Monday, September 13, 2010

shit happens

Saya lupa mulai kapan saya benarbenar berubah menghadapi setiap masalah dengan santai dan tenang. Biasanya saya adalah orang yang cengeng dan dramatis-a friend called me a drama queen-.
Cengengnya masih, menangis sejadijadinya ketika sendirian di kamar kos, tapi ya itu cuma semalaman saja. Besok paginya muka sembab, mata bengkak tapi hati saya lega dan tenang. Lalu saya bicara pada diri sendiri "oh well shit happens and life continues"

Sepanjang 2010 shit happened many times. I mean really.. A lot.. Tapi mungkin saya terlalu sibuk untuk mikirin satu masalah berlarut-larut. Karena ada banyak hal lain yang juga saya harus pikirkan dan selesaikan.
Being a drama queen won't work for me anymore ;). Saya rasa saya berubah jadi orang yang lebih realistis menjalani hidup ini.

Bahkan ketika saya dianggap "hitler" karena disangka otoriter dan tambeng, saya cuma senyum. Ah hebat sekali saya ;)
Ketika saya digunjing dibelakang, ditusuk dari belakang, dimusuhi banyak orang disekitar, saya cuma bilang "anda salah target, saya terlalu kecil untuk disingkirkan."
Don't waste your time to hate me dear ;).

I'm not taking those problems too much karena ini cuma konsekuensi pekerjaan.

saya harus bilang ini hebat atau sial yah, sikap ini berimbas pada urusan cinta. Ketika dalam dua bulan ada dua orang yang datang dan pergi, saya tak terlalu peduli. Sakitnya cuma sehari, then we turn to be best pals ;).
Atau ketika masalah muncul lagi diantara saya dan z, saya yang biasanya lari dan z mengejar itu tak lagi terjadi. Saya nyaris tak peduli dan tak lagi lari. Somehow saya percaya bahwa cinta akan menemukan jalannya sendiri.
Kalau cinta.. Kalau bukan yaa pasrahkan saja, sekali lagi shit happens. Toh jodoh Tuhan yang atur :)

Ramy yang mengenalkan saya pada dua kata itu 'shit happens' 2005 lalu ketika kami terpaksa berpisah karena waktu dan tempat. "But then u have to face everything realisticaly. Shit happens and smile.. We just have to move on"

No comments: