Saturday, September 29, 2007

Mc.Donald Saved My Life

Ada buku terbaru tentang Starbuck judulnya "How Starbuck Saved My Life", judulnya membuat Eci mengingat bagaimana Mc.Donald saved Nita's Life.

Yogyakarta, Januari 2003. Empat hari di Yogya, gue diare gara-gara sambel mentah di stasiun bis Purwokerto. Gue ga berani makan pinggiran dan hanya bergantung pada Mc.D. Liburan berantakan gara-gara sakit perut huhuhu... untung ada Mc.D

Jerman, Mei-Juli 2006. Enam minggu di Jerman, persis di hari pertama gue merasakan Mc.D eropa untuk pertama kalinya. Ga ada menu nasi huhuu. Tapi ayam nugget isi kejunya nikmat bener.... hmmm yummy. Ada Tee Pas, pegawai T.Punk yang ngebantuin gue translate Inggris ke Jerman untuk order menu. Mc.D nikmat Tee Pas ganteng huhuhu lengkap kebahagian gue. Selama enam minggu Mc.D di dekat Insel Hotel BadGodesberg jadi tongkrongan wajib saban sore. Cuma itu yang gue yakin halal ha ha ha, meski gue akhirnya sempet colongan makan sosis babi dua kali :)

Thailand, Mei 2007. Tiga minggu di Thailand, lagi-lagi untuk alasan halal gue memilih Mc.D untuk makanan sehari-hari. Sebenarnya bisa aja sih nanya ini babi atau ayam, kalau mereka ga bisa pake bahasa lisan, maka pake gerakan...mengepakan sayap misalnya. Ah daripada jadi tontonan orang sekitar, pilih aman makan Mc.D

Kalau sedang jauh harus gue akui, kapitalisme dan globalisasi menyelamatkan keyakinan dan urusan perut gue. Kalau sekedar keliling Indonesia, cukup warung nasi Padang penyelamat lidah.

Kalau hari ini badan gue membengkak.... hmm.... ini pasti kesalahan junk food :P

Tuesday, September 25, 2007

Cinta Untuk Gue

Tidak semua dalam hidup bisa diraih segala keinginan, karena itu gue mulai berhenti mengingini; cinta misalnya.

Dua tahun setelah putus sama pria ganteng kribo itu tak ada satu cinta yang mampir dihati. Kata mereka, gue pemilih. Lagi-lagi gue bilang, "ya iya lah, secara gue pernah dengan seseorang yang menurut gue "sempurna", masa asal mau begitu aja."

Tapi di satu sisi lain dalam hidup gue terisi oleh Eric, pria yang hanya gue kenal dari kata-kata indahnya. Dia menemani gue selama hampir dua tahun ini. Kisah kami indah, berliku dan tak akan pasti. Eric bilang dia cinta mati sama gue. Ah hidup ini aneh, cinta mati gue habis sudah buat si kribo, tak ada sisa untuk siapapun. Eric datang dengan cintanya, gue cuma sayang tak bisa lebih dari itu.

Malam ini untuk pertama kalinya dalam dua tahun gue sama Eric berantem, "I feel like Shit!" itu kata-kata dia sebelum sign out dari gmailnya. Gue cuma bilang "dont waste your energy by saying any word any more." Then gue sign out.

Empty!, that is exactly how I feel right now. Eric baik, Eric dan gue sama-sama sakit, barangkali jiwa dan raga, tapi selama dua tahun ini kami saling berbagi dan mengisi. Malam ini, kosong. Barangkali cinta itu tak pernah buat gue, tidak dari si kribo tidak juga dari yang lain. Betapapun kerasnya usaha gue mempertahankan sebuah hubungan, tak ada happy ending, ah jangan-jangan kesalahan itu justru ada pada gue.

Seorang bilang "love comes when you are not looking", barangkali saatnya gue berhenti mencari bahkan mengingini.

Saturday, September 22, 2007

Jangan Terlalu

Mami dulu sering banget ngomong gini "kamu itu jangan terlalu benci sama orang itu, nanti kalau ujung-ujungnya kamu suka gimana?"
Lain hari dia bilang lagi "hush jangan bilang kamu terlalu cinta, nanti kalau ketahuan jeleknya, kamu bisa benci setengah mati loh."

Ternyata kata "jangan terlalu" itu berlaku untuk semua hal, pada siapa atau pada apapun. "You will become what you hate" ngeri ga lo. Kalau gue benci sama J.LO dan kemudian gue jadi dia sih alhamdulillah :)

Begitu juga adanya dengan orang-orang penganut isme-isme tertentu. Sudah sama-sama dewasa, terpelajar dan tahu betul artinya toleransi, menghargai perbedaan pendapat maupun prinsip. Tapi oleh tapi, perseteruan antar isme itu masih saja terjadi. Orang yang tadinya sangat demokratis menjadi sangat TIDAK demokratis, orang yang mengaku paling Agamais, ternyata paling sering melenceng dari nilai agama. Ah...

Seperti anak-anak kecil saja yang masih perlu diajarin, apa perlu gue panggil mami buat mengajari kalian?

Perang Para Penyair

Dan saya cuma pembaca, pengumpul, penonton dan penikmat. Kini giliran anda;

Aku mencintaiMu dengan seluruh jembutKu
karya Saut Situmorang
ada jembut nyangkut
di sela gigiMu!
seruKu
sambil menjauhkan mulutKu
dari mulutMu
yang ingin mencium itu.
sehelai jembut
bangkit dari sela kata kata puisi
tersesat dalam mimpi
tercampak dalam igauan birahi semalaman
dan menyapa lembut
dari mulut
antara langit langit dan gusi merah mudaMu
yang selalu tersenyum padaKu.
Aku mencintaiMu dengan seluruh jembutKu
tapi bersihkan dulu gigiMu
sebelum Kau menciumKu!
jogja, 6 januari 2002
******
Sajak: Muhammad Subhan
Saut yang tak Berjembut
Kepada: "Penyair Jembut" Saut Situmorang
Pada jembut
Saut yang tak berjembut
Ada rumput
Maut
Pada jembut
Saut yang tak berjembut
Ada kalut
Raut
Wajah Saut yang kalut
Pada jembut
Saut yang tak berjembut
Ada hasut
Hasrat nan kusut
(Saut pun beronani kata-kata
Ketika melepas libido kebinatangannya)
Bukittinggi, September 2007
=============

Teruskan saja perang sajaknya, saya menikmati koq :)

Thursday, September 20, 2007

How can I forget?

Two weeks ago as I walked by the Kuningan street, I remember you, again. So I decided to walked from Setia Budi Building to Pasar Festival. My mind drove me back to two years ago when you walked beside me along the street. We used to go from your place to Setia Budi Building just to get some foods, SOME! arrrgh you made me fat! with that european food and Japanese food.

I remember my first step to your place. I got lost somewhere in Kuningan and it forced me to walk quite far to your place, with a hot soup on my right hand, for you. You were sick at the time when we supposed to buy a new batik for you. You got diarrhea, too much duren and sate kambing. I couldn't imagine how you survive from your manly hormon that night :P. You were thrown up along the way back to your flat. You said you never been treated like it, I did great didn't I.

Ever since, whenever I go to Kuningan, I always remember you. A long the way from Setia Budi Building to Pasar Festival. You left me behind with all these memories, the places and every part of the city that always remind me of you. Tell me now, how can I forget? or maybe I don't want to forget? Why should I?

Monday, September 03, 2007

Nikahilah Aku

Hati ini matang sudah memilihmu, meski tak pernah kau tahu itu.
Bagaimana mengungkap rasa tak sekedar suka ini.
Bahkan lebih dari itu, menikahlah denganku.

Mentari pagi ceria lagi, sejingga rona dipipimu.
Aku tak bisa melepas bayangmu kali ini, tidak juga nanti.
Nikahi aku, miliki aku, hari ini.

Temani aku tak sekedar di peraduan tapi juga disela jam sibukmu.
Rasakan hangat tubuhku, yang 'kan menempel terus di hatimu dihari-harimu.
Menikahlah denganku, dengan jiwa dan ragamu.

Jawablah pintaku sebelum angin mengubah haluanku kembali.

Apa Arti Sebuah Nama

Siapa sangka papi menyimpan banyak nama dalam hidupnya. Paling tidak ada tiga nama yang disandingnya. Pertama, official name di ktp dan nomor pegawai adalah Arief Soewatno. Begitu menikah untuk kedua kalinya dengan bunda, dia berganti nama menjadi Jean Widjaya. Itu untuk menutupi agar kantor tidak tahu, mana boleh pegawai negeri berpoligami, negara tak akan menanggung kehidupan istri kedua beserta anak-anaknya. Dan juga barangkali menutupi image, reputasi papi di kantor. Okehlah, dibolak-balik alasan baik dari poligami, tak akan ada! Trust me lah untuk yang satu ini.

Jadilah kami anak-anak dari Jean Widjaya, mirip nama keturunan Tionghoa Menado. Heran darimana yah bokap dapet nama itu. Gue dan Prima ketempelan nama Widjaya dibelakang nama kami. Nita Roshita Puspa Widjaya, itu nama lahir gue.

Sekali waktu gue bertanya kenapa papi berganti-ganti nama? Dia Cuma bilang, ngga kok, Cuma memotongnya. Karena sebenarnya nama papi itu Arief Jean Widjaya Soewatno. Ha ha ha, baru sekarang gue nyadar, ga mungkin nama itu bersanding bersamaan. Aneh begitu, ga punya arti ah. Duh babeh.

Ketika papi meninggal, di acara tahlilan, kami mengucapkan doa untuk yang tercinta Arief Soewatno. Serta merta adik papi protes, “bukan itu namanya”. Papimu itu terlahir dengan nama Ahmad Soewatno. Seumur hidup gue juga baru tau, babh gue punya nama lain lagi?. Gimana neh, apa nanti doa kita ga salah sambung kalau pake dua nama berbeda? Hihihihi, sudahlah Allah lebih tau Ahmad atau Arief Soewatno mana yang kami maksud.

Nah sekarang pernikahan Lina tinggal hitungan hari. Gue kembali memastikan, papi gue siapa namanya? Apa pake nama diakta kami, Jean Widjaya, atau di kepangkatan Arief Soewatno, atau nama lahirnya Ahmad Soewatno? Mami Cuma bilang singkat, Ahmad! Awas kalau komentar lagi…..

Okay deh, I shut my mouth up.. Just playing with my thoughts again. Don’t ever play with your name again. Confusing human and God, perhaps :P.

Friday, August 31, 2007

Let Me Hold You Again

"Why can't we just rewind", I miss you like mad these days. I can't explain how I feel, I don't even know it is you or the moment that I missed.
"Why can't we just rewind" everything for the last time. Just let me hold you again one more time, then I won't ask for more than that.

You are never left my head all this time and my love is always there for you. A special space for you deep down here. Okay, I am crazy... I know it. It is love that make me crazy and sane in the same time.

Hate me if you like but life is only good with you around. Why can't we just rewind? one more time. Then kick me out from your side or decide to be beside me. I just could not see where we went wrong not even about the culture and age. I am crazy so hate me then. But it won't stop me from missing you.

The same cage above us, watching our first kiss. The same road we tracked to our special restaurant. And I am the same person you used to love.

Wednesday, August 29, 2007

Perawan Tua

Dulu kata-kata itu sering banget gue dan teman-teman lontarkan ke bekas Bos, hanya karena dia sudah berumur dan belum menikah. Tapi gara-gara itu pula, setiap kali dia marah dan memaki, kami pasti mengaitkannya dengan status "perawan tua" itu. Status itu pula yang sebenarnya membuat kami memaafkan dan memilih memaklumi.

Lima tahun kemudian, kata-kata itu justru ditujukan pada gue. Waks! sempet kaget. Busyet, ketulah apa yak. Pesen singkat di hp gue bertuliskan, "jangan sampai jadi perawan tua ya nit. Buruan menikah."

Monyet, itu lagi itu lagi yang mereka omong ke gue. Kalau gue masih perawan, So What! Kalau gue berumur 29 nyaris 30, So What!. Am I look that pathetic?
Gue mau menikah suatu saat nanti, tapi pilih suami bukan pilih kacang kulit. Suami itu pasangan setara seumur hidup. Ga mungkinlah gue cap cip cup kedebong busuk... meenee mainee moo. Please deh.

Kalau sepi itu datang, biarlah itu jadi milik gue sendiri. Kalau sedih itu datang, biarkan gue atasi sendiri. Nah kalau cinta itu datang, biarlah gue nikmati. Kan hati gue ga ada urusannya sama kalian toh.

Dan jauh sebelum mencapai 29, gue memang sudah jutek. Jadi tak ada hubungannya jutek sama perawan tua kalee. Oh BTW, Thank you for all your concern!

Sunday, August 26, 2007

Pun Dia Menulis

Dia dan kakaknya menulis tentang Islam dalam perspektif orang Belanda, lahir dari keluarga campuran imigran Alexandria, Mesir dan Belanda tulen. Buat muslim yang tinggal di negara mayoritas non muslim bukan perkara gampang, tapi dia mampu melalui segala godaan itu. Silakan menyimak perspektif kakak beradik soal pertentangan dalam Islam. Intinya kalau orang Islam berpikiran modern menolak segala bentuk debat tentang keislaman, maka para teroris yang tertawa. Mereka yang hanya menjermahkan Islam sebagai agama penuh kekejaman dan in-toleransi.

Dan yang paling menyenangkan ini adalah apa yang dia tulis tentang Islam di Indonesia, ah di Utan Kayu lah paling tidak.

While the discussions about Islam ground to a heated halt, we crossed the world’s oceans in search of adventure and a place to breathe. One of us saw how Muslims united in the Indonesian Liberal Islam Network profess a constructively critical approach to Islam. Instead of literally interpreting the Quran, they appeal to human reason in order to translate Islam to modern times. In the east of Jakarta, they have joined forces with journalists, freethinkers and artists in promoting freedom of expression, freedom of press and freedom of religion.

http://handshake.newsvine.com

cari artikel berjudul "
Ave, Muhammad: a plea for reason in the debate about Islam"

Friday, July 27, 2007

Mencari Surga

Saya bukan seorang Muslim yang sibuk mencari tahu tentang ke Islaman. Saya hanya melakukan ibadah yang menurut saya harus dilakukan sesuai dengan keyakinan saya. Tidak pernah terlintas mempertanyakan banyak hal tentang Islam, saya takut berdebat karena tak punya referensi yang cukup. Saya ragu mencari referensi dari kalangan tertentu karena takut terjerumus pada ajaran yang sesat menurut keyakinan saya.

Sampai satu ketika, seorang kawan non muslim bertanya, "apa yang surga janjikan untuk kaum perempuan?"
Saya bilang, "waduh, ga pernah kepikiran tuh. Setahu saya, Allah menjanjikan surga bagi setiap umatnya yang takwa."
"Iya tapi apa yang dijanjikan didalam surga, bila laki-laki yang mati syahid dijanjikan tujuh bidadari atau tujuh perawan untuk menemaninya, lalu apa yang dijanjikan Tuhan untuk perempuan di surga?", tanyanya lagi.
"Yah, barangkali menjadi salah satu bidadari itu!," kata saya sambil melengos. Jangan tanya lebih banyak karena saya tak tahu jawaban yang pasti.
"Apa kamu ikhlas jadi salah satu perawan teman pria syahid yang tak kamu kenal itu."
"TIDAK!" jawab saya.

Siang tadi, saya mencoba mencari buku tentang surga bagi perempuan, tak nemu. Yang saya temukan adalah kisah empat perempuan Ahli Surga, Fatimah, KHadijah, Aisyah dan satu lagi saya lupa. Tapi jadi apakah mereka disurga sana, atau apa yang mereka dapat, saya tak tahu.

Saya sedang membaca novel karangan Tariq Ali tetralogi, buku kedua "Kitab Salahuddin" halaman 211, Jamilah berkata, "Bagi para lelaki, Ibnu Yakub. Bagi para lelaki, Shadhi, jika ia masuk surga, akan mengalami ereksi terus menerus selama tujuh tahun dan bisa memilih perawan perawan mana pun seperti memetik sebutir apel dari pohonnya, seperti Kitab Suci kami maupun hadis tidak mengatakan apa pun terhadap pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi pada kami kaum perempuan, Kami tidak bisa berubah kembali menjadi perawan. Akankah ada disana para lelaki muda yang tersedia bagi kami atau akankah kami diserahkan pada pasangan kami masing-masing?"

Bantu saya mencari surga. Saya hanya ingin tahu, apa isi surga bagi perempuan? adakah tujuh pria muda bagi seorang perempuan di surga? Wah seru juga kalau begitu :)

Tuesday, July 24, 2007

Do I look Scary To You?

Being a single, independent and smart (ck ck ck, takabur :P) like me is never easy. A friend said man will afraid to approach me. A man always wants to look more powerful, more needed and more clever than a woman. I said, "that is a melayu man." I am sorry I have to say it, It is true right!

I remember once my schoolmate said, "Nita you always make me feel nothing. You seems like you don't need anyone. Not even a friend."
And my male best friend always said, "why you want to get a master, when you already have a good job and salary."
Even my dad once said, "You dont have to go to college. Once you get married, you will stay at home."

I have been living with melayu men for years and years. They said I am too picky, when they are not even try to pick me, to show me how their feeling for me. I know that there is nothing wrong with my look, but it is my brain and my idealism that they are afraid of.

Oh well, I just feel so sorry for them :P. I don't mind waiting for the right one for years and years instead of stuck with a very narrow minded man like you!!

Sunday, July 08, 2007

Menulis Nyok

Ada dua orang penulis yang selalu menginspirasi semangat gue untuk menulis:

Andreas Harsono, jurnalis senior Pantau; setiap hari dia mendisiplinkan dirinya untuk menulis selama lima jam, dari jam 7-12 siang. Harus kata dia. Terus dia pernah bilang, belum sempurna seorang jurnalis kalau dia belum menulis.

Andrew Marshall, senior journalist of TIME Magazine; disiplinkan dirimu untuk menulis minimal dua jam setiap hari. Begitu bangun tidur, buka komputer, dan tulis apapun yang bisa ditulis walaupun cuma sekedar diary.

Terima kasih untuk semua saran dan dukungannya. Sekarang gue sedang mencoba mendisiplinkan diri untuk menulis minimal 1 halaman Perhari haha ha ha. Maaf gue belum bisa mendisiplinkan diri sebanyak kalian karena gue belum menjadi penulis sungguhan. Masih coba-coba.

Tapi mas Andreas dan Andrew, hari ini Minggu 8 Juli 2007, artikel gue dimuat loh di Jakarta Post Sunday. Buka halaman 20, bagian MOSAIC, satu halaman penuh, artikel Nita Roshita plus empat foto huhuhuhu.... saya menulis, saya menulis.

Thai Muslims in Yogya live under suspicion

Nita Roshita, Contributor, Yogyakarta, Pattani, Southern Thailand.

It takes almost half a day's journey for Muslim Thai students to travel to study at Gadjah Mada University (UGM), Yogyakarta. They also had to work hard to earn their degree. During that time, they were under the surveillance of the Royal Thai government concerned about whether they were being radicalized in Indonesia.

http://www.thejakartapost.com/detailfeatures.asp?fileid=20070708.S01&irec=32

Ini adalah awal dari perjalanan panjang aksi tulis menulis kedepan. Ada sebuah novel yang menunggu dilanjutkan dilaptop. Okeh boleh cela gue, koq novel? Karena gue ingin menumpahkan idealisme dalam sebuah media pop, novel. Kata Tariq Ali "semakin seorang menjelajahi kehidupan batin yang dibayangkan dari tokoh-tokohnya, kian penting dia mesti bersetia pada fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa historis."

Jadi tak akan beda menulis novel dengan menjadi jurnalis, fact is the key. Menulis adalah segalanya dimana pun kamu berada, apapun yang kamu kerjakan. Menulis adalah konsep dari keseluruhan kerja dalam bentuk apapun, entah itu skrip iklan, term of reference atau sekedar menulis diary untuk mengenang setiap moment dalam kehidupan pribadi.

Jadi jangan malas menulis yah. Dari tulisan kamu hidup, dikenal bahkan dikenang. Mba google akan menjadi laci aman menyimpan semua hasil tulisan kamu dikemudian hari.

Saturday, July 07, 2007

Over My Shoulder

by MIKA
Over my shoulder, running away,
Feels like i'm falling, losing my way.

Cold and dry,
Cold and dry.

Fog out my daylight, torture my night.
Feels like i'm falling, far out of sight.

Cold,

Drunk,

Tired,

Lost.

Over my shoulder, running away,
Feels like i’m falling, losing my way.

Cold, dry,
Cold and dry.

Fog out my daylight, torture my night.
Feels like i'm falling, far out of sight.

Cold,
Drunk,
Cold and drunk.



The song of how I feel today. I love you MIKA

Friday, July 06, 2007

Smile and Stabed in the back

Salma my friend always said, "smile and the world will smile back at you."

Oh well, this is a fucking idiot world we are living, there is no such a nice word.
So what will happen is, "smile and the world will stabbed you in the back!"

I wish I can stop being a nice person, because there is no use and you will being used all the time.
I wish I can be a witch and turn the fucking person into a fucking ugly monkey.

I will turn myself into an evil just to survive in this fucking world of devil.
Kill or to be killed.

Tuesday, July 03, 2007

Bayangku Pergi

Kamu yang selalu membayangi hidupku, kini pergi.
Aneh rasanya duduk dibangku yang pernah jadi milikmu, masih menciumi bau harummu.
Ujung mataku masih menangkap bayangan senyummu.
Segelas tes manis hangat yang kamu berikan itu masih lekat di ujung bibirku.

Terasa berharga ketika dia hilang.
Ah bayang, aku selalu berusaha mengusirmu saat kamu lekat disampingku,
Kini kamu benar-benar hilang,
Kemana lagi kuharus mencarimu.

Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur, kalau perlu mandi dulu biar tidurmu nyenyak,
Hey jangan lupa, aku pernah sayang kamu.
Tapi kenapa kalimat itu tak pernah muncul tiap kali kamu tanyakan padaku.
Semua kini terlambat.

Kita tak bisa satu dan tak pernah bisa satu, kita adalah kita, begitulah katamu.
Hatiku, kamu tahu, tapi hatimu bayang? tak pernah untukku meski ragamu bersamaku.
Akhirnya waktu membawamu berlalu,
serasa mimpi kamu tak lagi disini.

Kini aku benar benar sendiri,
Bayang, aku pernah sayang kamu,
sia kata tak akan membawamu kembali kesini.

Saturday, June 30, 2007

Nama Saya Nita

Seberapa penting sih arti nama buatmu?
Buat saya penting banget karena ia adalah bukti eksistensi diri, pengakuan atau kemampuan dan kredibilitas si empunya nama. So jangan pernah main-main dengan sebuah nama.

Minggu lalu sebuah sms forward-an dari temen isinya begini "tulung bilang sama anak seapa 68h itu bla bla bla....". Okay, satu kali sms itu, it was okay, gue tak merasa terganggu. Kemarin ada lagi sebuah sms forward-an isinya begini, "anak seapa 68h itu tolong bla bla bla..."

Duh (sambil goyang-goyang kepala dikit), saya punya nama loh. Nama saya Nita. Bisakah anda menghafal nama sederhana itu? Nama saya cuma dua kata, Ni-ta. Tak sulit kan?
Ternyata nama Nita belum jadi apa-apa jika tak bersanding dengan dua institusi itu. Ternyata Nita bukan siapa-siapa hiks.

Cobalah meng-google- nama saya, lihat ada apa disana? Ada deretan nama saya. Saya eksis loh. Tapi memang belum sehebat hmm siapa yah, oh Riri Riza misalnya, alah, nama itu terlalu besar. Atau siapa lah. Saya sedang kerja keras supaya nama saya eksis, paling tidak di dunia maya, di laci mba Google. Suatu saat nanti saya tak perlu lagi menyanding nama sebuah institusi untuk bisa dikenal dan dihargai orang lain.

Nama saya Nita, mohon dicatat.

Wednesday, June 27, 2007

Tolak Poligami!!

Terima kasih untuk pejabat yang masih punya hati.
===================================


Pemerintah minta Mahkamah Konstitusi untuk menolak permohonan M.Insa yang ingin praktek Poligami dibebaskan dan diakui oleh negara. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan poligami bukan hak yang azasi bagi Warga Negara Indonesia, sehingga tak perlu Mahkamah Konstitusi merevisi Undang-Udnang Perkawainan untuk membebaskan poligami. Lagipula pembebasan poligami dikuatirkan akan melanggar hak azasi kaum perempuan karena sikap sewenang-wenang suami yang ingin poligami.

"Kedua poligami bukan hak yang azasi pasal 3 ayat I dan 2 pasal 5 ayat I paszal 9 dan pasal 24 UU no 1 tahun 1974 yang dutunjukkan pemohon adalah tata cara berpoligami seorang. Pemerintah tak sependapat bahwa beristri lebih dari seorang adalah hak-hak yang azasi."

Menteri Agama juga mengatakan undang-undang perkawinan saat ini juga tidak menyalahi pasal kebebasan beragama UUD 1945. Karena poligami bukanlah bentuk ibadah umat islam.

Laporan Rezky Hasibuan KBR68H

Tuesday, June 26, 2007

Untuk Papi

Dear Papi,

Prima sudah lulus SMA, yah ngga nyangka sih bisa lulus :). Minggu lalu, pagi-pagi sekali dia sms aku, dia bilang "mba aku takut, beneran takut ga lulus, aku takut mengecewakan mba." Ah, ketakutan itu basi.. mestinya sebelum UN dia takut ga lulus, jadi bisa serius belajar. Lah sekarang mah percuma takut juga, tinggal nunggu nasib.

Eh ternyata Prima lulus. Papi tahu nilainya berapa? Rata-rata 7, bahkan mathematika ekonominya dapat nilai 8. Prima gitu loh pi, siapa sangka anak bengal itu ternyata pinter juga hehehe.. ya boleh lah hadiah kelulusan dia cuma minta duit 150 ribu buat pergi ke Dufan. Nanti aku beri deh.

Hampir dua minggu terakhir aku ngebujukin dia buat kuliah. Papi tahu kenapa? karena aku ngga mau dia menyesali hidupnya nanti. Ada banyak orang yang ga percaya sama pendidikan formal, tapi buat aku, bangku kuliah bukan sekedar jalan mendapat pekerjaan. Lebih dari itu, kuliah artinya berpikir dewasa, memakai logika, sukur sukur dia bisa lebih terbuka pandangan hidupnya. Selama ini Prima hidup diketiak para perempuan, ada Mami, Lina dan aku, yang semuanya memanjakan dia sebagai si bungsu. Prima ga pernah belajar prihatin.

Kemarin dia bilang mau kerja aja, " ada tawaran kerja mba, tapi masa gajinya cuma 700 ribu, bisa buat beli apaan duit segitu." Mau ditampol, konyol rasanya, mau diketawain, miris juga. Prima ga tahu duit segitu itu berharga banget. Mestinya dia senang ada orang nawarin kerja buat anak lulusan SMA yang belum lagi dapat ijazah. Hari gini!

Tadinya aku pikir lepas Prima SMA, aku bisa sedikit bersantai memikirkan langkahku sendiri. Tapi kupikir lagi, tugas menjadi orang tua itu tak pernah usai ya Pi. Kadang cape banget mikirin betapa mahal hidup ini, betapa tak mungkin rasanya menyediakan uang 10-15 jt buat uang muka kuliah, belum lagi sampai dia selesai. Dudududu....pusing.

Tapi aku ingat pesan Papi, bahwa jangan pernah bilang tak tahu untuk semua pertanyaan, jangan pernah putus asa untuk setiap lembar hidup yang kamu belum tahu isinya apa. Yang kamu harus lalukan, hiduplah dengan jujur dalam semua hal. Meski jujur tak selalu membawa kekayaan, tapi hidup bisa lebih tenang. Ah Papi, hiks kangen kangen.

Hidup terasa lebih mudah sewaktu Papi masih disini.

Friday, June 15, 2007

Manja

Lagi sakit neh. Meski cuma flu, tapi bener-bener menyita waktu dan konsentrasi kerja. Lebih dari itu, bikin gue manja sama semua orang. Oh well, nda semua orang sih :)

Ada banyak alasan kenapa orang bisa sakit. Pertama, perubahan cuaca. Kedua, perubahan hati dan ketiga perkara ga jaga kesehatan badan aja sih. Ah anyway, gue rasa penyakit gue ini datangnya karena dua alasan pertama. Karena gue sangat memperhatikan kesehatan tubuh koq, sedikit gendut sih. Tapi gendut bukan berarti ga sehat toh toh, justifikasi aja :P

Kalau sakit begini, jadi pengen banget punya seseorang deh, yang bisa dipeluk!

Jadi ingat temen gue Htar Htar yang punya cita-cita bersuami 5 orang! satu untuk cuci baju dan urusan rumah tangga. Satu orang untuk supir. Satu orang mengurus kebun. Satu orang mencari uang. Dan satu orang untuk gituan kekekek, for pleasure!!

Seru juga yah hidup seperti itu. Semua dibalikan, dan sebagai seorang perempuan kita bisa bersenang-senang dengan kelimanya.

Tapi dalam keadaan sakit begini, punya satu orang saja sudah cukup. Kamu dimana? kamu yang pernah manis sekali membawakan susu hangat saat gue sakit. Kamu yang menemani sakitku hingga aku terlelap dan terbangun kembali. Kamu dimana?