Thursday, July 30, 2009

Ssshhh... diam

Saya sedang curhat malam ini dengan teman bagaimana saya tak lagi punya rencana hidup jika mimpi terakhir tak bisa terwujud. Mungkin saya akan melalui hari tanpa lagi mimpi dan rasa. Tibatiba teman saya bicara “gue pengen hentikan waktu barang sebentar saja. Berhenti berpikir, berhenti merasa, berhenti saja pokoknya...”

Saya jadi ingat bagaimana seorang teman dalam khotbah onlinenya bilang, andai hidup ini adalah komputer yang bisa kamu ctrl+alt+del, lalu akan me-restart. Lalu saya mau kembali kemana?

Saya tak ingin kembali ke masa lalu meski itu indah *tuingtuing muka mahkluk itu muncul lagi*. Saya mungkin cuma meminta bisa menghentikan sejenak waktu untuk diam dan berhenti berpikir, merasa apalagi bekerja. Rutinitas tak lebih membuat saya menjadi robot.

Dalam novel yang sedang saya baca bercerita di saat mobil ford pertama kali dibuat, sejak itulah hidup manusia terkendali mesin. Makin cepat bekerja dalam hitungan detik. Mengetik 10 jari sekian detik, memotong klip sepersekian detik, membacakan laporan satu menit tiga puluh detik. Sampai tidur pun orang berhitung bahwa 6 jam adalah yang ideal. Manusia, oke saya lah, tak bisa pisah dari hitungan detik durasi dan sekarang rupiah.

Saya bermimpi untuk berhenti barang sejenak, tak terukur pada detik atau menit, hanya sebentar saja sampai saya rasa cukup untuk memulainya kembali.

Maka ketika teman saya bilang berhentilah bekerja barang sebentar untuk ide itu bisa keluar, langsung saya bilang tak bisa. Saya tak bisa berhenti ketika sudah memulai. Ide itu harus dikeluarkan tanpa menunggu mood. Jangan biasakan diri terkendali mood karena orang akan cenderung jadi pemalas alih alih mood belum datang maka wajar tak lanjutkan kerja. Pheww mana bisa begitu.

Lihat lah saya, robot yang bekerja dengan kendali durasi. Saya tak bisa merestart hidup saya sekarang. Jika mimpi terakhir tak lagi berwujud, saya rasa manusia dalam diri hanya akan kembali menjadi robot kaku dalam kendali durasi. Bangun, bekerja, bergerak, tersenyum, bicara, bercinta dan tertidur. Robot tanpa crlt+alt+del.

Friday, July 24, 2009

Lelaki Dalam Bejana Kuning

Bukan tentang sihir dalam dunia seribu satu malam. Ini cerita cinta seorang perempuan pada lelaki yang terperangkap dalam bejana kuning. Maaf.. bukan terperangkap tapi dia sendiri yang memilih bejana kuning itu sebagai rumahnya, kemarin, kini dan akan datang. Perempuan itu datang terlambat untuk meyakinkan lelaki itu pada rumah yang lain.

Kini, perempuan itu hanya bisa memandang bejana kuning. Melihat cintanya terangkap didalam sana. Hanya bisa membaca bibir.. ”saya juga mencintaimu”. Saling menatap, saling merasa, tapi tak bisa menyentuh.

Bejana itu tebal, tak terpecahkan meski dengan palu maha besar dan kuat. Sinar kuning memancar dari bejana atau entah dari tubuh lelaki itu. Dia tak malang. Dia memilih sendiri bejana itu sebagai tempat tinggalnya, kini dan nanti.

Perempuan itu pernah berulang kali mengelus lembut bejana, berharap kepulan asap akan membawa lelaki itu keluar. Nihil. Perempuan itu pernah mendekap tidur bejana kuningnya, berharap lelaki itu bisa nyata meski hanya dimimpi. Hanya mimpi. Perempuan itu menggosok kasar, mengguncang bejana, lelaki didalamnya hanya berteriak, yang hanya bisa dibaca bibir, untuk perempuan itu menghentikannya.

Perempuan itu membawa bejana kemanapun dia pergi. Bercerita tentang apa yang ada di hatinya, di pikirannya, di dunianya. Menempatkan bejana di tempat duduk bayi dalam mobil, agar lelaki itu bisa melihat apa yang dilihatnya. Terjebak macet, mengantri di ATM, sampai makan di restoran cepat saji. Perempuan itu tak peduli pada orang lain yang menganggapnya gila. Dia tahu betul, cintanya pada lelaki dalam bejana kuning sudah membawanya ke dunia baru yang benar-benar menyenangkannya.

Berulangkali lelaki dalam bejana kuning itu memaksa perempuan meninggalkannya. Karena cinta mereka tak akan bersatu. Dalam bahasa bibirnya lelaki itu meminta perempuan membuang bejananya ke laut hingga dia akan mengambang ke dunia lain. Jauh dari cintanya. Perempuan itu hanya menangis dan menangis.

Buat dia membuang bejana itu sama dengan membuang hidupnya sendiri. Meski tak bisa membuat lelaki itu hadir nyata dan menyentuh kulitnya, lelaki itu memberinya hidup, cinta dan cita. Mereka masih berbagi cinta meski terhalang bejana. Berbagi nafsu, saling menyenangkan diri sendiri, berhadapan. Cinta itu hidup diantara bejana kuning.

Wednesday, July 01, 2009

jumpalitan dalam angka

papi saya yang bermata sipit itu bisa tibatiba memaksa melotot (meski tak pernah berhasil) kalau saya atau adik saya bilang "tidak tahu" ketika ditanya, dalam soal apapun juga. buat papi, tidak ada satu pun hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan. padahal pernah saya coba bilang kalau dalam agama kita aja pap ada ta'a budi dan ta'a kuli, ah pasti saya salah tulisnya, yang artinya ada yang bisa dijelaskan dengan akal dan ada yang tidak. tapi toh, buat papi hal itu tak berlaku, buat dia semua ada jawabannya.

ketika bergabung dengan kbr68h, saya bertemu dengan alif imam, senior, atasan saya yang modalnya sok tahu, lebih banyak sih dia tahu, terutama dalam hal sepakbola. satu kali dia maksa ikutan siaran olahraga dan dalam satu sesi dia menyebutkan "siapa GUARD untuk tim kesebelasan anu..." yang dia maksud adalah pemain belakang, defender. saya selalu mengagumi orang ini karena selalu punya jawaban untuk semua pertanyaan.. mirip papi saya.

saya sendiri, lebih banyak menghindari pertanyaan yang saya tak yakin tahu jawabannya. termasuk untuk urusan keuangan. nilai ekonomi saya waktu sekolah dulu memang delapan, tapi matematika saya cuma enam, malah kelas satu sma sempat merah hehehe. seingat saya baru sekali dapat ponten sepuluh ketika kelas dua sma untuk ulangan. sempat saya tempel di tembok tempat tidur, pamer ke papi kalau saya sudah pandai berhitung.

karena lemah soal angka juga saya pilih ilmu sosial, kekuatan saya di mulut, saya pintar ngemeng, kata semua orang, nita itu diamnya cuma pas tidur... eh tunggu dulu kata mami dalam tidur pun saya suka mengigau. saya selalu menghindari angka, meski nilai geografi untuk menghitung jarak bintang ke bumi, saya tetap jagoan :-).

ketika masuk dunia kerja, adik saya memilih bekerja di bagian keuangan, saya jadi jurnalis. semua isu, boleh lah dikuasai, saya sempat hafal semua pemain bola, transfer pemain, peringkat klasemen dan sebagainya, tapi jangan suruh saya ke departemen keuangan atau di BEJ. meski saya akhirnya sempat kebagian kesana juga, perut mulas, keringat panas dingin, karena saya tahu betapa desimal itu sangat berarti di bagian keuangan.

ketika dipercaya mengelola green radio, saya selalu berlindung dibelakang pak pamungkas, bos saya untuk urusan menghitung angka. jangan saya disuruh ngitung berapa harga permenit air time kita, berapa pajak yang harus dibayar, bagaimana mengurus MO dengan klien dan sebagainya. saya akan menjerit ketakutan. suruh saya mengurus ratusan orang untuk kegiatan off air, saya pasti bisa.

setelah pak pamungkas tak ada, saya dipaksa mencintai angka. pelan-pelan saya belajar berhitung lagi, berapa keuntungan kami dari sebuah kerjasama, apa itu pajak ppn dan pph, bagaimana bernegosiasi soal angka dengan klien. hey bagaimana meredam kesal dengan senyum saat bernegosiasi.

hasilnya, di otak saya cuma uang sekarang. bagaimana mencapai kekayaan yang cukup untuk memakmurkan sekeliling saya. hasil belajar dari sebuah novel tentang perempuan dan uang, saya tak takut lagi untuk bilang, iya saya perempuan materialistis karena hidup saat ini dihitung dengan uang.

kalau saya tak kenal papi, alif dan pak pamungkas juga mas tosca yang memaksa saya untuk belajar dan keluar dari ketakutan akan angka dan ketidaktahuan, saya masih jadi orang yang selalu berlindung dibelakang orang lain. saya masih jadi orang yang cuma berpikir ala kuda, hanya pada satu yang diyakininya bisa, tanpa melihat pada ceruk lain dalam hidup.

makasih banyak yaaaaa.....

Tuesday, June 30, 2009

membacamu lagi

lebih tepat sebenarnya melihatmu lagi. lewat jendela facebook, lewat jendela google menemukan dirimu yang hilang dari sisi selama tahunan kini. semuanya sudah berubah, hanya aku yang tidak. mirip lagu keane, everybody changing, but i am not.

its good to see you again, even not for the real one. to see you who changed a lot lately. melihatmu menikmati hidup, cukup menyenangkan buatku. sekalipun iya, aku cemburu pada dia yang ada disisimu, entahlah apa dia untukmu. teman, selebihnya teman atau bukan, terserah. dia yang berbagi tawa, berbagi minum, berbagi cerita bahkan mungkin berbagi bau.

hey really, its okay with me. go on with our own life. as you deserve everything in life. just like me. aku punya pekerjaan yang menantang, yang mengajariku cara berkomunikasi dengan orang, memendam benci dengan senyuman, memendam marah dengan tawa. aku punya keluarga yang selalu bersamaku dalam suka dan duka. aku bersama kawan yang selalu ada dalam situasi apapun.

your hair has changed, your body is more fit and you just more manly now. i hardly recognized you now but your very special nose has made everything clear... its you! tapi semuanya sudah berubah, hatimu apalagi. tak ada kesempatan sedikitpun kamu bukakan jalan untukku mendekatimu.

mungkin nanti, mungkin juga tidak. damn im still looking for you in every hearts i entered, every face i see and every dream i planed to see. jangan tanya kapan cinta ini akan usai, mungkin nanti mungkin juga tidak. simpan saja, sampai tuhan bosan menamparku dengan rasa sakit.

Thursday, June 11, 2009

hidup tak kemana-mana

hidup saya mestinya bisa berubah sejak setahun lalu, ketika satu persatu kesempatan itu datang. semuanya tertunda hanya karena satu hal.... saya pengecut. ketakutan akan hidup membuat saya tak bergerak kemanapun,statis, menunggu nasib, mengeluhkan hal yang sama sepanjang hidup.

ketika tawaran menikah datang, saya sambut gegap gempita. horeee, kesempatan mengubah hidup datang lagi. saya bersiap, lagi-lagi dengan ketakutan konyol itu, ragu meninggalkan rumah, meninggalkan kerjaan, rekanan dan hidup nyaman hmm not really... teman saya bilang, MENIKAH nit, karena kalau ga, lagi-lagi lo hanya akan mengeluhkan hal sama... betapa hidup tak lagi berkembang. saya mati... sebelum benarbenar tertanam dibawah tanah.

konyolnya, saya bikin sejuta ulah, alasan hingga akhirnya kesempatan itu hilang lagi. kami bubar, saya tak jadi menikah dan menjalani hidup seperti biasanya.

saya tak lebih dari seorang pengecut. saya pengecut yang tak berani mewujudkan mimpi dan harapan bahkan untuk melangkah. saya bahkan bilang, "i didnt make a future", what a stupid word i have just said. pemimpi itu akan mengubah masa depannya sendiri, tapi saya tidak. saya cuma pengecut dan pecundang yang membiarkan hidup berjalan diatur waktu dan nasib.

Thursday, June 04, 2009

usai sudah

sakit? sedikit,
sedih? sedikit,
nangis? sedikit,
kecewa? sedikit,

saya cuma punya sedikit untuk semua rasa. sebentar menangis, sebentar tertawa tapi juga lega.. entah lah mungkin saya sudah gila karena tak lagi percaya cinta.
gampang sekali semuanya berlalu, bahkan saya belum merasa memulai. saya baru saja akan memulai hidup tanpa bayang masa lalu. baru saja memulai membuka hati, baru saja melangkah... ah sudah usai ternyata

sakit? sedikit,
kecewa? sedikit,

sakit dan kecewa karena saya harus menyudahi sesuatu yang baru saja saya mulai. mimpi bersama. tak pernah terbayang sebelumnya saya menyiapkan semua, kebaya, cincin, sepatu, lingerie, lokasi bahkan saksi dan penghulu, mc pun sudah diancer, daftar undangan sudah dibuat. .... dan gagal.

lega? sedikit,

pada akhirnya saya cuma bisa pasrah. sebesar apapun usaha kami memulai, tuhan selalu punya ide sendiri. DIA selalu ingin campuri kerjaan manusia. mungkin karena dia tahu apa yang terbaik untuk saya. versinya Tuhan loh, bukan saya. ketika pasrah, lega itu ada.... sakarepmu gusti allah.... terserah ANDA saja, Tuhan...

tangis? sedikit,

sudah habis seminggu lalu. sudahlah terbayang jika semua memang harus usai. airmata bahkan tak lagi ngucur seperti air terjun. sudah habis....

kalau nanti rindu itu muncul... biar saja saya titip pada tuhan kami yang berbeda... tolong sampaikan pesan saya pada nya... cinta ini tak akan berubah.

Wednesday, June 03, 2009

cinta sejati dan bukan

"i love you more than you love me" katanya suatu hari

bagaimana menimbang cinta, siapa yang lebih besar dari yang lain?

"lo belum pernah merasakan cinta sebenarnya sih nit, yang bikin lo berkorban banyak?" kata teman saya satu kali.

sungguh saya ga ngerti bagaimana menimbang cinta dan harus sebesar apa pengorbanan yang dikeluarkan untuk mempertahankan cinta itu. atau sesungguhnya saya tidak kenal apa itu cinta?

empat tahun kurang dikit waktu yang saya habiskan untuk memelihara cinta pada ram. tak berpaling pada yang lain, tak memberikan kesempatan orang lain merasuki hidup ini. semua hanya ram. berusaha menjaga kontak meski dia tetap menolak. mengejar mimpi untuk sekolah ke belanda, sekali hampir berhasil. sampai akhirnya ram bersama yang lain.

"lah ga ada perjuangan yang lo lakukan selain menunggu dia di jakarta," begitu kata kawan yang lain.

lalu saya harus berbuat apa? apa yang saya lakukan selama empat tahun lebih dikit ternyata tak cukup besar untuk membuat ram balik pada saya.

sekarang ketika dia mengajak saya meninggalkan keluarga, agama, dan kehidupan demi masa depan yang baru dengannya, saya kembali menolak. dia bilang saya tidak mencintainya sebesar cinta dia padanya. pertanyaannya kemudian saya balik dong, apakah dia bersedia meninggalkan keluarga, agamanya dan kehidupan dia untuk bersama saya di sini, di jakarta dengan segala baik dan buruknya. dia pun terdiam...

masih dia bilang cintanya pada saya lebih besar daripada cinta saya padanya?

kata teman, kalau saya sedang jatuh cinta bagai kerbau dicocok hidungnya, everything is about him. tapi ternyata saya berada diantara logika dan rasa. saya pernah buta pada cinta, sakit menahun karenanya. pun saya cinta pada ram yang pada realitanya tak mungkin kembali. saya memang pecinta, tapi bukan pengorban, saya bukan martir untuk cinta.

keluarga, ibu dan Zi adalah segalanya dalam hidup saya kini dan nanti. saya tak akan bisa bahagia tanpa melihat mereka bahagia. kalau akhirnya saya tidak bisa membedakan cinta sejati atau bukan, ya itulah. atau memang saya belum temukan seseorang yang bisa menjadikan saya martir untuk cinta? bahkan mengkhianati tuhan sekalipun.

Monday, June 01, 2009

cinta tanpa rupa

sebuah teguran khas di kolom YM... "hi, asl". gue sambut dengan makian, "hey if you looking for a girl to have sex tonite, then you got a wrong person." ternyata makian gue itu dianggap sebagai "tantangan" olehnya. dia pun tertawa dan bilang bahwa gue lucu.

tak ada yang lucu sebenarnya dari ucapan gue waktu itu. serius banget bahkan. karena seperti biasanya gue merasa "harus" meladeni pembicaraan orang-orang ym yang kesepian seperti gue, dan akhirnya mereka akan mengajak gue bicara seputar selangkangan. saat dia menyapa, gue sudah tahap muak. tapi itu tidak menghentikannya.

"nita i really like you a lot." pesan itu yang disampaikan dia lewat email beserta sebuah foto.... anjrit guanteng, sexy, anjrit.... lalu gue balas dengan ucapan, "semoga foto ini bukan boongan yaaaa."

dia tertawa, tertawan pesona muka asia gue yang disebutnya really beautiful. oh ya dong hehehe... kisah kami berlanjut hingga kini. tanpa rupa, hanya kata. tanpa suara hanya percaya.

buat orang lain cinta kami semu, cuma di dunia maya. tapi ada rindu tanpa kehadiran dia, atau tangis saat pertengkaran, itu adalah rasa yang nyata. tak ada yang bisa dijelaskan dari cinta kami yang tanpa rupa, tapi nyata. saat masalah datang, gue stres berat, dua malam beruntun muntah karena sedih, panik dan patah hati. itu nyata.

cinta tanpa rupa, hanya kata dan itu nyata. gue cuma bisa bilang, ada sayang, ada cinta yang tertinggal untuknya. entah kapan akan berwujud, entahlah. kami pernah berharap, lalu kecewa dan kini berusaha membangun harapan lain yang baru. jika cinta tanpa rupa bisa kuat melewati rintang, kami pun berhak bahagia dalam nyata, bersama.

Tuesday, May 26, 2009

begini akhirnya

cinta saja tak cukup buat kita bersatu,
ada masalah sama kerja, agama sampai ibu,
jangan suruh aku memilih antara kamu atau ibu,
karena kalian bukan pilihan, kalian satu untuk hidupku.

tapi kau paksanya juga aku memilih,
sakit akhirnya kan
ibu adalah segalanya untukku, dan kau tahu itu
ibu adalah agama
ibu adalah tuhan untukku.

aku sakit, kamu juga
cinta saja tak cukup buat kita bahagia
aku benci tuhan yang membuat kita berbeda tapi memaksa kita menyembah sama
tapi aku teramat cinta ibuku melebihi pencipta
bahkan dia tak akan sebanding dengan cinta kita.

Thursday, May 21, 2009

Sakit, mimpi dan kamu

Dari dulu saya tak pernah suka sakit. Tiap kali demam meradang tinggi tiba-tiba saya merasa jadi kerdil, semua yang ada disekitar saya menciut perlahan. Kasur mengecil, tembok kamar tiba-tiba terasa bergeser perlahan menggencet saya. Lalu saya akan menjerit, menyembunyikan wajah ke bantal lalu menangis. Sewaktu ada ayah, dia akan mengusap muka saya lalu berdoa dan mendekap saya di dadanya. Setelah itu baru saya bisa tidur dengan tenang. Ibu menggantikan peran itu sepeninggal ayah.

Tapi saya sudah tidak tinggal dengan ibu. Kos sendirian dekat kantor. Menjadi sakit itu menakutkan. Tak ada ibu yang menenangkan saya. Manja yah J

Kemarin sore saya demam tinggi, muka saya merah matang. Dokter bilang saya Cuma kena flu, istirahat dan minum obat saja. Kalau demamnya tak turun dua hari, segera periksa darah... lagi! saya pun tidur mulai jam 7 malam. Hanya dua kali terbangun. Jam 10.15 malam untuk terima telepon dan jam 3 dini hari untuk buang air kecil.

Saya tahu kalau saya paksakan bangun dan menikmati malam dengan lampu terang menderang, ketakutan menjadi kerdil itu akan muncul lagi. Tak ada ibu yang akan menenangkan saya. Maka saya paksa mata untuk terus tertidur.

Tapi dalam tidur ternyata saya pun tak tenang. Ada kamu hadir di mimpi saya. Yang tiba-tiba menjadi jahat dan ingin membunuh saya perlahan. Mengejar saya masuk ke hutan, lari-lari di antara gedung bertingkat. Sampai kamu mendorong sahabat saya lola jatuh di mall dari lantai 4. kamu ingin menyakiti semua yang dekat dengan saya. Wajahmu muncul dimanapun saya berada, bahkan kamu muncul di dalam lemari.

Sial.

Monday, May 18, 2009

kosong

hampa tanpamu, tak ada lagi sedih, tak ada luka apalagi cinta
puisinya mati...
pingin rasanya menangis, menjerit menumpahkan gundah dan kecewa
tapi tak bisa....emosi ku mati.

empat tahun terakhir air mataku bergalon-galon tumpah untukmu,
berharap hujan membuat keras hatimu luluh
berharap rasa melahirkan kembali cinta
tapi hatimu sudah mati...jauh sebelum itu kusadari

aku kosong tanpamu,
tak ada lagi sedih, tak juga luka apalagi cinta
tak ada lagi puisi, semua mati...

Saturday, May 16, 2009

sekarang apa?

sesembahan cinta untukmu sudah usai ram,
tak ada lagi cinta, tak ada lagi saling jaga.
cukup.

perutku mulas ram, tapi air mata tak kunjung berurai,
percayalah bukan benci yang akhirnya kutemui,
tapi sadar bahwa kita sudah usai.

aku pernah sangat sangat cinta, tak perlu mencari alasan, karena cinta tak butuh itu.
aku cinta dan semua pernah indah denganmu
tapi sekarang tak lagi, semua mati.

terima kasih pernah berkunjung di hatiku ram. mewarnai hidupku sekian tahun.
waktunya untuk berlari mengejar bahagia sendiri, tak perlu lagi menanti.

Monday, May 04, 2009

cinta puisi

aku rasa tak ada puisi di cinta kita. padahal sedari dulu yang kuingin adalah mencinta seseorang yang bisa membuatku berpuisi.
bukan aku tak mencintaimu. tapi cinta padamu tak bisa membuatku berpuisi. kamu ada tapi tiada dalam kata.
sudah kutanya hati kemana larinya puisi. kenapa aku tak bisa menulisnya untukmu. bahkan ketika cinta menggebu.
aku bahkan kehilangan kata ketika mengingatmu, meski tetap menghangat rasa cinta di dada. aku merindu cinta yang membuatku bisa berpuisi lagi.
kenapa denganmu? ada apa denganku? bagaimana dengan cinta kita? tak ada kata dalam puisi seperti yang kuingin selama ini.
sudahlah... cinta tak mesti keluar dalam kata bukan? aku rasa cinta dan itu nyata.

Sunday, April 19, 2009

bukan pengejar

bandingkan saya sama salah satu temennya mas ku yang pernah dia sebut ambisius, sebut saja namanya rani. perempuan yang menurut saya hebat ini selalu punya target, "aku mau sampai sini nit," kata dia sambil merentangkan tangannya diatas kepala. yang dia maksud jelas, bahwa dia menargetkan karirnya pada posisi tertentu,

lain hari saya tahu mba rani ini tak sampai pada posisi yang diinginkannya, lalu cabut pindah kerja ke tempat lain. dia lagi bilang, "kali ini aku mau sampai sini nit." okeh lagi-lagi tangannya ditaruh diatas kepala. saya rasa kali ini dia berhasil mencapai yang diinginkan. terakhir saya bertemu dengannya dia sudah jadi seseorang yang hebat, wajahnya segar berbinar. dia sukses, pikir saya.

saya selalu mengagumi mereka yang punya target jelas dalam hidupnya. entah kemudian akan dia dapat dengan cara yang jujur dan sportif atau bahkan licik, menempel bak parasit pada satu hal atau sibuk menjilat pantat orang lain. kegigihan orang itu dalam mencapai targetnya, itu yang selalu bisa membuat saya kagum.

lalu saya? saya selalu mentok sebelum target itu tercapai. saya tak pernah bisa bersaing dengan orang lain, saya akan mundur dan beri jalan pada yang lain. buat saya, apa yang saya dapat sekarang adalah berkah. apa yang diberikan ke saya adalah amanah. saya kerjakan sebaiknya. setelah itu berkah bertambah alhamdulillah. tapi lebih banyak heheheh, saya mundur sebelum berkah melimpah.

bos saya bilang, "satu kelemahan kamu nit. kamu ga pernah bisa pede sama dirimu sendiri. sementara orang lain melihatnya sebagai bakat." lalu darimana saya bisa dapatkan ke pedean itu? belajar untuk kehilangan persahabatan karena persaingan karir, itu sudah menyakitkan buat saya. ditikam dari belakang, difitnah atau bahkan dipandang tak guna, juga sudah saya lalui.

yang saya pelajari sekarang cuma bekerja dengan tekun lalu pasrah pada hasilnya. kalau memang diizinkan saya akan lanjut, tapi kalau setan terlalu kuat, saya yang mundur. toh saya tak pernah menargetkan apapun dalam hidup ini. monggo mas... silakan. saya bukan tipe pengejar. saya lebah pekerja bukan ratu :-P. apalagi parasit... cium pantat orang? amitamit kekekek

Wednesday, April 15, 2009

tak pernah mudah

saya tak pernah yakin pada lembaga satu ini-pernikahan. bahkan saat saya bilang "iya" dan kami tinggal menghitung hari, jika tuhan mengizinkan, saya tetap meragukan diri sendiri. sepanjang 30 tahun ke belakang, saya tak pernah kompromi dengan orang lain untuk banyak hal, banyak keputusan untuk diri sendiri maupun keluarga. saya terbiasa pegang kendali dalam banyak kesempatan hidup. saya terlahir sebagai anak tertua yang akhirnya menjadi kepala dalam keluarga.

melihat betapa bunda berbinar saat saya katakan akan menikah, sekali lagi saya tahu bahwa keputusan saya telah membuatnya bahagia. bunda pun inginkan saya bahagia, inginkan saya belajar berbagai hidup dengan seseorang. tapi apakah ini yang terbaik untuk saya?

"hari ini soal karir, besok lo bilang ga bisa ninggalin nyokap, lain hari bilang kangen banget sama Zi. padahal masalah lo tuh cuma satu, lo takut nikah nit. semua hal bisa bikin lo ragu untuk nikah." begitu kata teman saya.

saya takut nikah, saya takut berbagi, most of all saya takut bahagia. saya sangat takut binar mata saya hari ini, bahagia saya saat ini, hilang di kemudian hari. saya sangat takut menangis, karena itu sudah saya lakukan bertahun lamanya... tanpa air mata, tanpa segukan. saya takut pada diri sendiri yang tak bisa berbagi apalagi kompromi.

saat tinggal menghitung hari, jika tuhan mengizinkan, ketakutan itu meradang. yang saya lakukan adalah membuatnya tegang dan menuduh saya meragukan cintanya. sungguh bukan dirinya, sungguh ini saya. tuhan tolong....

Monday, April 06, 2009

aku sinting agar kau tiada

bahkan sangat mudah bagiku untuk menyerah tanpa berjuang, tanpa bertahan
aku tak yakin mana cinta, mana sayang, mana sekedar berlari
aku tak yakin pada diri, pada nya apalagi pada cinta
aku jalan pada hal yang datang tanpa berusaha bertanya akan apakah cinta yang ada

aku lari darimu, dari hal yang selalu mengganggu isi kepalaku berminggu-minggu
kupakai kesempatan melompat, bergerak dan memindahkan satu nasib ke nasib berikutnya
bila berharapmu tak pernah mungkin, maka ku berlari mencari sesuatu yang nyata
ada dia membuka cinta

aku bersembunyi dari hati yang hanya mengiris luka jika terus mengharapmu
berlari, bersembunyi ssshhhh... kamu tak perlu tahu
tentang cinta, tentang luka, tentang asa yang sial hanya untukmu
sudahi segala tentangmu..

jangan mulai membuka lagi hati yang sedang kututup
jangan pancing cinta yang sedang kukubur dalam
jangan bicara... diam saja, biarkan aku dengan kesintinganku
untuk lupakan kamu... lupakan kita yang tak pernah ada

Saturday, April 04, 2009

kacamata kuda

mestinya gue bisa pake kacamata kuda dan tak terpengaruh kiri dan kanan soal keputusan gue. tapi ada sedikit ragu apakah akhirnya akan seperti yang gue bayangkan sebelumnya. is he the right one for me or not.

kalau untuk masalah kecil saja bikin kami berdua bertengkar dan memilih sign off sampai salah satu dari kami tenang dan bisa memulai lagi pembicaraan. tapi gue bukan orang yang mudah redam setelah marah. butuh waktu untuk tenang dan tak selesai hanya sekedar peluk dan cium.
lets fight, lets argue. jangan sshhh sshhh kalau jalan keluar belum ketemu.

rasanya kalau ini akan berantakan lagilagi karena keegoisan gue. lets say it that way... my fault. barangkali gue memang belum bisa berkompromi dengan seseorang, apalagi harus berbagi untuk selamanya. gue belum sanggup menerima pandangan dari satu kacamata saja, si kuda yang akan menemani gue seumur hidup... huhuhu... gimana kalau keputusan itu akhirnya salah?

Thursday, April 02, 2009

bingung

saya memang tak pernah berharap teman-teman dekat saya mengerti soal keputusan yang saya buat untuk menikahi seseorang yang melamar lewat cetingan dalam waktu 1 minggu perkenalan. buat saya yang terpenting adalah restu dari ibu saya tercinta yang ternyata sama gilanya dengan saya ha ha ha... i love you mom.

saya juga tidak berharap banyak dari keputusan ini. bahwa kemudian dia akan datang beneran bulan ini, ya silakan, saya akan bahagia. tapi bila pada akhirnya satu dan lain hal dia mundur dari hubungan, ah anggap saja itu bagian dari kehidupan.. bukan jodoh.

tapi apa yang saya rasa sekarang, yang saya rancang hari ini bersamanya adalah indah. yang kami punya mungkin hanya terdengar sebagai mimpi bagi banyak orang, tapi bagi kami sebuah cinta dan cinta. kami jalani sepenuh hati. saya rasa saya mencintainya.

cinta yang terbangun dari waktu yang cukup lama tak menjamin akan bertahan lama pula. saya dan dia cuma punya cinta, yang tumbuh sekejap tapi berharap akan lama bertahan. dia tak kasih mimpi muluk, cuma hidup bersamanya. janjinya untuk mencintai saya selamanya. menerima apa adanya saya. sederhana saja.

tapi hari ini, kebimbangan muncul. saya bingung ketika dia bertanya, haruskah dia melepas agamanya demi saya? demi cintanya pada saya? jangan ditanya apa jawaban saya ketika itu. agama dan cinta datang dari hati, keikhlasan yang muncul yang saya tak mungkin bisa paksakan datangnya. saya tahu kalau pilihannya cuma dua maka saya pilih cinta, tapi kalau pilihan jadi tiga, agama cinta dan bunda.... saya pilih bunda.

