Pertanyaan itu sebenarnya yang menghantuiku beberapa minggu terakhir.
Pertama : kapan kamu bisa memastikan inilah karir yang akan kujalani seumur hidup? jawabnya dua, karena kamu merasa matang dengan karir mu itu atau karena kamu hanya merasa tak mampu lagi pindah ke lain ladang pencaharian.
Kedua : Jika kamu matang dengan profesi ini, mampukah bertahan di satu tempat sama selama, let's say 15 tahun?
jawabnya dua, karena kamu merasa ini adalah tempat terbaik untuk menjalankan profesi pilihanmu, atau karena kamu merasa tak mampu pindah ke kantor lain, kembali pasrah meski terasa berat, merasa terkukung, kebutuhan memaksamu bertahan.
Ketiga : jika ditengah jalan menemukan titik jenuh, apa yang mestinya dilakukan?
Jawabnya, lakukan penyegaran, mengembangkan diri sendiri jika kantor tak bisa mengembangkanmu. atau jika titik jenuh itu sudah kumulatif dan tak tertahankan, pindah saja... tapi itu semua akan kembali ke jawaban atas pertanyaan kedua.
Huhuhu... hidup jadi orang dewasa dengan semua kebutuhan hidup ternyata berat... hilanglah semua kesenangan diri... dan aku... orang yang selalu penuh pertanyaan dan tahu jawabnya tapi selalu merasa sukar melaksanakannya.
After all, my best friend Jimmy Bule akan bilang "some days are better than others, but they're all good in their ownspecial way. nothing worthwhile is ever easy. you have to keep trying and keep smiling. "
Aduh ayah bunda, ternyata menjadi orang tua tak pernah mudah yaa. Salutku untuk kalian yang membesarkanku hingga kini dengan penuh kasih dan sayang.
Saturday, June 11, 2005
Thursday, June 09, 2005
Di Akhir Jalan
Setiap jalan ada akhir, tepian dan terjalan. Kurasa, jalanku berakhir disini. Sabarku mencapai tepian sebelum dia terperosok dalam jurang. Jalanku yang tak pernah mulus.
Setiap gunung berpuncak, maka kusampai di puncak dakianku. Lelah, biarkan aku beristirahat. Melupakan keringat sepanjang tebing, sakit tergores batu. Aku lelah.
Setiap hal punya waktu untuk berhenti. Maka kurasa ini waktunya aku berhenti berharap, bercita dan bermimpi. Ketika berharap ternyata menyakitkan, bermimpi selalu menyeramkan dan bercita tak lebih dari sebuah gantungan yang tak bisa kucapai.
Maaf untuk semua yang tak bisa kusisipkan bahagia diantara keberadaanku. Maaf untuk cinta yang tak pernah bisa kusentuh dan kumiliki, selamanya hadirmu dihatiku. Dan maaf untuk -E- karena aku tak pernah bisa jadi "somebody" seperti yang selalu kamu katakan.
Aku tak bisa lagi setegar saat kakiku punya pijakan. Aku tak sekuat saat memiliki gantungan. Ketika aku seharusnya menjadi beringin, ternyata aku rapuh dan kerdil. Maaf telah mengecewakan...
Setiap gunung berpuncak, maka kusampai di puncak dakianku. Lelah, biarkan aku beristirahat. Melupakan keringat sepanjang tebing, sakit tergores batu. Aku lelah.
Setiap hal punya waktu untuk berhenti. Maka kurasa ini waktunya aku berhenti berharap, bercita dan bermimpi. Ketika berharap ternyata menyakitkan, bermimpi selalu menyeramkan dan bercita tak lebih dari sebuah gantungan yang tak bisa kucapai.
Maaf untuk semua yang tak bisa kusisipkan bahagia diantara keberadaanku. Maaf untuk cinta yang tak pernah bisa kusentuh dan kumiliki, selamanya hadirmu dihatiku. Dan maaf untuk -E- karena aku tak pernah bisa jadi "somebody" seperti yang selalu kamu katakan.
Aku tak bisa lagi setegar saat kakiku punya pijakan. Aku tak sekuat saat memiliki gantungan. Ketika aku seharusnya menjadi beringin, ternyata aku rapuh dan kerdil. Maaf telah mengecewakan...
Sunday, June 05, 2005
Percakapan Cinta Tak Terkata
Dua teman, aku dan dia. Sama merasa, sama memendam rasa. Dia dengan kasih dan aku dengan sang bayang.
Aku : Hahaha...cinta tak terkata, cinta tak berupa
Teman : Satu kata tanpa suara. Terdengar dalam nadamu. Menghela semua yang tak terlukis. Ada cara indah untuk ungkapkan. Bagaimana mencinta. Bagaimana merindu. Yaitu dengan tatap mata tajammu.
Aku : Eyes would never lie. U just have 2 know how 2 read it
Teman : Reading is the second. The first is to feel. Reading what u feel. Not feeling what U read.
Aku : Merasa, mengakui dan mengungkap, 3 rangkai cinta. Kadang kamu hanya harus puas menerima 2. Sisipkan cinta diantara kata tak kentara. Titipkan rasa ditatap mata.
Teman : Jujur pada diri mungkin lebih baik. Akui cinta ada di mata. Bila kau puas dengan dua sisipkan saja. Bila ketiganya kau ingin, lontarkan cinta sedalam palung.
Aku : Duh nasib... akan selalu datang cinta yang lain. Tp bagaimana jika ini yang kuingin? Jgn beri dulu lain hati, biar kunikmati ketiadaanmu. Mencintaimu dalam sepi.
Teman : Dalam ada dan tiada, cinta itu bersemi. Pun dalam ada dan tiada, cinta mengakhiri denyutnya.
Aku : Sampai akhirnya dia pergi memberi arti bahwa kamu tetap terindah.. Tersimpan rapi tiap keping cinta dalam peti hati. Yg abadi dalam bingkai memori.
Teman : Mengalir dalam nadi. Berdetak dalam jantung. Tak jauh hanya satu hirupan nafas. Selamat tidur yang terindah.
Aku : Mimpi indah sampai pagi membangunkan. Selalu ada asa baru. Terima kasih telah mengajariku cinta..
Ah semoga teman tak keberatan ku abadikan percakapan ini tentang Cinta Tak Terkata.
Aku : Hahaha...cinta tak terkata, cinta tak berupa
Teman : Satu kata tanpa suara. Terdengar dalam nadamu. Menghela semua yang tak terlukis. Ada cara indah untuk ungkapkan. Bagaimana mencinta. Bagaimana merindu. Yaitu dengan tatap mata tajammu.
Aku : Eyes would never lie. U just have 2 know how 2 read it
Teman : Reading is the second. The first is to feel. Reading what u feel. Not feeling what U read.
Aku : Merasa, mengakui dan mengungkap, 3 rangkai cinta. Kadang kamu hanya harus puas menerima 2. Sisipkan cinta diantara kata tak kentara. Titipkan rasa ditatap mata.
Teman : Jujur pada diri mungkin lebih baik. Akui cinta ada di mata. Bila kau puas dengan dua sisipkan saja. Bila ketiganya kau ingin, lontarkan cinta sedalam palung.
Aku : Duh nasib... akan selalu datang cinta yang lain. Tp bagaimana jika ini yang kuingin? Jgn beri dulu lain hati, biar kunikmati ketiadaanmu. Mencintaimu dalam sepi.
Teman : Dalam ada dan tiada, cinta itu bersemi. Pun dalam ada dan tiada, cinta mengakhiri denyutnya.
Aku : Sampai akhirnya dia pergi memberi arti bahwa kamu tetap terindah.. Tersimpan rapi tiap keping cinta dalam peti hati. Yg abadi dalam bingkai memori.
Teman : Mengalir dalam nadi. Berdetak dalam jantung. Tak jauh hanya satu hirupan nafas. Selamat tidur yang terindah.
Aku : Mimpi indah sampai pagi membangunkan. Selalu ada asa baru. Terima kasih telah mengajariku cinta..
Ah semoga teman tak keberatan ku abadikan percakapan ini tentang Cinta Tak Terkata.
Saturday, June 04, 2005
Kamu Puisiku
Kamu tanah yang kupijak, udara yang kuhirup, hatiku, bayangku.
Basi? Tidak karena itulah kamu.
Kamu inspirasi, jiwa, pikiran dalam puisi dan mimpi dan tulis.
Kamu semua puisi hati, terjujur yang bisa terberi
Nafas dalam sesak, luka dan duka, dalam tawa terbahak dan terisak.
Kamu dalam 12 warna hidup, biru, merah dan kuning, putih dalam hati.
Yang basah ketika hujan, kotor ditimpa debu, berkerak ketika terjaga.
Kamu cuma manusia, bersih terkadang busuk terkadang.
cantik terkadang, buruk terkadang.
tak ada yang bertahan 24 jam dalam satu kondisi,
tapi kamu selamanya puisi.
Basi? Tidak karena itulah kamu.
Kamu inspirasi, jiwa, pikiran dalam puisi dan mimpi dan tulis.
Kamu semua puisi hati, terjujur yang bisa terberi
Nafas dalam sesak, luka dan duka, dalam tawa terbahak dan terisak.
Kamu dalam 12 warna hidup, biru, merah dan kuning, putih dalam hati.
Yang basah ketika hujan, kotor ditimpa debu, berkerak ketika terjaga.
Kamu cuma manusia, bersih terkadang busuk terkadang.
cantik terkadang, buruk terkadang.
tak ada yang bertahan 24 jam dalam satu kondisi,
tapi kamu selamanya puisi.
Friday, May 27, 2005
Sinopsis
Baru aja selesai menulis sinopsis sebuah cerita tentang aku dan kamu dalam 54 halaman. "Kurang segitu.. tanggung.." kata teman-teman. Memang terlalu sedikit untuk bisa diterbitkan. Tapi aku harus mengarang apalagi untuk memperpanjang dan memenuhi kuota halaman. Aku tak ingin mengada-ngada dan bercerita yang tak jelas, dipaksakan seperti sinetron yang punya 6 kali seri itu. Buat apa..."ya buat diterbitkan bodoh"
Kalau begitu, tak usah diterbitkan saja.
Aku menulis sekedar mengabadikan sebuah kenangan, dibumbui cerita fiksi... ah ga sia-sia pelajaran mengarang waktu SD yang selalu dimulai dengan "pada suatu hari.."
Aku menulis sekedar mencoba suatu yang lain dalam hidup. Hidup kan tak harus statis, berjalan di jalur yang sama selama berpuluh-puluh tahun, mengalir satu alur tanpa bercoba beriak dan bergelombang.. itu bukan aku.
Aku hanya ingin orang membaca dan menilai tulisanku, tapi ternyata seperti kata Karen Shaw salah satu tokoh Sex and The City "bahwa hakim atau penilai paling kejam adalah diri sendiri". Dirimulah yang akan membuatmu selalu ragu mencoba hal baru, mencoba untuk beda atau bahkan maju. Dirimulah yang membuatmu merasa malu pada diri sendiri.
Aku mencoba bertarung melawan diri sendiri... doakan yaaa....
Berat sungguh. Seorang bilang, penulis sekarang kayak jamur..semuanya tiba-tiba pengen nulis dan jadi penulis, kamu? cuma satu jamur kecil...hiks..hiks..aku jadi ciut..
Satu lagi bilang, lo tuh ga jelas ada di aliran penulisan yang mana, sastra bukan, pop bukan. Aku cuma bilang, aku bukan ABG tapi bukan orang tua, aku tak bisa melucu tapi aku tak bisa mengajari orang dan jadi sok tahu. Aku hanya bercerita tentang aku dan lingkunganku..
Satu lagi selalu beralasan, tak sempat baca karena sibuk.... susah sekali ya membuat orang lain melirik pada karyamu walau sesaat..
Just read, aku kan ga akan memancungmu dengan tulisanku, paling kamu akan muntah kalau tulisanku memuakan, kamu akan tertawa kalau tulisanku menggelikan, atau justru semuanya akan datar karena tulisanku tak bernyawa.
just read.. dan beritahu aku, sampai dimana mampuku, berbakatkah aku. Apapun yang kamu bilang, akan sangat berarti bagiku. Tapi apapun yang akan kamu bilang, tak akan menghentikan jariku untuk menulis meski itu akan membuatmu berhenti membacanya..
Sinopsis 1 halaman untuk gambarkan 54 halaman yang bercerita tentang kehidupan selama 6 bulan.. Hidup ini singkat dalam kata, indah dalam cerita.
Cerita yang selalu usai sebelum bertemu kenyataan (Paulo Coelho : eleven minutes)
Dan kamu... terima kasih telah menjadi inspirasiku..
Kalau begitu, tak usah diterbitkan saja.
Aku menulis sekedar mengabadikan sebuah kenangan, dibumbui cerita fiksi... ah ga sia-sia pelajaran mengarang waktu SD yang selalu dimulai dengan "pada suatu hari.."
Aku menulis sekedar mencoba suatu yang lain dalam hidup. Hidup kan tak harus statis, berjalan di jalur yang sama selama berpuluh-puluh tahun, mengalir satu alur tanpa bercoba beriak dan bergelombang.. itu bukan aku.
Aku hanya ingin orang membaca dan menilai tulisanku, tapi ternyata seperti kata Karen Shaw salah satu tokoh Sex and The City "bahwa hakim atau penilai paling kejam adalah diri sendiri". Dirimulah yang akan membuatmu selalu ragu mencoba hal baru, mencoba untuk beda atau bahkan maju. Dirimulah yang membuatmu merasa malu pada diri sendiri.
Aku mencoba bertarung melawan diri sendiri... doakan yaaa....
Berat sungguh. Seorang bilang, penulis sekarang kayak jamur..semuanya tiba-tiba pengen nulis dan jadi penulis, kamu? cuma satu jamur kecil...hiks..hiks..aku jadi ciut..
Satu lagi bilang, lo tuh ga jelas ada di aliran penulisan yang mana, sastra bukan, pop bukan. Aku cuma bilang, aku bukan ABG tapi bukan orang tua, aku tak bisa melucu tapi aku tak bisa mengajari orang dan jadi sok tahu. Aku hanya bercerita tentang aku dan lingkunganku..
Satu lagi selalu beralasan, tak sempat baca karena sibuk.... susah sekali ya membuat orang lain melirik pada karyamu walau sesaat..
Just read, aku kan ga akan memancungmu dengan tulisanku, paling kamu akan muntah kalau tulisanku memuakan, kamu akan tertawa kalau tulisanku menggelikan, atau justru semuanya akan datar karena tulisanku tak bernyawa.
just read.. dan beritahu aku, sampai dimana mampuku, berbakatkah aku. Apapun yang kamu bilang, akan sangat berarti bagiku. Tapi apapun yang akan kamu bilang, tak akan menghentikan jariku untuk menulis meski itu akan membuatmu berhenti membacanya..
Sinopsis 1 halaman untuk gambarkan 54 halaman yang bercerita tentang kehidupan selama 6 bulan.. Hidup ini singkat dalam kata, indah dalam cerita.
Cerita yang selalu usai sebelum bertemu kenyataan (Paulo Coelho : eleven minutes)
Dan kamu... terima kasih telah menjadi inspirasiku..
Wednesday, May 25, 2005
Tentangmu
Malam
Dua Sisimu
Second Liner
cinta
Biarkan Kumenciummu
Bayangku
Waktu Aku Naksir Kamu
Senyuman Pertamaku
Tentangmu akan tetap ada selama kamu biarkan aku didekatmu dan menjalin cerita tentang kita. Jangan menjauh dariku, hanya itu yang kumau.
Dua Sisimu
Second Liner
cinta
Biarkan Kumenciummu
Bayangku
Waktu Aku Naksir Kamu
Senyuman Pertamaku
Tentangmu akan tetap ada selama kamu biarkan aku didekatmu dan menjalin cerita tentang kita. Jangan menjauh dariku, hanya itu yang kumau.
Malam
Tahu apa yang paling menyenangkan dari malam? Dia gelap, penuh misteri antara nyata dan tidak, merundukan orang dalam sunyi, meruntuhkan kesombongan dalam ketakutan, memaksa sepi dan menyepi.
Tapi yang kusuka dari malam, dia mampu membuatku menjadi diri sendiri, milik pribadi. Melakukan hal yang ingin dilakukan, memikirkan apapun yang ingin kupikirkan, mengatur mimpi dinihari, mengkhayalkan segala hal, dirimu, dirinya, kalian, dia bla..bla..bla... sebuah fantasi tak terbatas. Just me and the night.
Malam menyuguhkan kehidupan di batas angan dan khayal, melepas beban rutinitas, keluar dari mesin robot yang bekerja berdasarkan jadwal dan job desk. Bersuka cita menikmati gelap malam, bercumbu dalam cinta dan berahi, kata mesra meski cuma kata, semua nyata dalam malam dan gelap. Cuma di 8 jam menjelang pagi, hidup fantasi dan angan mengawang.
Tapi malam baru lengkap, bila kucium baumu disisiku yang menjadikanku utuh.
Tapi yang kusuka dari malam, dia mampu membuatku menjadi diri sendiri, milik pribadi. Melakukan hal yang ingin dilakukan, memikirkan apapun yang ingin kupikirkan, mengatur mimpi dinihari, mengkhayalkan segala hal, dirimu, dirinya, kalian, dia bla..bla..bla... sebuah fantasi tak terbatas. Just me and the night.
Malam menyuguhkan kehidupan di batas angan dan khayal, melepas beban rutinitas, keluar dari mesin robot yang bekerja berdasarkan jadwal dan job desk. Bersuka cita menikmati gelap malam, bercumbu dalam cinta dan berahi, kata mesra meski cuma kata, semua nyata dalam malam dan gelap. Cuma di 8 jam menjelang pagi, hidup fantasi dan angan mengawang.
Tapi malam baru lengkap, bila kucium baumu disisiku yang menjadikanku utuh.
Dua Sisimu
Ketika cinta tak lagi ada, kamu hadir cuatkan rasa. Bukan benci, bukan cinta. Suka jadi lebih tepat. Kamu persis tahu bagaimana menempatkan posisi kita, kamu dan aku. Cinta tak hadir saat ku tatap matamu. Benci tak mungkin muncul saat ku didekatmu. Bahagia, nyaman...bukan cinta, tak bisa cinta dan tak mungkin cinta.. biarkan saja.
Kamu, dua sisi manusia muncul dalam satu kesempatan, satu waktu, satu tubuh. Tak ada yang berhak menyebutmu bangsat, karena kamu mulia. Tak ada yang berhak memujamu karena kamu juga punya dosa. Kamu dan dua sisimu yang membuatku nyaman, bahagia.. terima kasih.
Kamu, untuk semua kasih yang tak terucap, terbungkus dalam perhatian setengah setengah. setengah sadar setengah tidak, kamu ada selalu untukku seperti aku untukmu. Kamu, segala kasih kutitip lewat waktu, kenangan dan kebersamaan.
Bukan cinta, jangan sampai cinta karena cinta akan buat kita sengsara... biarkan semua bahagia, senang menjalar dalam makna sederhana tanpa memaksa. Biarkan semua ada dalam batas waktu sesaat, cuma hari ini, cuma detik ini, lalu semua kembali biasa. Kita abadi dalam rasa bukan dalam waktu. Biarkan dua sisimu kunikmati, hadirkan dalam bahagia yang bukan cinta...
Kamu, untuk semua hal yang membuatmu hanya manusia biasa, aku suka. Jangan berubah untuk satu yang menjauhkan kita.
Kamu, dua sisi manusia muncul dalam satu kesempatan, satu waktu, satu tubuh. Tak ada yang berhak menyebutmu bangsat, karena kamu mulia. Tak ada yang berhak memujamu karena kamu juga punya dosa. Kamu dan dua sisimu yang membuatku nyaman, bahagia.. terima kasih.
Kamu, untuk semua kasih yang tak terucap, terbungkus dalam perhatian setengah setengah. setengah sadar setengah tidak, kamu ada selalu untukku seperti aku untukmu. Kamu, segala kasih kutitip lewat waktu, kenangan dan kebersamaan.
Bukan cinta, jangan sampai cinta karena cinta akan buat kita sengsara... biarkan semua bahagia, senang menjalar dalam makna sederhana tanpa memaksa. Biarkan semua ada dalam batas waktu sesaat, cuma hari ini, cuma detik ini, lalu semua kembali biasa. Kita abadi dalam rasa bukan dalam waktu. Biarkan dua sisimu kunikmati, hadirkan dalam bahagia yang bukan cinta...
Kamu, untuk semua hal yang membuatmu hanya manusia biasa, aku suka. Jangan berubah untuk satu yang menjauhkan kita.
Friday, May 20, 2005
Second Liner
Dia bersama yang lain. Kamu hanya menunggu giliran. Kamu duduk terdiam, menyaksikannya bersama yang lain. Meski tahu itu bodoh, meski terasa menyakitkan, kamu tetap menunggu jatah. Kasihnya, cintanya, sayangnya.
Kamu sadar dirimu lebih baik dari siapapun yang sedang bersamanya. Kamu tahu takkan ada orang lain yang mampu mencintainya seperti kamu mencintainya. Kamu cuma diam menunggu giliran.
Dia tetap kembali padamu saat sepi mengerubuti diri, menggerogoti hati. Kamu terima dengan lapang, penuh cinta dan kasih. Kamu dapatkan tubuhnya meski tak pernah bisa menyentuh hatinya. Kamu sediakan kuping saat dia menceritakan indahnya cinta bersama yang lain. Kamu hanya bisa lapangkan dada. Kamu pun selalu kembali padanya saat bersama yang lain, karena hatimu untuknya tak pernah terganti.
And that stupid secondliner is ME. There's no happiness There's only you.
Kamu sadar dirimu lebih baik dari siapapun yang sedang bersamanya. Kamu tahu takkan ada orang lain yang mampu mencintainya seperti kamu mencintainya. Kamu cuma diam menunggu giliran.
Dia tetap kembali padamu saat sepi mengerubuti diri, menggerogoti hati. Kamu terima dengan lapang, penuh cinta dan kasih. Kamu dapatkan tubuhnya meski tak pernah bisa menyentuh hatinya. Kamu sediakan kuping saat dia menceritakan indahnya cinta bersama yang lain. Kamu hanya bisa lapangkan dada. Kamu pun selalu kembali padanya saat bersama yang lain, karena hatimu untuknya tak pernah terganti.
And that stupid secondliner is ME. There's no happiness There's only you.
Thursday, May 12, 2005
Emailmu
Aku nemu email lamamu di inbox, deg.. hati ini masih berdegub untukmu.
Tapi secepat itu otakku merewind semua hal pahit yang pernah kamu lakukan... hatiku berhenti berdegub.
Otak ini masih waras untuk tidak mencintaimu lagi,
bahwa cinta masih berimbang dengan logika,
satu kenangan tak akan membuatku nengok ke belakang,
maju satu langkah, seribu kenangan tertinggal.
Tapi kenapa cuma kenangan buruk tentangmu yang tersisa,
kemana berlalunya semua tawa dan canda?
kemana perginya hati yang dulu bernyanyi?
barangkali benci adalah kunci melupa,
seperti marah yang menutup sedih dan sakit.
Aku nemu email lamamu, tangan ini gatal untuk hanya menulis.. hi.. apakabarmu?
tapi pedulikah kamu padaku? terbesitkah semua salah yang pernah kamu lakukan?
tahukah kamu sakit yang kau tinggal? pernah minta maaf untuk semua salah dan luka?
tak perlu, asal salah itu singgah di hatimu, itulah karma untukmu.
Emailmu hanya membuka kembali benci...
Tapi secepat itu otakku merewind semua hal pahit yang pernah kamu lakukan... hatiku berhenti berdegub.
Otak ini masih waras untuk tidak mencintaimu lagi,
bahwa cinta masih berimbang dengan logika,
satu kenangan tak akan membuatku nengok ke belakang,
maju satu langkah, seribu kenangan tertinggal.
Tapi kenapa cuma kenangan buruk tentangmu yang tersisa,
kemana berlalunya semua tawa dan canda?
kemana perginya hati yang dulu bernyanyi?
barangkali benci adalah kunci melupa,
seperti marah yang menutup sedih dan sakit.
Aku nemu email lamamu, tangan ini gatal untuk hanya menulis.. hi.. apakabarmu?
tapi pedulikah kamu padaku? terbesitkah semua salah yang pernah kamu lakukan?
tahukah kamu sakit yang kau tinggal? pernah minta maaf untuk semua salah dan luka?
tak perlu, asal salah itu singgah di hatimu, itulah karma untukmu.
Emailmu hanya membuka kembali benci...
Wednesday, May 11, 2005
Beneath Her Feet
I didn't know how to be in love until she came home from Rome.
And I believe in God above until she came home from Rome.
But now you fit me like a glove. You be my hawk, I'll be your dove.
And we don't need no God above, now that you're home from Rome.
What she touches, I will worship it.
The clothes she wears, her classroom seat.
Her evening meal, her driving weel.
The Ground Beneath Her Feet.
(Salman Rushdie : the Ground beneath her feet, The first Ormus Cama's love songs)
U2 Lyrics - The Ground Beneath Her Feet
All my life, i worshipped her
Her golden voice, her beauty's beat
How she made us feel
How she made me real
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
And now i can't be sure of anything
Black is white, and cold is heat
For what i worshipped stole my love away
It was the ground beneath her feet
It was the ground beneath her feet
Go lightly down your darkened way
Go lightly underground
I'll be down there in another day
I won't rest until you're found
Let me love you true, let me rescue you
Let me lead you to where two roads meet
O come back above
Where there's only love
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
Music: U2
Lyrics: Salman Rushdie
And I believe in God above until she came home from Rome.
But now you fit me like a glove. You be my hawk, I'll be your dove.
And we don't need no God above, now that you're home from Rome.
What she touches, I will worship it.
The clothes she wears, her classroom seat.
Her evening meal, her driving weel.
The Ground Beneath Her Feet.
(Salman Rushdie : the Ground beneath her feet, The first Ormus Cama's love songs)
U2 Lyrics - The Ground Beneath Her Feet
All my life, i worshipped her
Her golden voice, her beauty's beat
How she made us feel
How she made me real
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
And now i can't be sure of anything
Black is white, and cold is heat
For what i worshipped stole my love away
It was the ground beneath her feet
It was the ground beneath her feet
Go lightly down your darkened way
Go lightly underground
I'll be down there in another day
I won't rest until you're found
Let me love you true, let me rescue you
Let me lead you to where two roads meet
O come back above
Where there's only love
And the ground beneath her feet
And the ground beneath her feet
Music: U2
Lyrics: Salman Rushdie
Sunday, May 08, 2005
I Miss You
Untuk semua senyum termanismu, untuk semua tawa renyahmu
I miss you
Untuk semua sayang dan cintamu, untuk semua benciku
I miss you
Aku lelah dengan hidupku,
ingin kubaringkan kepalaku didadamu,
ingin rasakan belai lembutmu dikepalaku,
kecupmu dikeningku.
Tenangkanku, damaikanku.
Aku membencimu untuk tutupi sedihku,
Aku membencimu yang melepas cinta dariku,
Aku membencimu yang pergi seolah tanpa arti,
Aku membencimu seperti kubenci diriku yang tak bisa lepaskan cinta untukmu yang berlalu tanpa menengok ada aku menanti di tepian hati.
If pain is the only way to happiness,
maka aku bersedia sakit, perih untuk bahagia di sisimu.
Jika itu sebuah kepastian, yang tak mungkin ada karna kepastian adalah hampa, karena hampa adalah kosong dan semua menjadi tak berarti.
Aku lelah membencimu, lelah mencintamu, lelah merindumu, lelah memakimu, lelah menyayangmu dan lelah menantimu.
Kenapa tak kau bawa serta cintaku, hingga tak perlu lagi kurasa rindu, tak perlu terpaku pada kenangan tersisa.
Menghapusmu dalam kepala, menghapusmu dalam hati dan kubawa mati.
Untuk semua senyum manismu, tawa renyahmu,
I hate you,
Untuk semua sayang dan cintamu,
I hate you,
and I hate to love you, I hate to miss you.
I hate to forget you.
I miss you
Untuk semua sayang dan cintamu, untuk semua benciku
I miss you
Aku lelah dengan hidupku,
ingin kubaringkan kepalaku didadamu,
ingin rasakan belai lembutmu dikepalaku,
kecupmu dikeningku.
Tenangkanku, damaikanku.
Aku membencimu untuk tutupi sedihku,
Aku membencimu yang melepas cinta dariku,
Aku membencimu yang pergi seolah tanpa arti,
Aku membencimu seperti kubenci diriku yang tak bisa lepaskan cinta untukmu yang berlalu tanpa menengok ada aku menanti di tepian hati.
If pain is the only way to happiness,
maka aku bersedia sakit, perih untuk bahagia di sisimu.
Jika itu sebuah kepastian, yang tak mungkin ada karna kepastian adalah hampa, karena hampa adalah kosong dan semua menjadi tak berarti.
Aku lelah membencimu, lelah mencintamu, lelah merindumu, lelah memakimu, lelah menyayangmu dan lelah menantimu.
Kenapa tak kau bawa serta cintaku, hingga tak perlu lagi kurasa rindu, tak perlu terpaku pada kenangan tersisa.
Menghapusmu dalam kepala, menghapusmu dalam hati dan kubawa mati.
Untuk semua senyum manismu, tawa renyahmu,
I hate you,
Untuk semua sayang dan cintamu,
I hate you,
and I hate to love you, I hate to miss you.
I hate to forget you.
Saturday, May 07, 2005
Pelajaran
Prima, adeku jatuh dari motor. Dua tanggannya lecet-lecet, lumayan parah menurutku.
Reaksi pertama mami : "Ya ampun Prima, mami udah bilang berapa kali jangan naik motor, beginikan jadinya. Makanya denger dong kalau orang tua ngomong. Kualat nih." Sambil tetap panik, air matanya langsung turun.
Aku....diam. Segera ganti baju, ngiket rambut, periksa dompet, kira2 cukup ga ya buat ke dokter. "De, kita ke dokter." Aku langsung menggunting bajunya karena dia ga bisa melepasnya.
Aku tak bisa panik, karena akan hanya akan membuat mami tambah panik, Lina tambah bawel karena merasa punya dukungan untuk marah sama Prima. dan Prima makin tersudut. Aku seperti biasa, harus bisa menahan rasa kesal, sedih bahkan panik. Aku hanya bilang, satu lagi kesalahanku yang tak bisa memperhatikan lebih kondisi ade-adeku.
Sepanjang jalan menuju dokter sampai balik lagi ke rumah, Prima bilang " gue kapok mba, beneran kapok deh."
Aku bilang, itu terserah kamu mau kapok atau ga. Aku ga akan melarang kamu berhenti naik motor, tapi lain kali hati-hati. Kalau jatuh gini kan repot semua, kamu ga bisa sekolah, sakit pula.
Carmalengo di bukunya Malaikat dan Iblis bilang : Kasih Tuhan seperti kasih ayah kepada anaknya. Dia tidak akan memaksakan anaknya menuruti semua keinginannya. tapi membiarkan sang anak menemukan pelajaran dalam hidupnya seperti rasa sakit ketika jatuh.
Tapi Tuhan, kalau anak itu mati sebelum sempat menarik pelajaran? Dosa siapa? Ayahnya yang membiarkannya bergerak sendiri?
Prima beruntung karena masih diberi kesempatan meraih pelajaran, sakit ketika jatuh dari motor, lebih hati-hati kalau lain kali berkesempatan naik motor lagi. Prima tak punya lagi papi, tapi dia punya aku, Lina dan Mami yang barangkali lebih cerewet ketimbang papi...semoga lain kali kami bisa menjagamu lebih baik. Maafkan kami kali ini..
Reaksi pertama mami : "Ya ampun Prima, mami udah bilang berapa kali jangan naik motor, beginikan jadinya. Makanya denger dong kalau orang tua ngomong. Kualat nih." Sambil tetap panik, air matanya langsung turun.
Aku....diam. Segera ganti baju, ngiket rambut, periksa dompet, kira2 cukup ga ya buat ke dokter. "De, kita ke dokter." Aku langsung menggunting bajunya karena dia ga bisa melepasnya.
Aku tak bisa panik, karena akan hanya akan membuat mami tambah panik, Lina tambah bawel karena merasa punya dukungan untuk marah sama Prima. dan Prima makin tersudut. Aku seperti biasa, harus bisa menahan rasa kesal, sedih bahkan panik. Aku hanya bilang, satu lagi kesalahanku yang tak bisa memperhatikan lebih kondisi ade-adeku.
Sepanjang jalan menuju dokter sampai balik lagi ke rumah, Prima bilang " gue kapok mba, beneran kapok deh."
Aku bilang, itu terserah kamu mau kapok atau ga. Aku ga akan melarang kamu berhenti naik motor, tapi lain kali hati-hati. Kalau jatuh gini kan repot semua, kamu ga bisa sekolah, sakit pula.
Carmalengo di bukunya Malaikat dan Iblis bilang : Kasih Tuhan seperti kasih ayah kepada anaknya. Dia tidak akan memaksakan anaknya menuruti semua keinginannya. tapi membiarkan sang anak menemukan pelajaran dalam hidupnya seperti rasa sakit ketika jatuh.
Tapi Tuhan, kalau anak itu mati sebelum sempat menarik pelajaran? Dosa siapa? Ayahnya yang membiarkannya bergerak sendiri?
Prima beruntung karena masih diberi kesempatan meraih pelajaran, sakit ketika jatuh dari motor, lebih hati-hati kalau lain kali berkesempatan naik motor lagi. Prima tak punya lagi papi, tapi dia punya aku, Lina dan Mami yang barangkali lebih cerewet ketimbang papi...semoga lain kali kami bisa menjagamu lebih baik. Maafkan kami kali ini..
Tuesday, May 03, 2005
Hidup, Bahagia dan Bohong
27 tahun 1 hari. Do you happy with your life? seorang teman selalu menanyakan hal yang sama selama tiga hari kedatangannya di Jakarta. Ga ada yang istimewa dari situ tapi membuatku kepentok dengan pertanyaan sederhana yang sulit kujawab. Tiap kali dia tanya, tiap kali kujawab, Yes I'm Happy, kenapa tidak?
Iya kenapa tidak. Look at me now. Di usia 27 tahun, aku sudah punya pekerjaan mapan (tapi ga tau perusahaan ini mapan atau ga :p), punya gaji yang cukup buat diri sendiri dan mami, tapi ga punya tabungan hehehe. pendidikan lumayan tinggi, lulus dengan angka terbaik. siapa meragukan kemampuanku. punya banyak teman. sombong? bukan dong, namanya aku tahu apa yang harus ku syukuri.
Tapi selalu ada yang hilang...
Jujur pada diri sendiri adalah pekerjaan sulit sesulit kamu jujur sama orang lain. Aku berusaha tegar di depan orang, padahal lemah, too weak, kata mami aku cengeng, vanurable, gampang sakit hati.
Aku galak pemarah kadang sok tegas, itu cuma untuk menutupi kelemahanku, kekuranganku, kesalahanku.
Aku ramah murah senyum, itu cuma untuk menyenangkan diri sendiri. syukur kalau kalian ikutan senang karenanya.
Aku suci, padahal??? kamu tebak sendiri lah. That's so depend on what you called pure or saint.. and absolutly I'm no saint.
Yang hilang adalah cinta ;
Alice from ClOSER the Movie ; what love? where's love? why can't I feel it, smeel it, see it? So what love...
Three days of my journey helped me find love and life. Bahwa cinta membebaskanku menjadi diri sendiri. bahwa cinta mendukungku meraih mimpi, bahwa cinta hanya cinta.
Aku menemukan cinta dalam makna belum dalam nyata.
well, itu jadi satu dalam mimpiku. So friends.. Yes I'm happy with my life thought I haven't found love of my life yet. it takes time. I'll wait.
Iya kenapa tidak. Look at me now. Di usia 27 tahun, aku sudah punya pekerjaan mapan (tapi ga tau perusahaan ini mapan atau ga :p), punya gaji yang cukup buat diri sendiri dan mami, tapi ga punya tabungan hehehe. pendidikan lumayan tinggi, lulus dengan angka terbaik. siapa meragukan kemampuanku. punya banyak teman. sombong? bukan dong, namanya aku tahu apa yang harus ku syukuri.
Tapi selalu ada yang hilang...
Jujur pada diri sendiri adalah pekerjaan sulit sesulit kamu jujur sama orang lain. Aku berusaha tegar di depan orang, padahal lemah, too weak, kata mami aku cengeng, vanurable, gampang sakit hati.
Aku galak pemarah kadang sok tegas, itu cuma untuk menutupi kelemahanku, kekuranganku, kesalahanku.
Aku ramah murah senyum, itu cuma untuk menyenangkan diri sendiri. syukur kalau kalian ikutan senang karenanya.
Aku suci, padahal??? kamu tebak sendiri lah. That's so depend on what you called pure or saint.. and absolutly I'm no saint.
Yang hilang adalah cinta ;
Alice from ClOSER the Movie ; what love? where's love? why can't I feel it, smeel it, see it? So what love...
Three days of my journey helped me find love and life. Bahwa cinta membebaskanku menjadi diri sendiri. bahwa cinta mendukungku meraih mimpi, bahwa cinta hanya cinta.
Aku menemukan cinta dalam makna belum dalam nyata.
well, itu jadi satu dalam mimpiku. So friends.. Yes I'm happy with my life thought I haven't found love of my life yet. it takes time. I'll wait.
Sunday, April 17, 2005
Unspoken Love
Sudah berapa lama? hmmm lima tahun.
Ternyata aku masih menyimpan rasa, yang tak bisa terungkap, berkembang dalam diam. sendiri..
Cinta tak beraksara kuhanya harap kau merasa,
ntah merasa atau tak mau merasa,
ntah tahu atau tak mau tahu,
kamu tetap datang dan pergi sesuka hati,
membuatku mules, deg-degan, senyum simpul,
lalu kemudian membakarku dalam cemburu lalu pergi berlalu,
kembali tinggalkan luka.
aku... diam.. tetap menunggu...
perhatian tanpa kata apa bisa bermakna?
kata yang tak terucap, tercekat dileher, kelu membisu..
kenapa tak bisa denganmu? kenapa harus kamu?
aku cinta kamu, kuharap kamu tahu itu.
Ternyata aku masih menyimpan rasa, yang tak bisa terungkap, berkembang dalam diam. sendiri..
Cinta tak beraksara kuhanya harap kau merasa,
ntah merasa atau tak mau merasa,
ntah tahu atau tak mau tahu,
kamu tetap datang dan pergi sesuka hati,
membuatku mules, deg-degan, senyum simpul,
lalu kemudian membakarku dalam cemburu lalu pergi berlalu,
kembali tinggalkan luka.
aku... diam.. tetap menunggu...
perhatian tanpa kata apa bisa bermakna?
kata yang tak terucap, tercekat dileher, kelu membisu..
kenapa tak bisa denganmu? kenapa harus kamu?
aku cinta kamu, kuharap kamu tahu itu.
Wednesday, April 13, 2005
cinta
Aku jatuh cinta...
terima kasih telah memberiku senyum dan deg-degan.
meski cuma untuk hari ini
Cinta...
terima kasih telah memberiku senyum dan deg-degan.
meski cuma untuk hari ini
Cinta...
Hidup, Angkot dan Tangga
Aku seperti menubruk sebuah tiang besar yang membuatku tersadar dari mimpi. bahwa aku hidup, masih bisa berharap selama oksigen tersedia untukku. Aku tak lagi angan, hampa dan bayang. Aku nyata seperti halnya darah yang mengalir keluar saat tertusuk, air mata yang tercurah saat hati tersakiti.
Hidup itu seperti kamu naik angkot yang melewati perkampungan, yang jalannya terjal membuat perutmu terkocok, mual dan muntah. Kamu berhadapan dengan manusia lain dalam formasi 4-6 ditambah bangku artis di depan pintu. Kadang salah satu dari mereka sangat manis duduk sambil tersenyum padamu, kadang semua begitu menakutkan ditambah percampuran parfum dan bau badan serta bau keringat yang tak jelas, bercampur lagi bau bensin bocor dari angkot tua itu. tapi itulah hidup. bersyukurlah ketika matamu, hidungmu, dan telingamu masih berfungsi. Hidup penuh warna... kemana aja aku selama ini?
Hiduplah seperti anak tangga yang bergerak vertikal. Buat langkah berikutnya lebih maju dari yang dibelakang. meski anak tangga itu terjal meski anak tangga itu begitu landai. Hidup adalah bergerak maju atau keatas, jangan biarkan hidupmu stagnan dan berhenti.
Hidup tak pernah jadi milik sendiri. Hidup untuk berdua, bertiga atau berempat. berteman bermusuh, cinta dan benci. cari semua makna dalam diri lain. mereka ada untukmu dan kamu untuk mereka.
Ah indahnya memaknai hidup, kadang tak pernah sesulit menjalaninya. Hiduplah untuk Hidup dan bukan menanti mati.
Hidup itu seperti kamu naik angkot yang melewati perkampungan, yang jalannya terjal membuat perutmu terkocok, mual dan muntah. Kamu berhadapan dengan manusia lain dalam formasi 4-6 ditambah bangku artis di depan pintu. Kadang salah satu dari mereka sangat manis duduk sambil tersenyum padamu, kadang semua begitu menakutkan ditambah percampuran parfum dan bau badan serta bau keringat yang tak jelas, bercampur lagi bau bensin bocor dari angkot tua itu. tapi itulah hidup. bersyukurlah ketika matamu, hidungmu, dan telingamu masih berfungsi. Hidup penuh warna... kemana aja aku selama ini?
Hiduplah seperti anak tangga yang bergerak vertikal. Buat langkah berikutnya lebih maju dari yang dibelakang. meski anak tangga itu terjal meski anak tangga itu begitu landai. Hidup adalah bergerak maju atau keatas, jangan biarkan hidupmu stagnan dan berhenti.
Hidup tak pernah jadi milik sendiri. Hidup untuk berdua, bertiga atau berempat. berteman bermusuh, cinta dan benci. cari semua makna dalam diri lain. mereka ada untukmu dan kamu untuk mereka.
Ah indahnya memaknai hidup, kadang tak pernah sesulit menjalaninya. Hiduplah untuk Hidup dan bukan menanti mati.
Friday, April 08, 2005
Hampa
Ada tugas yang mestinya aku kerjakan malam ini, itu bisa menunggu. Ada segumpal rasa yang menyesakkan dada dinihari ini. Segumpal rasa hampa. Bukan lagi sedih, bukan bahagia. Hampa...
Mestinya aku senang karena tak ada masalah yang mesti memeras otakku. Tak ada sedih yang menguras air mataku. Tapi tak punya masalah dan hanya menyisakan hampa ternyata menyiksa.
Tugas kantor bukan masalah, itu cuma sekedar rutinitas yang kutahu apa yang mesti dikerjakan dan jam berapa harus selesai. Uang? bukan lagi masalah. Bukan karena aku sudah kaya, tapi karena kebutuhanku tak bertambah dan tak berkurang, pendapatanku tak juga tambah tapi jangan sampai berkurang. Cinta? ah sudah biasa jatuh cinta dan sudah biasa sakit hati, udah baal alias kebal. Ada tingkat toleransi terhadap rasa sakit yang membuatku tak lagi patah hati, tak lagi sedih. Semuanya jadi serba mudah.
Kadang aku menangis tanpa alasan. Bukan menangisi hidupku, bukan tangis haru, aku hanya menangis. Barangkali aku hanya ingin membersihkan mata ku atau cuma sekedar test case apa air mataku masih ada karena sudah lama sekali rasanya air mata ini tak jatuh.
Kadang tersenyum, betapa lucunya hidupku selama ini. Selalu ada yang datang dan pergi sesuka hati. Menyisakan satu warna, satu kenangan, satu pelajaran. Aku menunggu saat itu kembali.
Barangkali aku memang gila. Mencoba menikmati setiap emosi yang muncul dalam hati, mencoba membangkitkan yang selama ini hilang. Senyum, tangis, tawa, marah, cinta....
Barangkali aku cuma mencoba untuk Qona'ah, hidup apa adanya, menerima yang kudapat, berbahagia dengan keadaan.
Aku bahagia, itu pasti. Tapi aku hampa dan itu nyata...
Maki aku agar aku marah, sakiti aku agar aku menangis, dan becandalah denganku agar aku tertawa.
Mestinya aku senang karena tak ada masalah yang mesti memeras otakku. Tak ada sedih yang menguras air mataku. Tapi tak punya masalah dan hanya menyisakan hampa ternyata menyiksa.
Tugas kantor bukan masalah, itu cuma sekedar rutinitas yang kutahu apa yang mesti dikerjakan dan jam berapa harus selesai. Uang? bukan lagi masalah. Bukan karena aku sudah kaya, tapi karena kebutuhanku tak bertambah dan tak berkurang, pendapatanku tak juga tambah tapi jangan sampai berkurang. Cinta? ah sudah biasa jatuh cinta dan sudah biasa sakit hati, udah baal alias kebal. Ada tingkat toleransi terhadap rasa sakit yang membuatku tak lagi patah hati, tak lagi sedih. Semuanya jadi serba mudah.
Kadang aku menangis tanpa alasan. Bukan menangisi hidupku, bukan tangis haru, aku hanya menangis. Barangkali aku hanya ingin membersihkan mata ku atau cuma sekedar test case apa air mataku masih ada karena sudah lama sekali rasanya air mata ini tak jatuh.
Kadang tersenyum, betapa lucunya hidupku selama ini. Selalu ada yang datang dan pergi sesuka hati. Menyisakan satu warna, satu kenangan, satu pelajaran. Aku menunggu saat itu kembali.
Barangkali aku memang gila. Mencoba menikmati setiap emosi yang muncul dalam hati, mencoba membangkitkan yang selama ini hilang. Senyum, tangis, tawa, marah, cinta....
Barangkali aku cuma mencoba untuk Qona'ah, hidup apa adanya, menerima yang kudapat, berbahagia dengan keadaan.
Aku bahagia, itu pasti. Tapi aku hampa dan itu nyata...
Maki aku agar aku marah, sakiti aku agar aku menangis, dan becandalah denganku agar aku tertawa.
Wednesday, April 06, 2005
Love story
Kangen pengen jatuh cinta lagi.... Dewi benar, barangkali selama ini gue belum menemukan cinta yang benar-benar cinta. Yang gue rasa cuma perasaan deg-degan saat ketemu, kangen kalau ga ketemu, ditambah bumbu hasrat. Tak pernah ada patokan cinta..seperti pernah gue dapat dan rasa dengan si anu. Buat gue tiap kali jatuh cinta akan memberikan kesan sendiri.
Cinta pertama, cowok paling pendiam yang pernah gue tau sampai sekarang. Punya jiwa pemberontak meski jarang diperlihatkan. Darinya gue kenal lupus, olga, lima sekawan.. huhu cinta monyet gue, pa kabar?
Cinta kedua, tadinya dialah sosok yang paling pas jadi suami gue... DULU..untung ga jadi, hidup buat Bea cuma untuk hari ini, besok, ya gimana besok aja..
Cinta ketiga, indahnya, kutu buku, multitalented deh. dia yang mengajarkan gue pada dunia. membuat gue percaya diri, percaya pada kemampuan gue. sayang dia ga pernah tau gue sayang banget sama dia. it's enough for me to be his best friend. ga lebih.. hiks
Cinta keempat, love him because he's so sexy.. cuma fisik. love him, hate him and comes to nothing. now we're a good friend... he's always there for me.
Cinta kelima, a movie freak. love him, hate him.. still :P tak pernah lagi bicara... kesunyian ada akhir dari hubungan kami.
Cinta keenam, hah.. beneran jatuh cinta sama dia ga ya.. love him, never hate him and.. gantung deh.. bukan lagi teman dekat, bukan lagi cinta.. perasaan gue masih ga jelas.
Cinta ketujuh... buruan dateng dong. gue sudah melangkah jauh meninggalkan yang keenam, dan ga pengen balik kemasa lalu..
kangen pengen jatuh cinta. kangen sama rayuan gombalnya, kangen sama senyuman sendiri, kangen rasa deg-degan.
Cinta selalu jadi perasaan paling indah yang dimiliki manusia. Gue ga pernah takut jatuh cinta, tak pernah jera karena rasa sakit adalah bagian darinya. takut sakit hati berarti takut menghadapi hidup. dan takut menghadapi hidup... mati aja mendingan :P
Cinta pertama, cowok paling pendiam yang pernah gue tau sampai sekarang. Punya jiwa pemberontak meski jarang diperlihatkan. Darinya gue kenal lupus, olga, lima sekawan.. huhu cinta monyet gue, pa kabar?
Cinta kedua, tadinya dialah sosok yang paling pas jadi suami gue... DULU..untung ga jadi, hidup buat Bea cuma untuk hari ini, besok, ya gimana besok aja..
Cinta ketiga, indahnya, kutu buku, multitalented deh. dia yang mengajarkan gue pada dunia. membuat gue percaya diri, percaya pada kemampuan gue. sayang dia ga pernah tau gue sayang banget sama dia. it's enough for me to be his best friend. ga lebih.. hiks
Cinta keempat, love him because he's so sexy.. cuma fisik. love him, hate him and comes to nothing. now we're a good friend... he's always there for me.
Cinta kelima, a movie freak. love him, hate him.. still :P tak pernah lagi bicara... kesunyian ada akhir dari hubungan kami.
Cinta keenam, hah.. beneran jatuh cinta sama dia ga ya.. love him, never hate him and.. gantung deh.. bukan lagi teman dekat, bukan lagi cinta.. perasaan gue masih ga jelas.
Cinta ketujuh... buruan dateng dong. gue sudah melangkah jauh meninggalkan yang keenam, dan ga pengen balik kemasa lalu..
kangen pengen jatuh cinta. kangen sama rayuan gombalnya, kangen sama senyuman sendiri, kangen rasa deg-degan.
Cinta selalu jadi perasaan paling indah yang dimiliki manusia. Gue ga pernah takut jatuh cinta, tak pernah jera karena rasa sakit adalah bagian darinya. takut sakit hati berarti takut menghadapi hidup. dan takut menghadapi hidup... mati aja mendingan :P
Friday, April 01, 2005
Pertanyaan Untuk Tuhan
Kamu ada dimana sih? Kamu sedang apa ketika manusia menangis, merangkak keluar dari bebannya? Apa Kamu tertawa melihat itu semua? apa seperti Grand Master Utut Adianto memainkan bidak caturnya? Skakmat, kalian mati HAHAHAHA!!
Apa yang sebenarnya Kamu inginkan atas manusia? kalau kebahagiaan jawabannya, kenapa kamu berikan derita? Apa Kamu tulis semua nasib manusia dalam sebuah skenario panjang lengkap dengan plot, setting dan ending cerita? Kamu tinggal duduk seperti Dimas Djayadiningrat dengan toa dan bilang, CUT!! pindah ke scene berikutnya dalam hidup ini.
Apa Kamu atur hidup sedemikian rupa? Jika iya, kenapa mesti marah waktu penduduk kota Sodom melakukan "penyimpangan seks" dan Kamu tenggelamkan kota itu di laut hitam? Kenapa mesti mengirimkan burung dengan membawa batu dari neraka untuk menghancurkan tentara gajah raja Ababil yang berniat mindahin Ka'bah ke Afrika? Kalau Kamu sudah menuliskan peran manusia, kenapa mesti Kamu siksa untuk sebuah tindakan yang sudah Kamu tentukan dalam skenario hidupnya? Apa bidak caturMu bergerak sendiri tanpa kendali?
KataMu setiap orang punya jodohnya masing-masing. Takarannya apa ya? Kenapa mesti ada perceraian? Apa karena jodohnya bukan dia? Wah bisa empat lima kali kawin karena jodohnya bukan yang satu, dua atau tiga. Bisa kawin empat kali karena Tuhan kasih jodoh empat orang, mana bisa begitu??
KataMu semua manusia itu sama, bahwa Tuhan itu satu. Tapi kenapa Kamu larang aku mencintai dia yang lain agama? lain iman?
Segitu saja Tuhan, pertanyaan dasar yang tak pernah ku dapat jawaban memuaskan. Please jangan pakai alasan bahwa agama punya dua penjelasan Ta'a Budi dan Ta'a Quli, ada sesuatu yang bisa dijelaskan dengan nyata/ilmu dan ada yang tidak. Karena bagiku, segala sesuatu punya penjelasan dan alasan.
Aku senang menyembahMu mesti tak nyata, tak berbau tak bergerak. Ada rasa damai yang seolah membuatMu menjadi nyata dan dekat. Jawablah karena Aku MencintaiMU, Tuhan.
Apa yang sebenarnya Kamu inginkan atas manusia? kalau kebahagiaan jawabannya, kenapa kamu berikan derita? Apa Kamu tulis semua nasib manusia dalam sebuah skenario panjang lengkap dengan plot, setting dan ending cerita? Kamu tinggal duduk seperti Dimas Djayadiningrat dengan toa dan bilang, CUT!! pindah ke scene berikutnya dalam hidup ini.
Apa Kamu atur hidup sedemikian rupa? Jika iya, kenapa mesti marah waktu penduduk kota Sodom melakukan "penyimpangan seks" dan Kamu tenggelamkan kota itu di laut hitam? Kenapa mesti mengirimkan burung dengan membawa batu dari neraka untuk menghancurkan tentara gajah raja Ababil yang berniat mindahin Ka'bah ke Afrika? Kalau Kamu sudah menuliskan peran manusia, kenapa mesti Kamu siksa untuk sebuah tindakan yang sudah Kamu tentukan dalam skenario hidupnya? Apa bidak caturMu bergerak sendiri tanpa kendali?
KataMu setiap orang punya jodohnya masing-masing. Takarannya apa ya? Kenapa mesti ada perceraian? Apa karena jodohnya bukan dia? Wah bisa empat lima kali kawin karena jodohnya bukan yang satu, dua atau tiga. Bisa kawin empat kali karena Tuhan kasih jodoh empat orang, mana bisa begitu??
KataMu semua manusia itu sama, bahwa Tuhan itu satu. Tapi kenapa Kamu larang aku mencintai dia yang lain agama? lain iman?
Segitu saja Tuhan, pertanyaan dasar yang tak pernah ku dapat jawaban memuaskan. Please jangan pakai alasan bahwa agama punya dua penjelasan Ta'a Budi dan Ta'a Quli, ada sesuatu yang bisa dijelaskan dengan nyata/ilmu dan ada yang tidak. Karena bagiku, segala sesuatu punya penjelasan dan alasan.
Aku senang menyembahMu mesti tak nyata, tak berbau tak bergerak. Ada rasa damai yang seolah membuatMu menjadi nyata dan dekat. Jawablah karena Aku MencintaiMU, Tuhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)