Wednesday, December 12, 2007
Semangat! Semangat!
Kemarin bisa saja semua hal berjalan seperti yang gue harapkan. Hari ini semua berantakan.
Tapi yang tidak boleh hilang dari diri adalah semangat untuk menjalaninya, meski itu tidak sebaik harapan.
Semangat, semangat!
Gue pernah lewatin masa-masa sulit tapi survive, maka mestinya kali ini pun gue selamat.
Pasti ada jalan keluar untuk setiap masalah, Allah yang baik pasti kasih terang diantara gelap.
Ibarat toleransi badan terhadap obat, maka hati ini mestinya lebih kuat hadapi cobaan.
Semangat, semangat!
Masa depan ga akan berubah sendiri tanpa ada usaha. Selama udara masih mengisi relung jantung, harap tak boleh putus, usaha tak boleh berhenti.
Kang Dion pernah bilang, orang berbakat itu banyak di dunia tapi yang punya kemauan untuk maju bisa dihitung jari. Dimana ada kemauan disitu ada kemampuan. Meski aral melintang, gue pasti mampu!
Semangat, semangat!
Doakan saya kawan! mencipta hari semakin indah dari yang sudah ada.
Wednesday, December 05, 2007
Mesti gimana yah
Yang gue tahu, hati ini bergetar tiap kali didekatnya. Tenang disampingnya. I wanna share my life with him.
Gue tak bisa bertanya karena hanya tak ingin kehilangannya. Salah bertanya sesat dihubungan nanti :)
Barangkali terlalu tinggi berharap. Berangkali tak pantas berharap.
Kenapa cinta ini membuat gue sedih yah. Semua jalan buntu. I just cant think!
or Maybe he is just not in to me...
Kalau kemarin gue bisa bertahan melihat dia bersama yang lain. Apakah lain kali bisa? Entahlah.
Apa sebaiknya kukatakan saja, aku cinta kamu lalu pergi menghilang. Aku bilang atau tidak, suatu saat hubungan inipun kan berakhir. Dia jadi milikku atau tidak sama sekali.
Sunday, December 02, 2007
Googling
"She is really pretty", as he claimed his ex. Arrghhhh. Dont you even know how I feel for you. The hell with her face, her looks. I am jealous. I am jealous on your past!
Then I remembered my Ram. Once he was so mad at me for showing our stories on the web. He was googling, either me or himself. He said I was being unfair to ourself, to his future lovers and to my future husband. The one that loves us in the future might jealous on our stories in the past. Oh my dear Ram, why you always be the right one. I feel it right now. How come Im jealous on somebody's old stories.
Google will show the old faces, stories and memories in a minute. I almost forgot his loving face look like then I click image and put his name on, there he is, as cute as he always be :). Then the memories rised up again. Did you do the same when you miss me? If you miss me. Google is always there to connect our memories. Just googling me, then you will find me there, smilling, the smily face that you love once :)
And for you my stupid love one, could you just googling me sometime and found out how great I am with all the image and stories about me. You might realized that I do mean to you silly.
Monday, November 26, 2007
Nikah atau Kuliah?
Keduanya sedang keluar masuk hati dan pikiran gue saat ini. Barangkali itu juga yang bikin gue sakit kepala plus demam tiga hari terakhir ini :P
Kuliah sudah menjadi obsesi selama tiga tahun terakhir ini. Menikah justru muncul dalam beberapa hari terakhir, saat gue lihat wajahnya yang bersinar. Kenapa jauh gue cari cinta kalau ternyata makhluk manis ini ada disekitar gue :). Kamu bikin saya berpikir ulang tentang kuliah. Sayang lagi-lagi kamu tak tahu itu.
Kemarin malam pulang mencari "the sign" untuk kuliah menuju ke kos, seorang anak kecil kira-kira berumur 2 tahun teriak sambil membuka tangannya ke arah gue "MAMA". My heart melted down in sudden! Dear God, is this the sign that you gave me?
Gue cuma tersenyum sambil meringis dalam hati. Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari anak itu. Do I look like her mom? Biological clock gue tikling lagi deh. Apa iya sudah waktunya gue beranak pinak?
Hari ini gue baca-baca situs tentang single parent cuma untuk bahan siaran. Tiba-tiba temen gue cetingan,"apa lo berencana jadi single parent?" Gue bilang, "pernah kepikiran sih. Tapi hanya dengan bibit terbaik, Ramy!"
Sebelumnya the man from my past asked me to have fun tonight. I said no, not because I didnt want to. It was the opposite, I might want a seed from him. Tapi gue belum siap untuk itu. Masih terus menimbang Nikah atau Kuliah, tapi the signs for the last three days leading me to the first one..... aaarrghhhh... sayang yang gue mau tak pernah tau.
Sunday, November 25, 2007
Kugapai Bintang
It is like talking to myself. Apa yang gue dapet sekarang tak pernah gue dapet dengan mudah. Semua melewati perjuangan, keringat dingin sampai pada penghinaan. Waktu SD, tiap bulan gue berdiri di kantor kepala sekolah cuma untuk mendengar ceramah kepala sekolah gue Ibu Ngadimi menghakimi papi sama mami karena sering terlambat bayar sekolah. Di kelas enam, gue sebagai sekretaris kelas sibuk sekali menyiapkan acara pembagian rapor caturwulan kedua. Tapi ketika semua orang pulang, rapor gue tetap ditahan Ibu Lis dan gue disuruhnya pulang untuk ambil uang SPP yang belum lunas ketika itu. Sakit hatinya sampai sekarang ibu guru yang terhormat. Saya ranking satu tapi tak bisa menerima rapor hanya karena tak mampu bayar SPP.
Di SMP, cerita berubah sedikit. Meski tetap bolak balik ke ruang wakil kepala sekolah Pak Ahmad karena lagi-lagi terlambat bayar SPP, gue semakin cuek. Datang ya datang tapi itu tak bikin gue minder di pergaulan. SMP semuanya indah. Kawan-kawan yang baik hati, bapak ibu guru yang sayang banget sama gue-hmm karena gue pinter :P- dan moment jatuh cinta yang terus bikin melayang setiap saat.... Hello my first love Yudhistira. Apa kabar?
Lulusan terbaik di tingkat kelas mengantarkan gue di sekolah, lumayan favorite SMAN 47. Nightmare! lagi-lagi masalah ekonomi. Kali ini bukan masalah dengan sekolah tapi dengan kawan-kawan. Nita yang penuh percaya diri, tak muncul di SMA. Semua menakutkan! gue cuma jadi pujaan kawan ketika musim ujian tiba. Prestasi terbaik di SMA apa yah, hmmm juara dua puisi tingkat sekolah ha ha ha.... pernah tampil di panggung bersama-sama teman teater. Terus..... ga ada lagi! Ngga banyak kenangan manis waktu SMA, barangkali karena gue dipusingkan masalah keluarga.
Ikut UMPTN atas desakan guru sejarah di SMA karena dia yakin banget gue mampu. Bayangkan, justru pak Jaya yang yakin sama kemampuan gue :P. Akhirnya gue dapet dipilihan pertama, Kriminologi. Papi cuma bayarin gue di empat semester pertama, selebihnya gue dibiayain yayasan Supersemar (ambil uangnya, benci orangnya!) dan bantuan dari kampus. Papi kemudian pensiun, situasi makin sulit.
Mami terpaksa jualan sayur, gue jualan makan siang di kampus supaya bisa dapat ongkos pulang ke rumah. Nahan lapar kadang-kadang karena cuma modal uang 2000 rupiah buat pulang pergi naek Deborah. Phewww hard times. Meski begitu kawan-kawan di kampus baik. Sesekali gue dapet kerjaan dari Ena buat survey, rekrut orang untuk FGD. Tugas kampus diketik di rumah Amel atau Cindy yang punya komputer. Yah nebeng sana sini lah. They all good to me, hiks, kangen sama kalian.
Gaji di MS3 itu buat modal skripsi. Gaji 40 rebu dari siaran pertama ditambah 300 dari status honerer, lumayan buat foto kopi serta jilid skripsi :). Untung sahabat-sahabat disana mendukung, Mas Dion, Mas Dono, Lola, bahkan ibu Cay memperbolehkan gue bermalam-malam menginap di kantor buat ngetik skripsi hihii. Tapi di rumah, lagi-lagi kami diusir oleh si empunya rumah karena dianggap tak mampu bayar kontrakan. Papi pensiunan, mami tak bisa meneruskan dagangan, gue.... gaji itu harus ditabung buat skripsi.
Semua hal berat yang gue pernah lewatin itu akhirnya membuat gue keras meski terus mencoba untuk tegar. Cita-cita gue cuma satu, Menjadi KAYA. Jadi orang miskin itu tidak enak, selalu dihina. Gue masih mengumpulkan pengalaman hidup, pengalaman kerja sampai mencoba untuk kembali sekolah. Ini adalah cara gue untuk menjadi Kaya yang sesungguhnya. Gue ga pengen kaya dari hasil kerja orang lain, tapi harus kaya dari keringat gue sendiri.
Kalau kemarin gue merasa dihina oleh salah satu konsuler pendidikan di Belanda, suatu saat gue akan tampil dihadapannya untuk menyerahkan fotocopian gelar master dihadapannya. Apa yang gue cita-citakan akan selalu bisa gue dapat!
Tuesday, November 20, 2007
Reborn
I am in love and love the one that I want. I love him as much as I love myself.
He brought me back to life and gave me so much love.
Too many beautiful things to be regret of in the past. Let gone be by gone.
I love today and the future.
Carry me on to heaven or let me live in my peaceful life.
I love today as I fall in love again with me and him.
Brighten my days with love.
I wont cry anymore, I wont complaint anymore.
Life and love had giving me so much.
Thank you for introduce me to love and make me reborn.
Meet the new Nita. I wont angry even if you dissapointed me. I wont cry even if you hurt me.
Me, the untouchtable. Me, the invisible.
Sunday, November 04, 2007
Sunday, October 28, 2007
This Girl
leave all the memories and the stories behind,
and find a home of her own.
This girl wants to die to forget the hurts that hide inside,
if life gives nothing but pain,
why not starting to get herself insane.
This girl needs to be loved,
from the one that she wants,
the one that she will never had.
Tuesday, October 23, 2007
Cuma Kangen
Barangkali memang salah gue menempatkan perasaan itu pada bukan manusia. Hatinya batu!
Kata orang sekeras apapun batu akan lapuk dengan tetesan air yang konsisten, sekeras apapun hati akan melunak dengan cinta. Well, it wont work with him!
Dia bukan manusia. Hatinya keras melebihi batu, otaknya tak bisa menyimpan memori indah kecuali hitungan logika. Salah gue mencintai robot.
Sakit perut gue sesakit hati ini. Kalau perut bisa keluar sama mencret, hati gue sudah ga bisa bikin mata ini nangis.
I hate to love him. Hate can turn to love as my love is turning to be hate.
Monday, October 22, 2007
Dhani Majnun
Kemudian suami yang baik, adalah suami yang bisa menutupi kesalahan istri dan tidak mengumbarnya ke publik.
Dan ini yang paling menyakitkan, kenapa harus mencari dalil agama untuk membenarkan syahwat yang berlebihan itu! Apakah hanya dia yang paling tahu soal kebenaran agama? Janganlah bawa-bawa agama untuk kepentingan pribadi. Aa Gym pun tak bertahan sukses dengan dalil agama yang dibawanya ketika membenarkan syahwat yang berkembang.
Ah, Majnun Majnun
===================================================================
"Karena cerai itu dilarang sama agama, dibenci Tuhan, daripada cerai mendingan saya kawin lagi, berpoligami disahkan secara Islam," ujar Dhani yang mengaku sudah mendapat restu dari ibunya untuk menikah lagi
"Maia di mata saya sudah sangat hina. Kalau memang bisa dipersatukan, derajatnya sudah beda. Untuk menyamakan derajatnya itu, harus menambah satu lagi (poligami-red). Biar sama," ucapnya blak-blakkan.
"Udah nggak berhubungan badan sejak 17 November tahun lalu," ungkap Dhani. Menurutnya, tindakan itu adalah sebagai hukuman terhadap Maia. Istri yang tak tunduk pada suami.
Sunday, October 21, 2007
Fact Checking!
Jelas ga perlu disahkan lah kalau memang menjadi tersangka. Tapi lempar bodynya itu loh. hmmm jadi mengingatkan gue pada sejumlah kasus yang sering terjadi disekeliling, barangkali tanpa disadari.
Kita ambil contoh, di perusahaan tempat teman gue bekerja, seorang reporternya berbuat kesalahan sehingga dikomplen sama audience. Ketika komplen muncul, si reporter dipojokin, bego dasar bego, kenapa ga akurat datanya. Padahal sistem kerja sebuah berita, sebuah tayangan tidak begitu dong. Ini bukan tanggung jawab seorang.... Dari reporter kemudian editor. Seorang reporter yang baik harus fact-checking kembali bahan yang sudah didapat. Kemudian disusun dengan baik baru diberikan kepada editor, produser atau apalah namanya. Disana itu bahan tayangan tidak serta merta naik, kan ada proses editing, bukan cuma edit tulisan, baik atau tidak bahasanya, titik koma benar atau tidak. Terlebih dari itu, fact checking... duh elah. Lupa sama barang penting ini....
Jadi kalau ada kesalahan soal data, ini bukan semata-mata kesalahan reporter. Ketika komplen datang, yang maju ya editor/produser bukan coro seperti reporternya. Kan gawang terakhir dari sebuah proses output ada disana, kenapa harus muter-muter lewat pintu belakang.
Inget film "Shattered Glass"? editornya Michael Kelly membantu si pengkhayal Glass menutupi kesalahan data dalam artikelnya di The New Republic tahun 1990an (ini cerita bener), sampai akhirnya dia dipecat karena hal itu. Editor Lane yang menggantikan Kelly akhirnya menemukan kesalahan fatal dari Glass. Setelah itu seluruh staf meminta maaf kepada para pembaca atas kesalahan dalam artikel yang pernah ditulis Glass.
Pheww... kalau saja semua tau tugasnya masing-masing tentu hal sepele macam begini ga perlu kejadian... Termasuk di gedung Parlemen terhormat itu. Akui saja , anda salah tidak melakukan verifikasi dengan benar, bahkan tidak ngerti verifikasi itu apaan... Cape deh kalau punya wakil rakyat beginian.
Thursday, October 18, 2007
Perempuan, Bola dan TV
Sepanjang acara dia cuma kebagian cengar cengir, bertanya hal yang ga penting dan tidak diberi porsi apapun disana karena pembicaraan soal sepakbola itu sendiri cuma didominasi oleh tiga lelaki itu. Ini kemunduran buat gue ketika si perempuan itu cuma bisa bilang "Uh Ronaldo itu memang ganteng." Ya Ampun, ga penting banget kata-kata itu keluar diacara TV LIVE! simpen aja dalam hati atau saat off air.
Gue ngerasain benar kalau perempuan gemar sepakbola itu ga pernah direken. Analisa perempuan ga pernah diperhatikan karena cuma dianggap ga lebih dari analisa soal body dan tampang si pesepakbola. Mana ada pengamat sepakbola perempuan? padahal untuk jadi pengamat modalnya cuma mengamati, mengerti aturan dan analisa. Apa susahnya! semua bisa dipelajari, ga cuma laki-laki tapi perempuan juga bisa. Tapi mana ada kesempatan perempuan untuk maju di TV yang berfungsi menganalisa selain jadi penggembira, ditaruh diposisi pembawa acara atau pembawa kuis, taelah.... apa hebatnya.
Ketika muncul Tamara Gerandine, Wulan Guritno dan Annisa Pohan, gue masih menilai mereka cerdas dan mau belajar soal sepakbola. Tampil meyakinkan untuk setiap pertanyaan soal analisa pertandingan. Tapi semalam.... gubrak... ini kemunduran! kemunduran!
Menghadirkan perempuan diacara pertandingan sepakbola live itu apa fungsinya? itu dulu deh dijawab. Kalau cuma ingin menarik penonton perempuan, taelah ga penting banget. Perempuan nonton pertandingan bukan komentatornya apalagi pembawa acaranya. Semalam itu pembawa acara perempuan tak lebih cuma jadi penggembira.... untuk siapa? yah untuk para komentator itu kalee.
Sunday, October 07, 2007
Pembuka
Ternyata kalimat pembuka bukan cuma sulit ditemukan oleh penulis. Termasuk juga pencinta rasa. Kalau salah memilih menu pembuka, bisa-bisa hilang selera makan selanjutnya.
Beberapa hari ini gue kesulitan menemukan pembuka untuk sebuah masalah yang dihadapi. Termasuk untuk sekedar curhat di blog ini. Bisakah gue memulainya dengan kesimpulan, aku telah gagal menjadi orang yang baik. Bisakah kalimat itu keluar tanpa memunculkan pertanyaan berikutnya "kenapa"
Gue ga bisa menjawab pertanyaan sederhana itu, karena sebab tak terungkap, hanya akibat yang kini gue tanggung. Sebabnya sangat pelik, tak akan selesai dalam 15 halaman novel-yang tak pernah selesai itu. Atau mendengarkan cerita gue semalam suntuk. Akumulasi sebuah kehidupan membuat gue pada kesimpulan, aku gagal.
Kalau gue mulai dengan kalimat Aku pencundang, aku telah gagal. Bisakah gue tutup cerita itu dengan kalimat yang sama. Arrgh gue bahkan tidak tahu apa yang sedang gue bicarakan saat ini. Shit
Saturday, September 29, 2007
Mc.Donald Saved My Life
Yogyakarta, Januari 2003. Empat hari di Yogya, gue diare gara-gara sambel mentah di stasiun bis Purwokerto. Gue ga berani makan pinggiran dan hanya bergantung pada Mc.D. Liburan berantakan gara-gara sakit perut huhuhu... untung ada Mc.D
Jerman, Mei-Juli 2006. Enam minggu di Jerman, persis di hari pertama gue merasakan Mc.D eropa untuk pertama kalinya. Ga ada menu nasi huhuu. Tapi ayam nugget isi kejunya nikmat bener.... hmmm yummy. Ada Tee Pas, pegawai T.Punk yang ngebantuin gue translate Inggris ke Jerman untuk order menu. Mc.D nikmat Tee Pas ganteng huhuhu lengkap kebahagian gue. Selama enam minggu Mc.D di dekat Insel Hotel BadGodesberg jadi tongkrongan wajib saban sore. Cuma itu yang gue yakin halal ha ha ha, meski gue akhirnya sempet colongan makan sosis babi dua kali :)
Thailand, Mei 2007. Tiga minggu di Thailand, lagi-lagi untuk alasan halal gue memilih Mc.D untuk makanan sehari-hari. Sebenarnya bisa aja sih nanya ini babi atau ayam, kalau mereka ga bisa pake bahasa lisan, maka pake gerakan...mengepakan sayap misalnya. Ah daripada jadi tontonan orang sekitar, pilih aman makan Mc.D
Kalau sedang jauh harus gue akui, kapitalisme dan globalisasi menyelamatkan keyakinan dan urusan perut gue. Kalau sekedar keliling Indonesia, cukup warung nasi Padang penyelamat lidah.
Kalau hari ini badan gue membengkak.... hmm.... ini pasti kesalahan junk food :P
Tuesday, September 25, 2007
Cinta Untuk Gue
Dua tahun setelah putus sama pria ganteng kribo itu tak ada satu cinta yang mampir dihati. Kata mereka, gue pemilih. Lagi-lagi gue bilang, "ya iya lah, secara gue pernah dengan seseorang yang menurut gue "sempurna", masa asal mau begitu aja."
Tapi di satu sisi lain dalam hidup gue terisi oleh Eric, pria yang hanya gue kenal dari kata-kata indahnya. Dia menemani gue selama hampir dua tahun ini. Kisah kami indah, berliku dan tak akan pasti. Eric bilang dia cinta mati sama gue. Ah hidup ini aneh, cinta mati gue habis sudah buat si kribo, tak ada sisa untuk siapapun. Eric datang dengan cintanya, gue cuma sayang tak bisa lebih dari itu.
Malam ini untuk pertama kalinya dalam dua tahun gue sama Eric berantem, "I feel like Shit!" itu kata-kata dia sebelum sign out dari gmailnya. Gue cuma bilang "dont waste your energy by saying any word any more." Then gue sign out.
Empty!, that is exactly how I feel right now. Eric baik, Eric dan gue sama-sama sakit, barangkali jiwa dan raga, tapi selama dua tahun ini kami saling berbagi dan mengisi. Malam ini, kosong. Barangkali cinta itu tak pernah buat gue, tidak dari si kribo tidak juga dari yang lain. Betapapun kerasnya usaha gue mempertahankan sebuah hubungan, tak ada happy ending, ah jangan-jangan kesalahan itu justru ada pada gue.
Seorang bilang "love comes when you are not looking", barangkali saatnya gue berhenti mencari bahkan mengingini.
Saturday, September 22, 2007
Jangan Terlalu
Lain hari dia bilang lagi "hush jangan bilang kamu terlalu cinta, nanti kalau ketahuan jeleknya, kamu bisa benci setengah mati loh."
Ternyata kata "jangan terlalu" itu berlaku untuk semua hal, pada siapa atau pada apapun. "You will become what you hate" ngeri ga lo. Kalau gue benci sama J.LO dan kemudian gue jadi dia sih alhamdulillah :)
Begitu juga adanya dengan orang-orang penganut isme-isme tertentu. Sudah sama-sama dewasa, terpelajar dan tahu betul artinya toleransi, menghargai perbedaan pendapat maupun prinsip. Tapi oleh tapi, perseteruan antar isme itu masih saja terjadi. Orang yang tadinya sangat demokratis menjadi sangat TIDAK demokratis, orang yang mengaku paling Agamais, ternyata paling sering melenceng dari nilai agama. Ah...
Seperti anak-anak kecil saja yang masih perlu diajarin, apa perlu gue panggil mami buat mengajari kalian?
Perang Para Penyair
di sela gigiMu!
seruKu
sambil menjauhkan mulutKu
dari mulutMu
yang ingin mencium itu.
bangkit dari sela kata kata puisi
tersesat dalam mimpi
tercampak dalam igauan birahi semalaman
dan menyapa lembut
dari mulut
antara langit langit dan gusi merah mudaMu
yang selalu tersenyum padaKu.
tapi bersihkan dulu gigiMu
sebelum Kau menciumKu!
******
Kepada: "Penyair Jembut" Saut Situmorang
Saut yang tak berjembut
Ada rumput
Maut
Saut yang tak berjembut
Ada kalut
Raut
Wajah Saut yang kalut
Saut yang tak berjembut
Ada hasut
Hasrat nan kusut
Ketika melepas libido kebinatangannya)
=============
Teruskan saja perang sajaknya, saya menikmati koq :)
Thursday, September 20, 2007
How can I forget?
I remember my first step to your place. I got lost somewhere in Kuningan and it forced me to walk quite far to your place, with a hot soup on my right hand, for you. You were sick at the time when we supposed to buy a new batik for you. You got diarrhea, too much duren and sate kambing. I couldn't imagine how you survive from your manly hormon that night :P. You were thrown up along the way back to your flat. You said you never been treated like it, I did great didn't I.
Ever since, whenever I go to Kuningan, I always remember you. A long the way from Setia Budi Building to Pasar Festival. You left me behind with all these memories, the places and every part of the city that always remind me of you. Tell me now, how can I forget? or maybe I don't want to forget? Why should I?
Monday, September 03, 2007
Nikahilah Aku
Bagaimana mengungkap rasa tak sekedar suka ini.
Bahkan lebih dari itu, menikahlah denganku.
Mentari pagi ceria lagi, sejingga rona dipipimu.
Aku tak bisa melepas bayangmu kali ini, tidak juga nanti.
Nikahi aku, miliki aku, hari ini.
Temani aku tak sekedar di peraduan tapi juga disela jam sibukmu.
Rasakan hangat tubuhku, yang 'kan menempel terus di hatimu dihari-harimu.
Menikahlah denganku, dengan jiwa dan ragamu.
Jawablah pintaku sebelum angin mengubah haluanku kembali.
Apa Arti Sebuah Nama
Siapa sangka papi menyimpan banyak nama dalam hidupnya. Paling tidak ada tiga nama yang disandingnya. Pertama, official name di ktp dan nomor pegawai adalah Arief Soewatno. Begitu menikah untuk kedua kalinya dengan bunda, dia berganti nama menjadi Jean Widjaya. Itu untuk menutupi agar kantor tidak tahu, mana boleh pegawai negeri berpoligami, negara tak akan menanggung kehidupan istri kedua beserta anak-anaknya. Dan juga barangkali menutupi image, reputasi papi di kantor. Okehlah, dibolak-balik alasan baik dari poligami, tak akan ada! Trust me lah untuk yang satu ini.
Nah sekarang pernikahan Lina tinggal hitungan hari. Gue kembali memastikan, papi gue siapa namanya? Apa pake nama diakta kami, Jean Widjaya, atau di kepangkatan Arief Soewatno, atau nama lahirnya Ahmad Soewatno? Mami Cuma bilang singkat, Ahmad! Awas kalau komentar lagi…..