Sunday, September 05, 2010

typhus cinta

Seperti dewi bilang, cinta kita mirip sakit typhus, bentar adem ayem, bentar panas, bentar akur tak terpisahkan, bentar bubar.
Sayangnya aku cinta pada sang virus, iya kamu, siapa lagi. Virus tak butuh dokter untuk menghilang, tak perlu dilawan antibiotik.
Biarkan saja virus ini menempel terus di tubuhku. Panas dan dinginnya mewarnai kita.

Dan kamu tahu persis biang keladi kita panas adalah aku ;).. Cinta ini membakar cemburuku, pada kerjamu pada temanmu, pada negaramu,pada semua yang mendapat perhatianmu.
Dan kamu cuma tersenyum lalu bilang 'I'm sorry'. Lalu cenderung lupa pada marahku. Lalu aku menyerah kembali pada kata rekonsiliasimu.

Kamu virus, dan aku menikmati panasnya.

No comments: