Saddam exchanged taunts before hanging AP - 14 minutes ago
BAGHDAD, Iraq - Iraqis awoke Saturday to television images of a noose being slipped over Saddam Hussein's neck and his white-shrouded body, the pre-dawn work of black-hooded hangmen. They went to bed as new video emerged showing Saddam exchanging taunts with onlookers before the gallows floor dropped away and the former dictator swung from the rope.
=================================================================
Menggantungnya tak akan pernah menyelesaikan masalah. Tak akan mengembalikan mereka yang sudah mati. Tak akan memuaskan dendam.
Selamat datang kembali barbarian!!! Sekarang kalian menang. Ternyata maling selalu teriak maling. Menjadi pelopor ham tak menjadikan kalian penegak ham.
Ah semua itu utopia... cerita manis di atas kertas.
Sunday, December 31, 2006
Saturday, December 30, 2006
Raport 2006, Resolusi 2007
Karir
Highest Point : Liputan piala dunia 2006 di Jerman, plus juara dua dari friederich naumann stiftung radio award
Lowest Point : Gagal mendapatkan pekerjaan baru di tahun 2006 he he he.. CV gue koq ga laku yak..
Resolusi : Mencoba hal baru, karir baru, sukses baru, gaji meningkat. AMIEN.
Asmara
Highest Point : Menemukan Eric di malam Valentine dan menjadi bagian hidup gue dalam 10 bulan terakhir
Lowest Point : Gagal merebut kembali hati Ramy.
Resolusi : Berusaha mencinta Eric seperti dia mencinta gue hehehe... Berbahagia dengan apa yang kita punya. Ramy, gue akan belajar melupakan lo huhuhu...
Kesehatan
highest point : Berhasil ngurusin badan 5 kg dalam sebulan dengan menjadi Vegetarian hehehe...
Lowest point : Pernah gemuk sampe 60 kg ha ha ha, berat banget perasaan hidup gue :P
Resolusi : Tetap menjadi vegetarian deh, membuat badan gue enteng tanpa takut terserang kolesterol tinggi hihihi. Lagian sekalian belajar untuk tidak bergantung sama nasi, beras mahal bo!!
Personality
Highest Point : belum ada, gue masih galak, pemarah, jutek
Lowest Point : untuk urusan emosional, gue masih terpuruk
Resolusi : Bosen belajar untuk sabar dan menahan emosi... huhuhu tapi gue tetap harus belajar... I know I know... kalau ga, satu ketika akan ada orang yang tersinggung sama emosi gue..
Harapan lain di 2007 : Doakan gue bisa sekolah lagi yaaaaa.... tentu saja kita cari gratisan hehehe..
Selamat Tahun Baru 2007. Selamat Datang Kehidupan dan Harapan Baru.
Highest Point : Liputan piala dunia 2006 di Jerman, plus juara dua dari friederich naumann stiftung radio award
Lowest Point : Gagal mendapatkan pekerjaan baru di tahun 2006 he he he.. CV gue koq ga laku yak..
Resolusi : Mencoba hal baru, karir baru, sukses baru, gaji meningkat. AMIEN.
Asmara
Highest Point : Menemukan Eric di malam Valentine dan menjadi bagian hidup gue dalam 10 bulan terakhir
Lowest Point : Gagal merebut kembali hati Ramy.
Resolusi : Berusaha mencinta Eric seperti dia mencinta gue hehehe... Berbahagia dengan apa yang kita punya. Ramy, gue akan belajar melupakan lo huhuhu...
Kesehatan
highest point : Berhasil ngurusin badan 5 kg dalam sebulan dengan menjadi Vegetarian hehehe...
Lowest point : Pernah gemuk sampe 60 kg ha ha ha, berat banget perasaan hidup gue :P
Resolusi : Tetap menjadi vegetarian deh, membuat badan gue enteng tanpa takut terserang kolesterol tinggi hihihi. Lagian sekalian belajar untuk tidak bergantung sama nasi, beras mahal bo!!
Personality
Highest Point : belum ada, gue masih galak, pemarah, jutek
Lowest Point : untuk urusan emosional, gue masih terpuruk
Resolusi : Bosen belajar untuk sabar dan menahan emosi... huhuhu tapi gue tetap harus belajar... I know I know... kalau ga, satu ketika akan ada orang yang tersinggung sama emosi gue..
Harapan lain di 2007 : Doakan gue bisa sekolah lagi yaaaaa.... tentu saja kita cari gratisan hehehe..
Selamat Tahun Baru 2007. Selamat Datang Kehidupan dan Harapan Baru.
Sunday, December 24, 2006
Pertempuran
Musuh terbesar dalam hidup bukan orang lain, tapi diri sendiri.
Teman terbaik dalam hidup bukan orang lain, tapi diri sendiri.
Dan bahagia bukan datang dari orang lain, tapi diri sendiri.
Lalu kenapa mesti merasa rendah diri. Kenapa merasa takut, malas lalu mengalah dalam hidup.
Kenapa mematok diri pada orang lain ketika diri bisa berdiri sendiri diatas kemampuan pribadi.
Aku pernah berada di posisi terbawah dalam hidup.
Aku pernah menaruh tampah kue di kepalaku untuk bisa mendapatkan uang sekolah dan jajan.
Aku pernah pergi ke pasar dinihari dan menggelar sayuran di depan rumah, sekali lagi demi uang sekolah.
Aku pernah menahan lapar di kampus karena uang yang tersisa hanya cukup buat ongkos pulang.
Aku pernah ditempat dimana semua orang memandangku rendah, anak kampung yang udik dan dekil.
Aku pernah mendorong gerobak berisi perabot rumah karena kami diusir dari kontrakan, lalu kita tinggal dipetak yang selonjor pun susah, berbagi kamar mandi dengan siempunya rumah.
Aku pernah ditempat dimana semua menghinaku, keluargaku karena aku miskin. (sekarang pun belum kaya :P )
Kalau aku menyerah ketika itu, maka aku tak akan berada disini menulis ini untukmu.
Aku bangkit karena sakit hati itu membuatku kuat. Karena ketakutan akan hidup diluar kampung membuatku menjadi berani. Karena hinaan itu membuatku menjadi tegas untuk setiap niat yang muncul dihati.
Aku harus bisa, Aku harus mampu menaklukkan hidup dan tak membiarkan hidup menaklukanku.
Lelah kadang datang, putus asa meraja. Tapi hinaan itu terus membuatku bangkit. Aku belum selesai berjuang, membuktikan bahwa aku tak pantas kau hina. Aku akan kembali dihadapanmu dengan membalikkan semua kata-katamu dulu. Saat kami kau usir, saat kami terlantar dari satu rumah ke rumah lain. Saat semua orang mencelaku sebagai anak dari perebut suami orang. Hey anak tak pernah kuasa memilih orang tuanya. Berhentilah menghina mami dan papi.
Teman, mari berjuang bersamaku. Hidup ini akan ngelunjak jika kau biarkan dia meraja. Aku dan kamu bisa menaklukan dia. Kesempatan bisa dicari selama kamu bisa mengalahkan musuh terbesar dalam dirimu, malas dan takut. Dan kemenangan dalam hidup bukan soal kemenangan dari orang lain, tapi menang atas dirimu sendiri, mengalahkan rasa penasaranmu untuk mencoba banyak hal. Hey daripada mati penasaran!!!
Citra selalu bilang "beri reward untuk diri sendiri atas segala usaha yang dilakukan."
Ah tiramitsu ku menunggu di cafe o la la...
Sampai ketemu di eropa... suatu saat nanti!!!
Teman terbaik dalam hidup bukan orang lain, tapi diri sendiri.
Dan bahagia bukan datang dari orang lain, tapi diri sendiri.
Lalu kenapa mesti merasa rendah diri. Kenapa merasa takut, malas lalu mengalah dalam hidup.
Kenapa mematok diri pada orang lain ketika diri bisa berdiri sendiri diatas kemampuan pribadi.
Aku pernah berada di posisi terbawah dalam hidup.
Aku pernah menaruh tampah kue di kepalaku untuk bisa mendapatkan uang sekolah dan jajan.
Aku pernah pergi ke pasar dinihari dan menggelar sayuran di depan rumah, sekali lagi demi uang sekolah.
Aku pernah menahan lapar di kampus karena uang yang tersisa hanya cukup buat ongkos pulang.
Aku pernah ditempat dimana semua orang memandangku rendah, anak kampung yang udik dan dekil.
Aku pernah mendorong gerobak berisi perabot rumah karena kami diusir dari kontrakan, lalu kita tinggal dipetak yang selonjor pun susah, berbagi kamar mandi dengan siempunya rumah.
Aku pernah ditempat dimana semua menghinaku, keluargaku karena aku miskin. (sekarang pun belum kaya :P )
Kalau aku menyerah ketika itu, maka aku tak akan berada disini menulis ini untukmu.
Aku bangkit karena sakit hati itu membuatku kuat. Karena ketakutan akan hidup diluar kampung membuatku menjadi berani. Karena hinaan itu membuatku menjadi tegas untuk setiap niat yang muncul dihati.
Aku harus bisa, Aku harus mampu menaklukkan hidup dan tak membiarkan hidup menaklukanku.
Lelah kadang datang, putus asa meraja. Tapi hinaan itu terus membuatku bangkit. Aku belum selesai berjuang, membuktikan bahwa aku tak pantas kau hina. Aku akan kembali dihadapanmu dengan membalikkan semua kata-katamu dulu. Saat kami kau usir, saat kami terlantar dari satu rumah ke rumah lain. Saat semua orang mencelaku sebagai anak dari perebut suami orang. Hey anak tak pernah kuasa memilih orang tuanya. Berhentilah menghina mami dan papi.
Teman, mari berjuang bersamaku. Hidup ini akan ngelunjak jika kau biarkan dia meraja. Aku dan kamu bisa menaklukan dia. Kesempatan bisa dicari selama kamu bisa mengalahkan musuh terbesar dalam dirimu, malas dan takut. Dan kemenangan dalam hidup bukan soal kemenangan dari orang lain, tapi menang atas dirimu sendiri, mengalahkan rasa penasaranmu untuk mencoba banyak hal. Hey daripada mati penasaran!!!
Citra selalu bilang "beri reward untuk diri sendiri atas segala usaha yang dilakukan."
Ah tiramitsu ku menunggu di cafe o la la...
Sampai ketemu di eropa... suatu saat nanti!!!
Sunday, December 17, 2006
Things That I Regreted
Ik mis Jou,
The feeling that won't leave me alone, its hunted me like a shadow, its come and gone like a wave.
Ik mis Jou,
Maybe not because I still feel something for you, maybe things that I did and did not do when we were together, things that I regreted.
Nights before you left me, you held me so close but I pushed you away. Because I knew, once I accepted your arms, there was no way I could let you go.
Nights you asked me to stay awake, don't close my eyes because tomorrow you will be away. I refused to do that, because Sayang... I just could not watch you walk away from me. I never want nights of us to be end. But those nights were ended anyhow.
Ik mis Jou,
Those nights become my sweet memories
Nights that I could never forget
Ik mis Jou,
Never forget me and those nights,
Tomorrow may my days start with you again.
At least let me live in your memories sayang.
The feeling that won't leave me alone, its hunted me like a shadow, its come and gone like a wave.
Ik mis Jou,
Maybe not because I still feel something for you, maybe things that I did and did not do when we were together, things that I regreted.
Nights before you left me, you held me so close but I pushed you away. Because I knew, once I accepted your arms, there was no way I could let you go.
Nights you asked me to stay awake, don't close my eyes because tomorrow you will be away. I refused to do that, because Sayang... I just could not watch you walk away from me. I never want nights of us to be end. But those nights were ended anyhow.
Ik mis Jou,
Those nights become my sweet memories
Nights that I could never forget
Ik mis Jou,
Never forget me and those nights,
Tomorrow may my days start with you again.
At least let me live in your memories sayang.
Saturday, December 09, 2006
What Ifs?
You told me once, I should not love you that much
I should not miss you that much,
and I should replace you with other love..
I should have done that a year ago,
But what if I can't?
What if I still love you?
What if I can't find other love to replace you?
If you scared to my love, what about me?
I also afraid of what I feel for you,
But this is love, I can not deny, can't resist
I am hopeless, helpless too
I love you too much
I am crazy about you.
Damned!!
I should not miss you that much,
and I should replace you with other love..
I should have done that a year ago,
But what if I can't?
What if I still love you?
What if I can't find other love to replace you?
If you scared to my love, what about me?
I also afraid of what I feel for you,
But this is love, I can not deny, can't resist
I am hopeless, helpless too
I love you too much
I am crazy about you.
Damned!!
Friday, December 08, 2006
Is He The Answer?
I posted this poem, Sunday, July 30, 2006
All I Want Is Just A Man
I've been with an angel, I've been with an evil
But all I want is just a man, a person and a human being.
Not somekind of angel who demand a perfection of love,
Not somekind of evil who only left pain across my heart.
Just a man who is not a shame to say sorry for his fault,
a man who is not afraid to show his weakness,
a man who can accept me as a person.
Is it really hard to find a human now?
Or is just too many men try to be an angel or even worst than an evil.
I hope I can find love who will make a man just to be a man.
Then yesterday I saw a lyric from Josh Groban in the song called "In Her Eyes" and try to read these sentences
She stares through my shadow
She sees something more
Believes there's a light in me
She is sure
And her truth makes me stronger
Does she realize
I awake every morning
With her strength by my side
I am not a hero
I am not an angel
I am just a man
Man who's trying to love her
Unlike any other
In her eyes I am
What a lovely coincidence right? Could it be he's the answer? the man that I really want? ha ha ha ha Amien!!!!
All I Want Is Just A Man
I've been with an angel, I've been with an evil
But all I want is just a man, a person and a human being.
Not somekind of angel who demand a perfection of love,
Not somekind of evil who only left pain across my heart.
Just a man who is not a shame to say sorry for his fault,
a man who is not afraid to show his weakness,
a man who can accept me as a person.
Is it really hard to find a human now?
Or is just too many men try to be an angel or even worst than an evil.
I hope I can find love who will make a man just to be a man.
Then yesterday I saw a lyric from Josh Groban in the song called "In Her Eyes" and try to read these sentences
She stares through my shadow
She sees something more
Believes there's a light in me
She is sure
And her truth makes me stronger
Does she realize
I awake every morning
With her strength by my side
I am not a hero
I am not an angel
I am just a man
Man who's trying to love her
Unlike any other
In her eyes I am
What a lovely coincidence right? Could it be he's the answer? the man that I really want? ha ha ha ha Amien!!!!
Sunday, December 03, 2006
Kalau Kyai Poligami
Jangan lupa, Kyai kan yang paling ngerti soal agama (yeah RIGHT)
Gue geram, gue kecewa, dan gue murka sebenarnya karena panutan koq begini jadinya.
Berikut ini adalah kutipan penjelasan AA Gym tentang POligami yang dilakukannya.
Aa Gym kepada wartawan di kediamannya, di kompleks Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, Minggu (3/12/2006) mengaku bahwa dirinya merupakan pemula dalam berpoligami, sehingga masih belajar untuk berbuat adil.
"Saya ini baru pemula. Adil butuh perjuangan. Makanya, sekarang lagi belajar. Nanti kalau sudah dijalani kan, ada ilmunya. Makanya turun nih 3 Kg. Jerawat muncul-muncul," kata Aa Gym yang tampak tenang itu saat ditanya apakah dirinya bisa berlaku adil untuk kedua istrinya.
MASYAALLAH AA, KALAU SUDAH PANDAI BERBAGI KEADILAN, APA BERNIAT POLIGAMI LAGI?
===========================================================
Saya seorang seorang Islam, yang memiliki keyakinan bahwa sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu ada hikmahnya. Saya sedih sekali, yang diperbolehkan ini disebut perilaku yang salah. Pada saat yang sama, saat ini marak pergaulan bebas, dianggap biasa, seperti teman tapi mesum (TTM). Makanya, saya ambil sikap seperti ini.
TUH TUH.... SI AA, KENAPA MELEMPAR KESALAHAN PADA ORANG LAIN SIH?
KALAU AA MEMILIH BERPOLIGAMI, BUKAN BERARTI AA JADI ORANG YANG PALING BENER DONG.
===========================================================
Meski kini memiliki dua istri, tapi Aa Gym tidak menganjurkan jamaahnya untuk berpoligami. Lho?
Menurut Aa Gym, poligami bukanlah hal mudah. Karena itu, untuk melakukan poligami, seseorang harus memiliki ilmu yang memadai dan memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk menggapai kebenaran.
IYA DEH, PERCAYA PERCAYA AA YANG PALING PINTER DAN BERILMU...
==================================
Aa Gym menjelaskan, agama Islam membolehkan umatnya untuk berpoligami. "Meskipun agama membolehkan, tapi saya tidak menganjurkan. Bagi yang tidak punya wawasan dan pengetahuan, poligami ini akan sangat sakit bagi wanita," ujar dia mewanti-wanti.
AA EMANG DEH ORANG PALING BERPENGETAHUAN.. EMANG EMANG..
===============================
SEMOGA SEMUA ALASAN AA ITU BUKAN CUMA PEMBENARAN ATAS NAFSU BIRAHI YA A...
yeah right...
Gue geram, gue kecewa, dan gue murka sebenarnya karena panutan koq begini jadinya.
Berikut ini adalah kutipan penjelasan AA Gym tentang POligami yang dilakukannya.
Aa Gym kepada wartawan di kediamannya, di kompleks Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, Minggu (3/12/2006) mengaku bahwa dirinya merupakan pemula dalam berpoligami, sehingga masih belajar untuk berbuat adil.
"Saya ini baru pemula. Adil butuh perjuangan. Makanya, sekarang lagi belajar. Nanti kalau sudah dijalani kan, ada ilmunya. Makanya turun nih 3 Kg. Jerawat muncul-muncul," kata Aa Gym yang tampak tenang itu saat ditanya apakah dirinya bisa berlaku adil untuk kedua istrinya.
MASYAALLAH AA, KALAU SUDAH PANDAI BERBAGI KEADILAN, APA BERNIAT POLIGAMI LAGI?
===========================================================
Saya seorang seorang Islam, yang memiliki keyakinan bahwa sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu ada hikmahnya. Saya sedih sekali, yang diperbolehkan ini disebut perilaku yang salah. Pada saat yang sama, saat ini marak pergaulan bebas, dianggap biasa, seperti teman tapi mesum (TTM). Makanya, saya ambil sikap seperti ini.
TUH TUH.... SI AA, KENAPA MELEMPAR KESALAHAN PADA ORANG LAIN SIH?
KALAU AA MEMILIH BERPOLIGAMI, BUKAN BERARTI AA JADI ORANG YANG PALING BENER DONG.
===========================================================
Meski kini memiliki dua istri, tapi Aa Gym tidak menganjurkan jamaahnya untuk berpoligami. Lho?
Menurut Aa Gym, poligami bukanlah hal mudah. Karena itu, untuk melakukan poligami, seseorang harus memiliki ilmu yang memadai dan memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk menggapai kebenaran.
IYA DEH, PERCAYA PERCAYA AA YANG PALING PINTER DAN BERILMU...
==================================
Aa Gym menjelaskan, agama Islam membolehkan umatnya untuk berpoligami. "Meskipun agama membolehkan, tapi saya tidak menganjurkan. Bagi yang tidak punya wawasan dan pengetahuan, poligami ini akan sangat sakit bagi wanita," ujar dia mewanti-wanti.
AA EMANG DEH ORANG PALING BERPENGETAHUAN.. EMANG EMANG..
===============================
SEMOGA SEMUA ALASAN AA ITU BUKAN CUMA PEMBENARAN ATAS NAFSU BIRAHI YA A...
yeah right...
Tuesday, November 28, 2006
Katakan Cinta?
Enam tahun lalu, aku mencintaimu setengah mati, benar-benar mencintaimu, dan kamu tidak tahu. Dua tahun kemudian, aku menangisimu tiga malam atas rencana pernikahanmu dengan dia, yang akhirnya gagal, ha ha ha, aku bahagia, berharap kamu melirikku, ternyata tidak.
Aku menempatkan orang lain diruang yang semestinya milikmu, di tahun yang sama. Berharap cinta dan harap padamu padam.
Dua tahun kemudian, Ramyku datang memberikan semua kenangan terindah. Menghapuskanmu dari cerita cintaku, menempati ruangmu dihatiku. Nyaris tak tersisa.
Ramyku pergi, kamu bersama yang lain. Aku, cemburu.
Mauku apa? Aku sendiri tak tahu. Cinta atau bukan? Aku sungguh tak tahu.
Yang kutahu, sayangku padamu tak berubah. Takutku kehilanganmu tak pernah hilang.
Kita dekat, semakin dekat tapi kamu tak pernah tahu cerita enam tahun lalu, cerita tangis ditiga malam.
Kemarin dan hari ini, kita sama-sama sendiri dan kesepian. Kian menyadari bahwa satu satu kelompok pertemanan semakin sempit. Tinggal kamu dan aku. Tapi mungkinkah akan berubah menjadi KITA? Aku tidak tahu. Atau kubiarkan cerita enam tahun lalu itu terpendam bersama waktu, meninggalku dalam penasaran, pernahkah kamu cinta padaku?
Aku menempatkan orang lain diruang yang semestinya milikmu, di tahun yang sama. Berharap cinta dan harap padamu padam.
Dua tahun kemudian, Ramyku datang memberikan semua kenangan terindah. Menghapuskanmu dari cerita cintaku, menempati ruangmu dihatiku. Nyaris tak tersisa.
Ramyku pergi, kamu bersama yang lain. Aku, cemburu.
Mauku apa? Aku sendiri tak tahu. Cinta atau bukan? Aku sungguh tak tahu.
Yang kutahu, sayangku padamu tak berubah. Takutku kehilanganmu tak pernah hilang.
Kita dekat, semakin dekat tapi kamu tak pernah tahu cerita enam tahun lalu, cerita tangis ditiga malam.
Kemarin dan hari ini, kita sama-sama sendiri dan kesepian. Kian menyadari bahwa satu satu kelompok pertemanan semakin sempit. Tinggal kamu dan aku. Tapi mungkinkah akan berubah menjadi KITA? Aku tidak tahu. Atau kubiarkan cerita enam tahun lalu itu terpendam bersama waktu, meninggalku dalam penasaran, pernahkah kamu cinta padaku?
Sunday, November 26, 2006
Hidup Mahal Huhuhu
Sejam lalu habis tengok gajian, Alhamdulillah sudah bertambah saldonya. Tapi selang 1 menit kemudian,
Bayar kartu kredit : 200.000 (dari 999.000 tagihan bulan ini :P)
Jatah bulanan keluarga : 700.000
Niaga (tabungan wajib, asuransi pendidikan) : 500.000
Bayar kost : 250.000
Itu post wajib bulanan.
Post dadakan bulan ini
Sisa uang buku ade : 500.000
Biaya ujian UAS UAN : 1.700.000
Duh mahal banget sih mau pintar.
Post tahun 2007
Uang masuk kuliah ade : 10-15 jt
tabungan kawin ????
Gue gantung diri aja deh.... PUSING :'(
Bayar kartu kredit : 200.000 (dari 999.000 tagihan bulan ini :P)
Jatah bulanan keluarga : 700.000
Niaga (tabungan wajib, asuransi pendidikan) : 500.000
Bayar kost : 250.000
Itu post wajib bulanan.
Post dadakan bulan ini
Sisa uang buku ade : 500.000
Biaya ujian UAS UAN : 1.700.000
Duh mahal banget sih mau pintar.
Post tahun 2007
Uang masuk kuliah ade : 10-15 jt
tabungan kawin ????
Gue gantung diri aja deh.... PUSING :'(
Dongeng Yuk
Paling tidak mudah sebenarnya berbahasa kepada anak. Tapi bukan berarti tak bisa dicoba. Simak deh, dongeng yang sudah gue buat ini. Sinopsisnya aja ya.
Kisah Si Kucing Hitam
"Seekor kucing hitam, kurus dan berkutu tersesat di pinggiran jalan raya. Mencari ibu, mencari susu dan makanan. Sampai satu ketika si Hitam ditemukan oleh Andi seorang anak kecil yang sedang jalan-jalan dengan ibunya. Andi mengurus Si Hitam sampai menjadi gemuk. Setiap sore ada saja teman-teman hitam yang ikut menumpang makan di rumah Hitam, ya juga rumah Andi tentu saja. Sampai suatu hari Andi dihadang seekor anjing yang besar sekali. Si Hitam dan teman-temannya berusaha menolong Andi. Mereka menyerang anjing itu bersama-sama sampai anjing itu pun lari tunggang langgang. Andi selamat, makanan pun bertambah banyak untuk Hitam dan kawan-kawannya."
Pesan Moral, berbuat baik itu tidak pernah ada ruginya. Bahkan hewanpun tahu bagaimana berbalas budi.
Mau tahu kisah selengkapnya? Simak di Dunia Dongeng Radio Utan Kayu 89,2 FM..
atau kalau ada penerbit yang sudi melirik karya gue, yah bisalah dibukukan.. sayang gue jauh dari lingkaran pertemanan dengan para publisher... mimpi aja dulu lah.
Kisah Si Kucing Hitam
"Seekor kucing hitam, kurus dan berkutu tersesat di pinggiran jalan raya. Mencari ibu, mencari susu dan makanan. Sampai satu ketika si Hitam ditemukan oleh Andi seorang anak kecil yang sedang jalan-jalan dengan ibunya. Andi mengurus Si Hitam sampai menjadi gemuk. Setiap sore ada saja teman-teman hitam yang ikut menumpang makan di rumah Hitam, ya juga rumah Andi tentu saja. Sampai suatu hari Andi dihadang seekor anjing yang besar sekali. Si Hitam dan teman-temannya berusaha menolong Andi. Mereka menyerang anjing itu bersama-sama sampai anjing itu pun lari tunggang langgang. Andi selamat, makanan pun bertambah banyak untuk Hitam dan kawan-kawannya."
Pesan Moral, berbuat baik itu tidak pernah ada ruginya. Bahkan hewanpun tahu bagaimana berbalas budi.
Mau tahu kisah selengkapnya? Simak di Dunia Dongeng Radio Utan Kayu 89,2 FM..
atau kalau ada penerbit yang sudi melirik karya gue, yah bisalah dibukukan.. sayang gue jauh dari lingkaran pertemanan dengan para publisher... mimpi aja dulu lah.
Friday, November 10, 2006
I found my smile
Untuk beberapa pekan terakhir, gue tanpa senyum,
hari ini seperti untuk pertama kalinya, gue tersenyum.
Sejauh ingatan gue, tak ada kamus buat gue terlambat dalam setiap janji dan tugas. Berkat papi, gue jadi orang yang sangat disiplin sama waktu.
Tapi pagi tadi, gue menikmati keterlambatan!!
"ci, lo masuk kan hari ini? gue agak telat jam segini (7.30) belum dapet bis, masih stuck di Pondok Labu." begitu kata gue dalam sms kepada Eci.
Biasanya gue langsung panik sepanik-paniknya karena bakal dan pasti telat. Tapi pagi tadi, gue menikmati keterlambatan. Gue lihat orang-orang yang berlari mengejar bis, gue lihat muka mereka yang panik. Lucu. Itu gue, kemarin!
Hari ini, gue biarkan satu, dua sampai lima metro mini 610 kosong berlalu dimuka gue. Perut gue mules minta dikeluarin isinya, maka taruhan gue adalah gue ga bisa menikmati perjalanan di dalam bis dengan perut mules. Maka gue diam dipinggir jalan, mencoba konsentrasi menghilangkan mules.
Mekka bilang, kalau masih nongkrong di jalanan sekalian nunggu dia aja, berangkat bareng. Akhirnya, sambil melawan mules pengen ee, gue nunggu mekka. Gue cuek dengan jarum jam yang terus bergerak. Gue mulai numb dengan waktu, mati rasa aja.
Ternyata nikmat melupakan waktu sesaat, melupakan mesin absen sialan yang bertanda merah jika telat, melupakan bayang-bayang potongan transport gara-gara terlambat. Hari ini gue ga peduli!!
Di sepanjang jalan pun, gue tak sekali-kali menengok jam di hape. Ga, gue ga peduli. Gue sama Mekka tetap ngoceh tentang bagaimana mengubah hidup. Mulai menjadi majikan atas diri sendiri. Menyicil kekayaan. Merancang konsep dan menyusun rencana dagang. Ah lucunya, bak pebisnis handal saja kami bicara di dalam bis.
Sampai di Pasar Genjing, kami berpisah. Gue terpaksa naek lagi metromini 49 cuma untuk mengantarkan gue memutar masuk jl. Utan Kayu, gara-gara tingkungan kesayangan gue kini tertutup rapat oleh jalur Busway keparat itu.
Sampai di kantor, aneh, tak ada rasa bersalah karena gue terlambat. Gue senyum, senyum sebuah kemenangan. Karena hari ini gue berani mengambil keputusan yang tak terpikir sebelumnya, membiarkan diri terlambat, memenangkan waktu, rasa mules dan rasa bersalah. Gue merasa baru!
Satu kesimpulan pembicaraan gue dan mekka hari ini, it's only take one brave step to change your life. Dan hari ini belum gue temukan keberanian itu!! Damn!!
hari ini seperti untuk pertama kalinya, gue tersenyum.
Sejauh ingatan gue, tak ada kamus buat gue terlambat dalam setiap janji dan tugas. Berkat papi, gue jadi orang yang sangat disiplin sama waktu.
Tapi pagi tadi, gue menikmati keterlambatan!!
"ci, lo masuk kan hari ini? gue agak telat jam segini (7.30) belum dapet bis, masih stuck di Pondok Labu." begitu kata gue dalam sms kepada Eci.
Biasanya gue langsung panik sepanik-paniknya karena bakal dan pasti telat. Tapi pagi tadi, gue menikmati keterlambatan. Gue lihat orang-orang yang berlari mengejar bis, gue lihat muka mereka yang panik. Lucu. Itu gue, kemarin!
Hari ini, gue biarkan satu, dua sampai lima metro mini 610 kosong berlalu dimuka gue. Perut gue mules minta dikeluarin isinya, maka taruhan gue adalah gue ga bisa menikmati perjalanan di dalam bis dengan perut mules. Maka gue diam dipinggir jalan, mencoba konsentrasi menghilangkan mules.
Mekka bilang, kalau masih nongkrong di jalanan sekalian nunggu dia aja, berangkat bareng. Akhirnya, sambil melawan mules pengen ee, gue nunggu mekka. Gue cuek dengan jarum jam yang terus bergerak. Gue mulai numb dengan waktu, mati rasa aja.
Ternyata nikmat melupakan waktu sesaat, melupakan mesin absen sialan yang bertanda merah jika telat, melupakan bayang-bayang potongan transport gara-gara terlambat. Hari ini gue ga peduli!!
Di sepanjang jalan pun, gue tak sekali-kali menengok jam di hape. Ga, gue ga peduli. Gue sama Mekka tetap ngoceh tentang bagaimana mengubah hidup. Mulai menjadi majikan atas diri sendiri. Menyicil kekayaan. Merancang konsep dan menyusun rencana dagang. Ah lucunya, bak pebisnis handal saja kami bicara di dalam bis.
Sampai di Pasar Genjing, kami berpisah. Gue terpaksa naek lagi metromini 49 cuma untuk mengantarkan gue memutar masuk jl. Utan Kayu, gara-gara tingkungan kesayangan gue kini tertutup rapat oleh jalur Busway keparat itu.
Sampai di kantor, aneh, tak ada rasa bersalah karena gue terlambat. Gue senyum, senyum sebuah kemenangan. Karena hari ini gue berani mengambil keputusan yang tak terpikir sebelumnya, membiarkan diri terlambat, memenangkan waktu, rasa mules dan rasa bersalah. Gue merasa baru!
Satu kesimpulan pembicaraan gue dan mekka hari ini, it's only take one brave step to change your life. Dan hari ini belum gue temukan keberanian itu!! Damn!!
Saturday, November 04, 2006
Insanity
I cried last night for something that was not worth at all.
I cried for myself, for my insanity
Aku mencari sesuatu yang membuatku tetap menapak pada kesadaran,
Aku mencoba tetap waras diantara semua himpitan.
Aku bisa menjerit, marah, murka tapi aku hanya bisa menangis
Aku bisa gila.
Gila bisa menguntungkan, bebas tanpa merasa malu
Gila bisa menjadi hal paling waras buatku saat ini.
But you drag me to reality. And you always know how much I hate reality which cost me nothing but pain. I pain with no gain.
It was you who keep me alive and sane.
and now, should I hate you for that?
You make me strong in your own way.
You make me believe to something that I shall forget.
Let me fading in insanity.
Let me shall forget you and things that I want to be one before.
Now i believe i am insane...
I cried for myself, for my insanity
Aku mencari sesuatu yang membuatku tetap menapak pada kesadaran,
Aku mencoba tetap waras diantara semua himpitan.
Aku bisa menjerit, marah, murka tapi aku hanya bisa menangis
Aku bisa gila.
Gila bisa menguntungkan, bebas tanpa merasa malu
Gila bisa menjadi hal paling waras buatku saat ini.
But you drag me to reality. And you always know how much I hate reality which cost me nothing but pain. I pain with no gain.
It was you who keep me alive and sane.
and now, should I hate you for that?
You make me strong in your own way.
You make me believe to something that I shall forget.
Let me fading in insanity.
Let me shall forget you and things that I want to be one before.
Now i believe i am insane...
Tuesday, October 24, 2006
Met Lebaran
Ah, lebaran paling sepi dalam hidupku.
Saat lebaran pertama tanpa papi, keriaan masih ada di rumah. Paling tidak ada mami, dua saudara, sekeluarga Wa Is dan Pak de, dan tetangga.
Tahun ini,
Mami dan prima ada di Bandung sejak Senin. "Nit, mami berangkat ke Bandung yah, udah masak banyak tuh, tenang aja."
Ah mami, bukan cuma ketupat yang ditunggu, tapi juga hadirmu. Salahku yang membuyarkan rencana kita untuk pergi sekeluarga ke Bandung. Salahku yang memutuskan bekerja di hari raya.
Jadilah, aku di kantor, Lina di rumah pacar, mami di Bandung, papi di kuburan.
Ah sepinya lebaran kali ini.
Tapi teknologi keparat bernama handphone itu memang berguna sekali. Meski jauh dari mami, mohon maaf tetap terjalin.
ah.. andai handphone bisa menghubungkan aku dengan papi.
Saat lebaran pertama tanpa papi, keriaan masih ada di rumah. Paling tidak ada mami, dua saudara, sekeluarga Wa Is dan Pak de, dan tetangga.
Tahun ini,
Mami dan prima ada di Bandung sejak Senin. "Nit, mami berangkat ke Bandung yah, udah masak banyak tuh, tenang aja."
Ah mami, bukan cuma ketupat yang ditunggu, tapi juga hadirmu. Salahku yang membuyarkan rencana kita untuk pergi sekeluarga ke Bandung. Salahku yang memutuskan bekerja di hari raya.
Jadilah, aku di kantor, Lina di rumah pacar, mami di Bandung, papi di kuburan.
Ah sepinya lebaran kali ini.
Tapi teknologi keparat bernama handphone itu memang berguna sekali. Meski jauh dari mami, mohon maaf tetap terjalin.
ah.. andai handphone bisa menghubungkan aku dengan papi.
Sunday, October 22, 2006
Merenunglah Lelaki
Tulisan ini gue kutip untuk mengingat, betapa busuknya poligami tanpa alasan tepat!!!
"Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus" (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, nomor hadis: 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi SAW menekankan pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan istri.
Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga." (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
Sama dengan Nabi yang berbicara tentang Fathimah, hampir setiap orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu. Seperti dikatakan Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.
Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka bisa dipastikan yang sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami karena itu yang tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib RA sendiri tetap bermonogami sampai Fathimah RA wafat.
DALIL "poligami adalah sunah" biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.
Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar Mesir-lebih memilih memperketat.
Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syar’i dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287).
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan "poligami itu sunah".
Faqihuddin Abdul Kodir Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina Institute Cirebon, Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah
"Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus" (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, nomor hadis: 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi SAW menekankan pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan istri.
Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga." (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
Sama dengan Nabi yang berbicara tentang Fathimah, hampir setiap orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu. Seperti dikatakan Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.
Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka bisa dipastikan yang sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami karena itu yang tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib RA sendiri tetap bermonogami sampai Fathimah RA wafat.
DALIL "poligami adalah sunah" biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.
Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar Mesir-lebih memilih memperketat.
Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syar’i dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287).
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan "poligami itu sunah".
Faqihuddin Abdul Kodir Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina Institute Cirebon, Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah
Saturday, October 21, 2006
Masih Mencari
Gue ga kemana-mana sebenarnya tapi hanya sebagian dari gue sedang merantau. Maaf jika manusia yang satu ini can't stay put. Gue sedang berenang mencari kehangatan air, gue sedang terbang bermigrasi mencari nasi.
Sudah pernah gue bilang, gue ini belum menemukan satu tempat yang namanya rumah. Tempat gue membuat sarang dan beranak pinak, menjadi gendut dan beruban. Berongkang ongkang kaki di kursi goyang dengan kacamata baca supertebal.
Rumah yang gue cari cukup sederhana, tawaran kedamaian didalamnya. Wangi kasih sayang, rumah yang pintunya selalu terbuka untuk berkarya dan beristirahat. Merebah kepala diatas nyaman bantal dan juga dada hangat.
Rumah yang didalamnya ada sebuah penghargaan untuk setiap karya. Rumah yang bisa membuat nyaman sehingga otak ini bisa terus bekerja dengan tenang. Rumah bukan kandang.. Rumah bukan penjara. Rumah dan bukan file cabinet.
Bisa tawarkan itu ke gue? hingga gue tak perlu lagi berlari, terbang dan berenang mencari nasi di rumah yang lain??
Sudah pernah gue bilang, gue ini belum menemukan satu tempat yang namanya rumah. Tempat gue membuat sarang dan beranak pinak, menjadi gendut dan beruban. Berongkang ongkang kaki di kursi goyang dengan kacamata baca supertebal.
Rumah yang gue cari cukup sederhana, tawaran kedamaian didalamnya. Wangi kasih sayang, rumah yang pintunya selalu terbuka untuk berkarya dan beristirahat. Merebah kepala diatas nyaman bantal dan juga dada hangat.
Rumah yang didalamnya ada sebuah penghargaan untuk setiap karya. Rumah yang bisa membuat nyaman sehingga otak ini bisa terus bekerja dengan tenang. Rumah bukan kandang.. Rumah bukan penjara. Rumah dan bukan file cabinet.
Bisa tawarkan itu ke gue? hingga gue tak perlu lagi berlari, terbang dan berenang mencari nasi di rumah yang lain??
Sunday, September 17, 2006
Tak Ada Yang Terlambat
"Umur 28 tahun, telat ga yak kalau beralih profesi" Kata seorang teman malam itu.
Rasanya tak ada kata terlambat untuk hal apapun, entah itu kawin, beranak, atau cuma sekedar ganti profesi atau belajar lagi. Akan telat kalau suatu saat kita terbaring payah di tempat tidur rumah sakit dengan selang infus dimana-mana, kemudian baru menyadari betapa bodohnya diri karena mensia-siakan kesempatan selama sehat dan mampu. Akan bodoh jadinya kalau tak mau berusaha hanya karena minder lihat umur dan generasi baru dibawah yang seger-seger.
"Inget umur nit, bentar lagi lo tua, kapan mau punya anak?" kata teman sekali waktu.
Siapa sih yang mampu menahan datangnya tua, biar saja dia datang, asal tua datang setelah muda yang terpuaskan dengan cita, cinta dan ambisi. So what gitu loh. Pernah denger ada perempuan usianya 40-an baru punya anak?? Tidak ada yang tidak mungkin bila seizin Allah.
Inget umur? ya jelas lah aku ingat, late twenties, 28,5 tahun. Itu artinya sisa hidup semakin sedikit sementara cita-cita masih setinggi langit. Duh, mungkin ketinggian tapi paling ngga, aku masih mau berusaha mencapainya. Kalau sudah usaha kemudian tak bisa digapai, itu lain cerita, ada lain cita yang Allah siapkan buatku.
Jadi, JANGAN MENYERAH YAAA.... YEEIIIHHHAAA... Kita bisa kalau usaha!!!
Rasanya tak ada kata terlambat untuk hal apapun, entah itu kawin, beranak, atau cuma sekedar ganti profesi atau belajar lagi. Akan telat kalau suatu saat kita terbaring payah di tempat tidur rumah sakit dengan selang infus dimana-mana, kemudian baru menyadari betapa bodohnya diri karena mensia-siakan kesempatan selama sehat dan mampu. Akan bodoh jadinya kalau tak mau berusaha hanya karena minder lihat umur dan generasi baru dibawah yang seger-seger.
"Inget umur nit, bentar lagi lo tua, kapan mau punya anak?" kata teman sekali waktu.
Siapa sih yang mampu menahan datangnya tua, biar saja dia datang, asal tua datang setelah muda yang terpuaskan dengan cita, cinta dan ambisi. So what gitu loh. Pernah denger ada perempuan usianya 40-an baru punya anak?? Tidak ada yang tidak mungkin bila seizin Allah.
Inget umur? ya jelas lah aku ingat, late twenties, 28,5 tahun. Itu artinya sisa hidup semakin sedikit sementara cita-cita masih setinggi langit. Duh, mungkin ketinggian tapi paling ngga, aku masih mau berusaha mencapainya. Kalau sudah usaha kemudian tak bisa digapai, itu lain cerita, ada lain cita yang Allah siapkan buatku.
Jadi, JANGAN MENYERAH YAAA.... YEEIIIHHHAAA... Kita bisa kalau usaha!!!
Tuesday, August 29, 2006
I Fixed You
When you feeling down, i am there to take you up
When you fall, I am there to catch you
When you tears fall down, I wipe your face
When you need shoulder to cry on, I am there by your side
I always there for you right?
When you pick me up in the middle of the night just to cool down your heart, I always open my eyes and ears
When you ask me to call just to listen to your problem, I always do that.
When you messed around, I clean it up for you
I always fixed you!!
Where the hell are you when I need someone to talk to
Where the fucking shoulder for me to cry on
Where the damned ears to listen to me
No need your mouth to judge me
No need your money to shout my mouth up
No need your silly joke to make me laugh
I need someone to fixed me!!
When you fall, I am there to catch you
When you tears fall down, I wipe your face
When you need shoulder to cry on, I am there by your side
I always there for you right?
When you pick me up in the middle of the night just to cool down your heart, I always open my eyes and ears
When you ask me to call just to listen to your problem, I always do that.
When you messed around, I clean it up for you
I always fixed you!!
Where the hell are you when I need someone to talk to
Where the fucking shoulder for me to cry on
Where the damned ears to listen to me
No need your mouth to judge me
No need your money to shout my mouth up
No need your silly joke to make me laugh
I need someone to fixed me!!
Monday, August 21, 2006
I to Him
This is the poet that he wrote for me to show me how much he loves me. I wish I can love you that much too Eric.
Imagine the call of the lonely bird
As it flies above the sea
That was how i used to be
Before you came to me
I had no purpose in my life
Afuture I couldnt see
Then suddenly the whole world changed
When you came to me
I have the love of a wonderful girl
Happier i couldnt be
And I think how sad my living was
Before you came to me
I love you dear with all my heart
I love you completely
My heart and soul are not my own
Since you came to me
Imagine the call of the lonely bird
As it flies above the sea
That was how i used to be
Before you came to me
I had no purpose in my life
Afuture I couldnt see
Then suddenly the whole world changed
When you came to me
I have the love of a wonderful girl
Happier i couldnt be
And I think how sad my living was
Before you came to me
I love you dear with all my heart
I love you completely
My heart and soul are not my own
Since you came to me
Thursday, August 17, 2006
Hari Kemerdekaan
Setahun lalu dia datang pertama kali ke Indonesia dari negeri Belanda, yang pernah menjajah negeri ini selama 3,5 abad. Pagi jam 7, dia mengirimkan sms, "hey Nita, I want to see a big carnaval, where do you think I can find it?". Hmm sayang, kita sudah lama tak punya acara karvanal untuk merayakan hari kemerdekaan. Tapi dia keukeuh mencarinya diseputaran kantor Gubernur, Istana Presiden atau Monas. Jam 11 siang, dia sms lagi "hey Nita, there's no carnaval at all? is this the way you celebrate the independece day?", Oh honey, try to look the celebration in kampung kampung, you know, kampung?"
ya ya ya, malam 17 Agustus 2005 aku dan dia bersama 4 teman lainnya menghabiskan waktu disebuah kafe di bilangan Thamrin. Ada live band disana dan siapapun bisa meminta lagu untuk dimainkan. Teman dari Belanda itu sibuk menyanyikan lagu hari kemerdekaan, "nit, the song "tujuh belas agustus.." what it called?", maksudnya lagu "Hari Kemerdekaan", kemudian dia beri potongan kertas kecil itu kepada si vokalis band. 1 lagu, 2 lagu sampai 5 lagu lain berlalu, tapi tak ada lagu yang dipintanya. "Hey, guys, dont you know the song, "hari kemerdekaan"? teriak teman itu. Malu hati tembel muka, sang vokalis mengaku "Ga apal"
"oh you Guys, what a shame!!, that's a shame?"
yeah what a shame sayang. Apalagi jika kamu tahu apa yang terjadi belakangan ini dengan negeriku, Indonesia. Ibarat manusia yang rata-rata hanya sampai berumur 60 tahun, mungkin Indonesia juga sebenarnya sudah mati. Karena sekarang saat 61 tahun usianya, kami belum merasa merdeka. Kami memang terlepas dari bangsamu, tapi kami terjajah oleh bangsa sendiri. Penjajah kami ini adalah mereka yang sibuk mengeyangkan perut sendiri, mengisi kantong mereka sampai luber. Mereka yang menjual agama untuk kepentingan politik, yang sibuk menyeragamkan berbagai keragaman, yang cuma menjunjung demokrasi atas nama mayoritas. Atau bahkan mereka yang menjual keberagaman, kemajemukan untuk kepentingan kapitalis.
Iya, kami cantik dipermukaan dengan gunung-gunung, lautan dan pemadangan yang indah, tapi manusianya telah mengeruk perut bumi sampai kopong, tak mampung menahan mereka yang ada diatas.
What a Shame!!
Tapi ini Indonesia teman, rumahku. Saat jauh 6 minggu darinya, aku tetap merasa Indonesia adalah rumahku, hanya saja aku sedang mengalami "brokenhome". Di Indonesia aku merasa lebih menghargai hidup, karena mungkin besok pagi aku mati, entah karena bencana, kerusuhan atau hanya karena aku menuliskan ini padamu...
ya ya ya, malam 17 Agustus 2005 aku dan dia bersama 4 teman lainnya menghabiskan waktu disebuah kafe di bilangan Thamrin. Ada live band disana dan siapapun bisa meminta lagu untuk dimainkan. Teman dari Belanda itu sibuk menyanyikan lagu hari kemerdekaan, "nit, the song "tujuh belas agustus.." what it called?", maksudnya lagu "Hari Kemerdekaan", kemudian dia beri potongan kertas kecil itu kepada si vokalis band. 1 lagu, 2 lagu sampai 5 lagu lain berlalu, tapi tak ada lagu yang dipintanya. "Hey, guys, dont you know the song, "hari kemerdekaan"? teriak teman itu. Malu hati tembel muka, sang vokalis mengaku "Ga apal"
"oh you Guys, what a shame!!, that's a shame?"
yeah what a shame sayang. Apalagi jika kamu tahu apa yang terjadi belakangan ini dengan negeriku, Indonesia. Ibarat manusia yang rata-rata hanya sampai berumur 60 tahun, mungkin Indonesia juga sebenarnya sudah mati. Karena sekarang saat 61 tahun usianya, kami belum merasa merdeka. Kami memang terlepas dari bangsamu, tapi kami terjajah oleh bangsa sendiri. Penjajah kami ini adalah mereka yang sibuk mengeyangkan perut sendiri, mengisi kantong mereka sampai luber. Mereka yang menjual agama untuk kepentingan politik, yang sibuk menyeragamkan berbagai keragaman, yang cuma menjunjung demokrasi atas nama mayoritas. Atau bahkan mereka yang menjual keberagaman, kemajemukan untuk kepentingan kapitalis.
Iya, kami cantik dipermukaan dengan gunung-gunung, lautan dan pemadangan yang indah, tapi manusianya telah mengeruk perut bumi sampai kopong, tak mampung menahan mereka yang ada diatas.
What a Shame!!
Tapi ini Indonesia teman, rumahku. Saat jauh 6 minggu darinya, aku tetap merasa Indonesia adalah rumahku, hanya saja aku sedang mengalami "brokenhome". Di Indonesia aku merasa lebih menghargai hidup, karena mungkin besok pagi aku mati, entah karena bencana, kerusuhan atau hanya karena aku menuliskan ini padamu...
Tuesday, August 15, 2006
Aku Ingin Kaya
Maaf ya, kuliah 4,5 tahunku belum balik modal. Gaji cuma pas-pasan dan belum pas untuk beliin mami rumah, bayar sekolah ade, atau nambahin buat biaya kawin ade perempuanku, yah apalagi buat kawinanku sendiri.
Laki-laki itu ketakutan kutebengi mam. Mana ada yang mau menikahi perempuan yang cuma punya tabungan 400 rebu di rekening, 178 rebu dicelengan, 30 rebu dikantong kosmetik dan 50 rebu didompet. Barang berharga yang bisa kubanggakan cuma Laptop second harga 5 juta, kamera digital sisa hadiah jurnalistik dan handphone motorola yang katanya canggih tapi gobloknya najis-najis dah!!. Oh, keperawanan masih diitung barang berharga ga?
Mami cape yak harus nomaden terus, pindah-pindah rumah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Terus menerus dihina karena mereka ketakutan kita tak sanggup bayar. Terus menerus dihina karena tak ada papi yang cukup berwibawa. Janda dengan dua anak gadis dan seorang anak laki-laki ABG. Bangsat semua mam!!! Mereka itu Anjing mam!!
Maafkan aku mam.
Kekayaan hati dan kebesaran ilmu yang pernah kita banggakan ternyata tak sanggup membeli beras sekarung kan? tak bisa menghentikan mereka untuk menghina kita kan? tak bisa membuat Ade mendapatkan sekolah yang bagus kan?
One day mam.
Sampai satu saat aku kaya nanti, kan kubeli harga diri. Kubeli kepala sombong mereka. Because everybody has their price, we buy them all mam, kan kita ludahi mereka.
Laki-laki itu ketakutan kutebengi mam. Mana ada yang mau menikahi perempuan yang cuma punya tabungan 400 rebu di rekening, 178 rebu dicelengan, 30 rebu dikantong kosmetik dan 50 rebu didompet. Barang berharga yang bisa kubanggakan cuma Laptop second harga 5 juta, kamera digital sisa hadiah jurnalistik dan handphone motorola yang katanya canggih tapi gobloknya najis-najis dah!!. Oh, keperawanan masih diitung barang berharga ga?
Mami cape yak harus nomaden terus, pindah-pindah rumah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Terus menerus dihina karena mereka ketakutan kita tak sanggup bayar. Terus menerus dihina karena tak ada papi yang cukup berwibawa. Janda dengan dua anak gadis dan seorang anak laki-laki ABG. Bangsat semua mam!!! Mereka itu Anjing mam!!
Maafkan aku mam.
Kekayaan hati dan kebesaran ilmu yang pernah kita banggakan ternyata tak sanggup membeli beras sekarung kan? tak bisa menghentikan mereka untuk menghina kita kan? tak bisa membuat Ade mendapatkan sekolah yang bagus kan?
One day mam.
Sampai satu saat aku kaya nanti, kan kubeli harga diri. Kubeli kepala sombong mereka. Because everybody has their price, we buy them all mam, kan kita ludahi mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)