Tuesday, March 31, 2009

ke 400

ga terasa euy, ternyata postingan saya di blog ini memasuki angka 400. haiyaaaa... selama ini diisi apa aja yah? hmmmm...

flashback dikit soal blog ini yah. blog ini dibuat citra untuk saya yang februari 2005 lalu patah hati. kata citra, daripada curhatan saya tak terekam lalu lupa, baiknya ditulis dalam blog. kata saya, ah itu mah alasan dia aja supaya ga budek dengerin curhatan saya terus ha ha ha...

walhasil, jadilah blog ini, warnanya ijo waktu itu. utak atik, lagi-lagi diajarin citra, jadilah berwarna biru. tapi garagara alif imam punya blog dengan template yang sama, saya ngalah jadilah si kucing lucu ini menemani saya sejak 2 tahun lalu.

karena awalnya blog ini memang ditujukan untuk curhat, ya sampai sekarang juga isinya cuma curhat. saya bukan pengkritisi, pengamat, penyair, ataupun seniman, apalagi ilmuwan. saya cuma nita. punya segudang cerita egois tentang diri sendiri saja, pandangan dan pengalaman saya pribadi. ada yang tersinggung tapi banyak juga yang menyanjung haiiyaaa... plak... ga boleh takabur.. saya belum jadi apa-apa. menjadi penulis pun masih sebatas mimpi.

dari 400 cerita kini, ada banyak orang yang sedikit banyak menginspirasi saya untuk menulis. ada ram yang jadi subjek cerita for the last 3 years, ada eric yang selalu setia membaca blog ini meski tak pernah mengerti bahasanya kekekek... ada dia yang selalu saya intip blognya untuk mencari inspirasi. ada masku yang paling asik diomongin karena kepolosannya yang tak pernah bisa membaca hati saya. bahkan untuk yan, orang yang menjadi subjek pertama dalam blog ini. makasih untuk semuanya.

mereka yang pernah marah karena tersinggung dengan tulisan saya. mereka yang sok tahu menebak tulisan saya. mereka yang memuji tulisan saya yang katanya inspiratif.... ah masak sih xixixi.... terima kasih sudah membaca blog ini.

sesudah ini apa? ada usulan supaya saya menulis cerbung di blog ini. jualan sesuatu untuk menambah penghasilan. lebih serius sedikit untuk jadi pengamat profesional. saya tak bisa lakukan itu semua... blog ini untuk semua tujuan, semua kepentingan, terlebih lagi ini memang blog curhatan. saya tak mau terpaku menjadi penyair saja, penulis saja, pengamat saja atau pedagang saja. saya mau jadi nita saja yang cerewet dalam tulisan maupun lisan. saya cuma mau jujur dalam tulisan maupun lisan. semoga saja pengalaman saya bisa memberikan kesan bagi pembaca. terserah itu kesan buruk, baik, bikin muntah, mau nangis, tertawa... semua emosi. bahkan kalau tak suka pun, silakan pindah ke alamat blog lain ha ha ha ha...

happy 400 posts.... muuuuuuaaaaahhh....

Friday, March 27, 2009

mimpi sebentar

bermimpi itu indah yah. karenanya seorang teman tinggalkan pesan, bahagialah saya yang masih bisa bermimpi. tapi lebih berbangga lagi mereka yang bisa mewujudkan mimpinya.

saya tidak...

terlalu banyak bermimpi, begitu terbangun, saya tak punya apa apa dan siapasiapa yang bisa mendukung saya mewujudkan mimpi itu. biasanya tiap kali berkeinginan saya mantapkan dalam hati tanpa banyak berharap. garis hidup saya selalu menuntut perjuangan sebelum mimpi terwujud. saya irikan nasib pada banyak kawan yang sangat mudah mewujudkan mereka punya mimpi.

saya tidak...

saya berhenti bermimpi untuk banyak hal, berusaha menggantikannya dengan mimpi sederhana saja. jangan kebanyakan mimpi, jangan ketinggian bermimpi, kalau ga mampu mewujudkan sakitnya bukan kepalang.

seperti saat ini...

sejak awal saya bilang pada diri sendiri, kalau semua ini cuma mimpi, tuhan tolong jangan bangunkan saya. di dunia nyata, saya cape mengejar mimpi, saya cape berusaha, saya bahkan terlalu takut mewujudkannya. maka jika keindahan ini cuma bisa saya nikmati sebagai mimpi, biarkan saya tertidur panjang... selamanya.

ketika terbangun, kejutan yang tak selalu baik dan tak selalu buruk menanti saya. tapi untuk kali ini saja tuhan... jangan ambil mimpi saya.