Saturday, February 19, 2005

UMI

Namanya Umi,
dia memilih duduk disebelahku sementara masih ada belasan bangku kosong dalam bis
"mba, ini ke Ciputat kan?"
"Ga, ini ke pondok pinang. tapi kalau mau ke ciputat tinggal pindah angkot aja."

Umi, datang dari Palembang dengan modal nekat untuk cari kerja.
Umi, Jakarta tak pernah ramah sama pendatang.
Belantara baja di jantung Jakarta sana bukan tempat mudah ditaklukan.

Jangan pernah bicara sama orang asing,
nanti dia akan tiba-tiba menghipnotis dan merampas hartamu.

Maaf Umi, saya jutekin kamu,
saya tak kenal kamu sama kamu tak kenal saya.
saya bisa saja orang jahat, saya bisa saja menipumu, menjebakmu
atau bahkan membunuhmu.

tapi kamu pilih duduk dibangku sebelah sementara yang lain kosong.
tapi kamu tetap bicara, dengan raut muka tenang,
tanpa panik untuk orang baru di belantara jakarta.

"kamu turun bareng saya, nanti saya antar naik angkot yang ke Ciputat."
"terima kasih, saya Umi. Nama mba siapa?."
"...hati-hati ya...setan di Jakarta tak takut pada jilbab dan ayat kursi."

Umi berlalu dibawa angkot yang menghilang diremang Jakarta.

No comments: