Dulu Ram pernah ngeledek gue sambil bilang, "loh di Indonesia kan paling gampang cari segala sesuatu yang "fake", semuanya bisa di copy, ditiru. Mahasiswa ga beli buku asli karena bisa fotocopy. Mau nonton ada dvd bajakan, ya kan.
Huh gue sempat bete, karena kata-kata fake, copy itu datangnya dari orang asing. Tapi itu faktanya. Gue salah seorang pelaku pembajakan, terutama buku sekolah dan kuliah. Kalau saja harga buku di negara ini ga mahal, tentu kita juga ga main curang dengan membajaknya di tempat foto-copian kan. Ga berburu fotokopian yang murah meriah disepanjang jalan Margonda, eh Aladdin itu bagus loh wakakakak.. Kalau untuk buku, maaf untuk para pengarang di Indonesia, andai saja harganya bisa murah.... kami sangat ingin membeli yang asli.
Sayangnya kebiasaan fotokopi, copy paste itu terbawa ke ranah ide. Dengan alasan mengadaptasi cerita asing ke ranah lokal, silakan tengok sinetron Indonesia. Teman gue diawal karirnya pernah disuruh nonton puluhan DVD sinetron Korea, lalu bikin versi Indonesianya. Trend bergeser, sinetron Indonesia eh India maksudnya kekekek. Yoi, yang menghiasi layar kaca di rumah anda, yang mencekoki otak pekerja rumah tangga, ibu-ibu rumah tangga sampai Batita anda adalah produk jiplakan dari India. Yang diilangkan dari cerita India itu ya cuma nari di pohon-pohon, bergelantungan kekekek... eh yang gaya begini masih ada ding di Indosiar.. ya Ampyun... jangan sampai besok anda temukan Batita anda mejeng di pagar rumah gara-gara abis nonton sinetron ;-P
Dari sinetron, mari bergeser ke video klip. Pernah liat video klip Marcel "semusim", itu dah lama bener memang. Yang bikin Dimas Jay, pasti terinsipirasi oleh video klip Justin Timberlake yang judulnya "Cry me a river". GA JIPLAK CUMA TERINSPIRASI. wahahahaha... whatever!
Sekarang mari bergeser ke isi novel... Demam Alchemist karya Paulo Coelho yang merupakan perjalanan spiritual mencari arti kehidupan ternyata juga menjangkiti para pengarang kita. Dee dengan Akar dan Supernovanya. Maaf neh sekali lagi Insipirasi bukan jiplak... beda dong nit.. hehehe iya deh..
Trus film... man what can I say about it, you know lah. Insipirasi dari Linkin Park menghinggapi Fade 2 Black feat Bondan Parkoso, demam Coldplay nyangkut di Nidji. Nah terakhir, pagi tadi gue denger U-Fm.. oops sorry guys bukan radio sendiri neh.... ada lagu mirip banget sama lagunya Mario-Let Me Love YOu.... damn damn damn.... karena gue sudah bernyanyi ala mario yang keluar berbahasa Indonesia.... ah hanya terinsipirasi, bukan plagiat.
Oh ya kasus terbesar dalam hidup gue sebenarnya adalah kasus dosen politik gue dikampus divonis plagiat untuk thesisnya.... ck ck ck..
Indonesia mau ulang tahun neh, merayakan kemerdekaan. Tren bergeser untuk ngomongin seberapa bangganya lo jadi bangsa Indonesia. I love being Indonesian, Im proud of it. Semoga kedepan, para seniman, kreator, konseptor bangsa ini bisa nemu ide ORIGINAL, GENUINE, asli Indonesia. C'mon stop lah being plagiat. Inspirasi bisa dicari kok, Indonesia kaya dengan inspirasi. Percaya diri lah dikit... dikit aja :-)
Thursday, July 31, 2008
Tuesday, July 29, 2008
Takut
Sebisa mungkin menjauhimu. Tapi kita tahu sesuatu yang kita punya terlalu kuat untuk dihilangkan. Aku selalu kembali padamu dan kamu selalu balik padaku. Untuk satu dan lain alasan.
Aku cuma takut kembalinyaku kali ini tak bisa membuatku menghindar dilain hari.
Aku takut mencintaimu... lagi
Aku cuma takut kembalinyaku kali ini tak bisa membuatku menghindar dilain hari.
Aku takut mencintaimu... lagi
Foto

Foto ini gue ambil dari facebooknya Ucu Agustin. Keren banget. Bersamaan dengan potongan tulisan yang dibuatnya. Two thumbs up. Betapa mudah gue mendefinisikan diri dengan isi didalamnya :-(
"Aku tahu bagaimana rasanya berada di antara masa lalu dan masa kini. Terjebak dalam waktu dan membuat kita merasa mengayun tanpa tali. Rawan tapi terus dijalani. Aku pernah mengalaminya, Araki. Dan aku tahu, hal yang akan kulakukan bila dalam kondisi tersebut muncul lagi seseorang; aku pasti akan menghindar. Dan tepat itulah yang kulakukan sekarang. Aku cuma pergi sebentar. Aku ngeri jatuh cinta padamu, Araki. Dan tentu saja bila itu terjadi, aku akan menambah lagi satu masalah. Padahal sebagaimana yang telah kita sepakati, aku akan di sana selalu. Di samping Araki. Namun untuk membuat semuanya lebih mudah. Bukan untuk menggubah urusan-urusan hati, menjadi sebuah masalah yang semakin membuat gundah...."
Monday, July 28, 2008
I wanna have YOUR baby
Tahu judul lagu diatas ga? Itu yang nanyi Natasha Bedingfield. Salah satu liriknya bilang gini :
What if you knew what I was thinking?
Would it make you like "Whoa!"?
I don't wanna risk putting my foot in this
So I keep my mouth closed.
Ha ha ha, emang bener ternyata. Cowo itu sometime alergi pisan sama kata-kata bayi, apalagi kalau pasangannya tiba-tiba bilang pengen banget punya anak dari lo, hua panik yah. Ini yang terjadi hari ini sama beberapa teman cowo yang gue ajak curhat soal keinginan gue menjadi single mom. I wanna have a baby but not a husband.
Mulai dari khotbah agama, sampai ide untuk bayi tabung dari temen gue. Hmm... menarik. Ada juga yang tiba-tiba sign out begitu gue bilang "gue butuh donor. pengen punya anak neh." Waks kan ga berarti gue minta dari lo kaleee, ge-er amat. Sampai sekarang Ram juga ga balas email gue, mungkin dia pikir gue udah gila kali yah. Ah padahal gue tahu persis, bibit terbaik justru dari dia. Duh penyesalan lagi deh yang gue dapat :-( coba aja dulu...... hehehehe... ga deng.
Anyway, keinginan ini muncul bukan cuma sekali ini. Sudah sering. Dulu-dulu sih idenya adalah adopsi anak. Tapi begitu liat teman gue melahirkan bayi perempuan yang lucu, dan adik gue lagi hamil tua, pengen juga merasakan hal yang sama. Seseorang hidup didalam perut ini, menendang, bernafas dan hidup disitu. huhuhu mengharu biru, pengen pengen pengen...
Tapi harus dengan menikah yah? gue memang egois so what. Belum bisa berbagi dengan makhluk besar bernama suami. Gue mungkin siap menjadi ibu tapi ga siap jadi istri yang harus berbagi kehidupan dengannya. Boleh dong kalau gue cuma berkeinginan jadi ibu... untuk saat ini. Kebayang menyenangkannya punya seorang anak yang dengannya berbagi kehidupan, berbagi cerita, be the inspiration of life, the reason to be alive.
Semua teman bilang, punya suami saja sulit nit yang namanya punya anak. Apalagi harus menghadapi kehamilan dan kelahiran seorang diri... hmm... bisa dipahami, tapi barangkali sendiri itu malah menyenangkan :-) but right now, I just wanna have a baby... a cute little boy named Saladdin Ramy or a beautiful daughter named Lily Ruby.
What if you knew what I was thinking?
Would it make you like "Whoa!"?
I don't wanna risk putting my foot in this
So I keep my mouth closed.
Ha ha ha, emang bener ternyata. Cowo itu sometime alergi pisan sama kata-kata bayi, apalagi kalau pasangannya tiba-tiba bilang pengen banget punya anak dari lo, hua panik yah. Ini yang terjadi hari ini sama beberapa teman cowo yang gue ajak curhat soal keinginan gue menjadi single mom. I wanna have a baby but not a husband.
Mulai dari khotbah agama, sampai ide untuk bayi tabung dari temen gue. Hmm... menarik. Ada juga yang tiba-tiba sign out begitu gue bilang "gue butuh donor. pengen punya anak neh." Waks kan ga berarti gue minta dari lo kaleee, ge-er amat. Sampai sekarang Ram juga ga balas email gue, mungkin dia pikir gue udah gila kali yah. Ah padahal gue tahu persis, bibit terbaik justru dari dia. Duh penyesalan lagi deh yang gue dapat :-( coba aja dulu...... hehehehe... ga deng.
Anyway, keinginan ini muncul bukan cuma sekali ini. Sudah sering. Dulu-dulu sih idenya adalah adopsi anak. Tapi begitu liat teman gue melahirkan bayi perempuan yang lucu, dan adik gue lagi hamil tua, pengen juga merasakan hal yang sama. Seseorang hidup didalam perut ini, menendang, bernafas dan hidup disitu. huhuhu mengharu biru, pengen pengen pengen...
Tapi harus dengan menikah yah? gue memang egois so what. Belum bisa berbagi dengan makhluk besar bernama suami. Gue mungkin siap menjadi ibu tapi ga siap jadi istri yang harus berbagi kehidupan dengannya. Boleh dong kalau gue cuma berkeinginan jadi ibu... untuk saat ini. Kebayang menyenangkannya punya seorang anak yang dengannya berbagi kehidupan, berbagi cerita, be the inspiration of life, the reason to be alive.
Semua teman bilang, punya suami saja sulit nit yang namanya punya anak. Apalagi harus menghadapi kehamilan dan kelahiran seorang diri... hmm... bisa dipahami, tapi barangkali sendiri itu malah menyenangkan :-) but right now, I just wanna have a baby... a cute little boy named Saladdin Ramy or a beautiful daughter named Lily Ruby.
Wednesday, July 23, 2008
Awet Muda?
My name is Nita and I am 30 years old. Tapi tak semua orang setuju angka sesuai dengan muka.
Pagi tadi di ruang tunggu dokter Evert. Semua yang hadir tentu saja sedang membicarakan tentang penyakit tumor payudara, saling menguatkan, saling berbagi pengalaman. Tapi ketika gue duduk di dekat mereka, semua memandang prihatin ke gue.
Mereka memperhatikan gue dari ujung kaki sampai kepala. Adakah yang salah dengan gue? Rasanya nda. Sampai satu ibu menyapa gue dengan ramah, "masih gadis, kamu sakit dek?"
"Iya bu, baru operasi bulan lalu." jawab gue.
"Ya ampun masih kecil sudah kena, tumor, kista atau kanker?"
"Tumor bu, masih jinak."
"Berapa umurmu dek?"
"30"
Mereka menatap seolah tak percaya. Cuma selang beberapa menit, lain ibu bertanya lagi.
"Sekolah dimana?"
"Saya kerja bu."
"Oh sudah kerja."
Wajah mereka prihatin seolah berkata, anak ini kasihan sekali, masih muda sudah menderita tumor. Sendirian datang tanpa saudara dan orang tua. huhuhuhhu...
Apa gue sebegitu menyedihkan yah. Tahukah anda bahwa pasien termuda yang pernah gue temui di ruang tunggu dokter Evert berusia 12 tahun?
Beberapa waktu lalu, pas kondisi gue beneran drop dan lunglai sambil menunggu dokter, seorang ibu terus menerus memperhatikan gue. Kemudian dia bilang, "kamu paling seumur anak saya. Makin muda saja pasien dokter Evert." Citra, yang ngantar gue balik nanya, "emangnya anak ibu umur berapa?" si ibu berkata, sambil terus menatap gue prihatin, "17"
Citra ngakak, gue meringis nahan sakit dan tawa.... muda amat... saya 13 tahun lebih tua dari anak ibu...
Is it because my face? my appearance? or what?
Dua tahun lalu, Peter Hille temen gue di DW suatu kali melihat gue pake kacamata dan dia bilang, "Now You Look Like Your Age." Oh my God. Apa beneran yang salah ada di gue yah.
Mestinya sih seneng aja usia 30 kira 17. Tapi kalau jatuhnya orang ga anggap gue serius karena tampilan gue seperti anak kecil, itu merugikan. Hiks secara menurut banyak orang, usia 30 adalah puncak kehidupan perempuan. Kematangan dalam karir, seks sampai cara berpikir. Hua gue sampai mana yah?
Pagi tadi di ruang tunggu dokter Evert. Semua yang hadir tentu saja sedang membicarakan tentang penyakit tumor payudara, saling menguatkan, saling berbagi pengalaman. Tapi ketika gue duduk di dekat mereka, semua memandang prihatin ke gue.
Mereka memperhatikan gue dari ujung kaki sampai kepala. Adakah yang salah dengan gue? Rasanya nda. Sampai satu ibu menyapa gue dengan ramah, "masih gadis, kamu sakit dek?"
"Iya bu, baru operasi bulan lalu." jawab gue.
"Ya ampun masih kecil sudah kena, tumor, kista atau kanker?"
"Tumor bu, masih jinak."
"Berapa umurmu dek?"
"30"
Mereka menatap seolah tak percaya. Cuma selang beberapa menit, lain ibu bertanya lagi.
"Sekolah dimana?"
"Saya kerja bu."
"Oh sudah kerja."
Wajah mereka prihatin seolah berkata, anak ini kasihan sekali, masih muda sudah menderita tumor. Sendirian datang tanpa saudara dan orang tua. huhuhuhhu...
Apa gue sebegitu menyedihkan yah. Tahukah anda bahwa pasien termuda yang pernah gue temui di ruang tunggu dokter Evert berusia 12 tahun?
Beberapa waktu lalu, pas kondisi gue beneran drop dan lunglai sambil menunggu dokter, seorang ibu terus menerus memperhatikan gue. Kemudian dia bilang, "kamu paling seumur anak saya. Makin muda saja pasien dokter Evert." Citra, yang ngantar gue balik nanya, "emangnya anak ibu umur berapa?" si ibu berkata, sambil terus menatap gue prihatin, "17"
Citra ngakak, gue meringis nahan sakit dan tawa.... muda amat... saya 13 tahun lebih tua dari anak ibu...
Is it because my face? my appearance? or what?
Dua tahun lalu, Peter Hille temen gue di DW suatu kali melihat gue pake kacamata dan dia bilang, "Now You Look Like Your Age." Oh my God. Apa beneran yang salah ada di gue yah.
Mestinya sih seneng aja usia 30 kira 17. Tapi kalau jatuhnya orang ga anggap gue serius karena tampilan gue seperti anak kecil, itu merugikan. Hiks secara menurut banyak orang, usia 30 adalah puncak kehidupan perempuan. Kematangan dalam karir, seks sampai cara berpikir. Hua gue sampai mana yah?
Tuesday, July 22, 2008
Memaafkan
Memulainya darimana yah. Lagi merenung hidup neh. Nita kecil tak pernah suka bergaul dengan banyak orang. Teman gue selalu laki-laki. Alasannya simple. Anak laki-laki tak suka pamer kekayaan atau sirik sama milik orang lain. Yang paling menyenangkan, anak laki-laki ga suka ngomongin orang.
Nita SMA tak banyak berubah. Masih suka main dengan anak laki-laki sederhana seperti AA dan Bambang. Tapi sudah mulai punya teman perempuan ada Ari, Astrid, Tika dan Lia. Di dekat kawan laki-laki, gue selalu merasa nyaman, jauh dari keusilan ngomongin orang lain. Sebisa mungkin kami tidak bicara keburukan orang lain kecuali masalah dilingkaran kecil kami saja.
Nita di Kampus, masih tak berubah. Hanya ada 1 teman paling dekat, Cindy. Alasannya lagi-lagi simple. Cindy lebih senang bicara tentang keluarganya, pacar atau keluarga gue, laki-laki gue dan kita. Sementara lingkaran yang lebih besar dari itu cuma bisa saling menjelekan, saling mencari kesalahan orang lain dan sebagainya.
Nita di kantor, kehidupan jadi lebih rumit. Bukan lagi soal kecenderungan sifat laki-laki dan perempuan. Di kantor gue makhluk paling comelnya justru laki-laki kok :-). Mas Iyo di MS3 dulu pernah ngajarin gue untuk bisa bikin peta konflik. Siapa saja disekitar lo yang "jahat" dan siapa yang berada di pihak lo. Ajaran dia ini paling gue benci, karena lo ga bisa berburuk sangka sama orang lain. Semua orang itu dasarnya baik, kalau ada yang "jahat" sama gue pasti ada yang salah sama gue. Tapi kemudian Bayangku selalu bilang, "Nita kau ini selalu jadi orang naif. menganggap semua orang baik sementara dibelakang bergunjing, menusuk sampai menjatuhkanmu. Orang harus pandai membaca situasi, mana lawan mana musuh. Dan tidak selamanya tentang kamu, mereka bisa jadi punya ambisi sendiri dan kamu menghalangi ambisi tersebut, sadar ataupun tidak sadar. Kamu harus disingkirkan."
Sekarang gue tahu persis kok, senyuman manis seseorang bukan berarti madu, tapi bisa jadi racun. Kebaikan orang bisa jadi kebusukan yang ditutupi. Lalu bagaimana gue bisa memilah siapa yang baik dan siapa yang jahat, sementara gue bukan paranormal, tak bisa membaca hati.
Waktu. Cepat atau lambat, bangkai itu baunya menyebar. Cepat atau lambat, orang akan kegerahan bersembunyi dibalik topeng kebaikannya lalu dia akan mencopotnya. Sampai saat itu tiba, gue hanya perlu menjadi gue, menjaga kejujuran semaksimal mungkin seperti mandat babe. Dan ketika kebusukan itu terkuak, yang harus gue lakukan... memaafkan.
Jangan khawatir kawan, aku sudah memaafkanmu ;-)
Nita SMA tak banyak berubah. Masih suka main dengan anak laki-laki sederhana seperti AA dan Bambang. Tapi sudah mulai punya teman perempuan ada Ari, Astrid, Tika dan Lia. Di dekat kawan laki-laki, gue selalu merasa nyaman, jauh dari keusilan ngomongin orang lain. Sebisa mungkin kami tidak bicara keburukan orang lain kecuali masalah dilingkaran kecil kami saja.
Nita di Kampus, masih tak berubah. Hanya ada 1 teman paling dekat, Cindy. Alasannya lagi-lagi simple. Cindy lebih senang bicara tentang keluarganya, pacar atau keluarga gue, laki-laki gue dan kita. Sementara lingkaran yang lebih besar dari itu cuma bisa saling menjelekan, saling mencari kesalahan orang lain dan sebagainya.
Nita di kantor, kehidupan jadi lebih rumit. Bukan lagi soal kecenderungan sifat laki-laki dan perempuan. Di kantor gue makhluk paling comelnya justru laki-laki kok :-). Mas Iyo di MS3 dulu pernah ngajarin gue untuk bisa bikin peta konflik. Siapa saja disekitar lo yang "jahat" dan siapa yang berada di pihak lo. Ajaran dia ini paling gue benci, karena lo ga bisa berburuk sangka sama orang lain. Semua orang itu dasarnya baik, kalau ada yang "jahat" sama gue pasti ada yang salah sama gue. Tapi kemudian Bayangku selalu bilang, "Nita kau ini selalu jadi orang naif. menganggap semua orang baik sementara dibelakang bergunjing, menusuk sampai menjatuhkanmu. Orang harus pandai membaca situasi, mana lawan mana musuh. Dan tidak selamanya tentang kamu, mereka bisa jadi punya ambisi sendiri dan kamu menghalangi ambisi tersebut, sadar ataupun tidak sadar. Kamu harus disingkirkan."
Sekarang gue tahu persis kok, senyuman manis seseorang bukan berarti madu, tapi bisa jadi racun. Kebaikan orang bisa jadi kebusukan yang ditutupi. Lalu bagaimana gue bisa memilah siapa yang baik dan siapa yang jahat, sementara gue bukan paranormal, tak bisa membaca hati.
Waktu. Cepat atau lambat, bangkai itu baunya menyebar. Cepat atau lambat, orang akan kegerahan bersembunyi dibalik topeng kebaikannya lalu dia akan mencopotnya. Sampai saat itu tiba, gue hanya perlu menjadi gue, menjaga kejujuran semaksimal mungkin seperti mandat babe. Dan ketika kebusukan itu terkuak, yang harus gue lakukan... memaafkan.
Jangan khawatir kawan, aku sudah memaafkanmu ;-)
Monday, July 21, 2008
Namanya Pien Tze Huang
Sejak hari ketiga operasi bunda sudah mengingatkan gue untuk membeli obat cina yang katanya manjur banget buat menghentikan pendarahan dan mengeringkan luka. Jawaban gue waktu itu, ga mam, ga bisa dipertanggungjawabkan, ga bisa diklaim kantor mengingat harganya yang ga tanggung-tanggung 290 rebu rupiah untuk 1 kotak obat yang diracik jadi 6 kapsul.
3 hari setelah pendarahan, bunda sms lagi "kamu itu susah bener sih dibilangin, beli obat cina itu. Kapan mau sembuh kalau kamu bandel kayak begini. Percaya dong sama orang tua." Lagi-lagi jawaban gue saat itu, nanti dulu mam. Aku lagi dalam pantauan dokter, masih minum obat dokter yang buanyak ini. Nanti kalau obat cinanya kontradiktif sama obat dokter gimana? repot mam.
Hari ke-29 setelah operasi, dokter masih mengotak-atik luka gue. Dia bilang masih ada cairan yang harus dikeluarkan dari toket gue. Berhubung ketika kedua tumor diambil meninggalkan lubang yang diisi cairan darah. Tadinya kami pikir cairan itu akan tersedot lagi oleh tubuhmu, ternyata tidak dan dia memilih keluar. Sekarang masih ada sisa didalamnya. Sabar yah.
Gue tanya, sebenarnya ada ngga sih obat yang bener-bener bisa menghentikan pendarahan ini sekaligus mengeringkan lukanya? Saya cape dok kudu bolak balik ke dokter 2 kali seminggu begini dan terus-terusan khawatir. Jangan-jangan luka saya tidak akan pernah sembuh.
Dia bilang, maksudmu mau coba alternatif?
Gue jawab, kata ibu saya minum obat cina bisa jadi manjur dok. Pien Tze Huang.
Dokternya bilang, ah saya juga pernah jajal obat itu dan memang manjur. Kamu coba aja, Rabu kita ketemu lagi.
Yah dokter, kenapa kaga dari kemarin-kemarin sih dia saranin itu. Mungkin karena profesinya tapi dokter gue itu emang asik banget. Doi ga percaya sama antibiotik, dia bilang tubuh manusia itu pintar, dia akan mengatasi sendiri masalah yang terjadi. Sayangnya body gue ga sepintar dokter bilang, butuh senjata ampuh selain plester dan kasa.
Siang itu juga gue ke apotik jatinegara yang ternyata jualan obat Pien Tze Huang itu. 290 rebu rupiah, diracik dalam 6 kapsul, diminum 3 kali sehari. Hari ini, kasa itu sudah tidak berdarah lagi.... Hore hore.... semoga beneran berhenti dan gue bisa kerja dan hidup dengan tenang lagi...
Bukan sulap, bukan sihir, cobain aja sendiri kekekek... satu lagi, jangan suka membantah orang tua, ga ada orang tua yang mau ngejerumusin anaknya toh kekekekek.... maafkan aku bunda.
3 hari setelah pendarahan, bunda sms lagi "kamu itu susah bener sih dibilangin, beli obat cina itu. Kapan mau sembuh kalau kamu bandel kayak begini. Percaya dong sama orang tua." Lagi-lagi jawaban gue saat itu, nanti dulu mam. Aku lagi dalam pantauan dokter, masih minum obat dokter yang buanyak ini. Nanti kalau obat cinanya kontradiktif sama obat dokter gimana? repot mam.
Hari ke-29 setelah operasi, dokter masih mengotak-atik luka gue. Dia bilang masih ada cairan yang harus dikeluarkan dari toket gue. Berhubung ketika kedua tumor diambil meninggalkan lubang yang diisi cairan darah. Tadinya kami pikir cairan itu akan tersedot lagi oleh tubuhmu, ternyata tidak dan dia memilih keluar. Sekarang masih ada sisa didalamnya. Sabar yah.
Gue tanya, sebenarnya ada ngga sih obat yang bener-bener bisa menghentikan pendarahan ini sekaligus mengeringkan lukanya? Saya cape dok kudu bolak balik ke dokter 2 kali seminggu begini dan terus-terusan khawatir. Jangan-jangan luka saya tidak akan pernah sembuh.
Dia bilang, maksudmu mau coba alternatif?
Gue jawab, kata ibu saya minum obat cina bisa jadi manjur dok. Pien Tze Huang.
Dokternya bilang, ah saya juga pernah jajal obat itu dan memang manjur. Kamu coba aja, Rabu kita ketemu lagi.
Yah dokter, kenapa kaga dari kemarin-kemarin sih dia saranin itu. Mungkin karena profesinya tapi dokter gue itu emang asik banget. Doi ga percaya sama antibiotik, dia bilang tubuh manusia itu pintar, dia akan mengatasi sendiri masalah yang terjadi. Sayangnya body gue ga sepintar dokter bilang, butuh senjata ampuh selain plester dan kasa.
Siang itu juga gue ke apotik jatinegara yang ternyata jualan obat Pien Tze Huang itu. 290 rebu rupiah, diracik dalam 6 kapsul, diminum 3 kali sehari. Hari ini, kasa itu sudah tidak berdarah lagi.... Hore hore.... semoga beneran berhenti dan gue bisa kerja dan hidup dengan tenang lagi...
Bukan sulap, bukan sihir, cobain aja sendiri kekekek... satu lagi, jangan suka membantah orang tua, ga ada orang tua yang mau ngejerumusin anaknya toh kekekekek.... maafkan aku bunda.
Monday, July 14, 2008
Kesel
Mestinya gue bisa bicara soal toket gue sama temen-temen cewek gue yang selama ini biasa ririungan, hang out bareng. Tapi kali ini ga ada satupun disamping gue untuk sekedar kasih support boro-boro bantuin ganti perban.
Iya gue ini orang paling mandiri. Tapi ganti perban itu bukan perkara mudah, gue ga bisa ngerjain itu sendiri. Pergi ke gawat darurat will cost me 55 rebu cuma buat ganti pembalut dan perban. Irvan sama Dallas pasti senang hati ngebantuin ganti perban, ya kan. But mereka lelaki, bukan muhrim kekekek...
Ada eci yang akhirnya ngebantuin gue ganti perban. Lagi-lagi Eci. Padahal ada banyak temen cewe gue yang biasa ha ha ha hihihihi, pas hang out. Apa kalian sudah lupa aturan tidak tertulis kita "kalau kawan lagi senang, boleh kita tak ada, tapi kalau kawan susah, kita harus hadir disana." oh well, penyakit gue ga bikin mereka concern tuh. Mungkin karena dianggap ga akan membuat gue susah kali yah. Beda kalau urusannya soal cinta, laki-laki atau pekerjaan.
Apa gue pernah ga hadir saat kalian butuh kawan? bikin sedih aja.
Iya gue ini orang paling mandiri. Tapi ganti perban itu bukan perkara mudah, gue ga bisa ngerjain itu sendiri. Pergi ke gawat darurat will cost me 55 rebu cuma buat ganti pembalut dan perban. Irvan sama Dallas pasti senang hati ngebantuin ganti perban, ya kan. But mereka lelaki, bukan muhrim kekekek...
Ada eci yang akhirnya ngebantuin gue ganti perban. Lagi-lagi Eci. Padahal ada banyak temen cewe gue yang biasa ha ha ha hihihihi, pas hang out. Apa kalian sudah lupa aturan tidak tertulis kita "kalau kawan lagi senang, boleh kita tak ada, tapi kalau kawan susah, kita harus hadir disana." oh well, penyakit gue ga bikin mereka concern tuh. Mungkin karena dianggap ga akan membuat gue susah kali yah. Beda kalau urusannya soal cinta, laki-laki atau pekerjaan.
Apa gue pernah ga hadir saat kalian butuh kawan? bikin sedih aja.
Friday, July 11, 2008
Setelah Operasi
Sekecil apapun operasi tumor payudara yang dilakukan, bukan berarti tidak berdampak. Ini pelajaran penting yang gue dapat selama proses pasca operasi. Ga ada terapi apapun hanya obat dari dokter. Tapi bukan disana masalahnya. Setelah operasi beberapa hal harus lo perhatikan :
1. Jangan pernah lalai memakai bra yang sangat amat ketat. Sama seperti luka lain yang perlu ditekan agar daging merapat, agar luka tidak terbuka. Nah untuk satu ini gue sempat lalai akibatnya bleeding parah seminggu setelah operasi. Sekarang gue terpaksa sesak napas karena ukuran lingkar badan berkurang 2cm dan tali kekang sangat kencang. Sakit iya, sesak napas iya. Tapi demi kebaikan gue hari ini, terpaksa semua dijalani.
2. Jangan terlalu banyak bergerak. Yang namanya abis diobrak-abrik bagian badan lo, tentu berdampak pada fisik, jadi lemah. Yang terbaik sebenarnya bed rest. Tapi gue ga bisa, karena kerjaan bertumpuk. Ini yang harus lo siapkan sebelum operasi, selesaikan semaksimal mungkin pekerjaan lo. Sekencang apapun bra lo, tetap aja fisik lo belum bisa normal seperti sebelum operasi. Percaya lah, bed rest setelah operasi obat paling cepet penyembuhan. Dont do something stupid like I did.
3. Banyak makan sayur dan buah. Dokter selalu menyarankan ini supaya bengkak bisa cepat kempes.
4. Cerewetlah sama dokter lo. Apakah lo jenis orang yang ga gampang sembuh dari luka? apakah kulit lo sensitif terhadap plester? well ini yang kurang gue lakukan. Akibatnya, gue baru tau kalau kulit gue sensitif plester warna putih yang tipis itu. Iritasi deh jadinya. Belum lagi kulit gue itu manis darah kata orang, ga gampang sembuh dari luka. Gigitan nyamuk aja bisa jadi koreng dikulit gue. hiks.
5. Siapkan kejiwaan lo pasca operasi. Lo bakalan gampang down begitu menemukan masalah di bekas operasi. Itu yang terjadi sama gue dalam 3 pekan terakhir. Sempat kesal sama diri sendiri, menyalahkan diri sendiri, sampai gue bilang "I'm Tired of my life. Im sick of it." Muak sama obat-obatan yang dikasih, jijik sama plester yang nangkring di toket. Sampai berpikiran, anjrit I'll never be the same again. It wont be same again. Apalagi kalau denger dokter gue bilang apa "Nita, cuma Tuhan yang tidak meninggalkan bekas." HUKS
6. Cari sebanyak-banyaknya dukungan moril dari sahabat, keluarga atau pasangan lo. Yang pasti saat down jiwa lo, mereka ada disana untuk supporting lo. Saat lo lupa minum obat, mereka ada disana mengingatkan lo.
Untuk itu semua gue sangat beruntung berada diantara orang-orang yang sangat sangat baik. Mereka ini orang-orang yang tulus sayang sama gue. Kalau bukan karena para sahabat gue, I wont be as strong as I am now.
Thank you buat ban bajaj gue, Irvan dan Dallas, yang berhari-hari nemenin gue, iya las, masih ga boleh gendong kucing, takut "tekoet" kekekek. Buat Eci dan Citra, yang gantian nemenin gue ke dokter huhuhu. Kalian baik sekali. BIG HUG to you all.
Semoga berguna pengalaman gue ini buat lo yah :-)
1. Jangan pernah lalai memakai bra yang sangat amat ketat. Sama seperti luka lain yang perlu ditekan agar daging merapat, agar luka tidak terbuka. Nah untuk satu ini gue sempat lalai akibatnya bleeding parah seminggu setelah operasi. Sekarang gue terpaksa sesak napas karena ukuran lingkar badan berkurang 2cm dan tali kekang sangat kencang. Sakit iya, sesak napas iya. Tapi demi kebaikan gue hari ini, terpaksa semua dijalani.
2. Jangan terlalu banyak bergerak. Yang namanya abis diobrak-abrik bagian badan lo, tentu berdampak pada fisik, jadi lemah. Yang terbaik sebenarnya bed rest. Tapi gue ga bisa, karena kerjaan bertumpuk. Ini yang harus lo siapkan sebelum operasi, selesaikan semaksimal mungkin pekerjaan lo. Sekencang apapun bra lo, tetap aja fisik lo belum bisa normal seperti sebelum operasi. Percaya lah, bed rest setelah operasi obat paling cepet penyembuhan. Dont do something stupid like I did.
3. Banyak makan sayur dan buah. Dokter selalu menyarankan ini supaya bengkak bisa cepat kempes.
4. Cerewetlah sama dokter lo. Apakah lo jenis orang yang ga gampang sembuh dari luka? apakah kulit lo sensitif terhadap plester? well ini yang kurang gue lakukan. Akibatnya, gue baru tau kalau kulit gue sensitif plester warna putih yang tipis itu. Iritasi deh jadinya. Belum lagi kulit gue itu manis darah kata orang, ga gampang sembuh dari luka. Gigitan nyamuk aja bisa jadi koreng dikulit gue. hiks.
5. Siapkan kejiwaan lo pasca operasi. Lo bakalan gampang down begitu menemukan masalah di bekas operasi. Itu yang terjadi sama gue dalam 3 pekan terakhir. Sempat kesal sama diri sendiri, menyalahkan diri sendiri, sampai gue bilang "I'm Tired of my life. Im sick of it." Muak sama obat-obatan yang dikasih, jijik sama plester yang nangkring di toket. Sampai berpikiran, anjrit I'll never be the same again. It wont be same again. Apalagi kalau denger dokter gue bilang apa "Nita, cuma Tuhan yang tidak meninggalkan bekas." HUKS
6. Cari sebanyak-banyaknya dukungan moril dari sahabat, keluarga atau pasangan lo. Yang pasti saat down jiwa lo, mereka ada disana untuk supporting lo. Saat lo lupa minum obat, mereka ada disana mengingatkan lo.
Untuk itu semua gue sangat beruntung berada diantara orang-orang yang sangat sangat baik. Mereka ini orang-orang yang tulus sayang sama gue. Kalau bukan karena para sahabat gue, I wont be as strong as I am now.
Thank you buat ban bajaj gue, Irvan dan Dallas, yang berhari-hari nemenin gue, iya las, masih ga boleh gendong kucing, takut "tekoet" kekekek. Buat Eci dan Citra, yang gantian nemenin gue ke dokter huhuhu. Kalian baik sekali. BIG HUG to you all.
Semoga berguna pengalaman gue ini buat lo yah :-)
Hue Hebat!
Ngga nyangka manajemen Ancol rajin bener nyari kritikan dari konsumennya. Neh gue dapat jawaban dari manajemen Ancol soal postingan Shuttle Bus itu :
===================
Dear Nita Roshita,
Kami atas nama manajemen Ancol menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yg saudari Nita alami.
Sebagai informasi bahwa shuttle bus yg ada adalah khusus utk Police Academy, utk Shuttle Bus yg dimaksud oleh Saudari Nita saat ini belum tersedia di Ancol, sebagai informasi mengenai shuttle Bus saat ini masih dibahas oleh Manajemen kami untuk mekanisme implementasinya sehingga konsumen dapat puas dengan pelayanan kami.
Atas kritik & saran saudari kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Manajemen Ancol
================
Plok plok.... hebat euy, begini baru mantab. Langsung ditanggapin. Wah senangnya. Ga jadi kesel deh sama Ancol ;-) ngomong-ngomong itu Shuttle Bus yang beneran kapan mau direalisasi. Cape gila jalan dari terminal busway ke pantai carnaval... jauhhhhhh....
makasih balik yah ancol buat tanggapannya :-)
===================
Dear Nita Roshita,
Kami atas nama manajemen Ancol menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yg saudari Nita alami.
Sebagai informasi bahwa shuttle bus yg ada adalah khusus utk Police Academy, utk Shuttle Bus yg dimaksud oleh Saudari Nita saat ini belum tersedia di Ancol, sebagai informasi mengenai shuttle Bus saat ini masih dibahas oleh Manajemen kami untuk mekanisme implementasinya sehingga konsumen dapat puas dengan pelayanan kami.
Atas kritik & saran saudari kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Manajemen Ancol
================
Plok plok.... hebat euy, begini baru mantab. Langsung ditanggapin. Wah senangnya. Ga jadi kesel deh sama Ancol ;-) ngomong-ngomong itu Shuttle Bus yang beneran kapan mau direalisasi. Cape gila jalan dari terminal busway ke pantai carnaval... jauhhhhhh....
makasih balik yah ancol buat tanggapannya :-)
Saturday, June 28, 2008
Ancol? Ga Banget
Ancol ga ramah buat anda yang cuma bermodal kaki, tanpa motor apalagi mobil.
Sore ini gue dan Mey terjebak nyaris 1 jam cuma buat nungguin SHUTTLE BUS yang katanya bisa mengantarkan kami ke terminal busway yang jaraknya 2 km dari pintu gerbang pantai Carnaval.
Bus pertama datang..... "pak stop pak", gue teriak... ih ga berhenti loh. Tulisannya besar besar, SHUTTLE BUS ANCOL, POLICE ACADEMY, shit... sama sekali lempeng aja.
Tiba-tiba polisi jaga diseberang jalan berteriak... "pindah ke halte mba, dia ga berhenti kalau ga di halte." Oh baiklah, kami bergeser kemudian. Duduk manis bermenit-menit sampai Shutle bus berikutnya muncul.... "OI berhenti oi.." ga juga loh. Tae... mulai panas dong. Yang paling bikin kesel adalah Bus itu bertuliskan SHUTTLE BUS ANCOL, mau dia cuma masuk ke police academy kek, mau cuma sampe toilet kek, HEY kami ini konsumennya anda, hargai dikit dong. Kami masuk ke Ancol sama bayar dengan mereka yang lain, 12 rebu rupiah!
Petugas patroli itu minta kami nunggu diseberang jalan menuju ke arah pantai carnaval, tau-tau bus datang lagi, GRATIS gede tulisannya, Ya iyalah kudu gratis, bego. Begitu kami naik dan sudah duduk manis, supirnya bertanya," mba pada mau kemana? masuk ke carnaval?". Oh ngga, kami mau keluar dari Ancol. "Wah kami ga muter mba, ini bus terakhir dan cuma sampe carnaval."
Cakeup.... semua orang nengok ke arah kami dong yang langsung turun dengan muka jutek.
"That's it Mey, jangan kayak orang susah, kita naik taksi. "
"Bukan begitu mba Nit, ini kan tanggungjawabnya mereka (ancol-red), mestinya mereka kirim shutle bus seperti yang dijanjikan dong. Ini kan baru jam 6.30 belum jam 7 malem. Harusnya masih ada 2 lagi lah busnya. "
"Mey, ikut sama gue atau lo nunggu sampe bego tuh bus kacrut. Sudah lah, kita pulang pake taksi. Ini kali terakhir gue masuk Ancol, ga akan lagi! "
Gue remas bola anti stress gue, Tae ancol ngehe. Ga lagi-lagi masuk kemari kalau cuma bermodal kaki!
Sore ini gue dan Mey terjebak nyaris 1 jam cuma buat nungguin SHUTTLE BUS yang katanya bisa mengantarkan kami ke terminal busway yang jaraknya 2 km dari pintu gerbang pantai Carnaval.
Bus pertama datang..... "pak stop pak", gue teriak... ih ga berhenti loh. Tulisannya besar besar, SHUTTLE BUS ANCOL, POLICE ACADEMY, shit... sama sekali lempeng aja.
Tiba-tiba polisi jaga diseberang jalan berteriak... "pindah ke halte mba, dia ga berhenti kalau ga di halte." Oh baiklah, kami bergeser kemudian. Duduk manis bermenit-menit sampai Shutle bus berikutnya muncul.... "OI berhenti oi.." ga juga loh. Tae... mulai panas dong. Yang paling bikin kesel adalah Bus itu bertuliskan SHUTTLE BUS ANCOL, mau dia cuma masuk ke police academy kek, mau cuma sampe toilet kek, HEY kami ini konsumennya anda, hargai dikit dong. Kami masuk ke Ancol sama bayar dengan mereka yang lain, 12 rebu rupiah!
Petugas patroli itu minta kami nunggu diseberang jalan menuju ke arah pantai carnaval, tau-tau bus datang lagi, GRATIS gede tulisannya, Ya iyalah kudu gratis, bego. Begitu kami naik dan sudah duduk manis, supirnya bertanya," mba pada mau kemana? masuk ke carnaval?". Oh ngga, kami mau keluar dari Ancol. "Wah kami ga muter mba, ini bus terakhir dan cuma sampe carnaval."
Cakeup.... semua orang nengok ke arah kami dong yang langsung turun dengan muka jutek.
"That's it Mey, jangan kayak orang susah, kita naik taksi. "
"Bukan begitu mba Nit, ini kan tanggungjawabnya mereka (ancol-red), mestinya mereka kirim shutle bus seperti yang dijanjikan dong. Ini kan baru jam 6.30 belum jam 7 malem. Harusnya masih ada 2 lagi lah busnya. "
"Mey, ikut sama gue atau lo nunggu sampe bego tuh bus kacrut. Sudah lah, kita pulang pake taksi. Ini kali terakhir gue masuk Ancol, ga akan lagi! "
Gue remas bola anti stress gue, Tae ancol ngehe. Ga lagi-lagi masuk kemari kalau cuma bermodal kaki!
Thursday, June 26, 2008
Be OR Not To Be Yourself
Im not being myself yesterday nor today. It's not easy when you HAVE to be someone else. But this is what they said by being " compremised" with work, your social-life and to yourself. I dont like when I am not being ME and I am not HAPPY!
"Look at you now Nita, you are a woman not a girl anymore."
Damn yeah I am a woman, a 30 years old Woman! naturally a woman. Just because I love my jeans and t-shirt doesnt mean I turned myself into a boy. I am a woman! and just because I dont like my make-up, doesnt mean I stop being a woman.
Hell not!
Gosh, I just wish I can be Me again. Jeans and T-shirt with my sneakers shoes, holding my recording stuff and catching some stories on the field again. Travel around the world and write everything that I like to write. I just want to be HAPPY. Let me be ME.
"Look at you now Nita, you are a woman not a girl anymore."
Damn yeah I am a woman, a 30 years old Woman! naturally a woman. Just because I love my jeans and t-shirt doesnt mean I turned myself into a boy. I am a woman! and just because I dont like my make-up, doesnt mean I stop being a woman.
Hell not!
Gosh, I just wish I can be Me again. Jeans and T-shirt with my sneakers shoes, holding my recording stuff and catching some stories on the field again. Travel around the world and write everything that I like to write. I just want to be HAPPY. Let me be ME.
Tuesday, June 24, 2008
Biji Salak
Akhirnya biji salak itu keluar dari toket gue Jumat kemarin. Ada dua, mayan besar. Diliatin ke gue saat nyawa gue belum lagi lengkap abis dibius. "mba ini dia tumornya, sudah liat yah." Dodol dasar, manalah gue peduli, mata aja masih terlalu berat buat melek.
Jam 12 siang masuk kamar operasi, dokter anestesinya berisik, ngajak ngomong mulu. Tapi belum selesai gue menjawab pertanyaan dia, gue sudah menghilang, raib. Terbangun dijam 2.30 sore. Weeiihh menyenangkan ternyata dibius itu, lupa semuanya. Lagi dong ;-)
Begitu terbangun tenyata mami, lina prima plus temen-temen gue yang lucu itu, eci, irvan, dallas dan lola sudah menunggu di depan pintu. "Congli, ini berapa cong? Lo dah bangun kan?." kata lola begitu sambil nunjukin lima jari persis di muka gue, dah gila tuh anak ;-).
Abis itu ruang inap 107 Kramat 128 tiba-tiba jadi rame sepanjang hari. Temen-temen gue para ngumpul, bergantian datang, bawain makanan. Sakit itu nikmat kekekek. Senikmat kue coklat dari Flo, senikmat perhatian teman-teman, dan senikmat Pizza dari Evan hehehheh...
Ternyata tidak sehoror yang gue bayangkan sebelumnya. Nyeri sesudah operasi masih terasa, badan lemes kurang tenaga masih ada, tapi paling tidak ini terbaik sebelum segalanya terlambat. Terima kasih kawan-kawan atas perhatian dan dukungannya yah. Gue masih bisa menghirup udara dan menikmati dunia... ajibbbbb
Jam 12 siang masuk kamar operasi, dokter anestesinya berisik, ngajak ngomong mulu. Tapi belum selesai gue menjawab pertanyaan dia, gue sudah menghilang, raib. Terbangun dijam 2.30 sore. Weeiihh menyenangkan ternyata dibius itu, lupa semuanya. Lagi dong ;-)
Begitu terbangun tenyata mami, lina prima plus temen-temen gue yang lucu itu, eci, irvan, dallas dan lola sudah menunggu di depan pintu. "Congli, ini berapa cong? Lo dah bangun kan?." kata lola begitu sambil nunjukin lima jari persis di muka gue, dah gila tuh anak ;-).
Abis itu ruang inap 107 Kramat 128 tiba-tiba jadi rame sepanjang hari. Temen-temen gue para ngumpul, bergantian datang, bawain makanan. Sakit itu nikmat kekekek. Senikmat kue coklat dari Flo, senikmat perhatian teman-teman, dan senikmat Pizza dari Evan hehehheh...
Ternyata tidak sehoror yang gue bayangkan sebelumnya. Nyeri sesudah operasi masih terasa, badan lemes kurang tenaga masih ada, tapi paling tidak ini terbaik sebelum segalanya terlambat. Terima kasih kawan-kawan atas perhatian dan dukungannya yah. Gue masih bisa menghirup udara dan menikmati dunia... ajibbbbb
Thursday, June 19, 2008
Siap-Siap
Kalau saja tidak ada yang bertanya mengenai kesiapan gue menghadapi operasi, wuidih beneran ga kepikiran. Kerjaan di kantor sibuk banget sampai bikin gue lupa sama urusan operasi :-) kalau ini beneran ga boong loh.
Tapi tiba-tiba Lola bertanya, siap ga neng? Citra bertanya, lo dah siap? Dessy nanya lagi, wah lo ga papa kan buat lusa, udah siap?
SSIIIIAAAAPPPPP! om tante, makin banyak ditanya, gue malah jadi nda siap kekekekek.
Ga pernah kebayang sebelumnya bakal masuk kamar operasi. Yang jadi pertanyaan gue sekarang adalah, gimana rasanya dibius? berapa lama siumannya? apa pake acara mimpi pas dibius? gimana kalau gue ga pernah bangun lagi? gimana kalau dalam mimpi, babe ngajak pergi ninggalin this fucking life? ikut ga yah?
Pagi-pagi gue dah pamitan sama tempat tidur, bantal, foto di kosan gue... sampai jumpa yah, gue buka kamar dulu di rumah sakit yah. Doakan gue kembali. Terus pake baju tim NETHERLAND!, biar merasa didukung Ram. Tim Belanda dan gue sama-sama sedang berjuang kekekekek.
Okeh teman-teman ditunggu di rumah sakit yah. Jangan lupa akyu ditengok yah.
Tapi tiba-tiba Lola bertanya, siap ga neng? Citra bertanya, lo dah siap? Dessy nanya lagi, wah lo ga papa kan buat lusa, udah siap?
SSIIIIAAAAPPPPP! om tante, makin banyak ditanya, gue malah jadi nda siap kekekekek.
Ga pernah kebayang sebelumnya bakal masuk kamar operasi. Yang jadi pertanyaan gue sekarang adalah, gimana rasanya dibius? berapa lama siumannya? apa pake acara mimpi pas dibius? gimana kalau gue ga pernah bangun lagi? gimana kalau dalam mimpi, babe ngajak pergi ninggalin this fucking life? ikut ga yah?
Pagi-pagi gue dah pamitan sama tempat tidur, bantal, foto di kosan gue... sampai jumpa yah, gue buka kamar dulu di rumah sakit yah. Doakan gue kembali. Terus pake baju tim NETHERLAND!, biar merasa didukung Ram. Tim Belanda dan gue sama-sama sedang berjuang kekekekek.
Okeh teman-teman ditunggu di rumah sakit yah. Jangan lupa akyu ditengok yah.
Thursday, June 12, 2008
Kesempurnaan
Gue pikir sudah menemukan kesempurnaan ketika bertemu Ram. Sempurna fisik barangkali, sempurna cinta belum tentu. Kesempurnaan macam apa yang sebenarnya gue cari, ntah lah.
Gue pikir apa yang ada bersama Ram meski cuma rasa sayang adalah kesempurnaan. Tapi seorang teman bilang, Kesempurnaan adalah Kelengkapan. Saling menutupi kelemahan, saling melengkapi kekurangan sehingga sesuatu menjadi utuh, itulah kesempurnaan.
Ada yang kosong di hidup gue, sempurnakah?
Ada yang hilang disamping gue, sempurnakah?
Ada yang hilang dari hati gue, tak bisa sempurna lagi.
Tiga tahun tanpa kesempurnaan yang sebenarnya masih harus berapa lama lagi menunggu?
Gue pikir apa yang ada bersama Ram meski cuma rasa sayang adalah kesempurnaan. Tapi seorang teman bilang, Kesempurnaan adalah Kelengkapan. Saling menutupi kelemahan, saling melengkapi kekurangan sehingga sesuatu menjadi utuh, itulah kesempurnaan.
Ada yang kosong di hidup gue, sempurnakah?
Ada yang hilang disamping gue, sempurnakah?
Ada yang hilang dari hati gue, tak bisa sempurna lagi.
Tiga tahun tanpa kesempurnaan yang sebenarnya masih harus berapa lama lagi menunggu?
Tuesday, June 10, 2008
Gigi
Bagian dari cowo yang paling menarik buat gue adalah Gigi. Disana sumber kesehatan dan kebersihan seseorang. Jadi kalau seorang cowo bicara atau tersenyum, yang akan menarik perhatian gue pertama kali adalah giginya. Secakep apapun kalau giginya tidak rapi apalagi kuning, silakan menyingkir dari hadapan gue bung.
Kemarin malam studio kedatangan tamu. Secara fisik memang eye catching, tapi ketika dia tertawa, walah dunia indah sekali. Giginya putih bersih menakjubkan. Setelahnya baru menarik untuk diperhatikan keseluruhannya. Hmm, keren juga :-)
Irvan temen deket gue punya gigi kecil kecil dan bersih sekali. Pernah satu kali gue puji giginya yang bagus, bodohnya anak itu cerita tentang pujian tersebut kepada pacarnya. walhasil pacarnya cemburu buta deh ma gue. Lah cuma muji gigi kok.
Gue paling suka memerhatikan hal kecil dari seseorang, seperti giginya. Sesuatu yang mungkin dianggap remeh tapi jadi bagian yang dipertimbangkan gue ketika berdekatan dengan seseorang. Dari gigi baru ke bagian mata, hmm cekung atau besar bulat itu menarik. Baru kemudian hidungnya tak perlu mancung seperti Ram, tapi tidak juga menghilang terbentur pipi kekekek.
Gue tidak sempurna memang tapi boleh dong mencari pasangan yang lebih baik, itu namanya perbaikan keturunan. Ah kalau balik ke masalah pasangan, sulitnya adalah gue pake standar Ram. I know Im stupid to keep this love for him, to live in his shadow. Semoga ada yang bisa membawa gue keluar dari bayang-bayang Ram. Kamu yah... gigimu juga bagus kok :-) sempurna!
Kemarin malam studio kedatangan tamu. Secara fisik memang eye catching, tapi ketika dia tertawa, walah dunia indah sekali. Giginya putih bersih menakjubkan. Setelahnya baru menarik untuk diperhatikan keseluruhannya. Hmm, keren juga :-)
Irvan temen deket gue punya gigi kecil kecil dan bersih sekali. Pernah satu kali gue puji giginya yang bagus, bodohnya anak itu cerita tentang pujian tersebut kepada pacarnya. walhasil pacarnya cemburu buta deh ma gue. Lah cuma muji gigi kok.
Gue paling suka memerhatikan hal kecil dari seseorang, seperti giginya. Sesuatu yang mungkin dianggap remeh tapi jadi bagian yang dipertimbangkan gue ketika berdekatan dengan seseorang. Dari gigi baru ke bagian mata, hmm cekung atau besar bulat itu menarik. Baru kemudian hidungnya tak perlu mancung seperti Ram, tapi tidak juga menghilang terbentur pipi kekekek.
Gue tidak sempurna memang tapi boleh dong mencari pasangan yang lebih baik, itu namanya perbaikan keturunan. Ah kalau balik ke masalah pasangan, sulitnya adalah gue pake standar Ram. I know Im stupid to keep this love for him, to live in his shadow. Semoga ada yang bisa membawa gue keluar dari bayang-bayang Ram. Kamu yah... gigimu juga bagus kok :-) sempurna!
Monday, June 09, 2008
Operasi
Operasi tumor gue bakal berlangsung di Rs. Kramat 128 (ga tau kenapa mesti pake angka begitu, kayak wiro sableng 212 kekekek). 20 Juni jam 10 pagi. Minta doa nya yah. Nah sebelum kesana ada tahapan yang mesti dilalui.
Tes darah rutin, koagulasi, diabetes, sgot, sgpt dan masih serangkaian tes lainnya. Total biaya sekitar 500 rebu. Dilanjut operasi dua tumor mammae dan tes patologi yang semuanya sekitar 15 juta, diluar biaya kamar... mari tepok tangan.... plok plok plok... mahal sekaleee.
Gue baik-baik aja kok, tenang, semua pasti beres. Gue undang semua kawan-kawan dekat. Kita bikin reunian di kamar gue yah. Buka kamar di Rs.Kramat kekekek... on me lah. Silakan datang kawan-kawan, kamar gue terbuka untuk kalian. Jangan lupa bawa oleh-oleh yah.
Buat Eci jangan lupa bawa pacar gue Adam. Lola, si kembar bawa dung yah yah. Irvan jangan lupa boneka Kung FU Panda. Dallas, hmm bawa diri sama doa aja, ngaji buat gue jangan lupa yah. Citra, Senja boleh dipinjem buat nemenin gue ga kekekek... Jimmy dan Evan, awas aja kalau ga mampir kesana, kita musuhan. Dewi sama Mekka juga Flo wajib hadir. Wah buanyak yah. Eh mas Dono ketinggalan, perlu dikasih tau ga yah :-) Mba Dessy sama Paul bawa makanan jangan lupa. Kita buka botol di rumah sakit hehehhe, mineral maksudnya :-P
Yang ga kesebut bukan berarti ga diundang loh. Seneng banget kalau kalian mau datang menjenguk. Operasi ini tergolong operasi kecil kok tapi kita bikin jadi ajang pertemuan besar aja, secara kita semua jarang ngumpul juga kan hehehhe... kutunggu loh!
Tes darah rutin, koagulasi, diabetes, sgot, sgpt dan masih serangkaian tes lainnya. Total biaya sekitar 500 rebu. Dilanjut operasi dua tumor mammae dan tes patologi yang semuanya sekitar 15 juta, diluar biaya kamar... mari tepok tangan.... plok plok plok... mahal sekaleee.
Gue baik-baik aja kok, tenang, semua pasti beres. Gue undang semua kawan-kawan dekat. Kita bikin reunian di kamar gue yah. Buka kamar di Rs.Kramat kekekek... on me lah. Silakan datang kawan-kawan, kamar gue terbuka untuk kalian. Jangan lupa bawa oleh-oleh yah.
Buat Eci jangan lupa bawa pacar gue Adam. Lola, si kembar bawa dung yah yah. Irvan jangan lupa boneka Kung FU Panda. Dallas, hmm bawa diri sama doa aja, ngaji buat gue jangan lupa yah. Citra, Senja boleh dipinjem buat nemenin gue ga kekekek... Jimmy dan Evan, awas aja kalau ga mampir kesana, kita musuhan. Dewi sama Mekka juga Flo wajib hadir. Wah buanyak yah. Eh mas Dono ketinggalan, perlu dikasih tau ga yah :-) Mba Dessy sama Paul bawa makanan jangan lupa. Kita buka botol di rumah sakit hehehhe, mineral maksudnya :-P
Yang ga kesebut bukan berarti ga diundang loh. Seneng banget kalau kalian mau datang menjenguk. Operasi ini tergolong operasi kecil kok tapi kita bikin jadi ajang pertemuan besar aja, secara kita semua jarang ngumpul juga kan hehehhe... kutunggu loh!
Takut
Tidak ada judul yang pas untuk menggambarkan perasaan gue hari ini. Mesti ke dokter lagi siang nanti, bertanya padanya kapan waktu yang pas mengangkat tumor ini. Rasa takut mati itu sudah hilang, sudah pasrah tapi tetap yakin hidup masih menanti buat gue jalani. Takut ga bisa bayar operasi kekekekek, itu sudah lewat juga, karena asuransi kantor ternyata bisa meng-cover, semoga tidak becanda kekeke. Tetep aja kudu menyiapkan cadangan takut tiba-tiba tidak ke cover, mampus aja gue. Baru sadar pentingnya asuransi kesehatan, kematian dan tabungan hehehe, hal yang selama ini belum bisa gue penuhi, man selalu besar pasak daripada tiang.
Ada perasaan lain yang muncul di hati gue. Perasaan yang kata bunda diikuti saja maunya kemana. Gue ga siap menanggung masalah lain selain urusan sakit dan kerjaan. Hue Im in love with my work, work that already cost me a lot. Tapi itulah gue. Menyebalkan ya las, bahkan untuk izin operasi aja kudu kompromi sama berapa banyak tugas yang kudu gue tinggalin dan bakal merepotkan banyak orang.
Ada perasaan nyaman yang muncul di hati gue. Tak bisa gue ungkap, tak berani gue ungkap bahkan untuk diakui. Menyenangkan sekaligus menakutkan. Takut hilang dalam sekejap, hilang saat dibutuhkan. entahlah gue bingung, ikuti saja maunya kemana. Sekali lagi gue pasrah sama Tuhan, terserah saja mau dikasih apa hidup gue. Tak berani lagi berharap, sudah cape kecewa.
Ada perasaan lain yang muncul di hati gue. Perasaan yang kata bunda diikuti saja maunya kemana. Gue ga siap menanggung masalah lain selain urusan sakit dan kerjaan. Hue Im in love with my work, work that already cost me a lot. Tapi itulah gue. Menyebalkan ya las, bahkan untuk izin operasi aja kudu kompromi sama berapa banyak tugas yang kudu gue tinggalin dan bakal merepotkan banyak orang.
Ada perasaan nyaman yang muncul di hati gue. Tak bisa gue ungkap, tak berani gue ungkap bahkan untuk diakui. Menyenangkan sekaligus menakutkan. Takut hilang dalam sekejap, hilang saat dibutuhkan. entahlah gue bingung, ikuti saja maunya kemana. Sekali lagi gue pasrah sama Tuhan, terserah saja mau dikasih apa hidup gue. Tak berani lagi berharap, sudah cape kecewa.
Tuesday, June 03, 2008
I Wont Give Up
Finally I get back on my feet again, I find myself again. I'm trying to be strong then ever. Cukup sudah menangis selama lima malam berturut-turut, mata bengkak tiap hari :). Waktu-waktu bersedih sudah usai, toh tetap saja gue harus melalui tahapan mulai pemeriksaan lagi sampai putusan operasi dua atau tiga minggu depan. I am okay now, ready to move on.
Yang paling berat sudah terlewati meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sudah pula bicara sama mami soal ini dan mulai deh bunda gue panik setengah mati. Tapi justru itu yang menguatkan gue, ketika mami down, disana gue harus bisa menyakinkannya bahwa gue baik-baik saja.
Gue sudah janji sama papi bahwa akan jaga mami baik-baik dan tidak akan pernah meninggalkannya. So Allah yang baik pasti mengabulkan minta gue bahwa gue hidup untuk menjaga mami dan belum waktunya untuk pergi, tidak dengan meninggalkan mami dalam sedih.
Gue pasti bisa melewati semuanya dan kembali menjalani hidup yang baru seperti Senja dengan titit barunya, gue dengan payudara yang baru hueehehehe, masa sih. Selama tidak mengubah bentuk ya kan las... geblek. I'll be okay with all the support from the people that I love, and from you Ram. Wish you are here with me, life would be more beautiful to live in.
Yang paling berat sudah terlewati meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sudah pula bicara sama mami soal ini dan mulai deh bunda gue panik setengah mati. Tapi justru itu yang menguatkan gue, ketika mami down, disana gue harus bisa menyakinkannya bahwa gue baik-baik saja.
Gue sudah janji sama papi bahwa akan jaga mami baik-baik dan tidak akan pernah meninggalkannya. So Allah yang baik pasti mengabulkan minta gue bahwa gue hidup untuk menjaga mami dan belum waktunya untuk pergi, tidak dengan meninggalkan mami dalam sedih.
Gue pasti bisa melewati semuanya dan kembali menjalani hidup yang baru seperti Senja dengan titit barunya, gue dengan payudara yang baru hueehehehe, masa sih. Selama tidak mengubah bentuk ya kan las... geblek. I'll be okay with all the support from the people that I love, and from you Ram. Wish you are here with me, life would be more beautiful to live in.
Monday, June 02, 2008
Tumor Payudara
Berat banget buat jujur sama diri sendiri apalagi ke orang lain. Cuma Dallas semula yang tahu rencana gue ke dokter untuk memeriksa apa yang salah sama payudara gue. Gue minta Dallas ga cerita sama siapapun karena gue ga pengen orang kasian dan sok simpati ke gue. Semua kudu berjalan apa adanya.
Tapi kemudian gue sadar banget untuk ga boleh egois soal yang satu ini, teman-teman cewek gue punya resiko yang sama dan mereka berhak tahu apa yang bakal dan mungkin terjadi sama mereka. Gue kena tumor payudara, ga tanggung-tanggung ada dua biji di bagian kiri atas dan sudah sebesar 2 cm. Hasil USG payudara menunjukkan tumor yang gue punya jinak tapi harus cepat diangkat sebelum menjadi ganas.
Damn, hidup memang ga pernah bisa diprediksi, meski temen gue bilang gue masih akan hidup, beranak dua dan menikahi Ram, tetap saja gue takut mati! Takut bahwa hidup yang gue punya cuma sampai di meja operasi. Oh ya biaya operasinya kira-kira 15 jutaan, ada yang mau sumbangan? kekekekek.. serius loh ini ;-)
Gue termasuk yang beruntung karena melakukan SADARI, pemeriksaan payudara sendiri karenanya tumor bisa ketahuan sebelum ia menjalar. Caranya gampang banget kawan coba deh tiduran dengan bantal dipunggung, lalu tangan lo ke belakang kepala, tekan perlahan dengan tiga jari keseluruh payudara lo. Sekecil apapun keganjilan yang lo temui, segera deh ke dokter. Berat banget sumpah berat untuk bisa mengakui bahwa ada yang salah ditubuh lo. Apalagi mengakuinya ke dokter, apalagi dibagian payudara malu rasanya dipegang dokter cowok. Kata Dallas, kalau dokter lo nakal, gampar aja nit kekekek... Dokter Evert di Jakarta Breast Centre jl.Salemba 1 itu orangnya baik sekali dan bikin gue nyaman. Tampilannya mirip Albert Einstein kekekek.... Setelah meng-google, tingkat keberhasilan operasi tumor jinak ini adalah 80%, tetep aja ada 20% tingkat kegagalannya :-(
Melalui semua tahapan itu bukan perkara mudah, butuh dukungan dari semua orang terdekat. Butuh cinta, butuh dekapan saat lo menangis takut mati. Gue beruntung dikelilingi para sahabat yang selalu ada menemenin gue, Eci, Irvan dan Dallas, thank you for being here for me. You are all the best friend ever, tetap bersama gue yah. Nanti kalau gue terbangun dari operasi pengen kalian ada, gue pengen Adam-anaknya Eci disamping gue hehehe. Gue pengen Ramy ada disebelah gue, ngebangunin gue. Gue pengen Dallas, ngaji buat gue yah. Eh ndut, bawain gue boneka panda yah tapi harus dari Kung Fu Panda hehehe.... tentu saja keluarga gue. Huhu kalian beruntung lebih dulu tahu berita tentang gue, cos I havent tell my mom yet.. Ga pengen mami panik kekekek...
Wish me luck guys
-nit
Tapi kemudian gue sadar banget untuk ga boleh egois soal yang satu ini, teman-teman cewek gue punya resiko yang sama dan mereka berhak tahu apa yang bakal dan mungkin terjadi sama mereka. Gue kena tumor payudara, ga tanggung-tanggung ada dua biji di bagian kiri atas dan sudah sebesar 2 cm. Hasil USG payudara menunjukkan tumor yang gue punya jinak tapi harus cepat diangkat sebelum menjadi ganas.
Damn, hidup memang ga pernah bisa diprediksi, meski temen gue bilang gue masih akan hidup, beranak dua dan menikahi Ram, tetap saja gue takut mati! Takut bahwa hidup yang gue punya cuma sampai di meja operasi. Oh ya biaya operasinya kira-kira 15 jutaan, ada yang mau sumbangan? kekekekek.. serius loh ini ;-)
Gue termasuk yang beruntung karena melakukan SADARI, pemeriksaan payudara sendiri karenanya tumor bisa ketahuan sebelum ia menjalar. Caranya gampang banget kawan coba deh tiduran dengan bantal dipunggung, lalu tangan lo ke belakang kepala, tekan perlahan dengan tiga jari keseluruh payudara lo. Sekecil apapun keganjilan yang lo temui, segera deh ke dokter. Berat banget sumpah berat untuk bisa mengakui bahwa ada yang salah ditubuh lo. Apalagi mengakuinya ke dokter, apalagi dibagian payudara malu rasanya dipegang dokter cowok. Kata Dallas, kalau dokter lo nakal, gampar aja nit kekekek... Dokter Evert di Jakarta Breast Centre jl.Salemba 1 itu orangnya baik sekali dan bikin gue nyaman. Tampilannya mirip Albert Einstein kekekek.... Setelah meng-google, tingkat keberhasilan operasi tumor jinak ini adalah 80%, tetep aja ada 20% tingkat kegagalannya :-(
Melalui semua tahapan itu bukan perkara mudah, butuh dukungan dari semua orang terdekat. Butuh cinta, butuh dekapan saat lo menangis takut mati. Gue beruntung dikelilingi para sahabat yang selalu ada menemenin gue, Eci, Irvan dan Dallas, thank you for being here for me. You are all the best friend ever, tetap bersama gue yah. Nanti kalau gue terbangun dari operasi pengen kalian ada, gue pengen Adam-anaknya Eci disamping gue hehehe. Gue pengen Ramy ada disebelah gue, ngebangunin gue. Gue pengen Dallas, ngaji buat gue yah. Eh ndut, bawain gue boneka panda yah tapi harus dari Kung Fu Panda hehehe.... tentu saja keluarga gue. Huhu kalian beruntung lebih dulu tahu berita tentang gue, cos I havent tell my mom yet.. Ga pengen mami panik kekekek...
Wish me luck guys
-nit
Subscribe to:
Posts (Atom)