Friday, August 31, 2007

Let Me Hold You Again

"Why can't we just rewind", I miss you like mad these days. I can't explain how I feel, I don't even know it is you or the moment that I missed.
"Why can't we just rewind" everything for the last time. Just let me hold you again one more time, then I won't ask for more than that.

You are never left my head all this time and my love is always there for you. A special space for you deep down here. Okay, I am crazy... I know it. It is love that make me crazy and sane in the same time.

Hate me if you like but life is only good with you around. Why can't we just rewind? one more time. Then kick me out from your side or decide to be beside me. I just could not see where we went wrong not even about the culture and age. I am crazy so hate me then. But it won't stop me from missing you.

The same cage above us, watching our first kiss. The same road we tracked to our special restaurant. And I am the same person you used to love.

Wednesday, August 29, 2007

Perawan Tua

Dulu kata-kata itu sering banget gue dan teman-teman lontarkan ke bekas Bos, hanya karena dia sudah berumur dan belum menikah. Tapi gara-gara itu pula, setiap kali dia marah dan memaki, kami pasti mengaitkannya dengan status "perawan tua" itu. Status itu pula yang sebenarnya membuat kami memaafkan dan memilih memaklumi.

Lima tahun kemudian, kata-kata itu justru ditujukan pada gue. Waks! sempet kaget. Busyet, ketulah apa yak. Pesen singkat di hp gue bertuliskan, "jangan sampai jadi perawan tua ya nit. Buruan menikah."

Monyet, itu lagi itu lagi yang mereka omong ke gue. Kalau gue masih perawan, So What! Kalau gue berumur 29 nyaris 30, So What!. Am I look that pathetic?
Gue mau menikah suatu saat nanti, tapi pilih suami bukan pilih kacang kulit. Suami itu pasangan setara seumur hidup. Ga mungkinlah gue cap cip cup kedebong busuk... meenee mainee moo. Please deh.

Kalau sepi itu datang, biarlah itu jadi milik gue sendiri. Kalau sedih itu datang, biarkan gue atasi sendiri. Nah kalau cinta itu datang, biarlah gue nikmati. Kan hati gue ga ada urusannya sama kalian toh.

Dan jauh sebelum mencapai 29, gue memang sudah jutek. Jadi tak ada hubungannya jutek sama perawan tua kalee. Oh BTW, Thank you for all your concern!

Sunday, August 26, 2007

Pun Dia Menulis

Dia dan kakaknya menulis tentang Islam dalam perspektif orang Belanda, lahir dari keluarga campuran imigran Alexandria, Mesir dan Belanda tulen. Buat muslim yang tinggal di negara mayoritas non muslim bukan perkara gampang, tapi dia mampu melalui segala godaan itu. Silakan menyimak perspektif kakak beradik soal pertentangan dalam Islam. Intinya kalau orang Islam berpikiran modern menolak segala bentuk debat tentang keislaman, maka para teroris yang tertawa. Mereka yang hanya menjermahkan Islam sebagai agama penuh kekejaman dan in-toleransi.

Dan yang paling menyenangkan ini adalah apa yang dia tulis tentang Islam di Indonesia, ah di Utan Kayu lah paling tidak.

While the discussions about Islam ground to a heated halt, we crossed the world’s oceans in search of adventure and a place to breathe. One of us saw how Muslims united in the Indonesian Liberal Islam Network profess a constructively critical approach to Islam. Instead of literally interpreting the Quran, they appeal to human reason in order to translate Islam to modern times. In the east of Jakarta, they have joined forces with journalists, freethinkers and artists in promoting freedom of expression, freedom of press and freedom of religion.

http://handshake.newsvine.com

cari artikel berjudul "
Ave, Muhammad: a plea for reason in the debate about Islam"

Friday, July 27, 2007

Mencari Surga

Saya bukan seorang Muslim yang sibuk mencari tahu tentang ke Islaman. Saya hanya melakukan ibadah yang menurut saya harus dilakukan sesuai dengan keyakinan saya. Tidak pernah terlintas mempertanyakan banyak hal tentang Islam, saya takut berdebat karena tak punya referensi yang cukup. Saya ragu mencari referensi dari kalangan tertentu karena takut terjerumus pada ajaran yang sesat menurut keyakinan saya.

Sampai satu ketika, seorang kawan non muslim bertanya, "apa yang surga janjikan untuk kaum perempuan?"
Saya bilang, "waduh, ga pernah kepikiran tuh. Setahu saya, Allah menjanjikan surga bagi setiap umatnya yang takwa."
"Iya tapi apa yang dijanjikan didalam surga, bila laki-laki yang mati syahid dijanjikan tujuh bidadari atau tujuh perawan untuk menemaninya, lalu apa yang dijanjikan Tuhan untuk perempuan di surga?", tanyanya lagi.
"Yah, barangkali menjadi salah satu bidadari itu!," kata saya sambil melengos. Jangan tanya lebih banyak karena saya tak tahu jawaban yang pasti.
"Apa kamu ikhlas jadi salah satu perawan teman pria syahid yang tak kamu kenal itu."
"TIDAK!" jawab saya.

Siang tadi, saya mencoba mencari buku tentang surga bagi perempuan, tak nemu. Yang saya temukan adalah kisah empat perempuan Ahli Surga, Fatimah, KHadijah, Aisyah dan satu lagi saya lupa. Tapi jadi apakah mereka disurga sana, atau apa yang mereka dapat, saya tak tahu.

Saya sedang membaca novel karangan Tariq Ali tetralogi, buku kedua "Kitab Salahuddin" halaman 211, Jamilah berkata, "Bagi para lelaki, Ibnu Yakub. Bagi para lelaki, Shadhi, jika ia masuk surga, akan mengalami ereksi terus menerus selama tujuh tahun dan bisa memilih perawan perawan mana pun seperti memetik sebutir apel dari pohonnya, seperti Kitab Suci kami maupun hadis tidak mengatakan apa pun terhadap pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi pada kami kaum perempuan, Kami tidak bisa berubah kembali menjadi perawan. Akankah ada disana para lelaki muda yang tersedia bagi kami atau akankah kami diserahkan pada pasangan kami masing-masing?"

Bantu saya mencari surga. Saya hanya ingin tahu, apa isi surga bagi perempuan? adakah tujuh pria muda bagi seorang perempuan di surga? Wah seru juga kalau begitu :)

Tuesday, July 24, 2007

Do I look Scary To You?

Being a single, independent and smart (ck ck ck, takabur :P) like me is never easy. A friend said man will afraid to approach me. A man always wants to look more powerful, more needed and more clever than a woman. I said, "that is a melayu man." I am sorry I have to say it, It is true right!

I remember once my schoolmate said, "Nita you always make me feel nothing. You seems like you don't need anyone. Not even a friend."
And my male best friend always said, "why you want to get a master, when you already have a good job and salary."
Even my dad once said, "You dont have to go to college. Once you get married, you will stay at home."

I have been living with melayu men for years and years. They said I am too picky, when they are not even try to pick me, to show me how their feeling for me. I know that there is nothing wrong with my look, but it is my brain and my idealism that they are afraid of.

Oh well, I just feel so sorry for them :P. I don't mind waiting for the right one for years and years instead of stuck with a very narrow minded man like you!!

Sunday, July 08, 2007

Menulis Nyok

Ada dua orang penulis yang selalu menginspirasi semangat gue untuk menulis:

Andreas Harsono, jurnalis senior Pantau; setiap hari dia mendisiplinkan dirinya untuk menulis selama lima jam, dari jam 7-12 siang. Harus kata dia. Terus dia pernah bilang, belum sempurna seorang jurnalis kalau dia belum menulis.

Andrew Marshall, senior journalist of TIME Magazine; disiplinkan dirimu untuk menulis minimal dua jam setiap hari. Begitu bangun tidur, buka komputer, dan tulis apapun yang bisa ditulis walaupun cuma sekedar diary.

Terima kasih untuk semua saran dan dukungannya. Sekarang gue sedang mencoba mendisiplinkan diri untuk menulis minimal 1 halaman Perhari haha ha ha. Maaf gue belum bisa mendisiplinkan diri sebanyak kalian karena gue belum menjadi penulis sungguhan. Masih coba-coba.

Tapi mas Andreas dan Andrew, hari ini Minggu 8 Juli 2007, artikel gue dimuat loh di Jakarta Post Sunday. Buka halaman 20, bagian MOSAIC, satu halaman penuh, artikel Nita Roshita plus empat foto huhuhuhu.... saya menulis, saya menulis.

Thai Muslims in Yogya live under suspicion

Nita Roshita, Contributor, Yogyakarta, Pattani, Southern Thailand.

It takes almost half a day's journey for Muslim Thai students to travel to study at Gadjah Mada University (UGM), Yogyakarta. They also had to work hard to earn their degree. During that time, they were under the surveillance of the Royal Thai government concerned about whether they were being radicalized in Indonesia.

http://www.thejakartapost.com/detailfeatures.asp?fileid=20070708.S01&irec=32

Ini adalah awal dari perjalanan panjang aksi tulis menulis kedepan. Ada sebuah novel yang menunggu dilanjutkan dilaptop. Okeh boleh cela gue, koq novel? Karena gue ingin menumpahkan idealisme dalam sebuah media pop, novel. Kata Tariq Ali "semakin seorang menjelajahi kehidupan batin yang dibayangkan dari tokoh-tokohnya, kian penting dia mesti bersetia pada fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa historis."

Jadi tak akan beda menulis novel dengan menjadi jurnalis, fact is the key. Menulis adalah segalanya dimana pun kamu berada, apapun yang kamu kerjakan. Menulis adalah konsep dari keseluruhan kerja dalam bentuk apapun, entah itu skrip iklan, term of reference atau sekedar menulis diary untuk mengenang setiap moment dalam kehidupan pribadi.

Jadi jangan malas menulis yah. Dari tulisan kamu hidup, dikenal bahkan dikenang. Mba google akan menjadi laci aman menyimpan semua hasil tulisan kamu dikemudian hari.

Saturday, July 07, 2007

Over My Shoulder

by MIKA
Over my shoulder, running away,
Feels like i'm falling, losing my way.

Cold and dry,
Cold and dry.

Fog out my daylight, torture my night.
Feels like i'm falling, far out of sight.

Cold,

Drunk,

Tired,

Lost.

Over my shoulder, running away,
Feels like i’m falling, losing my way.

Cold, dry,
Cold and dry.

Fog out my daylight, torture my night.
Feels like i'm falling, far out of sight.

Cold,
Drunk,
Cold and drunk.



The song of how I feel today. I love you MIKA

Friday, July 06, 2007

Smile and Stabed in the back

Salma my friend always said, "smile and the world will smile back at you."

Oh well, this is a fucking idiot world we are living, there is no such a nice word.
So what will happen is, "smile and the world will stabbed you in the back!"

I wish I can stop being a nice person, because there is no use and you will being used all the time.
I wish I can be a witch and turn the fucking person into a fucking ugly monkey.

I will turn myself into an evil just to survive in this fucking world of devil.
Kill or to be killed.

Tuesday, July 03, 2007

Bayangku Pergi

Kamu yang selalu membayangi hidupku, kini pergi.
Aneh rasanya duduk dibangku yang pernah jadi milikmu, masih menciumi bau harummu.
Ujung mataku masih menangkap bayangan senyummu.
Segelas tes manis hangat yang kamu berikan itu masih lekat di ujung bibirku.

Terasa berharga ketika dia hilang.
Ah bayang, aku selalu berusaha mengusirmu saat kamu lekat disampingku,
Kini kamu benar-benar hilang,
Kemana lagi kuharus mencarimu.

Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur, kalau perlu mandi dulu biar tidurmu nyenyak,
Hey jangan lupa, aku pernah sayang kamu.
Tapi kenapa kalimat itu tak pernah muncul tiap kali kamu tanyakan padaku.
Semua kini terlambat.

Kita tak bisa satu dan tak pernah bisa satu, kita adalah kita, begitulah katamu.
Hatiku, kamu tahu, tapi hatimu bayang? tak pernah untukku meski ragamu bersamaku.
Akhirnya waktu membawamu berlalu,
serasa mimpi kamu tak lagi disini.

Kini aku benar benar sendiri,
Bayang, aku pernah sayang kamu,
sia kata tak akan membawamu kembali kesini.

Saturday, June 30, 2007

Nama Saya Nita

Seberapa penting sih arti nama buatmu?
Buat saya penting banget karena ia adalah bukti eksistensi diri, pengakuan atau kemampuan dan kredibilitas si empunya nama. So jangan pernah main-main dengan sebuah nama.

Minggu lalu sebuah sms forward-an dari temen isinya begini "tulung bilang sama anak seapa 68h itu bla bla bla....". Okay, satu kali sms itu, it was okay, gue tak merasa terganggu. Kemarin ada lagi sebuah sms forward-an isinya begini, "anak seapa 68h itu tolong bla bla bla..."

Duh (sambil goyang-goyang kepala dikit), saya punya nama loh. Nama saya Nita. Bisakah anda menghafal nama sederhana itu? Nama saya cuma dua kata, Ni-ta. Tak sulit kan?
Ternyata nama Nita belum jadi apa-apa jika tak bersanding dengan dua institusi itu. Ternyata Nita bukan siapa-siapa hiks.

Cobalah meng-google- nama saya, lihat ada apa disana? Ada deretan nama saya. Saya eksis loh. Tapi memang belum sehebat hmm siapa yah, oh Riri Riza misalnya, alah, nama itu terlalu besar. Atau siapa lah. Saya sedang kerja keras supaya nama saya eksis, paling tidak di dunia maya, di laci mba Google. Suatu saat nanti saya tak perlu lagi menyanding nama sebuah institusi untuk bisa dikenal dan dihargai orang lain.

Nama saya Nita, mohon dicatat.

Wednesday, June 27, 2007

Tolak Poligami!!

Terima kasih untuk pejabat yang masih punya hati.
===================================


Pemerintah minta Mahkamah Konstitusi untuk menolak permohonan M.Insa yang ingin praktek Poligami dibebaskan dan diakui oleh negara. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan poligami bukan hak yang azasi bagi Warga Negara Indonesia, sehingga tak perlu Mahkamah Konstitusi merevisi Undang-Udnang Perkawainan untuk membebaskan poligami. Lagipula pembebasan poligami dikuatirkan akan melanggar hak azasi kaum perempuan karena sikap sewenang-wenang suami yang ingin poligami.

"Kedua poligami bukan hak yang azasi pasal 3 ayat I dan 2 pasal 5 ayat I paszal 9 dan pasal 24 UU no 1 tahun 1974 yang dutunjukkan pemohon adalah tata cara berpoligami seorang. Pemerintah tak sependapat bahwa beristri lebih dari seorang adalah hak-hak yang azasi."

Menteri Agama juga mengatakan undang-undang perkawinan saat ini juga tidak menyalahi pasal kebebasan beragama UUD 1945. Karena poligami bukanlah bentuk ibadah umat islam.

Laporan Rezky Hasibuan KBR68H

Tuesday, June 26, 2007

Untuk Papi

Dear Papi,

Prima sudah lulus SMA, yah ngga nyangka sih bisa lulus :). Minggu lalu, pagi-pagi sekali dia sms aku, dia bilang "mba aku takut, beneran takut ga lulus, aku takut mengecewakan mba." Ah, ketakutan itu basi.. mestinya sebelum UN dia takut ga lulus, jadi bisa serius belajar. Lah sekarang mah percuma takut juga, tinggal nunggu nasib.

Eh ternyata Prima lulus. Papi tahu nilainya berapa? Rata-rata 7, bahkan mathematika ekonominya dapat nilai 8. Prima gitu loh pi, siapa sangka anak bengal itu ternyata pinter juga hehehe.. ya boleh lah hadiah kelulusan dia cuma minta duit 150 ribu buat pergi ke Dufan. Nanti aku beri deh.

Hampir dua minggu terakhir aku ngebujukin dia buat kuliah. Papi tahu kenapa? karena aku ngga mau dia menyesali hidupnya nanti. Ada banyak orang yang ga percaya sama pendidikan formal, tapi buat aku, bangku kuliah bukan sekedar jalan mendapat pekerjaan. Lebih dari itu, kuliah artinya berpikir dewasa, memakai logika, sukur sukur dia bisa lebih terbuka pandangan hidupnya. Selama ini Prima hidup diketiak para perempuan, ada Mami, Lina dan aku, yang semuanya memanjakan dia sebagai si bungsu. Prima ga pernah belajar prihatin.

Kemarin dia bilang mau kerja aja, " ada tawaran kerja mba, tapi masa gajinya cuma 700 ribu, bisa buat beli apaan duit segitu." Mau ditampol, konyol rasanya, mau diketawain, miris juga. Prima ga tahu duit segitu itu berharga banget. Mestinya dia senang ada orang nawarin kerja buat anak lulusan SMA yang belum lagi dapat ijazah. Hari gini!

Tadinya aku pikir lepas Prima SMA, aku bisa sedikit bersantai memikirkan langkahku sendiri. Tapi kupikir lagi, tugas menjadi orang tua itu tak pernah usai ya Pi. Kadang cape banget mikirin betapa mahal hidup ini, betapa tak mungkin rasanya menyediakan uang 10-15 jt buat uang muka kuliah, belum lagi sampai dia selesai. Dudududu....pusing.

Tapi aku ingat pesan Papi, bahwa jangan pernah bilang tak tahu untuk semua pertanyaan, jangan pernah putus asa untuk setiap lembar hidup yang kamu belum tahu isinya apa. Yang kamu harus lalukan, hiduplah dengan jujur dalam semua hal. Meski jujur tak selalu membawa kekayaan, tapi hidup bisa lebih tenang. Ah Papi, hiks kangen kangen.

Hidup terasa lebih mudah sewaktu Papi masih disini.

Friday, June 15, 2007

Manja

Lagi sakit neh. Meski cuma flu, tapi bener-bener menyita waktu dan konsentrasi kerja. Lebih dari itu, bikin gue manja sama semua orang. Oh well, nda semua orang sih :)

Ada banyak alasan kenapa orang bisa sakit. Pertama, perubahan cuaca. Kedua, perubahan hati dan ketiga perkara ga jaga kesehatan badan aja sih. Ah anyway, gue rasa penyakit gue ini datangnya karena dua alasan pertama. Karena gue sangat memperhatikan kesehatan tubuh koq, sedikit gendut sih. Tapi gendut bukan berarti ga sehat toh toh, justifikasi aja :P

Kalau sakit begini, jadi pengen banget punya seseorang deh, yang bisa dipeluk!

Jadi ingat temen gue Htar Htar yang punya cita-cita bersuami 5 orang! satu untuk cuci baju dan urusan rumah tangga. Satu orang untuk supir. Satu orang mengurus kebun. Satu orang mencari uang. Dan satu orang untuk gituan kekekek, for pleasure!!

Seru juga yah hidup seperti itu. Semua dibalikan, dan sebagai seorang perempuan kita bisa bersenang-senang dengan kelimanya.

Tapi dalam keadaan sakit begini, punya satu orang saja sudah cukup. Kamu dimana? kamu yang pernah manis sekali membawakan susu hangat saat gue sakit. Kamu yang menemani sakitku hingga aku terlelap dan terbangun kembali. Kamu dimana?

Sunday, June 10, 2007

RamAmsterdam

Ram moved to Amsterdam, the city of life!
Aku iri pada semua yang kamu telah, sedang dan akan kerjakan.
Aku irikan kota itu yang mendapatkanmu.

Ram has some affairs, love seems so easy on him!
Aku cemburui mereka yang menempel padamu kini.
Aku cemburui diantara mereka yang mendapatkan hatimu.

Ram,
It took me two years to feel my heart beat again.
It took courage to admit that I feel in love again,
with him, the one that I could not have! Damn!

Ah Ram, aku irikan kebahagian yang menyelimutimu kini.

Wednesday, June 06, 2007

Nicolas; Take A Picture!

Ini adalah alasan untuk bertahan! Ketemu sama orang yang gue idolakan. Satu-satunya artis di tanah air ini yang gue puja dan puji kekekekek....




Jangan sungkan untuk datang lagi ya cakeup!!

Monday, June 04, 2007

Could I Be Your Girl?

You are so charming to resist. My love has exists.
You have passion while I only have to be patient.
Don’t want you to know how I feel, but my face shinning brightly whenever you near me.

I keep doing foolish things next to you
Cos’ you make me nervous every time you look into my eyes,
I am no comedian but you make me feel like Bean.

Your words like a wisdom to me.
I worship you like the earth to the sun.
Let me be your satellite and being around you day and night.

You make me blush like a little rose ready to bloom.
Every smile brings a heart beat, every word stay in mind,
How could I miss them?

Could I be your girl?

Give me time to make you mine.
Then you will be surprise by the love that I kept in heart and mind.

Bangkok, 23rd May 2007

Bangkok; Take A Picture!!


Laki-laki! hidup gue pun ga jauh dari mereka kekekek. Dua orang laki-laki di halaman ini adalah sahabat-sahabat gue merangkap akuntan yang sibuk menghitung berapa besar uang yang bisa kita habiskan selama di Thailand. Diatas itu adalah Joel Escovilla dari Filipina, fellow dari Seapa juga. I really have good times with them.



Bersama teman selama di Bangkok, Zaw Naing Oo. He is just like a little brother to me. Lucu pisan orang na.

Di depan Istana neh, Royal palace... keren yah kekekek,



Bad Hair Day!!
Look, gara-gara angin dahsyat bikin rambut gue berantakan.
Didepan Kuil Emas yang harga tiketnya muahal 250 bath alias $ 7,5. pelit ye gue...

Sunday, May 20, 2007

Sebulan Tak Sua

Ternyata sudah nyaris sebulan, gue tak bersua dengan blog ini. Ah, sok sibuk. Tapi gue beneran sibuk kale. Hari ini aja gue sedikit longgar. Nah kalau merasa sedikit longgar begini, kenapa berasa ga enak badan yah? pegel pegel semua, hidung mampet, malah berdarah pagi tadi, ga bisa buang air. Anjrit tiba-tiba penyakit borongan dateng.

Situasi? Aman, Pattani dan Yala sejauh ini memberikan rasa aman ke gue. Meski ternyata banyak banget kejadian di koran dan website yang nongol kemarin. Sial! padahal udah bikin muka sejutek mungkin sama tentara, biar seru hehehe. ga deng, gue penakut koq sama mereka. Apalagi kalau kemudian mereka tahu gue orang Indonesia, bisa main tuduh gue salah satu trainner militan lagi. Emang sih gue intelek, tapi ngapain juga terlibat perang yang tidak menguntungkan buat gue. Udahlah aman-aman saja bergaul dengan semua organisasi disini, ga ada kepentingan juga gitu loh.

Besok gue kembali lagi ke Bangkok, yang sebenarnya gue ga suka. Riweh, Gaduh, Ribet!! gue ga suka perkotaan, meski semua fasiltas tersedia, tetap aja ga asik. Gue rasa bakal sulit kerja dengan tenang disitu. Tapi ya sudahlah, daripada gue stay disini dan terus bikin panik orang lain toh. Ah kalian memang penuh perhatian, tersanjung saya.

I am going to miss this places, Yala dan Pattani, penuh dengan keindahan dan kekayaan alam, ga heran kan kenapa disini konflik? hmmm biar katanya soal budaya, tetep aja ujung-ujungnya selalu ada yang diuntungkan secara materi!

Tuesday, April 24, 2007

Happy 29

Tua ya... seperti keladi yang semakin menjadi, gue harap masih ada kekuatan untuk menjadi yang gue mau. Semoga sehat mengejar bintang, kata citra. Amien.

Baru 28 detik meninggalkan usia 28 tahun, ada banyak hal yang tertinggal meski tak menampik banyak hal yang telah dicapai. Ada satu saja ambisi yang belum tercapai, beasiswa S2. Satu saja obsesi, kembali pada Ram. Jadi kalau bisa dimix antara ambisi dan obsesi, maka S2 nya harus beasiswa ke Belanda kekekekek... emang pinter gue deh ah :P

Adakah saran bagaimana menjalani usia 29 ini? Karena selain dua hal itu, rasanya tak ada yang lain yang bisa gue kejar lagi. Sementara bila hidup tinggal hidup, bukan hidup namanya. Gue ga punya bintang lain untuk dikejar.

Bagaimana menjalani 29 ini yak?

Sunday, April 15, 2007

Burung Kutilang ?

Pagi tadi di acara Dunia Dongeng, seorang pendengar mengirimkan sms, minta lagu "dipucuk pohon cempaka" karya ibu Sud. Gue sama Eci menebak-nebak ini lagu mana yak? sambil bernyanyi kecil, gue bilang, "Burung Kutilang kali judulnya?", si pendengar sms lagi meyakinkan "dipucuk pohon cempaka kak?" wokeh...
Eci pun mendukung penuh pendapat si pengirim sms kalau itu "dipucuk pohon cempaka."

Tapi bagaimana mungkin lagu itu berjudul pohon cempaka kalau seluruh isi lagu bercerita tentang Burung Kutilang begini.....

di pucuk pohon cempaka
burung kutilang bernyanyi
bersiul-siul sepanjang hari
dengan tak jemu-jemu
mengangguk-angguk sambil berseru
tri-li-li li-li li-li li-li

sambil berlompat-lompatan
paruhnya selalu terbuka
digeleng-gelengkan kepalanya
menentang langit biru
tandanya suka dia berseru
tri-li-li li-li li-li li-li

Akhirnya... ck ck... gue bener tau.... itu judulnya Burung Kutilang karya Ibu Sud...
duh...