Wednesday, October 12, 2011

Bonceng Aku Kang

Sepeda motor hitam tua ini mewakili si Akang yang sudah mulai berumur dan awet.
Kalau si motor hitam tua ini tetap setia menemani Akang melewati segala aral melintang, maka aku tahu Akang setia pada pilihan hidup. Aku tahu Akang pandai merawat yang sudah dimiliki.

Tapi cinta jauh dari motor Kang. Cinta itu mirip tanaman rambat yang menjalar di hati Akang dan aku. Perlu disirami dan dipupuk agar dia merambat subur dan tentu kita berharap dia suatu saat berbuah.

Kalau motor bisa Akang rawat sendiri agar dia awet dan tetap berguna, maka cinta tanaman rambat ini milik kita berdua, yang kudu kita berdua merawatnya. Aku tak bisa menyiraminya sendiri sementara Akang lupa memupuknya dan mengarahkan kemana dia harus merambat.

Tapi motor Akang si hitam kelam dan awet tua itu yang membuat aku tertarik pada Akang. Motor itu mewakili Akang dalam banyak hal yang buat aku haru. Aku tak minta Akang mengganti profesi tukang ojek menjadi petani. Tetaplah Akang bergerak bebas dengan si hitam legam, tapi pulanglah Kang untuk menyirami yang sudah ditanam bersama.

Bonceng aku Kang melalui hari dan aral melintang bersama si hitam legam. Si hitam legam mengantarkan Akang bertemu aku, sekarang biar si gelap ini mengantar kita berdua menikmati rambat cinta yang ditanam bersama.

Buat Kang Kabayan....

No comments: