Perempuan pertama yang mengajarkanku pada kesetaraan, perjuangan hak yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Perempuan paling sabar yang pernah kutahu sekaligus terbodoh yang bertahan pada laki-laki yang telah mengkhianatinya demi anak-anak..katanya..
demi aku yang belum pernah bisa membalas semua pengorbananmu.
Sahabat yang pertama kuberitahu tentang cintaku,
Sahabat yang ada saat airmataku mengalir,
Sahabat yang paling tahu mana eyeshadow paling cocok untukku,
Sahabat tercantik, terbaik, tercintaku.
My mom my soulmate, sebelah jiwaku setelah yang lain pergi.
Perempuan paling sabar yang pernah kutahu sekaligus terbodoh yang bertahan pada laki-laki yang telah mengkhianatinya demi anak-anak..katanya..
demi aku yang belum pernah bisa membalas semua pengorbananmu.
Sahabat yang pertama kuberitahu tentang cintaku,
Sahabat yang ada saat airmataku mengalir,
Sahabat yang paling tahu mana eyeshadow paling cocok untukku,
Sahabat tercantik, terbaik, tercintaku.
My mom my soulmate, sebelah jiwaku setelah yang lain pergi.
Tuesday, June 14, 2005
Dance With My Father
The only song that could make me cry...
Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around 'til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I'd play a song that would never, ever end
How I'd love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He'd make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me
If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him
I'd play a song that would never, ever end
'Cause I'd love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I'd listen outside her door
And I'd hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I'm praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don't do it usually
But dear Lord she's dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream
Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around 'til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I'd play a song that would never, ever end
How I'd love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He'd make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me
If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him
I'd play a song that would never, ever end
'Cause I'd love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I'd listen outside her door
And I'd hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I'm praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don't do it usually
But dear Lord she's dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream
Sunday, June 12, 2005
MTV
Today on MTV Indonesia yang numpang lewat Global :
MTV Makeover: sebenarnya acara yang menarik, baru kali ini gue liat cewek yang di make over jadi beneran berubah cantik.. hidungnya jadi terlihat mancung, pipinya yang tembem jadi ga keliatan... salut ama yang ngedandanin deh
wait sampai VJ Cathy nanya ke temennya yang dimake over begini :" biasanya dia dandan seperti apa?."
temen tuh cewek : biasa aja sih... temen gue itu sebenarnya agak2 lemot.
Cathy said : kalau lemot, itu berarti dia agak-agak feminin gitu?
Teeeiiilaaahhhh.... mba'e LEMOT koq=FEMINIM?
bagaimana ini, kita bisa mengandalkan public figure untuk memberikan pencerahan, pendidikan pada generasi ABG... everybody made mistake, tapi kalau itu kesalahan mendasar? ga pernah ada kata terlambat untuk selalu belajar lohhhh....
kemudian, MTV 100 base Africa... correct me if I m wrong.
Nelson Mandela said something about stigma untuk orang yang hidup dengan AIDS alias ODHA.
Dalam terjemahan MTV, Stigma=Noda.... NO NO NO.... stigma bukan noda.. stigma adalah istilah untuk LABEL atau CAP BURUK..always BAD LABEL..Noda itu artinya bercak, sementara stigma adalah label buruk yang mengakibatkan orang lain memperlakukan orang berstigma itu dengan sangat buruk dan diskriminatif.. atau perlu gue kasih penjelasan lagi tentang diskriminatif???
Guys on MTV.. kalian adalah bagian dari globalisasi, semua menonton, walaupun tadinya cuma denger musik, jangan dipikir kami tak memperhatikan kata-kata lisan maupun tulisan yang kalian buat... ada jutaan anak ABG yang butuh panduan diluar sana. Jangan sesatkan mereka yaaa...
Lain kali lebih baik...
MTV Makeover: sebenarnya acara yang menarik, baru kali ini gue liat cewek yang di make over jadi beneran berubah cantik.. hidungnya jadi terlihat mancung, pipinya yang tembem jadi ga keliatan... salut ama yang ngedandanin deh
wait sampai VJ Cathy nanya ke temennya yang dimake over begini :" biasanya dia dandan seperti apa?."
temen tuh cewek : biasa aja sih... temen gue itu sebenarnya agak2 lemot.
Cathy said : kalau lemot, itu berarti dia agak-agak feminin gitu?
Teeeiiilaaahhhh.... mba'e LEMOT koq=FEMINIM?
bagaimana ini, kita bisa mengandalkan public figure untuk memberikan pencerahan, pendidikan pada generasi ABG... everybody made mistake, tapi kalau itu kesalahan mendasar? ga pernah ada kata terlambat untuk selalu belajar lohhhh....
kemudian, MTV 100 base Africa... correct me if I m wrong.
Nelson Mandela said something about stigma untuk orang yang hidup dengan AIDS alias ODHA.
Dalam terjemahan MTV, Stigma=Noda.... NO NO NO.... stigma bukan noda.. stigma adalah istilah untuk LABEL atau CAP BURUK..always BAD LABEL..Noda itu artinya bercak, sementara stigma adalah label buruk yang mengakibatkan orang lain memperlakukan orang berstigma itu dengan sangat buruk dan diskriminatif.. atau perlu gue kasih penjelasan lagi tentang diskriminatif???
Guys on MTV.. kalian adalah bagian dari globalisasi, semua menonton, walaupun tadinya cuma denger musik, jangan dipikir kami tak memperhatikan kata-kata lisan maupun tulisan yang kalian buat... ada jutaan anak ABG yang butuh panduan diluar sana. Jangan sesatkan mereka yaaa...
Lain kali lebih baik...
Saturday, June 11, 2005
Bagaimana Jika Bosan Kerja?
Pertanyaan itu sebenarnya yang menghantuiku beberapa minggu terakhir.
Pertama : kapan kamu bisa memastikan inilah karir yang akan kujalani seumur hidup? jawabnya dua, karena kamu merasa matang dengan karir mu itu atau karena kamu hanya merasa tak mampu lagi pindah ke lain ladang pencaharian.
Kedua : Jika kamu matang dengan profesi ini, mampukah bertahan di satu tempat sama selama, let's say 15 tahun?
jawabnya dua, karena kamu merasa ini adalah tempat terbaik untuk menjalankan profesi pilihanmu, atau karena kamu merasa tak mampu pindah ke kantor lain, kembali pasrah meski terasa berat, merasa terkukung, kebutuhan memaksamu bertahan.
Ketiga : jika ditengah jalan menemukan titik jenuh, apa yang mestinya dilakukan?
Jawabnya, lakukan penyegaran, mengembangkan diri sendiri jika kantor tak bisa mengembangkanmu. atau jika titik jenuh itu sudah kumulatif dan tak tertahankan, pindah saja... tapi itu semua akan kembali ke jawaban atas pertanyaan kedua.
Huhuhu... hidup jadi orang dewasa dengan semua kebutuhan hidup ternyata berat... hilanglah semua kesenangan diri... dan aku... orang yang selalu penuh pertanyaan dan tahu jawabnya tapi selalu merasa sukar melaksanakannya.
After all, my best friend Jimmy Bule akan bilang "some days are better than others, but they're all good in their ownspecial way. nothing worthwhile is ever easy. you have to keep trying and keep smiling. "
Aduh ayah bunda, ternyata menjadi orang tua tak pernah mudah yaa. Salutku untuk kalian yang membesarkanku hingga kini dengan penuh kasih dan sayang.
Pertama : kapan kamu bisa memastikan inilah karir yang akan kujalani seumur hidup? jawabnya dua, karena kamu merasa matang dengan karir mu itu atau karena kamu hanya merasa tak mampu lagi pindah ke lain ladang pencaharian.
Kedua : Jika kamu matang dengan profesi ini, mampukah bertahan di satu tempat sama selama, let's say 15 tahun?
jawabnya dua, karena kamu merasa ini adalah tempat terbaik untuk menjalankan profesi pilihanmu, atau karena kamu merasa tak mampu pindah ke kantor lain, kembali pasrah meski terasa berat, merasa terkukung, kebutuhan memaksamu bertahan.
Ketiga : jika ditengah jalan menemukan titik jenuh, apa yang mestinya dilakukan?
Jawabnya, lakukan penyegaran, mengembangkan diri sendiri jika kantor tak bisa mengembangkanmu. atau jika titik jenuh itu sudah kumulatif dan tak tertahankan, pindah saja... tapi itu semua akan kembali ke jawaban atas pertanyaan kedua.
Huhuhu... hidup jadi orang dewasa dengan semua kebutuhan hidup ternyata berat... hilanglah semua kesenangan diri... dan aku... orang yang selalu penuh pertanyaan dan tahu jawabnya tapi selalu merasa sukar melaksanakannya.
After all, my best friend Jimmy Bule akan bilang "some days are better than others, but they're all good in their ownspecial way. nothing worthwhile is ever easy. you have to keep trying and keep smiling. "
Aduh ayah bunda, ternyata menjadi orang tua tak pernah mudah yaa. Salutku untuk kalian yang membesarkanku hingga kini dengan penuh kasih dan sayang.
Thursday, June 09, 2005
Di Akhir Jalan
Setiap jalan ada akhir, tepian dan terjalan. Kurasa, jalanku berakhir disini. Sabarku mencapai tepian sebelum dia terperosok dalam jurang. Jalanku yang tak pernah mulus.
Setiap gunung berpuncak, maka kusampai di puncak dakianku. Lelah, biarkan aku beristirahat. Melupakan keringat sepanjang tebing, sakit tergores batu. Aku lelah.
Setiap hal punya waktu untuk berhenti. Maka kurasa ini waktunya aku berhenti berharap, bercita dan bermimpi. Ketika berharap ternyata menyakitkan, bermimpi selalu menyeramkan dan bercita tak lebih dari sebuah gantungan yang tak bisa kucapai.
Maaf untuk semua yang tak bisa kusisipkan bahagia diantara keberadaanku. Maaf untuk cinta yang tak pernah bisa kusentuh dan kumiliki, selamanya hadirmu dihatiku. Dan maaf untuk -E- karena aku tak pernah bisa jadi "somebody" seperti yang selalu kamu katakan.
Aku tak bisa lagi setegar saat kakiku punya pijakan. Aku tak sekuat saat memiliki gantungan. Ketika aku seharusnya menjadi beringin, ternyata aku rapuh dan kerdil. Maaf telah mengecewakan...
Setiap gunung berpuncak, maka kusampai di puncak dakianku. Lelah, biarkan aku beristirahat. Melupakan keringat sepanjang tebing, sakit tergores batu. Aku lelah.
Setiap hal punya waktu untuk berhenti. Maka kurasa ini waktunya aku berhenti berharap, bercita dan bermimpi. Ketika berharap ternyata menyakitkan, bermimpi selalu menyeramkan dan bercita tak lebih dari sebuah gantungan yang tak bisa kucapai.
Maaf untuk semua yang tak bisa kusisipkan bahagia diantara keberadaanku. Maaf untuk cinta yang tak pernah bisa kusentuh dan kumiliki, selamanya hadirmu dihatiku. Dan maaf untuk -E- karena aku tak pernah bisa jadi "somebody" seperti yang selalu kamu katakan.
Aku tak bisa lagi setegar saat kakiku punya pijakan. Aku tak sekuat saat memiliki gantungan. Ketika aku seharusnya menjadi beringin, ternyata aku rapuh dan kerdil. Maaf telah mengecewakan...
Sunday, June 05, 2005
Percakapan Cinta Tak Terkata
Dua teman, aku dan dia. Sama merasa, sama memendam rasa. Dia dengan kasih dan aku dengan sang bayang.
Aku : Hahaha...cinta tak terkata, cinta tak berupa
Teman : Satu kata tanpa suara. Terdengar dalam nadamu. Menghela semua yang tak terlukis. Ada cara indah untuk ungkapkan. Bagaimana mencinta. Bagaimana merindu. Yaitu dengan tatap mata tajammu.
Aku : Eyes would never lie. U just have 2 know how 2 read it
Teman : Reading is the second. The first is to feel. Reading what u feel. Not feeling what U read.
Aku : Merasa, mengakui dan mengungkap, 3 rangkai cinta. Kadang kamu hanya harus puas menerima 2. Sisipkan cinta diantara kata tak kentara. Titipkan rasa ditatap mata.
Teman : Jujur pada diri mungkin lebih baik. Akui cinta ada di mata. Bila kau puas dengan dua sisipkan saja. Bila ketiganya kau ingin, lontarkan cinta sedalam palung.
Aku : Duh nasib... akan selalu datang cinta yang lain. Tp bagaimana jika ini yang kuingin? Jgn beri dulu lain hati, biar kunikmati ketiadaanmu. Mencintaimu dalam sepi.
Teman : Dalam ada dan tiada, cinta itu bersemi. Pun dalam ada dan tiada, cinta mengakhiri denyutnya.
Aku : Sampai akhirnya dia pergi memberi arti bahwa kamu tetap terindah.. Tersimpan rapi tiap keping cinta dalam peti hati. Yg abadi dalam bingkai memori.
Teman : Mengalir dalam nadi. Berdetak dalam jantung. Tak jauh hanya satu hirupan nafas. Selamat tidur yang terindah.
Aku : Mimpi indah sampai pagi membangunkan. Selalu ada asa baru. Terima kasih telah mengajariku cinta..
Ah semoga teman tak keberatan ku abadikan percakapan ini tentang Cinta Tak Terkata.
Aku : Hahaha...cinta tak terkata, cinta tak berupa
Teman : Satu kata tanpa suara. Terdengar dalam nadamu. Menghela semua yang tak terlukis. Ada cara indah untuk ungkapkan. Bagaimana mencinta. Bagaimana merindu. Yaitu dengan tatap mata tajammu.
Aku : Eyes would never lie. U just have 2 know how 2 read it
Teman : Reading is the second. The first is to feel. Reading what u feel. Not feeling what U read.
Aku : Merasa, mengakui dan mengungkap, 3 rangkai cinta. Kadang kamu hanya harus puas menerima 2. Sisipkan cinta diantara kata tak kentara. Titipkan rasa ditatap mata.
Teman : Jujur pada diri mungkin lebih baik. Akui cinta ada di mata. Bila kau puas dengan dua sisipkan saja. Bila ketiganya kau ingin, lontarkan cinta sedalam palung.
Aku : Duh nasib... akan selalu datang cinta yang lain. Tp bagaimana jika ini yang kuingin? Jgn beri dulu lain hati, biar kunikmati ketiadaanmu. Mencintaimu dalam sepi.
Teman : Dalam ada dan tiada, cinta itu bersemi. Pun dalam ada dan tiada, cinta mengakhiri denyutnya.
Aku : Sampai akhirnya dia pergi memberi arti bahwa kamu tetap terindah.. Tersimpan rapi tiap keping cinta dalam peti hati. Yg abadi dalam bingkai memori.
Teman : Mengalir dalam nadi. Berdetak dalam jantung. Tak jauh hanya satu hirupan nafas. Selamat tidur yang terindah.
Aku : Mimpi indah sampai pagi membangunkan. Selalu ada asa baru. Terima kasih telah mengajariku cinta..
Ah semoga teman tak keberatan ku abadikan percakapan ini tentang Cinta Tak Terkata.
Saturday, June 04, 2005
Kamu Puisiku
Kamu tanah yang kupijak, udara yang kuhirup, hatiku, bayangku.
Basi? Tidak karena itulah kamu.
Kamu inspirasi, jiwa, pikiran dalam puisi dan mimpi dan tulis.
Kamu semua puisi hati, terjujur yang bisa terberi
Nafas dalam sesak, luka dan duka, dalam tawa terbahak dan terisak.
Kamu dalam 12 warna hidup, biru, merah dan kuning, putih dalam hati.
Yang basah ketika hujan, kotor ditimpa debu, berkerak ketika terjaga.
Kamu cuma manusia, bersih terkadang busuk terkadang.
cantik terkadang, buruk terkadang.
tak ada yang bertahan 24 jam dalam satu kondisi,
tapi kamu selamanya puisi.
Basi? Tidak karena itulah kamu.
Kamu inspirasi, jiwa, pikiran dalam puisi dan mimpi dan tulis.
Kamu semua puisi hati, terjujur yang bisa terberi
Nafas dalam sesak, luka dan duka, dalam tawa terbahak dan terisak.
Kamu dalam 12 warna hidup, biru, merah dan kuning, putih dalam hati.
Yang basah ketika hujan, kotor ditimpa debu, berkerak ketika terjaga.
Kamu cuma manusia, bersih terkadang busuk terkadang.
cantik terkadang, buruk terkadang.
tak ada yang bertahan 24 jam dalam satu kondisi,
tapi kamu selamanya puisi.
Friday, May 27, 2005
Sinopsis
Baru aja selesai menulis sinopsis sebuah cerita tentang aku dan kamu dalam 54 halaman. "Kurang segitu.. tanggung.." kata teman-teman. Memang terlalu sedikit untuk bisa diterbitkan. Tapi aku harus mengarang apalagi untuk memperpanjang dan memenuhi kuota halaman. Aku tak ingin mengada-ngada dan bercerita yang tak jelas, dipaksakan seperti sinetron yang punya 6 kali seri itu. Buat apa..."ya buat diterbitkan bodoh"
Kalau begitu, tak usah diterbitkan saja.
Aku menulis sekedar mengabadikan sebuah kenangan, dibumbui cerita fiksi... ah ga sia-sia pelajaran mengarang waktu SD yang selalu dimulai dengan "pada suatu hari.."
Aku menulis sekedar mencoba suatu yang lain dalam hidup. Hidup kan tak harus statis, berjalan di jalur yang sama selama berpuluh-puluh tahun, mengalir satu alur tanpa bercoba beriak dan bergelombang.. itu bukan aku.
Aku hanya ingin orang membaca dan menilai tulisanku, tapi ternyata seperti kata Karen Shaw salah satu tokoh Sex and The City "bahwa hakim atau penilai paling kejam adalah diri sendiri". Dirimulah yang akan membuatmu selalu ragu mencoba hal baru, mencoba untuk beda atau bahkan maju. Dirimulah yang membuatmu merasa malu pada diri sendiri.
Aku mencoba bertarung melawan diri sendiri... doakan yaaa....
Berat sungguh. Seorang bilang, penulis sekarang kayak jamur..semuanya tiba-tiba pengen nulis dan jadi penulis, kamu? cuma satu jamur kecil...hiks..hiks..aku jadi ciut..
Satu lagi bilang, lo tuh ga jelas ada di aliran penulisan yang mana, sastra bukan, pop bukan. Aku cuma bilang, aku bukan ABG tapi bukan orang tua, aku tak bisa melucu tapi aku tak bisa mengajari orang dan jadi sok tahu. Aku hanya bercerita tentang aku dan lingkunganku..
Satu lagi selalu beralasan, tak sempat baca karena sibuk.... susah sekali ya membuat orang lain melirik pada karyamu walau sesaat..
Just read, aku kan ga akan memancungmu dengan tulisanku, paling kamu akan muntah kalau tulisanku memuakan, kamu akan tertawa kalau tulisanku menggelikan, atau justru semuanya akan datar karena tulisanku tak bernyawa.
just read.. dan beritahu aku, sampai dimana mampuku, berbakatkah aku. Apapun yang kamu bilang, akan sangat berarti bagiku. Tapi apapun yang akan kamu bilang, tak akan menghentikan jariku untuk menulis meski itu akan membuatmu berhenti membacanya..
Sinopsis 1 halaman untuk gambarkan 54 halaman yang bercerita tentang kehidupan selama 6 bulan.. Hidup ini singkat dalam kata, indah dalam cerita.
Cerita yang selalu usai sebelum bertemu kenyataan (Paulo Coelho : eleven minutes)
Dan kamu... terima kasih telah menjadi inspirasiku..
Kalau begitu, tak usah diterbitkan saja.
Aku menulis sekedar mengabadikan sebuah kenangan, dibumbui cerita fiksi... ah ga sia-sia pelajaran mengarang waktu SD yang selalu dimulai dengan "pada suatu hari.."
Aku menulis sekedar mencoba suatu yang lain dalam hidup. Hidup kan tak harus statis, berjalan di jalur yang sama selama berpuluh-puluh tahun, mengalir satu alur tanpa bercoba beriak dan bergelombang.. itu bukan aku.
Aku hanya ingin orang membaca dan menilai tulisanku, tapi ternyata seperti kata Karen Shaw salah satu tokoh Sex and The City "bahwa hakim atau penilai paling kejam adalah diri sendiri". Dirimulah yang akan membuatmu selalu ragu mencoba hal baru, mencoba untuk beda atau bahkan maju. Dirimulah yang membuatmu merasa malu pada diri sendiri.
Aku mencoba bertarung melawan diri sendiri... doakan yaaa....
Berat sungguh. Seorang bilang, penulis sekarang kayak jamur..semuanya tiba-tiba pengen nulis dan jadi penulis, kamu? cuma satu jamur kecil...hiks..hiks..aku jadi ciut..
Satu lagi bilang, lo tuh ga jelas ada di aliran penulisan yang mana, sastra bukan, pop bukan. Aku cuma bilang, aku bukan ABG tapi bukan orang tua, aku tak bisa melucu tapi aku tak bisa mengajari orang dan jadi sok tahu. Aku hanya bercerita tentang aku dan lingkunganku..
Satu lagi selalu beralasan, tak sempat baca karena sibuk.... susah sekali ya membuat orang lain melirik pada karyamu walau sesaat..
Just read, aku kan ga akan memancungmu dengan tulisanku, paling kamu akan muntah kalau tulisanku memuakan, kamu akan tertawa kalau tulisanku menggelikan, atau justru semuanya akan datar karena tulisanku tak bernyawa.
just read.. dan beritahu aku, sampai dimana mampuku, berbakatkah aku. Apapun yang kamu bilang, akan sangat berarti bagiku. Tapi apapun yang akan kamu bilang, tak akan menghentikan jariku untuk menulis meski itu akan membuatmu berhenti membacanya..
Sinopsis 1 halaman untuk gambarkan 54 halaman yang bercerita tentang kehidupan selama 6 bulan.. Hidup ini singkat dalam kata, indah dalam cerita.
Cerita yang selalu usai sebelum bertemu kenyataan (Paulo Coelho : eleven minutes)
Dan kamu... terima kasih telah menjadi inspirasiku..
Wednesday, May 25, 2005
Tentangmu
Malam
Dua Sisimu
Second Liner
cinta
Biarkan Kumenciummu
Bayangku
Waktu Aku Naksir Kamu
Senyuman Pertamaku
Tentangmu akan tetap ada selama kamu biarkan aku didekatmu dan menjalin cerita tentang kita. Jangan menjauh dariku, hanya itu yang kumau.
Dua Sisimu
Second Liner
cinta
Biarkan Kumenciummu
Bayangku
Waktu Aku Naksir Kamu
Senyuman Pertamaku
Tentangmu akan tetap ada selama kamu biarkan aku didekatmu dan menjalin cerita tentang kita. Jangan menjauh dariku, hanya itu yang kumau.
Malam
Tahu apa yang paling menyenangkan dari malam? Dia gelap, penuh misteri antara nyata dan tidak, merundukan orang dalam sunyi, meruntuhkan kesombongan dalam ketakutan, memaksa sepi dan menyepi.
Tapi yang kusuka dari malam, dia mampu membuatku menjadi diri sendiri, milik pribadi. Melakukan hal yang ingin dilakukan, memikirkan apapun yang ingin kupikirkan, mengatur mimpi dinihari, mengkhayalkan segala hal, dirimu, dirinya, kalian, dia bla..bla..bla... sebuah fantasi tak terbatas. Just me and the night.
Malam menyuguhkan kehidupan di batas angan dan khayal, melepas beban rutinitas, keluar dari mesin robot yang bekerja berdasarkan jadwal dan job desk. Bersuka cita menikmati gelap malam, bercumbu dalam cinta dan berahi, kata mesra meski cuma kata, semua nyata dalam malam dan gelap. Cuma di 8 jam menjelang pagi, hidup fantasi dan angan mengawang.
Tapi malam baru lengkap, bila kucium baumu disisiku yang menjadikanku utuh.
Tapi yang kusuka dari malam, dia mampu membuatku menjadi diri sendiri, milik pribadi. Melakukan hal yang ingin dilakukan, memikirkan apapun yang ingin kupikirkan, mengatur mimpi dinihari, mengkhayalkan segala hal, dirimu, dirinya, kalian, dia bla..bla..bla... sebuah fantasi tak terbatas. Just me and the night.
Malam menyuguhkan kehidupan di batas angan dan khayal, melepas beban rutinitas, keluar dari mesin robot yang bekerja berdasarkan jadwal dan job desk. Bersuka cita menikmati gelap malam, bercumbu dalam cinta dan berahi, kata mesra meski cuma kata, semua nyata dalam malam dan gelap. Cuma di 8 jam menjelang pagi, hidup fantasi dan angan mengawang.
Tapi malam baru lengkap, bila kucium baumu disisiku yang menjadikanku utuh.
Dua Sisimu
Ketika cinta tak lagi ada, kamu hadir cuatkan rasa. Bukan benci, bukan cinta. Suka jadi lebih tepat. Kamu persis tahu bagaimana menempatkan posisi kita, kamu dan aku. Cinta tak hadir saat ku tatap matamu. Benci tak mungkin muncul saat ku didekatmu. Bahagia, nyaman...bukan cinta, tak bisa cinta dan tak mungkin cinta.. biarkan saja.
Kamu, dua sisi manusia muncul dalam satu kesempatan, satu waktu, satu tubuh. Tak ada yang berhak menyebutmu bangsat, karena kamu mulia. Tak ada yang berhak memujamu karena kamu juga punya dosa. Kamu dan dua sisimu yang membuatku nyaman, bahagia.. terima kasih.
Kamu, untuk semua kasih yang tak terucap, terbungkus dalam perhatian setengah setengah. setengah sadar setengah tidak, kamu ada selalu untukku seperti aku untukmu. Kamu, segala kasih kutitip lewat waktu, kenangan dan kebersamaan.
Bukan cinta, jangan sampai cinta karena cinta akan buat kita sengsara... biarkan semua bahagia, senang menjalar dalam makna sederhana tanpa memaksa. Biarkan semua ada dalam batas waktu sesaat, cuma hari ini, cuma detik ini, lalu semua kembali biasa. Kita abadi dalam rasa bukan dalam waktu. Biarkan dua sisimu kunikmati, hadirkan dalam bahagia yang bukan cinta...
Kamu, untuk semua hal yang membuatmu hanya manusia biasa, aku suka. Jangan berubah untuk satu yang menjauhkan kita.
Kamu, dua sisi manusia muncul dalam satu kesempatan, satu waktu, satu tubuh. Tak ada yang berhak menyebutmu bangsat, karena kamu mulia. Tak ada yang berhak memujamu karena kamu juga punya dosa. Kamu dan dua sisimu yang membuatku nyaman, bahagia.. terima kasih.
Kamu, untuk semua kasih yang tak terucap, terbungkus dalam perhatian setengah setengah. setengah sadar setengah tidak, kamu ada selalu untukku seperti aku untukmu. Kamu, segala kasih kutitip lewat waktu, kenangan dan kebersamaan.
Bukan cinta, jangan sampai cinta karena cinta akan buat kita sengsara... biarkan semua bahagia, senang menjalar dalam makna sederhana tanpa memaksa. Biarkan semua ada dalam batas waktu sesaat, cuma hari ini, cuma detik ini, lalu semua kembali biasa. Kita abadi dalam rasa bukan dalam waktu. Biarkan dua sisimu kunikmati, hadirkan dalam bahagia yang bukan cinta...
Kamu, untuk semua hal yang membuatmu hanya manusia biasa, aku suka. Jangan berubah untuk satu yang menjauhkan kita.
Friday, May 20, 2005
Second Liner
Dia bersama yang lain. Kamu hanya menunggu giliran. Kamu duduk terdiam, menyaksikannya bersama yang lain. Meski tahu itu bodoh, meski terasa menyakitkan, kamu tetap menunggu jatah. Kasihnya, cintanya, sayangnya.
Kamu sadar dirimu lebih baik dari siapapun yang sedang bersamanya. Kamu tahu takkan ada orang lain yang mampu mencintainya seperti kamu mencintainya. Kamu cuma diam menunggu giliran.
Dia tetap kembali padamu saat sepi mengerubuti diri, menggerogoti hati. Kamu terima dengan lapang, penuh cinta dan kasih. Kamu dapatkan tubuhnya meski tak pernah bisa menyentuh hatinya. Kamu sediakan kuping saat dia menceritakan indahnya cinta bersama yang lain. Kamu hanya bisa lapangkan dada. Kamu pun selalu kembali padanya saat bersama yang lain, karena hatimu untuknya tak pernah terganti.
And that stupid secondliner is ME. There's no happiness There's only you.
Kamu sadar dirimu lebih baik dari siapapun yang sedang bersamanya. Kamu tahu takkan ada orang lain yang mampu mencintainya seperti kamu mencintainya. Kamu cuma diam menunggu giliran.
Dia tetap kembali padamu saat sepi mengerubuti diri, menggerogoti hati. Kamu terima dengan lapang, penuh cinta dan kasih. Kamu dapatkan tubuhnya meski tak pernah bisa menyentuh hatinya. Kamu sediakan kuping saat dia menceritakan indahnya cinta bersama yang lain. Kamu hanya bisa lapangkan dada. Kamu pun selalu kembali padanya saat bersama yang lain, karena hatimu untuknya tak pernah terganti.
And that stupid secondliner is ME. There's no happiness There's only you.
Thursday, May 12, 2005
Emailmu
Aku nemu email lamamu di inbox, deg.. hati ini masih berdegub untukmu.
Tapi secepat itu otakku merewind semua hal pahit yang pernah kamu lakukan... hatiku berhenti berdegub.
Otak ini masih waras untuk tidak mencintaimu lagi,
bahwa cinta masih berimbang dengan logika,
satu kenangan tak akan membuatku nengok ke belakang,
maju satu langkah, seribu kenangan tertinggal.
Tapi kenapa cuma kenangan buruk tentangmu yang tersisa,
kemana berlalunya semua tawa dan canda?
kemana perginya hati yang dulu bernyanyi?
barangkali benci adalah kunci melupa,
seperti marah yang menutup sedih dan sakit.
Aku nemu email lamamu, tangan ini gatal untuk hanya menulis.. hi.. apakabarmu?
tapi pedulikah kamu padaku? terbesitkah semua salah yang pernah kamu lakukan?
tahukah kamu sakit yang kau tinggal? pernah minta maaf untuk semua salah dan luka?
tak perlu, asal salah itu singgah di hatimu, itulah karma untukmu.
Emailmu hanya membuka kembali benci...
Tapi secepat itu otakku merewind semua hal pahit yang pernah kamu lakukan... hatiku berhenti berdegub.
Otak ini masih waras untuk tidak mencintaimu lagi,
bahwa cinta masih berimbang dengan logika,
satu kenangan tak akan membuatku nengok ke belakang,
maju satu langkah, seribu kenangan tertinggal.
Tapi kenapa cuma kenangan buruk tentangmu yang tersisa,
kemana berlalunya semua tawa dan canda?
kemana perginya hati yang dulu bernyanyi?
barangkali benci adalah kunci melupa,
seperti marah yang menutup sedih dan sakit.
Aku nemu email lamamu, tangan ini gatal untuk hanya menulis.. hi.. apakabarmu?
tapi pedulikah kamu padaku? terbesitkah semua salah yang pernah kamu lakukan?
tahukah kamu sakit yang kau tinggal? pernah minta maaf untuk semua salah dan luka?
tak perlu, asal salah itu singgah di hatimu, itulah karma untukmu.
Emailmu hanya membuka kembali benci...
Wednesday, May 11, 2005
Beneath Her Feet
I didn't know how to be in love until she came home from Rome.
And I believe in God above until she came home from Rome.
But now you fit me like a glove. You be my hawk, I'll be your dove.
And we don't need no God above, now that you're home from Rome.
What she touches, I will worship it.
The clothes she wears, her classroom seat.
Her evening meal, her driving weel.
The Ground Beneath Her Feet.
(Salman Rushdie : the Ground beneath her feet, The first Ormus Cama's love songs)
U2 Lyrics - The Ground Beneath Her Feet
All my life, i worshipped her
Her golden voice, her beauty's beat
How she made us feel
How she made me real
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
And now i can't be sure of anything
Black is white, and cold is heat
For what i worshipped stole my love away
It was the ground beneath her feet
It was the ground beneath her feet
Go lightly down your darkened way
Go lightly underground
I'll be down there in another day
I won't rest until you're found
Let me love you true, let me rescue you
Let me lead you to where two roads meet
O come back above
Where there's only love
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
Music: U2
Lyrics: Salman Rushdie
And I believe in God above until she came home from Rome.
But now you fit me like a glove. You be my hawk, I'll be your dove.
And we don't need no God above, now that you're home from Rome.
What she touches, I will worship it.
The clothes she wears, her classroom seat.
Her evening meal, her driving weel.
The Ground Beneath Her Feet.
(Salman Rushdie : the Ground beneath her feet, The first Ormus Cama's love songs)
U2 Lyrics - The Ground Beneath Her Feet
All my life, i worshipped her
Her golden voice, her beauty's beat
How she made us feel
How she made me real
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
And now i can't be sure of anything
Black is white, and cold is heat
For what i worshipped stole my love away
It was the ground beneath her feet
It was the ground beneath her feet
Go lightly down your darkened way
Go lightly underground
I'll be down there in another day
I won't rest until you're found
Let me love you true, let me rescue you
Let me lead you to where two roads meet
O come back above
Where there's only love
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
Music: U2
Lyrics: Salman Rushdie
Sunday, May 08, 2005
I Miss You
Untuk semua senyum termanismu, untuk semua tawa renyahmu
I miss you
Untuk semua sayang dan cintamu, untuk semua benciku
I miss you
Aku lelah dengan hidupku,
ingin kubaringkan kepalaku didadamu,
ingin rasakan belai lembutmu dikepalaku,
kecupmu dikeningku.
Tenangkanku, damaikanku.
Aku membencimu untuk tutupi sedihku,
Aku membencimu yang melepas cinta dariku,
Aku membencimu yang pergi seolah tanpa arti,
Aku membencimu seperti kubenci diriku yang tak bisa lepaskan cinta untukmu yang berlalu tanpa menengok ada aku menanti di tepian hati.
If pain is the only way to happiness,
maka aku bersedia sakit, perih untuk bahagia di sisimu.
Jika itu sebuah kepastian, yang tak mungkin ada karna kepastian adalah hampa, karena hampa adalah kosong dan semua menjadi tak berarti.
Aku lelah membencimu, lelah mencintamu, lelah merindumu, lelah memakimu, lelah menyayangmu dan lelah menantimu.
Kenapa tak kau bawa serta cintaku, hingga tak perlu lagi kurasa rindu, tak perlu terpaku pada kenangan tersisa.
Menghapusmu dalam kepala, menghapusmu dalam hati dan kubawa mati.
Untuk semua senyum manismu, tawa renyahmu,
I hate you,
Untuk semua sayang dan cintamu,
I hate you,
and I hate to love you, I hate to miss you.
I hate to forget you.
I miss you
Untuk semua sayang dan cintamu, untuk semua benciku
I miss you
Aku lelah dengan hidupku,
ingin kubaringkan kepalaku didadamu,
ingin rasakan belai lembutmu dikepalaku,
kecupmu dikeningku.
Tenangkanku, damaikanku.
Aku membencimu untuk tutupi sedihku,
Aku membencimu yang melepas cinta dariku,
Aku membencimu yang pergi seolah tanpa arti,
Aku membencimu seperti kubenci diriku yang tak bisa lepaskan cinta untukmu yang berlalu tanpa menengok ada aku menanti di tepian hati.
If pain is the only way to happiness,
maka aku bersedia sakit, perih untuk bahagia di sisimu.
Jika itu sebuah kepastian, yang tak mungkin ada karna kepastian adalah hampa, karena hampa adalah kosong dan semua menjadi tak berarti.
Aku lelah membencimu, lelah mencintamu, lelah merindumu, lelah memakimu, lelah menyayangmu dan lelah menantimu.
Kenapa tak kau bawa serta cintaku, hingga tak perlu lagi kurasa rindu, tak perlu terpaku pada kenangan tersisa.
Menghapusmu dalam kepala, menghapusmu dalam hati dan kubawa mati.
Untuk semua senyum manismu, tawa renyahmu,
I hate you,
Untuk semua sayang dan cintamu,
I hate you,
and I hate to love you, I hate to miss you.
I hate to forget you.
Saturday, May 07, 2005
Pelajaran
Prima, adeku jatuh dari motor. Dua tanggannya lecet-lecet, lumayan parah menurutku.
Reaksi pertama mami : "Ya ampun Prima, mami udah bilang berapa kali jangan naik motor, beginikan jadinya. Makanya denger dong kalau orang tua ngomong. Kualat nih." Sambil tetap panik, air matanya langsung turun.
Aku....diam. Segera ganti baju, ngiket rambut, periksa dompet, kira2 cukup ga ya buat ke dokter. "De, kita ke dokter." Aku langsung menggunting bajunya karena dia ga bisa melepasnya.
Aku tak bisa panik, karena akan hanya akan membuat mami tambah panik, Lina tambah bawel karena merasa punya dukungan untuk marah sama Prima. dan Prima makin tersudut. Aku seperti biasa, harus bisa menahan rasa kesal, sedih bahkan panik. Aku hanya bilang, satu lagi kesalahanku yang tak bisa memperhatikan lebih kondisi ade-adeku.
Sepanjang jalan menuju dokter sampai balik lagi ke rumah, Prima bilang " gue kapok mba, beneran kapok deh."
Aku bilang, itu terserah kamu mau kapok atau ga. Aku ga akan melarang kamu berhenti naik motor, tapi lain kali hati-hati. Kalau jatuh gini kan repot semua, kamu ga bisa sekolah, sakit pula.
Carmalengo di bukunya Malaikat dan Iblis bilang : Kasih Tuhan seperti kasih ayah kepada anaknya. Dia tidak akan memaksakan anaknya menuruti semua keinginannya. tapi membiarkan sang anak menemukan pelajaran dalam hidupnya seperti rasa sakit ketika jatuh.
Tapi Tuhan, kalau anak itu mati sebelum sempat menarik pelajaran? Dosa siapa? Ayahnya yang membiarkannya bergerak sendiri?
Prima beruntung karena masih diberi kesempatan meraih pelajaran, sakit ketika jatuh dari motor, lebih hati-hati kalau lain kali berkesempatan naik motor lagi. Prima tak punya lagi papi, tapi dia punya aku, Lina dan Mami yang barangkali lebih cerewet ketimbang papi...semoga lain kali kami bisa menjagamu lebih baik. Maafkan kami kali ini..
Reaksi pertama mami : "Ya ampun Prima, mami udah bilang berapa kali jangan naik motor, beginikan jadinya. Makanya denger dong kalau orang tua ngomong. Kualat nih." Sambil tetap panik, air matanya langsung turun.
Aku....diam. Segera ganti baju, ngiket rambut, periksa dompet, kira2 cukup ga ya buat ke dokter. "De, kita ke dokter." Aku langsung menggunting bajunya karena dia ga bisa melepasnya.
Aku tak bisa panik, karena akan hanya akan membuat mami tambah panik, Lina tambah bawel karena merasa punya dukungan untuk marah sama Prima. dan Prima makin tersudut. Aku seperti biasa, harus bisa menahan rasa kesal, sedih bahkan panik. Aku hanya bilang, satu lagi kesalahanku yang tak bisa memperhatikan lebih kondisi ade-adeku.
Sepanjang jalan menuju dokter sampai balik lagi ke rumah, Prima bilang " gue kapok mba, beneran kapok deh."
Aku bilang, itu terserah kamu mau kapok atau ga. Aku ga akan melarang kamu berhenti naik motor, tapi lain kali hati-hati. Kalau jatuh gini kan repot semua, kamu ga bisa sekolah, sakit pula.
Carmalengo di bukunya Malaikat dan Iblis bilang : Kasih Tuhan seperti kasih ayah kepada anaknya. Dia tidak akan memaksakan anaknya menuruti semua keinginannya. tapi membiarkan sang anak menemukan pelajaran dalam hidupnya seperti rasa sakit ketika jatuh.
Tapi Tuhan, kalau anak itu mati sebelum sempat menarik pelajaran? Dosa siapa? Ayahnya yang membiarkannya bergerak sendiri?
Prima beruntung karena masih diberi kesempatan meraih pelajaran, sakit ketika jatuh dari motor, lebih hati-hati kalau lain kali berkesempatan naik motor lagi. Prima tak punya lagi papi, tapi dia punya aku, Lina dan Mami yang barangkali lebih cerewet ketimbang papi...semoga lain kali kami bisa menjagamu lebih baik. Maafkan kami kali ini..
Subscribe to:
Posts (Atom)