Gue bahkan ga ingat kapan terakhir ke mal dan menengok brand Raoul. Brand yang suatu kali pernah gue lihat model kemeja dan gaun-nya bersama Mas Dono di Senayan City. Yang paling gue inget adalah itu tahun 2007/8 dan kata Mas Dono,”tren nya warna ungu nit.” Dan kami sedang berada di stand Raoul. Gue rasa masih liat Raoul setelah itu.
Lalu tidak pernah terlintas sedikit pun untuk menyimpan momen bahkan nama brand itu di kepala gue.
Sampai kemarin gue bertemu seorang produser film berasal dari India.
Bersama Dudu dan Agnes, kami mewawancarai dia. Sepanjang wawancara berlangsung yang gue perhatikan adalah pakaian, jam tangan, model kacamata sampai celana khaki yang dipakainya. Cara dia bicara, sikap tubuh dan suaranya. Mungkin karena gue ga harus konsentrasi untuk menerjemahkan, since dia lancar berbahasa Inggris. Buat si produser ini menyebutkan usia di depan orang asing akan bawa hal buruk. Whatever..
Selesai wawancara lalu meluncurlah dari mulut gue kepada Dudu dan Agnes,”kemeja yang dipakainya itu merk Raoul. Cuma brand itu yang cukup gila mengeluarkan kemeja berwarna ungu untuk pria. Coba tanyakan deh. Dan dia belum nikah, berarti belum 30 tahun let say 25-27, late 20s lah.”
Keesokan harinya pada sesi foto untuk si produser, Dudu menelpon gue,” Raoul, it is Raoul. How the hell do you know it? Dan dia 25thn. Nita, harusnya lu jadi detektif aja. You go on detils.”
Amazed. Gue sendiri aja kaget kenapa detil itu muncul di kepala gue. Sesuatu yang tidak pernah terpikir masih nyangkut di memori otak tibatiba memberikan informasi itu. Sementara soal usia, sepengetahuan sederhana tentang budaya India adalah soal perjodohan. Sekedar menebak saja sebenarnya kalau di usia 30an mereka umumnya sudah menikah dan kalau dia belum menikah artinya belum dianggap cukup umur untuk dijodohkan. Tarrraaa terlepas dari alasan yang benar atau salah, tebakan usia itu benar adanya.
Mungkin harusnya jadi detektif aja hahaha. Tapi apa yang gue kerjakan sekarang juga ga jauh dari urusan riset dan analisa plus kudu kreatif. Sedangkan detil itu terasah akhirnya sejak ngurusin event, go for detils yang mungkin tidak sempat dipikirkan orang lain. So afterall, I am an agent Nita
Thursday, August 18, 2011
Jangan Poligami, Please….
Maka bertemulah saya dengan seorang perempuan terpelajar lulusan luar negeri dengan title doctor yang mempromosikan poligami itu baik adanya untuk mendekatkan perempuan kepada Allah. Allah adalah Tuhan yang maha besar, Dia layak mendapatkan pelayanan umatnya dari banyak cara, tanpa harus lewat poligami.
Perempuan itu duduk di sebelah saya. Mungkin dia bisa menebak air muka saya yang tidak terkesan ketika dia bicara panjang lebar pada teman saya tentang indahnya poligami.
Dia lalu bertanya,”menurutmu gimana tadi penjelasan saya?.”
Saya,”bagian yang mana ya bu?”
Dia yang bersuara lembut itu pun cuma tersenyum. Saya mengerti arah pertanyaannya.
Saya tahu berdebat tentang landasan agama dengannya adalah kesia-siaan, pun saya bukan ahli soal agama. Inilah yang paparkan pada si perempuan pendukung poligami itu.
***
Usia saya kira-kira baru 5 atau 6 tahun. Terlalu kecil sebenarnya untuk mengingat sesuatu dan saya tidak ingat banyak tentang masa itu kecuali sebuah pertanyaan tetangga,”papimu kemana nit? Ke mami mu yang di lebak bulus yah?”
Yang saya ingat adalah saya menangis pulang dan bertanya pada mami saya,”emangnya nita punya mami lain mam?
Mami nita kan cuma mami ya kan?”
Seingat saya mami menangis untuk pertanyaan itu.
Usia saya sekarang 33 tahun, tapi kenangan tentang pertanyaan, reaksi saya dan mami melekat terus sampai hari ini. Lalu kenangan tentang perempuan yang teryata “mami yang lain” itu muncul sepotong-sepotong.
Tidak mudah bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa mami saya ada dua orang. Kenyataan bahwa mami saya adalah yang kedua, tetangga yang mencibir mami karena dianggap mencuri suami orang dan saya adalah anak mereka, ketakutan kakak saya dari mami pertama akan membenci saya, itu semua menghantui saya sepanjang hidup. Bahkan sampai saya menuliskan ini.
Baru di bangku SMP seingat saya ketika mami yang akhirnya saya tahu adalah untuk kesekian kalinya meminta cerai pada papi saya. Pulang sekolah saat itu ketika papi meminta saya dan adik saya memilih mau tinggal dengan siapa, mami atau papi. Yang saya ingat, saya menangis sejadi-jadinya. Bagaimana mungkin memilih karena saya menyayangi keduanya dengan sangat. Alasan mami meminta cerai adalah karena papi menikah untuk ketiga kalinya.
Saya sama sekali tidak membenci papi karena dia selalu adalah ayah terbaik yang pernah ada. Papi selalu ada untuk kami, untuk saya yang menjadi anak terdekatnya meski selalu berdebat tentang apapun seperti remote tv.
Tapi saya tahu mami menderita. Satu-satunya alasan kenapa dia bertahan dalam rumah tangga poligami adalah kami anak-anaknya, dia takut kami tidak bisa sekolah tinggi dan kehilangan figure ayah. Bertahan atau bercerai, in the end adalah buruk bagi kami… anak-anak mereka.
Poligami papi tentu saja terjadi sampai beliau meninggal dunia 2003 lalu. Saat itulah untuk pertama kalinya kesebelasan anaknya berkumpul. Itu pun masih diwarnai pertengkaran hebat tentang siapa yang berhak menentukan dimana papi akan dimakamkan. Ketika itu saya ingat betul, saya berdiri di tengah rapat keluarga besar dengan melayangkan telunjuk saya berteriak,”ANJING kalian semua, papi sakit ga ada satu pun peduli merawat, sekarang papi mati semua merasa perlu berjasa. Tidak ada yang boleh menyentuh papi kecuali GUE.”
Mami pertama pingsan, mami saya menangis sejadi-jadinya.
Anyway, saya tidak tahu bagaimana cara papi membagi waktu bagi ketiga keluarga yang dia bangun sementara kami tinggal di rumah berbeda. Kalau kejadiannya hari ini ketika Jakarta macet tentu papi saya ga jadi hebat dalam manajemen waktu.
Kami anak-anak papi ada 13 ekor. Tidak pernah terlintas sedikit pun apa jadinya kalau dulu kami berada di satu rumah besar dengan tiga mami. Tapi saya yakin masalahnya tetap sama, kami pun tidak akan rela berbagi ayah dan menerima kenyataan mami kami menderita.
Jadi kenapa kami, anak-anak ini tidak pernah ditanya dan dimintai persetujuan ketika ayah memutuskan poligami dan ibu akhirnya memutuskan menerima. Kami anak-anak poligami ini sama sakitnya, sama menderita sekalipun ayah ada dimana kami butuhkan.
***
Saya,”begitulah ibu. Saya menentang poligami karena saya tahu persis rasanya hidup dalam keluarga poligami. Saya tidak bicara atas nama ibu saya, tapi ini dari sisi saya, anak.”
Lalu perempuan ibu berkata,”Subhannallah. Jika semua dijalankan dijalan Allah, semua akan baik adanya.”
Say WHAT?? Sekarang dia bilang ayah saya salah dan berdosa karena poligami tidak dijalan Allah.. oh yeah great…
Saya sekali lagi menahan diri, percuma berdebat soal agama ketika hatinya tidak pada nilai manusia dan pemujaan tanpa isi kepala.
Untuk papi di alam baka, papi tercinta yang mengajarkan saya tentang hal paling berharga sepanjang masa, kasih sayang. Tidak ada secuil pun niat menuliskan ini untuk mengumbar “aib” keluarga. Yang saya inginkan adalah para lelaki dan perempuan tolong jaga perasaan anak-anak anda. Tolong, I’m begging you not to be a selfish parent.
Untuk mami, I love you with all of my hearts. Tidak ada kata “Tidak” untuk apa pun yang mami pinta dari saya. Saya tidak bisa menyembuhkan sedih mami terdahulu, tapi saya yakin bisa membuat mami bahagia sekarang dan nanti.
Writing Is Good For Your Soul… I’m kind of relieving now… semoga berguna.
Perempuan itu duduk di sebelah saya. Mungkin dia bisa menebak air muka saya yang tidak terkesan ketika dia bicara panjang lebar pada teman saya tentang indahnya poligami.
Dia lalu bertanya,”menurutmu gimana tadi penjelasan saya?.”
Saya,”bagian yang mana ya bu?”
Dia yang bersuara lembut itu pun cuma tersenyum. Saya mengerti arah pertanyaannya.
Saya tahu berdebat tentang landasan agama dengannya adalah kesia-siaan, pun saya bukan ahli soal agama. Inilah yang paparkan pada si perempuan pendukung poligami itu.
***
Usia saya kira-kira baru 5 atau 6 tahun. Terlalu kecil sebenarnya untuk mengingat sesuatu dan saya tidak ingat banyak tentang masa itu kecuali sebuah pertanyaan tetangga,”papimu kemana nit? Ke mami mu yang di lebak bulus yah?”
Yang saya ingat adalah saya menangis pulang dan bertanya pada mami saya,”emangnya nita punya mami lain mam?
Mami nita kan cuma mami ya kan?”
Seingat saya mami menangis untuk pertanyaan itu.
Usia saya sekarang 33 tahun, tapi kenangan tentang pertanyaan, reaksi saya dan mami melekat terus sampai hari ini. Lalu kenangan tentang perempuan yang teryata “mami yang lain” itu muncul sepotong-sepotong.
Tidak mudah bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa mami saya ada dua orang. Kenyataan bahwa mami saya adalah yang kedua, tetangga yang mencibir mami karena dianggap mencuri suami orang dan saya adalah anak mereka, ketakutan kakak saya dari mami pertama akan membenci saya, itu semua menghantui saya sepanjang hidup. Bahkan sampai saya menuliskan ini.
Baru di bangku SMP seingat saya ketika mami yang akhirnya saya tahu adalah untuk kesekian kalinya meminta cerai pada papi saya. Pulang sekolah saat itu ketika papi meminta saya dan adik saya memilih mau tinggal dengan siapa, mami atau papi. Yang saya ingat, saya menangis sejadi-jadinya. Bagaimana mungkin memilih karena saya menyayangi keduanya dengan sangat. Alasan mami meminta cerai adalah karena papi menikah untuk ketiga kalinya.
Saya sama sekali tidak membenci papi karena dia selalu adalah ayah terbaik yang pernah ada. Papi selalu ada untuk kami, untuk saya yang menjadi anak terdekatnya meski selalu berdebat tentang apapun seperti remote tv.
Tapi saya tahu mami menderita. Satu-satunya alasan kenapa dia bertahan dalam rumah tangga poligami adalah kami anak-anaknya, dia takut kami tidak bisa sekolah tinggi dan kehilangan figure ayah. Bertahan atau bercerai, in the end adalah buruk bagi kami… anak-anak mereka.
Poligami papi tentu saja terjadi sampai beliau meninggal dunia 2003 lalu. Saat itulah untuk pertama kalinya kesebelasan anaknya berkumpul. Itu pun masih diwarnai pertengkaran hebat tentang siapa yang berhak menentukan dimana papi akan dimakamkan. Ketika itu saya ingat betul, saya berdiri di tengah rapat keluarga besar dengan melayangkan telunjuk saya berteriak,”ANJING kalian semua, papi sakit ga ada satu pun peduli merawat, sekarang papi mati semua merasa perlu berjasa. Tidak ada yang boleh menyentuh papi kecuali GUE.”
Mami pertama pingsan, mami saya menangis sejadi-jadinya.
Anyway, saya tidak tahu bagaimana cara papi membagi waktu bagi ketiga keluarga yang dia bangun sementara kami tinggal di rumah berbeda. Kalau kejadiannya hari ini ketika Jakarta macet tentu papi saya ga jadi hebat dalam manajemen waktu.
Kami anak-anak papi ada 13 ekor. Tidak pernah terlintas sedikit pun apa jadinya kalau dulu kami berada di satu rumah besar dengan tiga mami. Tapi saya yakin masalahnya tetap sama, kami pun tidak akan rela berbagi ayah dan menerima kenyataan mami kami menderita.
Jadi kenapa kami, anak-anak ini tidak pernah ditanya dan dimintai persetujuan ketika ayah memutuskan poligami dan ibu akhirnya memutuskan menerima. Kami anak-anak poligami ini sama sakitnya, sama menderita sekalipun ayah ada dimana kami butuhkan.
***
Saya,”begitulah ibu. Saya menentang poligami karena saya tahu persis rasanya hidup dalam keluarga poligami. Saya tidak bicara atas nama ibu saya, tapi ini dari sisi saya, anak.”
Lalu perempuan ibu berkata,”Subhannallah. Jika semua dijalankan dijalan Allah, semua akan baik adanya.”
Say WHAT?? Sekarang dia bilang ayah saya salah dan berdosa karena poligami tidak dijalan Allah.. oh yeah great…
Saya sekali lagi menahan diri, percuma berdebat soal agama ketika hatinya tidak pada nilai manusia dan pemujaan tanpa isi kepala.
Untuk papi di alam baka, papi tercinta yang mengajarkan saya tentang hal paling berharga sepanjang masa, kasih sayang. Tidak ada secuil pun niat menuliskan ini untuk mengumbar “aib” keluarga. Yang saya inginkan adalah para lelaki dan perempuan tolong jaga perasaan anak-anak anda. Tolong, I’m begging you not to be a selfish parent.
Untuk mami, I love you with all of my hearts. Tidak ada kata “Tidak” untuk apa pun yang mami pinta dari saya. Saya tidak bisa menyembuhkan sedih mami terdahulu, tapi saya yakin bisa membuat mami bahagia sekarang dan nanti.
Writing Is Good For Your Soul… I’m kind of relieving now… semoga berguna.
Sunday, August 14, 2011
mari bersaing sehat
tadinya gue udah ga mau menuliskan tentang apa sebenarnya sudah sering diingetin sama temen-temen. ini tentang perempuan intimidatif bagi lelaki bermental tempe. oops ga boleh gue seperti begitu, okeh deh.. tahu.. berformalin, kenyal, mental-mental.
untuk kesekian kalinya, gue dianggapkan menakutkan bagi orang lain. semua karena mimpi, sikap, cara berpikir bahkan ambisi, semua dianggap berlebihan. ide-ide gue yang liar, mimpi gue yang terlampau tinggi, ambisius. terima kasih untuk yang menganggap gue demikian.
dulu banget, zaman smp, sahabat gue imron pernah bilang,"lu seperti ga butuh orang cowo dalam hidup. semuanya dikerjakan dan diputuskan sendiri." loh loh loh....
years and years later... pada saat gue pikir kita sama-sama dewasa, semuanya berubah, ternyata model beginian masih saja sama.
betulkah lelaki tak suka bersaing dengan perempuan? benarkah kita tak pernah bisa jalan bareng untuk dapat satu cita-cita yang sama?
sungguh tadinya gue ga mau berburuk sangka bahwa model begini cuma ada di lelaki yang tidak berpendidikan, lemah iman *loh* tapi kalau pandangan itu justru datang dari mereka yang ada di posisi menengah keatas dalam masyarakat, gue bisa bilang apa? ampun Tuhan, segitu doang bangku sekolahan mengajarkan anda.
gue memang bukan perempuan sederhana dalam cita dan ide, pengalaman mengajarkan gue untuk tidak biasa atau nanti binasa. jadi baiklah kita nantikan saja, masa jadi ratusan juta ga ada orang segila gue sih :-P
untuk kesekian kalinya, gue dianggapkan menakutkan bagi orang lain. semua karena mimpi, sikap, cara berpikir bahkan ambisi, semua dianggap berlebihan. ide-ide gue yang liar, mimpi gue yang terlampau tinggi, ambisius. terima kasih untuk yang menganggap gue demikian.
dulu banget, zaman smp, sahabat gue imron pernah bilang,"lu seperti ga butuh orang cowo dalam hidup. semuanya dikerjakan dan diputuskan sendiri." loh loh loh....
years and years later... pada saat gue pikir kita sama-sama dewasa, semuanya berubah, ternyata model beginian masih saja sama.
betulkah lelaki tak suka bersaing dengan perempuan? benarkah kita tak pernah bisa jalan bareng untuk dapat satu cita-cita yang sama?
sungguh tadinya gue ga mau berburuk sangka bahwa model begini cuma ada di lelaki yang tidak berpendidikan, lemah iman *loh* tapi kalau pandangan itu justru datang dari mereka yang ada di posisi menengah keatas dalam masyarakat, gue bisa bilang apa? ampun Tuhan, segitu doang bangku sekolahan mengajarkan anda.
gue memang bukan perempuan sederhana dalam cita dan ide, pengalaman mengajarkan gue untuk tidak biasa atau nanti binasa. jadi baiklah kita nantikan saja, masa jadi ratusan juta ga ada orang segila gue sih :-P
Wednesday, August 10, 2011
Tun dan Gue
Tun adalah judul novel cobacoba gue yang kedua yang ditulis sampai paling tidak melewati 90 halaman hahaha. Novel pertama sudah lah itu cuma iseng, sekali lagi iseng. yang pertama prosesnya jauh lebih sederhana dan tidak pernah diterbitkan.
Proses meramu Tun itu menyita perasaan, bagaimana menjauh dari tokoh di dalamnya, juga bagaimana merangsek di dalamnya kadang-kadang. Pada Tun gue dipaksa riset lokasi yang belum pernah dikunjungi sebelumnya juga memutar ulang memori yang sudah gue lupa. Memasukkan karakter baru mulai dari nama, wajah, bahasa, gaya pakaian, gaya bicara sampai isi kepalanya.
Bagaimana menemukan karakter di dalamnya? tentu meneplokkan pada orangorang terdekat, lebih mudah, namanya juga belajar. Si A misalnya, amburadul pisan dalam kenyataannya tapi gue ubah dia menjadi sosok yang menyenangkan, tidak sempurna tapi ternyata malah bikin gue jatuh cinta pada khayalan sendiri. ampuunn.
Saban saat gue tengok facebook page nya, apa yang dia tulis di status, menyusun karakternya, musik yang dia dengar, film yang dia tonton bahkan jenis buku yang dia baca.
Mas Q banyak kasih masukan, dia bilang yang penting TULIS, apapun that cross my mind, tulis dan tulis. Dulu dudu malah lebih kejam ngajarin gue nulis, satu halaman per hari dalam bentuk diary atau apapun. Dan buat gue cara yang paling asik buat nulis adalah di blog ini yang sudah 400 lebih postingan. Kadang terlupa untuk diisi.
Tun masih jauh dari kata sempurna, dia mungkin tak bisa dinikmati oleh semua orang bahkan terbilang biasa saja. Tapi gue menikmati prosesnya, menikmati diri menjadi Tuhan, menentukan jalan hidup para tokoh di dalamnya yang kadang ga masuk akal, terlalu jayus.
Hari ini Tun untuk pertama kalinya dibaca orang lain selain gue. Sumpah deg -degan. Tapi kalau bukan orang lain yang bantu menilai, selamanya gue akan ga pede-an, tersungkur pada kesenangan pribadi, mirip orang onani, begitu sih katanya halah.
Terima kasih untuk tementemen yang terus menyemangati gue buat menulis. Mas q, dudu, artha, dessy dan etta yang sering banget diajakin curhat soal Tun. Juga buat para bentuk karakter yang dibajak keberadaannya hehehe.
Terlebih Tun sebenarnya ditujukan untuk diri sendiri biar ga mati penasaran bagaimana rasanya bikin sebuah novel, buat temanteman yang menginspirasi cerita terutama para kawan dari Burma untuk cerita perjuangan mereka. Seorang kawan pernah minta gue untuk menceritakan Burma dalam bentuk berbeda. Semoga Tun bisa menjawab permintaan itu.
amin amin... selamat menikmati kalau beneran diterbitkan yaa. ya Allah amin :-)
Proses meramu Tun itu menyita perasaan, bagaimana menjauh dari tokoh di dalamnya, juga bagaimana merangsek di dalamnya kadang-kadang. Pada Tun gue dipaksa riset lokasi yang belum pernah dikunjungi sebelumnya juga memutar ulang memori yang sudah gue lupa. Memasukkan karakter baru mulai dari nama, wajah, bahasa, gaya pakaian, gaya bicara sampai isi kepalanya.
Bagaimana menemukan karakter di dalamnya? tentu meneplokkan pada orangorang terdekat, lebih mudah, namanya juga belajar. Si A misalnya, amburadul pisan dalam kenyataannya tapi gue ubah dia menjadi sosok yang menyenangkan, tidak sempurna tapi ternyata malah bikin gue jatuh cinta pada khayalan sendiri. ampuunn.
Saban saat gue tengok facebook page nya, apa yang dia tulis di status, menyusun karakternya, musik yang dia dengar, film yang dia tonton bahkan jenis buku yang dia baca.
Mas Q banyak kasih masukan, dia bilang yang penting TULIS, apapun that cross my mind, tulis dan tulis. Dulu dudu malah lebih kejam ngajarin gue nulis, satu halaman per hari dalam bentuk diary atau apapun. Dan buat gue cara yang paling asik buat nulis adalah di blog ini yang sudah 400 lebih postingan. Kadang terlupa untuk diisi.
Tun masih jauh dari kata sempurna, dia mungkin tak bisa dinikmati oleh semua orang bahkan terbilang biasa saja. Tapi gue menikmati prosesnya, menikmati diri menjadi Tuhan, menentukan jalan hidup para tokoh di dalamnya yang kadang ga masuk akal, terlalu jayus.
Hari ini Tun untuk pertama kalinya dibaca orang lain selain gue. Sumpah deg -degan. Tapi kalau bukan orang lain yang bantu menilai, selamanya gue akan ga pede-an, tersungkur pada kesenangan pribadi, mirip orang onani, begitu sih katanya halah.
Terima kasih untuk tementemen yang terus menyemangati gue buat menulis. Mas q, dudu, artha, dessy dan etta yang sering banget diajakin curhat soal Tun. Juga buat para bentuk karakter yang dibajak keberadaannya hehehe.
Terlebih Tun sebenarnya ditujukan untuk diri sendiri biar ga mati penasaran bagaimana rasanya bikin sebuah novel, buat temanteman yang menginspirasi cerita terutama para kawan dari Burma untuk cerita perjuangan mereka. Seorang kawan pernah minta gue untuk menceritakan Burma dalam bentuk berbeda. Semoga Tun bisa menjawab permintaan itu.
amin amin... selamat menikmati kalau beneran diterbitkan yaa. ya Allah amin :-)
Monday, July 18, 2011
Saatnya Terbang
Selamanya jadi burung yang bahkan tak akan mati di sangkar yang sama seumur hidup. Dia akan terbang bermigrasi sesuai musim yang tak lagi terbaca. Sial memang. Ada saat butuh adaptasi dengan iklim ada hal yang hanya mengikuti kodratnya, burung, terbang, melayang, hinggap dan terbang lagi.
Saya burung. Sudah pernah menemukan rumah selama bertahun-tahun, menjadi apa yang saya cinta hari ini. Tapi ketika dorongan sayap ya untuk terbang, maka izinkan saya terbang. Mencari sarang yang baru, mencari cinta yang baru, mungkin mencari saya yang baru. Saya labil, iya. Saya cuma mengikuti kata hati.
Saatnya terbang Nita. Menjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Memulai segalanya dari awal, apakah nanti jadi lebih elang atau cuma burung gereja mungil biar saja. Hidup adalah soal bertanya, mencari jawaban yang belum tentu mengenakkan dalam hal ini, dengan terbang.
Izinkan saya terbang mencari sangkar baru.
Saya burung. Sudah pernah menemukan rumah selama bertahun-tahun, menjadi apa yang saya cinta hari ini. Tapi ketika dorongan sayap ya untuk terbang, maka izinkan saya terbang. Mencari sarang yang baru, mencari cinta yang baru, mungkin mencari saya yang baru. Saya labil, iya. Saya cuma mengikuti kata hati.
Saatnya terbang Nita. Menjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Memulai segalanya dari awal, apakah nanti jadi lebih elang atau cuma burung gereja mungil biar saja. Hidup adalah soal bertanya, mencari jawaban yang belum tentu mengenakkan dalam hal ini, dengan terbang.
Izinkan saya terbang mencari sangkar baru.
Wednesday, July 13, 2011
Cerita Mangga
Masih ingat cerita kita tentang kembang pohon mangga yang setiap batangnya kita sudah “tek” bahwa yang itu punya aku dan di sebelah sana punyamu?
Mangganya sudah tiga kali berkembang dan aneh, bagianmu tak pernah sempat jadi mangga. Dia mati.
Batang pohon yang dengan jahatnya pernah kita ukir nama berdua itu masih ada, rusak sudutnya karena getah mangga. Dia protes keras, kalau bisa ditelannya nama kita berdua dengan getah itu. Sementara dua bangku malas yang tempat kita pernah menyuarakan hati dalam diam, sudah raib dicuri pemulung.
Iya yang tersisa sekarang adalah kembang mangga di bagian aku yang kalau pun dia jadi buah, selalu keduluan codot memakannya. Sementara kembang milikmu tidak pernah jadi mangga.
Selain karena daunnya yang tetap rindang dan kenangan sore kita sambil makan rendang, rasanya pohon mangga ini ingin sekali kutebang. Pun kalau kutebang, tak ada kemenangan untuk dirayakan. Kenangan bukan hal yang bisa disembunyikan dan panas mentari tak akan lagi bisa kutangkis.
(untuk pohon mangga sebelah jendela kantor yang buahnya selalu meliurkan tanpa pernah kucecap, keduluan pak amat melulu hadeuh)
Mangganya sudah tiga kali berkembang dan aneh, bagianmu tak pernah sempat jadi mangga. Dia mati.
Batang pohon yang dengan jahatnya pernah kita ukir nama berdua itu masih ada, rusak sudutnya karena getah mangga. Dia protes keras, kalau bisa ditelannya nama kita berdua dengan getah itu. Sementara dua bangku malas yang tempat kita pernah menyuarakan hati dalam diam, sudah raib dicuri pemulung.
Iya yang tersisa sekarang adalah kembang mangga di bagian aku yang kalau pun dia jadi buah, selalu keduluan codot memakannya. Sementara kembang milikmu tidak pernah jadi mangga.
Selain karena daunnya yang tetap rindang dan kenangan sore kita sambil makan rendang, rasanya pohon mangga ini ingin sekali kutebang. Pun kalau kutebang, tak ada kemenangan untuk dirayakan. Kenangan bukan hal yang bisa disembunyikan dan panas mentari tak akan lagi bisa kutangkis.
(untuk pohon mangga sebelah jendela kantor yang buahnya selalu meliurkan tanpa pernah kucecap, keduluan pak amat melulu hadeuh)
Tuesday, July 12, 2011
when was the last time?
kiss someone?
21 maret 2011, hari terakhir bersama oddyseus. dia ga mau diantar ke bandara esok harinya karena saying goodbye would be the hardest thing to do.
being held by someone?
20 maret 2011, our last nite. i cried in silent.
being in love?
well that would be with Z. July last year.
and tonite. i celebrate my success alone with tea and honey. so pathetic. just when u think you can be on your own, you just missing someone so bad. to be hold, to be kiss or just to share my hot tea.
Cheers
21 maret 2011, hari terakhir bersama oddyseus. dia ga mau diantar ke bandara esok harinya karena saying goodbye would be the hardest thing to do.
being held by someone?
20 maret 2011, our last nite. i cried in silent.
being in love?
well that would be with Z. July last year.
and tonite. i celebrate my success alone with tea and honey. so pathetic. just when u think you can be on your own, you just missing someone so bad. to be hold, to be kiss or just to share my hot tea.
Cheers
Thursday, July 07, 2011
Kedai Buku Waktu part 4
The Tea Man
“Kalau tehnya panas begini, bagaimana minumnya?” kata dia
“Kalau mencret ya harus minum teh pahit yang panas ini,” kataku
Bukannya diminum dia malah balik ke ranjang dan menarik selimut menutup mukanya, “kamu saja yang minum.”
Tahu tea addict? Lagilagi bukan iklan, aku tidak dibayar untuk menceritakan tempat ini. Kafe yang hanya menyajikan aneka rupa teh dari seluruh dunia ini pernah menjadi tempat romantis bagi kami.
Tinggal dua minggu sebelum dia kembali ke Belanda untuk menyelesaikan kuliahnya. Akhir pekan itu kami habiskan keliling Cirebon lalu Bandung dengan modal Lonely Planet Indonesia yang tebalnya minta ampun. Setiap menit adalah berharga karena kami sadar tak banyak waktu tersisa untuk berdua.
“Jangan tidur, karena besok mungkin kita tak lagi bersama” dia selalu bilang begitu meski akhirnya salah satu kita terlelap didekapan.
Kami terlelap di stasiun kereta api, kami terlelap di terminal bus. Bukan hotel mewah karena tak diniatkan untuk tidur apalagi bercinta. Dia terus bercerita tentang dirinya, mimpinya meraih hadiah nobel untuk ilmu fisika yang digelutinya, tentang keinginannya belajar tentang Islam dan Indonesia lebih banyak, tentang cintanya padaku.
Saban kali aku terbangun, dia menatapku lembut, “aku suka melihatmu tertidur,” lalu kecupan lembut mendarat di kening dan kembali aku didekapnya.
Aku hapal betul bau badannya, rasa bibirnya, tatapan matanya, senyumnya, ikal rambut yang menyesatkan jemari, genggaman tangan hangat yang tak pernah lepas, detak jantungnya, suaranya saat bicara, tertawa bahkan marah. Kenangan tentangnya tak pernah hadir separuh, dia utuh dan selalu mampu merontokkan bendungan air mata kerinduanku.
MP3 player dengan separuh suara mengalun di telinga kiriku dan separuh lain di telinga kanannya, aku terlelap di bahunya ketika dia berbisik, “dimana bisa minum teh enak?” voila… yang terlintas cuma tea addict Senopati. Disanalah percakapan tentang citacita dan cinta dilanjutkan sampai malam larut.
“Perutku panas kemarin, diberi sesuatu oleh ibu di kedai,” katanya sambil mengelus perut tipisnya.
“Aha itu balsem namanya sayang, the heat cream. Hayo sekarang pilih pake krim panas lagi atau minum teh.”
Dia tengkurap dan membenamkan muka di bantal.
Sekarang aku menikmati teh panas ini sendirian tanpamu dan selalu ingin tidur cepat, cuma dalam mimpi aku bisa bersamamu lagi. Saban kali terbangun berharap dirimu menatapku dengan lembut, “aku suka melihatmu tertidur.”
**
“Kalau waktuku habis di meja operasi, aku cuma ingin kamu tahu bahwa cinta itu kamu.” Sms terkirim
“Bodoh. Ga usah pikir hal lain. Kamu harus sembuh dulu. Kabari aku begitu kamu sadar yah.” Sms kuterima.
Tiga tahun lalu. Sejak dia tahu aku selamat dari operasi itu, dia tak lagi mengontakku. Apa cintaku begitu menakutkan baginya? Dia menghilang meski masih kutemui wajahnya di Facebook. Dia tidak menghilangkanku dari daftar temannya. Syal yang pernah kuberikan dulu masih terlihat menggantung di lehernya. Tentu aku melihatnya dari waktu yang terhenti di sebuah foto, di Facebook. Aku tahu badannya membesar, kekasih barunya bahkan foto keluarganya yang tak pernah kulihat sebelumnya.
Kalau kutahu kamu akan berhenti menghubungiku mungkin harusnya waktu itu dicabut dariku tiga tahun lalu.
Aku membuka mataku dan melihatnya disana, “aku suka melihatmu tertidur”
Kurasa aku bermimpi. “Hey ini aku. Bangun Mbar, jangan tidur karena mungkin waktu kita tak banyak.”
Aku sungguh bermimpi. “Kalau kamu tahu waktu kita tak banyak, kenapa datang lagi. Sekali kamu datang yang kuinginkan adalah kita untuk selamanya.”
“Hey Man. Bangun dung. Masa gue udah jauh-jauh kemari malah lu tinggal tidur. Gue janji kalau lu sehat, kita jalan-jalan lagi. Gue ajarin lu diving tsaah, kita ke Derawan atau ke Raja Ampat seperti yang lu selalu pingin.”
Ah aku tahu si choco man ada disini. Dia selalu bisa membuatku tersenyum
Ini semua pasti mimpi. Aku selalu ingin bila waktuku tiba, mereka ada disini. Orang-orang yang kenangannya denganku tersimpan rapi di Kedai Buku Waktu. Kalau sampai mereka semua ada disini sekarang, saat ini, apa berarti waktuku hampir habis?
Dan aku bahagia.
****
“Kalau tehnya panas begini, bagaimana minumnya?” kata dia
“Kalau mencret ya harus minum teh pahit yang panas ini,” kataku
Bukannya diminum dia malah balik ke ranjang dan menarik selimut menutup mukanya, “kamu saja yang minum.”
Tahu tea addict? Lagilagi bukan iklan, aku tidak dibayar untuk menceritakan tempat ini. Kafe yang hanya menyajikan aneka rupa teh dari seluruh dunia ini pernah menjadi tempat romantis bagi kami.
Tinggal dua minggu sebelum dia kembali ke Belanda untuk menyelesaikan kuliahnya. Akhir pekan itu kami habiskan keliling Cirebon lalu Bandung dengan modal Lonely Planet Indonesia yang tebalnya minta ampun. Setiap menit adalah berharga karena kami sadar tak banyak waktu tersisa untuk berdua.
“Jangan tidur, karena besok mungkin kita tak lagi bersama” dia selalu bilang begitu meski akhirnya salah satu kita terlelap didekapan.
Kami terlelap di stasiun kereta api, kami terlelap di terminal bus. Bukan hotel mewah karena tak diniatkan untuk tidur apalagi bercinta. Dia terus bercerita tentang dirinya, mimpinya meraih hadiah nobel untuk ilmu fisika yang digelutinya, tentang keinginannya belajar tentang Islam dan Indonesia lebih banyak, tentang cintanya padaku.
Saban kali aku terbangun, dia menatapku lembut, “aku suka melihatmu tertidur,” lalu kecupan lembut mendarat di kening dan kembali aku didekapnya.
Aku hapal betul bau badannya, rasa bibirnya, tatapan matanya, senyumnya, ikal rambut yang menyesatkan jemari, genggaman tangan hangat yang tak pernah lepas, detak jantungnya, suaranya saat bicara, tertawa bahkan marah. Kenangan tentangnya tak pernah hadir separuh, dia utuh dan selalu mampu merontokkan bendungan air mata kerinduanku.
MP3 player dengan separuh suara mengalun di telinga kiriku dan separuh lain di telinga kanannya, aku terlelap di bahunya ketika dia berbisik, “dimana bisa minum teh enak?” voila… yang terlintas cuma tea addict Senopati. Disanalah percakapan tentang citacita dan cinta dilanjutkan sampai malam larut.
“Perutku panas kemarin, diberi sesuatu oleh ibu di kedai,” katanya sambil mengelus perut tipisnya.
“Aha itu balsem namanya sayang, the heat cream. Hayo sekarang pilih pake krim panas lagi atau minum teh.”
Dia tengkurap dan membenamkan muka di bantal.
Sekarang aku menikmati teh panas ini sendirian tanpamu dan selalu ingin tidur cepat, cuma dalam mimpi aku bisa bersamamu lagi. Saban kali terbangun berharap dirimu menatapku dengan lembut, “aku suka melihatmu tertidur.”
**
“Kalau waktuku habis di meja operasi, aku cuma ingin kamu tahu bahwa cinta itu kamu.” Sms terkirim
“Bodoh. Ga usah pikir hal lain. Kamu harus sembuh dulu. Kabari aku begitu kamu sadar yah.” Sms kuterima.
Tiga tahun lalu. Sejak dia tahu aku selamat dari operasi itu, dia tak lagi mengontakku. Apa cintaku begitu menakutkan baginya? Dia menghilang meski masih kutemui wajahnya di Facebook. Dia tidak menghilangkanku dari daftar temannya. Syal yang pernah kuberikan dulu masih terlihat menggantung di lehernya. Tentu aku melihatnya dari waktu yang terhenti di sebuah foto, di Facebook. Aku tahu badannya membesar, kekasih barunya bahkan foto keluarganya yang tak pernah kulihat sebelumnya.
Kalau kutahu kamu akan berhenti menghubungiku mungkin harusnya waktu itu dicabut dariku tiga tahun lalu.
Aku membuka mataku dan melihatnya disana, “aku suka melihatmu tertidur”
Kurasa aku bermimpi. “Hey ini aku. Bangun Mbar, jangan tidur karena mungkin waktu kita tak banyak.”
Aku sungguh bermimpi. “Kalau kamu tahu waktu kita tak banyak, kenapa datang lagi. Sekali kamu datang yang kuinginkan adalah kita untuk selamanya.”
“Hey Man. Bangun dung. Masa gue udah jauh-jauh kemari malah lu tinggal tidur. Gue janji kalau lu sehat, kita jalan-jalan lagi. Gue ajarin lu diving tsaah, kita ke Derawan atau ke Raja Ampat seperti yang lu selalu pingin.”
Ah aku tahu si choco man ada disini. Dia selalu bisa membuatku tersenyum
Ini semua pasti mimpi. Aku selalu ingin bila waktuku tiba, mereka ada disini. Orang-orang yang kenangannya denganku tersimpan rapi di Kedai Buku Waktu. Kalau sampai mereka semua ada disini sekarang, saat ini, apa berarti waktuku hampir habis?
Dan aku bahagia.
****
Kedai Buku Waktu part 3
The Choco Man
Lupa kapan terakhir minum kopi tanpa tersiksa lambung dan dia dengan bangga menunjukkan botol minumnya yang selalu berisi milo panas. “sorry man, kalau gue emang ga bisa minum kopi. Cukup coklat panas, jangan lupa milo 3 in 1 biar ga perlu lu cari susu dan tambah gula lagi.”
Barangkali sejak dekat dengannya aku mulai perlahan meninggalkan kopi yang tahunan sudah menemani saat sedih dan senang. Peralihan kebiasaan itu beriringan dengan munculnya rasa coklat manis di hati padanya.
Sekilas menatapnya yang begajulan tanpa bisa diam barang sebentar, coklat tak cocok untuknya. Mendengarnya bicara mulai soal A sampai Z yang selalu bisa dia bahas dengan cerdas, biasanya dilakukan lelaki lain dalam pengaruh alcohol. Tapi dia tidak…
Coklat panas di botol minumannya digoyang. “Sial habis pula. Perjalanan masih jauh neh man.”
“Baiklah kemarikan botolmu aku isi ulang milo di ruanganku, sepertinya ada,” kataku
Tak pernah gampang mengajak dia keluar kandang dari kelompok permainannya untuk bisa barang sejam dua jam berbagi cerita denganku. Mungkin itu caranya menghindariku. Kalau aku tak bisa membuatnya nyaman dan betah, barangkali si milo bisa.
“Coklat panas!” Pintaku pada barista yang seharusnya meracik kopi… kopi yang pernah kucinta itu.
“Sejak kapan minum coklat?,” kata seorang teman
Sejak lambungku berontak dan seorang lelaki berotak menyerang isi kepala dan hatiku. Sejak si rambut berantakan dengan botol milo itu menemani mimpiku. Si coklat milo yang tak pernah mengerti isi hatiku, tak membaca tubuhku yang menggeliat minta diperhatikan, si coklat yang kucluk itu tetap memanggilku dengan kata “man” ah barangkali aku tak pernah tampak seperti perempuan di matanya.
Lupa kapan terakhir minum kopi tanpa tersiksa lambung dan dia dengan bangga menunjukkan botol minumnya yang selalu berisi milo panas. “sorry man, kalau gue emang ga bisa minum kopi. Cukup coklat panas, jangan lupa milo 3 in 1 biar ga perlu lu cari susu dan tambah gula lagi.”
Barangkali sejak dekat dengannya aku mulai perlahan meninggalkan kopi yang tahunan sudah menemani saat sedih dan senang. Peralihan kebiasaan itu beriringan dengan munculnya rasa coklat manis di hati padanya.
Sekilas menatapnya yang begajulan tanpa bisa diam barang sebentar, coklat tak cocok untuknya. Mendengarnya bicara mulai soal A sampai Z yang selalu bisa dia bahas dengan cerdas, biasanya dilakukan lelaki lain dalam pengaruh alcohol. Tapi dia tidak…
Coklat panas di botol minumannya digoyang. “Sial habis pula. Perjalanan masih jauh neh man.”
“Baiklah kemarikan botolmu aku isi ulang milo di ruanganku, sepertinya ada,” kataku
Tak pernah gampang mengajak dia keluar kandang dari kelompok permainannya untuk bisa barang sejam dua jam berbagi cerita denganku. Mungkin itu caranya menghindariku. Kalau aku tak bisa membuatnya nyaman dan betah, barangkali si milo bisa.
“Coklat panas!” Pintaku pada barista yang seharusnya meracik kopi… kopi yang pernah kucinta itu.
“Sejak kapan minum coklat?,” kata seorang teman
Sejak lambungku berontak dan seorang lelaki berotak menyerang isi kepala dan hatiku. Sejak si rambut berantakan dengan botol milo itu menemani mimpiku. Si coklat milo yang tak pernah mengerti isi hatiku, tak membaca tubuhku yang menggeliat minta diperhatikan, si coklat yang kucluk itu tetap memanggilku dengan kata “man” ah barangkali aku tak pernah tampak seperti perempuan di matanya.
Kedai Buku Waktu part 2
The Coffee Man
Bukan dia yang pertama mengajakku pergi ke Bakoel Koffie Cikini. Aku sudah berkali-kali sebelumnya kesana dan tentu saja tak ada kesan sampai dia yang mengajaknya.
Dia bilang disini lah tempat kopi terenak di Jakarta. Ah cerita ini bukan pesanan Bakoel Koffie tapi begitulah menurut dia. Menu Vietnamese adalah kopi pertama yang dia pilihkan untukku, “cobain deh Mbar, ini enak banget kalau dingin.” Viola…. Iya setelahnya aku suka. Setelah itu terjadilah pengulangan untuk menu yang sama.
Nyaris saban minggu kami mengaburkan diri dari keriaan kantor, hingar bingar teman sejawat dan cuma berdua kemari. Bicara tentang banyak hal, soal hati, keluarga dan kerja. Bukan tentang kami berdua, tak ada kisah diantara kami. Meski dari kopi itulah awal kusuka padanya. Bicara tentang kopi, seperti membuka sebuah ensiklopedia kopi dari kepalanya. Dia bercerita tentang kopi luwak, kopi termahal di dunia dari kotoran si luwak. Dia jelaskan padaku tentang beda rasa dari kopi Jawa, Sumatra sampai Toraja, kopi Brasil, Arabica, Italia, semuanya.
Jangan minta aku untuk menjelaskan ulang. Sebab setelah kisah kami berakhir, ensiklopedia itu pergi, memori di kepalaku menolak bertahan. Aku tak menyimpannya dengan baik. Yang kusimpan dan tersisa adalah rasa kopi itu sendiri…. Hmmm…
Saat bersamanya lah untuk pertama kali pula aku berani mencoba Espresso, kopi murni, hitam pekat. “rasanya gimana sih?,”
“Ya coba aja. It won’t kill you for sure. Pahit tapi ga sepahit cinta Ambar hahahha.” Kata dia sambil menyodorkan sisa espresso dari cangkirnya. “Kalau lu suka, baru kita tambah yah. Jajal aja dulu.”
Sambil merem, seperti minum jamu pahit, aku pencet hidung. Dia cuma tertawa, “tak ada keharuman lebih nikmat di dunia selain bau kopi Ambar.”
Bener loh. Rasa espresso yang pahit itu berbanding lurus dengan rasa manis yang tertinggal di ujung lidah. Harum kopi itu tak ada bandingannya… menyejukkan hmmm…
Bersamanya aku pergi berburu kopi ke seluruh kafe di Jakarta, oh well nyaris seluruhnya. Seluruh cabang Bakoel Koffie, kami sambangi. Jangan lupa Tornado Kemang juga masuk list teratas dalam daftar tempat dengan kopi terbaik. Kalau salah satu diantara kami gundah tengah malam, password di sms cuma satu, “ngupi yuks.” Lalu kami tahu salah satu dari kami sedang butuh kopi sebelum menelurkan serangkaian cerita, segumpal gundah yang menyesakan dada. Oh iya satu lagi kenikmatan kopi baru terasa bila dilengkapi dengan music jazz…
Sayang kebersamaan kami tak lama, kopi dan kami sama sekali tak kekal. Secangkir espresso terakhir yang kami bagi di Bakoel Koffie waktu itu telah menutup segalanya. Di mobil untuk pertama kalinya dia mengeluhkan dadanya yang berdebar karena kebanyakan kafein, padahal menu kami ketika itu sama seperti biasanya, double espresso. Hari itu terakhir kami minum kopi bersama.
Ah padahal bersamanya kopi tak pernah terasa pahit.
Bukan dia yang pertama mengajakku pergi ke Bakoel Koffie Cikini. Aku sudah berkali-kali sebelumnya kesana dan tentu saja tak ada kesan sampai dia yang mengajaknya.
Dia bilang disini lah tempat kopi terenak di Jakarta. Ah cerita ini bukan pesanan Bakoel Koffie tapi begitulah menurut dia. Menu Vietnamese adalah kopi pertama yang dia pilihkan untukku, “cobain deh Mbar, ini enak banget kalau dingin.” Viola…. Iya setelahnya aku suka. Setelah itu terjadilah pengulangan untuk menu yang sama.
Nyaris saban minggu kami mengaburkan diri dari keriaan kantor, hingar bingar teman sejawat dan cuma berdua kemari. Bicara tentang banyak hal, soal hati, keluarga dan kerja. Bukan tentang kami berdua, tak ada kisah diantara kami. Meski dari kopi itulah awal kusuka padanya. Bicara tentang kopi, seperti membuka sebuah ensiklopedia kopi dari kepalanya. Dia bercerita tentang kopi luwak, kopi termahal di dunia dari kotoran si luwak. Dia jelaskan padaku tentang beda rasa dari kopi Jawa, Sumatra sampai Toraja, kopi Brasil, Arabica, Italia, semuanya.
Jangan minta aku untuk menjelaskan ulang. Sebab setelah kisah kami berakhir, ensiklopedia itu pergi, memori di kepalaku menolak bertahan. Aku tak menyimpannya dengan baik. Yang kusimpan dan tersisa adalah rasa kopi itu sendiri…. Hmmm…
Saat bersamanya lah untuk pertama kali pula aku berani mencoba Espresso, kopi murni, hitam pekat. “rasanya gimana sih?,”
“Ya coba aja. It won’t kill you for sure. Pahit tapi ga sepahit cinta Ambar hahahha.” Kata dia sambil menyodorkan sisa espresso dari cangkirnya. “Kalau lu suka, baru kita tambah yah. Jajal aja dulu.”
Sambil merem, seperti minum jamu pahit, aku pencet hidung. Dia cuma tertawa, “tak ada keharuman lebih nikmat di dunia selain bau kopi Ambar.”
Bener loh. Rasa espresso yang pahit itu berbanding lurus dengan rasa manis yang tertinggal di ujung lidah. Harum kopi itu tak ada bandingannya… menyejukkan hmmm…
Bersamanya aku pergi berburu kopi ke seluruh kafe di Jakarta, oh well nyaris seluruhnya. Seluruh cabang Bakoel Koffie, kami sambangi. Jangan lupa Tornado Kemang juga masuk list teratas dalam daftar tempat dengan kopi terbaik. Kalau salah satu diantara kami gundah tengah malam, password di sms cuma satu, “ngupi yuks.” Lalu kami tahu salah satu dari kami sedang butuh kopi sebelum menelurkan serangkaian cerita, segumpal gundah yang menyesakan dada. Oh iya satu lagi kenikmatan kopi baru terasa bila dilengkapi dengan music jazz…
Sayang kebersamaan kami tak lama, kopi dan kami sama sekali tak kekal. Secangkir espresso terakhir yang kami bagi di Bakoel Koffie waktu itu telah menutup segalanya. Di mobil untuk pertama kalinya dia mengeluhkan dadanya yang berdebar karena kebanyakan kafein, padahal menu kami ketika itu sama seperti biasanya, double espresso. Hari itu terakhir kami minum kopi bersama.
Ah padahal bersamanya kopi tak pernah terasa pahit.
Kedai Buku Waktu part 1
Harusnya kedai buku ini dinamakan “museum hati” karena semua ornament dalam ruangan ini mewakili perjalanan si pemiliknya yaitu aku. Siapa aku? Bukan siapa siapa, yang kalau kamu google namaku pun meski muncul tapi tak akan ada dijajaran informasi selebritas apalagi pejabat public. Aku cuma perempuan biasa yang mencoba menghentikan waktu dalam sebuah bangunan seluas 21 meter persegi.
Yang paling kutakuti dalam hidup adalah lupa. Sebelum waktu dan usia membuatku lupa, aku menahannya di ruangan ini bersama dengan ratusan buku, belasan buah tangan oleholeh dari mereka yang pernah singgah di hati, belum lagi puluhan puisi cinta yang menclok bak majalah dinding masa SMP. Foto-foto yang menempel di dinding ruangan bukan foto selebritas tapi mereka adalah sahabat, keluarga dan bekas pencuri hati. Cinta… inilah tema yang sebenarnya dari Kedai Buku Waktu milikku.
Tapi waktu yang kusimpan berawal dari 2000-an ketika aku mulai mengenal cinta.
Terlambat kamu bisa bilang begitu, terserah saja atau kamu malah boleh marah karena mungkin waktumu tak ada di ruangan ini. Yang aku inginkan adalah setiap mereka yang datang melintas di kepala mereka, “gue juga pernah begitu dan begini” atau “I was there”. Resikonya ada dua, ketika kisah tak lagi sama, pelangganku tak akan kembali atau mereka akan selalu kemari karena merasakan hal yang sama denganku, waktu mereka dimulai dan berhenti di 2000-an. Mereka akan datang untuk mengenang, mereka datang karena takut lupa.
Masih ingat dulu kala kita suka sekali meninggalkan jejak pada tembok atau batang pohon? Aku siapkan dua batang pohon sawo kecik persis di gerbang kedai yang kututup dengan kain coklat dan tinta emas atau perak. Kamu bisa menuliskan kesanmu di sana atau malah menuliskan puisi yang mungkin tak sempat kamu sampaikan padanya. Jangan lupa beri tanggal, supaya aku dan kamu tak lupa.
Aku bukan siapasiapa, tapi aku bisa jadi siapapun karena barangkali kehidupan ini memang tak pernah kemana-mana, cerita kita bisa sangat seragam, sejarah yang berulang.
Aku membuat kedai buku waktu seperti sebuah puzzle kehidupan. Kalau kamu punya cukup waktu untuk menengok ke setiap penanda yang kutaruh pada dinding ruangan bahkan di daftar menu, kamu akan menemukan aku seutuhnya. Barangkali kamu ada disana, ibu atau ayahmu atau tante dan om mu, barangkali mereka pernah terikat dalam kehidupanku di suatu waktu.
Disini yang kusajikan adalah novel koleksi pribadi mulai dari kisah romantisme, perjuangan perang salib atau petualangan dunia khayal seperti Harry Potter dan kisah Robert Langdon dalam karyakarya Dan Brown. Klasik kamu sebut saja begitu, lagi-lagi semua ini buku yang mewakili era-ku, seleraku yang tak mungkin kupaksakan agar kamu suka.
Seperti kubilang tadi, aku menghentikan waktu dalam banyak ornament termasuk menu. Mari kutunjukkan.
The Coffee Man :
• Cappuccino
• Vietnamese
• Espresso
• Kopi Tubruk
The Choco Man :
• Hot Chocolate Natural
• Hot Chocolate Mint
• Ice Chocolate
The Tea Man :
• Oolong tea
• Green Tea
• Peppermint Tea
• Jasmin Tea
• Teh Poci / teh tubruk
*GingerAle
The Beer Man :
• Anker Beer
• Haineken
Apa kamu sudah menemukan maksud dari penamaan menu tadi?
Tepat sekali nama itu mewakili mereka yang pernah hadir dalam hidupku, cukup kuwakilkan dalam empat jenis minuman yang mereka suka. Semua itu yang pernah kunikmati bersama mereka.
Dulu sekali aku pernah duduk dengannya di sebuah café kecil di Kaliurang 5, inilah tempat yang selalu kukunjungi saban kali mampir ke Yogyakarta. “Kalau kamu suka tempat ini, suatu saat aku akan membuatkannya untukmu. Eh atau kita beli saja tempat ini. Tunggu aku kaya yah.” Katanya sambil menggenggam erat tanganku.
Aku sudah menahan kenangan itu dalam Kedai Buku Waktu tanpamu… inilah Museum Hati-ku sebenarnya.
**
Yang paling kutakuti dalam hidup adalah lupa. Sebelum waktu dan usia membuatku lupa, aku menahannya di ruangan ini bersama dengan ratusan buku, belasan buah tangan oleholeh dari mereka yang pernah singgah di hati, belum lagi puluhan puisi cinta yang menclok bak majalah dinding masa SMP. Foto-foto yang menempel di dinding ruangan bukan foto selebritas tapi mereka adalah sahabat, keluarga dan bekas pencuri hati. Cinta… inilah tema yang sebenarnya dari Kedai Buku Waktu milikku.
Tapi waktu yang kusimpan berawal dari 2000-an ketika aku mulai mengenal cinta.
Terlambat kamu bisa bilang begitu, terserah saja atau kamu malah boleh marah karena mungkin waktumu tak ada di ruangan ini. Yang aku inginkan adalah setiap mereka yang datang melintas di kepala mereka, “gue juga pernah begitu dan begini” atau “I was there”. Resikonya ada dua, ketika kisah tak lagi sama, pelangganku tak akan kembali atau mereka akan selalu kemari karena merasakan hal yang sama denganku, waktu mereka dimulai dan berhenti di 2000-an. Mereka akan datang untuk mengenang, mereka datang karena takut lupa.
Masih ingat dulu kala kita suka sekali meninggalkan jejak pada tembok atau batang pohon? Aku siapkan dua batang pohon sawo kecik persis di gerbang kedai yang kututup dengan kain coklat dan tinta emas atau perak. Kamu bisa menuliskan kesanmu di sana atau malah menuliskan puisi yang mungkin tak sempat kamu sampaikan padanya. Jangan lupa beri tanggal, supaya aku dan kamu tak lupa.
Aku bukan siapasiapa, tapi aku bisa jadi siapapun karena barangkali kehidupan ini memang tak pernah kemana-mana, cerita kita bisa sangat seragam, sejarah yang berulang.
Aku membuat kedai buku waktu seperti sebuah puzzle kehidupan. Kalau kamu punya cukup waktu untuk menengok ke setiap penanda yang kutaruh pada dinding ruangan bahkan di daftar menu, kamu akan menemukan aku seutuhnya. Barangkali kamu ada disana, ibu atau ayahmu atau tante dan om mu, barangkali mereka pernah terikat dalam kehidupanku di suatu waktu.
Disini yang kusajikan adalah novel koleksi pribadi mulai dari kisah romantisme, perjuangan perang salib atau petualangan dunia khayal seperti Harry Potter dan kisah Robert Langdon dalam karyakarya Dan Brown. Klasik kamu sebut saja begitu, lagi-lagi semua ini buku yang mewakili era-ku, seleraku yang tak mungkin kupaksakan agar kamu suka.
Seperti kubilang tadi, aku menghentikan waktu dalam banyak ornament termasuk menu. Mari kutunjukkan.
The Coffee Man :
• Cappuccino
• Vietnamese
• Espresso
• Kopi Tubruk
The Choco Man :
• Hot Chocolate Natural
• Hot Chocolate Mint
• Ice Chocolate
The Tea Man :
• Oolong tea
• Green Tea
• Peppermint Tea
• Jasmin Tea
• Teh Poci / teh tubruk
*GingerAle
The Beer Man :
• Anker Beer
• Haineken
Apa kamu sudah menemukan maksud dari penamaan menu tadi?
Tepat sekali nama itu mewakili mereka yang pernah hadir dalam hidupku, cukup kuwakilkan dalam empat jenis minuman yang mereka suka. Semua itu yang pernah kunikmati bersama mereka.
Dulu sekali aku pernah duduk dengannya di sebuah café kecil di Kaliurang 5, inilah tempat yang selalu kukunjungi saban kali mampir ke Yogyakarta. “Kalau kamu suka tempat ini, suatu saat aku akan membuatkannya untukmu. Eh atau kita beli saja tempat ini. Tunggu aku kaya yah.” Katanya sambil menggenggam erat tanganku.
Aku sudah menahan kenangan itu dalam Kedai Buku Waktu tanpamu… inilah Museum Hati-ku sebenarnya.
**
Bau Kasur
Izinkan aku bercerita tentang kasur single yang menemani bermalam-malam sepanjang tujuh tahun kebersamaan kami. Di kasur itu aku bentangkan lelah, migren kadang dan meringkuk perih pada malam-malam di awal sakit bulanan itu datang. Di kasur itu aku menumpahkan tangis pada malam-malam sedih, kadang dengan alasan kuat tapi tak jarang kasur itu basah tangis tanpa sebab sama sekali.
Kadang terlelap dalam gelap tapi kalau rasa takut hadir, bulu kuduk berdiri dan lampu pun terpaksa berpendar semalam suntuk. Di kasur itu aku berdandan di pagi menjelang kerja, kadang makan di atasnya dan yang paling sering kulakukan selain tidur adalah membaca buku, main bb atau jejeritan untuk lagu yang tak jelas. Pernah beberapa kali jatuh dari kasur sempit itu dalam tidur, mimpi heboh yang bodoh.
Malam ini aku merindu baunya, benjolan khas kasur kapuk yang mungkin tak lagi ditemui di banyak kamar. Seprei bersih yang selalu kuganti meski jarang kutiduri lebih dari 6 jam semalam. Wanginya menghantuiku beberapa hari terakhir. Lupa sudah rasanya berguling dua kali (karena ga mungkin lebih, sempit) di atas kasur itu dan tiga bantal yang lebih sering merebut ruang denganku. Lupa rasanya tidur lebih awal daripada jam sepuluh malam. Lupa rasanya berbagi cerita, doa bahkan tangis. Terlalu lelah untuk menyapa benda mati sekitar kasur. Selamat malam dan zzzzz…..
Cuma pengen tidur lebih panjang malam ini…
Kadang terlelap dalam gelap tapi kalau rasa takut hadir, bulu kuduk berdiri dan lampu pun terpaksa berpendar semalam suntuk. Di kasur itu aku berdandan di pagi menjelang kerja, kadang makan di atasnya dan yang paling sering kulakukan selain tidur adalah membaca buku, main bb atau jejeritan untuk lagu yang tak jelas. Pernah beberapa kali jatuh dari kasur sempit itu dalam tidur, mimpi heboh yang bodoh.
Malam ini aku merindu baunya, benjolan khas kasur kapuk yang mungkin tak lagi ditemui di banyak kamar. Seprei bersih yang selalu kuganti meski jarang kutiduri lebih dari 6 jam semalam. Wanginya menghantuiku beberapa hari terakhir. Lupa sudah rasanya berguling dua kali (karena ga mungkin lebih, sempit) di atas kasur itu dan tiga bantal yang lebih sering merebut ruang denganku. Lupa rasanya tidur lebih awal daripada jam sepuluh malam. Lupa rasanya berbagi cerita, doa bahkan tangis. Terlalu lelah untuk menyapa benda mati sekitar kasur. Selamat malam dan zzzzz…..
Cuma pengen tidur lebih panjang malam ini…
Monday, June 20, 2011
mari menarikan luka
Setahun lalu orang asing itu masuk dalam kehidupan saya, tanpa permisi. Kami habiskan waktu melancong satu tempat ke tempat berikutnya. Kami habiskan daftar bahan obrolan dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.
Saya masih ingat betul riang matanya berbicara, senyum lebarnya dan gerakan tangan atraktif seiring lengkingan suara tawa. Saya melukis lekuk wajahnya di kepala, menempelkan setiap keping kenangan di hati.
Cinta tak pernah sia, meski tak harus bersama.
Saya menikmati setiap bahagia pertemuan, kekesalan disela cerita sembarang dan sedih ketika bukan saya yang ada di malam-malam tidurnya.
Salahkan saya yang tak pernah sanggup berbisik tentang isi hati di telinganya. Salahkan saya yang tak pandai menunjukkan sayang. Salahkan saya yang cuma bisa mengintip lamannya. Saya yang tak pernah berani menanggung sakit…
Ya sudahlah… malam ini saya izinkan diri sendiri untuk bersedih… yuk mari air mata kita menarikan luka
Saya masih ingat betul riang matanya berbicara, senyum lebarnya dan gerakan tangan atraktif seiring lengkingan suara tawa. Saya melukis lekuk wajahnya di kepala, menempelkan setiap keping kenangan di hati.
Cinta tak pernah sia, meski tak harus bersama.
Saya menikmati setiap bahagia pertemuan, kekesalan disela cerita sembarang dan sedih ketika bukan saya yang ada di malam-malam tidurnya.
Salahkan saya yang tak pernah sanggup berbisik tentang isi hati di telinganya. Salahkan saya yang tak pandai menunjukkan sayang. Salahkan saya yang cuma bisa mengintip lamannya. Saya yang tak pernah berani menanggung sakit…
Ya sudahlah… malam ini saya izinkan diri sendiri untuk bersedih… yuk mari air mata kita menarikan luka
Thursday, May 19, 2011
di sisi tidurku
Aku tak lagi tidur berbaring di sisi. Kamu tahu kenapa? Karena posisi itu mengingatkan aku pada adamu di belakangku. Dekapan hangatmu sampai pagi menyapa. Setiap kali terbangun ada kamu di sampingku, masih mendekapku rapat.
Aku masih bisa merasakan napas beratmu, hidungmu yang merapat di tengkukku. Napas yang hangat. Tangan kekarmu masih merangkul pinggangku, kakimu menahan kakiku sampai kram. Bau pagi yang menggiurkan, senyummu yang mengajakku mengulum bibirmu lembut. Begitu cara kita menikmati pagi.
Aku tak lagi tidur berbaring di sisi. Karena selalu membawa airmata rindu yang tertahan. Semua perkara biasa yang kini tiada. Aku harus belajar lagi tertidur di sisi tanpamu.
Aku masih bisa merasakan napas beratmu, hidungmu yang merapat di tengkukku. Napas yang hangat. Tangan kekarmu masih merangkul pinggangku, kakimu menahan kakiku sampai kram. Bau pagi yang menggiurkan, senyummu yang mengajakku mengulum bibirmu lembut. Begitu cara kita menikmati pagi.
Aku tak lagi tidur berbaring di sisi. Karena selalu membawa airmata rindu yang tertahan. Semua perkara biasa yang kini tiada. Aku harus belajar lagi tertidur di sisi tanpamu.
Monday, April 18, 2011
Papi
Kemarin lina sms, uangnya hilang 100 ribu usai menjenguk makam papi.
Semalam mami bilang nisan papi hurufnya mulai terkelupas.
Malam ini aku rindu sekali sama papi.
Semalam aku intip mami dari kaca jendela yang sedang sibuk main game di hp nya.
Saban malam usai cucu papi itu tidur, cuma sinetron si evan dan hp itu saja hiburannya.
Hari ini aku merasa bersalah sama papi dan mami.
32 tahun usiaku bakal usai sepekan ini pap, apa yang sudah kubuat untuk membahagiakan mami.
Aku nyaris tak ada saban hari seperti sebelumnya untuk mendengar mami bercerita, tentang keluarga tentang tetangga dan tentang mimpinya.
Aku bahkan tak bisa melindungi mami waktu matanya tak sengaja tertampar lengan zi sampai robek pembuluh darah di mata.
Aku tak bisa menjaganya seperti pinta papi ketika itu.
Malam ini aku rindu sangat padamu pap.
Pada harihari penuh debat, perebutan remote tv sampai malam-malam kita mindik keluar rumah sekedar mencari sea food pinggir jalan. Papi selalu suka cumi dan aku sepiring udang saos padang.
Sesuai janjiku padamu pap, tak ada kata “tidak” untuk semua yang mami minta.
Kemarin tibatiba mami bilang,”tiap sholat mami minta dia untuk kamu. Semoga kalian berjodoh.”
Aku melongo… aku bahkan tak yakin untuk bisa bilang “iya” atau “amin”
Aku rindu papi…
Semalam mami bilang nisan papi hurufnya mulai terkelupas.
Malam ini aku rindu sekali sama papi.
Semalam aku intip mami dari kaca jendela yang sedang sibuk main game di hp nya.
Saban malam usai cucu papi itu tidur, cuma sinetron si evan dan hp itu saja hiburannya.
Hari ini aku merasa bersalah sama papi dan mami.
32 tahun usiaku bakal usai sepekan ini pap, apa yang sudah kubuat untuk membahagiakan mami.
Aku nyaris tak ada saban hari seperti sebelumnya untuk mendengar mami bercerita, tentang keluarga tentang tetangga dan tentang mimpinya.
Aku bahkan tak bisa melindungi mami waktu matanya tak sengaja tertampar lengan zi sampai robek pembuluh darah di mata.
Aku tak bisa menjaganya seperti pinta papi ketika itu.
Malam ini aku rindu sangat padamu pap.
Pada harihari penuh debat, perebutan remote tv sampai malam-malam kita mindik keluar rumah sekedar mencari sea food pinggir jalan. Papi selalu suka cumi dan aku sepiring udang saos padang.
Sesuai janjiku padamu pap, tak ada kata “tidak” untuk semua yang mami minta.
Kemarin tibatiba mami bilang,”tiap sholat mami minta dia untuk kamu. Semoga kalian berjodoh.”
Aku melongo… aku bahkan tak yakin untuk bisa bilang “iya” atau “amin”
Aku rindu papi…
Thursday, March 24, 2011
jumat sepi
empat bulan terakhir ini, jumat selalu ditunggu. jadwal bertemu dengan banyak alasan. seingatku, kita hanya pergi "kencan" satu kali seperti abg pacaran, pergi ke bioskop dan makan malam. lah kamu-nya malah tidur sepanjang film di bahuku. pulang nonton, bahu ini perlu dibalsem.
biasanya kita betah berhari-hari tanpa kontak, tapi kamis pasti bicara, mau kemana akhir pekan ini.
jumat ini jadi jumat pertama tanpa kamu. tanpa pertengkaran dari kecil sampai besar, sampai aku diam.. iya biasanya aku yang mengalah dan diam. pertengkaran kita sederhana, kamu biasa memutuskan segala sesuatu sendiri tanpa merasa perlu bertanya, "kalau kamu ga ngomong bagaimana aku tahu? katamu..
ah sudahlah.
aku merindukan semuanya, berantem kita, mesra kita. merindu baumu, dekapanmu dan genggaman tanganmu, matamu yang biru langit dan bulu sekujur tubuh yang kubilang evolusi tertinggal.
jumat ini sepi.. bisakah dilompat saja sampai senin, sampai kusibukkan hari dengan pekerjaan lagi, sampai aku sedikit saja lupa padamu.
*sigh*
biasanya kita betah berhari-hari tanpa kontak, tapi kamis pasti bicara, mau kemana akhir pekan ini.
jumat ini jadi jumat pertama tanpa kamu. tanpa pertengkaran dari kecil sampai besar, sampai aku diam.. iya biasanya aku yang mengalah dan diam. pertengkaran kita sederhana, kamu biasa memutuskan segala sesuatu sendiri tanpa merasa perlu bertanya, "kalau kamu ga ngomong bagaimana aku tahu? katamu..
ah sudahlah.
aku merindukan semuanya, berantem kita, mesra kita. merindu baumu, dekapanmu dan genggaman tanganmu, matamu yang biru langit dan bulu sekujur tubuh yang kubilang evolusi tertinggal.
jumat ini sepi.. bisakah dilompat saja sampai senin, sampai kusibukkan hari dengan pekerjaan lagi, sampai aku sedikit saja lupa padamu.
*sigh*
Tuesday, March 22, 2011
Alasan
sesuatu terjadi dengan alasan. lalu apa alasan kita bertemu?, tanyaku. kamu jawab, suatu saat kita pasti tahu jawabannya.
apa kita sudah menemukan jawabannya?
entahlah kamu sudah kadung pergi dan aku tak mampu mencarinya sendiri. yang aku tahu kamu datang disaat paling tepat meski dalam sebuah kebersamaan yang singkat.
aku takut pada jawaban yang mungkin kutemui. aku ragu pada rasa yang kupunya.
apa kita sudah menemukan jawabannya?
entahlah kamu sudah kadung pergi dan aku tak mampu mencarinya sendiri. yang aku tahu kamu datang disaat paling tepat meski dalam sebuah kebersamaan yang singkat.
aku takut pada jawaban yang mungkin kutemui. aku ragu pada rasa yang kupunya.
Thursday, February 17, 2011
Kedai Buku Waktu
Harusnya kedai buku ini dinamakan “museum hati” karena semua ornament dalam ruangan ini mewakili perjalanan si pemiliknya yaitu aku. Siapa aku? Bukan siapa siapa, yang kalau kamu google namaku pun meski muncul tapi tak akan ada dijajaran informasi selebritas apalagi pejabat public. Aku cuma perempuan biasa yang mencoba menghentikan waktu dalam sebuah bangunan seluas 21 meter persegi.
Yang paling kutakuti dalam hidup adalah lupa. Sebelum waktu dan usia membuatku lupa, aku menahannya di ruangan ini bersama dengan ratusan buku, belasan buah tangan oleholeh dari mereka yang pernah singgah di hati, belum lagi puluhan puisi cinta yang menclok bak majalah dinding masa SMP. Foto-foto yang menempel di dinding ruangan bukan foto selebritas tapi mereka adalah sahabat, keluarga dan bekas pencuri hati. Cinta… inilah tema yang sebenarnya dari Kedai Buku Waktu milikku.
Tapi waktu yang kusimpan berawal dari 2000-an ketika aku mulai mengenal cinta. Terlambat kamu bisa bilang begitu, terserah saja atau kamu malah boleh marah karena mungkin waktumu tak ada di ruangan ini. Yang aku inginkan adalah setiap mereka yang datang melintas di kepala mereka, “gue juga pernah begitu dan begini” atau “I was there”. Resikonya ada dua, ketika kisah tak lagi sama, pelangganku tak akan kembali atau mereka akan selalu kemari karena merasakan hal yang sama denganku, waktu mereka dimulai dan berhenti di 2000-an. Mereka akan datang untuk mengenang, mereka datang karena takut lupa.
Masih ingat dulu kala kita suka sekali meninggalkan jejak pada tembok atau batang pohon? Aku siapkan dua batang pohon sawo kecik persis di gerbang kedai yang kututup dengan kain coklat dan tinta emas atau perak. Kamu bisa menuliskan kesanmu di sana atau malah menuliskan puisi yang mungkin tak sempat kamu sampaikan padanya. Jangan lupa beri tanggal, supaya aku dan kamu tak lupa.
Aku bukan siapasiapa, tapi aku bisa jadi siapapun karena barangkali kehidupan ini memang tak pernah kemana-mana, cerita kita bisa sangat seragam, sejarah yang berulang.
Aku membuat kedai buku waktu seperti sebuah puzzle kehidupan. Kalau kamu punya cukup waktu untuk menengok ke setiap penanda yang kutaruh pada dinding ruangan bahkan di daftar menu, kamu akan menemukan aku seutuhnya. Barangkali kamu ada disana, ibu atau ayahmu atau tante dan om mu, barangkali mereka pernah terikat dalam kehidupanku di suatu waktu.
Disini yang kusajikan adalah novel koleksi pribadi mulai dari kisah romantisme, perjuangan perang salib atau petualangan dunia khayal seperti Harry Potter dan kisah Robert Langdon dalam karyakarya Dan Brown. Klasik kamu sebut saja begitu, lagi-lagi semua ini buku yang mewakili era-ku, seleraku yang tak mungkin kupaksakan agar kamu suka.
Seperti kubilang tadi, aku menghentikan waktu dalam banyak ornament termasuk menu. Mari kutunjukkan.
The Coffee Man :
• Cappuccino
• Vietnamese
• Espresso
• Kopi Tubruk
The Choco Man :
• Hot Chocolate Natural
• Hot Chocolate Mint
• Ice Chocolate
The Tea Man :
• Oolong tea
• Green Tea
• Peppermint Tea
• Jasmin Tea
• Teh Poci / teh tubruk
*GingerAle
The Beer Man :
• Anker Beer
• Haineken
Apa kamu sudah menemukan maksud dari penamaan menu tadi?
Tepat sekali nama itu mewakili mereka yang pernah hadir dalam hidupku, cukup kuwakilkan dalam empat jenis minuman yang mereka suka. Semua itu yang pernah kunikmati bersama mereka.
Dulu sekali aku pernah duduk dengannya di sebuah café kecil di Kaliurang 5, inilah tempat yang selalu kukunjungi saban kali mampir ke Yogyakarta. “Kalau kamu suka tempat ini, suatu saat aku akan membuatkannya untukmu. Eh atau kita beli saja tempat ini. Tunggu aku kaya yah.” Katanya sambil menggenggam erat tanganku.
Aku sudah menahan kenangan itu dalam Kedai Buku Waktu tanpamu… inilah Museum Hati-ku sebenarnya.
**
Februari - @nroshita
Yang paling kutakuti dalam hidup adalah lupa. Sebelum waktu dan usia membuatku lupa, aku menahannya di ruangan ini bersama dengan ratusan buku, belasan buah tangan oleholeh dari mereka yang pernah singgah di hati, belum lagi puluhan puisi cinta yang menclok bak majalah dinding masa SMP. Foto-foto yang menempel di dinding ruangan bukan foto selebritas tapi mereka adalah sahabat, keluarga dan bekas pencuri hati. Cinta… inilah tema yang sebenarnya dari Kedai Buku Waktu milikku.
Tapi waktu yang kusimpan berawal dari 2000-an ketika aku mulai mengenal cinta. Terlambat kamu bisa bilang begitu, terserah saja atau kamu malah boleh marah karena mungkin waktumu tak ada di ruangan ini. Yang aku inginkan adalah setiap mereka yang datang melintas di kepala mereka, “gue juga pernah begitu dan begini” atau “I was there”. Resikonya ada dua, ketika kisah tak lagi sama, pelangganku tak akan kembali atau mereka akan selalu kemari karena merasakan hal yang sama denganku, waktu mereka dimulai dan berhenti di 2000-an. Mereka akan datang untuk mengenang, mereka datang karena takut lupa.
Masih ingat dulu kala kita suka sekali meninggalkan jejak pada tembok atau batang pohon? Aku siapkan dua batang pohon sawo kecik persis di gerbang kedai yang kututup dengan kain coklat dan tinta emas atau perak. Kamu bisa menuliskan kesanmu di sana atau malah menuliskan puisi yang mungkin tak sempat kamu sampaikan padanya. Jangan lupa beri tanggal, supaya aku dan kamu tak lupa.
Aku bukan siapasiapa, tapi aku bisa jadi siapapun karena barangkali kehidupan ini memang tak pernah kemana-mana, cerita kita bisa sangat seragam, sejarah yang berulang.
Aku membuat kedai buku waktu seperti sebuah puzzle kehidupan. Kalau kamu punya cukup waktu untuk menengok ke setiap penanda yang kutaruh pada dinding ruangan bahkan di daftar menu, kamu akan menemukan aku seutuhnya. Barangkali kamu ada disana, ibu atau ayahmu atau tante dan om mu, barangkali mereka pernah terikat dalam kehidupanku di suatu waktu.
Disini yang kusajikan adalah novel koleksi pribadi mulai dari kisah romantisme, perjuangan perang salib atau petualangan dunia khayal seperti Harry Potter dan kisah Robert Langdon dalam karyakarya Dan Brown. Klasik kamu sebut saja begitu, lagi-lagi semua ini buku yang mewakili era-ku, seleraku yang tak mungkin kupaksakan agar kamu suka.
Seperti kubilang tadi, aku menghentikan waktu dalam banyak ornament termasuk menu. Mari kutunjukkan.
The Coffee Man :
• Cappuccino
• Vietnamese
• Espresso
• Kopi Tubruk
The Choco Man :
• Hot Chocolate Natural
• Hot Chocolate Mint
• Ice Chocolate
The Tea Man :
• Oolong tea
• Green Tea
• Peppermint Tea
• Jasmin Tea
• Teh Poci / teh tubruk
*GingerAle
The Beer Man :
• Anker Beer
• Haineken
Apa kamu sudah menemukan maksud dari penamaan menu tadi?
Tepat sekali nama itu mewakili mereka yang pernah hadir dalam hidupku, cukup kuwakilkan dalam empat jenis minuman yang mereka suka. Semua itu yang pernah kunikmati bersama mereka.
Dulu sekali aku pernah duduk dengannya di sebuah café kecil di Kaliurang 5, inilah tempat yang selalu kukunjungi saban kali mampir ke Yogyakarta. “Kalau kamu suka tempat ini, suatu saat aku akan membuatkannya untukmu. Eh atau kita beli saja tempat ini. Tunggu aku kaya yah.” Katanya sambil menggenggam erat tanganku.
Aku sudah menahan kenangan itu dalam Kedai Buku Waktu tanpamu… inilah Museum Hati-ku sebenarnya.
**
Februari - @nroshita
Wednesday, February 16, 2011
cicak -sahabat baru
lupa kapan awalnya gw menemukan jejak cicak di kamar kosan. setelah radio mati, gw memang jadi sering memerhatikan tiap sudut kamar. sewaktu membenahi kasur, gw menemukan beberapa telor cicak yang sudah menetas. sewaktu membersihkan meja gw juga menemukan jejak kotoran cicak. lain waktu gw menemukan bungkus abon bolong, langsung gw buang. lalu menemukan kentang gw bolong separuh...
aw... dia nakal.
gw ga pernah bertemu langsung dengannya. sampai suatu hari, gw pulang membawa box besar yang disiapkan untuk menaruh semua bahan makanan dan bumbu. box nya dari plastik tebal dan tertutup rapat.. "rasakan! kamu ga akan bisa menguntil makananku"
terjaga dari tidur siang, gw dengar suara klatak kletuk pelan dari arah box. seperti marah, si cicak menunjukkan wujudnya. dia menjedotkan kepalanya di box itu... dia marah!
gw ngikik sejadijadinya... rasakan!
sudah seminggu ini, saban kali gw selesai masak si cicak sudah berani melongok. barangkali dia berharap gw bakal menyisakan sedikit makanan untuknya. dia sudah tak takut sama gw sementara gw ga secuil pun punya niatan mengusirnya dari kamar itu.
somehow gw merasa ditemani oleh bunyinya di malam hari. gw cuma senyum tiap kali si cicak melongokkan kepala dari balik meja makan.
tapi pagi ini gw ngijak cicak di depan pintu luar kos... bukan bukan gw yang bikin dia mati, dia sudah mati sebelum gw menginjaknya... dan gw berharap dia bukan cicak sahabat baru gw di kamar *hiks*
aw... dia nakal.
gw ga pernah bertemu langsung dengannya. sampai suatu hari, gw pulang membawa box besar yang disiapkan untuk menaruh semua bahan makanan dan bumbu. box nya dari plastik tebal dan tertutup rapat.. "rasakan! kamu ga akan bisa menguntil makananku"
terjaga dari tidur siang, gw dengar suara klatak kletuk pelan dari arah box. seperti marah, si cicak menunjukkan wujudnya. dia menjedotkan kepalanya di box itu... dia marah!
gw ngikik sejadijadinya... rasakan!
sudah seminggu ini, saban kali gw selesai masak si cicak sudah berani melongok. barangkali dia berharap gw bakal menyisakan sedikit makanan untuknya. dia sudah tak takut sama gw sementara gw ga secuil pun punya niatan mengusirnya dari kamar itu.
somehow gw merasa ditemani oleh bunyinya di malam hari. gw cuma senyum tiap kali si cicak melongokkan kepala dari balik meja makan.
tapi pagi ini gw ngijak cicak di depan pintu luar kos... bukan bukan gw yang bikin dia mati, dia sudah mati sebelum gw menginjaknya... dan gw berharap dia bukan cicak sahabat baru gw di kamar *hiks*
Friday, February 11, 2011
Yogya Trip 2011
jumat seminggu lalu gw akhirnya sampe di yogyakarta setelah pantat sakit dan kaki kram di bus lorena yang melaju 14 jam dan 2 kali berhenti. untungnya sebelah gw cowo ganteng tapi medok. sebelum berangkat dari terminal rawamangun, gw sempet berdoa, "ya tuhan ini bakal perjalanan panjang, pls pls semoga sebelah gw ada cowo ganteng dan wangi, biar perjalanan ini ga jadi buruk." tarrraa... doa terkabul, dia ganteng meski kami bahkan ga bertukar nama.
sesuai petunjuk cowo ganteng itu, gw turun di jombor bareng dia. naik taksi 30 ribu sampai di cikditiro depan rs.yap tempat oddy menginap di lekker je cafe and mentang hotel. beneran ga sempat tiduran lagi. begitu nyampe leyeh 10 menit, mandi dan langsung berangkat menuju pantai kukup gunung kidul.
how to get kukup beach?
dari jl malioboro kami naik bus jalur 4 ongkos Rp 4.000 (berdua) sampai di perempatan sebelum terminal giwangan kami turun, naik lagi bus kecil menuju wonosari dengan ongkos Rp 10.000 (berdua). janjinya sampai pantai baron, pembohong. ditengah jalan si supir memaksa kami sewa bus itu untuk sampai ke baron dengan harga 100 ribu. untung si oddy yang pelit eh penuh perhitungan itu menolak mentah mentah.
di terminal wonosari, kami ganti lagi naik omprengan dengan harga 20 ribu (berdua) dan bertemu dengan orang baik hati bernama pak riyadi, yang tinggal di kukup. supirnya mau mengantar kami sampai ke kukup persis.
jreng... pantainya bagus banget, banget.. pasirnya putih dan ga banyak pengunjung. waktu kami sampai disana hanya ada sekitar 40 orang. udara bagus waktu itu. akhirnya kami berencana menginap untuk dua malam.
penginapan kukup beach nirwana inn harga 50 ribu permalam pake kipas angin dan bangunan menempel di dinding batu karst, keren ga tuh. suara ombak sedaaap tenan.
makan malam di restauran pak riyadi dengan menu ikan jambal basah bakar segede bagong dengan harga 30 ribu saja.
hari kedua di kukup, cuaca buruk. hujan sedari pagi. gagal rencana kami untuk leyehleyeh di pantai hari itu. akhirnya memilih kembali ke yogya daripada mesti menghabiskan liburan di kamar.
sempat mengabadikan pantai kukup saat hujan deras. hasilnya misteri..

dari sisi kanan :

dan ini adalah tempat memantau di ujung pantai. dari sinilah pemandangan paling keren bisa didapat dari pantai dan sekitar kukup

kembali ke yogyakarta kembali ke lekker je dengan harga kamar variasi dari 65 - 165 ribu dengan kamar mandi di luar. kamar ini ada di belakang kafe lekker je itu, begini suasana dalamnya. ini adalah kafe rock and roll, sumpek!

garagara hujan, yang bisa kami lakukan adalah pergi dari kafe ke kafe.. dan pastinya gw mengunjungi kafe kesayangan gw di kaliurang "the break coffee and book" inilah inspirasi gw :

kafe penuh buku dan musik jazz, lengkap hidup gw hahaha
sabtu, kami menuju prambanan pakai trans yogya. sebelumnya taksi menawarkan 70 ribu sampai prambanan, tapi naik trans yogya hanya habis 12 ribu :-). dari cikditiro kami naik IB sampai bandara adisucipto, pindah ke IA sampai prambanan. tapi sebaliknya, kami naik IA sampai gereja bestheda lalu 2A sampai cikditiro. semua cuma 12 ribu loh.

nah karena minggu lalu adalah long weekend, tentu saja gw dan oddy ga mudah dapat tiket pulang. akhirnya kami pulang sabtu 5 februari naik senja utama malam dengan harga 150 ribu each. berangkat 18.30 sampai jatinegara 03.30 esok pagi.
di jalan, ketika kereta sedang melaju sangat kencang tibatiba kaca di sebelah oddy bunyi kencang sekali. ada batu yang dilempar dari luar kereta! semua orang panik kecuali dia. kaca sebelah dia retak. dan semua orang langsung menutup kaca atas dan gorden lalu sunyi.. oddy tetap menghabiskan steaknya dengan tenang... gw tidak.
bisa keliatan retaknya ga?

03.30, kami berpisah di stasiun jatinegara.. perlu gw nyanyiin ga? xixii.. oddy kembali ke kemang, gw ... utan kayu tidur panjang sampai separuh siang. liburan panjang, murah, melelahkan, penuh kejutan dan menyenangkan. I always love Yogyakarta... and hardly wait to get back there again as an impulsive traveller.
sesuai petunjuk cowo ganteng itu, gw turun di jombor bareng dia. naik taksi 30 ribu sampai di cikditiro depan rs.yap tempat oddy menginap di lekker je cafe and mentang hotel. beneran ga sempat tiduran lagi. begitu nyampe leyeh 10 menit, mandi dan langsung berangkat menuju pantai kukup gunung kidul.
how to get kukup beach?
dari jl malioboro kami naik bus jalur 4 ongkos Rp 4.000 (berdua) sampai di perempatan sebelum terminal giwangan kami turun, naik lagi bus kecil menuju wonosari dengan ongkos Rp 10.000 (berdua). janjinya sampai pantai baron, pembohong. ditengah jalan si supir memaksa kami sewa bus itu untuk sampai ke baron dengan harga 100 ribu. untung si oddy yang pelit eh penuh perhitungan itu menolak mentah mentah.
di terminal wonosari, kami ganti lagi naik omprengan dengan harga 20 ribu (berdua) dan bertemu dengan orang baik hati bernama pak riyadi, yang tinggal di kukup. supirnya mau mengantar kami sampai ke kukup persis.
jreng... pantainya bagus banget, banget.. pasirnya putih dan ga banyak pengunjung. waktu kami sampai disana hanya ada sekitar 40 orang. udara bagus waktu itu. akhirnya kami berencana menginap untuk dua malam.
penginapan kukup beach nirwana inn harga 50 ribu permalam pake kipas angin dan bangunan menempel di dinding batu karst, keren ga tuh. suara ombak sedaaap tenan.
makan malam di restauran pak riyadi dengan menu ikan jambal basah bakar segede bagong dengan harga 30 ribu saja.
hari kedua di kukup, cuaca buruk. hujan sedari pagi. gagal rencana kami untuk leyehleyeh di pantai hari itu. akhirnya memilih kembali ke yogya daripada mesti menghabiskan liburan di kamar.
sempat mengabadikan pantai kukup saat hujan deras. hasilnya misteri..

dari sisi kanan :

dan ini adalah tempat memantau di ujung pantai. dari sinilah pemandangan paling keren bisa didapat dari pantai dan sekitar kukup

kembali ke yogyakarta kembali ke lekker je dengan harga kamar variasi dari 65 - 165 ribu dengan kamar mandi di luar. kamar ini ada di belakang kafe lekker je itu, begini suasana dalamnya. ini adalah kafe rock and roll, sumpek!

garagara hujan, yang bisa kami lakukan adalah pergi dari kafe ke kafe.. dan pastinya gw mengunjungi kafe kesayangan gw di kaliurang "the break coffee and book" inilah inspirasi gw :

kafe penuh buku dan musik jazz, lengkap hidup gw hahaha
sabtu, kami menuju prambanan pakai trans yogya. sebelumnya taksi menawarkan 70 ribu sampai prambanan, tapi naik trans yogya hanya habis 12 ribu :-). dari cikditiro kami naik IB sampai bandara adisucipto, pindah ke IA sampai prambanan. tapi sebaliknya, kami naik IA sampai gereja bestheda lalu 2A sampai cikditiro. semua cuma 12 ribu loh.

nah karena minggu lalu adalah long weekend, tentu saja gw dan oddy ga mudah dapat tiket pulang. akhirnya kami pulang sabtu 5 februari naik senja utama malam dengan harga 150 ribu each. berangkat 18.30 sampai jatinegara 03.30 esok pagi.
di jalan, ketika kereta sedang melaju sangat kencang tibatiba kaca di sebelah oddy bunyi kencang sekali. ada batu yang dilempar dari luar kereta! semua orang panik kecuali dia. kaca sebelah dia retak. dan semua orang langsung menutup kaca atas dan gorden lalu sunyi.. oddy tetap menghabiskan steaknya dengan tenang... gw tidak.
bisa keliatan retaknya ga?

03.30, kami berpisah di stasiun jatinegara.. perlu gw nyanyiin ga? xixii.. oddy kembali ke kemang, gw ... utan kayu tidur panjang sampai separuh siang. liburan panjang, murah, melelahkan, penuh kejutan dan menyenangkan. I always love Yogyakarta... and hardly wait to get back there again as an impulsive traveller.
Wednesday, February 02, 2011
12 jam di jalanan
anak jalanan salah satu literatur mendefinisikannya adalah mereka yang menghabiskan 4-6 jam di jalanan saban hari. kecuali saban harinya itu, gw bakal menghabiskan 12 jam di dalam bus menuju yogyakarta.
perjuangan mendapatkan tiket ke yogyakarta benarbenar melelahkan. setelah gagal di pagi hari di stasiun jatinegara, jam 1 siang gw ke gambir. berbekal informasi dari budi, gw coba ulik kemungkinan dapat tiket jatah para pejabat kereta api. "biasanya dijual setengah harga tuh nit, 50 ribuan deh." huee berbinar mata gw, senangnya kalau beneran dapat itu.
setelah mengantri 10 menit di loket selatan dan ga ada tiket sisa, di depan loket gw pake pasword itu, "tiket 1c-d ada?" eh si mbak berubah air muka dan langsung nyuruh gw ke loket utara. set dah, ga deket itu! antrian di loket utara lebih panjang, hasilnya tetep NIHIL.
nyaris putus asa beneran. kalau ga dapat tiket malam ini, masa harus naik pesawat besok pagi, hadeuh malas amat.
di depan gerbang stasiun tukang ojek berebutan gw tuh, ga penting ge er ya kan. 40 ribuan ke rawamangun, enak aja, pan modalnya ga cukup. tawar menawar 25 ribu hajar. berangkat gw sama abang ojek ke terminal rawamangun, my last hope!
ini dia hasilnya :

Lorena executive class bangku 7B cuma 1 bangku di depan toilet :-( berangkat jam 6 malam sampai insyaallah jam 6 pagi besok. 12 jam!
sebelum mati gaya, mari siapkan mp3 player, buku dan senter baca, hp fully charged dan pisau lipat incase ada yang jahil :-P
maka bismillah saja!
perjuangan mendapatkan tiket ke yogyakarta benarbenar melelahkan. setelah gagal di pagi hari di stasiun jatinegara, jam 1 siang gw ke gambir. berbekal informasi dari budi, gw coba ulik kemungkinan dapat tiket jatah para pejabat kereta api. "biasanya dijual setengah harga tuh nit, 50 ribuan deh." huee berbinar mata gw, senangnya kalau beneran dapat itu.
setelah mengantri 10 menit di loket selatan dan ga ada tiket sisa, di depan loket gw pake pasword itu, "tiket 1c-d ada?" eh si mbak berubah air muka dan langsung nyuruh gw ke loket utara. set dah, ga deket itu! antrian di loket utara lebih panjang, hasilnya tetep NIHIL.
nyaris putus asa beneran. kalau ga dapat tiket malam ini, masa harus naik pesawat besok pagi, hadeuh malas amat.
di depan gerbang stasiun tukang ojek berebutan gw tuh, ga penting ge er ya kan. 40 ribuan ke rawamangun, enak aja, pan modalnya ga cukup. tawar menawar 25 ribu hajar. berangkat gw sama abang ojek ke terminal rawamangun, my last hope!
ini dia hasilnya :
Lorena executive class bangku 7B cuma 1 bangku di depan toilet :-( berangkat jam 6 malam sampai insyaallah jam 6 pagi besok. 12 jam!
sebelum mati gaya, mari siapkan mp3 player, buku dan senter baca, hp fully charged dan pisau lipat incase ada yang jahil :-P
maka bismillah saja!
an impulsive traveler
ga pernah jalanjalan sesuai rencana. perjalanan terlama direncanakan sebulan sebelum berangkat, selebihnya ya seketika. malam tadi sudah hampir terlelap ketika odysseus telepon, "jadi ke yogya kan? aku tunggu yah,tenang aja penginapan dan tiket pulang aku yang tanggung."
jreng jreng, jam 12 malam gedebak gedebuk packing!
sepanjang setengah hari ini panik cari cara ke yogya, yang jelas ga mau naik pesawat karena pasti mahal dan juga bukan eksekutif kereta karena harganya beda tipis sama pesawat.
pagi sudah sampai ke stasiun jatinegara. "kereta ac ekonomi bogowonto masih ada tiket?". "buat kapan?", "hari ini pak" sambil gw cengarcengir. lah si bapak malah nahan ketawa, "bogowonto berangkat jam 9 pagi neng."
gubrak..
lalu bergeser ke antrian loket nomor 6 untuk pemesanan tiket bisnis dan eksekutif, panjangnya sudah 5 meteran tuh. iseng tengok ke papan pengumuman, "Tiket berikut ke sudah habis per 2 februari", mata gw menyisir, jrit, semua yang gw incar HABIS.
"etta, tolong cariin tiket pesawat yah. cariin yang paalliiing murah." itu telepon terakhir yang bisa gw lakukan sebelum pulsa habis. halah.
begitu sampai ke kantor, tiket pesawat di hari ini antara 367 - 580 ribu. *tepok jidat* budget gw untuk perjalanan kali ini adalah 300 ribu mentok! masa tiketnya melebihi batas akhir budget gw.
sampai 12.30 ini gw masih belum tau naik apa ke yogya. pasti sampe lah nanti, somehow hahaha... kemungkinan paling besar adalah naik bus dari rawamangun atau pulogadung yang katanya akan memakan waktu 12 jam... yuks mari... mati gaya dah gw :-P
beginilah nasib impulsive traveler, setiap detik adalah kejutan.
jreng jreng, jam 12 malam gedebak gedebuk packing!
sepanjang setengah hari ini panik cari cara ke yogya, yang jelas ga mau naik pesawat karena pasti mahal dan juga bukan eksekutif kereta karena harganya beda tipis sama pesawat.
pagi sudah sampai ke stasiun jatinegara. "kereta ac ekonomi bogowonto masih ada tiket?". "buat kapan?", "hari ini pak" sambil gw cengarcengir. lah si bapak malah nahan ketawa, "bogowonto berangkat jam 9 pagi neng."
gubrak..
lalu bergeser ke antrian loket nomor 6 untuk pemesanan tiket bisnis dan eksekutif, panjangnya sudah 5 meteran tuh. iseng tengok ke papan pengumuman, "Tiket berikut ke sudah habis per 2 februari", mata gw menyisir, jrit, semua yang gw incar HABIS.
"etta, tolong cariin tiket pesawat yah. cariin yang paalliiing murah." itu telepon terakhir yang bisa gw lakukan sebelum pulsa habis. halah.
begitu sampai ke kantor, tiket pesawat di hari ini antara 367 - 580 ribu. *tepok jidat* budget gw untuk perjalanan kali ini adalah 300 ribu mentok! masa tiketnya melebihi batas akhir budget gw.
sampai 12.30 ini gw masih belum tau naik apa ke yogya. pasti sampe lah nanti, somehow hahaha... kemungkinan paling besar adalah naik bus dari rawamangun atau pulogadung yang katanya akan memakan waktu 12 jam... yuks mari... mati gaya dah gw :-P
beginilah nasib impulsive traveler, setiap detik adalah kejutan.
Wednesday, January 26, 2011
hidup adalah ijon
saban tanggal 26 yang muncul adalah rasa senang karena penderitaan harihari tanpa kocek akan segera berakhir, sekaligus rasa pedih meringis karena hanya bisa melihat deretan angka itu satu hari saja sebelum pergi melayang ke rekening orang lain... bayar hutang.
hidup adalah ijon..
gaji diatas 10 koma artinya lewat tanggal 10 sudah koma :-)
setelah minggu kedua abis gajian mulai deh tuh ketarketir bagaimana meneruskan sisa setengah bulan lagi.
gimana engga. orang akan lihat gw boros, duit habis terus. tapi beneran ngga. gw ga beneran single. ada tiga rumah; kontrakan mami, rumah sentul dan kosan yang harus di bayar. ada dua prt yang mesti digaji; mba siti di kosan dan si emak di rumah mami. belum kebutuhan masak saban hari diri sendiri dan rumah mami.
ini bukan penyesalan, sama sekali tak pernah menyesal untuk membantu keluarga tercinta. ini sedang bertindak logis, menghitung kebutuhan dan penghasilan.
ketika 10 koma itulah sistem ijon untuk bertahan hidup di setengah bulan kedua terjadi. utang kiri kanan depan belakang... akhir bulan bayarbayaran kadang diluar dari kebutuhan yang disebut diatas itu.
belum lagi kalau salah satu atau dua diantara kami sakit, dana yang harus dikeluarkan tidak bisa diprediksi. tetap harus ada tabungan khusus untuk kesehatan.
sebulan terakhir hidup gw lebih baik sebenarnya. ada recehan yang didapat dari jualan sepatu dan jaket, bisa menghidupi kebutuhan makan seharian. belum lagi dari masak sendiri itulah gaji bulanan sebenarnya bisa dihemat. tapi tetep aja, kok ga ada sisa yah?
setelah putus asa dengan pengaturan keuangan, jadi inget petuah safir senduk "kalau tidak pernah cukup, jangan-jangan bukan karena anda boros, tapi gaji anda yang terlalu kecil"
hahaha... tanpa menuntut gaji lebih besar, gw berharap Allah yang baik kasih jalan buat adikadik gw untuk lebih mandiri dan bisa bantu gw memenuhi kebutuhan hidup keluarga...
ssstt... kalau nengok diri sendiri, miskin begini, bagaimana bermimpi nikah? hahaha lelaki sekarang gitu loh..
hidup adalah ijon..
gaji diatas 10 koma artinya lewat tanggal 10 sudah koma :-)
setelah minggu kedua abis gajian mulai deh tuh ketarketir bagaimana meneruskan sisa setengah bulan lagi.
gimana engga. orang akan lihat gw boros, duit habis terus. tapi beneran ngga. gw ga beneran single. ada tiga rumah; kontrakan mami, rumah sentul dan kosan yang harus di bayar. ada dua prt yang mesti digaji; mba siti di kosan dan si emak di rumah mami. belum kebutuhan masak saban hari diri sendiri dan rumah mami.
ini bukan penyesalan, sama sekali tak pernah menyesal untuk membantu keluarga tercinta. ini sedang bertindak logis, menghitung kebutuhan dan penghasilan.
ketika 10 koma itulah sistem ijon untuk bertahan hidup di setengah bulan kedua terjadi. utang kiri kanan depan belakang... akhir bulan bayarbayaran kadang diluar dari kebutuhan yang disebut diatas itu.
belum lagi kalau salah satu atau dua diantara kami sakit, dana yang harus dikeluarkan tidak bisa diprediksi. tetap harus ada tabungan khusus untuk kesehatan.
sebulan terakhir hidup gw lebih baik sebenarnya. ada recehan yang didapat dari jualan sepatu dan jaket, bisa menghidupi kebutuhan makan seharian. belum lagi dari masak sendiri itulah gaji bulanan sebenarnya bisa dihemat. tapi tetep aja, kok ga ada sisa yah?
setelah putus asa dengan pengaturan keuangan, jadi inget petuah safir senduk "kalau tidak pernah cukup, jangan-jangan bukan karena anda boros, tapi gaji anda yang terlalu kecil"
hahaha... tanpa menuntut gaji lebih besar, gw berharap Allah yang baik kasih jalan buat adikadik gw untuk lebih mandiri dan bisa bantu gw memenuhi kebutuhan hidup keluarga...
ssstt... kalau nengok diri sendiri, miskin begini, bagaimana bermimpi nikah? hahaha lelaki sekarang gitu loh..
the perfection is you
never knew perfection was until i saw and hear you speak
could never find another perfection since you gone
*lookin' at ur pic and tearing my heart apart*
could never find another perfection since you gone
*lookin' at ur pic and tearing my heart apart*
Monday, January 24, 2011
Senyum Itu Milik Gw
Gw menikahi pekerjaan ini. Tepat rasanya gw bilang begitu. Ketika teman bilang menikah = punya tempat curhat sepanjang hayat, gw cuma bisa bilang pekerjaan adalah penyelamat di harihari berat, seperti sekarang. Cuma pekerjaan yang gw punya untuk bisa menjadikan gw manusia lagi. Gw masih bisa kesel dan marah pada klien atau rekan kerja, bisa tertawa di jam 4 sore ketika satu satu teman berkumpul di dekat meja, berbagi bekal makan siang dan bergosip dilepas jam 6. Pekerjaan ini jadi satusatunya alasan kenapa gw harus bangun pagi, selalu ada yang bisa dikerjakan. Selalu ada yang ditunggu di tanggal 27, waktunya gajian. Tanpa pekerjaan, hidup gw bisa tanpa tujuan.
Ga pernah kaya jadi jurnalis, tapi ga akan pernah kaya seseorang tanpa Tuhan di hatinya - The American...
Kalau uang tak jadi tujuan, gw cuma bisa bilang pekerjaan ini membuat gw nyaman dan tertawa. Ketika hati ini hancur, stres luar binasa menghajar dan mencret yang ga berhenti, kembali ke kantor dan bertemu mereka.. serasa sembuh total.
Hari ini saja misalnya, tibatiba hilman mengirimkan kue yang dibagi rata dengan yang lain, seorang klien mengirimkan kripik pedas sanjo plus aksesoris, lalu lola mengabarkan pernikahannya, mas teddy mengajak liburan sambil down hill di bogor bareng dessy. Tak secuil pun ada kesempatan berpikir tentang masalah yang menggantungi hati gw dalam beberapa hari terakhir.
Malam tiba, semua beranjak pulang kecuali gw.. merindu mentari pagi yang membawa kalian kembali ke sini. membawa kejutan, membuat gw tertawa lagi..
iya tau, abis ini pasti sebagian teman gw akan bilang "itu kan karena lu sedih sama yang lain, one day lu juga muak pada pekerjaan itu." ah namanya juga ups and down toh.
Ga pernah kaya jadi jurnalis, tapi ga akan pernah kaya seseorang tanpa Tuhan di hatinya - The American...
Kalau uang tak jadi tujuan, gw cuma bisa bilang pekerjaan ini membuat gw nyaman dan tertawa. Ketika hati ini hancur, stres luar binasa menghajar dan mencret yang ga berhenti, kembali ke kantor dan bertemu mereka.. serasa sembuh total.
Hari ini saja misalnya, tibatiba hilman mengirimkan kue yang dibagi rata dengan yang lain, seorang klien mengirimkan kripik pedas sanjo plus aksesoris, lalu lola mengabarkan pernikahannya, mas teddy mengajak liburan sambil down hill di bogor bareng dessy. Tak secuil pun ada kesempatan berpikir tentang masalah yang menggantungi hati gw dalam beberapa hari terakhir.
Malam tiba, semua beranjak pulang kecuali gw.. merindu mentari pagi yang membawa kalian kembali ke sini. membawa kejutan, membuat gw tertawa lagi..
iya tau, abis ini pasti sebagian teman gw akan bilang "itu kan karena lu sedih sama yang lain, one day lu juga muak pada pekerjaan itu." ah namanya juga ups and down toh.
Radio Ajaib
Akira radio, cd dan kaset player itu gw beli kirakira 4 tahunan silam deh. Saban malam begitu sampe ke kamar pasti gw nyalain sampai gw pergi kerja lagi. Radio diputar nonstop. Gw ga bisa tidur tanpa bunyibunyian. Dari sd sampai sekarang. Ya kalau ga ada orang lain di samping gw maksudnya. Kan kalau ada seseorang di samping gw, yang terdengar adalah napasnya dan geliat tubuhnya.
Karena lebih sering radio yang dibunyikan, akhirnya cd player kalah dan rusak. Mungkin karena debu. Awalnya ga mau muter eh setahun kemarin malah tutupnya terus mangap ga nutup lagi. Wassalam cd player.
Lalu berikutnya yang rusak adalah kaset player nya. Ga bisa rewind, suara pelan dan terakhir play nya mati sama sekali. Wassalam kaset playerku.
Tiga hari lalu dalam situasi hati kalut dan yang gw butuhkan adalah musik aneka rupa, mulai dari rock sampai disco untuk meriangkan hati. Gw butuh teriak kalau itu ga bisa disebut nyanyian, untuk mengalihkan hati yang rusuh, tibatiba radio itu hanya menunjukkan frekwensi 989,33 that is it! Untuk tiga hari lamanya Cuma angka itu yang muncul, ga ada suara Cuma kresek dari kejauhan. Aha barangkali itu kode dari luar angkasa.. PRET.. eh atau kode judi buntut... ah lebih PRET...
Hari minggu tanpa kegiatan di luar gw berniat nge-pack radio cumi ini ke dalam kardusnya lagi. Niat hati menghadap kang koer, jagoannya reparasi elektronik di kantor untuk diperbaiki atau ya sekalian dihibahkan saja deh. Gw paling males urusan sama barang udah rusak.
Lagi menimbang nimbang, tibatiba frekwensi aneh 989,33 itu berubah jadi 88,9 lalu gw geser ke 87,5 jreng.. nyaring lagi bunyinya.. sampai minggu malam, gw bisa lagi mendengar musik, bisa lagi menganggukkan kepala dan teriakteriak.. yeihaa..
Radio aneh, frekwensi ajaib.. masa harus diancam dibuang baru bener sih. ANEH..
Karena lebih sering radio yang dibunyikan, akhirnya cd player kalah dan rusak. Mungkin karena debu. Awalnya ga mau muter eh setahun kemarin malah tutupnya terus mangap ga nutup lagi. Wassalam cd player.
Lalu berikutnya yang rusak adalah kaset player nya. Ga bisa rewind, suara pelan dan terakhir play nya mati sama sekali. Wassalam kaset playerku.
Tiga hari lalu dalam situasi hati kalut dan yang gw butuhkan adalah musik aneka rupa, mulai dari rock sampai disco untuk meriangkan hati. Gw butuh teriak kalau itu ga bisa disebut nyanyian, untuk mengalihkan hati yang rusuh, tibatiba radio itu hanya menunjukkan frekwensi 989,33 that is it! Untuk tiga hari lamanya Cuma angka itu yang muncul, ga ada suara Cuma kresek dari kejauhan. Aha barangkali itu kode dari luar angkasa.. PRET.. eh atau kode judi buntut... ah lebih PRET...
Hari minggu tanpa kegiatan di luar gw berniat nge-pack radio cumi ini ke dalam kardusnya lagi. Niat hati menghadap kang koer, jagoannya reparasi elektronik di kantor untuk diperbaiki atau ya sekalian dihibahkan saja deh. Gw paling males urusan sama barang udah rusak.
Lagi menimbang nimbang, tibatiba frekwensi aneh 989,33 itu berubah jadi 88,9 lalu gw geser ke 87,5 jreng.. nyaring lagi bunyinya.. sampai minggu malam, gw bisa lagi mendengar musik, bisa lagi menganggukkan kepala dan teriakteriak.. yeihaa..
Radio aneh, frekwensi ajaib.. masa harus diancam dibuang baru bener sih. ANEH..
My Heart is SOLD
Ternyata kalau diartikan dalam bahasa indonesia artinya dangdut banget, sinetron banget “Hati yang terjual” aih pret..
Kalimat diatas gw dapat dari bobo, kawan dari generation wave, kelompok hiphop burma yang terasing di mae sot. Dia yang cerita bahwa hatinya sudah terjual pada seorang gadis di burma sana, jadi tak akan ada lagi cerita cinta berikutnya.
Kalau dipindahkan dalam kisah gw, rasanya sama. Mungkin ini alasan kenapa dalam kisah buruk yang menimpa gw dalam setahun terakhir ga pernah bikin gw benarbenar terpuruk.
I did cried and hurt. Tapi ga pernah berlarut. Nangis cukup dua hari saja, setelahnya gw ketawa lagi. Hati gw lebih kuat dari sebelumnya dan tetap bilang gw bisa lanjutkan hidup dan mencari cinta. Sakit yang ini ga akan mengganggu hidup gw. Toh ga ada yang benarbenar bikin gw jatuh cinta sampai kelinyengan hehehe.
Mas Q pernah bilang, “you only love once in your life” setelah itu ya menjalani apa yang dikasih Tuhan. Surya pernah nanya, “cinta itu apa menurut lu nit?” dan gw jawab dengan santai “cinta itu Ramy” tahun 2006
I guess my heart is SOLD to him.. sampai saat ini ga pernah lagi gw nemu cinta setulus cinta dia sama gw dan sebaliknya. Sadar betul tak akan terulang yang sudah lewat tapi paling ga, tak ada lagi yang bisa menyakiti gw karena hati ini sudah mati.
Soal mencari cinta.. well i need air to breath rite.. and love is the air.
Kalimat diatas gw dapat dari bobo, kawan dari generation wave, kelompok hiphop burma yang terasing di mae sot. Dia yang cerita bahwa hatinya sudah terjual pada seorang gadis di burma sana, jadi tak akan ada lagi cerita cinta berikutnya.
Kalau dipindahkan dalam kisah gw, rasanya sama. Mungkin ini alasan kenapa dalam kisah buruk yang menimpa gw dalam setahun terakhir ga pernah bikin gw benarbenar terpuruk.
I did cried and hurt. Tapi ga pernah berlarut. Nangis cukup dua hari saja, setelahnya gw ketawa lagi. Hati gw lebih kuat dari sebelumnya dan tetap bilang gw bisa lanjutkan hidup dan mencari cinta. Sakit yang ini ga akan mengganggu hidup gw. Toh ga ada yang benarbenar bikin gw jatuh cinta sampai kelinyengan hehehe.
Mas Q pernah bilang, “you only love once in your life” setelah itu ya menjalani apa yang dikasih Tuhan. Surya pernah nanya, “cinta itu apa menurut lu nit?” dan gw jawab dengan santai “cinta itu Ramy” tahun 2006
I guess my heart is SOLD to him.. sampai saat ini ga pernah lagi gw nemu cinta setulus cinta dia sama gw dan sebaliknya. Sadar betul tak akan terulang yang sudah lewat tapi paling ga, tak ada lagi yang bisa menyakiti gw karena hati ini sudah mati.
Soal mencari cinta.. well i need air to breath rite.. and love is the air.
Mati Nanti
Ga ada yang pasti dalam hidup ini kecuali dua hal, mati dan pajak! Kesialan nomor dua itu adalah pada penguntit pajak macam gayus. Gw ga pengen bicara soal pajak, bikin kesel.
Mari bicara kematian.
Gw pernah pasrah pada kematian ketika di Pattani Thailand 2007, di meja operasi tumor payudara 2008 dan di Pantai Sikuai 2009. aih saban tahun rasanya mau mati aja. 2011, gw malah bicara kematian gw nanti. Allah belum berkenan menerima gw di alam baka ketika itu, tapi kalau waktunya nanti bolehkah kita bernegosiasi ya Allah?
Kalau boleh memilih cara untuk mati, maka gw pengen mati dalam sehat. Mungkin mati ditembak atau tertabrak asal bukan bunuh diri, demi Allah jangan sampai terjadi. Gw pengen bagian tubuh yang masih sehat bisa didonorkan. Retina mata, ginjal, hati atau jantung ini bisa dipreteli dan dipasang pada tubuh yang lebih memerlukan untuk hidup lebih baik. Mati ga bawa apa apa kecuali amal ibadah, jadi kenapa harus bertubuh lengkap. Bahagia rasanya kalau masih ada “gw” di dunia dan berguna bagi yang lain.
Lalu kalau saja syariah berkenan, maka gw Cuma pengen dikubur selama 1 tahun setelahnya dikremasi. Kenapa? Pertama karena tanah kuburan itu mahal, sepanjang jenazah dikubur saban tahun kudu bayar iuran. Kasian keluarga yang ditinggalkan, mati ya mati saja ga perlu membebani yang masih hidup. Kedua, tanah makin terbatas. Syariah mengharuskan jenazah menempel pada tanah. Tapi kalau dalam setahun mestinya sih bisa dikeluarkan dan digantikan oleh jenazah yang lain yah. Berbagi tanah dengan yang lain juga ibadah dung harusnya. Di kremasi jadinya tak menyianyiakan tanah. Ketiga, abu kremasi biarlah jadi pupuk di sarongge yah. Sapa tahu gw masih bisa menyuburkan tanah di lokasi yang gw cintai itu.
Ketika mati nanti jangan ada tangan asing menjamah gw. Jangan sampai dimandiin orang lain atau di ngajiin. Mereka ga ikhlas! Yang ditunggu adalah bayaran permalam perorang untuk mengaji. Mereka mau dibayar ketika memandikan dan sholat jenazah. Gw Cuma mau dingajiin, disholati oleh keluarga dan sahabat tercinta. Semoga mereka pun ikhlas.
Terakhir tolong bebaskan hutang piutang gw. Semasa hidup akan dilunasi semuanya tapi jika waktu tak cukup untuk itu, mohon dilunasi. Jangan bebani keluarga gw tercinta yaa...
Eh masih ada lagi ding. Kalau gw mati nanti, kenang gw karena gw bawel hehe. Sungguh kalau gw bawel itu karena gw sayang dan peduli. Justru ketika gw diam adalah sebuah kemarahan dan kekesalan.
Terus karena mantan gw orang luar sebagian besar, tolong dikabari yak. Ram, z dan odysseus hehehe... juga para sahabat di luar sana, jimmy, andrew, tobias, majlie, nadya. I would love to see my best friends around me di hari itu...
Hey im not dead yet.. jangan sedih dong baca postingan ini. Biasa aja kali...
Mari bicara kematian.
Gw pernah pasrah pada kematian ketika di Pattani Thailand 2007, di meja operasi tumor payudara 2008 dan di Pantai Sikuai 2009. aih saban tahun rasanya mau mati aja. 2011, gw malah bicara kematian gw nanti. Allah belum berkenan menerima gw di alam baka ketika itu, tapi kalau waktunya nanti bolehkah kita bernegosiasi ya Allah?
Kalau boleh memilih cara untuk mati, maka gw pengen mati dalam sehat. Mungkin mati ditembak atau tertabrak asal bukan bunuh diri, demi Allah jangan sampai terjadi. Gw pengen bagian tubuh yang masih sehat bisa didonorkan. Retina mata, ginjal, hati atau jantung ini bisa dipreteli dan dipasang pada tubuh yang lebih memerlukan untuk hidup lebih baik. Mati ga bawa apa apa kecuali amal ibadah, jadi kenapa harus bertubuh lengkap. Bahagia rasanya kalau masih ada “gw” di dunia dan berguna bagi yang lain.
Lalu kalau saja syariah berkenan, maka gw Cuma pengen dikubur selama 1 tahun setelahnya dikremasi. Kenapa? Pertama karena tanah kuburan itu mahal, sepanjang jenazah dikubur saban tahun kudu bayar iuran. Kasian keluarga yang ditinggalkan, mati ya mati saja ga perlu membebani yang masih hidup. Kedua, tanah makin terbatas. Syariah mengharuskan jenazah menempel pada tanah. Tapi kalau dalam setahun mestinya sih bisa dikeluarkan dan digantikan oleh jenazah yang lain yah. Berbagi tanah dengan yang lain juga ibadah dung harusnya. Di kremasi jadinya tak menyianyiakan tanah. Ketiga, abu kremasi biarlah jadi pupuk di sarongge yah. Sapa tahu gw masih bisa menyuburkan tanah di lokasi yang gw cintai itu.
Ketika mati nanti jangan ada tangan asing menjamah gw. Jangan sampai dimandiin orang lain atau di ngajiin. Mereka ga ikhlas! Yang ditunggu adalah bayaran permalam perorang untuk mengaji. Mereka mau dibayar ketika memandikan dan sholat jenazah. Gw Cuma mau dingajiin, disholati oleh keluarga dan sahabat tercinta. Semoga mereka pun ikhlas.
Terakhir tolong bebaskan hutang piutang gw. Semasa hidup akan dilunasi semuanya tapi jika waktu tak cukup untuk itu, mohon dilunasi. Jangan bebani keluarga gw tercinta yaa...
Eh masih ada lagi ding. Kalau gw mati nanti, kenang gw karena gw bawel hehe. Sungguh kalau gw bawel itu karena gw sayang dan peduli. Justru ketika gw diam adalah sebuah kemarahan dan kekesalan.
Terus karena mantan gw orang luar sebagian besar, tolong dikabari yak. Ram, z dan odysseus hehehe... juga para sahabat di luar sana, jimmy, andrew, tobias, majlie, nadya. I would love to see my best friends around me di hari itu...
Hey im not dead yet.. jangan sedih dong baca postingan ini. Biasa aja kali...
Sunday, January 23, 2011
berteman dengan mantan
Dewi pernah bilang gw adalah orang yg gampang dekat dengan siapapun. Sebenernya gw termasuk yang pilihpilih kawan. Hati adalah alat sensor paling canggih dalam hidup. Hati kecil lu pasti akan bereaksi terhadap sesuatu, termasuk pertemanan. Dia yg akan bilang orang ini akan baik dijadikan teman atau nda. Begitulah
Sejauh ini gw ga pernah kehilangan sahabat, semoga jangan. I love my best friends. Selisih paham itu biasa dan itu ujian bagi persahabatan. Ga gampang masuk dalam lingkaran persahabatan kami, lagilagi chemistry, hati yg memilih.
Tapi tau ga, ujian apa yg paling berat dalam persahabatan dan pertemanan? CINTA.. F**
Gw kehilangan persahabatan dgn bambang karena kami merasa ada rasa suka yang lebih. Dia sahabat dari sd lalu bubar tak saling menyapa sejak 2001 sampai sekarang. Pun kalau sapa sekenanya.
Lalu yan. Kami dekat sekali, tak terpisahkan barang sehari :) lalu rasa itu muncul dan persahabatan bubar :(. Tiga tahun setelahnya kami usaha perbaiki lagi pertemanan yg ada.
Z.. Kami teman. Gw menyayanginya sebagai adik kecil. Ternyata cinta muncul diantara kami. Bubar jalan. Dia menghapus gw dari daftar teman di fb. Ga ada kontak sampai sekarang.
Ram.. "U'll be my dearest friend' he said. Yeah right. We are not talking for 3 years now.
And now, odysseus dan gw memutuskan untk berteman saja. Maaf rasanya gw yang ga bisa...
Mungkin gw yang baik jadi sahabat tapi pencinta yg buruk. Bersahabat sama mantan itu ribet bin risih. Ujungujungnya selalu berantem, saling menyalahkan kalau tidak balik lagi ke pembicaraan soal kenangan.
Demi menjaga persahabatan itulah gw mending mendam rasa bertahun pada seseorang. Mending menghilangkan cinta drpd kehilangan sahabat!
I've learnt not to fall for ur best friend :)
Sejauh ini gw ga pernah kehilangan sahabat, semoga jangan. I love my best friends. Selisih paham itu biasa dan itu ujian bagi persahabatan. Ga gampang masuk dalam lingkaran persahabatan kami, lagilagi chemistry, hati yg memilih.
Tapi tau ga, ujian apa yg paling berat dalam persahabatan dan pertemanan? CINTA.. F**
Gw kehilangan persahabatan dgn bambang karena kami merasa ada rasa suka yang lebih. Dia sahabat dari sd lalu bubar tak saling menyapa sejak 2001 sampai sekarang. Pun kalau sapa sekenanya.
Lalu yan. Kami dekat sekali, tak terpisahkan barang sehari :) lalu rasa itu muncul dan persahabatan bubar :(. Tiga tahun setelahnya kami usaha perbaiki lagi pertemanan yg ada.
Z.. Kami teman. Gw menyayanginya sebagai adik kecil. Ternyata cinta muncul diantara kami. Bubar jalan. Dia menghapus gw dari daftar teman di fb. Ga ada kontak sampai sekarang.
Ram.. "U'll be my dearest friend' he said. Yeah right. We are not talking for 3 years now.
And now, odysseus dan gw memutuskan untk berteman saja. Maaf rasanya gw yang ga bisa...
Mungkin gw yang baik jadi sahabat tapi pencinta yg buruk. Bersahabat sama mantan itu ribet bin risih. Ujungujungnya selalu berantem, saling menyalahkan kalau tidak balik lagi ke pembicaraan soal kenangan.
Demi menjaga persahabatan itulah gw mending mendam rasa bertahun pada seseorang. Mending menghilangkan cinta drpd kehilangan sahabat!
I've learnt not to fall for ur best friend :)
Friday, January 21, 2011
menulis diri sendiri
itu yang saban saat gw tulis di blog ini. yang terjadi dalam hidup, tanpa bumbu kepurapuraan, tanpa maksud mendapatkan empati dan simpati. semuanya mengalir apa adanya. tentang cinta, tentang patah hati, tentang persahabatan, sebuah kebencian, kehilangan, sakit, bahagia, semuanya...
siapa yang tertarik membaca blog ini? gw ga pernah secuil pun menembak satu segmen. silakan membaca, silakan berkomentar sesukanya. gw selalu terkagetkaget ketika masih ada saja yang memberikan komentar terhadap postingan gw yang bertahun lalu. terkagetkaget ketika jumlah pembacanya bertambah. aih kalian... apa yang sebenarnya kalian cari dari blog ini.
sore ini eric minta gw untuk menulis fiksi yang berangkat dari kisah hidup sendiri. tapi siapa gw, siapa yang akan tertarik membacanya? lagilagi... ga tau..
buat eric gw ada cewe dari timur yang bisa membuatnya senyum dan tertawa, melewati semua rintangan dan bahagia dalam hidup, berjuang untuk keluarga dan selalu kandas dalam cinta. terlalu banyak kekhawatiran dalam menghadapi hidup.. ah masa?
gw bahkan ga punya kekuatan untuk menuliskan apa yang gw rasa saat ini tanpa harus menangis. huaa berat amat! dulu hidup sesederhana mencinta ramy.. sekarang hidup sesulit melupakannya dan mencari yang baru.
sigh
siapa yang tertarik membaca blog ini? gw ga pernah secuil pun menembak satu segmen. silakan membaca, silakan berkomentar sesukanya. gw selalu terkagetkaget ketika masih ada saja yang memberikan komentar terhadap postingan gw yang bertahun lalu. terkagetkaget ketika jumlah pembacanya bertambah. aih kalian... apa yang sebenarnya kalian cari dari blog ini.
sore ini eric minta gw untuk menulis fiksi yang berangkat dari kisah hidup sendiri. tapi siapa gw, siapa yang akan tertarik membacanya? lagilagi... ga tau..
buat eric gw ada cewe dari timur yang bisa membuatnya senyum dan tertawa, melewati semua rintangan dan bahagia dalam hidup, berjuang untuk keluarga dan selalu kandas dalam cinta. terlalu banyak kekhawatiran dalam menghadapi hidup.. ah masa?
gw bahkan ga punya kekuatan untuk menuliskan apa yang gw rasa saat ini tanpa harus menangis. huaa berat amat! dulu hidup sesederhana mencinta ramy.. sekarang hidup sesulit melupakannya dan mencari yang baru.
sigh
Thursday, January 13, 2011
dua minggu pertama 2011
bagaimana merangkum dua minggu ini yah? kata banyak orang minggu pertama itu bisa menggambarkan bagaimana sisa tahun dijalani. hadeuh berarti bakal banyak kejadian ga enak dong.
minggu pertama januari 2011, SAKIT! diagnosis dokter adalah typhus tapi ga parah, cuma gejala. demamnya sepekan full. dan sampai hari ini badan gw kayak blackberry yang minta dicas saban hari. lewat jam 5 sore, meriang sampai ke tengkuk lalu baik lagi di jam 8 malam sampai pagi. mungkin cuma faktor usia tssaaahhh
minggu kedua, mandala bangkrut. apa hubungan sama gw? jelas ada.. itu klien gw. kebangkrutan mereka artinya harus segera mencari pengganti. garukgaruk kepala. belum lagi ini minggu penuh emosi tingkat tinggi. mungkin pms.
tapi ada yang aneh. di minggu kedua ini, saban pagi gw bangun dengan penuh rasa ketenangan dan bahagia, ada plong di dada, ada beban yang terangkat dari hidup gw. selasa subuh misalnya, kayak ada yang membangunkan. di kuping ini jelas banget ada yang ngomong "bangun nita, sudah subuh. kamu masih dalam lindungan Allah." lalu gw bangun, pergi ke kamar mandi, wudhu dan shalat. pun hari berikutnya dan berikutnya.
janganjangan gw bakal ga ada sebentar lagi yah.
minggu depan gw cuti, berharap bisa ngembaliin fisik dan emosi gw. ada chris yeiihaa, ada tempat buat curhat :-)dan minggu berikutnya jadi lebih baik dan lebih baik.
bagaimana kabarmu di 2 minggu pertama ini?
minggu pertama januari 2011, SAKIT! diagnosis dokter adalah typhus tapi ga parah, cuma gejala. demamnya sepekan full. dan sampai hari ini badan gw kayak blackberry yang minta dicas saban hari. lewat jam 5 sore, meriang sampai ke tengkuk lalu baik lagi di jam 8 malam sampai pagi. mungkin cuma faktor usia tssaaahhh
minggu kedua, mandala bangkrut. apa hubungan sama gw? jelas ada.. itu klien gw. kebangkrutan mereka artinya harus segera mencari pengganti. garukgaruk kepala. belum lagi ini minggu penuh emosi tingkat tinggi. mungkin pms.
tapi ada yang aneh. di minggu kedua ini, saban pagi gw bangun dengan penuh rasa ketenangan dan bahagia, ada plong di dada, ada beban yang terangkat dari hidup gw. selasa subuh misalnya, kayak ada yang membangunkan. di kuping ini jelas banget ada yang ngomong "bangun nita, sudah subuh. kamu masih dalam lindungan Allah." lalu gw bangun, pergi ke kamar mandi, wudhu dan shalat. pun hari berikutnya dan berikutnya.
janganjangan gw bakal ga ada sebentar lagi yah.
minggu depan gw cuti, berharap bisa ngembaliin fisik dan emosi gw. ada chris yeiihaa, ada tempat buat curhat :-)dan minggu berikutnya jadi lebih baik dan lebih baik.
bagaimana kabarmu di 2 minggu pertama ini?
Friday, December 31, 2010
best moments 2010

daripada menulis resolusi yang selalu gw langgar sendiri dan ga tercapai, lebih senang bersukur atas apa yang telah gw alami di 2010. bukan karena ga mau maju ke depan tapi karena kita selalu bisa belajar dari pengalaman. jadi 2011 harus lebih baik dari 2010, jangan sampai kesalahan yang sama terulang. cuma keledai yang mengulang kesalahan.
gw bersyukur karena diberi kesehatan sepanjang 2010, palingan flu dan migren. bersyukur karena kerjaan lancar, tiga big events dilakoni, punya tim yang hebat dan kepala sekolah yang mirip bokap. jatuh bangun, ditinggal banyak kru, iya sempat bikin down, apa gw udah jadi atasan yang baik? belum, tentu saja, ini proses belajar yang harus dijalani. jabatan itu seperti penjara, ketika gw ga bisa menunjukkan sedih bahkan putus asa di depan teman-teman. lagilagi beruntung, tim gw hebat dan saling mendukung. *peluk*
2010 belajar mencintai seseorang setelah 5 tahun sendirian, belajar berbagi mimpi meski akhirnya kandas. belajar kalau cinta ga selalu bisa bikin dua orang dengan kehidupan sangat berbeda untuk jadi satu. berkali jatuh cinta, berkali sakit hati. tapi cinta itu seperti sambel, bikin mencret tapi nagih hahaha...
beruntung bertemu seseorang yang selalu bilang "you have a lovely smile. keep smilling because it brings positive energy to everyone surround you." jadi senyum adalah obat ketika senang maupun sedih.thank you for coming into my life. you are the best moment 2010, terima kasih untuk pesanmu pagi ini :-)
2010, gw kayak kesurupan pengen nikah haha, sudah memilih seseorang. tapi lagilagi Allah yang bicara lain, belum jodoh. mari kembali mencari.
beruntung memiliki sahabat terbaik di sepanjang 2010. dewi layla dan florence armein aka brenda clay, sahabat lama dan selamanya akan jadi sahabat terbaik. dessy savina dan etta maria, rekan kerja yang menjadi sahabat sehari hari, sama etta malah 24 jam ketemu karena kami tinggal 1 kos haha. eci dan citra, kami tiga serangkai yang tak pernah berantem, citra bilang "eh kita berantem dong sesekali" hahaha lalu kami bingung cari alasan kenapa kami mesti berantem.
irvan imamsyah, my guardian for 24 hours a day 7 days a week mirip MTV. big brother kata chris. well he is. thanks bro. anton aliabbas, temen di lapangan yang menghilang lalu kembali di 2010 hihihi... shared tears ya ton. ramadian bachtiar, dulu cuma denger dari dewi, tentang temennya dhank arie yang jago photography underwater ini, jago juga bikin film, eh ujug ujug kami malah liputan bareng malaria di Pandeglang. nice to know you ram.. terima kasih sudah menjadi sahabat baru gw di 2010 ini.
versi etta, apa yang gw ucapkan maka jadilah.. gw impulsive, tapi apa yang gw inginkan tercapai, ganti bb, laptop dan sepeda, apapun caranya i got them all.
terakhir dan terpenting, keluarga gw sehat. dibanding 2009 ketika mami sakit sepanjang tahun, kali ini Allah baik hati dan tak memberi ironi, kami sehat Alhamdulillah. lina menemukan calonnya, prima dapat kerjaan kecil yang penting halal dan my lovely baby Zi, tumbuh kembang dengan sehat dan makin pintar.
semoga segalanya lebih baik di 2011. biar kaya supaya bisa benerin dan lunasin rumah buat mami. biar sukses buat green radio, biar bisa jadi atasan yang baik buat temanteman, biar sehat supaya semua tugas bisa diselesaikan, biar jadi pecinta ulung tak lagi putus nyambung, cape hahaha... biar bisa ikut amazing race 2011... AMIIINN...
terima kasih untuk semua yang selalu ada buat gw, terima kasih ALLAH yang baik dan selalu melindungi hambaMU yang bandel ini. sampai bertemu besok di 2011
ps. another best moment 2010 adalah di RETWEET sama @theriches103 hahaha.. the riches ini adalah peserta Amazing Race 2010 silakan menikmati ketampanan mereka :-)
Tuesday, December 28, 2010
resolusi?
sudah dua tahun terakhir rasanya gw ga lagi mencantumkan resolusi di dinding harapan (dinding sebelah ranjang di kos-red). karena nyaris apa yang gw tulis dalam resolusi ga jadi kenyataan dan ketika harapan ga tercapai, mendadak bete. akhirnya gw berhenti beresolusi.
yang gw lakukan sejak awal 2010 adalah membiarkan hidup ini penuh kejutan. berkeinginan itu pasti ada tapi tak jadi ngoyo berharap. tanpa resolusi toh gw mendapatkan apa yang gw mau.. mari mulai mendaftar apa saja hal yang gw inginkan dan dapat. sekejap gw kepingin punya blackberry, sepekan kemudian gw dapat. gw pengen ganti laptop gw yang sudah uzur itu, jreng dapat loh. terakhir adalah kepengen beli sepeda, maka adalah saladin dilipat manis di kamar gw.
yang gagal selalu urusan cinta.. ah you just cant win everything in your life right.
tahun depan? ah sekali lagi akan gw biarkan mengalir apa adanya. i love surprises! so surprise me dengan apapun.
yang gw lakukan sejak awal 2010 adalah membiarkan hidup ini penuh kejutan. berkeinginan itu pasti ada tapi tak jadi ngoyo berharap. tanpa resolusi toh gw mendapatkan apa yang gw mau.. mari mulai mendaftar apa saja hal yang gw inginkan dan dapat. sekejap gw kepingin punya blackberry, sepekan kemudian gw dapat. gw pengen ganti laptop gw yang sudah uzur itu, jreng dapat loh. terakhir adalah kepengen beli sepeda, maka adalah saladin dilipat manis di kamar gw.
yang gagal selalu urusan cinta.. ah you just cant win everything in your life right.
tahun depan? ah sekali lagi akan gw biarkan mengalir apa adanya. i love surprises! so surprise me dengan apapun.
Friday, December 24, 2010
odysseus

salah satu dewa dalam cerita yunani, keponakannya Zeus kalau ga salah dan suka perang. ah entah lah. yang gw tau itu tato di lengan kirinya (hmm atau kanan yah). tato yang gambarnya dia buat sendiri. dia bilang "ga habis pikir sama orang yang mau di tato dan selamanya ada disana dengan gambar yang diambil dari buku si artis." ah gw melakukan itu meski tato temporary.
odysseus di bisep lengannya itu membawa pedang dan naik di atas kuda. sekilas menyeramkan, matanya hitam, berkerudung dan gaun yang melambai. kudanya tak kalah seram dengan mata yang juga bolong.
tapi tato itu yang pertama membuat gw menatap lebih lama padanya beberapa minggu lalu. gw penganggum tato dan kaki kuda yang tertutup lengan baju itu bikin gw penasaran. akhirnya bisa menatap tato odysseus di atas kuda itu secara utuh. penuh misteri, mungkin sama misteriusnya dengan si empunya tato.
odysseus yang berlaga di medan perang, odysseus yang satu ini pun punya medan perangnya sendiri yang tak bisa siapapun membantunya, apalagi gw. apapun itu, gw berharap odysseus di atas kuda itu segera pulang ke pelukan gw lagi. membawa misterinya, yang tak bisa gw ungkap tanpa seizinnya. huaa odysseus, kangen.
Tuesday, December 21, 2010
kodokku
terima kasih untuk dua minggu yang menyenangkan. dua minggu yang membuatku bangkit dan tersenyum lagi. katamu, "its your lovely smile that i miss everyday". stop disana. biarkan saja diantara kita cuma ada suka, cuma ada kagum satu sama lain. aku tak bisa membiarkan hatiku melayang lebih jauh daripada itu. biarkan saja ada aku dan kamu, jangan ada kita.
kata teman, cium banyak kodok sebelum menemukan pangeranku. aku menciummu dan hanya berharap kamu tetep jadi kodok saja. jangan jadi pangeranku yah. itu berat. aku tak ingin mendapatkan pangeran itu sekarang, bukan kamu. karena situasinya tak akan mudah bagi satu diantara kita. cinta itu cuma merepotkan. cinta itu komplikasi. dan aku sedang tak ingin bertaruh masa depan pada cinta.
di sampingmu, semuanya tenang. bersamamu kodok, aku senang, bahagia dan berasa aman. sesuatu yang tak pernah muncul dalam hidupku yang semuanya selalu bisa kulakukan sendiri. bersamamu aku merasa membutuhkan seseorang, ya kamu.
tapi hari ini, rasa lebih itu muncul. sial, berkalikali sial. paling berat adalah menahan cinta itu datang, bukan menghilangkannya. dan tiap menit aku cuma berharap "tuhan jangan biarkan aku jatuh cinta padanya, karena sakit itu tak akan bisa lagi kutahan"
pergilah untuk sementara waktu karena aku butuh ruang untuk bertahan, bertanya ulang tentang aku dan kamu, dan berharap cinta ini tak lepas dari pertahananku.
kata teman, cium banyak kodok sebelum menemukan pangeranku. aku menciummu dan hanya berharap kamu tetep jadi kodok saja. jangan jadi pangeranku yah. itu berat. aku tak ingin mendapatkan pangeran itu sekarang, bukan kamu. karena situasinya tak akan mudah bagi satu diantara kita. cinta itu cuma merepotkan. cinta itu komplikasi. dan aku sedang tak ingin bertaruh masa depan pada cinta.
di sampingmu, semuanya tenang. bersamamu kodok, aku senang, bahagia dan berasa aman. sesuatu yang tak pernah muncul dalam hidupku yang semuanya selalu bisa kulakukan sendiri. bersamamu aku merasa membutuhkan seseorang, ya kamu.
tapi hari ini, rasa lebih itu muncul. sial, berkalikali sial. paling berat adalah menahan cinta itu datang, bukan menghilangkannya. dan tiap menit aku cuma berharap "tuhan jangan biarkan aku jatuh cinta padanya, karena sakit itu tak akan bisa lagi kutahan"
pergilah untuk sementara waktu karena aku butuh ruang untuk bertahan, bertanya ulang tentang aku dan kamu, dan berharap cinta ini tak lepas dari pertahananku.
Monday, December 06, 2010
dinding hati
was it practice that make u perfect, was it age that bring u to adolescence stage in your life or was it experience that make u stronger than u could ever dream of. well i guess three of them has bring me to this step, of being ignorance, stronger or u can call it frigid.
i used to be a weepy girl. i could cry for days if i had broken heart, or disappointed on something. tapi kirakira sudah dua tahun terakhir, hati saya sekeras batu, air mata saya sangat selektif memilih waktu untuk turun.
saban kali hati ini kecewa, saya hanya butuh dua hari dua malam untuk merenung, menangis lalu bangkit lagi dari sedih dan marah. cuma dua hari untuk mengubah bengkak mata menjadi senyum lagi. saya nyaris lupa kapan terakhir saya benarbenar menangis.
ada yang salah? entah lah. saya sedang menikmati perubahan ini. saya tak lagi cengek dan berlarutlarut dalam marah dan sedih. saya bahkan kehilangan simpati pada mereka yang menangis di depan saya. pls no offense. saya kehilangan kepercayaan pada cinta. datang dan pergi sajalah sesuka hatimu.
saya cuma takut, kerasnya hatii saya akan berimbas pada orang lain. now im questioning myself, am i still the same nita?
i used to be a weepy girl. i could cry for days if i had broken heart, or disappointed on something. tapi kirakira sudah dua tahun terakhir, hati saya sekeras batu, air mata saya sangat selektif memilih waktu untuk turun.
saban kali hati ini kecewa, saya hanya butuh dua hari dua malam untuk merenung, menangis lalu bangkit lagi dari sedih dan marah. cuma dua hari untuk mengubah bengkak mata menjadi senyum lagi. saya nyaris lupa kapan terakhir saya benarbenar menangis.
ada yang salah? entah lah. saya sedang menikmati perubahan ini. saya tak lagi cengek dan berlarutlarut dalam marah dan sedih. saya bahkan kehilangan simpati pada mereka yang menangis di depan saya. pls no offense. saya kehilangan kepercayaan pada cinta. datang dan pergi sajalah sesuka hatimu.
saya cuma takut, kerasnya hatii saya akan berimbas pada orang lain. now im questioning myself, am i still the same nita?
Tuesday, November 23, 2010
Ketika Menjadi Korban
Saya jurnalis dan kriminolog. Dua hal yang bikin saya usil, gatel dan berusaha untuk menuntaskan sebuah kasus secepat dan seobjektif mungkin. Tentu saya bersikeras mencari bukti, mendesak si Korban bertindak. Contohnya saja waktu mami kecopetan, saya akan langsung tanya, jam berapa di mana cirri pelaku seperti apa. Ternyata mudah mencari tahu ketika kita bukan korban
Sigh. Baru kali ini merasakan hal yang berbeda
Saya korban penipuan berkedok cinta.. tssaahh… saya bodoh termakan omongan manis lalu membangun mimpi indah bersama si pelaku. Dua bulan saya bermimpi bakal hidup penuh cinta dengan lelaki ini. Saya memilih tempat pernikahan, saya menghitung angka kasar biaya pernikahan bahkan saya sudah memberikan harapan pada ibu, sebentar lagi calon mantu akan datang. Selayaknya mereka yang mendekati waktu pernikahan, saya panic, deg degan, semua angan melambung. Meski saya tetap tahu, hal buruk dan paling buruk masih mungkin terjadi, putus di tengah jalan. Tapi tak secuilpun terpikir bahwa dia akan menipu saya. Bahwa saya akan jadi korban jaringan penipuan internasional.
Ketika hal itu terjadi. Ketika semua ini cuma penipuan, saya hancur, sehancurnya. Saya bisa tak menangis di depan para sahabat saya. Saya bisa tegar menceritakan semua hal ini kepada mereka. Tapi begitu sendirian, saya Cuma bisa meringkuk dan menjerit di bantal. Sakit. Berkali sakitnya, ketika mimpi itu cuma sekedar mimpi, malu, marah dan merasa bodoh. Semua campur aduk. Membaca ulang email dan sms itu membuat sakit hati, mual dan mendadak migren.
Tentu saja saya tak ingin ada korban berikutnya. Tentu saja saya ingin pelakunya di penjara. Tapi bukan itu yang saat ini saya ingin lakukan.
Saya cuma pengen berhenti untuk sakit dan marah. Saya Cuma pengen berhenti menangisi kebodohan saya. Saya Cuma ingin bisa tegar lagi dan bisa senyum yang bukan purapura. Saya pengen jadi saya kembali, seorang jurnalis dan kriminolog. Melihat segalanya dengan sudut yang objektif. Hanya sekali ini kasusnya subyektif.
Saya beruntung punya para sahabat yang menemani saat ini. Saya butuh sangat kehadiran mereka disamping saya membuat saya sibuk dengan cerita yang lain. Terima kasih citra, eci, dessy dan etta, you girls are really have brightened my days *peluk*.
Sigh. Baru kali ini merasakan hal yang berbeda
Saya korban penipuan berkedok cinta.. tssaahh… saya bodoh termakan omongan manis lalu membangun mimpi indah bersama si pelaku. Dua bulan saya bermimpi bakal hidup penuh cinta dengan lelaki ini. Saya memilih tempat pernikahan, saya menghitung angka kasar biaya pernikahan bahkan saya sudah memberikan harapan pada ibu, sebentar lagi calon mantu akan datang. Selayaknya mereka yang mendekati waktu pernikahan, saya panic, deg degan, semua angan melambung. Meski saya tetap tahu, hal buruk dan paling buruk masih mungkin terjadi, putus di tengah jalan. Tapi tak secuilpun terpikir bahwa dia akan menipu saya. Bahwa saya akan jadi korban jaringan penipuan internasional.
Ketika hal itu terjadi. Ketika semua ini cuma penipuan, saya hancur, sehancurnya. Saya bisa tak menangis di depan para sahabat saya. Saya bisa tegar menceritakan semua hal ini kepada mereka. Tapi begitu sendirian, saya Cuma bisa meringkuk dan menjerit di bantal. Sakit. Berkali sakitnya, ketika mimpi itu cuma sekedar mimpi, malu, marah dan merasa bodoh. Semua campur aduk. Membaca ulang email dan sms itu membuat sakit hati, mual dan mendadak migren.
Tentu saja saya tak ingin ada korban berikutnya. Tentu saja saya ingin pelakunya di penjara. Tapi bukan itu yang saat ini saya ingin lakukan.
Saya cuma pengen berhenti untuk sakit dan marah. Saya Cuma pengen berhenti menangisi kebodohan saya. Saya Cuma ingin bisa tegar lagi dan bisa senyum yang bukan purapura. Saya pengen jadi saya kembali, seorang jurnalis dan kriminolog. Melihat segalanya dengan sudut yang objektif. Hanya sekali ini kasusnya subyektif.
Saya beruntung punya para sahabat yang menemani saat ini. Saya butuh sangat kehadiran mereka disamping saya membuat saya sibuk dengan cerita yang lain. Terima kasih citra, eci, dessy dan etta, you girls are really have brightened my days *peluk*.
Nita Mencari Cinta
yup cocok banget rasanya judul itu untuk menggambarkan perjalanan cinta saya di 2010. empat lelaki dan dua kali patah hati. saya belajar untuk mencintai, berkorban dan terluka lalu bangkit lagi.
berawal dari keinginan besar untuk nikah. *jreng* inilah keinginan yang rasanya konyol di telinga para sahabat saya. tenang, keinginan ini bahkan mengagetkan diri sendiri. bayangkan ada banyak rencana dalam hidup yang jungkir balik garagara pengen nikah.
awal tahun bersama Z, jatuh bangun mirip lagu dangdut kristina, begitulah. pacaran sama aktivis yang perjuangan politik ada diatas segalanya, apalagi cuma cinta. buat dia CUMA buat saya segalanya. Z adalah yang cinta pertama setelah 5 tahun bertahan pada kenangan atas Ram. pada Z sejak awal mimpi bersama selamanya dalam bahagia dan duka itu muncul, dongeng anakanak itu menari di kepala saya. berasa jadi putri tidur dan tak terbangun lagi
pertengahan tahun seolah dapat wangsit, petanda itu ada, z ga akan bisa menerima keinginan saya untuk bersamanya. bubar. dasar cinta, kami balik kembali. diantara jeda dua wajah muncul bersamaan, mungkin ga ya...
z dan z lagi. lalu muncul setan alas yang cuma menipu dan saya tertipu mimpi sendiri. jadi inget pesan terakhir z "good luck with everything u want." no luck just shit that i got.
well akhir 2010 ini saya masih mencari cinta. berapa lama lagi? entah lah. kalau masih diizinkan meminta pada yang kuasa, tolong keplak Z, tolong diutakatik otaknya agar tak lagi keras kepala, karena cinta itu saya yakin masih ada padanya.
berawal dari keinginan besar untuk nikah. *jreng* inilah keinginan yang rasanya konyol di telinga para sahabat saya. tenang, keinginan ini bahkan mengagetkan diri sendiri. bayangkan ada banyak rencana dalam hidup yang jungkir balik garagara pengen nikah.
awal tahun bersama Z, jatuh bangun mirip lagu dangdut kristina, begitulah. pacaran sama aktivis yang perjuangan politik ada diatas segalanya, apalagi cuma cinta. buat dia CUMA buat saya segalanya. Z adalah yang cinta pertama setelah 5 tahun bertahan pada kenangan atas Ram. pada Z sejak awal mimpi bersama selamanya dalam bahagia dan duka itu muncul, dongeng anakanak itu menari di kepala saya. berasa jadi putri tidur dan tak terbangun lagi
pertengahan tahun seolah dapat wangsit, petanda itu ada, z ga akan bisa menerima keinginan saya untuk bersamanya. bubar. dasar cinta, kami balik kembali. diantara jeda dua wajah muncul bersamaan, mungkin ga ya...
z dan z lagi. lalu muncul setan alas yang cuma menipu dan saya tertipu mimpi sendiri. jadi inget pesan terakhir z "good luck with everything u want." no luck just shit that i got.
well akhir 2010 ini saya masih mencari cinta. berapa lama lagi? entah lah. kalau masih diizinkan meminta pada yang kuasa, tolong keplak Z, tolong diutakatik otaknya agar tak lagi keras kepala, karena cinta itu saya yakin masih ada padanya.
Monday, November 22, 2010
Got Spammed
Have u checked ur spam email lately? Try sometime. Sometime you’ll find an interesting link that u might just want to do a little check on it. I did that a month ago. I was in blue, confused of my missing in action boy friend when I checked on my spam. Flirt on Facebook! I click and there it was, Zoosk Mail. I joined it for fun. Hey I got nothing to lose. Oh really, nothing to lose? Wait to my next line.
Just a few days after I joined the Zoosk Mail I got flirt from someone. His name is Greg, Switzerland and lives in London for 6 years he said. He is a cute guy and ready to move to something serious, hmm tempting since my last relationship was fucked up! So yes I follow the flow.
We contacted by phone, sms or even the online chat though we never use the webcam. I don’t trust him a hundred percent but yes I hope it will be real somehow. Anyway we discussed the wedding and the date has been set up, 11 December 2010. My gosh it less than two weeks from now.
He was in Malaysia last week. First strange thing happened on last Tuesday when he said that he lack of money because somehow has to pay 10% of his business contract. At some point I was lucky I am not rich and I can’t help him with money.
And now here I am at the airport of Soetta, waiting for him to come. I was so nervous when a lady named Devi, called and told me that Greg got stuck at the immigration. He refused to be scanned and has to pay 3000 dollars. He needs me to covers 1000 dollars. I don’t have that money, and I don’t want to try harder to get them either. I don’t want to send my money for things not real. God help me.
What is the moral issue here? Get real! Don’t fall urself to unreal relationship, be smart and not fooled. Learn everything from my experience. I want it so much to be loved and what I get is shit. Feel like im so pathetic and so lucky that Im not rich.
But I am great full that I tried and got spammed! Otherwise I never knew how it feels to be fooled.
Just a few days after I joined the Zoosk Mail I got flirt from someone. His name is Greg, Switzerland and lives in London for 6 years he said. He is a cute guy and ready to move to something serious, hmm tempting since my last relationship was fucked up! So yes I follow the flow.
We contacted by phone, sms or even the online chat though we never use the webcam. I don’t trust him a hundred percent but yes I hope it will be real somehow. Anyway we discussed the wedding and the date has been set up, 11 December 2010. My gosh it less than two weeks from now.
He was in Malaysia last week. First strange thing happened on last Tuesday when he said that he lack of money because somehow has to pay 10% of his business contract. At some point I was lucky I am not rich and I can’t help him with money.
And now here I am at the airport of Soetta, waiting for him to come. I was so nervous when a lady named Devi, called and told me that Greg got stuck at the immigration. He refused to be scanned and has to pay 3000 dollars. He needs me to covers 1000 dollars. I don’t have that money, and I don’t want to try harder to get them either. I don’t want to send my money for things not real. God help me.
What is the moral issue here? Get real! Don’t fall urself to unreal relationship, be smart and not fooled. Learn everything from my experience. I want it so much to be loved and what I get is shit. Feel like im so pathetic and so lucky that Im not rich.
But I am great full that I tried and got spammed! Otherwise I never knew how it feels to be fooled.
Saturday, November 06, 2010
end of the Z saga
People will deal their feelings with their own way. With Z is removing me from his friend's list. Maybe he also deleted my numbers, email and everything that related to me.
But one thing he can't delete, is the memory, the feeling.. One just can't hide from our own heart. U can't erase ur memories unless u exchange ur head with someoneelse.
We both hurt, we both mad to ourself to each other. U mad at me because I'm being me and not the one u expected me to be. I dispointed of u because who u are. See even love couldn't change who we really are.
We both hate to compromised. We both did tried! We just couldn't make it.
And we both deserve to be happy.
Love is not the answer. Love won't make two different people like us be one..
I'm not mad, not even tears. It is just a part of my life that I have to past. So I'll make peace with the past, with my hurt and start moving fast forward.
Hide from me, but u can't hide from the feelings, I know its there. Sorry for hurting u. It will past one day ;)
But one thing he can't delete, is the memory, the feeling.. One just can't hide from our own heart. U can't erase ur memories unless u exchange ur head with someoneelse.
We both hurt, we both mad to ourself to each other. U mad at me because I'm being me and not the one u expected me to be. I dispointed of u because who u are. See even love couldn't change who we really are.
We both hate to compromised. We both did tried! We just couldn't make it.
And we both deserve to be happy.
Love is not the answer. Love won't make two different people like us be one..
I'm not mad, not even tears. It is just a part of my life that I have to past. So I'll make peace with the past, with my hurt and start moving fast forward.
Hide from me, but u can't hide from the feelings, I know its there. Sorry for hurting u. It will past one day ;)
Thursday, October 14, 2010
mencari z
mencari z seperti mencari sebuah ketenangan, kedamaian, peristirahatan terakhir. menatap muka kotaknya seperti spongebob, diam didepannya mendengarkan bibirnya yang berkecap tak jelas, bola matanya yang bermain lincah disertai gerakan tangannya yang liar. z yang tak pernah diam kecuali untuk mendengarkan aku marah.
aku tahu z dimana, tapi dia seperti tak ada. rohnya tak bersamaku lagi meski fisiknya masih seperti yang kugambarkan, lincah dengan tuts laptopnya, bicara layak teriak pada siapapun, membuat orang lain tertawa meski hatinya kukenali rapuh. z yang hatinya bersamaku tapi kepalanya memaksa logika berkuasa.
aku mencari z. diatas sepeda bersama saladin aku kayuh sekuat tenaga, di depan sana entah dimana z akan menungguku dengan senyumnya yang tak pernah diiringi seringai gigi runcing kecilkecil. z yang selalu bisa membuat hati keras, kepala batuku melumer. z yang dipeluknya kurasa damai, tuhan kenapa mesti terpisah. satusatunya obat bagi sedih dan sepiku.
aku mencari z.. cuma itu yang bisa aku lakukan, mengayuh saladin seiring tangis, nyanyian dan teriakan memanggil z.. mundurlah waktu, datanglah damai, kembalilah z. aku terlunta tanpamu..
aku tahu z dimana, tapi dia seperti tak ada. rohnya tak bersamaku lagi meski fisiknya masih seperti yang kugambarkan, lincah dengan tuts laptopnya, bicara layak teriak pada siapapun, membuat orang lain tertawa meski hatinya kukenali rapuh. z yang hatinya bersamaku tapi kepalanya memaksa logika berkuasa.
aku mencari z. diatas sepeda bersama saladin aku kayuh sekuat tenaga, di depan sana entah dimana z akan menungguku dengan senyumnya yang tak pernah diiringi seringai gigi runcing kecilkecil. z yang selalu bisa membuat hati keras, kepala batuku melumer. z yang dipeluknya kurasa damai, tuhan kenapa mesti terpisah. satusatunya obat bagi sedih dan sepiku.
aku mencari z.. cuma itu yang bisa aku lakukan, mengayuh saladin seiring tangis, nyanyian dan teriakan memanggil z.. mundurlah waktu, datanglah damai, kembalilah z. aku terlunta tanpamu..
Thursday, October 07, 2010
saladin
dia sepedaku. tangguh setangguh sultan saladin dan penuh cinta tssaaahhh. belakangan jadi sering kencan dengannya, kemanamana bersama saladin. diatas dua rodanya bergantunglah hidupku ini. dipepet kopaja terbilang sering, hampir keserempet motor udah ga keitung. tapi yang paling sulit adalah cari jalan ke kanan untuk belok atau mutar... sigh...
saladin jadi penyemangat yang bisa bikin aku menikmati lagi hidup penuh tantangan, di jalan raya bersama saladin bertemu kopaja motor metromini mobil dan segala rupa tantangan. bersama saladin hidup bersama lebih hidup.
di jalanan aku melupakan dia. bersama saladin aku belajar ikhlas, untuk bilang nyawa ini sama berharganya dengan dia yang disana dan berjuang. untuk sejenak konsentrasi pada jalan dan tidak pada yang lain. di jalanan bersama saladin aku teriak pun bernyanyi sesuka hati. bersama saladin menemukan bahagia begitu selamat sampai tujuan. haiya....
setelah pekerjaan rasanya senang punya pasangan baru.. saladin...
saladin jadi penyemangat yang bisa bikin aku menikmati lagi hidup penuh tantangan, di jalan raya bersama saladin bertemu kopaja motor metromini mobil dan segala rupa tantangan. bersama saladin hidup bersama lebih hidup.
di jalanan aku melupakan dia. bersama saladin aku belajar ikhlas, untuk bilang nyawa ini sama berharganya dengan dia yang disana dan berjuang. untuk sejenak konsentrasi pada jalan dan tidak pada yang lain. di jalanan bersama saladin aku teriak pun bernyanyi sesuka hati. bersama saladin menemukan bahagia begitu selamat sampai tujuan. haiya....
setelah pekerjaan rasanya senang punya pasangan baru.. saladin...
Wednesday, October 06, 2010
memulai baru
yang selalu membuat orang malas adalah memulai sesuatu yang baru. termasuk gue saat ini. memulai lagi hidup tanpa si pejuang burma. daripada hidup menggantung, pun udah saatnya gue memutuskan langkah sendiri, sendirian. lagilagi bukan soal cinta, tapi bahagia tak cuma dari cinta bukan. gue cinta setengah hidup sama si pejuang. kalau saja dia minta untuk menunggu, maka akan gue tunggu. ternyata dia menghilang tanpa pesan. nothing... dan sebulan terakhir gue cuma bisa nangis, marah, bingung, kesal, limbung, bingung sampai ga tahu harus merasa apa, harus ngapain.
dia ada hanya tak bicara. tak juga bilang bubar saja, pergilah dari gue.
gue yang harus memutuskan semuanya. lagi lagi bukan perkara cinta.. tapi setiap orang berhak untuk bahagia. dia dan gue. mungkin akan lebih bahagia saat tak bersama. tak ada marah, luka, semuanya jadi biasa.
sedih.. karena tiga kali gue kompromi dan berharap semua akan lebih baik. seperti masa depan burma yang tak jelas mau kemana, begitu juga cinta kami... suram. satu lagi kesalahan besar jendral Than Swe adalah menghancurkan cinta kami. memisahkan gue dan pejuang. gue ga bisa menyaingi suu kyi yang merebut hati sang pejuang sejak awal.
sigh... saatnya mengejar kebahagian dalam bentuk lain.. kalau suatu saat dia kembali maka kembalilah.. barang kali saat itu cinta sudah tiada dan kita jadi biasa.
dia ada hanya tak bicara. tak juga bilang bubar saja, pergilah dari gue.
gue yang harus memutuskan semuanya. lagi lagi bukan perkara cinta.. tapi setiap orang berhak untuk bahagia. dia dan gue. mungkin akan lebih bahagia saat tak bersama. tak ada marah, luka, semuanya jadi biasa.
sedih.. karena tiga kali gue kompromi dan berharap semua akan lebih baik. seperti masa depan burma yang tak jelas mau kemana, begitu juga cinta kami... suram. satu lagi kesalahan besar jendral Than Swe adalah menghancurkan cinta kami. memisahkan gue dan pejuang. gue ga bisa menyaingi suu kyi yang merebut hati sang pejuang sejak awal.
sigh... saatnya mengejar kebahagian dalam bentuk lain.. kalau suatu saat dia kembali maka kembalilah.. barang kali saat itu cinta sudah tiada dan kita jadi biasa.
Monday, September 20, 2010
senin pagi
Tak akan sia sia waktu mencintaimu, begitu kata gabriel marquez di novel cinta sepanjang derita kolera.
Tentang cinta florentino ariza kepada fermina daza. Dan aku bukan florentino. Siasia sudah kurasa mencintaimu.
Sia sia waktu, tenaga dan perasaan ketika kuterjaga dan sadar aku sedang berdansa sendiri tanpamu.
Cintamu sebatas kata. Cinta buatku adalah rasa yang mesti dijaga. Dan aku sudah lelah menjaganya untukmu.
Aku cinta kamu. Tapi kurasa saatnya bahagia.
Senin ini mulai sendiri lagi. Dari sekian hari yang pernah kita bagi. Tak apa toh hidup belum selesai, mimpi tak henti dan cinta.. Pasti datang lagi.
Aku masih melihat mentari diantara rintik hujan. Rasa ini akan terhenti jika tiba waktunya. Dia punya massa maka dia berawal dan berakhir.
Pagi ini cinta masih punyamu tapi tak besok.. Kurasa.
Aku tak menghukummu karena cinta membebaskan. Aku dan kamu berhak bahagia.
Tentang cinta florentino ariza kepada fermina daza. Dan aku bukan florentino. Siasia sudah kurasa mencintaimu.
Sia sia waktu, tenaga dan perasaan ketika kuterjaga dan sadar aku sedang berdansa sendiri tanpamu.
Cintamu sebatas kata. Cinta buatku adalah rasa yang mesti dijaga. Dan aku sudah lelah menjaganya untukmu.
Aku cinta kamu. Tapi kurasa saatnya bahagia.
Senin ini mulai sendiri lagi. Dari sekian hari yang pernah kita bagi. Tak apa toh hidup belum selesai, mimpi tak henti dan cinta.. Pasti datang lagi.
Aku masih melihat mentari diantara rintik hujan. Rasa ini akan terhenti jika tiba waktunya. Dia punya massa maka dia berawal dan berakhir.
Pagi ini cinta masih punyamu tapi tak besok.. Kurasa.
Aku tak menghukummu karena cinta membebaskan. Aku dan kamu berhak bahagia.
Tuesday, September 14, 2010
12 jam dalam gelap
Dear Pak Dahlan Iskan
Nomor pengaduan saya ke 123 adalah 2626 silakan dikonfirmasi. Saya salut pada layanan konsumen pln di 123 yang sigap melayani pertanyaan saya beruntun sejak sore pada 13 September 2010 gara-gara listrik di Bukit Cinere, Kecamatan Limo mati sejak jam 4 sore dan baru menyala kembali pukul 03.30 dinihari.
Pak Dahlan yang semoga baik.
Saya adalah pelanggan yang baik karena tak nyolong listrik dan membayar tepat waktu. Sekali tempo pernah agak telat beberapa hari, lalu muncul petugas mengancam akan menyegel meteran kami. Karena saya tahu persis bagaimana butuhnya akan listrik, hari itu diancam hari itu dibayar pak.
Maka wajar kalau saya menuntut hak saya akan pelayanan listrik yang baik sesuai harga yang kami bayar.
12 jam dalam gelap pak. Hmm buat saya berpikir adakah negara lain yang lebih sial dari Indonesia yang terus terusan byarpet begini? Adakah warga kota lain di dunia yang sesial saya harus menghadapi kegelapan selama 12 jam begini?
Kawan saya bilang kalau mati lampunya malam tak banyak kerugian? Salah euy. Mari saya jabarkan kerugian pribadi saya selama 12 jam dalam gelap.
1. Nasi yang baru dimasak jam 3 jadi basi malam tadi. Begitu juga dengan nasi tim makanan ponakan saya Zi yang baru usia 25 bulan
2. Aktivitas kerja malam saya terganggu. Karena laptop abis batere dipakai berdua dengan handphone.
3. Tak ada tivi yang saya tonton berita dan hiburannya. Meski bukan pecinta kotak kuntilanak itu, saya senang menguji kewarasan dengan menyela siaran televise kita.
4. Saya tak bisa tidur karena nyamuk rianggembira menggigit sana sini padahal obat nyamuk sudah disemprot berkalikali. Pun tak bisa tidur karena panas, kipas angin mati. Tak cuma saya yang melek sepanjang malam, pun ibu dan ponakan saya Zi.
Tak usah diukur dengan uang pak. Kehilangan waktu tidur adalah bencana! Saya tak bisa konsentrasi kerja karena badan meriang dan kepala pening karena begadang. Saya belum cek akibat gigitan nyamuk loh pak. Semoga bukan nyamuk berbahaya.
Saya tak habis pikir kenapa PLN bisa membiarkan listrik mati 12 jam? Kenapa tak sigap memperbaiki kerusakan tegangan menangah 20 apa gitu, kwh kalau ga salah? Apa karena petugas masih libur lebaran, lah peduli setan bagi kami. Harusnya system pengaman tetap berjalan.
Dearest pak dahlan iskan. Kalau masalahnya adalah beban berlebih atau bbmnya kurang, sudahlah menyerah pada tuntutan alam, beralih pada energy alternative. Pakai saja tenaga surya, angin, gas bumi, air asal bukan nuklir.
Maaf loh pak dahlan iskan yang semoga baik. Saya sedang menabung untuk beli panel surya. Dalam tiga tahun kedepan saya putus hubungan dengan PLN semoga!
Nomor pengaduan saya ke 123 adalah 2626 silakan dikonfirmasi. Saya salut pada layanan konsumen pln di 123 yang sigap melayani pertanyaan saya beruntun sejak sore pada 13 September 2010 gara-gara listrik di Bukit Cinere, Kecamatan Limo mati sejak jam 4 sore dan baru menyala kembali pukul 03.30 dinihari.
Pak Dahlan yang semoga baik.
Saya adalah pelanggan yang baik karena tak nyolong listrik dan membayar tepat waktu. Sekali tempo pernah agak telat beberapa hari, lalu muncul petugas mengancam akan menyegel meteran kami. Karena saya tahu persis bagaimana butuhnya akan listrik, hari itu diancam hari itu dibayar pak.
Maka wajar kalau saya menuntut hak saya akan pelayanan listrik yang baik sesuai harga yang kami bayar.
12 jam dalam gelap pak. Hmm buat saya berpikir adakah negara lain yang lebih sial dari Indonesia yang terus terusan byarpet begini? Adakah warga kota lain di dunia yang sesial saya harus menghadapi kegelapan selama 12 jam begini?
Kawan saya bilang kalau mati lampunya malam tak banyak kerugian? Salah euy. Mari saya jabarkan kerugian pribadi saya selama 12 jam dalam gelap.
1. Nasi yang baru dimasak jam 3 jadi basi malam tadi. Begitu juga dengan nasi tim makanan ponakan saya Zi yang baru usia 25 bulan
2. Aktivitas kerja malam saya terganggu. Karena laptop abis batere dipakai berdua dengan handphone.
3. Tak ada tivi yang saya tonton berita dan hiburannya. Meski bukan pecinta kotak kuntilanak itu, saya senang menguji kewarasan dengan menyela siaran televise kita.
4. Saya tak bisa tidur karena nyamuk rianggembira menggigit sana sini padahal obat nyamuk sudah disemprot berkalikali. Pun tak bisa tidur karena panas, kipas angin mati. Tak cuma saya yang melek sepanjang malam, pun ibu dan ponakan saya Zi.
Tak usah diukur dengan uang pak. Kehilangan waktu tidur adalah bencana! Saya tak bisa konsentrasi kerja karena badan meriang dan kepala pening karena begadang. Saya belum cek akibat gigitan nyamuk loh pak. Semoga bukan nyamuk berbahaya.
Saya tak habis pikir kenapa PLN bisa membiarkan listrik mati 12 jam? Kenapa tak sigap memperbaiki kerusakan tegangan menangah 20 apa gitu, kwh kalau ga salah? Apa karena petugas masih libur lebaran, lah peduli setan bagi kami. Harusnya system pengaman tetap berjalan.
Dearest pak dahlan iskan. Kalau masalahnya adalah beban berlebih atau bbmnya kurang, sudahlah menyerah pada tuntutan alam, beralih pada energy alternative. Pakai saja tenaga surya, angin, gas bumi, air asal bukan nuklir.
Maaf loh pak dahlan iskan yang semoga baik. Saya sedang menabung untuk beli panel surya. Dalam tiga tahun kedepan saya putus hubungan dengan PLN semoga!
Monday, September 13, 2010
shit happens
Saya lupa mulai kapan saya benarbenar berubah menghadapi setiap masalah dengan santai dan tenang. Biasanya saya adalah orang yang cengeng dan dramatis-a friend called me a drama queen-.
Cengengnya masih, menangis sejadijadinya ketika sendirian di kamar kos, tapi ya itu cuma semalaman saja. Besok paginya muka sembab, mata bengkak tapi hati saya lega dan tenang. Lalu saya bicara pada diri sendiri "oh well shit happens and life continues"
Sepanjang 2010 shit happened many times. I mean really.. A lot.. Tapi mungkin saya terlalu sibuk untuk mikirin satu masalah berlarut-larut. Karena ada banyak hal lain yang juga saya harus pikirkan dan selesaikan.
Being a drama queen won't work for me anymore ;). Saya rasa saya berubah jadi orang yang lebih realistis menjalani hidup ini.
Bahkan ketika saya dianggap "hitler" karena disangka otoriter dan tambeng, saya cuma senyum. Ah hebat sekali saya ;)
Ketika saya digunjing dibelakang, ditusuk dari belakang, dimusuhi banyak orang disekitar, saya cuma bilang "anda salah target, saya terlalu kecil untuk disingkirkan."
Don't waste your time to hate me dear ;).
I'm not taking those problems too much karena ini cuma konsekuensi pekerjaan.
saya harus bilang ini hebat atau sial yah, sikap ini berimbas pada urusan cinta. Ketika dalam dua bulan ada dua orang yang datang dan pergi, saya tak terlalu peduli. Sakitnya cuma sehari, then we turn to be best pals ;).
Atau ketika masalah muncul lagi diantara saya dan z, saya yang biasanya lari dan z mengejar itu tak lagi terjadi. Saya nyaris tak peduli dan tak lagi lari. Somehow saya percaya bahwa cinta akan menemukan jalannya sendiri.
Kalau cinta.. Kalau bukan yaa pasrahkan saja, sekali lagi shit happens. Toh jodoh Tuhan yang atur :)
Ramy yang mengenalkan saya pada dua kata itu 'shit happens' 2005 lalu ketika kami terpaksa berpisah karena waktu dan tempat. "But then u have to face everything realisticaly. Shit happens and smile.. We just have to move on"
Cengengnya masih, menangis sejadijadinya ketika sendirian di kamar kos, tapi ya itu cuma semalaman saja. Besok paginya muka sembab, mata bengkak tapi hati saya lega dan tenang. Lalu saya bicara pada diri sendiri "oh well shit happens and life continues"
Sepanjang 2010 shit happened many times. I mean really.. A lot.. Tapi mungkin saya terlalu sibuk untuk mikirin satu masalah berlarut-larut. Karena ada banyak hal lain yang juga saya harus pikirkan dan selesaikan.
Being a drama queen won't work for me anymore ;). Saya rasa saya berubah jadi orang yang lebih realistis menjalani hidup ini.
Bahkan ketika saya dianggap "hitler" karena disangka otoriter dan tambeng, saya cuma senyum. Ah hebat sekali saya ;)
Ketika saya digunjing dibelakang, ditusuk dari belakang, dimusuhi banyak orang disekitar, saya cuma bilang "anda salah target, saya terlalu kecil untuk disingkirkan."
Don't waste your time to hate me dear ;).
I'm not taking those problems too much karena ini cuma konsekuensi pekerjaan.
saya harus bilang ini hebat atau sial yah, sikap ini berimbas pada urusan cinta. Ketika dalam dua bulan ada dua orang yang datang dan pergi, saya tak terlalu peduli. Sakitnya cuma sehari, then we turn to be best pals ;).
Atau ketika masalah muncul lagi diantara saya dan z, saya yang biasanya lari dan z mengejar itu tak lagi terjadi. Saya nyaris tak peduli dan tak lagi lari. Somehow saya percaya bahwa cinta akan menemukan jalannya sendiri.
Kalau cinta.. Kalau bukan yaa pasrahkan saja, sekali lagi shit happens. Toh jodoh Tuhan yang atur :)
Ramy yang mengenalkan saya pada dua kata itu 'shit happens' 2005 lalu ketika kami terpaksa berpisah karena waktu dan tempat. "But then u have to face everything realisticaly. Shit happens and smile.. We just have to move on"
Sunday, September 05, 2010
typhus cinta
Seperti dewi bilang, cinta kita mirip sakit typhus, bentar adem ayem, bentar panas, bentar akur tak terpisahkan, bentar bubar.
Sayangnya aku cinta pada sang virus, iya kamu, siapa lagi. Virus tak butuh dokter untuk menghilang, tak perlu dilawan antibiotik.
Biarkan saja virus ini menempel terus di tubuhku. Panas dan dinginnya mewarnai kita.
Dan kamu tahu persis biang keladi kita panas adalah aku ;).. Cinta ini membakar cemburuku, pada kerjamu pada temanmu, pada negaramu,pada semua yang mendapat perhatianmu.
Dan kamu cuma tersenyum lalu bilang 'I'm sorry'. Lalu cenderung lupa pada marahku. Lalu aku menyerah kembali pada kata rekonsiliasimu.
Kamu virus, dan aku menikmati panasnya.
Sayangnya aku cinta pada sang virus, iya kamu, siapa lagi. Virus tak butuh dokter untuk menghilang, tak perlu dilawan antibiotik.
Biarkan saja virus ini menempel terus di tubuhku. Panas dan dinginnya mewarnai kita.
Dan kamu tahu persis biang keladi kita panas adalah aku ;).. Cinta ini membakar cemburuku, pada kerjamu pada temanmu, pada negaramu,pada semua yang mendapat perhatianmu.
Dan kamu cuma tersenyum lalu bilang 'I'm sorry'. Lalu cenderung lupa pada marahku. Lalu aku menyerah kembali pada kata rekonsiliasimu.
Kamu virus, dan aku menikmati panasnya.
Saturday, September 04, 2010
23:23 sendiri
Kesempatan itu kamu punya sayang. Meluang waktu sekejap untuk sekedar bertanya,'hai apa kabarmu hari ini? Sakitmu mendingam?'
Sayang, itu tak kamu lakukan. Terlambat mengeluh sekarang setelah 9 bulan, untung belum nambah 10 hari *loh*.
Aku menangis disusupan bantal hingga basah. Mataku perih dan bengkak. Tapi kenapa hati ini tetap tenang?m
Atau bahkan hatiku sendiri sudah tak peduli pada kesendirian dan kesepianku tanpamu sayang. Atau hati tetap percaya padamu,
Pada waktu yang satu hari membawamu kembali. Pada hatimu yang tak kemanamana kecuali mencintaku. Pada kenyataan kamu pernah menantiku 3 tahun sementara baru sebulan tak jumpa aku blingsatan.
Bahkan hatiku berkhianat pada mata dan otakku.
Aku marah tapi itu tak mengikis rasa. Aku kecewa tapi masih menyimpan asa. Selama cuma bersaing dengan pekerjaan yang kamu kawini dan suu kyi yang jadi belahan jiwamu separuh.
04:28 aku memberi kita kesempatan lagi. Cinta akan menemukan jalannya. Cuma hati sendiri yang perlu diikuti meski logika memaksa tidak.
Sebut saja aku bodoh tapi kita pernah pergi terpisah dan selalu kembali.
Sayang, itu tak kamu lakukan. Terlambat mengeluh sekarang setelah 9 bulan, untung belum nambah 10 hari *loh*.
Aku menangis disusupan bantal hingga basah. Mataku perih dan bengkak. Tapi kenapa hati ini tetap tenang?m
Atau bahkan hatiku sendiri sudah tak peduli pada kesendirian dan kesepianku tanpamu sayang. Atau hati tetap percaya padamu,
Pada waktu yang satu hari membawamu kembali. Pada hatimu yang tak kemanamana kecuali mencintaku. Pada kenyataan kamu pernah menantiku 3 tahun sementara baru sebulan tak jumpa aku blingsatan.
Bahkan hatiku berkhianat pada mata dan otakku.
Aku marah tapi itu tak mengikis rasa. Aku kecewa tapi masih menyimpan asa. Selama cuma bersaing dengan pekerjaan yang kamu kawini dan suu kyi yang jadi belahan jiwamu separuh.
04:28 aku memberi kita kesempatan lagi. Cinta akan menemukan jalannya. Cuma hati sendiri yang perlu diikuti meski logika memaksa tidak.
Sebut saja aku bodoh tapi kita pernah pergi terpisah dan selalu kembali.
Friday, August 06, 2010
dan ku tahu
kamu menyusup kedalam selimutku. tanpa abaaba yang kamu lakukan adalah menghentikan bicaraku dengan bibirmu, menciumiku tanpa ampun, tak beri aku waktu untuk menarik napas sekalipun. yang kamu lakukan adalah memelukku erat dan semakin erat, merabaku dan membuatku menghela menahan getaran yang perlahan hadir dari kaki sampai ujung kepala.
aku pasrah pada kelembutanmu, kelelakianmu. penuh cinta, bukan sekedar napsu yang berpacu pada waktu. yang kita sama tahu cuma saat ini yang kita punya. seperti katamu, "kita tak menuliskan masa depan, biarkan dia jadi kejutan." seperti aku yang hadir dihadapanmu saat ini. tanpa rencana, tanpa basa.
aku melihatnya ditatapmu, aku merasakannya disentuhanmu. dibibirmu yang tak banyak bicara, tapi matamu penuh cinta. aku tak pernah pergi dari hatimu, aku tak pernah jauh dari bayangmu. aku tahu ada ada disana, di kepalamu sekalipun, di malam dan siangmu.
kamu cuma mengelus kepalaku, mendekapku hangat. aku tahu, cinta itu ada dan tak perlu kata. aku tahu..
aku pasrah pada kelembutanmu, kelelakianmu. penuh cinta, bukan sekedar napsu yang berpacu pada waktu. yang kita sama tahu cuma saat ini yang kita punya. seperti katamu, "kita tak menuliskan masa depan, biarkan dia jadi kejutan." seperti aku yang hadir dihadapanmu saat ini. tanpa rencana, tanpa basa.
aku melihatnya ditatapmu, aku merasakannya disentuhanmu. dibibirmu yang tak banyak bicara, tapi matamu penuh cinta. aku tak pernah pergi dari hatimu, aku tak pernah jauh dari bayangmu. aku tahu ada ada disana, di kepalamu sekalipun, di malam dan siangmu.
kamu cuma mengelus kepalaku, mendekapku hangat. aku tahu, cinta itu ada dan tak perlu kata. aku tahu..
Sunday, August 01, 2010
$300 - tips and trick
liburan saya di bangkok dan phuket bukan perkara mudah diatur. modalnya emang cuma nekat aja dan di kantong cuma bawa uang saku 9000 bath atau $300 atau Rp 2.724.000 untuk masa kunjungan 5 hari. saya bagi pengalaman ini yah, sapa tahu berguna. fyi, $1 = 30 bath
1. cari temen di lokasi yang mau dikunjungi hihi, lumayan bisa berhemat taksi dan makan malam. dalam konteks perjalanan saya tentu saja, z. dia jemput sekaligus menanggung taksi dan makan malam.
2. hotel murah sekitar 500 bath sudah dapat yang AC. cuma kami menginap bukan di daerah turis jadi ribet sama pegawai hotel yang ga bisa bahasa inggris.
3. jarak dari hotel ke bts deket (stasiun saphan kwai N7). naik tuk tuk 40 bath, naik taksi geblek kami terpaksa bayar 75 bath.
4. bts sky train itu biayanya bergantung jarak N7 misalnya = 60 bath. N2 = 20 bath. di bangkok itu asal pegang map bts, insyaallah ga pake nyasar. petugas disana baik dan ramah meski bahasa inggris terbata.
5. starbucks menu green tea = 100 bath. yaks mahal. ini perkara mau cek email pake wi fi aja.
6. toiletnya gratisan kok. tapi sulit cari yang bisa buat pup. nyaris semuanya toilet kering.
7. jalan-jalan ke chao pharaya kemanapun biayanya 20 bath pake boat.
8. makanan di jalan - street food ratarata 50 bath. rujak yang aneh dengan bumbu gula dan cabe sekitar 30-45 bath.
9. bus bangkok - phuket = 974 bath perorang. lengkap dengan bekal minum botolan, snack berupa kacang dan makan siang. nyaman bener lah. di phuket bus station, naik taxi sewaan 400 bath menuju pathong beach - lokasinya bagpacker.
10. bir dan cocacola standar cafe 140 bath.
11. hotel di phuket kami rekomendasikan TOUCH VILLA di Phatong beach yang homie banget harga 500 bath permalam, internet 24 jam 1 bath / menit, sewa sepeda 120 bath seharian, laundry kiloan 50 bath / kilo.
12. makan di phuket, coba number 1 seafood restoran, enak banget menu cumi saos thailand, 120 bath. mr.good seafood lumayan mahal 160 bath untuk fried rice di dalam nanas. atau street food aja sekitar 50 bath, menu sukasuka.
13. hiburan malam, untuk yang murah coba Margarita nite club standar minum 140 bath. kalau agak fancy coba THE PORT, harganya menjulang. kami habis 1500 bath untuk menu kepiting, cumi, 2 piring nasi, cocacola, es coklat, es lemon tea, dua botol corona. tapi puas dengan live music di jumat malam. keren. dan ga terganggu pemandangan para psk dari kelas menengah kebawah.
14. cari pantai Surin BEACH. ombak besar, dilarang berenang tapi kok boleh surfing yah ck ck ga ngerti. naik tuk tuk dari Phatong Beach seharga 350 bath sekali jalan. 600 pp. pantainya sepi, lebih banyak private beach. pemandangannya lebih bagus. bersih sekali.
15. souvenir ya. selendang thai silk buatan chiang mai, ratarata tawar 200 bath, dari harga 600 bath. baju pantai 400 bath, tawar saja sampai 250 bath. patung gajah start with 65 bath.
16. tuk tuk dari hotel di phatong beach menuju bandara 350 bath, ditempuh 50 menit. lumayan jauh lah.
17. oh iya lupa. simcard thai operator 1 2 call perdana 90 bath, isi pulsa 100 bath. jadi total 199. selanjutnya kalau mau beli pulsa sebut aja the magic words " 1 2 call 100 (one two call one hundred) dimanapun ada 7 eleven, mereka pasti ngarti hihi. hatihati sama pulsa, mahal! gampang habis.
dari saya demikian. mungkin teman perjalanan saya, dewi bisa nambahin hehehe. semoga berguna kawan.
1. cari temen di lokasi yang mau dikunjungi hihi, lumayan bisa berhemat taksi dan makan malam. dalam konteks perjalanan saya tentu saja, z. dia jemput sekaligus menanggung taksi dan makan malam.
2. hotel murah sekitar 500 bath sudah dapat yang AC. cuma kami menginap bukan di daerah turis jadi ribet sama pegawai hotel yang ga bisa bahasa inggris.
3. jarak dari hotel ke bts deket (stasiun saphan kwai N7). naik tuk tuk 40 bath, naik taksi geblek kami terpaksa bayar 75 bath.
4. bts sky train itu biayanya bergantung jarak N7 misalnya = 60 bath. N2 = 20 bath. di bangkok itu asal pegang map bts, insyaallah ga pake nyasar. petugas disana baik dan ramah meski bahasa inggris terbata.
5. starbucks menu green tea = 100 bath. yaks mahal. ini perkara mau cek email pake wi fi aja.
6. toiletnya gratisan kok. tapi sulit cari yang bisa buat pup. nyaris semuanya toilet kering.
7. jalan-jalan ke chao pharaya kemanapun biayanya 20 bath pake boat.
8. makanan di jalan - street food ratarata 50 bath. rujak yang aneh dengan bumbu gula dan cabe sekitar 30-45 bath.
9. bus bangkok - phuket = 974 bath perorang. lengkap dengan bekal minum botolan, snack berupa kacang dan makan siang. nyaman bener lah. di phuket bus station, naik taxi sewaan 400 bath menuju pathong beach - lokasinya bagpacker.
10. bir dan cocacola standar cafe 140 bath.
11. hotel di phuket kami rekomendasikan TOUCH VILLA di Phatong beach yang homie banget harga 500 bath permalam, internet 24 jam 1 bath / menit, sewa sepeda 120 bath seharian, laundry kiloan 50 bath / kilo.
12. makan di phuket, coba number 1 seafood restoran, enak banget menu cumi saos thailand, 120 bath. mr.good seafood lumayan mahal 160 bath untuk fried rice di dalam nanas. atau street food aja sekitar 50 bath, menu sukasuka.
13. hiburan malam, untuk yang murah coba Margarita nite club standar minum 140 bath. kalau agak fancy coba THE PORT, harganya menjulang. kami habis 1500 bath untuk menu kepiting, cumi, 2 piring nasi, cocacola, es coklat, es lemon tea, dua botol corona. tapi puas dengan live music di jumat malam. keren. dan ga terganggu pemandangan para psk dari kelas menengah kebawah.
14. cari pantai Surin BEACH. ombak besar, dilarang berenang tapi kok boleh surfing yah ck ck ga ngerti. naik tuk tuk dari Phatong Beach seharga 350 bath sekali jalan. 600 pp. pantainya sepi, lebih banyak private beach. pemandangannya lebih bagus. bersih sekali.
15. souvenir ya. selendang thai silk buatan chiang mai, ratarata tawar 200 bath, dari harga 600 bath. baju pantai 400 bath, tawar saja sampai 250 bath. patung gajah start with 65 bath.
16. tuk tuk dari hotel di phatong beach menuju bandara 350 bath, ditempuh 50 menit. lumayan jauh lah.
17. oh iya lupa. simcard thai operator 1 2 call perdana 90 bath, isi pulsa 100 bath. jadi total 199. selanjutnya kalau mau beli pulsa sebut aja the magic words " 1 2 call 100 (one two call one hundred) dimanapun ada 7 eleven, mereka pasti ngarti hihi. hatihati sama pulsa, mahal! gampang habis.
dari saya demikian. mungkin teman perjalanan saya, dewi bisa nambahin hehehe. semoga berguna kawan.
Subscribe to:
Posts (Atom)