Wednesday, January 30, 2008
Sindrom Kangen
Sakitnya naik sampai ke atas kepala, diatur otak, membuahkan air mata.
Gue cuma kangen... tapi kenapa begini sakit.
Kuping gue mengalir lagu "Black Star" Radio Head... "blame it on the black star, blame it on the falling sky, blame it on the satelite that brings me home."
I blame it on you....
I hate to miss you....
Tuesday, January 29, 2008
I Am Selfish, So What!
"Kamu tuh harus realistis, orang ga makan ijazah hari gini. Berapa banyak mereka yang master dan end-up with nothing. Kerjaan ga akan nunggu kamu selama setahun. Karena aku sangat kenal kamu dan keluarga mu, kenapa sih nit untuk kali ini aja kamu denger aku. Jangan sia-siakan masa depanmu untuk ego yang belum kelihatan hasilnya. Orang sekarang berpikir soal uang uang dan uang."
"Kalau kamu ga bisa bantu, ya sudah. Ga usah pake alasan panjang lebar. Gue pikir selama ini gue cukup perhatian sama urusan orang lain terutama keluarga. Just once in my life gue berpikir untuk diri sendiri. Dan ini yang gue mau, ini obsesi gue, ini yang sudah hadir di depan mata. Kalau ga bisa bantu, jangan bikin gue patah semangat. Kita memang ga pernah punya tujuan hidup yang sama. Buatmu segalanya diukur dengan uang, sementara aku, menjadi kaya adalah nomor sekian, tolong hargai aku dan cita-citaku. Its about me and I am not you!"
Setelahnya gue nangis, muke gue jelek pisan, masih setengah hari kerja pula. Damn! Sakit hati gue karena itu keluar dari mulut orang yang selama ini gue pikir paling mengerti apa yang gue mau. Monyong!
Fany pernah suatu waktu bilang "gue kerja untuk kesenangan gue. kalau sesuatu sudah tidak menyenangkan ya tinggalkan!" sama seperti Dudu yang bilang "Work should be Fun!"
Gue setuju bahwa apa yang gue dapat sekarang sudah cukup. Tapi ada sesuatu lain yang mesti gue dapat. Gelar Master! Kembali ke sekolah. Gue ingin dan merasa perlu.
Sama seperti Mas Dono yang ngumpulin semua brosur jam tangan mewah dan mobil nomor satu sebagai bahan SECRET nya, gue mengoleksi puluhan brosur sekolah keluar negeri. Tiap tahun selama tiga tahun terakhir gue bolak balik ke pameran sekolah keluar negeri. Tiap kali lewat kedutaan Belanda, dalam hati gue selalu bilang "One day I will come to this place for a Visa".
"Ga usah mikir lo selfish... U deserve 2 get what you want.".... isi sms Mas Dono, baru aja gue terima.... huhuu
Makasih banyak buat my mom, Mas Dono, Citra dan Eci dan Eric.... I promise you all and myself... I wont give up... This is my life and I have my right to be selfish.
Sunday, January 27, 2008
Size 14
Ga tau mesti ngapain sambil nungguin dijemput Dono. Citos itu Mall yang paling ga ramah sama konsumen, ga boleh duduk gratis di tangga. Boro-boro si empunya mall nyediaan bangku taman di tengah mal atau di lapangan parkir deh minimal. Kaki gue pegel setengah mati, Mas Dono belum juga nongol. Ya sudah, killing my time, gue ke Aksara, sambil bawa belanjaan celana dan T-shirt.
Gue ga suka beli buku yang "katanya" seru, lagi rame dibicarain neh, eh mau dibikin film loh. Biasanya gue percaya insting sendiri atau mempercayakan isi buku pada para pengarang favorit gue, sebut aja Milan Kundera, Paulo Coelho, Dan Brown, Tariq Ali dan pujaan gue terakhir ini Khaled Khoesaini.. gue lagi jatuh cinta sama cerita dari negeri Jazirah Arab neh.
Tapi semalam ada buku Chicklit yang bikin gue nengok dua kali, tiga kali sampai berkali-kali. "Mesti gue beli ga yah?". Saking lamanya mikir, sampai satpam Aksara matanya ga lepas dari gue. Pasti ada dua hal yang bisa terjadi, dia curiga gue bakal nyolong atau dia naksir gue hehehe.
"Tapi itukan Chick-Lit! ga gue banget gitu loh." lagi-lagi gue menimbang. Tapi judulnya koknya berasa pas banget sama gue hari itu.
"SIZE 14 is not FAT either" by Meg Cabot
Ha ha ha... gue banget kan judulnya :) gue ambil tuh buku dan bayar pake KARTU KREDIT, 96 rebu rupiah dan keluar Aksara sampai mesem-mesem.
Bukunya jatuh di mobil Dono... SIZE 14, ukuran BRA? ..... duh gubrak deh mas
Friday, January 25, 2008
The One
Surya semalam kasih ide cemerlang buat acara seks and de
Seorang pengarang buku, dia cowok, menjelaskan bahwa perempuan diatas usia 30 menjadi sangat pemilih tapi tidak "memilih", lebih banyak "menunggu". Alasannya lagi-lagi, harga diri perempuan alamat jatuh kedubrak kalau mulai duluan, itu
Nah sekarang kembali ke GUE. Gue adalah orang yang kelebihan pede dalam banyak hal, seperti cerita gue dalam Ice Lemon Tea, never care about others think about me. Tapi soal cinta... sometime I just hate myself. Gue ga pernah bisa flirting, make a move or just show how I feel for someone. Dalam sejarah hidup gue Cuma sama 1 orang gue bisa berkata jujur, “gue sayang sama lo” dan semuanya baik-baik saja. Dia tetap jadi yang terdekat dalam hidup gue. Sometime I wonder, is he my soulmate? Karena tiap kali gue feeling down, suddenly he called me. Setelah dia, ga ada yang lain yang bisa membaca hati gue. Dan gue ga bisa seterbuka itu mengucapkan rasa kepada yang lain, bahkan padanya.
Tema ini kayaknya perlu diangkat dan pasien pertama narasumber kami adalah gue hehehe… kali aja gue bisa jadi lebih pede dalam urusan cinta…
Sunday, January 20, 2008
Gue Benci IBU KOSSS
Memang murahan, tapi gue kan bayar, ga numpang tapi dapat fasilitas paling buruk yang pernah ada. Air sering mati, dari tiga kamar mandi cuma 1 yang WC nya bisa nampung tai. Kalau pagi antri kamar mandi sambil ngedumel. Belum lagi perempuan-perempuan bau jengkol itu. Udah tahu kita hidup satu rumah, tiga kamar mandi, empat kamar tidur, tau diri dikit kenapa sih, ga ada penting-pentingnya lo makan jengkol atau pete dan merusak kenyamanan orang lain!
aarrrggghhhh
Agustus 2007, Hp gue ilang, diambil di pagi buta, sapa lagi pelakunya kalau bukan temen se kos atau pembantu ibu kos. Meski akhirnya dikembalikan... thank you God... tetep aja nyebelin!
Januari 2007, tiba-tiba gue temukan pintu kamar gue terbuka.... monyet, kupret... meski ga ada yang ilang, tetep dong ah, konyol namanya... gue bayar kos untuk sebuah privasi, keamanan dan kenyamanan!
Semalam gue pulang jam 8.30, ga ada air di tiga kamar mandi itu. Ga ada sama sekali, ga bisa puppy, ga bisa sikat gigi mau tidur, ga bisa wudhu.. kalau gue dosa, biar ditanggung ibu kos aja! kesel....
Pagi tadi 4.30, gue kudu mandi dan siaran pagi. Ga ada air loh! pembantu ganjen itu bilang, Ibu KOS BELUM BANGUN.... ya bangunin dong! gue bayar kos sekalian airnya... enak aja... tapi karena ibu semang belum bangun, air ga bisa mengucur, barangkali kunci kran air dibawanya tidur... ya sudah terpaksa bawa semua perlengkapan mandi, tanpa cuci muka sama sekali, gue pergi ke kantor... numpang mandi!!!!
Dosa-dosa ibu kos sudah numpuk neh... kesel kesel.... sayang gue mesti bertahan di neraka itu sampai ada kos an lain yang kosong.... aaarrrgggghhhhh..... gue benci ibu kos!
Puisi Cinta
Dia, yang tak perlu tahu bagaimana aku mencintainya,
Semuanya berjalan seadanya.
Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan rasa meski berharap dia merasa.
Pun jika ia merasa, aku tak berharap ada balas rasa.
Cinta adalah memberi bukan meminta.
Ada kala lelah berharap dia membaca sedikit saja bahasa hati,
Ada saat memutuskan untuk berhenti mencinta,
Tapi bisakah kau hentikan rasa, cinta yang menjalar hingga kepala.
untuknya saja....
lucu juga kalau gue lagi serius begini :)
Thursday, January 17, 2008
Ice Lemon Tea
Gue suka sekali sama jenis minuman yang satu ini. Suatu kali bersama E ajak gue pergi ke Hard Rock Cafe, waktu itu untuk pertama kalinya gue pergi kesana, tetap saja yang gue pesan adalah Ice Lemon Tea. E bilang "taelah ini Cafe bukan warteg, pesen yang lain kenapa." Tetap saja untuk kesekian kalinya gue datang ketempat itu, gue tetap pilih Ice Lemon Tea.
Di malam terakhir Ram di Jakarta, kita pergi ke sebuah restaurant mewah di Menara BNI 46. Pelayan disana menawarkan beragam jenis WINE pada kami berdua, "no thank you, Ice Lemon Tea please."
Di tiap moment gue pergi ke suatu tempat bahkan di Coffee shop yang gue cari adalah Ice Lemon Tea...
Segelas ice lemon tea bisa melegakan perasaan gue. Dinginnya air es teh itu bikin perasaan gue jadi nyaman, apalagi kalau sehabis penat urusan kantor atau urusan yang lain, waduh tak terkira lah nyamannya ice lemon tea. Kecutnya, mengingatkan gue, sejauh manapun kita berusaha menghindar, rasa asam dan kecut kehidupan ga akan bisa terhindar. Setiap masalah kudu dan mesti dihadapin, apapun hasilnya nanti.
Itu filosofi Ice Lemon Tea buat gue. Selebihnya, gue memang keras kepala terhadap pilihan diri. Meski ga match sama suasana, mana gue peduli, wong itu yang gue mau. Persis sama ketika manajer marketing gue protes sama penampilan cuek gue. Gue bilang "tugas gue siaran, tugas lo dandan!" Padahal dibalik itu semua, harus gue akui penampilan, first impression itu penting dalam segala hal. Bahkan kata konsuler karir, penampilan yang oke adalah nilai plus buat isi otak yang mantab!
Lagi-lagi gue sekecut lemon, meski dimanisi gula, tak akan mengubah rasa asam dan kecut gue!
Tuesday, January 15, 2008
Sepi


Sudah masuk dua hari ini gue selalu pulang jam 7 malam. Untuk pertama kalinya selama 6 tahun, kehidupan gue dalam tiga bulan kedepan bakal "normal". Masuk jam 9 pulang 7 malam, libur diakhir pekan, jumat dan sabtu. Tapi abis itu ngapain? Badan gue terbiasa bekerja malam huhuhu, giliran disuruh istirahat, rasanya belum sanggup. Sementara kalau pagi-pagi ke kantor, lemesnya minta ampun :)
Walhasil untuk menghabiskan waktu inilah yang gue temui...
Waduh bahkan tulisan gue berada diantara mereka. Liat deh, mirip yah satu sama lain. Ya iyah lah, secara dua-duanya kakak beradik hihiii... adiknya adalah orang dimasa lalu gue.
Ga tau kenapa malam ini gue iseng banget nyari anggota keluarga dia yang lain, eh nemu abangnya deh. Cakep mana hayo hihihi?
Selain mereka, gue juga iseng nyari seseorang yang mereka hinggap di hati gue a long long time ago, mas Andy, ternyata dia sudah menikah. Hua Hua HUa... ternyata mencoba peruntungan dengan menjelajah masa lalu pun sudah tak bisa. Hiks hiks.
Eci tanya, apa gue kesepian? Ya iyalah... setelah jam 7 malam gue mesti ngapain? ga ada orang yang nunggu di rumah, bahkan ga ada tipi yang bisa ditonton. Baru niat beli tipi, eh kamar kos gue dibongkar orang Jumat lalu. Males ga sih...
Untung masih ada mas Dono... yang suka menculik gue malem-malem, nonton bioskop, bikinin blog, jalan-jalan... makasih yah... paling ga, ada di malam-malam tertentu yang gue ga lagi kesepian :)
Sunday, January 13, 2008
Miss You Girls Just Like I Miss Europe!

From the left to right, Nadia Samie from South Africa, Salma from Egypt, God I forgot your name big momma from Ghana-Sorry so Sorry, and ME...
We were talking about guys that day at the Bonn Park while eating a very nice pizza. Salma cerita kalau kedatangan dia ke Bonn bikin dia putus sama pacarnya yang sangat pencemburu, dia bahkan bilang gini, lo cuma mau tidur sama pria eropa kan... bagus, gamparin aja toh cowok tolol...
Nadia bilang, dia pergi ke Bonn untuk menguji pacarnya di Cape Town apakah masih setia ketika dia kembali. Sekaligus menguji dirinya apakah beneran cinta sama Garry-nama pacarnya, aih gue masih hapal euy.
The big momma said, dia juga putus sama pacarnya yang kata dia ga pernah bisa ngerti soal karirnya sebagai jurnalis.
Gue? hmm menjemput impian gue bilang waktu itu. Ram ada di Belanda, gue hanya perlu bicara sekali lagi untuk memastikan hatinya untuk gue atau tidak. Big Momma said, apakah gue pernah itu tuh tuh.... ini adalah kesempatan yang baik untuk mengetahuinya. Huh adakah kaitannya yah lust and love? masa harus bercinta untuk bisa tahu cintanya.
Salma ketawa terbahak bahak... Nita is a moslem, I think the very good one compare to me and Nadia. We are not allowed to have sex until we are married... yeah Nita you go girl!!!
Miss you all girls... Kita memang cuma kenal 6 minggu dan itu dua tahun lalu. Tapi pembicaraan di taman itu ga mungkin bisa gue lupa.
Ah ya diantara mereka tebak sapa paling tua? GUE GUE.... tapi mereka kudu mengakui gue lah yang paling awet mudah :)
Almost 30
Ini yang gue takutkan, secara keturunan semua perempuan dalam keluarga besar nyokap, bodynya makin melar di usia 30 an. Tapi itukan karena semua menikah muda dan langsung beranak yah.. kan gue belum hihi.. okay ini masih bisa gue tolerir.
Some other said, life begin at 30 for a woman. Secara seksual, hormon mereka sedang mencapai puncaknya, karena itu banyak diantara mereka punya TOY BOY alias brondong jagung di usia 30-40an. Laki-laki seusia kami boleh lah merasa terancam, karena diantara anda banyak yang sudah tak mampu mengimbangi tingginya hormon seksual kami para perempuan di usia 30-40.
Untuk yang diatas plok plok plok..... setuju setuju lah... jadi ga sabar jadi 30 :)
Tapi di usia 30an yang kian tinggal hitungan hari, gue makin picky, makin pemilih, dalam banyak hal apalagi urusan love and lust. Buat gue terlambat sudah jika hidup cuma dipakai bersenang-senang disaat 30. Mestinya itu dilakukan saat otak perempuan belum matang di usianya yang 20-an. Tidak ada penyesalan untuk menjadi gue sekarang, yang katanya cuma jago dalam teori... ha ha ha coba kau tanya Ram, I tought him everything he needs to know as the beginner. hihi :)
Life is like a multiple choice, A, B, C, and D or E. But the problem is semakin bertambahnya usia gue semakin berkurang pilihannya. Dudu said, a single man at 30 must be gay!... please dont mind him, Dudu can be crazy sometime. Dont let him tearing you apart :) ha ha ha
ah instead of making myself crazy about 30, all I want to have is a very nice celebration in BALI yeipeeii... take a long vacation, away from the pressure of the families demand and work work work...
Come and join me in Bali on April 24th, you are all invited... bayar masing-masing tapi nya yah.
Friday, January 11, 2008
Dibuka Lowongan, Jadi Suami
1. Kudu tinggi minimal 175 cm
2. Pendidikan minimal S1, sukur alhamdulillah kalau bisa dapet S2.
3. Warna kulit, diutamakan yang putih
4. Profesi apa aja deh
5. Sensitive Gender, pro demokrasi tapi ga perlu jadi aktivis
6. Baik hati dan tidak sombong, rajin menabung hihi
7. Seiman
8. Lokal atau internasional ga masalah deh
dan terakhir, ngomong apa aja bisa nyambung sama gue, karena gue punya minat segudang, mari bicara soal buku fiksi terutama non fiksi, film, musik, teater, lukisan, politik, sex ck ck ck, sosial asal bukan soal keyakinan! dan diutamakan yang suka olahraga terutama sepakbola.
Nah yang punya kenalan high quality jomblo seperti diatas, hubungin gue yah. Sehebat apakah gue mencari calon seperti diatas? hmmm... well... You wont be sorry if you can have my love.
Wednesday, January 02, 2008
Nostalgia SMA

Hue ternyata band yang lagi ngetop EFEK RUMAH KACA ini, vokalisnya Cholil adalah senior gue di SMA angkatan 91, lulus 94 lah. Malam ini mereka tampil di acara Rock in Rabu Fm 89,2 Utan Kayu huehehehe... plok plok plok.... hebat euy. Sebagai salah satu penggemar Cholil waktu SMA, terang saja gue termehe mehe begitu ketemu... "kayaknya gue kenal lo deh... lo alumni 47 yah?" dia bilang, "iya... lo angkatan berapa?" gue bilang, "junior lo angkatan 93, lulusan 96 lah.
Gue langsung telepon Aa dan dia bilang, "bandnya lagi ngetop bego, lo kemane aje." bernostalgia lah kita tentang Cholil. Cowok mungil berambut lurus lemes itu dari SMA sama-sama kami kagumi, suaranya, aksi panggungnya huehuehue... yang paling gue inget waktu sekolah gue ulang tahun, doi nyanyi lagunya MEATLOAF lupa judulnya deh. Nah pas dia nyanyi diatas panggung tiba-tiba semua orang teriak... Cholil Cholil... terus seorang cewek berlari, ngasih sekuntum mawar merah plus kecupan di pipi.... hue hue hebat hebat plok plok...
Gue baru kelas satu, ga berani terlalu mengagumi, takut dibilang over acting. Dipinggir Sound system gue menikmati sekali penampilan Cholil dan kawan-kawan, tentu saja drumernya yang kerena bernama DAMAR hue hue, apa kabar dirimu, cakep pisan. Terakhir kata Aa, begitu lulus SMA Damar ganteng sekolah di luar negeri.
Gara-gara ketemu Cholil gue inget lagi deh kawan seangkatan dia yang lucu lucu. Ada Fari Suprada, kapten basket 47 yang ganteng hihi pendiam dan anak band juga, yang gue kagumi sepanjang masa deh hehehe.... belum lagi ada Arie bule, krempeng yang cakep dan suka nge-rap itu juga kemana yah... gue masih nyimpen foto lo loh! ha ha ha...
Senangnya bisa kembali ke masa silam, tapi cukup di kelas satu SMA ketika Cholil dan kawan-kawannya menjadi makhluk makhluk paling populer di sekolah :) Bangga euy bisa ketemu sama senior yang ngetop, MANTAB!!
Wednesday, December 26, 2007
Bambang
"Sekejap badai datang, mengoyak kedamaian, segala musnah, lalu gerimis langitpun menangis. Kekasih andai saja kau mengerti, harusnya kita mampu lewati itu semua dan bukan alasan untuk berpisah."
Dia sahabat kecil gue yang kemudian masing-masing kita saling jatuh cinta satu sama lain.. persahabatan itu bubar. Orang tua kami bahkan berusaha untuk membuat kami bersatu kembali :P. Gue kenal Bambang sejak kelas satu SD. Dia jadi sahabat gue sejak itu. Kita selalu pulang pergi sekolah bareng-bareng. Kerjain pe-er bareng, sampai main bola bareng :)
Di SMP dan SMA, masih Bambang jadi sahabat gue. Barangkali keberhasilan gue masuk SMP dan SMA Negeri itu berkat dia. Lah gue itu ga pernah punya uang buat beli buku pelajaran. Selamanya gue bergantung sama Bambang. Tiap kali mau ujian nasional, tiap malam pula gue di rumah Bambang.
Bambang tahu semua cowok di sekolah yang gue taksir, sebaliknya gue ga pernah tau siapa cewek yang dia taksir :). Sampai suatu kali ada perempuan di sekolah yang ngaku naksir Bambang, deg.... gue cemburu! Sejak itulah gue mulai merhatiin sahabat kecil gue yang ternyata.... manis sekali.... baik hati... huhuhuhu.... gue ikutan naksir.
Dan ternyata cinta itu justru menjauhkan kami. Bentar-bentar gue cemburuan, gue sih ga pernah tau perasaan dia sama gue. Sampai di masa akhir kuliah, dia bilang "selama ini gue ngarep kita bisa lebih dari teman." Gue ga bicara apapun. Besoknya, dia pun menggandeng perempuan lain. Sampai dia menikahi perempuan itu dan seorang anak laki-laki lucu sudah dipangkuannya....
Sudahlah, ga ada yang perlu disesali toh.... hiks hiks hiks.... Gerimis Beng
Tuesday, December 25, 2007
Hidup ini
Berkembang dalam sebuah rumah penuh cinta, kasih dan harap serta doa.
Berusaha untuk ada diantara kerumuman manusia lain yang sebenarnya sederajat meski hanya berbeda harta dan jabatan.
Meminta sedikit penghargaan atas sebuah usaha diri, bukan prestasi luar biasa hanya sebuah usaha.
Menafkahi diri sendiri, lahir dan batin.
Hidup ini dibangun dari penyatuan waktu yang sedikit demi sedikit menyadarkan diri betapa lama sudah berada disatu tempat.
Hidup ini menjadi sebuah kejenuhan tanpa ampun.
Hidup ini sebuah pencarian pada setiap pembaharuan, tantangan dan penghargaan.
Saya keluar dari hidup ini.... Permisi
Sunday, December 23, 2007
Membaca Hati
Tapi kenapa sulit sekali membaca hatimu dari matamu yang bersinar itu.
Mestinya kamu juga bisa membaca hatiku dari mataku yang berusaha bicara.
Ah barangkali kita berdua memang tak pandai membaca hati.
Kali ini hatiku menjerit meminta kamu membacanya sekali lagi, terakhir kali.
Sebelum kuputuskan membawa jiwa dan cinta ini jauh darimu
Sebelum kuputuskan untuk mengakhiri semua harap atasmu
Masih berhargakah waktu yang kusisipkan untuk menantimu agar bisa membaca hati.
Barangkali hati ini tak akan pernah bisa meninggalkanmu
tapi mataku tak akan sanggup melihatmu bukan denganku,
maka biar saja kubawa keduanya menjauhimu,
Mungkin di suatu hari kamu akan mengerti bahasa hati.
Wednesday, December 12, 2007
Semangat! Semangat!
Kemarin bisa saja semua hal berjalan seperti yang gue harapkan. Hari ini semua berantakan.
Tapi yang tidak boleh hilang dari diri adalah semangat untuk menjalaninya, meski itu tidak sebaik harapan.
Semangat, semangat!
Gue pernah lewatin masa-masa sulit tapi survive, maka mestinya kali ini pun gue selamat.
Pasti ada jalan keluar untuk setiap masalah, Allah yang baik pasti kasih terang diantara gelap.
Ibarat toleransi badan terhadap obat, maka hati ini mestinya lebih kuat hadapi cobaan.
Semangat, semangat!
Masa depan ga akan berubah sendiri tanpa ada usaha. Selama udara masih mengisi relung jantung, harap tak boleh putus, usaha tak boleh berhenti.
Kang Dion pernah bilang, orang berbakat itu banyak di dunia tapi yang punya kemauan untuk maju bisa dihitung jari. Dimana ada kemauan disitu ada kemampuan. Meski aral melintang, gue pasti mampu!
Semangat, semangat!
Doakan saya kawan! mencipta hari semakin indah dari yang sudah ada.
Wednesday, December 05, 2007
Mesti gimana yah
Yang gue tahu, hati ini bergetar tiap kali didekatnya. Tenang disampingnya. I wanna share my life with him.
Gue tak bisa bertanya karena hanya tak ingin kehilangannya. Salah bertanya sesat dihubungan nanti :)
Barangkali terlalu tinggi berharap. Berangkali tak pantas berharap.
Kenapa cinta ini membuat gue sedih yah. Semua jalan buntu. I just cant think!
or Maybe he is just not in to me...
Kalau kemarin gue bisa bertahan melihat dia bersama yang lain. Apakah lain kali bisa? Entahlah.
Apa sebaiknya kukatakan saja, aku cinta kamu lalu pergi menghilang. Aku bilang atau tidak, suatu saat hubungan inipun kan berakhir. Dia jadi milikku atau tidak sama sekali.
Sunday, December 02, 2007
Googling
"She is really pretty", as he claimed his ex. Arrghhhh. Dont you even know how I feel for you. The hell with her face, her looks. I am jealous. I am jealous on your past!
Then I remembered my Ram. Once he was so mad at me for showing our stories on the web. He was googling, either me or himself. He said I was being unfair to ourself, to his future lovers and to my future husband. The one that loves us in the future might jealous on our stories in the past. Oh my dear Ram, why you always be the right one. I feel it right now. How come Im jealous on somebody's old stories.
Google will show the old faces, stories and memories in a minute. I almost forgot his loving face look like then I click image and put his name on, there he is, as cute as he always be :). Then the memories rised up again. Did you do the same when you miss me? If you miss me. Google is always there to connect our memories. Just googling me, then you will find me there, smilling, the smily face that you love once :)
And for you my stupid love one, could you just googling me sometime and found out how great I am with all the image and stories about me. You might realized that I do mean to you silly.
Monday, November 26, 2007
Nikah atau Kuliah?
Keduanya sedang keluar masuk hati dan pikiran gue saat ini. Barangkali itu juga yang bikin gue sakit kepala plus demam tiga hari terakhir ini :P
Kuliah sudah menjadi obsesi selama tiga tahun terakhir ini. Menikah justru muncul dalam beberapa hari terakhir, saat gue lihat wajahnya yang bersinar. Kenapa jauh gue cari cinta kalau ternyata makhluk manis ini ada disekitar gue :). Kamu bikin saya berpikir ulang tentang kuliah. Sayang lagi-lagi kamu tak tahu itu.
Kemarin malam pulang mencari "the sign" untuk kuliah menuju ke kos, seorang anak kecil kira-kira berumur 2 tahun teriak sambil membuka tangannya ke arah gue "MAMA". My heart melted down in sudden! Dear God, is this the sign that you gave me?
Gue cuma tersenyum sambil meringis dalam hati. Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari anak itu. Do I look like her mom? Biological clock gue tikling lagi deh. Apa iya sudah waktunya gue beranak pinak?
Hari ini gue baca-baca situs tentang single parent cuma untuk bahan siaran. Tiba-tiba temen gue cetingan,"apa lo berencana jadi single parent?" Gue bilang, "pernah kepikiran sih. Tapi hanya dengan bibit terbaik, Ramy!"
Sebelumnya the man from my past asked me to have fun tonight. I said no, not because I didnt want to. It was the opposite, I might want a seed from him. Tapi gue belum siap untuk itu. Masih terus menimbang Nikah atau Kuliah, tapi the signs for the last three days leading me to the first one..... aaarrghhhh... sayang yang gue mau tak pernah tau.
Sunday, November 25, 2007
Kugapai Bintang
It is like talking to myself. Apa yang gue dapet sekarang tak pernah gue dapet dengan mudah. Semua melewati perjuangan, keringat dingin sampai pada penghinaan. Waktu SD, tiap bulan gue berdiri di kantor kepala sekolah cuma untuk mendengar ceramah kepala sekolah gue Ibu Ngadimi menghakimi papi sama mami karena sering terlambat bayar sekolah. Di kelas enam, gue sebagai sekretaris kelas sibuk sekali menyiapkan acara pembagian rapor caturwulan kedua. Tapi ketika semua orang pulang, rapor gue tetap ditahan Ibu Lis dan gue disuruhnya pulang untuk ambil uang SPP yang belum lunas ketika itu. Sakit hatinya sampai sekarang ibu guru yang terhormat. Saya ranking satu tapi tak bisa menerima rapor hanya karena tak mampu bayar SPP.
Di SMP, cerita berubah sedikit. Meski tetap bolak balik ke ruang wakil kepala sekolah Pak Ahmad karena lagi-lagi terlambat bayar SPP, gue semakin cuek. Datang ya datang tapi itu tak bikin gue minder di pergaulan. SMP semuanya indah. Kawan-kawan yang baik hati, bapak ibu guru yang sayang banget sama gue-hmm karena gue pinter :P- dan moment jatuh cinta yang terus bikin melayang setiap saat.... Hello my first love Yudhistira. Apa kabar?
Lulusan terbaik di tingkat kelas mengantarkan gue di sekolah, lumayan favorite SMAN 47. Nightmare! lagi-lagi masalah ekonomi. Kali ini bukan masalah dengan sekolah tapi dengan kawan-kawan. Nita yang penuh percaya diri, tak muncul di SMA. Semua menakutkan! gue cuma jadi pujaan kawan ketika musim ujian tiba. Prestasi terbaik di SMA apa yah, hmmm juara dua puisi tingkat sekolah ha ha ha.... pernah tampil di panggung bersama-sama teman teater. Terus..... ga ada lagi! Ngga banyak kenangan manis waktu SMA, barangkali karena gue dipusingkan masalah keluarga.
Ikut UMPTN atas desakan guru sejarah di SMA karena dia yakin banget gue mampu. Bayangkan, justru pak Jaya yang yakin sama kemampuan gue :P. Akhirnya gue dapet dipilihan pertama, Kriminologi. Papi cuma bayarin gue di empat semester pertama, selebihnya gue dibiayain yayasan Supersemar (ambil uangnya, benci orangnya!) dan bantuan dari kampus. Papi kemudian pensiun, situasi makin sulit.
Mami terpaksa jualan sayur, gue jualan makan siang di kampus supaya bisa dapat ongkos pulang ke rumah. Nahan lapar kadang-kadang karena cuma modal uang 2000 rupiah buat pulang pergi naek Deborah. Phewww hard times. Meski begitu kawan-kawan di kampus baik. Sesekali gue dapet kerjaan dari Ena buat survey, rekrut orang untuk FGD. Tugas kampus diketik di rumah Amel atau Cindy yang punya komputer. Yah nebeng sana sini lah. They all good to me, hiks, kangen sama kalian.
Gaji di MS3 itu buat modal skripsi. Gaji 40 rebu dari siaran pertama ditambah 300 dari status honerer, lumayan buat foto kopi serta jilid skripsi :). Untung sahabat-sahabat disana mendukung, Mas Dion, Mas Dono, Lola, bahkan ibu Cay memperbolehkan gue bermalam-malam menginap di kantor buat ngetik skripsi hihii. Tapi di rumah, lagi-lagi kami diusir oleh si empunya rumah karena dianggap tak mampu bayar kontrakan. Papi pensiunan, mami tak bisa meneruskan dagangan, gue.... gaji itu harus ditabung buat skripsi.
Semua hal berat yang gue pernah lewatin itu akhirnya membuat gue keras meski terus mencoba untuk tegar. Cita-cita gue cuma satu, Menjadi KAYA. Jadi orang miskin itu tidak enak, selalu dihina. Gue masih mengumpulkan pengalaman hidup, pengalaman kerja sampai mencoba untuk kembali sekolah. Ini adalah cara gue untuk menjadi Kaya yang sesungguhnya. Gue ga pengen kaya dari hasil kerja orang lain, tapi harus kaya dari keringat gue sendiri.
Kalau kemarin gue merasa dihina oleh salah satu konsuler pendidikan di Belanda, suatu saat gue akan tampil dihadapannya untuk menyerahkan fotocopian gelar master dihadapannya. Apa yang gue cita-citakan akan selalu bisa gue dapat!